And Then I Met You (January 17th)

January 17 2012

*unbold = past

 

 

Seperti pagi-pagi sebelumnya, Kyuhyun selalu menjadi orang pertama yang keluar dari tempat tidur, pagi ini Kyuhyun membiarkan isterinya berbaring lebih lama dengan membuka tirai sedikit hanya untuk pengelihatannya.

Pagi ini Kyuhyun di temani secangkir kopi yang masih mengepul dari cangkir manis yang mereka beli saat kunjungan pertama mereka ke Yunani. Cangkir itu berwarna putih porselen dengan hiasan motif khas Yunani yang melingkari sisi luar cangkir. Aroma kopi khas perkebunan Amerika Utara yang di panggang dalam suhu yang tinggi kemudian melebur menjadi butiran bubuk hitam pahit dan telah merebut sebagian perhatian isterinya mengepul dari balik cangkir porselen yang bertengger manis di tangan kanan Kyuhyun.

Putih, hampir semua di selimuti warna putih, sesekali tupai-tupai gembul bergumul keluar dengan pipi yang di penuhi biji kenari dari balik pohon oak yang meranggas. Kumpulan salju yang berdiam malas di ranting pohon perlahan mencair karna matahari mulai menunjukan dirinya meski hanya sesekali.

Lantai beranda rumahnya masih di tutupi sisa air salju yang meleleh, January yang dingin dan berselimut salju, persis sama dengan keadaan tahun lalu. Es menutupi bahu jalan, orang-orang bergumul dengan pemanas ruangan dan anak kecil sibuk meringkuk di hadapan televisi.

Saat Seoul di selimuti udara yang menggigit dan warna putih musim dingin, saat itu Kyuhyun bertemu dengan musim panasnya.

Sulit di percaya, Kyuhyun bukan tipe laki-laki yang akan percaya pada takdir, tidak percaya pada pandangan pertama, tidak percaya dengan kisah-kisah dunia dongeng apa lagi dengan bertemu jodoh di jalan. Jangan harap Kyuhyun akan percaya dengan hal menggelikan seperti itu.

and then I met you

Kyuhyun ingat betul bagai mana sosok setinggi 5,44 kaki itu melintas dengan rambutnya yang gelap, segelap malam, aromanya manis, semanis vanilla, lekuk bibirnya dingin, sedingin es, tapi mata itu hangat, sehangat mentari saat sore di musim gugur.

Jam kewarasan di otak Kyuhyun berhenti berdenting, jantungnya seperti di remas, rahangnya mengeras dan matanya mengekor hingga gadis dengan aroma manis itu menghilang di kelokan. Awalnya Kyuhyun hanya merasa itu adalah perasaan sekedar kagum dengan visul dari gadis itu selintas. Maka Kyuhyun tidak memperdulikan rasa ingin tahunya dan memilih untuk menuju subway terdekat sebelum malam mengungkungi kota Seoul.

Kyuhyun kembali tersenyum mengenang kejadian itu, sesekali Kyuhyun melirik cangkir kopinya yang perlahan-lahan mendingin, Kyuhyun bersandar pada tembok kamarnya yang di pelitur asal, itu permintaan dari sang seniman jagoannya, dan sang seniman itu masih terbuai mimpinya yang mungkin saja sedang berada di dunia Alice meloncati pagar bata merah, menjahili egg man hingga terjungkal, berseluncur dengan daun bunga bakung air, atau ber-rollercoster ria dengan ulat. Ide gila terperangkap dalam tempurung kepala yang bahkan tidak lebih luas dari bantalnya.

Lihatlah pekerjaan seniman jagoannya, kamar yang unfinis itu asal saja di beri warna-warna CMYK, kamar yang tadinya gelap abu-abu bertransformasi menjadi bias warna pelangi menempel erat di setiap inchinya. ‘Abstrak dan futuristik’ katanya, konsep seni yang mendarah daging dalam setiap goresannya. Dan terdapat satu space kosong yang di khususkan untuk hobinya menangkap cahaya. Setiap hasil tangkapan cahayanya dengan kamera Polaroid di tempelkan asal di space kosong itu, lengkap dengan caption yang di tuliskannya susah payah. ‘Ini adalah salinan ingatanku’ begitu kata gadisnya dengan dahi berkerut saat menulis caption tersebut.

Entah apa yang membuat Kyuhyun selalu datang ke café itu pada jam yang sama dan hari yang sama, hanya untuk melihat gadis itu melintas atau memesan satu cup coffee frappuchino lalu pergi dengan terburu-buru, Kyuhyun tidak tahu kenapa setiap kali dia melihat gadis itu, dia selalu terlihat diburu waktu kadang kala Kyuhyun bisa melihat keringat mengalir di pelipisnya pada hari sedingin itu.

Kyuhyun ingat betul apa yang di katakan temannya saat itu, mereka mengejek, menyela dan mengolok Kyuhyun yang selalu memandangi gadis itu berlari.

“kau tahu siapa namanya?”

“tidak”

“dimana dia berkuliah atau bekerja?”

Kyuhyun menggeleng.

Beberapa teman yang saat itu duduk di café yang sama dan memperhatikan bagaimana Kyuhyun melihat gadis itu ,terbahak “lucu.. kau lucu Kyuhyun-ah” sebagian nafas mereka menghilang akibat tertawa “bagaimana bisa kau menyukainya bahkan saat kau belum sempat berbincang dengannya?”

‘aku-pun tidak tahu, hingga detik ini-pun aku tidak mengerti’ Kyuhyun memutar cangkirnya kemudian menyesap sedikit cairan hitam itu.

fate-1

“Everything happens for a reason, the hard part is finding the reason”

Ya, bicara tentang sebab-akibat memang mudah tapi praktiknya, percayalah, ini lebih sulit dari yang dibayangkan Kyuhyun sebelumnya. Kyuhyun selalu berkutat dengan ilmu-ilmu pasti, bilangan bulat satu di tambah bilangan bulat satu maka hasilnya dua. Hidup dengan doktrin seperti itu akan sangat sulit menghadapi pertanyaan apa alasannya gadis itu datang ke hidup Kyuhyun di waktu yang mungkin saja Kyuhyun pikir itu adalah waktu yang tidak tepat.

Tapi, tepat ataupun tidak, itu hanya presepsi manusia, toh pada kenyataanya Kyuhyun tetap menunggu gadis itu melintas hari kamis sore pukul enam belas tepat. Dan ya, gadis itu melintas dengan rambut gelapnya yang sedikit bergelombang, sesekali dia sibuk menyibak rambutnya yang di terpa angin tanpa memperdulikan kemana arah pandangan orang sekitarnya.

Ada yang berbeda dengan gadis itu hari ini, dia bermakeup meskipun tipis, Kyuhyun yang selalu mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi berlari, menguntit gadis itu, Kyuhyun menyamakan langkah kaki gadis itu, sungguh sepasang kaki indah yang di balut dengan jeans dengan warna yang sedikit memudar dan sneekers hitam melapisi telapak kakinya dari dingin.

Kyuhyun ingat betul kemana gadisnya masuk saat itu, dia masuk ke salah satu van, berdiam di sana selama lebih-kurang 15 menit dan keluar dengan pakaian teatrikal yang berseni. Kyuhyun terpaku, matanya bahkan tidak bisa berpindah dari gadis itu barang sedetik.

Rambut kelamnya di ikat asal, riasan di wajahnya mempertegas karakter kuat, gerak tubuhnya luwes dan memerintah, sorot matanya yang terbiasa hangat berubah angkuh, garis bibirnya datar sempurna. Sore itu Kyuhyun baru menyadari ada seni pertunjukan jalanan beberapa blok dari café tampatnya menunggu gadis itu, dan setiap kamis-lah dia muncul disana, memainkan berbagai karakter dengan mempesona.

Suaranya lantang, mengancam dan memohon dalam satu kesatuan intonasi yang indah, legenda rakyat yang diangkat melalu seni jalanan berhasil memikat beberapa turis asing juga orang sekitar, memaksa mereka melupakan sejenak dingin yang menggigiti kulit pucat mereka. Dan itulah sebabnya Kyuhyun memanggil gadisnya dengan musim panas.

Dia matahari yang tidak perlu mencairkan es untuk menghangatkan diri, dia berteman akrab dengan es, sungguh Kyuhyun masih mengingat bagaimana tangan gadis itu memberi perintah saat berakting menjadi seorang ratu atau pemberontak hingga saat ini.

