[Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 1

death vanilla-lily of the valley

Pagi-pagi sekali Suri sudah terjebak dengan 4 orang perempuan yang meributkan gaun, tempat dan juga konsep disebuah meja restoran di bilangan Seorae. Kepalanya mulai berdenyut-denyut liar ketika obrolan semakin memanas dan tidak ada satupun yang memelankan suaranya. Gadis itu memejamkan mata erat-erat dan menggenggam sendok sup di tangannya hingga telapak tangannya terasa perih.

“Kau pasti terlihat cantik jika menggunakan biru langit, aku yakin Kyuhyun pasti setuju.” Gadis yang duduk paling dekat dengannya, Kim Heesun, menunjukan beberapa model gaun dengan detail yang sangat memusingkan mata dari ponsel pintarnya.

“Apapun gaunnya, akan lebih terlihat wah jika kau menggunakan aksesoris yang mengaggumkan, bagaimana aku sarankan blue topaz. Kyuhyun pasti tabungannya cukup untuk membeli semua itu.” Haera duduk di sebelah Heesun langsung menunjukan aksesori dengan taburan blue topaz di katalognya.

“Yak, gaun warna biru muda itu sudah banyak yang pakai. Kalau tembaga bagaimana? Aku rasa cocok untuk kulitmu yang sedikit lebih cokelat dari Kyuhyun.” Yoojin yang duduk tepat di sebelah kanannya memberi saran tambahan. “Atau kalau kau benar-benar ingin yang berbeda, pakai warna merah muda lembut, jarang sekali yang mau memakai itu! Lagi pula Sungmin oppa pasti mendukungmu kalau Kyuhyun menolak.”

“Dan makanannya pastry-pastry cantik yang dihias fondant berwarna cerah, di tumpuk dalam susunan tiga tingkat pengganti kue pengantin. Huh?” Eunah kali ini menanggalkan tabloid yang di bacanya dan ikut menghimpit Suri bersama 3 perempuan lainnya.

Sedangkan Suri sendiri tetap menutup mata dan menggeram tertahan.

“Aku tidak pernah melihat Suri tampil feminim, aku jadi membayangkannya..” Eunah terkikik dan diikuti kikikan lainnya.

“Mungkin harusnya Suri memang menggunakan gaun merah muda, aku suka idemu, Yoojin eonni!” Heesun terlonjak dan mulai mencari tentang gaun berwarna merah muda kemudian menunjukan beberapa contohnya pada Eunah, Haera dan juga Yoojin.

Semua terkikik dan Suri tidak sedikitpun menyetujui usulan mereka, gadis itu tetap menutup matanya dan menggeram kemudian tangannya menampar meja hingga alat makan yang ada diatas meja bergetar.

Kikikan geli berhenti dan semua menatap wajah Suri tanpa berani berkata-kata.

“Dengar…. Ini hanya bujukan sialan Kyuhyun. Aku tidak akan mau terlihat begitu cantik daripada pernikanku yang pertama. Mengerti?” dikte Suri sambil mengedarkan pandangannya pada perempuan-perempuan yang mendundukan wajah ngeri.

“YAK! Babo!” Yoojin melayangkan tagannya ke kepala Suri hingga gadis itu meringis mengusap kepalanya. “Pernikahan tetap saja pernikahan. Mau itu yang pertama, kedua, ketiga, kau harus tampil istimewa.”

“Aku menikah dengan orang yang sama! Untuk apa terlihat lebih cantik? Lagi pula kata cantik itu tidak cocok untukku. Pfft.” Suri menjulurkan lidahnya pada Yoojin refleks. Hingga tiga detik Suri masih mempertahankan wajahnya yang kesal, tapi kemudian Suri menghela nafasnya dan menyerah.

“Sungguh ini gila! Aku selalu membahas ‘kenapa Kyuhyun dulu tidak mengajakku untuk untuk mempersiapkan pernikahannya?’ tapi sekarang…, sungguh, aku ingin bunuh diri!” Suri meletakan kepalanya di meja dan mulai merengek seperti anak kecil yang meminta permennya.

“Aku rasa kau hanya butuh refreshing. Iya kan?” Eunah menyodorkan cangkir kopinya yang bahkan tidak tersentuh sedikitpun. “Bagaimana sedikit bergossip layaknya wanita-wanita yang sedang berkumpul?”

“Kalau begitu kita bicarakan para lelaki sialan itu? Bagaimana?” tentu Haera lah yang paling bersemangat membicarakan pangerannya, Lee Donghae.

For God Sake.” Suri bergumam kecil dan memesan banana split jumbo untuknya sendiri. Selama satu tahun lebih Suri tidak begitu mendengar kabar percintaan Super Junior dan dia memang tidak berniat tahu, tapi karna Suri tidak memiliki siapapun untuk di ajak berbelanja, maka mau tidak mau Suri menghubungi perempuan-perempuan ini.

Ini topik lain yang benar-benar bukan gaya seorang Lee Suri, bergossip tentang laki-laki. Sementara mereka bercerita tentang pernikahan Haera dengan Donghae yang memutuskan untuk mengangkat seorang anak laki-laki, Heesun yang mulai dekat dengan Taemin setelah menjadi model Litmus beberapa waktu yang lalu, Eunah yang belum ada kemajuan dengan Hyukjae dan juga Yoojin yang baru saja berpisah dengan Yoochun kemudian tertarik dengan Changmin.

“Jadi bagaimana denganmu, Nyonya Cho? Ada target untuk mempunyai momongan?” Suri tersedak mendengar ucapan Eunah yang mengatakannya tanpa ada beban sedikitpun.

“Santai saja, Nyonya Cho, anakku lebih tua dari anakmu.” Haera menunjukan putra angkatnya dengan Donghae yang di beri nama Lee Namhae. Sekilas semua anak kecil khususnya balita memang terlihat sama di mata Suri, kecil, polos dan Suri tidak mengerti apa yang mereka pikirkan.

Suri tersenyum kering menanggapi pertanyaan Eunah yang mungkin mewakili pertanyaan dirinya sendiri, kapan aku akan siap memiliki anak? “Aku tidak memikirkan tentang itu, kami belum merencanakannya.”

“Kalian sudah satu tahun menikah tapi belum memikirkan momongan sama sekali? Ya ampun… kalau begitu untuk apa kalian menikah?”

Dan sungguh, ini bukan gaya Suri untuk berbincang dengan perempuan lain membicarakan suami mereka atau ha pribadi lainnya, semakin lama Suri mengelak maka semakin lama pertanyaan itu.

“Dengar… kami sepakat untuk menungguku hingga siap, mengumumkan bahwa kami sudah menikah dan setelah itu merencanakan memiliki momongan. Itu masih jauh di depan, 2 atau 3 tahun lagi.” Ucap Suri setengah bergidik membayangkan dirinya mengasuh seorang manusia dengan kemampuan bicara yang payah dan tidak bisa melakukan apapun.

“Bayi itu lucu sekali, Donghae appa saja selalu pulang untuk melihat Namhae.” Haera kembali menunjukan foto anak laki-laki dengan mata besar setengah tersenyum dan potongan rambut standard anak kecil di Korea.

baby yookeun

“Kau tidak akan siap jika menunggu terus, semakin lama menunda kehamilan semakin sulit mendapatkannya.” Yoojin menyesap jus jeruk di gelasnya dengan santai. “Jangan sampai Kyuhyun oppa memutuskan untuk menikah lagi hanya karna kau tidak siap mengandung.”

“YAK! Kita disini untuk membicarakan konsep pernikahanku! Bukan soal anak!”

***

“Jadi bagaimana persiapannya?” Kyuhyun menghubungi Suri siang harinya untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahan mereka.

“Mereka sibuk sendiri, bergulat dengan imajinasi pernikahan mereka masing-masing, benar-benar percuma.”

Kyuhyun tertawa mendengar aduan Suri, “kau pikir mempersiapkan pernikahan itu mudah?”

“Blablabla… berhenti mengejekku, Cho Kyuhyun!”

“Mau membicarakannya nanti?”

“Ya.. ya.. setelah aku menghajarmu lebih dulu.” Suri memutuskan sambungan telephone dan menghadapkan dirinya pada seorang laki-laki yang sedikit kemayu, namanya Yoon-Jae, umurnya sudah 36 tahun dan seorang Wedding Conceptor yang lumayan terkenal di Korea.

Dia menyodorkan sebuah katalog pernikahan lengkap dengan paketnya, seketika sakit kepala yang sempat menghilang itu timbul lagi, mendesak kepalanya. Semua yang di tawarkan adalah paket pernikahan super mewah. Dia tidak ingin yang mewah, Suri ingin yang sederhana dan menyenangkan. Itulah banyangannya tentang pernikahan. Bukan berpesta memamerkan kue bertumpuk-tumpuk di Gereja ternama yang terdapat di luar negeri, keadaan Kyuhyun tidak memungkinkan laki-laki itu untuk keluar Korea.

“Suri ya, aku sarankan kau ambil paket yang paling mahal, itu sudah lengkap, penata rias, hidangan, dekorasi, bunga dan lain-lainnya. Kau tidak perlu memilih lagi.” Haera masih menemani Suri, karna hanya dialah yang pernah menikah diantara keempat temannya.

“Menikah itu menggabungkan dua orang, kau harus memikirkannya masak-masak, tidak perlu terburu-buru. Kita bisa mengaturnya dan ngomong-ngomong, kau beruntung sekali memilih tanggal 6 Mei. Itu puncak cherry blossom dan puncak musim semi. Calon suamimu pasti ingin kau terkesan akan itu.”

Terserah kau saja. Suri memutar bola matanya tak tertarik dengan semua itu.

“Aku ingin pernikahan yang biasa saja, seperti katamu, 6 Mei adalah puncak musim semi, aku ingin garden party, altar sederhana, bangku-bangku kayu, pagi hari yang sejuk, rumput hijau, gaun ringan, makeup ringan, makanan kecil dan juga wine.”

Yoon-Jae baru kali ini menangani klien dengan konsep sederhana, kebanyakan klien yang datang padanya memutuskan untuk memilih pesta pernikahan yang luar biasa mewah. Namun gadis bernama Lee Suri ini, dengan kemampuan finansial orangtua yang sangat mendukung, lebih memilih pesta sederhana.

