The Girl Who Can’t Leave, The Man Who Can’t Breakup (Mozaik 4)

“kau sudah pasti berniat memakaikan itu padaku?” Tanya Suri curiga.

“benar! Dan Kyuhyun akan memakai tuxedo..” Seru Ahra semangat sambil melepaskan mantel bulu Suri.

“oh ayolah~ ini hanya pemotretan 45 menit, tidak lebih” bujuk Ahra begitu melihat wajah Suri sedikit mengerutkan kening.

“eo?? Hanya sebentar..” bujuk Ahra sekali lagi, dan wajah Suri kembali melunak, dia menghembuskan nafasnya kasar tanda ‘terserah kau sajalah’.

Belum sempat Suri selesai dengan makeup tipis di wajahnya tiba – tiba pintu kamar ganti terbelalak kasar, semua mata yang ada di ruangan itu tertuju pada sosok yang berdiri dengan angkuhnya di hadapan pintu, woo Eunso.

“aku dengar hari ini temanya adlaah Wedding Dress right?” celoteh eunso semangat.

“bagaimana jika aku saja menjadi model perempuannya? Bukan kah aku jauh lebih baik jika yang menjadi pasangannya dalah real couple?” Eunso melanjutkan kata – katanya.

Suri mengehentikan memulas bedak di wajahnya dan menoleh memperhatikan Eunso yang berdiri di ambang pintu dengan senyum yang merekah. Ingin rasanya Suri berdiri dan melepaskan gaunnya lalu melepar ke arah Eunso, tapi sekali lagi, dia berusaha mengendalikan emosinya dan hanya menatap wajah Eunso dengan tatapan datar kemudian beralih ke wajah Ahra.

Dan Ahra tahu betul saat itu mood modelnya jatuh, dan gawatnya semua baju yang modelnya adalah Suri selalu menempati posisi paling atas dalam penjualan, tidak mungkin jika ia tidak menggunakan Suri dalam hal seperti ini. Ahra masih berusaha tersenyum menatap Eunso.

“Eunso-ah, kaja..” Ahra mengajak Eunso duduk di sofa ruang make up. “aku tahu kau cemburu, tapi aku mohon bisa kah kau biarkan kali ini sekali lagi Kyuhyun berfoto dengan Suri-ssi? Ini hanya professionalitas eo?” seperti membujuk anak TK, Ahra mendikte setiap kata pelan dan hati – hati. Ahra lah yang memlihkan Eunso untuk Kyuhyun dulu, karna secara fisik Eunso memenuhi standar Kyuhyu, tapi siapa yang tahu hatinya seperti apa?

“keunde Eonni.. aku dan Kyuhyun akan lebih nyata menjalankannya..”

“arayeo.. tapi bukan itu masalahnya..” Ahra menarik nafasnya panjang dan menatap Suri, berharap perempuan itu berdiri lalu berkata kasar untuk tidak ikut campur dalam pekerjaan yang menyangkut Ahra hari ini dan seterusnya walaupun Kyuhyun terlibat di dalamnya. Tapi bukan mendapatkan ketenangan dari model kepercayaannya justru Ahra semakin tertekan. Di lihatnya wajah Suri, perempuan itu tersenyum licik.

Ahra kembali menundukan kepalanya, dia menyerah. “Kyunnie, kesini cepat..” Ahra bicara di telephone, dan tidak sampai 5 menit Kyuhyun muncul di ruang make up menaikan sebelah alisnya saat melihat Eunso yang masih saja menatap Suri penuh dendam.

“hai Oppa~” sapa Eunso dan semua orang yang ada di ruangan itu menaikan sebelah alisnya lagi. Jelas – jelas Eunso lebih tua dari Kyuhyun dan dia memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘Oppa?’ yang benar saja? Suri mengalihkan pandangannya dari Eunso, rasanya dia ingin meledak, tak kuat menahan tawanya.

“wae?” Tanya Kyuhyun singkat yang di tujukan pada Ahra noona. “igo….” Perkataan Ahra terhenti begitu Eunso sedikit berdiri dan meneruskan perkataan Ahra.

“aku bilang pada Eonni, kalau sebaiknya kita saja yang menjadi modelnya untuk katalog bulan ini. Otte?”

“shireo..” Kyuhyun melepaskan tuxedo yang seharusnya di pakai untuk pemotretan kali ini. “karna kau bukan model noona, aku tidak akan mau berfoto untuk hal seperti ini jika bukan demi noona..” Kyuhyun melemparkan tuxedonya. Memaksa Ahra mengambil keputusan sendiri.

“arraseo. Kyuhyun kau tetap dengan Suri. Dan kau Eunso, nanti pun kau akan mengalaminya jadi biarkan Suri mengalaminya terlebih dulu hanya untuk 1 hari. deal?” Ahra berkaca pinggang, kali ini dia cukup kecewa dengan 2 orang yang seharusnya bisa membantunya.

Sedangkan Kyuhyun tersenyum tipis, dia bahagia punya Noona yang setidaknya tahu harus memposisikannya dalam setiap suasana hatinya. Berbeda dengan Kyuhyun, Suri memikirkan hal yang di ucapkan Ahra sebelumnya. Benar katanya, mencitai Kyuhyun bukanlah sesuatu yang mudah mengingat dia sudah mempunyai tunangan. Rasanya berat menghadapi kenyataan mungkin photo kali ini tidak akan terwujud dalam dunia nyata. Hanya sekedar memori yang akan terpajang di katalog web Stylenanda.

Suri mencengkram erat gaunnya, menahan agar tidak tumpah sedemikian rupa air matanya. Susah payah dia mengembalikan moodnya kali ini agar bisa tersenyum leluasa di hadapan kamera tapi gagal saat melihat Kyuhyun menunggunya di depan set siang itu.

Jantungnya kembali seperti di remas, di paksa bekerja lebih keras melihat setiap tatapan mata Kyuhyun yang intens, menerka detik berikutnya yang akan terjadi pada gadisnya. Di sini, Kyuhyun menyenderkan tubuh Suri mendekat ke jendela bernuansa eropa yang kental, membuat Suri semakin terlihat elegan dengan gaun putih gading yang sederhana di sinari cahaya matahari yang menelusup dari balik jendela menyebar ke setiap ruangan.

Seandainya ini bisa terjadi di dunia nyata tidak hanya di dunia katalog maka akan lebih indah.

Semua selesai pukul 7 sore, matahari terhuyung – huyung kembali ke peraduannya, menyisakan seburat orange di langit Seoul sore itu, walaupun terlihat hangat. Sebenarnya hari ini begitu dingin, sedingin tatapan Kyuhyun yang terus mengamati gerak – gerik gadisnya yang membereskan barang di ruang make up.

Suri terduduk di depan cermin, jemari lentiknya meraih botol pembersih dan kapas. Detik berikutnya tangan Kyuhyunlah yang sudah menggenggam erat pergelangan tangan Suri, menghalangi gadisnya menghapus make up tipis di wajah. “aku suka make up mu, jangan di hapus” ucap Kyuhyun lirih dan terus menatap bayangan wajah Suri di cermin.

Serta merta seperti ada yang memaksa tangan Suri untuk menaruh kapas itu dan menggagalkan niatnya untuk menghapus make up tipis Suri. “pakai mantelmu” Kyuhyun melirik ke luar ruangan make up kemudian melirik Suri lagi yang hanya menenteng tas serta mantelnya menatap wajah Kyuhyun heran.

Kesal dengan reaksi yang di dapat dari wajah Suri, Tanpa peringatan lagi tangan Kyuhyun meraih tangan Suri yang tidak memegang apapun, menariknya keluar ruang make up dan berjalan meyusuri lorong gelap. Pintu belakang gedung pemotretannya. Suri hanya mengikuti kemana tangan Kyuhyun menariknya, toh percuma menahan dan memberontak. Kyuhyun pasti akan tetap menggengam tangan Suri dan menyeretnya kembali.

Kyuhyun membukakan pintu mobilny untuk Suri dan mendorong begitu saja tubuh Suri masuk ke dalam mobilnya.

“mau kemana?” Tanya Suri pelan saat mobil Kyuhyun semakin menjauh dari apartmen Suri, Kyuhyun tidak ingin mengantarku? Tanya Suri dalam hatinya.

“jalan – jalan, kudengar itu cara yang paling ampuh untuk menghilangkan penat” Kyuhyun melirik Suri dan senyuman tipisitu kembali menyeruak di bibir tipis Kyuhyun, bahkan kali ini Suri dapat melihatnya lebih dari 3 detik. Menakjubkan betapa mudahnya Kyuhyun menyunggingkan senyuman saat mereka hanya berdua.

Suri tersadar sudah berada di sebuah parkiran bersih dan tampak beberapa orang mengenakan pakaian hangat mereka, menyelimutinya erat – erat. Dia tahu betul tempat ini, Namsan Tower. Tempat dimana Suri biasa menghabiskan waktu berjam – jam di puncaknya hanya untuk merenungi sesuatu yang tidak berguna.