“subway sudah tidak beroprasi pada jam segini” Kyuhyun menegur gadis itu saat gadis itu menghela nafas tak berdaya melihat loket yang bertuliskan ‘tutup’. Gadis itu melonjak kaget, kemudian berhasil mengendalikan ekspresinya datar kembali.

Tanpa memperdulikan yang di katakan Kyuhyun, gadis itu berjalan meniti tangga, mencari taksi atau apapun yang bisa mengantarnya ke daerah Samsung-Dong. Satu jam sempurna gadis itu berdiri menunggu taksi dan tidak ada satupun yang melintas. Gadis itu mengumpat karna ponselnya mati. Tidak ada yang bisa di hubungi, aku tidak hafal nomor siapapun. Maka dengan putus asa, dia mulai melangkah, jarak rumah dengan perempatan tempatnya pentas sekitar 10 KM jauhnya.

“naiklah” gadis itu menghentikan langkahnya refleks saat sepeda motor Kyuhyun berhenti di hadapannya. “aku bilang naiklah”

“aku tidak naik dengan orang asing” akhirnya, Kyuhyun mendengar suara asli gadis itu, tanpa intonasi dalam perannya. Suaranya ringan, lembut namun tetap dingin, menggoda dan polos dalam waktu yang bersamaan. Kyuhyun menguasai pengendalian diri yang cukup baik hingga tidak mengeluarkan ekspresi apapun saat mendengar suara gadis itu yang renyah.

“aku fikir kau tidak bisa bicara”

gadis itu mendengus dan melewati motor Kyuhyun begitu saja.

“cepatlah naik, ini sudah pukul satu pagi, kau hanya akan menyiksa tubuhmu, udara akan semakin merosot”

ya, gadis itu tahu udara semakin merosot maka tidak ada salahnya menumpang. Gadis itu menginjak pedal, lalu memegang syal Kyuhyun, menarik syal tersebut saat tubuhnya akan naik. Kyuhyun tercekik. “YA! Kau mau membunuhku?!!” Kyuhyun menoleh kasar ke arah gadis itu.

“maaf” gadis itu dengan wajah datarnya merentangkan tangan tanpa bersalah.

Kyuhyun tidak memacu motornya seperti biasa, dia menikmati setiap helaan nafasnya yang di penuhi aroma gadis itu. “dimana rumahmu?”

“Samsung-dong, Perfect Blue Residential no. 15”

dan hari-hari selanjutnya terus Kyuhyun lewati dengan seperti itu, perbincangan singkat di atas motor membelah kota Seoul tanpa tahu nama dan siapa dia sebenarnya.

Kyuhyun mengalihkan pandangan pada isterinya yang masih tertidur, terlintas apa yang sedang di pikirkan isterinya saat ini, tidur tidak menghalangi imajinasinya untuk bereksplorasi. Kadang Kyuhyun berpikir gadisnya selalu larut dalam dunia mimpinya. Wajahnya tenang, garis bibirnya tidak menggambarkan kedinginan dirinya. Kulit pucatnya terpapar matahari pagi sebagian. Dia begitu bercahaya, Kyuhyun tersenyum kecil dan kembali melihat titik-titik es yang jatuh membasahi pekarangan rumahnya.

“kopi?” Kyuhyun mencegah gadis itu saat dia baru akan masuk ke perpustakaan kampusnya.

“aku sibuk..”

“frappuchino special di Angel in-us-Coffee?”

“…. aku sibuk”

“aku yang bayar”

“…. .… .… aku sibuk”

“bagaimana kalau di tambah dengan kudapan coklat dan sedikit es krim vanilla sebagai penutup?”

“…. ….” Kyuhyun masih menunggu jawaban gadis itu “pukul empat!”

“pukul empat” Kyuhyun mengulanginya dengan nada bahagia.

Kyuhyun belum mengetahui siapa nama gadis itu, dan hari ini, pukul empat dia akan bertemu setidaknya untuk menikmati secangkir kopi bersama di sore yang dingin di bulan januari.

Kyuhyun dan gadis yang belum di katahui namanya itu berada dalam universitas yang sama hanya berbeda department, dan sudah pasti berita Kyuhyun dekat dengan seorang perumpuan dari depaartmen seni adalah berita yang cukup sering di bicarakan oleh perempuan di universitasnya.

Tepat pukul empat sore Kyuhyun sudah duduk di atas motornya dan menunggu gadis itu keluar dari perpustakaan. Seperti mahasiswa jurusan seni lainnya, gadis itu terlihat sedikit urakan, rambutnya berubah warna menjadi keemasan bergelombang dan dengan tatanan flip berantakan, jumper putih susu tebal membalut tubuhnya dengan paduan jeans belel andalannya, coat berwarna coklat susu di sampirkan di lengannya, sneekers lusuh tidak pernah lepas dari penampilan gadis itu.

Gadis itu mendekati Kyuhyun, merebut tas Kyuhyun sembarangan dan memasukan semua buku setebal alkitab itu ke dalam tas Kyuhyun. Kyuhyun tidak protes, dia menikmati bagaimana wajah gadis itu menggerutu dalam diamnya. “tugas tambahan?” tanya Kyuhyun.

“ya, padahal January adalah waktunya berlibur.” Kyuhyun selalu kagum dengan suara gadis itu yang begitu renyah, merdu, melayang dengan intonasi datar tidak di buat-buat.

Dan Kyuhyun paham betul apa yang akan gadis itu lakukan sesaat lagi, tangannya melingkar di syal yang membalut leher Kyuhyun “YA.. YA.. YAA..” percuma Kyuhyun meneriakinya, toh gadis itu akan melakukannya berulang-ulang setiap kali dia akan naik ke motor Kyuhyun.

Kyuhyun kembali menyesap kopinya, lalu menunduk geli, ah, dia memang bodoh dalam menghadapi wanita, wanita bukan hitungan matematis yang pasti, tidak ada takaran yang pas untuk menakar pikiran wanita, mulut dan hati terkadang berbeda.

“apa?” gadis itu membelalakan matanya yang hangat tidak percaya. “YA! Kau yang bilang mau mentraktirku kan?”

“aku hanya bilang aku yang bayar, maksudku bayar pesananku”

“Ya! Cho Kyuhyun!” gadis itu menyebut namanya dengan sangat baik, intonasinya tepat dan terdengar semakin indah jika gadis itu yang mengucapkannya.

“darimana kau tahu namaku?” Kyuhyun memajukan wajahnya hingga beberapa senti di depan wajah gadis itu. “ah.. aku lupa bahwa aku adalah orang popular di universitas” Kyuhyun menyunggingkan senyuman khasnya.

“oh ya, manusia yang bercinta dengan angka-angka?” gadis itu tidak kalah dalam menyunggingkan senyuman licik miliknya.

Kyuhyun menyipitkan matanya “dengar.. siapa namamu?”

“kau bahkan tidak tahu namaku?” gadis itu membanting tubuhnya hingga bersandar di kursi lagi. “kau benar-benar tidak tahu caranya menghadapi wanita rupanya!”

“kau tidak sepopuler diriku, maaf”

“Lee Suri”

Kyuhyun teringat, Lee Suri, salah seorang teman sekelasnya selalu membicarakan Lee Suri, gadis yang menolak ajakan kencan hampir semua tim basket. “oh, jadi kau perempuan yang menolak ajakan kencan tim basket?”

“lihat..” gadis itu tersenyum licik dan mulai tertarik dengan perdebatan kecil mereka di kedai kopi “kau hanya pura-pura tidak mengetahui namaku bukan?”

“anggap saja begitu, nona yang bercinta dengan imajinasinya”

“berengsek! Kau..” Suri mengepalkan tangannya dan memukul meja.

“aku?” Kyuhyun menelengkan kepalanya lalu kembali mendekat dengan wajah Suri. Awalnya Kyuhyun memang bermaksud meledek, tapi sialnya saat melihat wajah gadis itu sel-sel kecil otak Kyuhyun mulai bereaksi seperti manusia pada umumnya.

Mata gadis itu sewarna anggur merah yang masih muda dan manis, gelap dengan bias warna jingga gelap saat terkena sinar matahari, bibirnya datar sempurna, presisi yang pas untuk bentuk wajah dan wataknya, jika sesempurna-sempurnanya bentuk adalah lingkaran, maka bibir itu adalah lingkaran. Jika warna yang paling manis adalah merah muda, maka bibir itu berwarna merah muda. Jika sesempurnanya nilai adalah seratus, maka gadis itu Kyuhyun beri nilai seratus.

