[Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 2-END

death vanilla-lily of the valley

“Karna manis bukanlah bagian dariku, aku bukan seperti mawar yang tampak indah namun menyimpan duri, aku juga bukan baby’s breath yang bisa tumbuh dimanapun, aku juga bukan calla yang elegan dengan kaki yang panjang, ataupun blue bells yang penyendiri. aku ini lily of the valley, lonceng dan pengisi taman di musim semi, sederhana namun pemilih, aku sesuatu yang biasa namun bukan murahan, kelak, seseorang akan mencium aromaku sebagai ganti bentukku yang seperti lonceng.” – Lee Suri.

May 3rd, 2013.

 

Kyuhyun memperhatikan Suri yang masih sibuk memotret still life di studio foto yang Kyuhyun sediakan untuk gadisnya itu. Berkali-kali Suri mengubah letak gelas dengan embun es tersebut atau menambahkan komposisi warna cerah pada objeknya tersebut dengan teliti. Hampir semua yang berhubungan dengan seni gadis itu bisa melakukannya dengan sangat baik.

Perlahan Kyuhyun menyingkir, menuju perpustakaan kecil mereka dan mengunci pintu. Kyuhyun memeriksa koleksi buku Suri. beberapa waktu lalu Suri baru saja mengatakan bahwa beberapa koleksi J.D. Robb miliknya dipinjam dan hilang entah kemana. Jadi Kyuhyun memutuskan memeriksa berapa banyak yang hilang dan seri apa saja. Cukup susah mengingat Kyuhyun tidak membaca novel yang sama dengan yang Suri baca. Yang Kyuhyun tahu hanya Nicholas Sparks dan itupun Suri punya versi terjemahnya.

Kyuhyun masuk ke salah satu page resmi J.D. Robb dan memesan beberapa buku yang kemungkinan hilang atau belum Suri punya. Kemudian Kyuhyun mengeluarkan beberapa buku Nicholas Sparks naskah alsi dari tasnya dan menyembunyikan buku-buku tersebut dalam kardus yang di letakannya di atas lemari.

Kyuhyun buru-buru keluar saat mendengar langkah Suri menuruni tangga. Dia meraih jaket miliknya. Ada satu yang belum mereka putuskan. Bouquet bunga pernikahan. Suri masih belum memutuskan untuk memakai bunga apa.

“Cho Suri, kita jalan-jalan, bagaimana?”

“Ke?”

Petité Frence Culture Village. Musim semi adalah waktu terbaik dan karna hari ini masih Jum’at.” Senyuman Kyuhyun lebar.

Hampir saja Suri berjingkrak senang mendengar kemana Kyuhyun akan membawanya. Selama satu tahun pernikahannya dengan Kyuhyun, Suri selalu merindukan Paris, baginya Paris adalah Negara kedua, aroma pastry manis, wine tua, daun maple, pemandangan air mancur dan bangunan tua, pengamen jalanan dan jejeran café mungil yang menyajikan kopi nomor satu.

Suri bahkan memilih dress bermotif sakura berwarna putih dan hanya dilapisi cardigan hijau tosca. Gadis itu tidak memoleskan apapun pada wajahnya kecuali nourishing cream dan lip balm untuk membasahi bibirnya yang mudah kering. Rambutnya hanya disisir seadanya menggunakan jemari dan flat shoe ivory melengkapi penampilannya hari itu. Suri menenteng kamera professional di bahu kanannya dan masuk ke dalam mobil Audi A1 yang Kyuhyun belikan. Jika menggunakan mobil Kyuhyun akan terlalu berbahaya.

Dan Kyuhyun, bagi Suri, hari ini Kyuhyun luar biasa tampan. Walaupun pada kenyataannya memang Kyuhyun tampan, tapi siapa yang tahan jika melihat tubuh tinggi ramping dengan kaki jenjang dan kulit putih pucat itu di balut dengan jaket rajut hitam sederhana berwarna hitam yang dibiarkan tak dikancingi dan lengan yang digulung hingga siku, kaus putih v neck agak longgar, celana jeans hitam dan sneakers santai berwarna putih, oh ya, jangan lupa kacamata andalan Kyuhyun dan laki-laki itu duduk dibalik kemudi, membantunya memakai seat belt.