“sampai kapan kau mau disitu?” Kyuhyun ternyata sudah berada di luar mobilnya, melihat Suri dengan tatapan dingin dan sama sekali tidak terbaca. Mengerikan bisa menemui laki – laki yang sepertinya tidak punya jiwa sedikitpun.

Mereka berdua kembali berjalan bersisian meniti tangga, musim dingin masih sangat terasa saat ini. Januari sebentar lagi akan datang dan meninggalkan Desember yang beku, menyongsong musim bunga yang hanya akan terlihat hijau di sudut – sudut kota, semua orang mungkin akan bisa menggapai mimpinya saat musim bunga tiba, kecuali Kyuhyun.

Dia bahkan masih belum bisa memastikan akan menghianati Appanya dan pergi bersama Suri. Apapun akan di lakukannya jika untuk Suri, kecuali Appanya. Appanya yang bahkan memperjuangkan keras hak untuk hidup anaknya saat Kyuhyun terbaring koma. Appanya yang selama ini membawakan papan catur saat sore menjelang. Appanya yang mengejeknya ketika dia kalah main game. Dentingan sepatu yang berbenturan dengan dinginnya tangga Namsan Tower membuat hati Kyuhyun semakin sakit. Matanya memanas, namun terlalu dingin untuk meneteskan air mata.

Kita lihat seberapa jauh aku bisa mengalah untuk Suri. Kyuhyun berusaha memfokuskan lagi pikirannya. Dia ingin menghabiskan waktu sebanyak yang di bisa dengan gadisnya.

“Kyuhyun-ahhh~” Eunso berlari menuju ruang make up, tempat yang di yakininya ada Kyuhyun di sana menunggu Eunso, tapi nyatanya nihil. Bahkan sisa wanginya pun menghilang. Dan yang membuat kakinya semakin bergetar adalah Suri pun tidak ada di ruangan itu.

Ahra lihat betul apa yang terjadi pada Kyuhyun dan Suri sebelumnya, bukan untuk alasan ‘hanya berkunjung’ yang menjadi alasan Kyuhyun kembali ke Korea, melainkan Suri. Suri lah yang di tujunya, bukan perempuan lain yang Ahra kira. Adiknya sama sekali tidak seperti yang di pikirkan orang kebanyakan. Kaya, tampan dan kekuasaan sebagai modal memiliki setiap perempuan, Kyuhyun bahkan tidak perduli dengan semua usaha Appa mereka. Kyuhyun bisa mempunyai perusahaan yang bahkan bisa mengalahkan Appa mereka jika Kyuhyun mau. Hanya ada 1 obssesi Kyuhyun dalam hidupnya yaitu Suri.

“ini” Kyuhyun menyodorkan segelas kopi hangat Frappuchino yang menggoda. Serta merta Suri mengeratkan tangannya ke sisi cup kopinya mencari kehangatan di telapak tangannya. Keduanya duduk bersebelahan di atas Namsan Tower memadang ribuan gembok yang di tulisi oleh nama sepasang kekasih.

“kau percaya itu?” Tanya Suri sambil menunjuk ribuan gembok di hadapan mereka dengan bibirnya. “gembok?” Kyuhyun memalingkan pandangannya ke wajah Suri dan di jawab Suri hanya dengan anggukan sederhana.

“tidak, itu bodoh. Kau?”

“aku? Tergantug. Jika itu terjadi baru aku mau mempercayainya. Jika tidak ada efeknya peefff…” Suri menjulurkan lidahnya. Dia memang tidak begitu suka dengan hal seperti ini. Memang apa bagusnya cinta hingga harus di sembah seperti itu? Tidak menarik.

“tapi apa salahnya jika mencoba? Em?” suara itu muncul dari balik tubuh mereka dan menyembulkan tangannya di antara Suri dan Kyuhyun sambil memegangi gembok. “omo-ya” Suri menjauhkan badannya dari tangan yang menjulur itu. Di perhatikan tangan indah nan putih itu hingga pundak dan bermuara di wajah pemiliknya, seketika senyuman merekah di bibir Suri.

“oppa~ mengagetkanku saja..” Suri memukul lengan laki – laki itu kesal tapi masih dengan senyuman khasnya. Dan bukan sesuatu yang mengejutkan jika Kyuhyun tidak henti – hentinya memicingkan matanya. Dia tidak suka dengan laki – laki manapun yang bersentuhan dengan kulit Suri apa lagi menempati tempat khusus di ingatan Suri.

“jadi ini alasanmu sudah 2 minggu tidak menghubungiku?” laki – laki barusan duduk di tengah bangku, memisahkan Suri dan Kyuhyun oleh badannya, laki – laki itu tersenyum awalnya saat menatap Kyuhyun, tapi begitu melihat wajah kyuhyun yang kurang bersahabat laki – laki itu mengerutkan keningnya dan kembali beralih ke Suri. “jadi siapa dia?” Tanya laki – laki itu berbisik di telinga Suri.

“em?” Suri memajukan sedikit badannya melihat Kyuhyun yang memalingkan wajahnya entah kemana. “oh dia? Kyuhyun, Cho. Adik Ahra eonni..”

“mwo? Wajahnya sangat menyebalkan..” masih berbisik laki – laki itu, dan hal itu membuat Suri hampir tertawa gila “Oppa, berbisikmu masih bisa di dengan oleh dia dengan jelas eo?”

cukup lama mereka berdiam dalam suasana yang sangat tidak menyenangkan, terdiam dan saling canggung. Tidak ada satupun yang berniat mengusir jauh – jauh suasana itu.

“em.. Kyuhyun ini Kim Heechul, keluarga Kim adalah pendana hidupku. Dan Heechul oppa ini Cho Kyuhyun, adik Ahra eonni..”

setelah perkenala tidak ada lagi yang terucap dari mulut ketiganya. Mereka kembali terdiam dan hanya memandangi ribuan gembok di hadapan mereka. Semua terhanyut akan pikirannya masing – masing, menyusuri setapak demi setapak kehidupan mereka yang terasa begitu kabur.

“baiklah. Aku harus menjemput adikku, datanglah ke rumah akhir minggu. Kita makan malam bersama” Heechul berdiri dan menepuk pundak Suri dan memberikannya pelukan hangat. Bukan sebagai seorang kekasih, melainkan sebagai rahasia persaudaraan, tidak ada ikatan darah mungkin di antara mereka berdua, tapi semua yang Heechul lihat dari Suri seketika meluluhkan hatinya untuk menerima perempuan pendiam itu sebagai bagian dari keluarganya.

“kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun begitu tidak tampak lagi punggung Heechul.

“tidak, kenapa? Kau menyukainya?”  Kyuhyun hanya menaikan sebelah alisnya mendengar jawaban Suri. “bukankah Heechul oppa cantik? Jika kauterus menyakiti perempuan kau mungkin akan di kutuk cantik seperti Heechul oppa, jadi tidak ada perempuan yang mau denganmu karna kau lebih cantik dari mereka” Suri tersenyum geli melihat reaksi Kyuhyun yang hanya mengerutkan alisnya.

Malam sudah menunjukan pukul 7, orange di langit sudah di telan biru tua di langit, malam itu cukup cerah beberapa rasi bintang muncul dan bertebaran beralaskan biru tua yang membentang menutupi udara Seoul.

“tidak lapar?” Suri mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun yang masih sibuk menerka garis takdir apa yang di lukiskan langit untuk buminya malam ini. “kalau begitu kita makan sekarang” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menarik tangan Suri. Menyelipkan jemarinya di antara jari – jari lentik Suri yang dingin.

Mereka duduk di sebuah rooftop hotel mewah yang mempunyai café makanan italy yang terkenal, pramusaji itu memilihkan tempat paling indah menghadap Namsan Tower yag berlatar belakang langit biru tua dan terampar sungai Han di bawahnya mengalir berbondong – bondong membelah kota Seoul. Belum lagi lampu – lampu kendaraan yang meliuk – liuk merayapi jalan raya.

“kapan kau kembali ke Amerika?” kali ini suara Suri hampir di telan alunan musik Jazz dari café, dia tidak sanggup menanyakannya dan mengetahui berapa banyak waktu yang dia punya bersama Kyuhyun, menghitung setiap detik tanpa melihatnya. Bisakah dia menjaga dirinya untuk tidak menumpahkan air matanya saat mendengar jawaban Kyuhyun?

“besok malam” jawab Kyuhyun santai sambil memasukan sepotong daging ke mulutnya dan mencabik dengan gigi taringnya tanpa memperdulikan Suri yang mencengkram erat alat makannya. Seketika dia berusaha mencari apapun untuk menjadi sumber kekuatannya. Besok? Itu terlalu cepat, tidak bisakah seminggu lagi? Setidaknya berikan aku waktu untuk melepaskanmu perlahan Cho Kyuhyun. Suri semakin mencengkran erat pisau dan garpunya. “dan kau harus ikut” Kyuhyun meletakan alat makan lalu menatap suri dengan senyuman tipisnya.

***

“changkama..” teriak Suri dari dapur apartmennya saat mendengar bel pintu di pencet secara brutal oleh seseorang, dia berlari kecil menuju pintu dan tanpa melihat lagi melalui celah di pintunya Suri membuka selebar – lebarnya mengijinkan si pemencet bel itu masuk karna di pikirnya adalah Ahra eonni. “Cho Kyuhyun?”