Kyuhyun menarik tengkuk gadis itu dan mendaratkan bibirnya pada bibir Suri. Untuk sesaat keduanya shock dengan gerakan tak terduga Kyuhyun, namun dengan cepat Kyuhyun menjauhkan bibirnya. Kyuhyun mengeluarkan sejumlah uang lalu memberikannya pada pelayan yang sedari tadi berdiri di samping mereka hanya untuk menagih pembayaran atas pesanan mereka. “ambil sisanya” Kyuhyun berkali-kali memandang sekitar, berusaha menghilangkan degup jantungnya yang dengan kurang ajar terus berpacu cepat.

“aku tidak bercinta dengan angka ataupun rumus” Kyuhyun berdiri dan berjalan keluar, dalam wajah yang mulai tenang Kyuhyun terus membodohi dirinya. Kyuhyun naik ke motornya, memakai kembali jaket dan syalnya, lalu helmnya dan saat akan melaju gadis itu keluar.

Bibirnya di kerucutkan dan baru kali ini Kyuhyun melihatnya selama dia mengenal Suri. “YA!” gadis itu membentak, tapi kemudian membekap lagi bibirnya.

“WAE?” Kyuhyun membuka kaca helmnya.

“aku sedang ..” Kyuhyun tahu, gadis itu masih berusaha menjaga harga dirinya “..malas naik kereta..”

Tangan itu melingkari pinggul Kyuhyun, jemarinya saling bertaut. Kepala itu bersandar pada punggungnya manja. Aroma itu menguar merambati indera penciumannya, aroma manis vanilla yang menjadi aroma khas dirinya. “sayang, isteriku akan bangun sebentar lagi” Kyuhyun menggenggam jemari paling indah sedunia tersebut.

“kubur saja isterimu yang sedang tidur di dalam tumpukan salju” gadisnya melepas pelukan di pinggul Kyuhyun. Tangannya terangkat, antusias merambati dirinya yang baru saja bangkit dari buaian mimpi berkelana ke bulan “lalu isterimu yang cantik itu berubah menjadi ratu es, perlahan-lahan dia bangkit dari tidurnya, berjalan di atas tumpukan salju tebal di pekarangan rumahmu” gadisnya mulai mencontohkan cara jalan ratu es di dalam ceritanya.

“dia berjalan.. dan berjalan.. dan berjalan.. menyisakan tapak di salju tengah malam, lalu pintu terbuka, udara dingin masuk bersama ratu es, saat dia menginjak lantai rumahmu, lantai rumahmu berubah menjadi es..” dia berderap mengelilingi ruangan.

“ratu es masuk ke dalam kamarmu, kau terlelap dengan tenang di atas kasur hangatmu, dan saat kau menyadari kedatangannya, kau sudah terlambat..” suaranya di dramatisir memainkan teater spontan yang hanya otaknya yang tahu.

“kau bangkit.. berjalan menuju sudut kamar dengan takut, lalu.. BOOMM!!!” gadisnya meninggikan suaranya tiba-tiba “kau berubah menjadi es abadi, es yang tidak akan mencair meski terkena matahari” gadisnya menyudutkan Kyuhyun di pojok kamar, wajahnya masih seserius saat dia bercerita, tapi kemudian gadis itu menunjukan barisan giginya tersenyum cerah.

“selamat pagi Cho Kyuhyun” gadis itu menyapanya dengan suara yang sangat Kyuhyun sukai.

“selamat pagi Lee Suri” Kyuhyun menarik isterinya untuk mendekat lalu mengecup keningnya kilas. “jadi petualangan apa yang kau lalui malam ini?”

“aku?” gadis itu terlihat berfikir “aku pergi ke bulan lalu menghukum kelinci bulan dengan pukulan bokong sebanyak seratus kali karna mochinya keras, lalu dia mengutukku jadi alien”

“alien?” Suri mengangguk “jadi aku suami dari alien sekarang?”

“jika kau tidak keberatan” Suri hanya mengenakan jumper putih milik Kyuhyun yang di jadikan setelan one-piece olehnya. Kyuhyun tersenyum dan membuka jendela kamarnya, membiarkan anak buah ratu es merayapi isi kamar mereka.

“kopi?” Kyuhyun menyodorkan cangkir kopinya yang bahkan belum berkurang setengah. Kyuhyun masih mengenakan baju tidurnya, meskipun ini sudah jam 8 pagi,

“Cho, kau tidak kerja?” Kyuhyun menggeleng “ya ampun! Kita mau makan apa besok kalau kau tidak bekerja?” matanya terbelalak seperti bocah lima tahun.

Kyuhyun tertawa sesaat “aku bisa memaksamu bekerja hari ini”

“sayangnya aku pekerja seni, bebas menentukan kapan aku masuk kerja dan kapan libur”

Kyuhyun menepuk kepala gadisnya, kemudian membelokan pandangan Suri menuju kalender elektronik mereka yang di pasang di dinding kamar. “tanggal berapa sekarang?”

“17 Januari” terdapat nada kebingungan yang menggantung disana.

“kau benar-benar lupa?” Kyuhyun tidak sabar melihat ekspresi datar gadisnya yang selalu di tunjukan ketika dia lupa pada tanggal tertentu.

Suri menyunggingkan senyuman miris di wajahnya, meminta maaf. “aku lupa”

Kyuhyun mulai bersiul, mengingat irama yang di ciptakan mereka berdua dengan asal “Oh, baby dwitmoseubi yeppeungeol.. Nareul dorabwa nal dorabwa.. Oh, meori gyeoreun saekkaman bam… Gubi jin ni mom wiron haessal.. Areumdawo naega kkumkkwowatdeon neo”

Mata Suri tersenyum meski bibirnya tidak melekuk sempurna, gadis itu terbuai nada indah yang keluar dari mulut suaminya. Seberantakan apapun nada yang mereka buat dengan asal, selalu terdengar indah jika Kyuhyun yang menyanyikannya.

“Ireumjocha algi jeone banhaebeorin Han pogui geurimi doen i geori jungsimui neo”

Suri hafal lirik berikutnya, bibirnya mulai bergerak melafalkan bait-bait itu sebisanya, suaranya perlahan mengikuti suara Kyuhyun yang indah, percayalah meski suaranya tidak seindah Kyuhyun, Suri tahu bagaimana mengatur intonasi.

“Love, maybe it’s love Yegameun teullin jeok eobseo Aniramyeon ireol ri eobseo imi neoreul da an geotman gata This could be love, gotta be love Dagaganeun naui balgeoreum imi urin jeonghaejyeo isseo Myeot cho hu sijakdoeneun yeonineuro..”
*TVXQ – Destiny

keduanya berhenti, saling memandang dengan senyuman kecil di bibir masing-masing. “jadi ini alasanmu tidak pergi ke kantor, Direktur Cho?”

Meskipun tidak ada status yang jelas bagi hubungan mereka saat itu, Kyuhyun selalu menatap sinis setiap laki-laki yang dekat dengan gadisnya. Kyuhyun akan habis-habisan menanyai Suri saat perjalanan pulang mereka, layaknya opsir yang sedang menanyai tersangka utama dalam kasus pembunuhan. Tidak ada satupun detil yang terlewat oleh Kyuhyun.

“oh ya, kau memang pencemburu ulung Cho..” Suri menggeret kereta saljunya menaiki bukit belakang rumah sore itu.

“aku? Jangan bercanda Cho Suri” Kyuhyun berjalan bersisian dengan gadisnya, memasukan tangannya ke dalam saku jaket berwarna biru kelam.

Suri berhenti, dia menatap Kyuhyun tidak percaya, bahkan saat seperti ini yang sudah jelas-jelas faktanya Kyuhyun masih mencoba mengelak. “oh ya? Lalu bagaimana dengan Kwak Min Jun? Park Jiho? Atau Kim Jaeseop?”

Kyuhyun tertunduk malu kemudian menarik tangan Suri. “kaja.. kaja..”

Seperti masa pendekatan manusia seumur mereka, Kyuhyun di penuhi rasa cemburu setiap kali Suri dekat dengan laki-laki meskipun jelas-jelas dia temannya.

“ayolah Cho Kyuhyun” Suri mengekor menuju area parkir. “kau kan tahu, jurusan seni memang penuh dengan laki-laki, wajar saja kalau …”

Kyuhyun berbalik dan menempelkan telunjuknya pada bibir Suri. “jangan jadikan jurusanmu sebagai alibi, Lee Suri” Kyuhyun menatap mata Suri langsung, matanya memerintah lebih banyak di banding perkataannya. “tutup mulutmu dan naiklah ke motor” Kyuhyun masih menatap gadisnya intensif. “paham?”

Suri mengangguk dan setelah itu Kyuhyun berbalik naik ke motornya dengan santai, dia selalu menyukai bagaimana Lee Suri menahan nafasnya ketika Kyuhyun sedang marah.

