[Death Vanilla] Rún Dom

rún dom

kyuri badroom

Pagi sekali saat Suri dan Kyuhyun bangun untuk menikmati matahari terbit dari kamar mereka. Suri melipat kakinya dan memakai selimut putih menghadap ke arah bukit-bukit yang di tutupi ilalang. Matanya masih setengah mengantuk tapi matahari terbit adalah sesuatu yang menyenangkan. Tak berapa lama Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya membawa secangkir kopi untuk Suri.

Kyuhyun menyebrangi kamar mereka yang berlantai kayu pinus, ranjang besar yang di tutupi seprai putih yang sudah tidak ada selimutnya dan sebuh foto berfigura besar di pajang di atas ranjang mereka. Kyuhyun meletakan cangkir kopi di hadapan mereka dan masuk ke dalam selimut, merangkul pinggul gadis itu.

Jendela kamar di biarkan terbuka, membawa udara sejuk pagi hari kota Seoul yang masih sangat dingin. Dan Suri menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. Ada sesuatu yang di pikirkan gadis itu. Sesuatu yang mungkin akan menyakiti Kyuhyun jika dia tahu. Sesuatu yang mungkin mengubah pandangan Kyuhyun tentang dirinya. Suri refleks merangkul lengan Kyuhyun. Berfikir dan berfikir lagi tentang hal tersebut.

“Ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya Kyuhyun pada akhirnya tepat saat matahari mulai menujukan dirinya. Merajut sinar kuning terang benderang, menyinari ilalang yang tertiup angin musim dingin Korea.

“Ya.”

“Apa? Ceritakan padaku.” Pandangan Kyuhyun tidak lagi terfokus pada warna matahari yang memberi harapan, dia lebih memilih memfokuskan wajahnya pada Suri.

Gadis itu menoleh perlahan dengan matanya yang terlihat sendu. “Rumah kita….”

“Kau tidak suka?”

“Bukan. Tapi…, rumah kita….” Suri mengedipkan matanya perlahan, wajahnya masih terlihat datar. “Rumah kita terlihat kosong. Barang-barangnya masih kurang. Kalau kau mengundang Oppadeul seperti waktu itu, mereka akan duduk di lantai, sofa kurang, di ruang baca juga tidak ada sofanya.” Wajahnya masih datar dan hal itu membuat Kyuhyun hampir mati tertawa.

Kyuhyun masih tertawa hingga menyeka air matanya, “Ya Tuhan, aku kira apa.” Kyuhyun duduk lebih rileks kali ini. “Jadwalku kosong hari ini hingga besok sore. Aku rasa kita bisa pergi berbelanja di Mall 24 jam. Bagaimana?”

“Setuju.” Jawab Suri dan mengalihkan pandangannya lagi pada kota yang mulai disinari matahari dengan intensitas lumayan tinggi. Bukan. Bukan itu yang Suri pikirkan. Bukan tentang rumah mereka yang terlihat kosong yang Suri pikirkan. Ada masalah lain yang menekan kepalanya.

***

Kyuhyun House.

Sam-Am-Dong, Seoul. 09.30 AM

Suri menyilangkan kakinya di atas kursinya, melahap sarapan mereka yang cukup telat karna sehabis melihat matahari terbit mereka memutuskan untuk tidur kembali. Pagi itu mereka makan nasi goreng. Oh ya, semenjak menikah dengan Suri, Kyuhyun mulai membiaskan dirinya dengan makan makanan asing pada sarapannya atau ala amerika yang cukup butuh banyak penyesuaian dengan perut Kyuhyun.

“Cho, hari ini tidak ada jadwal apapun?” Suri masih mengunyah makanannya saat bertanya.

“Tidak ada.” Kyuhyun mengingat-ingat. “Ya, memang tidak ada. Kenapa? Ingin ke Lotte World lagi?” senyum Kyuhyun kali ini mengejek.

Suri hanya tertawa ketus. “Ha-ha. Lucu sekali.” Suri menenggak lemon teanya. “Aku ingin ke Busan. Kau bisa?”

“Tidak ada yang melarang. Aku rasa itu artinya ya.”

“Bagus.” Suri berdiri, menaruh piringnya pada kitchen sink. “Kalau begitu kau cuci piring dan aku menyusun buku di perpustakaan.” Suri hanya menampilkan senyum miringnya saat Kyuhyun berdecak sebal.

“Besok, Kim Ahjuma akan datang untuk membantumu.” Kyuhyun berteriak saat mendengar Suri menaiki tangga menuju lantai 2, letak perpustakaan kecil mereka.

Kyuhyun tahu ada sesuatu yang lain selain tentang rumah mereka. Tapi Kyuhyun tidak tahu sedikitpun tentang itu, bukan mengenai pekerjaannya, bukan juga masalah tentang gossip Kyuhyun. Untuk kali pertama Kyuhyun tidak bisa membaca masalah apa yang Suri pikirkan.

Gadis itu berdiri menyusun satu persatu bukunya. Kebanyakan buku yang Suri baca adalah novel luar dengan naskah asli, sedangkan Kyuhyun lebih menyukai novel dengan bahasa Korea. Tangannya berhenti saat menyentuh sebuah foto album keluarganya. Lama Suri memandangi foto itu hingga Kyuhyun menegurnya.

“Kau itu kenapa?” Kyuhyun bersandar pada tiang pintu. “Kau tahu? Kau itu payah dalam berbohong. Cepat katakan.” desakan Kyuhyun semakin menjadi.

“Uh-humm.” Dengan santainya Suri menjawab dan meneruskan menyusun buku-buku mereka.

“YAK!”

“Wae? Diamlah, aku lupa urutan buku!” Suri menoleh kasar, menyembunyikan lagi apa yang di pikirkannya.

“Kau tahu tentang konsep Super Show 5? Huh? Iya?” Kyuhyun berjalan mendekat, dia tidak mengatakan apapun tentang konsep konsernya pada Suri hingga hari ini.

Suri mengeryitkan dahinya. “Apa? Aku tidak tahu.”

Oke, kali ini Kyuhyun salah langkah. “Kau benar-benar tidak tahu?”

Gadis itu hanya menggeleng, wajah dinginnya berubah jadi wajah polos tanpa kendali Suri. “Kita bicarakan nanti,” Suri meletakan buku terakhir yang di pegangnya. Kemudian berjalan mendekati Kyuhyun, menyilangkan tangannya di pundak laki-laki itu. “Bagaimana kita shower dulu? Sepertinya aku sedang ingin melihatmu basah, Kapten Cho.”

Kyuhyun hanya tertawa dan mengangkat tubuh Suri masih dengan tertawaan. “Apapun.”

***

Karna Suri yang mengajak Kyuhyun ke Busan, maka Suri yang duduk di kursi depan untuk mengemudi. Jalan yang mereka lalui adalah jalan yang sangat Suri hafal di luar kepalanya. Dan ini adalah alasan kenapa hanya Suri yang lahir di Busan.

Hari itu Suri memakai legging berwarna abu-abu, kaus panjang putih yang di lapisi coat berwarna navy green dan flat shoe berwarna putih. Rambutnya yang berwarna keemasan bergelombang di satukan di kepalanya dengan sedikit anak rambut yang tergerai di sekitar pipinya. Wajah gadis itu hanya di poles sedikit nourishing cream dan lip balm.

Sedangkan Kyuhyun memakai jeans hitam, kaus putih polos panjang dan jaket hitam yang cukup tebal. Rambut merah gelapnya hanya di sisir menggunakan tangan. Jika di depan isterinya dia bukan lagi menjadi Kyuhyun Super Junior melainkan Cho Kyuhyun. Cho Kyuhyun saja.

Suara Janis Joplin mengalun perlahan, naik-turun dengan suara khasnya yang serak. Meskipun Kyuhyun tidak tahu betul siapa itu Janis Joplin, tapi Kyuhyun berusaha menyukai apa yang Suri sukai. “Kenapa suka Janis Joplin? Bukannya gadis seumurmu lebih menyukai lagu-lagu Billboard?”

Suri tertawa pelan, lagi-lagi tawa yang renyah dan terdengar ringan di telinga Kyuhyun. “Karna aku bukan perempuan seumurku pada umumnya,” gadis itu menoleh dengan bibir yang melengkung. “Ya kalau kau tidak suka dengan selera musikku, cari saja perempuan yang selera musiknya sama denganmu.”

“Sungguh? Bisa?” mata Kyuhyun berkilat-kilat geli mendapati reaksi jengkel Suri.

***

Audi merah itu perlahan berhenti di sebuah bukit yang berada dekat dengan garis pantai Busan. Tempatnya hijau dan luas, terdengar deburan ombak dari atas sini. Suri keluar lebih dahulu dan mengulurkan tangannya, mengajak Kyuhyun untuk keluar dan menuju tempat itu.