“aku belum sarapan” Kyuhyun langsung melagkahkan kakinya masuk ke ruang tengah sedikit melihat keadaan. Tidak ada 1 barangpun yang di biarkan terbuka. Semua masih di tutupi kain putih. Hanya televisi yang menyala dengan program yang tak jelas untuk membuat apartmen itu seperti ramai. “kau masak apa?” Kyuhyun kembali melirik Suri yang masih terdiam di depan pintunya shock.

“jika kau tidak cepat – cepat mematikan kompormu mungkin kita akan makan di luar lagi” tunjuk Kyuhyun pada dapur Suri yang sudah sedikit mengkhawatirkan. “ahhh~ mata….!!!” Suri kembali berlari cepat menuju dapurnya mematikan kompor yang sudah mengeluarkan asap tebal, memang Suri belum mulai menggoreng makan paginya, tapi dia sudah memanaskan minyak. Mata indahnya tersapu asap dan memaksanya untuk mengeluarkan air mata.

“ouuww~” Suri mendongakan kepalanya begitu sadar tangannya juga kotor untuk membersihkan matanya.

Seperti di ciptakan untuk saling melengkapi dan berada di samping Suri seumur hidupnya hingga hal kecil seperti ini dapat di selesaikan dengan cepat, Kyuhyun menangkupkan tangan kirinya di pipi Suri dan tangan kanannya membantu membuka mata Suri lebih lebar dan meniupkannya perlahan. Mengusir pergi asap yang membuat mata gadisnya mengeluarkan air mata dan menggantikannya dengan nafasnya yang mungkin akan mengeluarkan air mata kelak karna nafasnya terlalu di butuhkan Suri.

“lebih baik?” Tanya Kyuhyun saat Suri sudah berhenti mengeluarkan air matanya. “em.. gumawo” Suri sudah hendap beranjak dari hadapan Kyuhyun saat tangannya masih tersangkut di tangan Kyuhyun dan tidak membiarkannya beranjak dari manapun.

tatapan Kyuhyun bahkan bisa membuat setiap wanita rela menukar jiwanya pada setan hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari Kyuhyun. “aku benci saat kau berada di luar jangkauanku” Kyuhyun menyenderkan pinggulnya ke meja makan dengan tangan yang masih terhubung dengan Suri.

Pagi ini Kyuhyun sarapan bersama Suri di dapur kecil Suri yang sangat terang benderang, udara dingin masuk melalui jendelanya yang di buka lebar, membiarkan segala udara segar merayapi dinding apartmennya dan hatinya.

“kau sudah berkemas?” Tanya Kyuhyun dalam sela – sela sarapannya. “berkemas? Untuk?” sesaat Suri menghentikan makannya dan menatap Kyuhyun lekat – lekat. Dia tahu Kyuhyun bukan jenis orang yang pandai bergurau, jadi tentu saja ini bukan hanya sekedar gurauan semata.

“bukankah aku sudah mengatakannya semalam? Ke Amerika” dia meletakan sendoknya kasar. “aku tidak bilang akan ikut kau bukan? Jadi untuk apa berkemas?’ kali ini karna terlalu takut Suri ikut membentak Kyuhyun.

“memang kau tidak pernah melihat jadwalmu? Bukankah kau harus ke NY hari ini?”

terburu – buru Suri meraih handphonenya dan melihat apa yang sebenarnya Kyuhyun maksud dengan jadwal, memangnya ada jadwal pemotretan di NY besok? Sejak kapan? Jangan bodoh Kyuhyun. Jika memang ada perubahan jadwal pastilah dirinya di beri tahu lebih dulu oleh Ahra eonni. Tapi kenyataannya Kyuhyun memang benar, “bagaimana kau tahu?” Suri menatap Kyuhyun ketus. Bagaimana dia bisa tahu, sedangkan dirinya sendiri tidak tahu hal ini?

Dan jawaban biriliant di berikan Kyuhyun dengan memajukan bibir bawahnya dan sedikit mengangkat pundaknya. Konyol benar dia? “haruskah aku bilang lagi padamu jika uang masih sangat berpengaruh di dunia ini?” dan kembali melahap sarapan paginya tanpa memperdulikan wajah kesal Suri.

Kyuhyun sudah siap di luar pintu apartmen Suri menunggu gadis itu turun dan mengantarnya ke manapun perempuan itu pergi hari ini saat handphonenya berdering.

“ye” Jawab Kyuhyun singkat begitu melihat nama Jung Il lah yang tertera di sana.

“tuan, tuan besar sepertinya mulai mencurigai anda. Ini sudah terlalu lama anda kembali ke Korea”

“aku akan kembali besok pagi” tanpa menunggu jawaban dari tangan kanannya Kyuhyun langsung menutup sambungan telephone saat di lihatnya Suri keluar dengan koper besarnya. Hari ini Suri hanya memakai jeans pendeknya, kaos putih dan kemeja biru. Sepertinya perempuan ini memang tidak pernah berpakaian rapih di luar pemotretan, make up pun tidak menempel.

“antarkan ke Ahra eonni dulu, aku ada urusan lain” padahal belum sampai Suri ke hadapan Kyuhyun, tapi dia sudah menyebutkan tujuannya. Sambil membantu Suri membawa kopernya Kyuhyun memperhatikan cara Suri melangkah. Jelas langkah itu berbeda, Suri yang sekarang jauh lebih terlihat bahagia di bandingkan beberapa tahun lalu yang bahkan tidak terlihat sedikitpun raut kebahagiaan di caranya melangkah.

Bahkan cara Suri bicarapun jauh berbeda, perempuan itu seperti mempunyai dunia sendiri untuk meluapkan segala ekspresinya, diamnya bisa begitu banyak mengartikan detik – detik rencana gila di otaknya, kebiasaan yang di sukainya yang selalu di anggap abnormal. Dan yang paling indah dari semuanya dalah matanya, belum pernah Kyuhyun melihat mata gadisnya sehidup itu. Tersenyum pada dirinya sendiri saat mencapai sesuatu yang tidak biasa, menyemangati dirinya sendiri karna memang tidak ada satupun yang bersedia melakukan itu. Bukankah seharusnya memang begitulah hidup? Terus berjalan apapun yang terjadi, Joohyun memang sudah mati, tapi Suri belum dan dia harus menjalaninya demi dirinya sendiri.

Semua pikiran Kyuhyun tepecah begitu handphonenya yang di letakan di dashboard berbunyi lagi, dia menekan tombol penangkat telephone otomatis di mobilnya yang otomatis akan meloudspeaker.

“nde Hyung..” jawab Kyuhyun.

“neo odigayou? Bisa membantuku sebentar?” orang di sebrang sana yang bicara dengan Kyuhyun adalah Lee Sungmin.

“setelah ini aku akan langsung ke rumahmu” lagi – lagi, Kyuhyun selalu mematikan ponselnya begitu menjawab ke 2xnya.“kau tidak pernah menunggu orang lain menjawab dulu baru mematikan telephone?” protes? Gadisnya bisa protes sekarang? Sudah berapa banyak kesalahan yang Suri alami hingga dia berani melayangkan protesnya pada Kyuhyun.

“bukankah kau juga begitu?” jawaban Kyuhyun berhasil mengenai sasaran, Suri seperti di telanjangi. Kata – kata Kyuhyun dan cara Kyuhyun menjawab memang selalu persis seperti yang di pikirkan Suri. Mengerikan jika bertemu dengan seseorang yang bisa membaca pikiranmu.

Dengan susah payah Suri menggeret kopernya menyusuri pekarangan luas kediaman keluarga Cho. Banyak yang harus di urusi Ahra sebelum ke NY selama 1 minggu. Maka itu dia mengatur jadwal untuk Suri berkunjung ke rumahnya pagi – pagi sekali untuk membantunya mempersiapkan barang – barang.

Kyuhyun? Suri sudah mengusirnya saat dia berusaha mengeluarkan kopernya dari bagasi Kyuhyun, dan sekarang mungkin Kyuhyun sudah berada di jalan menuju kantor Sungmin dengan kecepatan sedang. Pagi hari Seoul penuh dengan pejalan kaki.

“mana Kyuhyun? Bukannya tadi dia bilang mau sarapan di apartmenmu?” Ahra langsung mengajukan pertanyaan begitu melihat Suri menggeret kopernya dengan susah payah. Ya, bagaimana mungkin badan sekurus seperti itu bisa menggeret koper – koper besar berisi perlengkapan pemotretan? Itu memang tidak mungkin.

“dia sudah ku usir, karna katanya dia ingin menemui Lee Sungmin” Suri baru menjawab begitu berada tepat di hadapan Ahra dan menyerahkan 2 kopernya pada tangan Ahra eonni dengan manisnya.

“tugasku selesai..” Suri berkata dengan senyum lebar di wajahnya begitu menyerahkan koper besarnya “semua barang – barang yang kau minta sudah di sini…” dengan cepat jemarinya meraba – raba kantong belakangnya dan mengambil selembar kertas “dan ini list yang kau minta.. di situ sudah ku cek list semua. Oke?” tanpa basa – basi Suri beranjak meninggalkan Ahra.