“jadi apa alibimu kali ini dengan Kwak Min Jun itu?”

“jangan lagi Cho Kyuhyun, aku malas di introgasi” Suri menjauhkan tubuhnya dari tubuh Kyuhyun.

“aku juga malas, tapi aku rasa kau terlalu dekat dengannya kali ini..”

Suri and MJ

Suri memukul helm Kyuhyun begitu mencapai lampu merah. “memang apa salahnya berfoto?”

“tidak ada! Tapi kau menguploadnya ke akunmu, bahkan kau selalu menolak jika aku minta berfoto berdua”

“babo! Aku hanya memamerkan hasil pekerjaannya dan mempromosikan di akunku, apa yang akan aku lakukan jika berfoto denganmu lalu mengunggahnya ke akunku? Mempromosikan kalau kau lajang?” emosi Suri tidak kalah meledak-ledak dengan Kyuhyun.

“pokoknya aku tidak suka kau dekat dengan Kwak Min Jun itu!”

Mereka berhenti di pekarangan rumah Suri. Dengan tampang yang kusut Suri melepas helm dan memberikannya pada pelukan Kyuhyun kasar “lagi pula, apa urusanmu untuk mengaturku dekat dengan siapa?” wajah gadis itu terlihat kesal dan berbalik tajam.

“aku tidak pencemburu, itu namanya salah paham” Kyuhyun mengungkit lagi kejadian yang hampir satu tahun berlalu.

“salah pahammu masih hingga sekarang, ya?” Kyuhyun membuang pandangannya dan tersenyum getir.

Setelah pertengkaran kecil itu Suri selalu menghindari Kyuhyun, dia hanya berjalan sendirian di selasar menuju ruang seni rupa, wajahnya memerah karna kedinginan. Buku-buku tebal di peluknya erat-erat, simulasi skripsi membuatnya sibuk dengan teori-teori aneh yang sejujurnya tidak begitu berguna. Tidak ada senyuman sedikitpun  yang terlukis di bibirnya. Selalu seperti itu.

Suri baru keluar dari ruangan seni rupa pukul lima sore dengan setumpuk kertas catatannya, wajahnya tercoreng-moreng oleh cat, bajunya penuh debu pahat, rambut keemasannya berantakan karna setiap kali pemikirannya buntu, gadis itu melampiaskannya dengan manata rambutnya dengan seni rambut taypun.

Berniat sekali Suri menendang dosen pembimbingnya, tapi biarlah, gelar hanya sebatas formalitas bagi Suri. Dia membuka loker dan ….

smile baby

Suri tersenyum, dia tahu Kyuhyun menguasai berbagai bahasa. Suri meraih catatan itu dan membacanya berulang kali, lalu menyelipkannya pada satu buku. Suri menutup pintu lokernya dan matanya hampir keluar melihat Kyuhyun berdiri di sampingnya.

“aku mengagetkanmu?”

Suri menaikan alisnya sebelah. “berpura-pura romantis seperti MJ?”

“jika menurutmu itu romantis”

“memang tidak, lebih kepada memalukan. Bukan begitu menurutmu?”

sore itu Kyuhyun kembali mengantar Suri pulang jam berapapun gadis itu selesai dengan pertunjukan atau yang lainnya.

“dengar! Aku benci di introgasi seperti itu! Jangan pernah bertanya apapun mengenai aku dan MJ. Atau Jiho atau AJ.” Suri mendekat dengan kesalnya, menunjuk dada Kyuhyun, mempertegas bahwa dia bukanlah wanita yang bisa seenaknya ditanyai dengan nada tinggi. “dengar Cho Kyuhyun! Kita tidak mempunyai hubungan khusus apapun, berhentilah mengaturku. Jika kau ingin perempuan yang bisa kau kendalikan …., kau salah orang” ketegangan kembali terjadi setelah Suri menghabiskan waktu berbincang dengan MJ di ruang editing. Suri berbalik kesal, menapakan kakinya kasar ke kumpulan konblok yang di susun acak oleh orangtuanya.

Kyuhyun tidak menginginkan yang lain, hanya Suri. Kyuhyun turun dari motornya dan menyambar tangan Suri. Mamaksa gadis itu untuk berhenti, tangannya mencengkram erat pergelangan tangan Suri. Meskipun perih merambati pergelangan tangannya, Suri tidak meringis sedikitpun. Wajahnya mantap menantang amarah Kyuhyun.

“aku tidak suka kau dekat dengan Min Jun.” Kyuhyun berusaha menekan amarahnya.

“jika aku tidak ingin?”

Kyuhyun menarik wajah Suri dan mencium kasar bibirnya. Ciuman yang terlalu menuntut. Perlahan-lahan Kyuhyun mulai mengendurkan tuntutannya, memberikan ruang untuk Suri bergerak, mengatakan yang tidak bisa di ucapkan secara lisan. Kyuhyun melepaskan bibir Suri setelah gadis itu menyikut perutnya. Suri terengah dengan wajah yang merah kehabisan nafas. Dia berdecak ke arah Kyuhyun yang tersenyum licik.

“iya! Dan habis itu kau menyeretku masuk, mengatakan pada orangtua-ku untuk mengijinkan kita menikah. Kau lihat wajah ayahku saat itu? Dia mati-matian berusaha menelan makan sorenya.”

“jika aku tidak melakukan hal itu, kau pasti masih bertemu dengan Kwak Min Jun mu itu” Kyuhyun menendang tumpukan salju di hadapannya.

“memang masih” Suri berjalan dengan polosnya menuju puncak bukit.

“YA!! YA!!” Kyuhyun menyamai langkahnya dengan Suri lalu memotong jalannya. “kapan kau bertemu dengannya?” wajah Kyuhyun berubah datar.

Gadis itu merangkum wajah kyuhyun “kau terlalu territorial, Cho.”

“ya, aku memang territorial dan aku bangga”

Suri tertawa, cara tertawa yang sama, tertawa yang lepas tanpa dibuat-buat, tawa yang selalu membuat Kyuhyun terlelap di malam hari. Tawa yang di rindukannya di siang hari.

Gadis itu terduduk di lantai kelasnya, tidak ada niatan untuk keluar dari kelasnya siang itu meskipun makan siang yang lezat menunggu di kantin. Dia berkutat dengan kertas dan pensilnya, menggambar apapun yang ada di pikirannya. Dan Kyuhyun tahu ada yang salah dengannya.

“hei..” Kyuhyun berjongkok di samping gadisnya membawakan roti isi dan coklat panas. “kau sudah makan siang?”

Suri tidak menjawab, dia hanya menoleh sesaat lalu kembali fokus dengan semua imajinasi yang mengkungkungi tempurung kepalanya. Kyuhyun ikut terduduk di lantai, melihat setiap detail yang di goreskan Suri. Garis itu tidak sesempurna biasanya, ada lekuk-lekuk kesedihan dan kekecewaan di setiap tarikannya. Garis abstrak yang di campur aduk antara kesenangan, kepedihan, kecewa, dan terang bercampur menjadi satu dalam setiap titik yang di buat. Mungkin Kyuhyun tidak pandai mengartikan setiap garis yang dibuat dari tangan gadisnya, tapi Kyuhyun pengamat wajah yang baik. Dia tahu apa yang terjadi dengan Suri.

“kau oke?” tanya Kyuhyun pada akhirnya.

it's okay

gadis itu menoleh, wajahnya datar seperti biasa. “kau lihat ini?” Suri menujukan salah satu gambarannya yang sudah selesai. Sebuah garis yang membujur ke empat arah mata angin, lalu garis abstrak lainnya bergumul bersama, hitam-putih sketsa yang menggambarkan bahwa pelukisnya kehilangan arah.

“ini mata angin, dan garis yang berputar ini jejak kaki sang pengelana yang kebingungan, dia tersesat, tak tahu mana barat, selatan, utara dan timur. Dia terus mencari dan mencari jalan keluarnya. Kau mengerti?” Suri menatap wajah Kyuhyun sesaat. Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Suri meraih kertas lainnya.

“dan ini. Kau mengerti?” Suri menunjukan gambar lainnya. Kertas itu hanya bergambar coretan asal pada sebagian kertasnya, lalu bentuk sekumpulan garis yang meliuk-liuk dan mengerucut.

“ini adalah pecandu kopi di senja hari. Garis ini adalah sinar matahari berwarna jingga, lalu ini adalah asap yang mengepul dari cangkir kopinya. Orang ini tidak biasa meninggalkan kopinya mendingin tanpa di lihat, tapi dia melakukannya sore itu. Dan kau tahu? Saat dia kembali dari jalan-jalannya, dia tahu kopinya sudah dingin dan membuangnya.”