Belum, penggambaran itu belum selesai di jabarkan. Rambut Kyuhyun yang cokelat gelap sengaja Suri acak-acak lagi barusan, aroma tubuhnya seperti musim gugur, saat dia duduk dibawah pohon elm tua yang menggugurkan daunnya di halaman belakang universitas, lembut namun tidak selembut beludru, dingin namun tak cukup untuk membekukan dan hangat meski belum cukup untuk membuatmu berkeringat. Itulah Kyuhyunnya. Dan tampar saja wajah perempuan yang tidak tergoda dengan laki-laki macam dia.

Sayup-sayup Suri bisa mendengar alunan lagu yang Kyuhyun setel di mobil mereka. Suara perempuan yang sangat manis bergantian mengisi irama yang ceria dan ringan, 낭만길 kepunyaan SNSD.

“Kau mencoba merayuku?” tanya Suri pada akhirnya.

“Aku? Anggap saja, ya.”

Suri berdecak dan Kyuhyun hanya menyengir. Mereka melewati danau Chyungpyung yang menyuguhkan pemandangan berbukit-bukit dan Suri tidak memperhatikan apapun yang Kyuhyun katakan, dia sibuk memotret dengan kameranya sementara mobil berjalan, Suri menyetel kecepatan kameranya dengan sangat tinggi dan ISO yang tinggi, beruntung saat itu cuaca sangat cerah. Deretan pohon yang sudah mulai melebat berdiri di pinggir jalan, membatasi antara pagar besi dan danau, aroma musim semi sudah tercium. Matahari, bunga, madu, kue-kue kecil dengan warna menarik dan seprai-seprai yang di gantungkan di halaman belakang. Fantasi itu muncul begitu saja dikepala Suri.

Petité Frence Culture Village teletak di atas bukit denga bangunan berarsitektur mungil, pagar berwarna putih pualam dan bata merah. Bunga-bungaan kecil menghiasi sisi-sisi jalanan, dan sebagai pusat adalah air mancur yang menghadap ke pemandangan danau Chyungpyung.

Memang agak ramai, namun tidak seramai hari libur. Kyuhyun terpaksa memakai topi dan membawa masker utnuk berjaga-jaga. Awalnya, seperti biasa Suri berjalan lebih lama dari Kyuhyun karna sibuk memotret sana-sini, namun dia tergoda dengan pamandangan dihadapannya.

Laki-laki bertinggi 180 sentimeter yang gelap dan misterius itu berjalan dibawah puluhan bahkan ratusan ribu kelopak bunga sakura dengan langkah santai dan khas. Beberapa perempuan bahkan sempat menoleh dan berbisik bahwa laki-laki itu tampan. Tampan sekali. Meski wajahnya tak terlihat.

Suri mendengus pada dua perempuan yang berbicara menggunakan logat Busan itu, dan dengan santai merangkul lengan Kyuhyun sambil melihat hasil jepretannya. Dan tentu saja Kyuhyun terkesiap melihat gadis yang selama ini menolak jalan beriringan di depan umum tiba-tiba merangkulnya. Kyuhyun hanya tersenyum dan menepuk kepala Suri.

Mereka duduk di hadapan air mancur, menunggu permen kapas yang Suri pesan. Saat itu Kyuhyun hanya bersandar memperhatikan sekitarnya. Hanya terdapat beberapa orang yang lalu lalang tak peduli. Semoga tidak ada yang menyadari keberadaannya, tapi kalaupun mereka menyadari, itu lebih baik.

Seorang pria setengah baya dengan bawah yang berkeriput dan senyum ramah itu mendekati Suri, menyodorkan permen kapas berwarna merah muda yang menggelembung. Suri sempat terkejut melihat seberapa besar permen kapas tersebut sambil memindahkan tangannya dan mendelik tak percaya.