Kyuhyun masih membenarkan letak celananya saat keluar dari mobil. “Kau ingin piknik denganku disi….” Kata-kata Kyuhyun terhenti di tenggorokannya. “ini apa?” tanya Kyuhyun.

Wajah gadis itu tersenyum sesaat, garisnya tipis sekali, matanya berubah teduh nyaris sendu. “Aku rasa kau harus tahu siapa aku.” Suri menarik tangan Kyuhyun, membawanya semakin ketengah, melewati gundukan tanah yang tertutupi rumput hijau dan bernisan. Aromanya seperti aroma mistis dunia baru. Di tangan kiri Suri membawa dua botol soju yang masih tertutup rapat dan dingin. Mereka masih menyusuri padang luas yang di rawat itu. Kemudian kaki Suri berhenti pada dua gundukan tanah paling dekat dengan bibir bukit yang menghadap ke arah laut.

Suri mengajak Kyuhyun untuk duduk sebentar di sisi gundukan tanah itu. Kyuhyun tidak mengerti tujuan mereka disini, setahu Kyuhyun, nenek Suri tidak di kuburkan disini. “Apa yang kau lakukan disini?”

Lagi-lagi gadis itu tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia menuangkan soju itu pada dua gelas yang terdapat di kedua makam. Tidak sedikitpun Suri menghadap ke wajah Kyuhyun. “Mungkin sangat telat karna aku baru membawanya kesini. Tapi inilah dia,” Suri menggenggam tangan Kyuhyun, mengajaknya mendekat pada makam tersebut. “Dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Aku sudah menikah dengannya satu tahun yang lalu.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun, dia tidak tahu makam siapa di hadapannya. Tapi saat Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada nisan makam, Kyuhyun tahu ada yang salah. nama yang tertulis adalah Lee Chun-Hwa dan Kang Kyung-Sook. Kyuhyun tidak ingin percaya pada apa yang di lihatnya saat ini. Kyuhyun sangat tidak ingin percaya pada apa yang di pikirkannya.

Suri lebih membalikan badannya, mengeratkan coat karna udara laut semakin kuat. Kepalanya menengadah. Nafasnya berusaha teratur. “Berapa lama kau mengenalku, Cho?” Kyuhyun tidak menjawab. “Berapa umurku saat kita bertemu?”

“5 tahun.”

“Aku tidak ingat kapan aku pertama kali datang ke rumah keluargaku yang sekarang. Aku awalnya tidak ingat kapan aku di lahirkan dan bagaimana wajah orangtuaku. Lalu aku bertemu mereka, Lee Chun-Hwa Appa dan Kang Kyung-Sook Omma. Aku mulai memanggil Sungmin dengan oppa, begitupun Sungjin. Aku di ajarkan menyebut mereka adalah keluargaku. Pernah berfikir kenapa aku berbeda dengan Sungmin dan Sungjin oppa?

“Aku percaya mereka adalah keluargaku. Menyenangkan mempunyai keluarga yang menyayangimu. Memperlakukanku seperti seseorang yang berharga. Menjagaku. Aku percaya aku adalah anak mereka. Tapi….” Suri menoleh menatap reaksi Kyuhyun yang tetap terlihat datar. “Aku mengingat sesuatu. Aku sadar sesuatu. Wajah orangtuaku saat aku kecil berbeda dengan wajah orangtuaku yang sekarang. Aku mulai menyadari aku berbeda dari keluargaku saat ini.

“Dan aku bertanya pada Omma saat umurku 14 tahun. Lalu dia mengeluarkan sebuah potongan Koran. Aku melihat diriku disana, duduk di sebuah klinik kesehatan dengan kepala yang di perban dan aku tidak menangis. Saat itu aku baca bahwa Orangtuaku yang ternyata namanya sama dengan nama orangtuaku yang sekarang meninggal karna kecelakaan mobil. Hanya aku yang tersisa dari 4 orang yang di dalam mobil itu.

“Intinya. Aku bukanlah anak kandung keluarga Lee. Aku tidak ada hubungan darah dengan mereka. Aku bukan anak keluarga terhormat. Aku…. aku bukan orang yang seperti kau kira.”

Saat itu Suri bisa membaca pergelutan emosi di wajah Kyuhyun. Dia berdiri. Membuang wajahnya. Emosi laki-laki itu naik, nafasnya tak teratur. “Kenapa kau tidak memberitahuku?”

“Aku tidak punya kesempatan untuk itu.”

“Kau punya. Kau punya banyak kesempatan untuk mengatakan itu, Lee Suri.” Suara Kyuhyun meninggi dan… Kyuhyun memanggil Suri dengan marganya yang Lee. Bukan Cho. Gadis itu mematung. “Seharusnya seseorang mengatakan ini padaku.”

“Jadi kau lebih memilih orang lain yang mengatakannya? Bukan aku?”

Kyuhyun menatap Suri dengan mata yang mengerikan. “Kita kembali sekarang.” Putus Kyuhyun ketus dan langsung kembali menuju mobil mereka yang di parkirkan di pekarangan depan.

Suri tidak beranjak dari tempatnya, dia masih menatap punggung Kyuhyun yang menjauh perlahan. Entah siapa yang salah. mungkin dirinya. Mungkin juga tidak. Suri memilih untuk duduk dan menenggak langsung soju dari botolnya. Dia tidak mengeluarkan kata-kata apapun, juga tidak dengan airmatanya. Anak rambut yang tergerai menutupi pelipisnya ikut tertiup angin, coatnya di biarkan terbuka. Suri tidak ingin mengeluh. Sudah cukup sering dia mengeluh dan malas untuk mengeluh lagi.

“Dia memang begitu. Jadi biarkan saja, kalian tidak perlu khawatir.” Ucap Suri lebih kepada dirinya sendiri untuk menenangkan airmata yang seolah terus mendesak kelopak matanya. “Aku tidak akan menangis. Saat itupun aku tidak menangis.”

Suri kembali meluncurkan cairan kuning cerah itu melalui kerongkongannya, rasa soju yang tidak cocok dengan lidahnya membuat Suri terpaksa menutup matanya saat cairan itu meluncur ke lambungnya. “Aku lebih suka kopi.” Suri menyiramkan sisa soju pada kedua makam di belakangnya.

“Aku tidak akan menyalahkan kalian karna melahirkanku, namun setelah itu meninggalkanku. Aku tidak akan menyalahkan kalian.” Suri memainkan rerumputan yang di dudukinya. “Kyuhyun hanya butuh waktu untuk menyesuaikan dirinya. Aku yakin itu. Dan biarkan dia sendirian untuk saat ini.”

Benar yang Suri katakan. Kyuhyun hanya butuh waktu untuk menerimanya. Beberapa saat saja. Kyuhyun tahu dia menerima Suri lebih dari ini, Kyuhyun menikah dengan gadis itu bukan karna latar belakang keluarganya, bukan siapa orangtuanya. Dia menikah karna dia membutuhkan keberadaan Suri di dekatnya, kebutuhan yang mendesak untuk menghirup aroma tubuhnya, kebutuhan yang tidak masuk akal untuk melihatnya di pagi hari. Dari balik kemudi Kyuhyun melihat Suri masih terduduk menghadap laut. Wajah gadis itu tidak terlihat, rambut yang di gulungnya tertiup angin dan coatnya terbuka.

Kyuhyun turun dari mobilnya. Langkahnya terasa berat, takut-takut melihat air mata di pipi gadisnya. Kyuhyun mengepalkan tangannya saat mendegar suara Suri yang bergetar.

“Kyuhyun hanya butuh waktu untuk menyesuaikan dirinya. Aku yakin itu. Dan biarkan dia sendirian untuk saat ini.”  Kyuhyun mendengarnya dengan sangat jelas.

Dia, gadis itu, masih saja keras kepala untuk bersikap tidak peduli pada keadaan dirinya. Dia masih saja bersikap seperti tidak ada yang terjadi.

“Aku ingin sekali mengatakan aku merindukan kalian. Tapi apa yang harus kurindukan? Aku bahkan tidak ingat wajah kalian.” Suri terdengar beringsut, udara laut Busan di sore hari semakin dingin. “Dulu mungkin saat pertama kali mengetahuinya aku ingin bertemu kalian. Tapi…, aku juga menyanyangi keluargaku yang sekarang.

“Oh ya, kemarin lusa aku bertemu dengan bibi Jieun. Dia masih belum mau menikah. Padahal keponakannya ini sudah menikah. Dia menitipkan ini,” Suri meraba tasnya yang berwarna pastel, mengeluakan sebuah lonceng berwarna silver. “Kata Jieun –dia melarangku memanggil bibi dan semacamnya. Kalian suka mengoleksi lonceng dari seluruh dunia. Ini diambilnya dari pohon natal di Vatikan.”