“lalu yang ini” Suri mengambil kertas lainnya, itu hanya kertas yang tengahnya di gambarkan titik hitam kecil dengan bentuk sempurna, membuat fokus pandangan tertuju pada satu titik itu.

“aku ingin menuju titik itu, titik yang saat aku kecil ingin sekali aku raih, dan kau tahu, saat titik itu di hadapanku, seseorang menghapusnya, dia memberikanku sebuah ballpoint, bukan pensil, dia menyuruhku menggambar titik lainnya dengan ballpoint, bukan pensil ataupun kuas, dia menyuruhku, memaksaku, mendesakku untuk menggambar titik lainnya, selain di tempat itu.” Suri menghapus titik yang berada di pusat kertas. “aku harus menggambar dimana? Dimana yang pas? Yang akan cocok dengan konsentrasi manusia?”

Kyuhyun terdiam, gadis itu sedang menyampaikan apa yang di rasakannya tanpa berkata lugas. Kyuhyun menarik kepala gadis itu, menyembunyikannya di dada Kyuhyun dan mengapitnya dengan tangan Kyuhyun, jemarinya menyusuri rambut keemasan gadisnya.

Suri menarik nafasnya dalam-dalam dan berusaha menyampaikan apa yang menguasai sebagian otaknya. “aku tidak apa-apa” Suri berkata lirih dan berat, belum ada satu airmata pun yang keluar dari kontrolnya.

“tidak apa-apa jika kau tidak baik-baik saja”

tumblr_mfsvbxk1c11s1ioobo1_500

Nafasnya mulai tersedu, sweater yang Kyuhyun kenakan mulai basah. Suri menangis, untuk pertama kalinya Kyuhyun melihat gadis itu menangis. Bukan tangisan biasa yang dia lihat pada umumnya, Suri menangis tanpa suara, lebih tepatnya berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Saat gemetar tubuh Suri mulai terkendali Kyuhyun menjauhkan wajah Suri dari dekapannya.

“mau menceritakannya padaku?”

“kau tahu, aku haya tertarik pada seni bukan?” Suri melahap roti isi yang sengaja Kyuhyun sodorkan dalam bite size “tapi ayahku meminta untuk menyudahinya dan berpindah ke jurusan bisnis. Aku benci bisnis, mereka mengurung otakku dengan rumus sialan!” Suri lagi-lagi harus membuka mulutnya dengan suapan roti isi Kyuhyun.

“aku menolaknya, tapi Ayah justru mengancam untuk tidak mengijinkanku keluar dari rumah barang satu meter. dia bilang kalau seniman tidak terjamin hidupnya. Dan menurutnya aku terlihat sinting dengan karya-karyaku atau dengan cerita yang ku tuang dalam ide-ide film pendek.” Kali ini Suri tepaksa menuruti Kyuhyun untuk meneguk sedikit saja coklat cair yang tadinya panas. “berengsek! Aku sedang bicara” Kyuhyun hanya mengangguk, mempersilahkan Suri kembali bercerita.

“dia bilang aku boleh mengambil apa saja selain seni jika tidak suka dengan bisnis.”

“bagaimana kalau sastra?” Kyuhyun memberikan idenya.

“sastra? Ya Tuhan! Aku pasti sudah gila karna mau berjam-jam di hadpan komputer dan menuangkannya dalam sajak-sajak indah.”

“Biologi, atau Geografi?”

“heh!” Suri mendengus “dua jari tengah untukmu Cho Kyuhyun”

“Psikologi?”

“apa aku ada potongan untuk menjadi seorang psikolog?”

“teruskan kalau begitu”

Suri mengeluarkan nafasnya kasar “bagaimana caranya?” tuntut Suri.

“menikah denganku, dan kau bebas untuk memilih untuk meneruskan atau hanya duduk di rumah menungguku pulang”

merasa itu bukan ide yang buruk, Suri berfikir sejenak. Jika aku menikah dengannya ayah tidak akan mengancamku dengan melarangku keluar rumah bukan? “apa setelah menikah aku bisa melukis sesukaku? Bermain teater sesukaku? Bangun jam berapapun? Bekerja kapanpun?”

“tentu. Selama itu tidak melebihi jam kerjaku”

Kyuhyun melempar bola salju ke wajah Suri saat gadis itu lengah. Suri menggeram kesal, sebagian salju masuk ke dalam pakaiannya. “sialan kau Cho Kyuhyun!” Suri mengejar Kyuhyun dengan segumpal bola salju di tangannya. “kembali kau captain Cho!” Suri melempar bola salju itu dan mengenai tengkuk Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam dan berbalik dengan wajah yang menakutkan “kau di hukum karna menembak Captain, Letnan Lee.” Kyuhyun berlari menuju Suri dengan kecepatan luar biasa, dia meraih Suri, menggendongnya dengan wajah yang menghadap ke langit. Kyuhyun berdiri di bawah pohon yang meranggas sempurna dan di gantikan tumpukan salju di sekitar rantingnya yang botak.

“jangan Cho Kyuhyun. Kita berdua bisa terkubur salju” mata Suri bergerak was-was.

“aku tidak perduli Letnan” Kyuhyun menendang batang pohon dan seketika tumpukan salju menghantam kepala mereka bersamaan, bahkan karna terlalu banyak volume yang jatuh, Kyuhyun sampai menjatuhkan dirinya di tanah yang tertutupi salju setebal 5 cm.

Kyuhyun tertawa, melihat wajah Suri di penuhi salju. Suri awalnya mengerucutkan bibirnya, namun saat melihat wajah Kyuhyun yang tertawa, Suri ikut tertawa. “kau juga kalah, Captain”

Tawa yang sama yang Kyuhyun keluarkan saat melihat Suri dengan gaun dan merasa tidak nyaman di pernikahan mereka. “aku bersumpah akan menendang bokong yang merancang baju gatal seperti ini untukku” Suri terus mengoceh tentang baju pernikahannya yang menurutnya sangat memalukan. Mereka menyelenggarakan pernikahan di rumah yang Kyuhyun buat beberapa tahun lalu untuk di tinggali saat butuh ketenangan.

Pekarangannya luas dengan berbagai macam bunga, mulai dari petunia, cattelya, pansy, dan beberapa cosmos tumbuh cantik menghiasi sudut-sudut pekarangan. Kyuhyun berdiri di ujung altar yang di buat dari selembar kain putih panjang menutupi hijaunya rumput. Bangku-bangku tamu di susun rapih di sisi kanan dan kiri, di hias pita berwarna biru muda. Semua orang menatapnya dengan tatapan kagum bercampur geli melihat wajah Suri yang terlihat menggerutu.

Tapi gerutuan dari bibir Suri menguap begitu melihat Kyuhyun yang menoleh, wajahnya cerah, secerah matahari di pagi hari musim semi, tuxedo putih menutupi kemeja putih yang di kenakan dengan sentuhan dasi formal berwarna hitam. Tatapan Kyuhyun tenang, senyumnya lembut menunggu Suri, tapi kesan itu berubah drastis ketika Kyuhyun tersenyum mengejek Suri. Hampir saja gadis itu nekat melempar heelsnya ke wajah Kyuhyun.

Semua berjaan dengan lancar. Dan sesuai perjanjian, pesta diadakan dengan gaun yang semi formal, maka Suri berlari sekuat tenaga menuju ruang ganti, melepas gaun sialan yang membuatnya mengumpat berkali-kali. Saat penata rias berusaha membantu Suri membenarkan tatanan rambut Suri, gadis itu menolaknya dengan paksa. Dan berkreasi dengan rambutnya sendiri juga aksesoris yang ada.

suri-32-wedding

Kyuhyun tertawa saat melihat Suri keluar dengan dress putih sederhana dan rambutnya yang hanya di lilitkan kain , makeupnya di hapus dan Kyuhyun tahu, pasti Suri mengikat tangan asisten rias di kamar ganti saat ini. Sedangkan Kyuhyun hanya melepas tuxedonya, mengenakan kemeja putih yang di keluarkan, rambutnya berantakan. Wajah jahilnya masih saja menatap Suri.

Kyuhyun berjalan mendekat, melingkarkan tangan kirinya ke pinggul Suri, lalu merendahkan kepalanya agar sejajar dengan telinga Suri. “kau luar biasa”

“jangan memujiku, kepala batu!”

“kau menyebutku kepala batu” Kyuhyun berbaring bersisian dengan Suri, saling menghadap di atas ranjang mereka.