“Dae~bak.” Ujarnya setangah berbisik karna kagum.

Suri mencomot permen kapas tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuknya kemudian mendekatkannya kebibir. Sambil mengangguk-angguk menikmati permen kapas tersebut, Kyuhyun mulai bertanya, membahas apa yang direncanakannya.

“Jadi bunga apa yang akan kau pilih?”

“Hemm? Bunga untuk apa?”

“Bouquet.”

“Oh, mmmh…” Suri mencomot lagi permen kapasnya. “Akan kupikirkan setelah aku menghabiskan ini.”

“Andwae… andwae…” Kyuhyun merebut paksa permen kapas Suri, menjauhkannya dari jangkauan gadis itu. “Pikirkan sekarang, kalau kau mau menunggu hingga permen kapas ini habis, satu jam lagi kau baru berfikir.” Seperti kebiasaan Kyuhyun saat mengomel, laki-laki itu memajukan mulutnya dan mulai bergumam cepat, membuat kepala Suri berdenyut-denyut.

Suri memajukan tubuhnya dan mendaratkan kecupan kilat pada bibir Kyuhyun yang sebelumnya sibuk mengomel. “Kau berisik.” Ucapnya yang hanya berjarak beberapa inci dari wajah Kyuhyun. Ini adalah kali pertama Suri menciumnya di depan umum dan Kyuhyun masih terpaku dengan wajah datar dan mata yang bagi Kyuhyun terlihat sendu itu dengan jarak begitu dekat.

Dan beberapa saat kemudian Kyuhyun mengumpat sejadi-jadinya saat permen kapas yang bahkan belum menghilang ¼ nya itu berpindah tangan ke tangan Suri dan gadis itu mulai mencomotinya perlahan sambil mempertimbangkan bentuk yang dibuat dari comotannya.

“Yak! Aku benar-benar tertipu dengan wajahmu.” Suri hanya mengangguk-angguk menaggapi pernyataan Kyuhyun barusan.

“Apa kalian akan menikah?” tanya paman penjual permen kapas yang berpakaian khas eropa itu dengan senyum yang masih sangat ramah.

“Ah, tidak, kami sudah menikah, hanya merayakannya.”

“Ah… keureyo…” laki-laki itu berbalik dan duduk di pinggir air mancur menatap Kyuhyun dan Suri bergantian. “Sepertinya aku familiar dengan wajah kalian.”

“Ah jinjjaro?” Suri melirik paman itu dari balik permen kapasnya. “Ahjussi, permen kapasnya enak.” Ucap Suri dengan tersenyum lebar hingga membuat matanya melengkung.

“Ah… terima kasih, Agassi.” Dia memperhatikan Suri baik-baik dengan senyumannya yang ramah, namun kemudian dia sadar bahwa laki-laki di samping gadis itu menatapnya dengan tatapan tidak suka.

“Istrimu gadis yang ramah, aku yakin kau banyak menatap laki-laki yang deat dengannya dengan tatapan itu, bukan?” kemudian dia tertawa melihat ekspresi wajah Kyuhyun yang berubah tidak enak. “Aku rasa kau akan terus menatap laki-laki dengan tatapan seperti itu jika istrimu di lihat dengan laki-laki lain secara intens selama seratus tahun lagi.”

Suri mendengar dan tersedak, dia tidak biasa dipuji, bahkan tidak biasa mendengar orang lain mengetahui Kyuhyun sedang mencemburuinya. Suri meletakan tangannya di atas pangkuannya dan tersenyum kering.

“Kapan kalian akan menikah?”

“6 Mei.” Suri menjawabnya singkat.

“Mei? Lily.”

“Maaf?”

“Lily, bunga May, lily. Ada banyak jenis lili di dunia ini, lili air, lili jahe, lili calla…, semua artinya pun bagus. Tapi aku yakin kau tahu mana yang mempunyai arti paling baik.”