Saat Suri berdiri untuk meletakan lonceng itu, Suri baru menyadari Kyuhyun berdiri di belakang makam. Memperhatikannya tanpa kata-kata. Wajah Kyuhyun terlihat dingin, bibirnya terkatup rapat, matanya tenggelam dalam emosi yang tidak bisa Suri pecahkan. “Kau disini? Sejak kapan?”

“Pulanglah.” Suara Kyuhyun cukup datar untuk meminta.

“Sebentar lagi, aku sedang-“

“Aku hanya memintamu untuk pulang. Bukan untuk pergi. Kenapa harus sesulit itu?”

“Aku sedang bicara. Pulanglah lebih dulu, aku menyusul setelah selesai. Naik pesawat saja. Biar aku yang membawa mobilnya.” Suri meletakan lonceng tersebut.

“Kau pikir aku akan mengijinkanmu?”

“Apa susahnya mengata-“

“Apa yang kau lakukan disini memangnya?”

“Aku sedang bicara. Pulanglah. Atau tunggu di mobil.”

“Percuma kau bicara. Mereka tidak bisa meresponmu. Pulanglah.”

Mata Suri menggelap, wajah dinginnya berubah datar nyaris menangis namun Suri masih berusaha untuk tersenyum. Senyumnya dingin, nyaris tampak kecewa. “Kadang kau perlu bicara tanpa perlu mendapatkan respon, Cho.” Matanya terasa panas dan Suri cukup untuk menahan. Air mata itu meleleh perlahan. “Kembalilah lebih dulu. Aku menyusul setelah selesai.”

Kyuhyun tidak sadar apa yang di katakannya. Kyuhyun membodohi dirinya sendiri, tangannya di lepas kemudian mengepal lagi, kakinya berjalan mendekati Suri, tangannya refleks ingin merangkum tubuh Suri saat air matanya tak kunjung berhenti namun tidak meningkat pula. “Pulanglah bersamaku.”

Tangan Suri menolaknya, Suri menjauhkan tubuh Kyuhyun, mendorongnya perlahan namun penuh tenaga dan memaksa. “Kembalilah lebih dulu. Aku butuh disini untuk beberapa saat. Kembalilah.” Suri tetap menunduk.

Kakinya enggan melangkah. Tapi wajah Suri memaksanya untuk pergi. “Annyeongkihaseo.” Kyuhyun membungkukan badannya pada dua makam kemudian berbalik dengan langkah yang semakin berat.

“Mereka tidak akan meresponmu.” Ucap Suri dingin.

“Maaf, Nyonya Kang,” laki-laki itu menghubungi Kang Kyung-Sook melalui sambungan ponselnya dari balik pohon. Dia mengendap-endap dan memperhatikan Suri juga Kyuhyun.

“Ada apa?”

“Hari ini Lee Suri dan Kyuhyun datang ke pemakaman di Busan. Aku lihat mereka berdebat cukup lama. Suri tetap di makam dan Kyuhyun sepertinya kembali ke Seoul.”

“mereka bertengkar?” suara Kyung-Sook terdengar sedikit panik. “Nae aegi…”

***

 

Sam-Am-Dong, Seoul. 5.45 PM

Kyuhyun tidak menyalakan lampu kamar bacanya. Di tangannya sebuah foto album Suri masih terbuka. Foto yang ada disana hanya satu foto seorang bayi dan setelah itu foto seorang gadis kecil berumur 4 atau 5 tahun yang terpasang. Kyuhyun hanya memegangi ponselnya, ragu untuk menghubungi Suri dan mencereweti gadis itu seperti biasanya. Rambutnya sudah berantakan, kepalanya masih terasa panas. Logikanya tidak sampai untuk menghubungkan kejadian ini.

Bagi Kyuhyun, Suri sama seperti keluarga Lee. Matanya besar dengan senyum yang lepas. Suri pun sering menunjukan aegyonya tanpa sadar. Bagi Kyuhyun Suri nya adalah anak keluarga Lee Chun-Hwa. Saat Kyuhyun berniat menghubungi orangtua Suri, Kyuhyun mendengar derum mesin mobil memasuki rumahnya.

Tak lama terdengar pintu utama di buka dan kembali di tutup perlahan. Langkah kakinya terdengar lelah. 20 menit berlalu dan Kyuhyun tidak mendengar Suri menaiki tangga apa lagi melintasi ruang baca. Kyuhyun beranjak dari kursinya dan menuruni tangga. Gadis itu disana, duduk di meja makan dengan segelas air putih. Tangannya yang terlihat pucat memegangi gelas, wajahnya entah memandang apa, lampu di biarkan tetap gelap, hanya cahaya dari balik jendela yang menerangi Suri saat ini. Bahkan Suri tidak mendengar Kyuhyun datang.

“Kau sudah makan?” Suri terlonjak.

“Sudah. Kau?”

“Sama.” Baru Kyuhyun melangkahkan kakinya, hendak mendekati Suri, namun gadis itu buru-buru berdiri dan menuju kamarnya.

“Aku ingin mandi sebentar.” Ucapnya sambil berlalu.

Suri melepaskan bajunya di jalan menuju kamar mandi, dia berdiri di bawah shower yang menyemburkan air bersuhu 15 derajat. Suri butuh sesuatu yang bisa membekukan kepala dan wajahnya. Tidak ada air mata. Suri membilas untuk kali terakhir dan saat berbalik ingin mengambil handuknya, Kyuhyun bersandar disana. Di dekat lemari handuk, menyodorkan salah satunya pada Suri dan satunya menyampirkan pada kepala gadis itu. Menggosoknya perlahan.

“Kenapa tidak mengatakannya padaku? Kau seharusnya mengatakan itu padaku lebih awal.” Kyuhyun masih mengeringkan rambut Suri saat tangan gadis itu menyentuhnya.

Wajah Suri masih tertutupi handuk, rangannya memegangi pergelangan tangan Kyuhyun erat-erat. “Aku takut jika aku mengatakannya padamu kau akan merubah pandanganmu tentangku. Aku takut jika aku mengatakannya padamu kau akan menjauh. Aku takut kau tidak menerimaku seperti dulu…..” suaranya semakin tenggelam. Untuk kali pertama Kyuhyun melihat gadis itu melemah.

Kyuhyun melepas handuk yang menutupi kepala Suri, dia menempelkan pipinya pada pipi Suri. Merasakan suhu tubuh gadisnya yang terasa dingin. “Aku menikahimu bukan karna keluargamu. Aku menikah denganmu karna aku membutuhkanmu berada di dekatku, aku butuh melihatmu setiap harinya, aku butuh kau…. Bukan keluargamu.” Kyuhyun mengangkat wajah Suri hingga sejajar dengan wajahnya. “Aku mencintaimu karna kau Lee Suri.”

Kyuhyun mendaratkan ciumannya pada bibir Suri. Ciuman yang kasar, terburu dan rakus. Ada kebutuhan yang mendesak bagi mereka. Ada kebutuhan tersendiri yang harus di alirkan. Tangan terampil Kyuhyun meraba kulit basah Suri yang masih beraroma sabun mandi, mendesakkannya di pintu kamar mandi kemudian menggiring tubuh Suri hingga terjatuh telentang di atas ranjangnya. Kyuhyun tidak menunggu 3 detik untuk kembali menerjang Suri. menindihnya.

Bibir Suri lapar, dia menikmati setiap sentakan yang Kyuhyun berikan di kulitnya. Mengusap, menekan, meremas. Ada sesuatu yang mendesak mereka untuk membuktikan. Sesuatu yang jauh lebih penting dari kata-kata.

“Sekarang. Sekarang.” Suri mendengar dirinya saat dia mengatakan hal barusan. Mendesak. Itu artinya sekarang juga. Disini. Dengan cara apapun.

“Tentu sekarang.” Kyuhyun menyatukan tubuhnya dengan tubuh Suri.

Erangan terlontar dari bibir gadis itu, nyaris menjerit. Suri masih heran hingga detik ini mengapa dia masih saja hidup dengan kenikmatan macam ini. Suri menancapkan kuku-kukunya ke punggung Kyuhyun. Kepalanya bergerak liar. Dia benci ketika mendapati mata Kyuhyun yang memperhatikannya intens saat laki-laki itu bergerak diatasnya.

Kepala Suri terasa pusing, oksigen semakin menipis, pandangannya berbayang, kulitnya basah, nafasnya tak karuan dan suaranya serak. Sedikit lagi. Sedikit lagi kebutuhan yang tidak akan pernah cukup itu akan mencapai klimaksnya. Sebentar lagi.

Kyuhyun tahu perubahan sikap Suri, gadis itu melengkung, tubuhnya naik menyentuh tubuh Kyuhyun. “Katakan kau mencintaiku.” Desak Kyuhyun. “Sialan Cho Suri! katakan kau mencintaiku!”