“Oke, aku punya beberapa contoh Garden Party di hotel mewah atau di pinggir pantai. Kau bisa melihatnya.”

***

“Apa saat menikah kau menggunakan jasa Yoon-Jae?” Suri duduk disamping Haera yang sibuk mengendarai Avega biru miliknya.

“Ya, dan pesta yang dibuat sungguh meriah. Sayang kau tidak ada.”

Perbedaan antara Haera dan Suri kali ini sangat ketara, Suri ingin sesuatu yang private, sederhana dan atas aturannya. Sesuai yang Suri katakan, sedangkan Haera lebih memilih sesuatu yang tidak terlupakan dan mewah, wajar memang, mengingat kemapuan finasial Donghae yang tidak berbeda jauh dengan Kyuhyun. Haera menghentikan laju mobilnya di tepi jalan dan menurunkan Suri di Kona Beans.

“Gomawo.” Ucapnya sebelum menghilang ke Kona Beans.

Sebelumnya dia sudah berjanji akan bertemu Sungmin dan Sungjin disini, dua hari lagi adalah konser perdana Super Show 5 dan Suri rasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya pada kedua kakak laki-lakinya.

“Waeyo?” Sungmin masih sibuk melayani beberapa pesanan sambil berbincang dengan Suri yang berdiri di balik tubuhnya, Sungjin ikut melayani beberapa pesanan.

“Oppa, ada yang ingin kubicarakan.” Gumamnya pelan, kedua telunjuk Suri menyatu dan bibirnya sedikit mengerucut, perasaan itu buncah, mungkin ini yang Kyuhyun rasakan ketika memberitahu orang lain tentang pernikahan mereka, dan Suri merasa beruntung karna punya kesempatan untuk mengatakannya.

“Sebentar lagi, duduklah dulu atau bantu Sungjin oppa.”

“Aku hanya 5 menit.”

Sungmin membalikan tubuhnya menghadap Suri. “Katakan,”

“Tidak bisa disini.”

“Kenapa?”

Suri hanya berkedip tiga kali dan tersenyum kering, tentu saja itu tidak bisa dikatakan disini. “Soal pangeranmu?” kali ini senyum jahil menghias wajah Sungmin yang terihat lelah.

“Ha-ha, pangeran mana ada yang berjerawat?”

“Baiklah, ayo kebelakang.” Sungmin menjauh dari mesin kasir. “Sungjin-ah, gantikan aku sebentar.” Ucapnya pada Sungjin sebelum pergi ke belakang.

“Andwe… andwe… Sungjin oppa juga ikut.” Tangan kanan Suri memaksa Sungmin masuk ke dapur sedangkan tangan kiri Suri menggandeng tangan Sungjin. Suri membariskan kedua kakaknya di kantor kecil tempat urusan administrasi berlangsung. Tidak ada orang lain selain mereka bertiga.

“Kalau ini tidak penting, aku akan memaksamu bekerja.” Sungmin memilih untuk duduk sementara Sungjin bersandar pada meja cokelat tua dengan apron yang masih terpasang.

“Aku sudah mengatakannya pada Kyuhyun.”

“Mengatakan apa?” mungkin selama ini Sungjin lah yang paling sering mendengarkan keluh kesah Suri, maka dia lah yang paling dulu menyambar perkataan Suri.

“Aku tidak ada hubungan darah dengan kalian atau Omma dan Appa.” Sungmin bangkit, dia berkeliling ruangan untuk menghilangkan kepanikan. Sungmin jelas-jelas menyimpan jauh rahasia itu dari Kyuhyun dan justru Suri sendiri yang mengatakannya.

“Kau itu kenapa sih? Kau mengatakannya pada Kyuhyun? Benar-benar mengatakannya? Lalu apa reaksinya?”

“Marah.” Suri melirik Sungjin yang merangkulnya untuk mendekat, yah memang aku membutuhkannya, tapi itu kemarin, gumamnya dalam hati. “Tapi lebih karna aku tidak mengatakannya sejak awal, bukan karna aku bukan anak kandung–“

“Dengar… dengar…” Sungjin membalikan tubuh Suri hingga benar-benar menghadap wajahnya. “Berhentilah mengatakan kita tidak mempunyai hubungan darah, Suri-ya, aku tetap kakakmu, kau tetap adikku, sampai kapanpun, tidak peduli kau terlahir dari rahim yang sama atau tidak. Oke?”

Suri mengangguk. “Berjanji padaku, pada kami, kau tidak akan mengatakan bahwa kita tidak ada hubungan darah lagi? Aku benci mendengarnya.”

“Aku tidak.”

Sungmin tertawa, selama ini yang lebih sering disorot adalah kedekatan Sungmin dan Suri atau Sungmin dan Sungjin, tapi jarang ada yang tahu bahwa Suri dan Sungjin sama dekatnya dengan Sungmin. “Mwoya? Aku ini yang tertua, dan justru aku yang khawatir berlebihan?” Sungmin masih setengah tertawa sebelum berjalan mendekati mereka. Sungmin merangkul keduanya dan sedetik kemudian mendekap kedua adiknya yang ternyata mempunyai tinggi yang sama.

Sesaat Suri terhanyut dan merasa lega karna bisa menceritakan bahwa dia dan Kyuhyun semalam bertengkar untuk kali pertama setelah 1 tahun pernikahan dan ini bukan rekayasa seperti kasusnya dengan Min-Jun. Tapi Suri cukup ingat dengan tujuan utamanya kemari.

“Oh ya, aku kesini bukan untuk mengatakan itu, Oppa.”

“Lalu?”

“Aku akan menikah.”

“Hah? Menikah? Kau kan sudah menikah?”

“Iya, lagi maksudku.”

“Dengan?” Sungjin menjauhkan dirinya, matanya meneliti Suri, memangnya ada laki-laki lain yang mau dengan perempuan dingin seperti dia?

“Cho Kyuhyun tentu saja.”

“Astagaaaa…” suara itu lebih terdengar seperti paduan suara, kompak dan merdu.

***

Karna saat Suri sampai rumah masih pukul 9 malam dan Kyuhyun belum juga pulang meski Suri sudah berlama-lama di kamar mandi, Suri memilih untuk merenggangkan dirinya diatas kasur, berguling dengan selimut dan pendingin udara, rambut yang masih lembab, kaus over size selutut, tanpa alas kaki dan rasanya nyaman sekali.

Matanya memandang langit-langit kemudian beralih pada pemandangan kota Seoul yang indah, mungkin jika jendela di buka akan terdengar suara angin musim semi yang bersentuhan dengan ilalang. Kyuhyun tahu betul memilih tempat yang Suri inginkan. Baginya, Kyuhyun adalah otak cadangan Suri, yang Suri lupa, Kyuhyun akan mengingatnya. Yang Suri inginkan, Kyuhyun akan membuatkannya. Yang Suri tidak ketahui, Kyuhyun akan memberitahunya. Sesuatu yang kecil namun berdampak besar baginya, bagi mereka.

Suri melirik jam digital yang dipasang di dinding kamar mereka, masih pukul 9.45, itu artinya Suri punya waktu sendiri selama 1 jam 15 menit lagi. Waktu yang bisa dipergunakan Suri tanpa harus mengatakannya pada Kyuhyun.

Oke, kita mulai. Suri bangkit dari kasurnya, mengeluarkan Macbook berwarna metalik dengan banyak coretan warna-warni di body Macbook tersebut yang Suri gambar menggunakan spidol permanen. Dan setelah membuka jendela, gadis itu melipat kakinya di atas kursi santai yang terbuat dari rotan putih dengan bentuk oval terpotong di bagian depan. Rumah mereka terpasang wifi hingga Suri langsung berselancar kedunia maya setelah Macbooknya menyala.

Ini adalah hal tergila yang pernah Suri lakukan. Dia mencari info tentang laki-laki yang tidur seranjang dengannya hampir setiap malam selama satu tahun belakangan ini. Kau tahu seberapa membuang-buang waktunya ini? Sungguh, Suri menyebut kebiasaannya menjadi stalker Kyuhyun meski mereka sudah menikah adalah hobi yang rela dilakukannya tanpa harus dibayar sepeserpun. Tapi yah, namanya juga Cho Suri, dia selalu mengatakan “I’am not stalker, I’am just curious.”

Dan saat Suri membuka akun tumblr yang tidak pernah di publikasikan pada siapapun, foto-foto itu mulai membanjiri dashbor. Suri membuka tab baru, menuju portal berita online dan benar saja, beritanya ada disana.

“Kyuhyun mencium Kim SoHyun, Kyuhyun mencium fans, Kyuhyun awkward dengan Seohyun, Kyuhyun blah, Kyuhyun blah…” Suri menscroll lagi dengan mata yang terfokus. “Kenapa tidak ada berita Kyuhyun dan Lee Suri menikah, atau berkencan? Mereka pewarta yang payah!”

Dan seketika ide jahil itu muncul dibenaknya, dengan senyum jahil yang Kyuhyun ajarkan padanya, Suri mendownload semua foto-foto tersebut dengan sabar kemudian masuk kedalam aplikasi Photoshop. Sembari mengedit, dia tetap tertawa-tawa jahil, merasa beruntung hobinya edit mengedit ternyata bisa melegakan sedikit kepanasan yang terlanjur memantik di dirinya.

***

Pukul 11 lewat 5 menit Kyuhyun baru masuk rumahnya, sayup terdengar dari lantai satu alunan lagu Vagabond dari band Rock ‘n’ Roll lawas Wolfmother dan juga suara Suri yang berkaraoke asal dari lantai tiga. Memang suara Suri tidak sebagus suaranya, tapi bagi Kyuhyun serusak apapun suara Suri, di telinganya tetap terdengar seksi. Melengking, lembut dan sedikit serak di akhir, kadang berteriak.

Gadis itu sedang menghibur dirinya sendiri dan dia terdengar senang. Senang bukan main. Langkah Kyuhyun semakin di percepat, dia ingin mendengar apa yang membuat gadis itu segembira hari ini, padahal siangnya baru saja Suri mengancam Kyuhyun untuk menghajarnya.