“memang kepalamu batu”

“lalu kau sebut apa kepalamu itu?”

“oh ini?” Suri memegang kepalanya “ini ku sebut gudang imajinasiku, harta karun paling berharga yang di tinggalkan flaying Dutchman”

“hari ini, tepat satu tahun yang lalu aku bertemu gadis dengan warna rambut yang kelam, sekelam malam tanpa bintang.” Kyuhyun memaikan jemarinya pada rambut Suri yang menutupi pipinya.

“satu tahun yang lalu, aku merasa hidupku mulai di buntuti”

“tingginya sekitar 5.44 kaki, matanya seperti wine muda, kecoklatan, dia mengigit bibirnya dan itu membuatku tersenyum, dia menatapku dengan tatapan yang manis menurut versinya” Suri tertawa mendengar kalimat terakhir Kyuhyun. Itu kalimat sindiran yang paling manis menurutnya.

“dia membenarkan rambutnya, dan membuatku pecah menjadi ribuan kupu-kupu cantik, dia terlihat seksi dengan auranya, tapi dalam waktu yang bersamaan dia terlihat seperti anak kecil yang menatap setumpuk coklat di supermarket. Dia membuatku mempercayai sesuatu yang menyebalkan” tawa Suri kembali pecah, mendengar kata demi kata yang Kyuhyun tuturkan dengan sindiran yang manis.

“jangan beritahu dia, tapi aku mulai menyukai itu. Bahkan dia selalu membuatku terlihat tampan, terlihat seperti pangeran dari Irlandia yang menunggangi kuda putih menjemputnya di kastil tua yang mengerikan. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan padaku. Tapi ini terasa menyenangkan” Suri kembali tertawa saat mendengar pangeran dari Irlandia, dia selalu memimpikan suami seperti Roarke, tokoh fiksi dari novel yang sering di bacanya.

“ini mungkin terlalu cepat, tapi percayalah, gadis itu menyebalkan jika dibiarkan bebas terlalu lama. kau percaya? Kami di besarkan di tempat yang jauhnya bermil-mil. Tapi dia satu-satunya wanita yang menarik perhatianku.” Kyuhyun mengakhiri dongeng yang mengantar Suri ke dalam mimpinya. “ingat! Jangan katakan apapun pada gadis itu. Aku belum pernah mengatakan hal seperti tadi.”

Suri tertawa terbahak memegangi wajahnya. “kau lucu sekali pendongeng baru” Suri menangkupkan tangannya pada wajah Kyuhyun.

Pikirannya mulai tidak sefokus biasanya untuk mengarang suatu cerita, baik itu fiksi gelap maupun fiksi manis. Suri hanya mencoba menyebutkan apapun yang ada di otaknya.

tumblr_mfsf5dVX3A1rildzoo1_500

Suri menjalankan matanya ke seluruh wajah Kyuhyun, betapa dia mengagumi wajah sendu dan tegas di hadapaannya “Mawar itu merah, violet itu biru ….. Sialan!! Biarkan aku menciummu!”

Kyuhyun tertawa begitu bibir Suri singgah hanya untuk sesaat di bibirnya. “kau gugup?”

‘sialan! Ya!’ wajah Suri masih setenang biasanya meskipun saat itu dia ingin sekali bermain trampolin karna mendengar pernyataan Kyuhyun yang terlalu manis hingga membuat giginya sakit dan isi perutnya bergejolak.

Sesaat sebelum Kyuhyun memutuskan untuk mengabdikan imajinasinya hanya untuk Suri, beberapa temannya mulai bertanya.

“kenapa kau menyukainya? Seharusnya kau bisa menadapatkan yang lebih cantik dan anggun dari Suri” Changmin adalah salah satu yang repot bertanya alasannya.

“karna dia Lee Suri.”

“lalu apa yang kau sukai darinya?”

“aku suka saat dia merajuk, aku menyukai bagaimana tangannya mengikuti irama pembicaraan tentang imajinasi tak terbatas yang terperangkap di tempurung kepalanya, aku suka saat dia berusaha mengingat sesuatu dengan bibir yang sedikit terbuka dan menelengkan kepalanya, aku menyukai bagaimana gadis itu menatapku datar, aku menyukai caranya tertawa, caranya berucap, dan caranya menyimak kalimat orang lain”

hingga detik ini pun Kyuhyun masih menyukai hal seperti itu, di tambah beberapa aspek saat gadis itu baru saja bangun dari tidurnya. Atau kebiasaan tidurnya.

Suri menyelipkan kakinya yang dingin pada kaki-kaki Kyuhyun yang hangat. Kakinya selalu dingin menjelang tidur malam. Dan Kyuhyun tidak keberatan membagi hangat kakinya dengan Suri.

Kyuhyun meraih tangan kiri gadisnya, cincin itu melingkari jari manisnya. Cincin yang bertuliskan nama mereka berdua dengan lambang The Claddagh dan dinding cincin itu di bentuk seperti lambang Trinity. Keduanya merupakan symbol dari bangsa Irish. The Claddagh berlambang tangan (friendship), hati (cinta) dan mahkota (kekayaan). Kyuhyun menikahi gadisnya bukan hanya untuk menjadi suaminya, melainkan menjadi sahabat, menyejahterakannya. Sedangkan Trinity merupakan tiga aspek penting dalam agamanya dan lambang keabadian.

Kyuhyun menempelkan tangan Suri pada pipinya. Tidak ada yang berubah dari gadisnya, dia tetap seperti Lee Suri yang berimajinasi, Lee Suri yang dingin dan Lee Suri yang mengungkapkan perasaannya melalui cerita aneh dan spontan dengan gaya teatrikal yang di dramatisir setiap harinya.

quote-2-1

 

“kau tahu apa yang menyebalkan?” Kyuhyun mengambil nafasnya, dia percaya pada tidak ada yang namanya cerita cinta seindah dunia khayalan, atau dongeng yang selalu berakhir bahagia. “menyebalkan itu saat mengetahui yang kau percaya benar-benar omong kosong”

“mungkin ya, aku terpengaruh olehmu, padahal dulu aku habis-habisan mengejekmu dengan segala imajinasi bodohmu. Caramu berpakaian, berdandan, sama sekali tidak seperti perempuan korea yang berdandan kekanakan. Kau apa adanya. Kau berbeda”

 Suri memutar otaknya “kau tahu, kadang aku berfikir mengeksplorasi imajinasiku di hadapanmu bukanlah hal yang benar. Kau berkutat dengan ilmu pasti dan sangat bertolak belakang denganku yang bekerja menggunakan imajinasi. Kau, satu tambah satu hasilnya dua, aku, satu tambah satu hasilnya bisa sepuluh, delapan, tujuh belas, seratus sesuai keinginanku. Itu pasti menganggumu”

quotes-1

“kita tidak selalu berbuat baik, atau benar, tidak juga untuk bersama. Tapi beberapa kesempatan, saat semuanya melebur. Aku percaya kita melakukan hal seperti itu. Apa yang baik dan benar untuk bersama. Tidak ada takaran yang pasti yang mengatur baik dan benar, Cho Suri. It’s just love”

Suri membenamkan wajahnya pada dada Kyuhyun, aroma musim gugur saat pohon oak menggugurkan daunnya hingga menggelombang di tanah dan bercampur dengan air hujan pertama di musim gugur menguar, melingkupi indera penciuman Suri.

luckiest

 

Sekarang Kyuhyun tahu alasannya, kenapa mesti gadis itu yang datang. Kyuhyun percaya itu, memegangnya bersama dengan Suri, meski kedengarannya gila dan menggelikan tapi Kyuhyun tetap berusaha mempercayai pemikiran bodoh gadisnya. Dia datang membawa sekotak crayon, menggoreskan warna-warni di atas kertas yang bertuliskan angka-angka, semua yang Kyuhyun lihat tidak selamanya hitam dan putih, angkapun bisa berwarna, menari dan bersiul gila dalam hidupnya.

Kyuhyun menenggelamkan indera penciumannya ke rambut Suri, aroma rempah-rempah sabun mandinya bercampur dengan aroma manis dari vanilla merambati Kyuhyun. Satu tahun yang lalu, seandainya dia masih berpura-pura tidak perduli dan mengabaikan rasa ingin tahunya, mungkin sampai saat ini Kyuhyun masih duduk di café itu menggu gadis dengan rambut sekelam malam itu melintas setiap kamis sore pukul enam belas nol nol.

enjoy

“Enjoy The little things in life, because one day you will back and realize they were the big things”

“Cho ….”