Nafasnya tersengal, Suri tidak yakin apa suaranya masih bisa keluar saat mendapat serangan bertubi-tubi dari Kyuhyun. “Aku mencintaimu… kau, hanya kau. Aku mencintaimu.”

Sesudah itu Suri tidak ingat apa yang terjadi dan apa yang Kyuhyun gumamkan saat bibir laki-laki itu menyentuh lehernya.

***

Perlahan matanya terbuka. Kamarnya gelap dan tidak ada Kyuhyun disampingnya. Suri berguling menghadap bangku yang terletak dekat jendela dan menemukan sosok itu terduduk dengan aroma kopi di cangkirnya yang masih mengepul. Dari siluetnya Suri bisa melihat Kyuhyun hanya memakai celana panjangnya tanpa kaus.

“Aku pikir kau akan tidur sampai pagi?” ucapnya dengan nada yang sedikit berat. Suri yakin saat itu Kyuhyun tersenyum.

“Aku memang berfikir untuk itu.” Suri bangun, mencari jubahnya, memakai dan mengikatnya asal di tubuh kemudian duduk berhadapan dengan Kyuhyun, menyesap kopi dari cangkir yang sama.

Kyuhyun tidak tahan melihat mata gadis itu yang masih sedikit bengkak dan ada lingkar hitam dibawah matanya. Kyuhyun beringsut untuk mendekatkan dirinya pada Suri, ibu jarinya mengusap lingkar hitam di wajah Suri. “Lebih baik?”

“Lumayan jika ada waffle.”  Suri kali ini tersenyum.

“Aku seharusnya bicara padamu. Bukan meninggalkanmu. Sepertinya satu dari sekian banyak kataku menyakitimu.”

“Apa kau berniat meminta maaf?” Suri kali ini menatap wajah Kyuhyun meski dalam gelap. “Kalau ya, aku akan mengambil perekam. Jarang sekali kau merendahkan dirimu dan meminta maaf.” Suri tertawa kecil, begitu juga dengan Kyuhyun.

Kyuhyun melirik jam digital yang dipasang di dinding kamarnya. Baru pukul 12:45 pagi. “Aku rasa kita bisa mendapatkan waffle. Mau?”

“Hah?”

“Kita harus mengisi interior rumah. Jadi apa salahnya sebelum berbelanja kita makan waffle dengan es krim vanilla, cokelat juga strawberry? Kedengarannya itu seleramu, ya kan?”

“Kau tidak boleh melupakan cherrynya, Cho.” Suri beranjak dari kursinya, bersiap untuk mencuci mukanya sebelum memilih baju dan pergi ke mall 24 jam.

“Pasti.”

Karna kendaraan Kyuhyun sudah pasti mudah dikenali, maka mereka memutuskan untuk memakai Audi merah yang Kyuhyun belikan untuk Suri beberapa bulan lalu. “Aku rasa mobil ini cukup berguna untuk mengecoh penggemarmu.” Gumam Suri saat turun dan memasuki pusat perbelanjaan, saat itu jam sudah menunjukan pukul 1.25 pagi.

“Kita cari waffle.” Kyuhyun menyeret Suri menuju restoran wastern yang terdapat di lantai dua. Pagi ini Suri hanya memakai kausnya yang kebesaran berwarna hijau tosca di padukan dengan hotpans berwarna putih yang hilang dibalik kaus hijaunya, kakinya di balut dengan flat shoe berwarna krem, senanda dengan tas yang berisi catatan.  Suri mengikat rambutnya longgar hingga beberapa anak rambut terjutai menghiasi pipinya.

Sedangkan Kyuhyun memakai jaket hitam dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya, bukan Kyuhyun yang mau mengenakan semacam ini, melainkan Suri yang memaksanya memakai topi juga masket, di tambah kacamata hitam. Perlahan, Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan Suri, memundurkan badan gadis itu agar jemari mereka bisa bertautan. Suri tidak menolak, dia menyukai bagaimana tangannya di genggam erat oleh Kyuhyun.

“Yogi… yogi…” Suri menunjuk salah satu restoran western yang menyajikan banyak menu. Sadar atau tidak, Suri menunjukan wajah kekanakannya, matanya terbuka lebar dengan mulut mengerucut juga jari telunjuk yang terangkat.

“Andwae… ada kedai waffle yang enak disekitar sini.” Kyuhyun menarik Suri menjauhi toko itu dan gadis itu hanya menaikan bibir bawahnya kesal. “Nah, itu dia.” Mata Kyuhyun tertuju pada sebuah restoran sedang yang di betuk dari kayu-kayu pucat sebagai pengganti kaca. Tanaman rambat asli melingkari kayu-kayu itu.

“Whoa! Palli! Aku lapar. Aku bisa mati kelaparan!” saat mendengar Suri jengkel Kyuhyun justru tertawa. “Mwo?”

“Logat bahasa Koreamu aneh.”

Suri mencibir, “memang. Aku kan berdarah campuran.” Keduanya tergelak. Meski tidak tahu seperti apa wajah orangtua kandung Suri, tapi keduanya yakin darah campuran itu hanya omong kosong.

Kyuhyun memilih meja yang paling dekat dengan dapur agar tidak terlihat dari luar restoran. Kyuhyun duduk membelakangi pintu masuk dan Suri santai saja duduk tanpa penyamaran, toh yang artis kan Kyuhyun bukan dirinya.

Suri memesan pancake dengan toping es krim vanilla dan cokelat dan buah strawberry di atasnya juga Italian soda raspberry, sedangkan Kyuhyun waffle dengan blok cokelat kecil yang meleleh diatasnya dengan jus jeruk. Keduanya makan seperti orang yang baru saja mengenal sarapan khas amerika itu.

“Cho,” Suri menelan pancake yang masih di mulutnya terlebih dahulu, “bagaimana jika orangtuaku adalah pelacur dan pembunuh. Kau masih tidak mau menceraikanku?”

Kyuhyun menghentikan makannya, mengerutkan kening dan bersandar pada kursi kayu tersebut. “Kenapa bertanya seperti itu?”

“Hanya memberikan opsi terburuk padamu.”

“Aku akan bertemu dengan Jieun nanti.” Kyuhyun memilih untuk mengakhiri percakapan itu dengan sedikit rasa kesal, bukan karna memikirkan jika memang latar belakang Suri benar seperti itu, tapi kesal karna gadis itu harus membahasnya lagi.

Wajah Suri masih berusaha setenang mungkin, Suri memotong lagi pancake, “jadi kau tidak suka jika orangtuaku seperti itu?”

“Dalam suka maupun duka,” Kyuhyun melirik Suri, gadis itu memicingkan matanya dan menatap Kyuhyun dalam-dalam. “Aku sudah berjanji untuk menerimamu dalam suka maupun duka.”

“Oh.” Suri mengangguk kaku, “Oh…” gadis itu menfokuskan pandangannya lagi pada pancake, namun tangannya bergetar, “sialan Cho Kyuhyun! Sialan!”

Suri tahu laki-laki itu tahu apa yang di pikirkannya maka itu Kyuhyun tergelak memegangi perutnya. Suri selalu merasa ingin mencengkram rambutnya ketika Kyuhyun mengucapkan sesuatu yang manis. Masih setengah tertawa melihat ekspresi Suri yang memerah dan tertunduk kaku, Kyuhyun memotong setengah wafflenya dan meletakan pada piring Suri yang hampir kosong. “Coba wafflenya, itu enak.” Kyuhyun memtong-motong waffle tersebut menjadi ukuran bite size, “aku benar-benar menyukai wajah seperti itu, harusnya aku lebih sering mengucapkannya. Iya kan?”

Mata Suri terbelalak. “Coba saja kalau berani.”

 ***

Pukul 2 pagi Kyuhyun baru mulai berjalan mengelilingi tempat yang menjual barang-barang rumah tangga. List yang berada di paling atas adalah sofa. Kyuhyun berjalan tepat dibalik tubuh Suri, memperhatikan bagaimana sisi lain istrinya terekspos tanpa sengaja. Mata cokelatnya bergerak cepat dari satu sofa ke sofa lainnya, mencocokan motif dan texture.

“Itu bagaimana?” jari telunjuk Suri mengarah pada sofa dengan warna merah muda lembut.

“Pink? Kau yakin?”

Suri mengangguk dan berjalan mendekati sofa tersebut, “aku rasa cocok untuk di ruang baca.” Gadis itu duduk dan merasa ada yang salah. “Tidak jadi.”

“Kenapa?”

“Aku kira lembut, ternyata…” wajah Suri tetap datar seperti biasanya.

 ***

“Aku mau yang hijau tua, itu cocok untuk ruang tengah di lantai satu.” Kyuhyun menunjuk sofa di sebelah kananya.

“Tidak… tidak, aku lebih suka cokelat muda. Itu terlihat lebih manis.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Sejak kapan kau memikirkan yang manis dan tidak?” bibir Suri bergetar, berusaha untuk tidak tersenyum. “Hijau tua, lebih masuk akal.”