“kau mau kemana?’ Ahra memanggil dengan sedikit berteriak tapi Suri sudah terlambat untuk ke acara berikutnya, jika terlamabat terlalu lama mungkin akan batal jadwalnya. Dia menyusuri kompleks perumahan kediaman keluarga Cho dan mencari halte bus terdekat. Sejujurnya uang di rekeningnya cukup saja untuk membeli sebuah mobil sport, tapi sekali lagi, Suri toh hanya pergi jika ada jadwal pemotretan dan menemani Ahra eonni duduk – duduk di Kona Beans saja, kuliahnya sudah selesai dari beberapa bulan yang lalu dan dia masih belum ingin bekerja.

***

“ah untunglah kau cepat datang..” Sungmin bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan langkah angkuh dan memang selalu angkuh. “Bantu aku memutuskan..” lanjutnya dan mengajak Kyuhyun duduk di sofa nyamannya.

“tentang?” singkat dan langsung mengenai sasaran begitulah dia.

“ini” Sungmin menunjukan sebuah aplikasi perangkat komputer. “menurutmu, apa aplikasi seperti ini akan bagus jika di pasang di mobil?” Tanya Sungmin sambil memperlihatkan mekanisme kerja aplikasi itu. Aplikasi kontrol otomatis.

Kyuhyun cukup lama teriam, menikmati simulasi yang di berikan dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa saja merusak image perusahaan Seniornya ini. Keningnya berkerut membaca spesifikasi yang tertera. Dia selalu serius dalam pekerjaannya hingga tidak ada yang masuk dna mengisi hidupnya selain pekerjaan dan Suri tentunya.

“ini sangat berguna, dan harganya mungkin bisa di minimalisir jika mobil yang di gunakan adalah mobil perkotaan yang kecil, jika di pasang ke Land Rover membutuhkan biaya yang semakin besar” putus Kyuhyun pada akhirnya dan membuat Sungmin tersenyum puas akan analisis Juniornya.

“ah aku sampai lupa.. kau mau minum apa?” Sungmin mengenggam telephonenya menghubungi pantry agar membawakan segelas kopi hangat untuk Kyuhyun. Hingga jam makan siang Kyuhyun dan Sungmin menghabiskan waktu untuk mengobrol.

“aku tidak lihat Lee Omunim hari ini” Tanya Kyuhyun saat melihat jam makan siang sudah tiba dan tidak melihat sosok perempuan setengah baya itu menjenguk 2 anak laki – lakinya dan suaminya di kantor. “Omma sedang di rawat, sudah 4 minggu kondisinya menurun” jawab Sungmin dengan tersenyum ketir.

“bagaimana kalau kita menjenguknya sekarang?”

***

“mi.h. mianh… ahn hamnidaah….” Suri berusaha mengatur nafasnya setelah berlari menuju ruang terapi khususnya. Sudah 1 bulan terakhir Suri memutuskan untuk ikut terapi ini. Alasannya tentu sudah jelas dia ingin mengingat Joohyun yang sudah sangat mengkhawatirnkan di pikirannya. Perlahan – lahan wajah wanita itu terkikis, wanginya memudar dan tawanya di telan angin. Menyedihkan mengingat Joohyunlah satu – satunya keluarga Suri.

“baiklah, aku pikir kau menyerah lagi..” Dokter itu sudah bosan mungkin dengan Suri, setiap kali perempuan ini ikut dalam terapi ujung – ujungnya hanya bertahan 3 minggu dan selebihnya dia hanya mengerang frustasi saat menjalani terapi. Han Sang Woon, nama Dokter itu. Dia masih saja tersenyum melihat pasiennya berusaha menetralkan nafasnya.

“duduk dan berusahalah serileks mungkin” perintah Sang Woon, dia sudah cukup hafal tabiat Suri pasti sebelum memulai terapinya dia sudah mengerang frustasi saat di perintahkan berbaring di sofa coklat yang nyaman itu. “jadi hari ini apa yang membawamu untuk tetap kesini?”

“aku? Seperti ada yang berbisik pagi ini dan menyuruhku terus menjalani terapi menyebalkan ini” Sang Woon tersenyum lebar mendengar pernyataan Suri. “benarkah? Mungkin itu Joohyun, dia ingin melihatmu berusaha”Sang Woon terus tersenyum dan membolak – balik arsip Suri.

Buruk! Dan tentu saja mengerikan! Catatan terapinya benar – benar tidak mengalami kemajuan. Setiap kali Sang Woon menghipnotisnya untuk menyusuri beberapa tahun kebelakan hidup Suri, Suri selalu mengerutkan kening, gambar yang terlintas saat menjalani ingatan 6 tahunnya buruk. Noise dimana – mana, suara seperti pita kusut gambar yang di percepat 200x lipat. Setiap Suri berusaha keras untuk memperlambat ingatan itu, membersihkan noise pada gambar dan pita – pita kusut itu di rapihkannya, tubuhnya menolak. Suri selalu mengeluarkan darah segar dari hidungnya. Bahkan pernah memuntahkan debit yang cukup banyak dari mulutnya.

“baiklah kita tidak usah memaksakannya hari ini, mungkin jika kau sudah kembali dari NY pikiranmu akan lebih segar dan selamat karna tidak ada satupun darah yang keluar” Sang Woon kembali tersenyum, baru kali ini Suri terlihat begitu rileks di matanya. “ngomong – ngomong hari ini kau terlihat cerah Suri-ya” lanjutnya masih dengan senyuman tersungging di wajahnya.

“mungkin aku harus banyak keluar dan jalan – jalan agar kepalaku terasa lebih ringan” jawab Suri sambil berdiri dari sofa nyamannya. “apa Lee Omuni masih di rawat?” Tanya Suri sebelum keluar dari ruangnya Sang Woon. “dia masih di rawat dan mungkin dia sedang sibuk memandangi langit di taman belakang”

tanpa pikir panjang Suri melangkahkan kakinya ke sebuah taman besar membawa seikat bunga yang di belinya sebelum ke rumah sakit. Suri selalu senang bertemu dengan Lee Omuni wlalupun hanya duduk bersebelahan memandangi langit, tapi aroma tubuh wanita separuh baya aitu membuat Suri lebih tenang, seakan berada di rumah. Rumah yang mungkin hanya dalam mimpinya saat dia masih kecil.

“Omuni..”Suri mendekati perempuan itu dan duduk di sebelahnya, wanita yang selama ini di panggilnya dengan sebutan Lee Omuni ini menoleh dan tersenyum berbinar ke arah Suri. Pertemuan awal mereka saat Suri memuntahkan darah segar dengan jumlah debit yang lumayan banyak, Suri terpaksa di rawat dan 1 kamar dengan wanita ini. Setiap malamnya Lee Omuni membuka jendela kamarnya memandangi langit malam yang sepertinya lukisah Tuhan tiada tara, mulai bercerita tentang cara membaca langit, mencium aroma angin dan mendengar  senandung ombak.

“bagaimana terapimu nona kecil?” Lee Omuni mengambil bunga yang di berikan Suri dan menepuk punggung tangan Suri perlahan. “belum ada yang pasti, aku belum ingat sepenuhnya” kali ini Suri sedikit frustasi dengan hasilnya.

“gwenchana.. Tuhan pasti punya rencaha menakjubkan untuk menunda ingatanmu..” Lee Omuni mengambil kedua tangan suri dan menepuk – nepuknya perlahan, memberikan gadis itu semangat lebih. Dia mungkin tidak merasakan bagaimana rasaya hilang ingatan. Tapi dia tahu betul bagaimana rasanya kehilangan dan sedikit demi sedikit kau mulai melupakan bagaimana sosok orang yang hilang. Mengerikan.

“atau mungkin aku memang sebaiknya tidak mengingat hal itu, seperti yang Tuhan kehendaki?” Suri berusaha tersenyum menyembunyikan perasaannya yang kecewa.

“seharusnya putriku sudah seumur denganmu, melihatnya tumbuh menjadi remaja yang cantik, pergi berbelanja bersama, menceritakan kishanya di kampus..” Lee Omuni menerawang, dia rindu putrinya yang sudah menghilang sejak umurnya 5 tahun. Bukan hal yang mudah mengingat wajah putrinya pasti berubah banyak. “kalau begitu, kau boleh menganggapku sebagai putrimu Lee Omuni”  Suri mendekatkan duduknya dengan wanita itu. “kalau begitu panggil aku Omma” keduanya tertawa, ini hanya sekedar lelucon sampah yang mengandung unsure – unsure kesengajaan dalam ucapannya. Ungkapan kesepian dari seseorang yang di tinggalkan dan hampir saja terhapus dari memorinya walaupun itu tidak mungkin.

“Omma..” Lee Omuni langsung menoleh begitu mendengar suara yang sangat familiar di telinganya memanggil dirinya dengan lembut dan syahdu. “oh~ Adeul” wanita itu berdiri dan menyambar tubuh anaknya, memeluknya erat.