Kyuhyun membuka pintu kamar tidur mereka, tempat suara itu berasal dan Suri sedang berdiri di bagian dinding yang sengaja di kosongkan. Di kamar mereka tidak ada foto berfigura besar dan di pasang beraturan di sepanjang dinding, yang ada hanya hasil jepretan asal dari kamera handphone atau Polaroid. Tapi itulah seninya hidup, tidak perlu teratur dan terlihat elegan, jalani seperti apa yang kau inginkan.

“Hai…” sapa Suri tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah foto yang sedang dipasangnya. “Sudah pulang? Kau makan lagi atau tidak?”

“Kalau kau belum makan malam, aku ingin makan lagi.”

“Hmm… kalau begitu 10 menit lagi, aku sedang serius.” Gadis itu tetap tidak menoleh.

Penasaran, Kyuhyun beranjak maju dan mengintip dari balik tubuh Suri, melihat apa yang gadis itu tempelkan dan seketika tawa Kyuhyun pecah. “Ige mwoya?” tanyanya setengat tertawa.

“Foto.”

“Aku cukup pintar untuk mengetahui itu foto,”

“Lalu kenapa bertanya?”

“Karna aku tidak pernah melakukannya denganmu.” Tawa Kyuhyun semakin pecah saat melihat dua foto lainnya yang belum di tempelkan tergeletak di atas lantai kayu.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “Kyuhyun berciuman, Kyuhyun mencium, Kyuhyun awkward, Kyuhyun dekat dengan, Kyuhyun blah, Kyuhyun blah….” Ucap Suri setengah tidak peduli dengan keberadaan Kyuhyun. “Aku juga ingin punya foto seperti itu denganmu.” Sejujurnya Suri sendiri merasa gila karna melihat apa yang dilakukannya saat ini, dia susah payah menahan tawanya.

Yang mereka bicarakan adalah foto berciuman Kyuhyun yang wajah Kim SoHyun nya di ganti dengan wajah Suri kemudian di print dan di beri caption ‘Kyuhyun berciuman’ menggelikan.

“Kami tidak benar-benar berciuman, ada ibu jari yang menahan bibirku.”

“Tapi tidak dengan forehead kissnya, kan?”

“Iya, tapi itu hanya dahi.”

Beginilah sifat jelek laki-laki territorial. “Apa kau akan menerima penjelasanku jika ada seorang laki-laki mencium dahiku dan aku hanya mengatakan ‘itu hanya dahi’? kau akan menerimanya?”

“Tidak, tapi ini disebut profesionalitas.”

“Ya, anggap saja aku sedang bekerja.”

“Itu kenapa aku bersyukur kau bukan artis.” Kyuhyun mendekat, menyusurkan jari telunjuknya pada pipi Suri. “Kau tidak perlu merasa bersalah dengan tuntutan pekerjaanmu, mencari alasan yang tepat agar tidak menyakitiku dan mengatakan tidak pada tawaran yang menggiurkan.”

Suri merasa ada yang salah dengan perutnya, seketika perutnya bergulug dengan perasaan hangat yang menjalar keseluruh tubuh Suri, jeri telunjuk Kyuhyun mengirimkan aliran listrik ribuan volt yang melumpuhkan syaraf-syaraf Suri detik itu juga, suara berat dan terdengar bersalah itu membuat keinginnya untuk mengejek Kyuhyun hilang sudah.

Susah payah Suri mengeluarkan suaranya, “tunjukan padaku bagaimana trikmu berciuman di drama musical sialanmu itu.”

Kyuhyun tertawa sesaat sebelum mendekatkan wajahnya pada wajah Suri. “Seperti ini.” Kyuhyun menyentuhkan bibirnya pada bibir Suri, melumat hingga nyaris mengangkat tubuh Suri dari pijakan, kemudian melepasnya.

“Hey… hey… kau bilang tidak menyentuh bibir?”

“Itu jika di panggung dan dengan orang lain, tapi sepertinya Istriku berhak mendapat lebih.” Suri tertawa sebelum akhirnya Kyuhyun melumat lagi bibirnya, melingkarkan tangannya di pinggul Suri dan gadis itu merangkul tubuh Kyuhyun posesif.

kyuri mini frame

[Click Here For Full Photo]

***

Baru pada pukul 12 lewat 12 menit Suri dan Kyuhyun naik ke ranjang mereka, bergumul di bawah selimut dengan alunan lagu The Beatles. Kaki mereka bertaut dan memandai sticker gid berbentuk benda angkasa yang di tempel memenuhi langit-langit kamar mereka menyala dengan warna hijau terang. Sesaat Kyuhyun merasa bahwa dirinya menikah dengan seorang gadis berumur 17 tahun yang jarang tersenyum dan jarang bicara.

Kaki Suri seperti biasa terasa lebih dingin dibandingkan dengan kakinya, kepala gadis itu lebih suka menjadikan lengan Kyuhyun sebagai bantalnya ketimbang bantal sungguhan yang jauh lebih nyaman. Karna bagi Suri, lullaby yang paling menyenangkan adalah irama detak jantung Kyuhyun dan deru nafasnya.

“Sudah tahu mau seperti apa konsepnya?”

“Belum, tapi berhubung kita sedang mendengarkan blues, bagaimana kalau kita usung blues?”

Kyuhyun mendelik, bukankah kebanyakan perempuan ingin yang manis? Blues itu terlalu tua, berantakan dan memang harus di akui, blues adalah Cho Suri. “Kau yakin?”

Suri mengangguk. “Untuk upacaranya, aku memilih dress sederhada selutut. Semua yang ringan, dan setelah upacara, aku akan berdandan seperti Janis Joplin. Rambut keriting berantakan, kacamata bulat, headbang berwarna cerah, tank top dan rok selutut dengan banyak jumbai-jumbai kain bermotif, kalung dari batu-batuan tua begitupun gelangnya, flat shoe. Wah pasti menyenangkan…” Suri bergerak-gerak semangat.

“Itu yang kau inginkan?”

“Ya.”

“Kalau begitu ayo kita rencakan, buat undangan dengan aturan dilarang memakai barang mewah dan terlihat rapi, bagaimana?”

“Ah… aku setuju!”

***

Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah meninggalkan rumah untuk persiapan konsernya, bahkan malam sebelumnya Kyuhyun pulang hampir menyentuh pukul 2 dan berangkat lagi pukul 6 pagi. Sebagian dirinya merasa dia tidak tega melihat Kyuhyun yang bahkan belum tidur tiga jam harus membiarkannya menyetir sendiri. Tapi apa daya? Kemampuan mengemudi Suri lebih payah dari kemampuan mengemudi Kyuhyun, di tambah masih pagi.

“Kyuhyun sudah berangkat?” tanya Kim ahjumma yang masih sibuk menyiapkan sarapan di dapur mereka. Suri hanya mengangguk. “Kasihan dia, aku dengar Super Junior tidak mendapat libur dari tahun kemarin.” Suri lagi-lagi mengangguk. “Kau tidak kasihan dengannya?”

Kim ahjumma sudah seperti ibu keempat baginya setelah Kyung-Sook, ibu kandungnya dan ibu Kyuhyun.

“Molla… aku bisa apa? Dia mencintai pekerjaanya.”

“Dia lebih mencintaimu, Suri-ya.” Perkataan Kim ahjumma barusan membuat Suri meringis. “Bawakan sarapan untuknya, pasti Kyuhyun akan semangat lagi.”

“Hmm… aku juga berfikir seperti itu.”

***

Tentu saja keluarga di perbolehkan masuk, tidak banyak yang tahu bahwa Suri dan Kyuhyun telah menikah, mereka hanya menganggap Kyuhyun dengan Suri hanya berpacaran. Saat Suri masuk ke backstage, Kyuhyun dan yang lainnya masih melakukan gladi resik terakhir. Gerakannya masih malas-malasan tapi keringat sudah membanjiri kaus hitam yang Kyuhyun pakai. Mungkin ini gladi resik kesekian kalinya.

Sebagian dirinya merasa tercabut nyawanya saat melihat Kyuhyun berbalik dan tersenyum padanya, senyum kecil yang menggambarkan kelegaan. Lalu bibir itu bergerak, memberitahukan bahwa Suri harus menunggu sebentar lagi. Suri hanya mengangguk. Dan setelah 11 menit menunggu, Kyuhyun menghampirinya dengan tissue yang menempel di dahi.

“Kau datang lebih awal?”

Suri mengangguk, ada sedikit rasa iba disana saat melihat wajah pucat Kyuhyun yang berkeringat. “Aku membawa ini, mungkin tidak seenak makanan yang fansmu kirimkan, tapi aku membuatnya sendiri.”

Kyuhyun bisa membaca apa yang Suri pikirkan dari bola mata gadisnya yang dwiwarna. “Aku baik-baik saja, aku menyukai pekerjaanku. Berhentilah menatapku dengan matamu yang sendu, itu membuatku ingin naik rollercoster.” Suri menyengir.

Mereka berjalan perlahan menyusuri koridor yang berada di belakang backstage menuju ruang ganti. Disana sudah ada Hendry dan Siwon yang sibuk berbaring, sedangkan member lain masih melakukan latihan lagi.

Dan tepat saat Kyuhyun mulai mengisi perutnya dengan makan siang yang terlambat itu, seorang perempuan dengan rambut berwarna keemasan lurus, mata yang lebih sipit dengan eyeliner pekat, bibir merah menggoda, tubuh yang padat dan tinggi itu masuk, mengajak Kyuhyun untuk latihan beberapa part.

“Sebentar lagi, aku sedang makan siang. Oh ya, kenalkan, ini istriku, Cho Suri.” ucap Kyuhyun dengan bangga dan senyuman yang mengembang.

Baru kali ini dia di perkenalkan pada staff SM sebagai istri Kyuhyun. Biasanya adalah adik Sungmin atau kekasih Kyuhyun. Wajah wanita itu memucat, berkedip tiga kali sebelum akhirnya menyapa Suri dengan senyuman paksa.

“Dia?” tanya Suri setelah perempuan itu keluar. Kyuhyun hanya mengangguk. “Kakinya terlihat meyakinkan. Tipemu.”