“Sayang sekali, aku ini tipe orang yang tidak masuk akal, jadi kita beli sofa cokelat muda itu.” Suri menyodorkan kartu kredit dari dompetnya, “dan karna aku yang keras kepala, jadi aku yang bayar.”

Pegawai yang sejak kedatangan Kyuhyun dan Suri terlihat agak kikuk dan takut untuk mengintrupsi perdebatan Kyuhyun juga Suri melenggang ke kasir. Kyuhyun melanjutkan ke area yang memajang bantal-bantal sofa dan perabotan lainnya di sisi utara toko.

Tangan Kyuhyun melingkari bahu Suri, “sejujurnya sih aku lebih suka kau memakai uangku.”

“Ha-ha, omong kosong. Kemarin kau hampir mati melihat berapa banyak uang yang kuhabiskan untuk menyewa Lotte World.”

Kyuhyun tertawa, “ya, itu hanya reaksi wajar. Aku bisa memenuhi tabunganku lagi dalam waktu satu minggu.”

“Coba kau sekaya Roarke atau Blake Cocharan III. Pasti Lotte World sudah ada di genggamanku.”

“Masa? Sepertinya aku melihat folder 2009 dan ternyata itu fotoku dengan rambut hitam panjang yang disisir kebelakang dan nama filenya ‘RoarKyu’? atau aku hanya salah baca?” Kyuhyun menyengir melirik istrinya yang hampir meledak.

“Kau buka laptopku lagi?!” mata keemasan itu terbelalak.

“Sedikit.”

“Oh sialan kau, Cho Kyuhyun!” meskipun sedikit malu Kyuhyun mengetahui hal itu, tapi Suri tetap tersenyum meski ogah-ogahan.

 ***

Merupakan pemandangan langka melihat Suri yang biasanya dingin dan tidak pedulian itu berjalan di antara rak-rak tinggi yang diisi perabotan rumah tangga, warna-warna cerah dan lembut mendominasi, gelas-gelas kristal, mangkuk porselen dan segala macam barang-barang lainnya berjejer rapi. Terkadang Kyuhyun melihat gadisnya mengerutkan kening saat melihat warna dan texture yang tidak seimbang, kadang bibirnya mengerucut saat memilih 2 barang yang sama menariknya, kadang gadis itu hanya menatap tanpa mengatakan apapun. dan diam-diam Kyuhyun mengeluarkan kameranya, memotret semua yang Suri lakukan.

shoping suri

Mereka duduk disebuah bangku kayu yang disusun atas potongan-potongan panjang kayu menunggu kasir memeriksa belanja mereka. Saat itu sudah mendekati pukul 4 pagi dan wajah Suri terlihat masih segar meski raut-raut kesedihan terkadang terlihat di wajah gadis itu.

“Ya, Cho Suri, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun masih menyalakan kamera mode video pada ponselnya.

“Memastikan semuanya lengkap, aku malas berbelanja lagi.” Gadis itu tidak melihat apapun yang Kyuhyun lakukan, tangannya sibuk memasukan lagi kertas catatannya kedalam tas kecil berwarna krem tersebut.

“Mm-hmm.” Kyuhyun mengangguk-angguk. “Coba lihat sini sebentar…”

Suri melirik ke arah Kyuhyun yang berdiri tepat dihadapannya. Gadis itu mendengus setengah tertawa, “mwoya?”

“Lihat sini.”

“Shireo…” Suri mengalihkan pandanganya pada pegawai yang berjalan ke arahnya membawa kartu kredit Kyuhyun, dan untuk menghilangkan gugupnya, tangan Suri refleks memainkan cincin kawinnya dan berusaha menahan senyum.

“Barang-barangnya akan dikirim ke alamat rumah anda besok pagi.” Pegawai itu memberikan kartu kredit Kyuhyun beserta rinciannya. “Terima kasih sudah mengunjungi toko kami, datang lagi lain waktu.” Pegawai itu menundukkan badannya pada Kyuhyun dan Suri.

 ***

Tidak ada waktu lagi, pokoknya pulang dan tidur delapan jam. Pikir Kyuhyun sambil mengemudi menuju rumah mereka di Sam-Am-Dong. Tidak ada kemacetan seperti siang hari, jalanan lenggang dan Kyuhyun memacu kendaraan yang membuat wajah Suri memucat.

“Cho, kalau kau berani memacu kendaraan seperti itu lagi…” Suri menarik nafasnya begitu memasuki garasi rumah, “aku berjanji akan memukul kepalamu dengan tongkat bassball.” Ancaman Suri seharusnya menakutkan, tapi sepertinya ancaman itu hanya terdengar seperti menggelitik bagi Kyuhyun.

“Wah, aku pasti menunggu saat-saat itu.” Kyuhyun tersenyum licik dan mendorong tubuh Suri masuk sebelum gadis itu sempat protes lagi.

“Disini saja,” Suri menunjuk studio seninya yang hanya di penuhi kanvas juga beberapa peralatan fotografi. Suri menarik sebuah sofa hingga membentuknya seperti tempat tidur dadakan. “Disini juga enak dan lebih hangat… aku rasa.”

“Aku tidak keberatan.” Kyuhyun menarik Suri, menyelimuti mereka berdua, tidak ada ganti baju, tidak ada melepas baju, mereka lelah dan tidak masuk akal.

Tangan Kyuhyun melingkari pinggul Suri sedangkan lengannya menjadi bantal tambahan Suri. gadis itu tidur meringkuk di hadapannya, meletakan tangannya di depan dada seperti bayi yang kedinginan. Dan yang paling menyenangkan dari pose tidur mereka adalah saat kaki dingin Suri berada di antara kakinya yang hangat, mereka berbagi kehangatan kaki, hal yang sangat sederhana, namun berhasil memaksa Kyuhyun untuk pulang secepatnya.

“Kalau aku tidak berada dirumah, jangan biasakan tidur disini, studiomu dingin.” Kyuhyun menempelkan bibirnya pada alis Suri.

“Hmm.”

***

Samar-samar Kyuhyun mendengar bel rumahnya, Kyuhyun membuka mata dan mendapati Suri yang masih terpejam dengan posisi yang sama. Pandangannya beralih pada jam dinding bulat yang digantungkan di dinding, masih pukul 8 pagi. Mungkin dari toko. Kyuhyun meraih jaketnya dan berjalan ke arah pintu, saat pintu terbuka mata Kyuhyun yang sebelumnya terasa berat berubah segar dalam hitungan detik.

“Omuni…” Kyuhyun melihat wanita yang biasanya berwajah lembut itu sedikit gugup dan meremas tangannya sendiri.

“Kau dirumah?” tanyanya seolah basa-basi, tapi wajah tersenyum itu terlihat di paksakan. Kyuhyun hanya mengangguk, “apa Suri dirumah juga?”

“Iya, dia masih tidur, Omuni.” Merasa canggung, Kyuhyun menggaruk tengkuknya. “Sebaiknya masuk, Omuni, diluar dingin.” Kyuhyun memiringkan badannya, membiarkan Kyung-Sook masuk.

Kyung-Sook duduk disofa putih gading sederhana diruang baca, secangkir teh asal yang Kyuhyun buat berada diatas meja kaca  dihadapannya.

“Kau kemarin ke Busan?” Kyuhyun kembali mengangguk, “Suri memberitahumu?”

Sepertinya Kyuhyun tahu kenapa Kyung-Sook datang pagi ini. “Ya.” Kyuhyun tersenyum simpul.

“Kyuhyun-ah, maafkan aku karna tidak memberitahumu, aku tahu kau pasti marah, kecewa, tapi… dia putriku, dia sudah kuanggap putriku sendiri. Dia anak yang manis, dia tidak ingat siapa namanya, dia tidak ingat siapa orangtuanya, dia tidak ingat apapun. dia putriku, kau mengerti maksudku kan? Dia putriku.” Tangan Kyung-Sook bergetar di atas pangkuannya, bibirnya ikut gemetar, seakan-akan ingatan itu kembali menyerangnya, rasa bersalah dan sikap seorang ibu yang ingin melindungi anggota keluarganya.

“Aku melihat berita itu saat aku dan Suamiku di Busan. Aku dan Chun-Hwa memutuskan untuk melihat. Dan aku melihat gadis kecil itu berjongkok di pinggir trotoar dengan baju putihnya, rambutnya berantakan dan pelipisnya berdarah. Gadis kecil itu menatap ke arah kerumunan tempat mobil itu terbalik. Tidak ada para medis yang mencoba mengeringkan luka-luka di tubuhnya. Aku mendekatinya, bertanya “siapa namamu?” dia tidak menjawab, hanya menoleh, “apa yang kau lakukan disini?” dia hanya menunjuk ke arah mobil yang terbalik.