“Ya, Lily of The Valley…,” Suri mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun, memberitahu laki-laki itu bahwa dia telah memilih bunga Lily of The Valley sebagai bouquet bunganya.

“Pilihan yang tepat.” Laki-laki itu berdiri dan kembali ke stand sederhana miliknya, menyembunyikan sesuatu di bawah meja. “Kembalinya kebahagiaan, kemurniaan hati, kebahagiaan, keberuntungan dan ‘kau membuat hidupku sempurna’.” Laki-laki itu kembali menatap keduanya dengan sneyum ramah.

“Kalian tahu sejarah tentang bunga itu?” Suri tidak menjawab, tentu dia tahu, tapi Kyuhyun menggeleng. “Dahulu, saat Hawa diusir dari Surga, dia menangis dan tangisan itu berubah menjadi bunga-bunga putih dan berbentuk lonceng itu. Konon, bunga tersebut bisa menlindungi taman dari pengaruh roh jahat. Bunga yang cantik bukan?”

“Ya, sangat cantik.” Suri terseyum tulus, dia ataupun Kyuhyun saat ini tahu, bahwa paman penjual permen kapas itu mengetahui Kyuhyun adalah seorang personel Boyband dan Suri adalah adik dari salah satu personel boyband itu juga.

Paman itu keluar dari standnya, dan berjalan kemudian duduk di sisi Kyuhyun, dia membuka kedua telapak tangannya. Disana terdapat dua buah gantungan ponsel yang di pahat dari kayu tua beraroma khas dengan bentuk burung merpati sederhana. Dia menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Dan semoga bisa melindungi pernikahan kalian dari pengaruh buruk.” Tambahnya.

Saat Kyuhyun memeriksa gantungan tersebut nafasnya tercekat, inisial nama mereka terukir di balik tubuh merpati tersebut. “Ahjussi… itu… bisakah aku meminta tolong padamu?”

“Untuk?”

“Tolong rahasiakan bertemu dengan kami.” Ucap Suri mewakili Kyuhyun yang tetap diam.

“Untuk apa? Aku senang bertemu kalian.” Dia tersenyum sesaat kemudian tertawa. “Tentu saja, tentu saja, asal Kyuhyun ssi, kau mau memberikan tanda tanganmu kan? Putriku fans Super Junior.”

Percaya dengan kata-kata paman tersebut, Kyuhyun mengangguk, menyetujui untuk menandatangani kertas putih itu. “Siapa nama putrimu, Paman?”

“Kwon Minji.”

***

“Paman itu baik.” Suri melahap lagi permen kapasnya sambil berjalan mengelilingi pedesaan Prancis yang dipenuhi dengan sakura yang bermekaran. “Dan dia tahu sejarah bunga.”

Suri berjalan dan mengedarkan pandangannya kesekitar tanpa mempedulikan Kyuhyun yang sibuk memotret dirinya. “Aku heran, jangan-jangan sekarang folder fotomu di penuhi dengan fotoku.” Ucap Suri tanpa melihat wajah Kyuhyun dan itu justru membuat wajah Kyuhyun memerah karna memang benar, sekarang ini Kyuhyun lebih menyukai Suri sebagai objeknya ketimbang dirinya sendiri.

Wajah Suri tersenyum, rambutnya terbawa angin dan baju yang dikenakannya sangat manis. Jika saja ini berada ditaman belakang rumah mereka, pasti Kyuhyun sudah menciumnya.

suri and cherry blossom

Mereka berjalan menuju sisi utara Paris kecil itu hingga sampai pada pekarangan luas dengan landscape pegunungan, matahari di bagian ini tidak secerah yang jatuh pada bagian kota kecil Prancis. Kyuhyun memberikan kameranya kembali pada Suri dan berdiri di tengah lapang itu. menghirup udara musim semi yang menghangat dengan aroma manis dari bunga-bungaan.