Kyuhyun tidak tersedak sama sekali saat mendengar kecemburuan datar yang Suri ucapkan, justru yang tersedak adalah Siwon dan Hendry yang berpura-pura tidak mendengar.

“Mungkin ya, tapi aku lebih menyukai kakimu.”

Suri memicingkan matanya. “Kenapa?”

“Karna kaki itu millikmu dan hanya aku yang pernah menyentuhnya.” Kyuhyun menenggak air mineral dan mengecup kelopak mata Suri sebelum berdiri. “Aku latihan sebentar, kau mau ikut? Atau kau berniat untuk menggantikannya? Aku tidak keberatan.”

“Cium bokongku.”

Mata Kyuhyun melirik dua orang yang memejamkan matanya tepat di belakang mereka. “Mengingat ada dua orang yang akan ikut menikmati pemandangan indah bokongmu saat aku mengigitnya, aku putuskan untuk melakukannya di rumah.” Bibir itu melengkung licik.

“YAK!”

***

Kyuhyun buru-buru menghampiri Suri yang masih berdiri santai di balik pintu penghubung backstage dan ruang makeup. Tangannya terlipat di depan dada sedangkan kebanyakan anggota keluarga member yang lain sudah menempati tempat duduknya masing-masing.

“Hai..” sapa Suri santai tanpa mengeluarkan ekspresinya.

“Apa yang kau lakukan disini? Cepat ke tempatmu, jika tidak berangkat sekarang kau akan terlambat melihat pembukaannya. Akan kupanggilkan staff untuk mengantarmu.” Kyuhyun mencari-cari seorang staff SM untuk mengantar Suri sebelum tangan gadis itu merangkul lengan Kyuhyun ringan.

“Kau tampan sekali, Cho.” suara Suri nyaris tertelan suara kegaduhan dari tempat konser, namun Kyuhyun masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Pandangan Kyuhyun terfokus pada wajah gadis itu. Perlahan Suri mendekatkan tubuhnya pada tubuh Kyuhyun, tempat mereka jauh dari tempat staff yang hilir mudik menyiapkan peralatan.

“Huh?”

“Kau tampan, tapi akan lebih tampan jika tidak memegang paha perempuan itu, apa lagi meloloskan diri dari kakinya.” Seketika senyum licik itu menghias wajah Suri.

“Oh, ya, tampan bokongku.” Kyuhyun selalu menyukai bagaimana Suri mengucapkan umpatannya tentang bokong, dan ternyata, mengucapnya lebih menyenangkan.

“Bokongmu juga tampan.” Suri memamerkan deretan giginya.

Sesaat Kyuhyun menggeram kemudian menekan tangannya ke tangan Suri. “Oke, katakan apa maumu sekarang? Aku harus ada di tempat 5 menit lagi.”

“Simple saja, cari dimana aku duduk dan pandang aku selama mungkin. Bagaimana? Bisa melakukannya, Kapten Cho?”

Mata Kyuhyun melirik pergelangan tangan Suri tempat melingkarnya sector yang Suri tempati, namun gerakan Suri kali ini lebih cepat. Dia menyembunyikan tangannya dan menyeringai.

“Oke, aku akan mencarimu.”

Setelah itu Kyuhyun pergi untuk mencari staff SM dan memintanya mengantarkan Suri sebelum konser dimulai.

Gadis itu duduk di sektor sebelah kanan bagian bangku kedua dari depan. Suri duduk di apit Sungjin dan sepupu jauhnya. “Kemana saja? Sebentar lagi dimulai.” Bahkan Suri belum duduk saat Sungjin bertanya cepat.

“Ada pekerjaan menyenangkan sebentar, Oppa.” Suri menyengir senang dan memakai topi hitam yang sering Kyuhyun pakai untuk menutupi wajahnya.

***

“Hyung-ah,” Kyuhyun memanggil Zhoumi yang berdiri di sisi panggung sebeah kanan. “Jika kau melihat Suri, beritahu aku, oke?” ini adalah permintaan yang sama yang di lontarkan Kyuhyun pada Hyungnya yang lain.

Saat pertama kali masuk panggung yang begitu megah, menghadapi ribuan orang yang mendukungnya selama ini, perasaan Kyuhyun buncah dengan rasa gugup, bahagia, terharu dan berbagai macamnya. Ribuan orang yang ada disini adalah bagian dari keluarganya. Meski sudah menggelar 5 kali konser tunggal, bagi Kyuhyun, Super Show 5 tetap membuatnya gugup.

Senyum di bibirnya tetap merekah sedangkan matanya sibuk mengelilingi semua sektor dengan seksama, memperhatikan perempuan yang sekiranya mirip dengan istrinya. Rambut cokelat bergelombang Suri hari ini di buat lurus dan itu membuat Kyuhyun sedikit bingung dengan penampilan istrinya.

Seperti apapun Suri menyamar dan sebanyak apapun orang yang memenuhi arena konser, bagi Kyuhyun mudah saja mengenali mana gadisnya. Kyuhyun menemukan Suri dalam waktu 10 menit, Kyuhyun melambai pada gadis yang memakai topi hitam, kaus abu-abu dan memegang tiga lightstick di sektor kanan tepat di sebelah Sungjin yang juga memakai topi.

Maka sesuai perjanjian, Kyuhyun selalu memperhatikan Suri, melirik gadis itu dengan garis bibirnya yang lebar dan Suri hanya bisa mengenggam tiga lightsticknya kuat-kuat.

“Ya Tuhan… Ya Tuhan…” gumam Suri semakin mengencangkan pegangannya pada lightstick saat melihat Kyuhyun tersenyum padanya meski sesekali. “Oppa, pukul kepalaku…”

Dan dengan senang hati Sungjin memukul kepala Suri, namun gadis itu tetap tidak berkomentar atau balas memukulnya seperti biasa, dia hanya mengusap kemudian kembali meletakan tangannya di atas lutut serius.

“Appo?” Suri menggeleng tanpa menoleh ke wajah Sungjin yang terheran. “Kalau begitu aku rasa Kyuhyun harus lebih sering bernyanyi di depanmu.”

“Aku akan membalasnya setelah ini selesai, Oppa.” gumam Suri pelan membuat Sungjin meringis membayangkan pukulan Suri di kepalanya.

Meskipun laki-laki yang di atas panggung itu adalah suaminya, entah kenapa, Suri merasa perutnya bergejolak dan kelenjar keringatnya bekerja dengan sangat baik hingga semua telapak tangannya terasa basah dan dingin. Tulangnya meleleh dan mulut Suri tak henti-hentinya mengucapkan ‘omo… omo…’ dengan mulut terbuka. Suri tidak perlu mengkhawatirkan image dinginnya karna Kyuhyun tidak bisa mendengar apa yang ia gumamkan.

Saat VCR mati, lampu stage benar-benar padam dan hanya ada empat lampu yang terfokus pada 4 orang dan salah satunya adalah Kyuhyun, gemuruh itu semakin membuncah saat lampu-lampu lain mulai menyala dan hanya terfokus pada keempat laki-laki di atas panggung. Meski begitu, mata Suri tidak pernah lepas dari wajah Kyuhyun. Laki-laki itu menggunakan setelah gelap dan tatanan rambutnya yang berantakan membuat Suri semakin meremas tangannya gugup, mata Kyuhyun berubah sayu dan teduh, wajahnya memandang Suri beberapa saat sebelum mengedarkan pandangannya ke sekitar.

Entah bagaimana caranya Kyuhyun selalu terlihat memukau di atas panggung dalam balutan busana apapun. Dan saat instrumen mulai mengalun, Suri menegakan badannya, tak bisa bergerak, padahal Kyuhyun belum membuka mulutnya sama sekali. Perlahan Suri mendapat sinyal bahwa Kyuhyun akan segera menyanyi.

Detik itu juga Suri merasa heran dengan dirinya sendiri yang masih hidup setelah satu tahun menikah dengan laki-laki yang mempunyai suara yang bahkan lebih indah dari malaikat. Suri tuli dengan suara orang lain, bahkan dia tidak sadar saat beberapa ELF memotretnya dengan mulut terbuka dan mata yang terbelalak.

Semuanya tertuju pada Kyuhyun detik itu, hanya untuk Kyuhyun dan Suri yakin, jika Kyuhyun memergoki wajahnya yang seperti sekarang, pasti wajah itu akan menjadi bahan ledekan selama satu bulan penuh atau bahkan sampai tour Super Show 5.

Bahkan hingga panggung kembali gelap, Suri masih mempertahankan wajah itu tidak peduli. Beberapa kali Kyuhyun melihat ke arahnya, memberikan tatapan luar biasa tampan dan jujur saja, Suri hanya melihat mata itu, tatapan itu ketika mereka bercinta dan itu membuat tubuh Suri seketika seperti sebatang cokelat yang baru keluar dari oven panas.

I’am dying.”

***

Kyuhyun puas, bahkan sangat puas saat melihat wajah Suri tidak bisa mengatakan apapun, sikap dingin yang selama ini di pertahankannya kuat-kuat luntur sudah, hanya karna beberapa menit belakangan.

“Kyuhyun-ah, bersiap di posisimu sekarang.” Ucap salah seorang staff padanya, dan inilah yang sangat Kyuhyun antisipasi. Club No. 1.

Kyuhyun mengambil ponselnya dan mengirimi pesan singkat untuk Suri. “Kau sudah siapkan es untuk kepalamu? Kkkk.”

***

VCR muncul dan memperlihatkan bagaimana canggungnya Kyuhyun saat berhadapan dengan dancer yang berlatih dengannya. Beberapa orang tertawa dan Suri bisa melihat penolakan besar-besaran di mata Kyuhyun saat harus menyentuh dancer itu.

“Kau akan membunuhnya?” Sungjin tersenyum meledek Suri yang berdecak kesal beberapa kali.

“Kalau aku membunuhnya tidak akan ada yang membelikanku game lagi.” Dan dari sekian banyak kalimat Suri selama hari ini, ini adalah satu-satunya kalimat yang sangat Lee Suri.

Kyuhyun muncul dengan setelan hitam dan memakai blazer merah marun. Kyuhyun tidak melihatnya sama sekali, dia fokus pada setiap langkah yang dibuatnya, telinganya hanya mendengarkan musik tanpa mempedulikan teriakan fans. Saat Kyuhyun berlutut di bawah kaki dancer pertama, Suri menahan nafasnya, dia benar-benar melihat bagaimana Kyuhyun menyentuh paha telanjang dancer itu.