“Rasanya aku merasa dicabik, dia masih kecil, belum 3 tahun.” tangan Kyung-Sook mulai bergetar hebat dan Kyuhyun berusaha menangkannya, menggenggam tangan Kyung-Sook. “Aku memeluk dan membawanya menuju klinik terdekat. Dia tidak menangis, dia tidak mengeluh, tatapannya kosong. Dan beberapa bulan lalu aku baru saja kehilangan bayiku, maka aku memutuskan untuk mengangkatnya menjadi anakku-anak kami.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. dia tidak tahu bagian itu, dia tidak tahu bagian seperti itu pernah ada. Karna Kyung-Sook duduk membelakangi pintu, dia tidak tahu bahwa Suri bediri disana, berpegangan erat pada pintu. Kyuhyun hanya tersenyum ke arah Suri, tidak memanggilnya.

“Dia jarang sekali bicara denganku, tapi dengan Ibuku, dia banyak bicara, belajar membaca dan aku meninggalkannya disana, aku menengoknya setiap minggu, aku menginginkan Suri tetap disini, bersamaku, tidak berusaha mencari keluarga kandungnya. Tapi sepertinya Suri tumbuh menjadi putri kecil Chun-Hwa, dia keras kepala dan cerdas. Suri belakangan sadar bahwa kami tidak punya foto masa 0 sampai 3 tahun Suri bersama, hanya foto individualnya.

“Suatu malam dia datang, saat itu Chun-Hwa hampir tertidur, begitupun aku, tapi Suri datang, dia menyelinap dibalik selimut diantara kami berdua. Dia bertanya “aku tahu aku anak kalian, tapi aku ingin tahu siapa yang melahirkanku.” Dia mengatakannya seolah dia sedang meminta dibelikan game terbaru. Suri menemukan potongan Koran tentang kecelakaan orangtuanya dan Suri dimuat di dalam Koran tersebut.

“Aku tidak tahu banyak tentang keluarga kandungnya, kami bukan kerabat. Aku hanya tahu Ibu Suri mempunyai adik perempuan yang masih kecil, dan kami membiayai sekolah adiknya, saat Suri bertanya tentang itu, aku memberi tahu kalau dia punya seorang bibi Byun Jieun yang tinggal di Paris. Maka saat lulus SMP, Suri ribut ingin pindah ke Paris. Aku benci mengakui aku cemburu dengan Jieun karna dia tinggal dengan Suri selama di Paris, tapi aku lebih akan merasa benci pada diriku sendiri kalau aku tidak memberitahukannya pada Suri.” Kyung-Sook menarik nafasnya panjang.

“Jadi itu sebabnya Suri pergi ke Paris? Bukan karna yang lain?”

“Bukan.” Setelah emosinya meredan Kyung-Sook menatap Kyuhyun, laki-laki dihadapannya adalah suami dari putrinya. Dia tidak tahu bagaimana kehidupan putrinya, tapi Kyung-Sook yakin Suri bahagia dengannya. “Bisakah aku meminta kau untuk tidak meninggalkan Suri ku? Bisakah kau tetap menganggapnya seperti dulu? Anak kami, anak kandung kami. Tidak ada yang pernah mencintainya seperti kau mencintainya, tidak ada yang pernah memeluknya seperti kau memeluknya. Kyuhyun-ah… bisakah kau lakukan itu untukku?”

Kyuhyun sekilas menatap Suri yang menatap sendu Ibunya. “Aku bisa melakukannya. Aku sudah berjanji akan melakukannya. Omuni… aku tidak akan mengatakan bahwa aku bukan yang terbaik untuk putrimu, tapi aku…” Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa, dia payah merangkai kata-kata. “Aku akan menjaga putrimu.”

Suri cepat–cepat menghapus kesedihan dimatanya dan melangkah masuk ke ruang baca. “Omma…” Suri memasang wajah seperti orang yang baru saja bangun tidur, suaranya masih serak, tapi lebih kepada serak habis menangis sunyi di belakang sana. Suri duduk di antara Kyuhyun dan Kyung-Sook, memeluk wanita itu, aroma khas lembut dan aroma dapur dari ibunya adalah hal yang paling Suri sukai. Suri menengadah, menatap wajah Kyung-Sook.

“Omma kenapa? Menangis?” Suri memicingkan matanya dan berbalik menatap Kyuhyun garang. “Kau membuat Ibuku menangis?”

Kyuhyun dan Kyung-Sook tertawa kecil. “Omma… katakan padaku apa yang Kyuhyun lakukan? Aku akan menghajarnya!” Suri tahu, Suri mendengar semuanya dan dia sedang berakting agar tidak mempermalukan Ibunya.

“Kau masih mengigau?” Kyuhyun bersandar pada sofa saat bel di rumah mereka berbuyi. Toko. “Bagaimana kalau kalian tidur dikamar? Sepertinya barang-barang kita baru diantar.”

“Ide bagus.” Suri menarik tangan Ibunya menuju tangga yang melingkar dirumah. Kamar mereka berada di lantai 3.

 ***

Kyuhyun hanya meletakan barang-barang yang mereka beli di ruang tengah yang cukup luas. Nanti saja dengan Suri menatanya, dia kan rewel soal perabotan. Kyuhyun menyusul Suri ke kamar dan mendapati gadis itu tidur meringkuk berhadapan dengan Ibunya di atas kasur putih mereka. Berhati-hati Kyuhyun duduk di pinggir ranjang, membelai ujung-ujung rambur Suri. dia benar-benar tidak peduli siapa orangtua Suri sebenarnya.

Dan saat Suri berbalik menghadapnya, Kyuhyun tidak bisa mengelak, dia tetap duduk disana dengan kaku. “Sudah masuk semua barangnya?”

“Ya.”

“Tidak tidur lagi?” Suri menggeleng, dia menarik Kyuhyun untuk tidur disisinya. Ranjang mereka masih cukup besar untuk 3 orang.

“Kau mendengar apa yang Ibumu ucapkan, Cho Suri?”

“Ya. Aku tidak tahu Omma sekecewa itu saat aku pergi ke Paris. Seharusnya aku dirumah saja. Aku punya orangtua dan saudara yang terlalu berharga untuk ditinggalkan.” Kali ini Suri menyetuhkan ujung-ujung jarinya pada kaus Kyuhyun, mengikuti polanya.

“Apa salahnya menengok Bibimu? Aku rasa dia juga bahagia bisa bertemu denganmu?”

“Memang… aku… aku tidak tahu apa yang ingin ku ucapkan, Cho.”

Kyuhyun merasa Suri begitu rapuh, untuk kali pertama mereka bertemu, Kyuhyun merasa gadisnya begitu rapuh. Gadis yang biasanya terlihat keras kepala, gadis yang biasanya selalu menatapnya dingin berubah hanya karna satu situasi. Mata itu berubah lembut, sentuhannya hati-hati. Kyuhyun mendekatkan wajah Suri ke dadanya, memeluk gadis itu ringan dan membenamkan wajahnya di rambut Suri.

“Kau kan memang begitu. Tidak tahu apa yang ingin kau bicarakan. Iya kan?” Suri tertawa kecil.

“Sepertinya itu terdengar seperti aku.” keduanya tertawa pelan. “Cho, bisa ambilkan kotak di laci pertama?”

Kyuhyun berbalik, mengambil satu-satunya kotak yang berada disana. “Ini apa?” Kyuhyun menyerahkan kotak itu ketangan Suri yang terulur.

“Biar kutunjukan kau sesuatu.” Suri menempelkan jarinya pada mata, mencopot selaput tipis dengan warna keemasan yang menutupi bola matanya. Dan saat Suri menatap Kyuhyun, nafasnya seperti di cekik. Itu mata yang berbeda. Benar-benar berbeda. “Aku punya mata yang berbeda.”

“Karna takut ada yang mengejekku, Omma menyembunyikan warna mataku. Mereka menutupinya dengan semacam soft lens hanya saja bisa dipakai untuk tidur dan tidak melukai mata. Jadi saat aku keluar dengan mata seperti ini, itulah mataku, aneh kan?”

Kyuhyun masih terpaku pada bola mata Suri. cantik. Bola mata itu bukan keemasan lagi, melainkan dwiwarna, keemasan terang dengan bagian luar yang berwarna biru pucat. Seperti mata boneka. Kyuhyun menjalankan ibu jarinya pada bagian bawah mata Suri, tempat sebelumnya bayangan gelap itu ada.

“Tidak. Tidak aneh. Aku menyukainya…” Kyuhyun menempelkan bibirnya pada kelopak mata Suri. “Tidurlah, kita baru tidur beberapa jam. Dan sepertinya Ibumu kelelahan karna memikirkan kita semalaman.” Suri terkikik dan kembali merebahkan kepalanya.

“Oh ya, aku hampir lupa. Kenapa dengan konsep SS5? Memang ada adegan apa?”