“bagaimana keputusannya? Apa kau sudah memutuskannya?” Tanya Lee Omuni dengan nada bangga. “ya, Kyuhyun membantuku hari ini” laki – laki itu adalah Lee Sungmin yang datang menjenguk ibunya bersama Kyuhyun. Mendengar nama itu di sebut seketika telinga Suri menegang. Dia menoleh cepat dan benar! Kyuhyun berdiri dengan wajah dinginnya menatap Lee Omuni lekat – lekat.

“oh, Kyunnie, kau kembali ke Korea?” Lee Omuni memeluk tubuh Kyuhyun. “nde, bagaimana kabar anda?” Kyuhyun berusaha sesopan mungkin di hadapan Lee Omuni.

“ya begini saja, hanya masalah cuaca yang ekstrim aku sampai di rawat 1 bulan di sini” canda Lee Omuni dan di selingi tawa kecil dari Kyuhyun dan Sungmin. Cih, laki – laki sperti Kyuhyun bisa berpura pura tertawa juga rupanya? Pikir Suri dalam hatinya.

“ah ye~ ini Lee Suri, yang sering Omma ceritakan” wanita itu merangkul pundak Suri agar Suri berdiri dan memberikan salam pada anak lelakinya. “annyeonghaseo, Lee Suri imnida” Suri membungkuk dan memberikan salam pada anak lelaki Lee Omuni tanpa melihat ke arah Kyuhyun sedikitpun.

Seketika bola maa Sungmin terbelalak lebar, dia memperhatikan Suri lekat – lekat. Ada sesuatu yang membuat Sungmin tidak bisa melepaskan pandangannya sedikitpun. Dia merasa dekat dengan perempuan itu. Sesaat Sungmin kembali memfokuskan pikirannya dan bergegas menyapa Suri yang masih memasang senyum palsu “annyeonghaseo, Sungmin imnida..”

Reaksi Kyuhyun? Tentu saja dia kembali memicingkan matanya. Sudah berkali – kali di katakannya dia tidak suka melihat Suri tersenyum pada laki – laki lain meskipun itu seniornya sendiri. Kyuhyun sangat tidak suka.

“Omuni, aku sebaiknya pulang sekarang. Ada beberapa pekerjaan yang harus ku urusi..” Suri berdiri dan kembali membungkuk pada wanita itu lalu berjalan meninggalkan taman rumah sakit setelah berbincang sebentar dengan Lee Omuni juga Sungmin-ssi. “aku akan mengantrkan Suri..” Kyuhyun ikut bangkit begitu Suri sudah berjalan 5 langkah.

Laki – laki itu mengekor langkah Suri dalam diamnya. Dia selalu suka berjalan di balik tubuh Suri. Dan kali ini pun begitu, dia hanya diam mengekor. Di lihatnya jam sudah menunjukan waktu makan siang bahkan lewat 2 jam sudah, haruskah dia menyeret gadisnya ke mobil dan membawanya kabur menuju restoran yang di sukainya? Haruskah? Dan memang sepertinya harus.

Kyuhyun berjalan mendahului Suri dan tangannya seolah terdapat magnet berlawanan kutub dengan tangan Suri, dia langsung mengandeng tangan gadisnya menuntunnya kasar menuju mobil Kyuhyun. “YA YA YAAAA…” Suri berusaha berontak tapi saat melihat tangan siapa yang menggandengnya seketika mulutnya bisu, terkunci rapat – rapat. Suri terlalu menyukai adegan seperti ini.

“kali ini kau mau menculikku kemana lagi?” Tanya Suri sambil tersenyum licik menikmati setiap tarikan di tangannya. “menculikmu?” sesaat Kyuhyun menghentikan tarikannya dan menatap Suri, gadisnya tersenyum penuh kemenangan. Seakaan mulai sekarang dia tahu apa yang Kyuhyun pikirkan. Tapi hany 2 detik dia melakukan hal itu dan detik berikutnya Kyuhyun kembali menunjukan smirknya lalu menyeret Suri kembali.

****

malam itu Suri dan beberapa model Stylenanda lainnya sudah duduk di ruang tunggu bandara menunggu Ahra yang sedikit terlambat. Suri duduk di pojok, menyendiri. Telinganya di sumpal rapat – rapat oleh lagu popbritish milik Train, dan pandangannya jauh membaca langit yang cukup cerah malam itu. Beruntung keluarga Cho mempunyai jet pribadi jadi tidak perlu berjejalan menunggu di depan pintu imigrasi seperti orang kebanyakan. Ini mendekati tahun baru jadi terlalu banyak orang yang melakukan perjalanan luar negri.

“ah~ kaja..” Ahra menyembulkan wajahnya di dalam ruang tunggu mengajak model – modelnya masuk ke dalam jet pribadi milik keluarganya dan tentu saja Cho Kyuhyun ada di sana, berdiri angkuh di hadapan Suri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Model yang lain berbisik – bisik mengatan sebarapa tampannya Kyuhyun, dingin da misterius. Patokan segala tipe ideal bagi kaum hawa. Tapi Suri masih tidak begitu perduli dan berjalan santai mendengarkan lagu yang terus mengalun di telinganya.

Kyuhyun berdiri tegak perlahan saat melihat dia di acuhkan oleh Suri dan justru lebih suka bergelut dengan iPodnya. Kyuhyun tersenyum licik, memikirkan bals dendam yang akan di lancarkannya pada gadis itu karna terlalu menusuknya dengan kata – kata tadi siang.

Begitu tepat Suri berada di samping Kyuhyun, tangan kanannya memegangi pundak Suri dan tangan kirinya membuka sebelah aerphone yang meyangkut di telinga Suri. “kau berhentilah berpura – pura tidak tertarik padaku..” Kyuhyun berbisik perlahan tapi masih cukup terdengar karna memang Kyuhyun berbisik bahkan menempelkan bibirnya di telinga Suri.

Kyuhyun menyeringai saat melihat wajah Suri merah padam, dan model – model lain kembali berbisik. Membicarakan hubungan Suri dan Kyuhyun.  Tapi Kyuhyun masih tidak memperdulikan hal itu dan justru menarik tangan Suri menuju kelas VIP di jet mereka. Hanya ada 4 bangku, dan itu artinya masih 2 orang lagi yang bisa mengisinya.

Ahra hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan adiknya yang bahkan tidak sadar pada statusnya sekarang dan dia melakukannya tepat di hadapan Ahra. Apa yang sebenarnya Kyuhyun pikirkan?

***

hari ini Suri terbangun karna guncangan di kasurnya, dia membuka mata perlahan, badannya masih terlalu pegal akibat perjalanan menyebalkan yang di laluinya dengan Kyuhyun yang selalu menahannya jika ingin bernjak dari tempat duduknya semula.

Suri membuka matanya penuh, Eunso duduk di sana dengan manisnya. Seharusnya memang Suri menolak untuk menerima ajakan Ahra eonni tidur sekamar dengannya karna ini pasti terjadi. Hidupnya semakin di ikuti oleh Eunso. Suri masih terdiam memperhatikan lekat – lekat apa yang di lakukan Eunso di kamarnya.

“kau sudah bangun?” Tanya Eunso perlahan. “aku hanya ingin bertanya. Maaf kan aku jika sebelumnya aku bermaksud jahat padamu Suri-ssi” Eunso tersenyum getir, Suri mungkin sudah tahu apa yang akan di utarakan oleh Eunso. Tapi dia tetap diam dan mengambil posisi duduk meraih kacamatanya dan menatap Eunso.

“kau dan Kyuhyun, ada hubungan apa?” Tanya Eunso sedikit ragu. “maksudku kau dulu pernah punya hubungan dengannya? Katakan saja..” Eunso mendekatkan tubuhnya pada Suri, dan sedikit membuat Suri tidak nyaman.

“aku tidak tahu, aku tidak ingat Kyuhyun pernah ada di masalaluku, kalaupun kami pernah mempunyai hubungan aku tetap tidak ingat Eunso-Ssi..” Suri melepaskan kembali kacamataya dan berajak dari kasurnya menuju kamar mandi.

“kalau begitu, bisakah kau..” Eunso terdiam, dia menunduk “tinggalkan Kyuhyun untukku?” kali ini Eunso mencengkram kuat gaun mewahnya, dia sadar apa yang telah di lakukannya, merendahkan dirinya sendiri hanya untuk laki – laki yang bahkan tidak mau menatap dirinya. Menyedihkan. Tapi sudah habis semua pikiran Eunso hanya untuk Kyuhyun.

“…” Suri terdiam di depan pintu kamar mandi yang sudah sedikit terbuka memikirkan permintaan Eunso.  Tapi detik berikutnya Suri menutup perlahan pintu kamar mandinya, dia bersandar di pintu itu perlahan – lahan kekuatannya menghilang hingga akhirnya dia terduduk di lantai kamar mandi dengan wajah menengadah. Apa yang harus di lakukannya? Kenapa harus sesulit ini melepas hati Kyuhyun? Benarkah sesulit ini atau hanya perasaannya saja? Semua terasa kabur di hadapannya.