“Sialan! Yang lain kan memakai stocking! Tapi yang itu kenapa tidak memakainya?!!” ucap Suri setengah emosi. “Aku akan benar-benar menendang bokongnya, sungguh. Oppa, ingatkan aku untuk menendang bokong Kyuhyun.”

“Pasti.” Sungjin melipat tangannya di depan dada dan tersenyum, dia tidak pernah tahu bagaimana perasaan adiknya pada Kyuhyun sedikitpun, Suri selalu menutup jauh-jauh urusan rumah tangganya bahkan pada kedua kakaknya.

Suri lagi-lagi tidak bisa mengatupkan mulutnya, matanya terbuka lebar dan topi yang Suri pakai di lepasnya begitu saja. Nafasnya tercekat dan perutnya tergelitik saat melihat laki-laki yang selalu terlihat sangat sempurna di depan televisi itu menggunakan setelan biru berbulu pada leher dan heels. Siwon. Suri masih tidak percaya pada pengelihatannya bahwa itu adalah Siwon.

Lampu panggung kembali menggelap, kemudian saat lampu berpindah pada sektor berbeda, Suri masih mengangga, kali ini Ryeowook menggunakan pakaian serba putih dan pita melekat pada kepalanya. Lampu kembali mati, berpindah stage dan mengumandangkan lagu berbeda. Kali ini Kangin yang memakai sweater merah muda menyala dengan rambut blonde. Dan kali ini, saat lagu berganti menjadi irama ceria dan sedikit nakal, Suri benar-benar tertawa, tawanya pecah saat melihat Sungmin lah yang berdiri di atas stage menggunakan dress animal print, berambut panjang, eyeliner tebal dan lipstick merah.

“Ige jinjja mwoya?” Suri semakin memegangi perutnya yang keram karna kali ini mereka berempat berkolaborasi dengan lagi Sistar. Meskipun Suri tidak tahu lagu itu, dia tetap menikmati penampilan malam itu. “Mereka benar-benar gila? Aku harap Kyuhyun yang memakai baju HyunA.”

“Memang kau mau berbagi pemandangan tubuh Kyuhyun? Bukankah perempuan biasanya marah kalau tubuh suaminya di pamerkan?”

Suri meringis. Dia memang tidak berniat untuk membagi pemandangan itu pada orang lain. “Ya, tapi tetap saja, mereka hanya bisa melihat dan berfantasi. Kalau aku kan tidak perlu berfantasi lagi.” Sesaat Suri tertawa mendengar jawabannya, kemudian terdiam dan membodohi dirinya karna wajah Sungjin berubah begitu saja menjadi memerah dan tertawa.

Konser di tutup dengan membungkuk ke seluruh penjuru dengan bergandengan tangan dan Suri sudah menghilang dari bangkunya saat itu terjadi. Dia sudah berjalan menuju backstage dengan santainya.

Suri tetap berdiri di belakang, melihat Kyuhyun yang sibuk membungkuk pada staff dan yang lainnya, hingga benar-benar sendiri, Suri baru berjalan menuju Kyuhyun, melipat tangannya di depan dada dan menumpukan berat badannya pada satu kaki.

“Bagaimana?” Kyuhyun menoleh dan menyeka lagi keringatnya.

“Apanya?”

“Dancenya?”

“Biasa saja, aku bisa lebih baik melakukannya.”

Kyuhyun hanya menyengir. “Ya… memang kelihatannya seperti itu.”

“Suri ya, ayo ikut kami makan dulu sebentar? Bagaimana? Tidak buruk bukan?” SooMan, orang yang paling menentang pernikahan Kyuhyun dan Suri muncul dan mengajak Suri untuk ikut ke perayaan mereka? Suri mendelik sekali dan tersenyum canggung kemudian menangguk.

Suri berdiri di tengah-tengah kerumunan, jauh dari SooMan yang berjalan di depan menuju mobilnya. Suri berjinjit, mendekatkan bibirnya pada telinga Kyuhyun.

“Apa tidak apa-apa aku ikut?” Suri berbisik.

“Hmm. Kau di undang, jadi kenapa mesti begitu takut?”

“Aku tidak takut, hanya saja… kau tahu… dia yang paling menentang perni–”

“Dulu.” Potong Kyuhyun dan merangkul istrinya. “Aku rasa waktu yang tepat untuk mengatakan rencana kita.”

***

Seperti pilihan rumah makan sebelumnya, mereka berkumpul di satu rumah makan dengan meja panjang, puluhan piring kotor dan kosong menandakan ada pesta barbar di atas meja, brutal dan sungguh apapun yang di sajikan benar-benar kosong. Kebanyakan dari mereka masih berbincang mengenai konser barusan, setidaknya tidak dengan Kyuhyun dan Suri yang sibuk berkutat dengan persiapan pernikahan mereka. Seramai apapun suasananya, mereka sama sekali tidak merasa terganggu. Sibuk berargumen dan keras kepala.

“Ya Tuhan, Cho Suri, kau itu seperti perempun yang baru mau menikah.” Kyuhyun setengah frustasi melihat Suri yang masih belum mau memilih satupun paket yang di tawarkan WO.

“YAK! Shut up.” Suri memutar lagi pensil di bawah dagunya. “Ini hanya seperti penguman saja kan?” Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu di halaman belakang rumah kita saja, bagaimana?”

“Setuju. Konsep?”

“Aku akan tetap mengundang sedikit tamu. Tidak ada konsep.” Suri dan Kyuhyun sama-sama terdiam memperhatikan wajah pasangan mereka masing-masing. “Berapa banyak tamu yang ingin kau undang?”

“Banyak. Super Junior sendiri ada 14 orang, aku akan memberitahu Kibum dan Hangeng hyung tapi Yesung hyung belum tentu bisa datang. Soshi 9 orang, SHInee 5 orang, f(x) 5 orang, EXO 12 orang, Kyu Line…”

“Ya Tuhan, Cho Kyuhyun! Kita perlu sesuatu yang luas hanya untuk menampung tamumu saja!” Suri lagi-lagi menggerutu, dia tidak begitu suka berada di tengah banyak orang yang mengenalnya. “Belum lagi teman-temanmu di luar entertaimen. Lalu teman-teman sekolah dan kuliahmu. Lalu…” Suri menyipit dan tersenyum licik sekali. “Aku masih sedikit panas dengan pasangan China mu, bagaimana kalau kau undang dia?”

“Tidak.”

“Waeyo?”

“Aku tidak ingin di perebutkan apa lagi menyaksikan dua wanita saling menjambak…” Kyuhyun tersenyum geli.

“Aish, jinjja!”

Setelah di perdebatkan satu jam, mereka sepakat hanya akan mengundang 85 orang. Suri mengeluarkan ponselnya.

“Kemarilah…” Suri merangkul Kyuhyun mendekat. “Aku jarang sekali berfoto denganmu, jadi ini untuk kesuksesan acara kita…” Suri mengarahkan kamera menggunakan kamera depan, tangannya masih berada di pundak Kyuhyun, sedangkan tangan Kyuhyun merangkul pinggul Suri dan satunya mengacungkan ibu jarinya dengan senyum lebar.

kyuri-124-selca

***

May 1st 2013.

Sam-Am-Dong, Seoul.

 

Pagi ini Suri memutuskan untuk bertemu dengan Ah-Ra di rumahnya. Ah-Ra yang belum pernah melihat rumah mereka masih mengitarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Sedangkan Suri sudah berada di gazebo duduk menyilangkan kakinya.

Gazebo itu terletak di sisi lain rumah mereka, dengan dua tumpuk bantal berwarna oranye dan kain pantai. Suri berbaring disana dengan malasnya, dia benar-benar merasa tua terus berkerja pada agensi iklan, Suri ingin sesuatu yang tidak teratur dan menantang.

“Kau tahu, Kyuhyun menyiapkan semuanya sendiri, dari mulai design hingga interior rumah. Lokasi ini juga Kyuhyun yang memilihnya.” Ah-Ra ikut terduduk, membongkar apa yang sudah Suri kerjakan di atas kertas putih sebagai gambaran pesta. “Apa kau ingin melakukan sesuatu yang brutal lagi kali ini?”

“Hmm.” Suri terduduk dan memakan keripik kentang di atas piring. “Aku tidak ingin yang terlalu manis, tapi karna Kyuhyun mengundang teman-temannya, jadi sebaiknya kau ubah beberapa konsep.”

“Kenapa tidak melibatkan Kyuhyun?”

“Dia kelelahan, jadi aku akan mengurus semuanya.”

Seperti kebiasaan Ah-Ra, dia meributkan tentang konsep bangku kayu yang di tata dalam taman belakang rumah mereka. Menurutnya itu terlalu umum, ya dan memang Suri setuju. Semua yang bertema sama akan sangat monoton meski tema itu sendiri sangat unik. Suri kembali memutar otaknya.

“Oke, kita ganti dengan sofa. Setuju?” akhirnya Suri memutuskan untuk mengikuti saah yang Ah-Ra berikan. Mengganti bangku-bangku kayu dengan sofa. “Bunga-bunga mewah, calla dan sebangsanya.”

“Lalu bouquet bunganya? Tetap Baby’s breath?”

“Aku akan mencari sesuatu yang lain, May’s Flower.” Suri tersenyum saat Ah-Ra mengerutkan keningnya.

“Sungguh, aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu, kenapa kau selalu memilih bunga yang berbeda dari perempuan kebanyakan?”

***

May 2nd, 2013.

Suri tidak jadi menggunakan jasa WO terkenal yang menawarkan paket mewah dan seragam padanya. Suri ingin semua di tanganinya dengan sendiri, dekorasi pesta selesai, list tamu selesai. Sekarang tinggal gaun dan makanan yang akan mereka sajikan.

Siang ini Kyuhyun dan Suri masuk ke sebuah rumah mode kenamaan yang memberikan layanan pakaian pengatin. Mereka masih terduduk di depan jejeran ribuan gaun berwarna putih. Suri muak dengan warna itu. Terlalu biasa dan sudah terlalu banyak yang memakainya. Dia ingin yang berbeda.