“Hah?” Kyuhyun menjilat bibirnya, bagaimana aku menjelaskannya? “Begini, kau tahu Club No. 1?” Suri mengangguk, “aku menari disana, sexy dance. Dan… aku yakin kau tidak akan suka mendengarnya.” Kyuhyun meringis.

“Apa dengan dancer wanita?” Kyuhyun mengangguk. “Selama tidak ada pegang-pegang paha telanjang, aku sih tidak masalah.”

Kyuhyun kembali meringis. Saat melihat ekspresi Kyuhyun, Suri seperti dipukul. “Kau benar-benar akan memegang pahanya? Seperti itu?”

“Konsepnya seperti itu, aku harus meloloskan diri dibalik kaki mereka.”

“Ya Tuhan, Cho Kyuhyun! Tidak bisakah kau memilih pekerjaan yang lebih bermoral?” Suri tidak mengantuk, dia segar bugar. “Kau bahkan tidak pernah memegang pahaku.”

Merasa geli, Kyuhyun menyengir dan menjalanjan jari-jarinya di atas paha telanjang Suri. “Jangankan memegang, mengigitpun aku pernah, mungkin saat aku menyentuhnya kau tidak sadar.” Kyuhyun menunjukan senyum yang bisa membuat kepala Suri botak detik itu juga. “Bahkan sekarang aku sedang menyentuhnya.”

“Mesum!” Suri menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pahanya. “Kau harus membayarnya. Kau tahukan aku ini tidak jauh berbeda denganmu yang territorial?” Suri mencengkram kerah kaus Kyuhyun perlahan, sekedar memberi gertakan ringan. “Aku ingin sesuatu yang hebat. Konsol game saja tidak cukup.”

“Ah… itu dia… aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari setelah mendengar keluahanmu tentang pernikahan kita yang romantis tapi kau tidak dilibatkan dalam prosesnya.”

“Dengar, Bung, aku diculik, di dandani paksa, diwajibkan menjawab ‘Ya’ untuk menjaga harga dirimu. aku bisa saja menolaknya saat itu,”

“Ya, kau bisa, tapi kau tidak menolaknya, dan sepertinya itu jawaban paling payah yang kudengar darimu.” Mau tidak mau Suri tertawa mendengar jawaban Kyuhyun.

“Jadi apa sogokan untukku?”

“Aku ingin kita menikah lagi. Saat kau menua tahun ini. Aku ingin mengulanginya sekali lagi, melibatkanmu, memintamu menikah denganku, bertengkar karna gaun pengantin dan lokasi, memilih makanan yang akan disajikan dan… menyampaikan pada orang-orang tertentu bahwa kita akan menikah…”

Yang Kyuhyun juga Suri tidak tahu adalah Kyung-Sook yang bahkan tidak tertidur, dia mendengarkan semua percakapan Kyuhyun dan Suri. dia yakin menyerahkan Suri kepada Kyuhyun lebih cepat bukanlah sesuatu yang salah. Surinya terdengar bahagia saat ini.

Suri masih menahan nafasnya. “Apa kau sedang melamarku? Lagi?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Sepertinya ini lamaran pertamaku secara langsung… Jadi bagaimana? Kau mau menikah sekali lagi denganku?”

“Sekali, dua kali, tiga kali, sepuluh kali, asalkan itu kau, aku mau.”

—TBC—

Aku saranin yang cinta banget sama sastra jgan baca ini yang part FFnya, sungguh, ini FF yang sbelomnya ancur banget-banget-banget hahaha dan galaunya, pas banget acara KyuRi nikah buat yg keduakalinya pas sama masuknya Yesung WaMil. blah~

98 thoughts on “[Death Vanilla] Rún Dom

  1. Oalah bgitu toh, trrnyta suri bukan anak kndung klurga lee ,,, (nganguk2cantik)
    Jdi mrk bakal nikah lgi,,,
    Uke d tunggu undngny.. #eh?

  2. Hah… Akhirnya ada kelanjutannya juga yang Death Vanilla ini😀

    Jadi Suri itu galau gegara dia takut kalo Kyuhyun bakalan memandang Suri berbeda karena dia bukan Anak kandung Eomma Sungmin ya? Aigooo, kasihan Suri masih kecil tapi orang tua kandungnya udah meninggal. Dan, hihii Suri jangan marah dong. Kata si Kyuhyun aja, jangankan menyentuh, menggigit paha Suri pun pernah. Kekeke😀

  3. Complicated ya-___- but happy ending~ yuhuuu…
    Sedih nya itu ya pas dipemakaman & ibu suri ngejelasin panjang lebar sama kyu🙂 and sosweet nya itu ya ampuuun mereka gak malu mesra2an dikasur yg sama dengan yg ibu nya tidurin? Omfg!! Semoga kyu-ri gak main gigit2an :p:) hihii

  4. jam 2 pagi beli perabotan? bner2 niat bngt dua orang ini #gleng kpla2. dan seperti biasa kyuhyun slalu mesum ekekek…
    heh? nikah smpe 10 kali? kya nya bnykan tekor nya deh apalagi si kyupil kan plit nya dunia akhirat ekekek…

  5. Aah speechless!!!

    Ya, Cho suri dirimu mana sadar kalo lagi d grepe2 ^^
    Aah,kirain dirimu ga akan ngbahas ttg SS5 kmaren, beneran deh pengen bnget nyekek c Mr.Cho kmaren, tapi ak terlalu cinta sama dy#curcol,abaikan#

    Lama bngt ga baca ff ini, terharu deh, kirain dirimu sudah ga mau nglanjutin lagi *,*
    Lanjutan ny jangan terlalu lama ya #kedip-kedip#

  6. Senengnya ada update-an ff..
    Gk nyangka kalo suri bukan anak kandung keluarga lee.. Agak syok juga pas baca,, lebih syok reaksi mr.cho pas di pemakaman,, tapi seneng denger kata2 manisnya,,”dalam suka dan duka”
    Aigooo,, sexy dance pegang paha telanjang??
    Pengen tau reaksi suri pas kyu bener2 sexy dance,, masih mempankah sogokannya??
    Hehehehehe..
    Fighting buat ff death vanilla nya🙂

  7. ini tbc kah?
    Kangen death vanilla
    Jleb bgt prsaan suri
    Jdi sedih sndiri bacanyaa
    apalagi pas bagian kyung sook crta soal suri kecil
    Gk aneh klo dia gk rindu sm orgtuan kandungnya
    Pas kclkaan dlu aja sampe lupa diri sndiri
    Untung kyuhyun ttp setia sm suri
    Karna dia lee suri dmn kyuhyun
    Hehhee

  8. Dalam susah dan senang , kyuuuuu😉
    Walau blm umur 3 thn suri udh dingin gitu yaa
    Suri ga ush takut kyu ga akan ninggalin koo
    Aduh itu adegan di kamar hot pisan lah
    Sexy dance di ss5 emg menggemparkan duniaa

  9. di CV part 5 Claddagh, suri nya galau.. Dan di sini, suri nya jg galau.. Ada apakah dgn lee suri.. *ehh

    Aq liat di stat eonni.. Ada 4 ff pending.. Ayolah.. Kpnkah di publish nya???
    Hehe
    Di tunggu selalu lho, eonni
    Semangaatt^^

  10. Itu awalnya aku ngira klo Suri mau bilang sama Kyuhyun klo rumah mereka ada hantunya =.= /otakhoror/ . Kaget bgt pas tau Suri bkn anak kandung keluarga Lee, cuma nama ortunya yg sama , dan juga alasan dibalik Suri kabur(?) ke Paris :O tapi itu orang berdua apa ga malu ngomongin hal ‘absurd’ disebelah eomonim yg lg tidur? –v jiahahaha Kyuhyun ttp yee mesumnya gak ilang :p trus juga sikapnya manis bgt >_< tipe suami idaman /duagh/😛 nextnya segera dong eon, yayaya hehe😀

  11. okey…skg dh tau alasan suri pergi ke paris krn ing bertemu bibi ya…
    ckck… dkt eommonimnya sja bcra dh mesum gtu psti dlm tdur pura2nya lee eomma nahan twa tuch kkk…
    suri terlalu sempt pikirannya menilai seorg kyuhyun dan skg dah tau kan sbrpa cinta nya seorg cho thd lee suri.
    dtgu next storynya …

  12. sequel death vanilla ya..🙂
    kyaa.. eon ditunggu next partnya .. jagan lama” yak.. harus :p *tampang polos

  13. jadi penasaran bola mata suri kaya gimana thor. Kaya matahari pas tenggelam ya,atow kaya gimana. Jangan galau thor,ff ini ok kok. Emang penulisannya agak kacau,tapi feelnya langsung kena thor. Ditunggu next ff thor. Hwaitinggggg