“ya?” Kyuhyun sudah hampir tertidur ketika Suri memanggil namanya perlahan.

“Aku hamil ….”

“HAH?”

FIN

well…. Hello readers~ *aduh jadi kaku gini. oke ternyata udah satu tahun terhitung 17 January 2012. ternyata udah satu tahun aja, kayanya baru kemaren si Suri balik dari Paris HAHA ini sejujurnya udah gatel banget pengen pubish ini FF semenjak selesai tanggal 1 January 2013. ini FF cuma satu hari bikinnya. well~ berantarakan dan terlalu manis. tapi ayolah…. siapa yang mau berstress-stress ria dengan konflik ecek-ecek yang ujung-ujungnya udah pasti Happy Ending? aku gamau aja udah stress sama dunia nyata yang numpuk masalahnya, di tambah bacaan yang terlalu di FF juga? cape banget idup lu kalo begitu namanya HAHA

okeh, kelamaan ini cuap-cuapnya, jadi ya, selamat ulang tahun untuk saya, dan beruntung waktu itu gajadi tutup blog LOL.

terimakasih sudah berkunjung, untuk kali ini PLEASE comment, apapun yang terjadi saat itu I BEG YOU GUYS!!! LOL

well~ thanks for coming, read and keep watching KyuRi Invasion X3 and DON’T ASK ME ABOUT SQUEL!! BIG NO NO!

131 thoughts on “And Then I Met You (January 17th)

  1. oke, gue baca besok ajah. gue besok masuk pagi jadi mesti tidur cepet. wkwkwkk. saengil chukkae buat ultahnyaaaa …. semoga suka ama kado gue … hahahha …

  2. eonnie romantis abis ffnya yg ini, berjempol-jempol deh buat ff ini, gila ga nyata serasa nyata banget hahaahahahahaahha keren deh pokoknya

  3. well well well~~ it’s damnly cheesy and sweet, Cho Suri!!
    entah apa yang gua pikirin dan bayangin sampe nyaris nangis pas baca bagian ini “bagaimana bisa kau menyukainya bahkan saat kau belum sempat berbincang dengannya?” bullshit cuy!! mereka cuma butuh bukti!! BUKTI!! *kampret ini curhat gua lama-lama* LOL
    sebenernya gua pengen komen panjang, tapi kayaknya rada bahaya kalo gua ngomong disini hahaha
    yang pasti gua berasa liat ‘(sedikit) gua, lu, dan mereka’ disitu. /ini ambigu banget/

    dan YA! siapa yang cerewet waktu itu? waktu lu berniat mau nutup nih blog? berterimakasihlah pada gua dana yang lain-lain, ky~ LMAO!!
    Happy 1st anniversary. semoga langgeng sampe kakek-nenek. asal jangan lupa undang2 aja kalo mau nikah *eh xp

    1. oh yeah!! HELL!!
      ah~ baru konek Rim ternyata menjurus kesana maksudmu….
      ambigu yang sedikit miris sepertinya.. kau, aku dan mereka haaaa~ damn lah!
      iyeiye, MAKASIH!! haha
      nikah? HELL!

      1. damn, HELL!! kata-kata favorit lu banget ya itu akhir-akhir ini? hahaha
        lah iya, dong. itukan mereka udah nikah kan ceritanya? LOL XDD

      2. ngaha~ sepertinya emang selalu favorit dah haha
        udah lewat, 1 February ini mau 1 tahun haha
        EunJae gada pergerakan ini haha

      3. oh EunJae masih ada ya ky? gua lupa nih =_=v nanti kalo udah dirumah gua coba lanjutin.
        kasian itu kisah mereka di PHP-in gitu. pasti sakit deh LOL

  4. da to the mn (?) Hell-ya!
    sejak kapan okky arista sepanjanh ini bercerita. singkat saja, 100% LEESURI ! love it so dn much. bikin anget di tengah malem yg ujan Deras *-*

    1. typo gw g artistik bingit –‘
      lupa eyy
      CONGRATULATION! for the 1st anniversarry. thx for all story that you’ve written. all that words, all that artworks, makes this “invasion world’ become so real. Kyu-Ri standstill n.n
      *banyak bacot! bye neng! -,-)/

  5. bahasanya bagus, berperasaan, banyak perumpamaan yang alus, sealus suara cover peach~ haha
    coba ada edisi Taemin-Heesun pasti ngga kalah bagus hahaha *kode
    btw,, Happy Anniversary KyuRi Invansion~~~!!!! ^^

  6. Damn….. Like it so much…..
    Daebakkkkkk…….
    Bahasanya kereeennnn,,,,romantis bgt (>___<)
    Bener-bener bkin hangat di hati saat musim dingin apalagi tengah malem *gigit ABS Siwon*
    Happy Anniversary KyuRi Invansion (*——*)v

  7. happy anniversary buat pertemuan KyuRi :”)
    ih suwer deh , FF nya bertabur kata romantis ..
    ya walaupun saya suka ilmu pasti tapi as always tetep suka karekter suri🙂
    ilmu pasti ft seni = KyuRi😀

    waiting KyuRi next story🙂

  8. wwoooaaa HAPPY 1st ANNIVERSARY!!!😀

    waahh baru 1th tpi brsa yg udh lama gtu ya hihi ^^ mudah2an makin byk ya readernya..
    sbnrnya nungguin ff Casual Vagance (?) hihi ternyata malah ad update baru haha sweet bgt ceritany :* hohoho jdi ngarep dah..

    ok lah sekali lagi HAPPY ANNIVERSARY!!!!🙂

  9. Demi apapun…. Kata2 bagus mungkin udh biasa tapi ini itu~ speechless banget🙂 b-)
    Ini alur nya maju-mundur kan ya kakaa?? Penggambarannya bener” pas haha romance banget yaw… And happy 1st anniv fo you girl ( ื▿ ืʃƪ)

    -jangan lupa lanjutin ff roleplaygame- haha😉

  10. nice storyy…kata2nya bagus uy..n dbuat cm satu hari..wow..keren!
    mau punya suami ky Kyuu.. >„<
    aniweii..Happy 1st Anniversary!!
    ku baru kenal blog ni 2 bulan yg lalu n lgsg sy bookmark..hehee
    msh ngguin lanjutan role player games tu..penasaran..hahaaa

    1. wah bahagianya langsung di bookmark kkkk~
      sanKYU. iya, niatnya mau di publish kmarin skalian part trakhir eh akunya sakit jadi di tunda lagi deh haha

  11. Happy 1st anniv! Semoga KyuRi langgeng hwhw. Ada bbrp quotes di ff ini yg aku suka, apalagi yang “Everything happens for a reason, but the hard part is finding the reason”
    Baca nih ff serasa lagi baca novel, bahasanya berat bingit wks.

  12. happy anniversary chinguuu,mian telat baru smpet mampiir .huhu..
    woaah apa ini, knapa banyak kata2 romantoz dsini,bikin perut brasa d ubek2(?) (-,- )
    ga kebayang itu mereka punya anak -__-

  13. aissssshh manis banget kayak muka ku ;;) *plak* tapi beneran deh. kayaknya agak ga cocok sama Leah- eonni yang biasanya ffnya itu bikin deg2an. ah, tapi tetep aja suka! hahahaha. oh iya, telat banget nih kayaknya, tp daripada engga. HAPPY FIRST ANNIVE! *tebar confeti* semoga makin banyak readernya, terus casual vagance nya cepet rilis next storynya, HAHA. *tarik kyuhyun sama changmin*

  14. So sweet bgt,,aq suka stiap kata Чªήб km pkek feel’ny bner2 dpt😀
    Agak geli sm ending’ny,,heeeee
    Cho,,ya? Aq hamil hohoho
    #Saengil chukkae wlupn ngucapin’ny telat😀

  15. Okeii aq gga bkal tanya sequel cuma mo tnya kyuri story yg oneshot msih d tunggu eon!
    yaa ambrukk eon baca ini bikin nganga, saking gga ngerti lukis melukis..
    Eon!! Happy anniversary kyuri~😀

  16. hoooh kyaaaaa romance banget
    so sweeeet#hugKYU
    waaaAaa speechless huweeeeeee
    daebak
    suka dgn bgian klimat2 imajinasinya
    aaaaaa kereeeeen
    eis aku bgung mau koment apa lagi ckck
    yg pnting keren

  17. Happy Anniversary buat KyuRi Invasion, maaf telat… akhirnya satu tahun sudah berlalu semoga karya-karyanya makin ciamik & senantiasa memikat hati
    untuk persembahan di anniversary-nya benar2 sesuatu cetar membahana… penuh dengan lintasan romantisme masa lalu yg benar2 manis u/dikenang Cho Kyuhyun-Surii.. pokoknya maniss banget