“Selamat siang, Cho Kyuhyun ssi, Lee Suri ssi, ada yang bisa kubantu?” wanita yang sudah memasuki 40 akhir itu tersenyum ramah dengan rambut sepundaknya yang bergulung kedalam dengan anggunnya.

“Ya, kami akan menyelenggarakan pernikahan dalam waktu dekat.”

“Baiklah, untuk anda atau pengantin wanita?” Kyuhyun hanya menunjuk Suri tanpa suara. “Lee Suri ssi, anda bisa ikut denganku sebentar untuk memilih.”

Entah kenapa setiap urusan yang menyangkut pautkan dengan nama Cho Kyuhyun, Suri selalu disuguhkan berbagai macam hal-hal super mewah yang membuat perutnya mual. Gaun-gaun putih dengan manik berkilauan di hadapannya adalah gaun terbaik dan termahal yang mereka buat. Sederhana memang, namun bagi Suri, kemewahan bukanlah bagian dari dirinya.

“Warna apa yang kau inginkan? Putih? Ivory?”

Lama Suri berfikir memutuskan warna dan bagaimana bentuknya sambil jari-jarinya berjalan pada puluhan gaun yang tergantung. “Aku ingin hijau, hijau tosca.”

***

“Cho, aku memilih hijau tosca sederhana sekali. Aku sarankan jangan memakai tuksedo.” Suri menyengir saat perjalan menuju gedung SM. Hari ini Kyuhyun akan mengundang beberapa temannya.

“Aku berniat pakai bolero barusan.” Tentu Kyuhyun hanya meledek, Kyuhyun memilih untuk mengenakan sesuatu yang santai, mungkin blazer dan kemeja. Atau kemeja saja.

Mereka masuk ke dalam gedung itu dan beberapa trainee yang masih berlatih menunduk pada Kyuhyun. Dan beberapa mengurungkan niatnya untuk menegur Suri karna wajah gadis itu terlalu dingin dan datar saja. Bibirnya rata sempurna tanpa senyuman bahkan hingga memasuki ruang latihan yang jendelanya di tutupi sekat biru bermotif awan itu.

Saat Kyuhyun membuka pintu mereka menyerbu Kyuhyun dengan sapaan akrab masing-masing, dan ketika Suri muncul dari balik tubuh Kyuhyun, semua mendadak berhenti menyambut Kyuhyun. Wajah ceria itu berganti dengan tatapan bertanya-tanya.

“Apa kau ingin pamer pacarmu, Hyung?” Minho yang memang akrab dengan Kyuhyun langsung menyelak dan berkata ringan. Dan Suri, seperti kebiasaannya, dia selalu memperlihatkan wajah datarnya dengan tangan yang berada dalam saku jaket hitam.

“Tidak, tidak, duduklah aku ingin mengumumkan sesuatu.” Kyuhyun menarik Suri untuk duduk di lantai tepat di sampingnya. “Aku ingin mengundang kalian.”

“Mengundang?”

“Kami akan menikah tanggal 6 Mei nanti.” Ucap Kyuhyun dengan senyuman mengembang dan Suri hanya tersenyum sebisanya.

“Changkama….” Kebanyakan perempuan bereaksi seperti perempuan lainnya, mereka menutup mulut mereka dengan mata terbelalak. Taeyeon dan Victoria adalah yang paling terkejut di antara perempuan lainnya. “Kalian akan menikah dan SM mengijinkannya?”

“Untuk yang kedua kalinya.” Tambah Kyuhyun.

“Kedua kalinya? Kalian pernah menikah sebelumnya?” Taeyeon masih tidak percaya. Dan seperti biasa, Suri benci sekali saat menyadari tatapan hampir semua orang tertuju padanya. Curiga dan sedikit tidak percaya, meskipun Suri adik Sungmin, tapi tetap saja, gadis itu tidak pernah cocok untuk Kyuhyun. Tidak ada kecantikan istimewa. Biasa saja.

Ya mungkin saja mereka tidak semuanya berfikir seperti itu, tapi setidaknya Suri merasa seperti itu. dia bukan tipe gadis seperti yang di siarkan di televisi, kekanakan, berponi, mata besar dan polos, kulit putih porselen, cherry lips, rambut ikal, berpakaian elegan atau feminim. Suri jauh dari kata itu, matanya besar namun dingin, ditambah bola matanya yang biru pucat dwiwarna dengan paduan cokelat keemasan yang dalam, rambut bergelombang cokelat keemasan, pakaian nyaris urakan dan wajah datar. Suri jauh sekali dari bayangan Tipe-Ideal-Korea.

Menyadari Suri yang tidak begitu nyaman dengan tatapan mereka, Kyuhyun buru-buru menyudahinya. “Kalian wajib datang, eo? Jangan pakai baju resmi yang terlalu wah… ini hanya pengumuman pada orang-orang terdekat saja. Bukan sesuatu yang besar.”

Kyuhyun memberikan undangan pernikahan berwarna hitam dengan motif trinity berwarna emas di pinggir undangan tersebut. Tidak ada foto mereka berdua seperti undangan selebritas lainnya, hanya ada sebuah lukisan siluet yang Suri buat. Sederhana dan masih terkesan mewah dari tulisan yang timbul berwarna silver tersebut.

“Datang tepat waktu, karna aku menyesuaikannya dengan acara Yesung hyung.”

***

“Sekarang soal makanan. Apa yang akan kau sajikan?” Kyuhyun menyandarkan dirinya pada jok mobil saat memarkir mobil mereka pada taman dekat dengan sungai Han, namun tidak keluar untuk menikmati udara musim semi yang manakjubkan siang itu.

Kyuhyun hanya mengenakan jeans biru dan kaus yang di  lapisi jaket hitam yang sebelumnya Suri pakai. Sedangkan Suri hanya t-shirt putih dengan lengan merah muda dan jeans biru pekat juga flat shoe bergaris. Dan cuaca di luar masih cukup dingin untuk berpiknik, tapi berkali-kali Suri berifikir untuk menggelar serbet putih itu di atas tanah dan terduduk menghadap sinar matahari.

“Aku ingin sesuatu yang sangat Prancis. Bagaimana éclair?” gadis itu memutar rubik yang Kyuhyun letakan di dashbornya.

“Kau mau pesan dimana? TLJ?”

Suri menggeleng dan masih sibuk dengan permainan rubiknya. “Temanku yang seorang chef khusus untuk dessert sedang ada di Korea. Dia bersedia untuk membantuku asalkan aku mengenalkannya dengan AJ.”

Mendengar AJ yang hanya laki-laki yang memakai nama itu, Kyuhyun menypitkan matanya. “AJ? Siapa?”

“U-Kisseu, AJ. Kim Jaeseop. Kau tahu kan? Kami berteman dulu saat dia belum menjadi bagian U-Kisseu.”

Kyuhyun mengangguk-angguk paham. “Lalu bagaimana dengan makanan utama dan appetizer?”

Suri memutar pikirannya susah payah, mencari ratusan menu makanan utama dan appetizer yang pernah dimakannya, namun pemikiran macam ini hanya membuatnya kelaparan. Suri memasang wajah memelasnya. “Aku lapar memikirkannya.”

“Aku juga.”

“Sepertinya ada restoran yang menjual Chicken wing’s atau Hamburger dan kentang goreng di dekat sini.” Suri mengalihkan pandangannya pada deretan toko di luar area taman dan menemukan mini market yang menyediakan makanan cepat saji. Gadis itu buru-buru keluar untuk memuaskan fantasinya akan hamburger dengan keju yang meleleh, daging tebal yang gurih dan banyak mayonnaise. Sungguh, membayangkan hal itu saja membuat air liurnya menetes.

“Mau kemana?”

“Cari hamburger. Kau mau?”

Dari semua kegiatan yang Kyuhyun tidak sukai dari menjadi seorang entertainer adalah membiarkan gadisnya pergi sendiri hanya sekedar mencari makan untuk mereka. Kyuhyun tersenyum kering. “Kentang goreng saja.”

Setelah meraih kacamata hitam dan memakainya, Suri pergi mencari apa yang di maksudkannya, mengelilingi deretan penjual yang berjejer di dekat area parkir, sedangkan Kyuhyun menunggu di mobil sambil terus memperhatikan Suri yang berhenti pada gerai yang menjajahkan fast food tersebut, memesan satu hamburger extra keju dan satu porsi kentang goreng organik. Seperti mengerti yang Kyuhyun inginkan, Suri membeli jus jeruk botol dan air mineral. Walaupun sebagian dari hati gadis itu ingin membeli soda, tapi Suri yakin, Kyuhyun akan mengoceh tentang makanan dan minumannya yang dapat merusak pita suara Kyuhyun.

Kyuhyun melirik kursi belakang mereka dan menemukan topi juga kacamata bulat Suri lainnya yang sepertinya lupa Suri keluarkan dari mobil. Karna cuaca juga lumayan cerah meski awan menunjukan tanda-tanda kelabu, Kyuhyun meraih serbet dan melebarkannya di tanah lapang dekat dengan bibir sungai Han. Sedikit sekali orang yang berada di taman itu karna udara masih cukup dingin untuk duduk di luar hanya dengan menggunakan sedikit baju lapis.

“Kau mau bunuh diri?” Suri membelalakan matanya dan terdengar sedikit panik karna mengetahui Kyuhyun keluar di siang hari dengan penyamaran sederhana. “Ayo kembali ke mobil!”

“Sepertinya berfikir di udara terbuka akan lebih menyenangkan, bukan?” Kyuhyun dengan santainya duduk di atas kain putih itu dan merebut makanan yang Suri bawa, menenggak air mineralnya. “Jadi kau akan menghubungi AJ?”

“Huh?” Suri akhirnya ikut duduk dan mencomot kentang dari kotak makanan Kyuhyun. “Oh, iya. Aku akan menghubunginya sekarang.” Suri mengeluarkan iPhone 5 berwarna putih solid yang di dapatnya secara cuma-cuma karna menangani iklan tersebut beberapa waktu lalu.

“Kau tahu nomornya?” Suri mengangguk. “Dari mana kau dapat nomornya?”