  14. waw. kaget juga kalau suri bukan anak kandung dari lee family.
    tapi untungnya kyu memang cinta sama suri tdk peduli apapun latar belakang suri.
    dan lucunya mereka bisa bermesraan disaat ada eomma nya suri.
    ditunggu cerita lepas mengenai mereka.🙂

  15. Jadi ini semacem nyeritain asal usulnya suri ya? Ahahahahah😄 tetep kereeen :3 ini nanti diceritain ga ya pernikahan keduanya? Lol

  16. Mereka berdua lucu banget sih :’) tapi terlihat aneh sih sebenrnya wkwkwk-_-
    Ya ampuuuun ada ibu mertua juga si kyuhyun emang ya ckckck anak nakal hahaha tapi so sweet sekali hohohoho
    Kyuri couple emang daebak!<3

  17. Suri anak angkat???
    Kyu oppa semrah itu?? ya ampun oppa. ngerti lah,,,, itu pasti berat buat dibagi…
    Eomma nya Suri sampe dateng khusus tuh buat ngejelasin semuanya ke Kyu oppa…
    Dan,,,jeng jeng jeng… aku suka banget scene yg terakhir, pas mereka tidur bertiga sama Ny.Lee itu.. Tak terkecuali sama apa yg mereka bahas, kekekeke~
    _Putry Aprilya_

  18. klu udah ngomongin lee suri always daebak lah.. sesuatu gitu *ala tante cetar*
    suri heboh bgt milih perabotan rumah, aplg nyiapin pernikahannya *mendadak gempa*
    wkwkwk…
    lanjut deh chingu~ya^^

  19. Jadi tau latar belakang keluarganya suri yg sebenernya,,,,
    Jadi penasaran sama pernikahan ke2 mereka,,,, kira2 gimana ya kehebohannya!!!!
    Hehehehe
    Lanjut thor

  20. woah Death Vanilla nya di lanjutin
    kkkkkkk

    astagaaaaaa
    “Jangankan
    memegang, mengigitpun aku pernah, mungkin
    saat aku menyentuhnya kau tidak sadar.”

    ini kata2 paling mantap /duak/ hahahaha

    heey di tggu pernikahan kedua mreka kkkk

  21. Tbc ???? Kirain oneshot ._.
    ceritanya terkesan ringan walau sebenarnya ga bs d bilang ringan juga, disini chap ini konflik yg ditimbulkan masih seputaran masa lalu suri ya,, next chap konfliknya pake org ketiga ya, klo bisa namja, biar lebih nampol konfliknya :p *banyakbacot*

  22. wow wow wow gak nyangka, ternyata masalah itu… aku seneng lo bacanya, emm menurutku ff yang bagus itu adalah ff yang bisa membuat pembacanya terhanyut dan membuat pembaca seakan-akan dia adlah sih pemeran utama-nya *banyak bacot ya aku*, dan ff sukses menurutku dan juga bikin aku nangis dan cekikikan juga, haha. lol

  23. ceritanya menarik..
    ternyata cerita hidup suri menyedihkan.. untung kyuhyun oppa bisa nerima suri apa adanya.. so sweet ^^
    aku tunggu lanjutannya yaa..

  24. so sweet moment Kyu oppa and Suri.. Meskipun ada permasalahan yg terjadi Kyu oppa berusaha mengalah dan mengerti akan keadaan Suri.. Kyu oppa so gentleman

  25. oh trnyt itu yg menggnjl h@ti suri,.. kyu suuuuuupppeerrr m@nis, b@ik,.
    pokokny ff eonie sllu keren!!!

  26. kyaaa~, ini mah terlampau keren.. aku baru pertama kali bc ff yg konsepnya kya gini… sumpah ngena bgt aku bacanya😉
    *fighting😀

  27. Wa… Romantis abis
    aku suka posternya (maksudku pick ff nya) walau gk ngerti sm foto2 tp aku rasa efek warna pd pict nya tuh bagus bgt.
    Aku selalu suka cara kyuhyun menunjukan sisi lembutnya sm suri. Apalagi wktu mereka belanja ditoko 24 jam. Romantissss!!!
    Lanjut ya

  28. “Coba saja kau sekaya roarke pasti lotte world sudah ada di genggamanku” jangankan lotte world setengah dunia beserta planetnya pun milikmu cho suri.. RoarKyu manis sekali suka suka, soalnya suka ngebayangin roake itu kyu. Dan suri kau semakin cantik saja, pantas kyuhyun slalu memotretmu diam diam (y).. Menikah kedua kalinya asik dah repot repot deh suri🙂

  29. kyaaa daebakk abiss dahh ceritanyaa…
    mw dahh js surii yg ngedapetin kasih sayang n cinta kyuu yg bgitui tluss
    sweettt abiss dahh onn critanyaaa

  30. annyeonghaseyo thor.
    ifah imnida.
    maaf thor aku baru bisa ninggalin jejak sekarang,aku dah baca beberapa ff yang menurutku keren banget,dan saat membacanya bisa terbawa dalam suasana ceritanya dan aku suka pemaparan plot nya yang rinci dan kita sebagai pembaca bisa membayangkan suasana nya seperti apa.
    hehe
    gomawo thor…🙂

  31. kak, aku terbawa suasana di sini ckckck
    kakak ngegambarin alur, keadaan itu jelas banget kak, fighting kakak😉

  32. inii sangattlah wow cetar membahanaa keren mamennnnn😄 puahaaa.. gak sabar nunggu edisi(?) kyuri setelah kyu nari sexy dance club no.1 akan seperti apa ya kyuri nanti hihi… suka eon sama part ini kereennn, ya walaupun sebenernya rada” gak ngerti karna aku gak baca dari awal tapi ngecek(?) hihi😀

  33. Hhh biasanya suri cuek jutek nah dipart ini berbanding terbalik, seriap author mendeskripsikan pakaian ato tempatnya yg kyuri pakai mesti selalu berharap ada fotonya,

  34. ahhhhh kasian suri, pengen peluk suri huhuhu
    kyu, kau memang daebak !!! Aku semakin mencintaimu *digantungsuri hahaha
    kaka tulisnya cantik* banget🙂

  35. Woaaaah ternyata suri bukan ade kandung sungmin ?
    Masih banyak yang belum terselesaikan sebenernya. Siapa orang tuanya, kaya gimana mereka.
    Bingung baca death vanilla series dari mana😦

  36. wah ternyata anak angkat
    Trs jd selama nie Suri keseharian’a pake kontaks lens z???bahkan Kyuhyun pn br tau low Suri pake gituan..
    Mau nikah lagi????
    Wah kali nie hrs lebih romantis z…..

  37. Hmm
    gt ya ceritanya
    tp keluarga Lee g ngebeda2in anak2nya kok
    aku nangis pas ibu’a suri ngejelasin semuanya ke kyu
    hiks

  38. Njirr.. Ini kenapa FF ini keren bangett?? Suka bgt sama tokoh2 mereka ber2.. Bahasa yg dipakai juga suka, pokoknya Death Vanilla ini keren bgt! Buat yg lbih banyakk ttg Death Vanilla ini ya thor? Thankk =)))

  39. huhu kenapa sih sweet bgtttt mereka tuhh!!!!! seneng lah kyuhyun kenapa dewasa bgt doh seneng hahaha seneng bgt duh mau bilang apa lagi? wakakak lanjut lanjuttt

  40. reaksinya kyuhyun ckup nykitin buat suri ps suri ngmong yg sbnernya,kta”nya jg bjin akit bgt,tp mreka bsa baikan lg dgn cra mrka sndri…
    ngakak bgt waktu suri nyruh kyuhyun yg lbih brmoral….hahahahah
    keren eonni ffnya
    dtnggu ff slnjutnya

  41. Shock pertama pas baca trnyta suri ga sedarah sama sungmin. Penasaran sama laki laki yg nelpon di makam. Akhirnya mereka ngungkapin ke media klau mereka nikah, pdhal mereka udh nikah. Tapi gpplah. Dripada ga sama sekali, lagian duit kyu kan bnyak jdi mampu buat nikah yg kedua kaliny sama suri

  42. Wahh pantes aku agak bingung pas ke part lily of the valley ternyata aku kelewatan part yang ini.
    Jadi ternyata suri bukan adik sungmin, untung kyuhyun dewasa dikit gak langsung bener bener pake emosi. Part ini mereka romantis banget walaupun ada berantem nya dulu

  43. Kan q bngung..ahh terserahlah.Mw bca dr awal,dr akhir,acak2kan,yg penting aku ninggalin komen bwt author yg hebat n mau meluangkan waktunya bwt kami2..hehe

  44. oalaa ternyata suri bukan anak kandung ibunya sungmin toh
    ga tega sebenernya ngeliat suri disini amu peluk suri rasanya waktu dikuburan ortunya rapuh bnget suriii

    kyuhyun selalu sweet bnget sama suryg bagian terakhir itu loh mesum si kyu ahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s