Laki-laki itu mendongak, menghidu aroma yang bercampur di udara dan entah bagaimana mendeskripsikan wajah laki-laki itu sekarang, dia terlihat sempurna, puas, luar biasa tampan dan kelelahan. Kyuhyun merengtangkan tangannya. “Beruntung sekali orang-orang yang lahir pada musim semi. Hangat, namun tidak menyengat.”

kyuhyun tweet_spring is coming

***

May 5th, 2013.

Hingga pukul 9 lewat 12 menit Suri masih sibuk menatur sofa-sofa yang di letakan dipekarangan rumahnya. Mereka akan melangsungkan pernikahan pukul 9 pagi untuk menyesuaikan jadwal Yesung yang akan berangkat Wajib Militer sore ini.

Dia hanya dibantu oleh Min-Jun dan Joo yang menginap dirumah mereka malam ini untuk mempersiapkan dessert, Yoojin dan Ibunya akan datang pagi-pagi buta, begitu juga dengan Orangtua mereka. Suri melarang siapapun untuk ikut campur kali ini. Benar-benar melarang dengan ancaman berbeda-beda.

“Oke, Min-Jun ah, terima kasih karna membantuku.” Suri dan Min-Jun duduk bersebelahan di atas rumput pekarangan belakang.

“Eo. Aku meletakan wine-wine pesananmu di meja dapur.” Min-Jun lebih memilih untuk berbaring di atas rumput, memandang langit-langit yang menggelap.

Tenda putih itu terbentang luas dihalaman belakang rumah Suri dan Kyuhyun, bangku-bangku dan sofa di jejerkan di hadapan meja makan panjang. Pagi-pagi sekali Min-Jun harus mengurus penataan meja juga altar. Apapun bagi Suri. dan sayang sekali, meskipun dia yang menyatakan cinta lebih dulu pada gadis dengan wajah dingin itu, Kyuhyun lah yang tetap memiliki hati Suri. sial memang.

“Apa kau akan menyajikan wine-wine mahal itu pada tamu?”

“Tidak. Wine itu untukku.” Suri tertawa.

“Kalau begitu sebaiknya kau beristirahat, aku akan kembali pukul 4 pagi bersama yang lain.” Min-Jun berdiri, menahan dirinya untuk menjabat atau sekedar pelukan ringan. Perempuan dihadapannya sudah menikah dan Min-Jun harus menghargai ikatan itu meski berat. “Aku pulang.”

“Eo, hati-hati.”

Suri tidak sanggup lagi menahan kantuknya, dia berbaring di kursi tidur di ruang baca dan meringkuk seperti biasa kemudian terlelap. Bahkan Suri tidak merasakan lagi lapar yang sebelumnya lebih dominan. Suara mobil dan teriakan Kyuhyun yang memanggilnya pun tidak di dengar.

“Shin-Joo ssi, kau lihat dimana Suri?” tanya Kyuhyun saat melihat Shin-Joo yang berdiri di balik meja dapur bersama Kim Ahjuma.

“Anio. Dia hanya kesini untuk minum lalu naik ke atas. Memang di kamar tidak ada?”

“Tidak.” Kyuhyun buru-buru menyisir rumahnya dan kali ini dia membodohi dirinya karna membuat rumah dengan tingkat tiga. Saat Kyuhyun masuk terburu-buru ke ruang baca dan hendak menutupnya lagi, dia menyadari ada seseorang yang meringkuk di sofa tidur itu.

Itu Suri. dia tidur dalam kegelapan dan telinga yang disumpal earphone. Tubuhnya meringkuk dengan kaus dan celana jeans biru tua, kaus kaki dan wajah yang berkeringat.

“Aku sudah mengatakannya untuk tidak tidur disini. Aku membuatkan kamar dengan kasur yang besar dan nyaman, tapi kau memilih tidur disini?” gerutu Kyuhyun meski dia yakin Suri tidak mendengar omelannya saat ini.