Dan di saat yang sama Eunso terdiam, cara halusnya untuk meminta Suri menjauhi Kyuhyun tidak berhasil. Maka hanya tinggal 1 cara, memaksa keluarga Cho. Eunso bangkit dari duduknya dan berniat menyambangi kediaman kelaurga Cho, tapi badannya seperti beku. Eunso melihat Ahra berdiri di lorong menuju pintu keluar kamarnya. Dia diam dan hanya mendengar apa yang Eunso ucapkan pada Suri. Mungkin memang dia yang meminta Eunso menikah dengan adiknya, tapi tidak seperti ini yang Ahra mau, memaksa banyak orang untuk terus menuruti kemauannya. Meminta satu – satunya orang Ahra percaya selain orangtuanya yaitu Suri untuk menyerah.

“eo.. eonni..” Eunso tergugup dan menghampiri Ahra. “pulanglah” Ahra menghindari Eunso dan langsung masuk menyiapkan segala keperluannya untuk pemotretan hari ini.

***

pemotretan selesai tepat pukul 8 malam. Semua orang masih sibuk berlalu – lalang di memenuhi sudut – sudut kota NY. Semua model termasuk Suri duduk di sebuah club elit di NY. Menyesap sedikit red wine mereka. Kali ini berbeda dari biasanya bagi Suri. Sudah 3 hari dia di hantui Kyuhyun tapi hari ini bahkan semenjak turun dari pesawat Kyuhyun tidak terlihat di seklilingnya sama sekali.

Ya, mungkin Kyuhyun berniat menghabiskan malam tahun barunya bersama Eunso? Siapa yang perduli, toh mereka memang sudah bertunangan. Tapi detik berikutnya Suri kemabali memejamkan mata, itu sangat di pedulikannya dan sangat mengusik pikiran Suri. Red wine di tanganya pun terasa hambar dan tidak senikmat biasanya.

“Suri-ya..” Ahra menepuk pundak Suri dan duduk di sampingnya. “kau lelah?” tanyanya saat melihat Suri tidak sedikitpun berniat menghabiskan red wine yang biasanya di sukai Suri.

“tidak, hanya saja…” Suri menggoyangkan gelasnya kembali membuat wine di dalam berputar mengelilingi permukaan gelas. “aku..” “sudahlah..” putus Suri, dia sendiri tidak mengerti mau mengatakan apa.

“Kyuhyun sakit, jenguklah di rumahnya” Ahra tersenyum, dia tahu Suri tidak terbiasa jika tidak ada Kyuhyun yang menggangunya. “ayo..” Ahra menuntun tangan Suri menuju taksi di luar dan menunjukan kemana tujuan perempuan yang menaiki taksi itu.

“eonni… kau tidak ikut?” Suri membelalakan matanya begitu melihat Ahra tidak juga membuka pintunya. “tidak, aku masih banyak urusan. Sampaikan salamku pada bocah itu ya..” Ahra melambaikan tangannya dan menyuruh sopir taksi cepat mengantar Suri.

Taksi itu berjalan semakin menjahui keramaian kota, meliuk – liuk manaiki bukit yang di penuhi pohon – pohon besar. Jalanannya terang, di erpa cahaya lampu. Dan yang paling mencolok adalah rumah besar dengan kaca – kaca yang besar juga memantulkan sinar berwarna biru tepat di sebelah danau. Rumah itu terlihat begitu tentram dan sunyi. Itukah rumah Kyuhyun? Lebih mirip rumah Dracula, pikir Suri dalam hati.

Suri melangkahkan kakinya keluar taksi berjalan mendekati pintu rumah itu yang mempunyai pekarangan begitu luas, di tekannya bel berharap si empunya rumah segera membukakannya karna udara di luar sedikit dingin dan menakutkan tentu saja.

“selamat malam, ada yang bisa saya bantu nona?” Tanya seorang laki – laki dengan senyum bersahabat di ambang pintu.

“em, aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun” Suri melirik ke belakang tubuh laki – laki yang ternyata Jung il, berusaha mencari dimana Kyuhyun.

“anda sudah membuat janji dengan tuan Cho sebelumnya?” Tanya Jung il masih dengan senyuman yang terukir.

“belum. Tapi aku di minta Ahra eonni untuk kemari..”

“sebentar saya tanyakan tuan Cho terlebih dahulu” Jung il kembali menutup pintu rumahnya, sudah di minta oleh Kyuhyun agar tidak ada satu orangpun yang masuk ke rumah pribadinya. Tapi aku ini perempuan, dan ini sudah malam, haruskah aku di perlakukan seperti ini? Mati kau Cho Kyuhyun! Suri berkali – kali mengumpat karna udara dingin berusaha menerobos mantel tebalnya. Ini sudah 5 menit dan belum juga Kyuhyun keluar untuk menemuinya. Suri sudah berniat untu meninggalkan rumah itu saat seseorang membuka pintunya dan memaksa tubuh Suri berbalik.

“kenapa tidak memberi kabar kalau kau ingin kemari?” Kyuhyun menarik tangan Suri memasuki ruang bacanya nya dan menutup kasar pintu ruangan bacanya. Dan menyuruh Suri duduk di sofa coklat tua milik Kyuhyun. Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju etalse ruang baca yang menyimpan wine – wine berkualitas. Kyuhyun duduk di hadapan Suri dan menungkan sedikit wine Australianya.

“Ahra eonni yang menyuruhku, aku kira dia akan ikut”

begitu mendengar penjelasan Suri, Kyuhyun kembali duduk di belakang meja angkuhnya yang terdapat tumpukan berkas – berkas yang kemungkinan besar berisi pekerjaan Kyuhyun. Suri mengenggak habis wine yang memang sangat khas dari perkebunan Australia. Melagkahkan kakinya menyusuri jejeran buku Kyuhyun. “kau masih bekerja saat sakit?” Tanya Suri sambil tidak mengalihkan pandangannya dari buku – buku Kyuhyun.

“sakit?” Kyuhyun melepaskan pandangannya dari ketas – kertas dan menatap Suri penuh selidik. “iya, kata Ahra eonni kau sakit jadi aku di suruh menemani malam tahun baru mu.”

“aku baik – baik saja” Suri menoleh ke arah Kyuhyun menatap dalam mata laki – laki itu, Kyuhyun tidak berbohong. Wajahnya memang selalu pucat jadi tidak terlihat jelas dia sakit atau tidak. “baiklah Ahra eonni membohongi ku” Suri berjalan menuju pintu ruang baca Kyuhyun hendak meninggallkan Kyuhyun dan meluapkan emosinya pada Ahra.

“tapi aku tidak keberatan kau menamaniku di sini” tahan Kyuhyun pada pergelangan tangan Suri, genggamannya lembut seperti memohon dan berhasil mengurungkan niat Suri.

Malam itu Kyuhyun dan Suri duduk di beranda Kyuhyun menatap ribuan kembang api yang menghiasi seluruh penjuru langit NY. Ini sudah 2011. Dan waktunya bagi Suri menginggat apa yang terjadi saat 6 tahun hilang ingatannya. Dia bertekad akan mengingatnya tahun ini juga.

Kyuhyun menatap mata gadisnya yang bercahaya akibat pantulan sinar kembang api, Suri terlihat gelisah, garis – garis wajahnya mengisyaratkan dia harus mengambil keputusan besar.  Meninggalkan pertahanan terakhirnya. Kyuhyun menarik tengkuk Suri perlahan dan mengecupnya. Dia melumatnya kecil menyapu sudut – sudut bibir manis Suri. Malam ini hanya ingin Kyuhyun habiskan dengan Suri, apapun itu dan bagaimanapun caranya Suri harus tetap berada di sisinya hingga fajar.

—to be continue—

haha, saya selalu kehabisan kata – kata di bagian ini entah kenapa.

sejujurnya ini FF dewasa, banyak banget adegan originalnya yang saya potong dengan berat hati karna terlalu dewasa emang, dan ini juga paling banyak di cutnya *pemaksaan dari editor kejam yang memperhatikan mental kpopers di bawah 17* dan yang versi originalnya di bawa dia karna takut tetep saya publish haha.

intinya gada intinya, haha. RCL ya~ maaf nih feelnya jadi kurang ‘megang’ karna terlalu banyak scene yang kepotong kkk~

yang ngaku silent readers di akun twitter saya nti saya kasih cium deh xp *abaikan

124 thoughts on “The Girl Who Can’t Leave, The Man Who Can’t Breakup (Mozaik 4)

  1. hiyaaaaa~!!!! itu lagi asik begitu kenapa malah TBC coba?! *lho*
    jadi berangan-angan kira2 apa yang akan terjadi di part 5 nanti ya~???😄
    eh tapi ya aku bacanya tetep asik kok.. kalo gg dibilangin ini udah di cut mungkin aku gg bakal tau kalo ini banyak cut-annya nyahahaha!!!😄

      1. waduh!! apa yang sudah kalian lakukan di dalam pesawat??!! (?) LOL
        ah harusnya ikut di publish aja tuh ky~ ckckck *pengennya*😄
        aku butuh inspirasi nih!! *lho?*

  2. yah onn.. padahal enak kalo banyak adegan panasnya *apa ini?
    hahaha..
    gatau mau comment apa. serius..
    ini mengagumkan..
    ga terlalu banyak obrolan tapi ngena banget..
    eunso masih belom nyerah kayaknya. ahra ngerasa bersalah ya?
    penasaran deh, gimana reaksi ayahnya kyuhyun kalo kyuhyun ga mau dijodohin sama eunso.. masalahnya itu, kyuhyun bakal nolak apa malah nerima?
    sungmin kayaknya udah ada tanda tanda tau kalo suri itu adeknya yang ilang..
    suri & kyuhyun, berjuang ya!!
    berjuang juga ya onn!! aku tunggu part 5..