  18. Annyeong eonni, i’m new reader here🙂
    Wah udah setahun yah? Happy Anniversary deh ^^
    Satu kata buat FF ini : wonderful😀 Aku suka sama diksi yg eon pke di FF ini. Kereen ^^b Keep Writing yaa eon, mau jalan jalan dulu di sini hehe ^^

  19. Kyaaaaaaaa seruu .. Ihhh ini suer cute bgt.. Pertemuan yg unik setting tempat nya keren.. Feelnya ga diragukan lg..

    Eh ? Itu end nya… Ige mwoya ??? Eonni kau menyiksaku.. Hiks hiks

  20. what mau ada rencana tutup blog jg?
    bbrp wktu yg lalu ada blog favorit saya yg ditutup dan itu membuat saya stres sampe skrg, dan klo blog ini ditutup jg naik lg tingkat stresnya(wlwpun lebay tp ini serius ^_^v).
    kyny ff yg ini bnr2 mewakili org seni yg susah dimengerti.
    aq suka pas suri mengungkapkan apa yg ada dipikirannya tp dg cara yg unik. berseni sekali.
    selamat jg utk satu tahunny.

    1. iya, sempet karna bberapa orang mulai ngomong seenak jidatnya tapi gajadi karna di bujuk temen deket
      benar! itu contohnya saya, susah di mengerti

  21. Ahh jumat pagi yg mendunf baca ini. Manis sekali..
    Ulang tahun pernikahan dpt hadiah baby, asli manis bgt.
    Lucu bacanya ada atas baca gni, flashback sama masa kini yg manis.

  22. Unni, aku suka sekali ff ini. Kata-katanya bagus, halus, ringan dan manis. I totally love it!!

    Jujur, dari ff unni yang aku baca unni biasa pake kata-kata “bau musim gugur” sebagai penggambar wangi badan kyuhyun. Dan sampai sekarang aku ga ngerti bau musim gugur itu gimana hehe.*lupakan ini*

    fighting~~^^

  23. Wah….. Keren banget, 2 orang dengan kehidupan ato cara pemikiran yg berbeda tp tetep bisa bersatu dan juga saling melengkapi, aduh….sweet nya😮

    Suri Hamil? Cukkhaeee😀

  24. aku suka ff marriage life .. happy ending.. dan itu semua q temukan disini .. #bighug author ..😀

  25. hallo aku newbie baru liat wp ini
    aku baca ff ini suka bgt sama ceritanya
    disini kyu so sweet bgt sama surinya juga lucu
    ceritanya romance yang diinginkan bgt deh

  26. Annyeong aku readers baru *bow*
    Ceritanya daebak thor
    Aku suka banget, pendeskripsian cintanya manis kata2nya juga halus banget

  27. speachless gak tau mesti komentar apaa tapi ini kereeeen bangeeet onnie. ceritanyaa lain daripada ff yang lain. aku sukaaaa bangettt
    dan panggilan buat kyuhyun juga lain. çho’ ituuu unik dan ahhh aku sukaa pokoknyaa
    btw anyeong onnie maaf komennya nyerocos ajaa hehehe
    aku reader baru disini
    hehehe ijin baca ff nya yaa

  28. Ho… Ff yg bagus chingu
    flashback and now nya teratur dan gk bikin bingung. Perjuangan kyuhyun utk mengenal suri, cemburunya kyuhyun, daaannn lain lain.
    oh aku mau ksh tau chingu
    klo ff chingu yg oneshoot berjudul milliader wife’s (klo gk salah) #plak
    itu kan diproteksi, tp bs dibuka (ini aku gk ngerti, apa aku prnh tau pw nya dan prnh ngebuka atau enggak jd otomatis kebuka). Nah, yg aneh pas mau komen, kotak komen nya gk ada.. Jd gk bs komen. Komennya disini aja ya… Terlepas dr mesumnya si Tuan Cho.. FF mu selalu daebak! Allways! Bgtu pun ff yg ini. Daebak dan romantis!!!
    Gumawo

  29. kyaaa ;~~~~; hihi rupanya ini ada di oneshooy eon kekekek. gak ngecek tadi >< seharian ngubek ngubek wp eonni dan sepertinya imajinasi saya ikutan liar eon wkwkwkw.. yak endingnya gak trduga hahaha..

  30. Sweet🙂
    Simple tapi keren dududu ~
    Akhirnya mereka menikah hahaha sampe hamil pula.
    Itu akhirnya ngegantung kaya telenovela .. Hiks.

  31. salam kenal,, new readers nih hehe walaupun sebagian besar sudah baca,, tapi baru komen,, dan ini bagus banget,,, ngalir banget kaya air ga usah pake mikir,, sukaaaaa

  32. Yampunnn manisnya perjalan cinta mereka><
    Kyuhyun romanti-tis-tis sekaliiii

    Aku suka banget scene waktu suri lagi cerita, eh si kyuhyun malah sibuk nyuapin ahahaha kocak banget!!
    Nice story^^

  33. ya ampun bener bener, aku jatuh cinta sama KyuRi eon🙂 aku paling suka bagian ini (“Cho ….”
    “ya?” Kyuhyun sudah hampir tertidur
    ketika Suri memanggil namanya perlahan.
    “Aku hamil ….”
    “HAH?”)
    aku baca berulang2 gabosen malah tambah seneng😀

  34. aku suka ceritanya. banyak dapet quotes keren😀 udah gitu, eonni keren banget penggambaran imajinasi dan deskripsi tentang imajinasi yang ada dipikiran leah. hoho, two thumbs for you eonn, (y) (y)😀

  35. Terlambat? Sangat.
    tpi selamat ma ultah nya pe mau 2015 ini..

    wah senengnya ahirnya ada yg sependapat ma q. Q slalu berkoar tentang “hidup ajah susah,jd baca ff jga ga mau yg bkin susah hati” hdup aja dah stres nd bkin stres ma ff yg alurnya pngen bnuh diri nd mh0n2 ma auth0rnya buat happy ending biar ga benerin tu niat nd nglegain kestresan baca ff yg bkin stres.

  36. Woahhhhhh kerennnnnnn,,
    Kyuhyun kau benar2 laki2 hebat, saat menginginkan langsung di ajak nikah.
    Dan mencintai suri setiap harinya

  37. Kyu – ri couple aku suka bgt🙂 unikk ^^ aku jg suka karakter suri🙂 aku udah bc sebagian ff di kyu-ri ini tp maaf bru bisa komen sekarang krn masalah yg ga’ jauh2 dr dumay “email”🙂 salam kenal ya eonni (aku liat eonni kelahiran 92 dan aku 93) hehe ga’ papakan aku pggl eonni ^^ ~bangapseumnida~

  38. romantis bgt crtnya
    dua irg yg brbeda bgt bsa jd satu
    satunya ska ilmu pasti yg lainnya ilmu tdk pasti
    keren ff nya eonni……
    kerp writing

  39. empat jempol dah buat eonni. ff nya keren abiss. serasa nyata bgt /tp sayang cm fiksi/ jd pngen real nya *plakk

  40. author satu ini emg bkin aq geleng2 kepala..salut deh bwt kecerdasan nya..aq ampe iri bisa bkin ide crita kaya gini..

  41. Izin baca ffnya ya ka..
    Aku baru nemu blog ini, recomend dari tmn aku..
    Ceritanya seru, kata2nya juga bagus..
    Dua jempol deh buat kaka hihi
    Salam kenal ka..

  42. Hah, akhirnya balik lagi buat baca ff disini.
    Ini cute banget, suka sama quotes nya, juga ceritanya ringan dan manis, uuu
    Sering2 deh kak buat cerita yg kaya gini hihi

  43. Manis manis gimana gitu😄😄😄
    Suka ma quote” yg dipake…
    Bingung mo ngomong pa lagi kkk
    Ini manis☺

  44. Aku suka cerita ini, banyak quotes nya.
    Cinta dengan karakter dan pemikiran yang berbeda^^ bikin senyum senyum sendiri apalagi yang bagian akhir😀

  45. Aku suka sama ff ini bagus banget.. Kalimat-kalimat di ff ini bikin aku ter wow ria dengan imajasi kakak
    Suri hamil?kenapa ada berita bagus udah ada tulisan Fin aja

  46. imajinasi gue berasa diaduk2 baca ini ff sumpah keren bangett bahasa lo kaaa

    dan gue ikutan kaget dibagian akhir pas suri bilang dia hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s