“Bukankah aku sudah bilang? Aku berteman dengannya, kami satu komunitas beberapa waktu lalu, lagi pula kemarin saat SS5 U-Kisseu datang.”

Suri mengehentikan makannya saat mulai tersambung dengan ponsel AJ. “AJ ya, sedang sibuk?” Suri tidak pernah belajar berbasa-basi dengan orang lain.

“Tidak, ada apa? Aku baru akan menghubungimu untuk memintamu ikut dalam project kuliahku.”

“Project apa? Aku ada permintaan sebelumnya dan aku akan ikut project kuliahmu setelah itu. bagaiaman?”

‘key. Apa yang kau butuhkan?”

“Aku akan menikah dan aku berniat mengundangmu juga Soohyun ssi, tapi, salah satu chef terbaikku hanya ingin bekerja jika aku mengenalkannya denganmu. Kau bersedia?”

“Bukan sesuatu yang sulit aku rasa. Aku bisa. dan sekarang giliranku meminta, aku butuh konsultasimu. Seperti yang kau suka, Janis Joplin. Aku menremix lagunya, dan aku pikir hanya kau temanku yang hapal betul lagu-lagunya.”

Ada perasaan senang saat mengetahui apa project AJ, namun tatapan Kyuhyun membuatnya terpaksa menampilkan wajah memohon pada Kyuhyun. Hanya berkonsultasi, itu simple. “Oke.”

***

Maka saat itu Byun Shin-Joo, teman yang menjadi chef dessertnya mengatakan setuju untuk membuat éclair untuk pernikahan Suri tanpa di bayar seperserpun, sebagai tanda terimakasih dan juga kado untuk temannya.

Yang tersisa hanya menu utama dan appetizer.

“Pasta.” Ucap Suri yakin.

“Pasta? Pasta apa yang ingin kau sajikan?”

“Mmh… mungkin fusilli dengan saus jamur, fettucine dengan krim keju kemudian di bakar dengan lelehan keju di atasnya, dan spaghetti dengan smoke beef. Bagaimana menurutmu?”

“Kalau begitu harus ada kimchi.” Kyuhyun berdiri, merenggangkan badannya dan meraih ponsel. “Kalau appetizer bisa kusarankan sesuatu yang manis? Seperti tiramisu?”

Suri masih terduduk, memotong hamburgernya menggunakan garpu plastik kemudian membiarkan garpu itu bertengger di bibirnya selagi dia memikirkan appetizer yang Kyuhyun sarankan. Dia tidak begitu memperhatikan apa yang Kyuhyun lakukan.

“Aku setuju dengan tiramisu dan minumannya cocktail. Kita bisa minta Yoojin Omma untuk membuatkannya untuk kita.”

“Yak, Cho Suri…” Suri bergumam dan menoleh ke arah Kyuhyun yang sekarang berjongkok di hadapannya. Kemudian dengan spontan Suri bergaya memegang kacamata hitamnya.

“Kenapa kau selalu memotretku belakangan ini?”

“Karna kadang kau terlihat natural jika aku memotretmu diam-diam.”

***

May 2nd, 2013. 06.15 PM.

 

Kyuhyun berdiri di halaman rumahnya, memandang rumah tempatnya dulu dibesarkan, tempatnya dulu menghabiskan waktu untuk meledek gadis kecil tetangganya agar gadis kecil itu mengeluarkan ekspresi, tempatnya dulu menunggu gadis kecil dengan rambut hitam legam yang selalu di kuncir satu dan di kesampingkan itu pada pagi hari, tempatnya dulu menghabiskan waktu untuk bermain game bersama gadis kecil yang selalu mengucapkan beberapa kata dalam satu harinya, tempatnya dulu saat mengadu pada kakak perempuannya tetang gadis kecil yang beranjak remaja tersebut dan tempatnya dulu menghabiskan masa-masa pencarian jati diri setelah gadis itu memutuskan untuk ke Paris.

Lihatlah gadis kecil yang dingin itu sekarang, dia sudah berubah menjadi istrinya, istri yang selama satu tahun menunggunya pulang kembali ke rumah. Rambut bergelombangnya yang sekelam malam berubah mejadi cokelat keemasan bergelombang, kaki-kakinya yang pendek berubah jenjang, matanya tetap sendu, wajahnya tetap dingin dan sekarang gadis itu lebih banyak tertawa, lebih banyak bicara dan lebih banyak menghabiskan hidupnya dengan Kyuhyun jauh dari keramaian kota.

Hari ini Kyuhyun hendak memberitahu Orangtuanya, Orangtua mereka, tentang rencana mereka untuk menikah lagi. Suri masuk terlebih dahulu dan menemukan Orangtuanya duduk bersama orangtua Kyuhyun di kursi ruang tengah rumah Kyuhyun yang sangat elegan. Puluhan penghargaan prestasi akademis di pajang di dinding rumah mereka, sofa-sofa berwarna cokelat muda di tata membentuk huruf U.

Malam ini, karna memandang Kyuhyun yang memakai kemeja bergaris dengan paduan jeans putih, maka Suri memakai pakaian yang lebih layak, dress ringan dengan motif bunga sakura berwarna merah muda lembut dengan cardigan berwarna putih. Rambut cokelat keemasan bergelombangnya di kepang dan di kesampingkan, di tangannya membawa boquet bunga mawar putih dan merah muda.

Dan satu jam kemudian mereka terduduk di ruang makan, mengitari makanan yang Hanna sajikan malam itu. bahkan Ah-Ra membawa seorang laki-laki yang sedang dekat dengannya untuk makan malam bersama.

“Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” Yeong-Hwa membuka pembicaraan saat semua orang sudah sibuk dengan makan malam mereka masing-masing. “Apa ada sesuatu yang begitu penting? Apa Suri hamil?”

Saat itu juga Suri tersedak dan Kyuhyun hanya menyodorkan gelasnya pada Suri. “Apa itu artinya ya?”

“Anieo Omma.” Kyuhyun jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan macam itu, dia tahu Suri masih ingin menghabiskan waktunya seperti perempuan lain seumurnya, bersenang-senang dan bekerja. “Kami akan menikah…, lagi.”

“Mwo? Kalau sudah menikah ya menikah saja, kenapa mesti ada yang kedua kalinya?”

“Itu karna Suri merengek terus karna tidak di ikut sertakan dalam persiapan pernikahan kami yang pertama. Jadi untuk membungkamnya kami akan menikah lagi.”

“Mworago? Neaga anya! Aku tidak merengek.”

Dan semua yang menyaksikan pertengkaran kecil mereka tersenyum saat itu juga, bicara dengan nada tinggi dan saling membela argumen masing-masing kemudian mengakhiri pembicaraan dengan kesal. Satu tahun pernikahan anak mereka, baru kali ini Suri dan Kyuhyun terang-terangan menunjukan emosi di hadapan orang banyak.

“Arraseo, arraseo…. Kami akan datang.” Chun-Hwa menepuk tangannya, menyudahi perdebatan Suri dan Kyuhyun yang hanya berkutat seputar fakta yang bersumber dengan ‘katanya’ itu.

***

May 3rd, 2013.

 

Kyuhyun memperhatikan Suri yang masih sibuk memotret still life di studio foto yang Kyuhyun sediakan untuk gadisnya itu. Berkali-kali Suri mengubah letak gelas dengan embun es tersebut atau menambahkan komposisi warna cerah pada objeknya tersebut dengan teliti. Hampir semua yang berhubungan dengan seni gadis itu bisa melakukannya dengan sangat baik.

Perlahan Kyuhyun menyingkir, menuju perpustakaan kecil mereka dan mengunci pintu. Kyuhyun memeriksa koleksi buku Suri. beberapa waktu lalu Suri baru saja mengatakan bahwa beberapa koleksi J.D. Robb miliknya dipinjam dan hilang entah kemana. Jadi Kyuhyun memutuskan memeriksa berapa banyak yang hilang dan seri apa saja. Cukup susah mengingat Kyuhyun tidak membaca novel yang sama dengan yang Suri baca. Yang Kyuhyun tahu hanya Nicholas Sparks dan itupun Suri punya versi terjemahnya.

Kyuhyun masuk ke salah satu page resmi J.D. Robb dan memesan beberapa buku yang kemungkinan hilang atau belum Suri punya. Kemudian Kyuhyun mengeluarkan beberapa buku Nicholas Sparks naskah alsi dari tasnya dan menyembunyikan buku-buku tersebut dalam kardus yang di letakannya di atas lemari.

Kyuhyun buru-buru keluar saat mendengar langkah Suri menuruni tangga. Dia meraih jaket miliknya. Ada satu yang belum mereka putuskan. Bouquet bunga pernikahan. Suri masih belum memutuskan untuk memakai bunga apa.

“Cho Suri, kita jalan-jalan, bagaimana?”

“Ke?”

“Petité Frence Culture Village. Musim semi adalah waktu terbaik dan karna hari ini masih Jum’at, pasti tidak terlalu ramai.” Senyuman Kyuhyun lebar.

—TBC—

berhubung satu full story sampe 60 halaman dan mengingat genrenya romance, pasti bosen banget bacanya. HAHA. 

98 thoughts on “[Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 1

  1. nikah? lagi? q mau dong kyuppa. suri jadi lebih hidup kalo ama kyuppa. ditunggu next part thor. hwaiting

  2. mbaaa, please deh itu tali itemnya di umpetin …. hahhaha. *gag penting dan belom baca juga

      1. ck, kali ini gue setuju sama si cwek flat itu. PERNIKAHAN ITU RIBET !!!! thats it …

  3. yeayy.. Ini next part’a yg run dom kan… Akhir’a.. Blm d bca c, cma td bru bka fb, n bru tw deh ad lntjtn’aa..
    Btw, eonni mw hiatusss??
    Udh tw c, tp cma msh blm jls,
    Mulai kpn?
    Sampai kpn??
    Berarti gkan ad ff yg d publish dong slma hiatuss???
    T.T

    Ok deh, eonni
    Tetap semangaaatt^^

    1. ada koq ada….. aku udah sedia 5 judul, kalo emang sempet nyuri waktu aku lanjutin pas lagi ada ide.
      aku lagi skripsi an, waktunya mepet bangettttt~ sampe skripsiku di daftarin, Juni atau July paling lambat. cepet kan?