  3. .kyaaaaaaa ..
    .TBC ? Knf mesti ad ?
    .pengen d tendang *tuiinngg*
    .gkgkgk_
    .TBC merupakan penyakit untuk Reader ..
    .gkgkgk_
    .aq egk bsa ngomong ap” ..
    .DAEBAK !!
    .Lanjutttttt …

  4. Tambah mantabb ceritanya.. Really like it this ff.. Sepertinya Ahra oennie tahu apa yg dirasakan Kyu oppa, Eunso please menyerah kan sdh tahu bahwa Kyu oppa tdk mencintainya.. Hopefully the best for Kyu oppa n Suri the romantic couple

  5. Annyeong! Carmen imnida. Reader baru, aku tau ff ini dari sujuff2010. Pas baca part pertama langsung mampir ke blogmu, agak heran kenapa blogmu bisa sepi padahal ada ff bagus disini *seriusan nggak pake gombal*
    Bahasa penulisanmu juga bagus, cuma terkadang ada alur yang kecepetan, tapi over all sih bagus.
    Mian baru comment, soalnya aku biasa comment di akhir cerita, berhubung next part di protect jadi aku comment disini aja.

  6. part ini bener-bener keren deh ..
    mau di bilang apa juga tetep aja keren ..
    diksi dan perkembangan karakternya bagus .. penjabarannya juga merata, dan perpindahan waktu per ‘tempo’ adegannya pun stabil .. nggak terlalu cepet, nggak terlalu lama.
    Menarik .. Ditunggu chapter selanjutnya ^^

  7. mereka lagi mesra2 y ya kepotong deh,,,,,, kevayang bgt romantis y berduaab malam taun baru n minum wine bareng uhhhhhh…. so sweet…….
    kok q ngerasa suri tu anak n dongsaeng y sungmin yg ilang tu ya…..
    takut klo suri y udah balik ingatan y pa lagi sekarang dia dah diminta but ninggalin kyuhyun ma tunabgan y kyu…..

  8. Dr kmrn2 nyari trsnnya ep2 ini…akhrnya ktmu..
    msh ada bbrpa typo neng…pasti nls’nya smbil ngayalin si telor ungu….
    Gw pkir jg dgn karakter kyu yg sprti ini psti lbh keren klw ada
    sdkt eh…bnyk ding adgn mesummya…
    But…tnpa mesum jg keren kog….

  9. Eih banyak adegan yang di cut? Sebenernya nggak kelihatan kl banyak yg di cut, tapi setelah dikasih tau jadi penasaran sama cut2annya wkwk
    Kayaknya bentar lagi eunso bakal bergerak cepat (?) deh. Jadi penasaran abis kyuhyun bilang dia nggak mau bantah ayahnya.

  10. .eonnie.. kenapa??kenapa?? *kimiver(iklan perdana as) | lebay bangetdeh aku?^^v*
    .eonnie..kenapa NC nya banyak dicut ?? *eh?? |padahal aku belum17th^^v*
    .eonnie.. aku udah curiga yang pas dipesawat.. yang diperhatikan sama ahra eonni.. *eh gatau ding* eonni? apa yang kyuhyun lakukan disitu sm suri?? jelaskan padaku eonnie!! *shock|depresiberat|lebay|dramatis *lho??*
    .aigoo..pesona kyuppa disini benar-benar membunuh aku.. semakin jatuh cinta sama kyuppa.. (?) ..jujur aja aku lebih seneng baca ff kea gini drpada kyuppa dengan ekspresi ceria *lho??*
    .eonni tuh dapat inspirasi darimana sih?? ngublek-ngublek apa eon?? bukan sarangnya ddangkoma kan?? hehe
    .buat suri.. gada yang kurang sih..karena saya belum menemukan *cariaman*^^v
    .si eunso..firasat buruk dia mbeuh .. kenapa partnya dia sedikit ya? begitu aja deh eon..baca partnya bikin kesel aja.. cewe gaje kaseupay suka ngejar cowo gatau malu merendahkan harga diri plus egois setengah mati (?) itu..knpa tidak enyah aja sih? *eh??*
    .aigoo..gakerasa banyak banget aya(namaku) |author:gag nanya|^^v >> back to komen..
    .gakerasa aya komennya banyak banged..kea.e eooni gasuka dikomen ya?? gwechana.. diabaikan aja..^^
    .goodjob eonni..^^b >>goto next mozaik..

    1. astaga aya, ini terapi mata namanya haha.
      ngobrol di twitter aja hayu kalo mau banyak mah haha.
      syang kamu belom 17, pdahal niatnya mau aku kasih pwnya cuma cuma *eh

  11. oohh????banyak scene yang di cut???? pantas kok aku ngerasa part yang ini kependekan yah????
    kalo aku jadi Suri,,,aku akan dengn sangat senang hati diculik kemana pun sama Kyuhyuh oppa *nghayal*
    ommo…Ahra dengar apa yg dibilang eunso ke Suri???rasakan itu eunsi hahahaha…
    Serius,,,ini FF daebak,,,aku suka banget!!!.

  12. Annyeong unni, aku reader baru yg nyasar disini (: unni ffnya bagus2 deh ga boong~~/gombal/ lanjutannya jangan lama2 ya~/kedip ganjen/ ;;)

  13. Uwaa, kerennn, critanya smakin lama smkin mnarik thor. Kyunya posesif bgt dah ke surinya tpi disitu ltak kerennya jdi envy ama suri nih. Oklah sya lnjut bca lgi thor🙂

      1. Ehh jangan eon mending kyu ma aq aja#ngarepp..
        Ya eon komen aq yg d atas sallah thu masa` eunsoo nikah ma eunsoo hihihi mian eon, terlalu greget sich ma eunsoo🙂 ..

  14. annyong! hai salam kenal w bru nemu blog ini n ceritanya keren bgtt n sayang bngt kenapa di edit hehehe yadong badai #plak abaikan di tunggu next capt y chingu^^

  15. Kau menyukainya? Tidak. Kau menyukainya? Heechul oppa kan cantik…… HAHAHA aku ngakak bacanya xD
    Aku punya firasat deh, kayaknya itu ibu kandungnya Suri… *readers sok tau* -_-

  16. ya ampun Eunsoo agresif bgt ya, tipekal anak org kyak bgt dach-.-
    yeah Suri ktmu ma ibunya, tapi dia ga tau T.T

  17. Sepertinya ahra eonni sudah berpaling , dia lebih memihak kalau kyuhyun sama suri .
    Kalau gitu ayoo eonni bantu adikmu untuk membatalkan perjdohan itu🙂

  18. hii,, aku tau ff ini dr suju ff,, karena pengen komen langsung d blognya yang punya, jd sorry ya g komen d sujuff walau part5nya ud baca yg ngga d protect,, hehe..
    aku suka bgt ma ff ini, konfliknya jelas, konstan, masuk akal, walaupun ada sedikit yang rada2 kecepetan alurnya, tp over all bagus kok,,
    aku suka karakter kyuhyun disini, lebih cool aja menurutku, dan aku suka satu partnya itu panjaaang,, jd bacanya enak, ga cepet abis,, hehe..
    sebenernya aku udah tau sih sama ff ini, tp br mau baca klo udah lengkap, soalnya aku gak suka cerita yang gantung dan lama nunggunya sih,, hehe.. *curcol* :p
    kata2nya indah2, jadi tiap baca selalu keikut suasana yg romantis2 gt,, untung bgt ya heppy ending,,.soalnya aku rada ga suka ama yg bad ending gt,, hehe..
    intinya ffnya bagus bgt,, thumbs up buat yg nulis!! ^^

  19. hahaha , skrg udah sling cnta ..
    tnggal mengenyahkan tunangannya itu ,

    untng ahra onnie kyanya stuju dngan hbungan mreka ,,

    seru , seru ..

  20. Bagus bagus! Memang lbh baik tdk ada adegan panasnya(?) atau pke password, diliat dr umur readers.
    Ah.. Mengapa kyu disini begitu menggoda(?) #astaga pikiranku sepertinya sdh butek gara2 cho kyuhyun yg kelewat tampan. Dan aku suka bgt penggambara lee suri di ff ini. Dan suka bgt sm poster ff nya
    well,, kyuhyun dan suri memang terlihat cocok jd bikin envy abis.
    Ff mu daebak! Udah ah.. Bingung mo ngomong apa lg
    lanjut
    kuharap kyuhyun berani, krn lee surii itu jelas wanita baik2, adik kandung sungmin yg hilang dulu. Jd mungkin masalahnya akan teratasi.