  4. waaahhh… ternyata ini cerita tentang pernikahan kedua kyuhyun oppa dan suri..
    aku suka kalau sri berdebat sama kyuhyun oppa.. pasti gak ada yang mau kalah.. hehehe ^^

  5. Na kira kenapa mereka mesti nikah lagi. Gk tau nyaaaaaaa.. Gegara suri yg ngerengek!! Wkwkwkwwkkwkwkwkk :p
    Ȋ̊ήȋ̊ tuh lanjutan dr run dom kan?? Lah yg run dom aja Na blon kelar bacanya😄
    Okeeee, selamat berhiatus ria unnie ku sayoooooonggg.. Oleh-oleh yaaa xD
    *kecupmanis* nyeheheheheeee

    1. Lah kamu gmna to? belom kelar yg sebelomnya malah baca lanjutannya haha.
      oleh-oleh hiatus tuh buat orang tua Saeng. Sarjana. hahaha

  6. Aduh yg mau nikah lagi,rempong kan nyiapin pernikahan,pusing sendiri dah lo Suri /dideathglare/ :p perasaan ini panjang deh, emg ini brp halaman? ‘-‘mau full storynya panjang sepanjang jalan kenangan ga bakal bosen asalnya di dalemnya menyangkut(?) KyuRi :3 next part ditungguuuuu , sama Casual Vengeance part 6, klo bisa scene malam pertamanya jgn di skip ya eon /plak ^^v

  7. Suka nih sama seleranya Suri. Sama kayak q, gak suka yg serba mewah dan pastinya yg gak pasaran. Yang sama itu emang membosankan.
    Harusnya di post sekalian, soalnya klo setengah2 bikin penasaran.

  8. mereka mau nikah lagi itu ternyata serius…
    ckckckck…
    Ada-adaaaa aja….
    Dan alasannya cuma karena Suri, hhhhhh…
    Jadi pengen dicintai kayak gitu juga…*ngayal*
    Gk papa deh territorial, gk masalah buat aku…
    Paling gk menurut aku sekarang sikap suami yg kayak gitu tuh keren.. gk tau deh nantinya ngerasain sendiri kayak gimana rasanya, hahhaahaha…
    Oke deh,,, ditunggu ne~ part 2 nya…
    Keep writing….
    _Putry Aprilya_

      1. hahahaha…. apa se-kentara itu????
        Hahahaha,,,bercanda,, aku belum siap buat jenjang itu…
        Oia, ternyata aku lebih tua setaun dari kamu…
        Dan,,,, selamat bertambah tua, kekekeke…..

  9. Mau sepanajng apa gk bakl bosen bcanya,,,
    Ff mu selalu kece dn gk ngembosenin kok,, .
    Jdi udh fix eonnie gk d undng,, cih ,,, tunggu aja eonnie nylinap Ntr, huh . :-\ jeng jeng jeng jeng #backsoundsinetron

  10. sial, lupa mau komen apa -_-
    hei surii-shi, selera baju pengantinmu tdk ada manis2nya, satu2nya yg kusukai dr konsepmu hanya sputar bajunya yg hijau tosca, garden party dan bangku kayu, ah ya busana ringan.
    hoho
    omo omoooo editan fotonya bagus sekali!!! *tatap kagum*
    apa lagi yah, nanti kalo aku inget komen lagi #plak

  11. Kyu oppa and Suri kyeopta banget berantem dan slg mengancamnya td pas SuShow.. Dan mrk skrg benar2 mempersiapkan pernikahan mrk dgn baik2, Kyu oppa pun berani memperkenalkan Suri sbg istri nya di depan artis2 SME.. Ditunggu kelanjutannya chingu

  12. Mereka itu mau nikah atau mau main c, iish tapi bukan KyuRi nama ny kalo ga aneh bin ajaib,, Suri ny juga skrg udh brani memperlihatkan kerterpesonaan ny sm Mr.Cho aah makin so sweeeet ^^
    Haah kapan kalian punya anaaak, aku mndukung eonnideul hhaa xD

  13. haha, KyuRi nikah lagi, hanya karna pernikahan pertama suri nggak ikut cmpur dlam mngurus pernikahan mereka… Tapi aku suka dngan konsepny sederhana dan elegan.,.pasti sipp deh…
    Nice ff deh eon,,, next ff🙂

  14. Eeooooonnnnnnn~ nais epep duuhhhh
    Nikah lagi~ kali ini supaya org tau yak, kkk
    Ditunggu eaaaaa part selanjutnya

  15. Kenapa mereka sering banget ngomongin bokonggg ?-_-
    Suri panas ya liat kyu sexy dance hahaha

  16. always gado2 ni series^^
    sweet, geli, kocak,, mantap…
    lanjut deh, gak sabar pengen tau peristiwa bersejarah 6 mei bkl seseru apa ;D
    cepetan y chingu, i will wait^^

  17. Pernikahan udah mau 2. Harus nya tuh anak yg dibanyakin bukan nikah =)) lol ya nama nya juga kyuhyun susah dihilangkan dari pikiran… Ini honeymoon engga ka? Percuma sih kalo masih belum mau hamil haha KB dulu aja :p ┒(˘- ˘ )┎
    Btw, kaka edit poto pake apa? Photoshop? Itu bagus lhoo~ apa dasar nya mereka aja yg cakep kali ya -______-
    (Casual vengeance next part, kalau engga belanda, italy)😀 hihihi

  18. sumpah nggak kuat byangin suri pnya anak #ekekek. si kyupilnya aja kya gtu, gmna nasib nya tuh anak klo mereka bner2 pnya anak, emang mesti di pkirin masak2.

    kyaaa, satu hal yg bkin saya nggak prnah kuat bca ff nya author, yaitu karna karakternya kyupil. kyupil itu terlalu sempurna di sni smpe nggak kuat ngebayanginnya, mengingat tampangnya yg evil itu #ekekek.

      1. mungkin 2 atau 3 hari kmudian stlah di lahirkan tuh anak blik lg ke yg kuasa ekekek #plak, pdhal tuh anak psti unyu bngt kya bokap nya

  19. next partnya ditunggu thor😉

    kyuri mu nikah lagi .. omo.. semoga lancar cepet dapet momongan (?).. masa udah setahun belum dapet juga *plakk reader yang ngawur😄
    aku suka ni couple,, blak”an dah ngomongnya .. kekeke😀

      1. part 2(end)nya udah keluar toh .. masi anget (?) baca dulu aja deh ..😀
        makanya.. terus berusaha,, pantang menyerah kekeke >_<

  20. Wahhh…
    Asyiiiik & so sweet bgt ya…
    Mnikah lg, dg pasangan yg sm..
    G th deh mw ngmng apalg..
    Hehehe…

  21. Huahahaha ada ada aja ini mereka, menikah lagi–”
    Makin lama makin cinta sama pasangan ini hwohwooo kyuri couple jang!!😀
    Sepanjang apapun ffmu aku ga bakal bosen eonni😀

  22. baca mcm2 nama makanan malah jadi pengen,hadeuh!!

    jalan ceritanya ringan yah,jd gak terlalu pusing bcnya

  23. suri eonni.. kau terlalu dingin tapi readers sukaaa.. sekalinya suri senyum kyupa langsung klepek klepek..
    nikah ngikutin gaya suri ?? hancurlah pernikahan kalian.. hihihi

    DAEBAKK !! berharap suri cepet2 punya baby.. bklan cute kayanya.. LANJUTTT…

  24. dan kesimpulannya, gua kagak bosen!! yuhuu, malah santai aja bacanya dan ehm… cerita yg kali ini agak unik, krn belum banyakmorg sih yg buat dan di jadiin ff, good job^^

  25. Eon itu poto yg selca asli?
    Ini serius kepo aku…
    Ceritanya keren doh~
    ini saking fantasinya ttg wajah suri sampe lupa cerita akunya
    keren eon

  26. Ya ampun! Pernikahan kedua!
    Capek tau.. Ngurus ini itu
    tp aku salut sm kyu krn dia menuruti. Krn pernikahan mereka yg pertama tuh berasa maksa #namanya jg kyu, mau nya buru2
    Keren!
    Lanjut ya

  27. hadeuh cewek kaya suri d suruh nyiapin pesta pernikahan -_- tp seleranya suri keren sih, berkelas & elegant tp gk mahal. Gak sabar baca part selanjutnya :v

  28. Saya suka ff2 buatanmu thor “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇๑ˆ⌣ˆ๑ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇”̮ kyu sweetttt bgtt ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ…

  29. akkkk manis banget🙂 sweet moment, ahhhh ko jadi ngiri gini ya hohoho
    kakanya kelewat keterlaluan, kenapa ceritanya bagus* sekali ka:) aku sukaaa.
    ehhhh ya maaf belum kenalan, tita reader baru ijin jalan* diblog super cantik ini ya ka, loveyou.^^

  30. Keren banget ceritanya suka udah ada lanjutannya belum,suka ama caracters kyuhyun beda ama yg lainnya caracter suri juga aku suka

  31. Bener2 dah pasangan ini =_= mereka bener2 unik kkkkk😀 joa joa joa sepanjang apapun klo’ ceritanya bgs mah ga’ terasa itu panjanggggg😀 eonni ~fighting~ ^^

  32. Udah nikah mau nikah lagi…
    Hueeee…
    Nikah untuk kedua kali’y donk…tapi sama orang yang masih sama.. :v

  33. Mereka menikah lagi? 2 kali?
    Dan apa emang nikah seribet ituuu? Btw, itu kenapa taeyeon ikutan shock juga, coba kalo victoria doang kan enak buat manas manasin suri aja

  34. Wah..aku Reader baru!Salam kenal..Mf bru kenal n telat.. izin2 ubek2 y kak.Q th klu baca ff liat2 authornya dlu baik p gak,dan kk baik bgeettt.60 Lembar loh OMG!KEREN LAGI!ISI FORMULIR JADI READER SETIA DIMANA Y KAK?HEHE

  35. si suri bener perempuan ajaib banget sii ga ngerti nnti pernikahan yg kedua kaya gmna? pasti beda banget dari yg lainnyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s