  21. sedikit agak bingung,bukannya di part sebelumnya suri masih ngerjain skipsinya?? v di part ini dia diceritain dah lulus beberapa bulan lalu

  22. Hhhohohoho typonya jauh berkurang dari part kemaren ._.
    Hhm jadi ini ceritanya Suri dijebak ahra ya… Sebenernya dlm cerita ini pemilihan bahasanya sudah pas, hanya daja terkadang menurut ku ada beberapa pendeskripsian yg agak hiperbolis seperti kata2 “mencolok colok hidung” ga masalah sebenernya dg kiasan yg dipilih, tetapi akan lebih baik jika menggunakan kiasan yg tidak terlalu hiperbolis,
    mian banyak bacot ._. *bow
    Okeh lanjut ke next part

  23. Yaaaaaaahhh..
    Kx dpotong sih oen???
    Jgn dong..
    Kn g asyiiiiikkk..
    Hahahaha..
    Maunyaaaaa..
    Critany bgus oen, kl g ada adegan yg dpotong pst mkin top markotop.
    Hehehehehehe

  24. wow uang memang berkuasa hahhahaa
    cho kyuhyun tetep aj usilnya ga pernah ilang y padahal imejny udah cool bgt tp kalo udah d hadapan suri sifat konyol kekanakany sedikit muncul y sedikit hahahaha

  25. Aaah kenapa byk yg di cut? TT tapi gpp sih ini juga udh seru pake bgt, pen tau lanjutan kyuhyun cium Suri, ngapain lagi ya mereka? Haha oke deh pen baca part trakhuirnya! Pensaraaan><

  26. iyaa ya..baru nyadar klo byak yg dicut,,coz d.ff yg laen atw part” sebelumnya yg selalu detail,,tp gpp ttp WOW..🙂

    #plaakkkksoktau😀

  27. Hmm gimna kisah cinta mreka selanjutnya ni, dan apa yg terjdi sma mreka di mlam thun bru kk

  28. baru mau baca part 5 dan aku baru sadar kalo itu cut mozaik haha
    disini karakter suri awalnya aku ga terlalu suka
    tapi pas suri berubah aku baru srek sama karakternya.
    penasaran kenapa suri jadi hilang ingatan begitu.
    ditunggu ya kelanjutannya ^^

  29. Hayoo. Kayak nya Ahra eonni kecewa banget sama Eunso, karena nyuruh Suri menjauh dari Kyuhyun… Trus itu apa yang akan Kyuhyun lakukan pada Suri di malam tahun baru ?? Haha

  30. Awww, cho kyuhyun??? Apa bs lbh mempesona dr ini???? Gawattt klo smp suri ingat lg. Kesalahpahaman d masa lalu blm terselesaikan >///<

  31. Annyeong , i am a new readers^^ haha dari part awal sampek part ini aku asik asik aja bacanya .. Suka banget karakter kyuhyun yang suka memerintah , berkuasa tapi romantis kkk~
    Idenya keren thor ^^ LIKE THIS YO !! haha ^^

    Mau baca part selanjutnya dulu~😀

  32. mungkinkah Lee Suri adik Sungmin yang hilang.

    woahaha TBCnya nanggungin ih xD
    Kira2 apa yang mereka lakukan? O.o
    Manis banget mereka berdua. Tapi pengen tau juga adegan yang dicut kkkk

  33. Gimana sich sebenarnya Kyu? Dia akan mempertahankan Suri ato tidak? Ah, jd penasaran pengen ke part selanjutnya.

  34. hyaaa geregetan bgt knpa suri gak bisa juga inget masa lalunya >< jangan sampe eunso pake cara licik lgi buat nyingkirin suri u_u

  35. Ahhh ahra unni baiknyaaaaa
    Huaahhhh dri awal dan sampai part ini berharap mereka kembali bersama, dan hmmmm apa ming dan suri saudara? Yahhh bisa sajakan? Hahahha

  36. eonnniii aq suka baca ini..
    hahahahhagsg
    feelllnya dapt bngettt.. hahahag
    pkoknya suka baca tulisan eonni dechh.. haahhaha

  37. Greget sendiri. Ternyata suri itu adiknya sungmin ya hilang ya? Semoga cepet terungkap deh biar kyuhyun ga usah dijodohin sama eunsoo. Ayahnya kyu pengen dia di jodohin sama orang kelas ataskan? Otomatis suri juga masuk dong🙂

  38. Wuaaahhh daebak eonn! ^^
    Kyuhyun romantis sekaleee
    Suri ayoo ingatannya balik lagi, inget kyuhyun dulu yg nungguin dilapangan basket buat main basket bareng
    Iya eonn, banyak banget mental kpopers dibawah 17tahun kalau baca ff yg mungkin rate nya PG-17, itu juga pernah diulas sama netizen indonesia yg liat perkembangan anak2 kpopers di indonesia, sebenernya sedih bacanya, tapi berimajinasi dengan idol nggak ada salahnya kan wkwk :3 *beladiri*
    Fighting eonn! Keep writing yaaps ^^

  39. wah! bnyak yg di cut..
    pantesan.. pas sblm dn sesdhny cepet bgt.. cuma tau suri kelelahan gara2 Cho kyu.. nah lho pa yg dlakuin ya?? wkwk..

  40. yuhuuu~~ apa akhir nya kyu bkal milih suri dan menghianati (?) appa nya?
    wahh penasaran cap cus dulu deh #plakk

  41. eonni, istri dari logan lerman ini pengen yang originalnya. kekeke~ *aku bercanda* itu kyu mau ngapain itu ? mau ngapain dia ?

  42. Ahh tahu ah mo koment apa.. Klepek klepek pko.a.. Cma satu aku ga bgtu suka cover.a yg di atas.. Itu gambar eunsoo yg gede? Beehh aku ga bgtu peduli khdiran eunsoo dlm ff unni.. Karna yg menjadi pusat perhatianku cma Kyu-Ri.. Krna disini bnyak scane KyuRi ktimbang Kyu ma eunsoo.. I hate eunsoo.. ^^ aku bener2 kebawa dah am ni ff.. Ampe mesem2 sendiri bca.a ^^

  43. Ternyata sikap “evil” Kyu menurun dari Eonninya..Sikap Ahra itu makin menguatkan klo ternyata dya mendukung perasaan adiknya dan Suri..seneng deh punya Eonni yang pengertian sama perasaan adiknya..
    Waduh Kyu mo ngapain Suri sampai Suri harus tetap berada di sisinya hingga fajar *mulai mesum niy* hehehe

  44. kerennn kerennn… ak ikut aja author… mau di cut atau full jg terserah… ak udah berada pd umur yang cukup.. wkwkwkkwkwkwkkwkk
    smgt ya authorr… buat lanjutin ff nya.
    ff nya smakin kerenn dan asik dibaca

  45. Ampun makin kesini tambah keren aja critanya…
    Jujur kasian ma kyuhyun dia harus tertekan ma pertunangannya dan jg ayahnya…
    Ahhh kok.dipotong sih eonnie…
    Padahal scene dewasa ngk masalah lah…tambah bgs*ngarep*…
    Kerrn bgt ngk tahu mau ngomong apa…
    Yg pasti aq suka bgt…

  46. jd ahra noona akhirnya iktan dkung suri sm kyuhyun
    adknya sungmin oppa yg hlang utu surikah?
    bnyak prtnyaan yg gntung ini
    keep writing eonni

  47. Lagi seru-seru tiba2 tbc, penonton kecewaa /?. Wah jadi pengen baca bagian yg dicut wkwkwk. Mangat terus ya thor 😙

  48. Eunso ambisius banget pgn dapetin kyu. Bner bner hrus mencapai tujuan deh dia kayakny. Suka sama adegan kyu suri. So sweet. Hehehheheh

  49. Aaa greget banget ff ini, kisah cinta yg cukup compilcated karna ada pengganggu, aa semoga kyuhyun sama suri dan kayaknya suri adiknya sungmin kah?

  50. jadi pengen yg versi originalnya deh. hihi
    kyu berasa sweet banget ahhhh jadi suri enak ya😀
    part ini juga berasa kakabanget yg selalu longshoot🙂

  51. yaa ampun romantis bgt sih kyuhyun sama suru. Rasaituh si Eunso udah tau kyuhyunnya nolak mentah mentah, masih gk tau malunya mau pertahanin kyuhyun. Semoga cepet batal dehh perjodohannya

  52. Jadi tubuh Suri sendiri yg menolak tapi keliatan Suri ingin menggembalikan ingatannya kan? Mungkin itu yg terbaik untuk saat ini..

  53. banyak yg di cut toh teryataaa yg dipesawat mereka nyapainnnn?? jdi penasaran (?)

    ahra emng pinter bnget dah ngeboongin suri wkwkw

  54. untung ahra sudah tau bagaimana sifat eunso. kalau ngelihat kyuri bawaannya gemes, pengen lihat mereka berduaan. habisnya ada aja tingkah mereka berdua. cocok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s