Dia membopong Suri, memindahkan tubuh kurus Suri ke kamar mereka. Terkadang Kyuhyun ragu untuk menyentuh tubuh gadis itu, dia terlalu kurus meski tidak diet. Dan wajahnya saat tertidur. Jauh dari kata dingin. Matanya terkatup damai dengan nafas yang stabil. Kyuhyun meletakan tubuh Suri perlahan di atas kasur berseprai putih yang baru saja diganti sore tadi. Kyuhyun melepas kaus kaki, baju dan celana jeans Suri, menggantinya dengan kaus over size hingga lutut lalu membasuh wajah gadisnya dengan tissue basah.

“Sebenarnya aku ini suami atau Ayahmu, huh?” meski menggerutu, tapi bibir Kyuhyun tersenyum dan hatinya merasa buncah. Ini adalah sisi yang orang lain tidak pernah saksikan dari gadisnya, sisi yang paling menarik, sisi yang membuat Kyuhyun selau pulang meski selarut apapun jadwalnya selesai.

“Aku patut berbangga karna tidak ada orang lain yang melihatmu dalam keadaan seperti ini.” Kyuhyun membenamkan wajahnya pada rambut Suri yang berantakan. Aroma vanilla itu selalu ada kapanpun ditubuh Suri. manis dan dingin. Percampuran aroma yang sangat magis dari gadisnya. Gadis yang hanya pernah disentuh olehnya. Gadis yang akan menemani tidurnya hingga setidaknya 50 tahun lagi.

***

May 6th, 2013. 04.15 AM.

Sam-Am-Dong, KyuRi’s House.

Suri merenggangkan tubuhnya dan ingin kembali bergulat dengan selimut saat menyadari ranjang sebelahnya kosong. Suri membuka matanya paksa dan melihat Kyuhyun duduk di belakang meja sederhana dengan penerangan sederhana mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Suri berkedip sekali, dua kali, tiga kali, mengumpulkan kembali akalnya yang melayang-layang dan seketika akalnya menguap lagi begitu melihat wajah Kyuhyun yang menatapnya dan tersenyum kecil.

“Pengatin kita rupanya sudah bangun.” Ejek Kyuhyun kemudian bersandar pada kursinya.

Awalnya Suri hanya mendengus dan tertunduk, tapi Suri sadar dimana dia terakhir kali tertidur. “Siapa yang membawaku kemari?”

“Aku, memang siapa lagi?”

“Kau? Kau memecutku untuk berjalan atau….?”

“Menggendong. Aku tidak punya pecut dan mungkin aku akan membeli pecut setelah ini, itu ide yang bagus mengingat tubuhmu lumayan berat.” Tentu Kyuhyun berbohong, Suri bahkan jauh lebih ringan dari saat bulan-bulan pertama mereka menikah.

“Kau menggendongku?”

“Iya.”

“Kau benar-benar menggendongku?” wajah Suri segar sepenuhnya. Mungkin alasan yang sangat-bukan-Lee-Suri, tapi Suri memikirkannya saat ini, Kyuhyun terlalu lelah dan dia tidak terlihat baik-baik saja. Menggendong Suri meski hanya beberapa menit pasti menyusahkannya, di tambah lagi Kyuhyun menggantikannya baju. “Maaf,” ujar Suri pelan.

“Untuk?”

“Karna kau menggendongku, karna aku membiarkan kau menggendongku.”

Kyuhyun bangkit, menyadari suara Suri yang semakin tenggelam. “Apa yang kau katakan? kau sakit?” Kyuhyun menggenggam jemari Suri, meremasnya. “Kau tidak merepotkanku, aku menyukainya dan aku berbohong kau berat. Kau ringan, jauh lebih ringan saat kali pertama aku menggendongmu. Berhentilah memasang wajah seperti itu.” Kyuhyun menyusurkan jemarinya pada pipi Suri.

“Aku akan tidur dikamar lain kali.” Suri tersenyum kecil, menghilangkan jauh-jauh pikiran yang dianggap bukan-dirinya itu.

“Dan,” Kyuhyun mendekatkan dahi Suri pada bibirnya kemudian mengecupnya dalam. “Selamat ulang tahun, Cho Suri.”

Suri berkedip, “Ah iya, aku lupa. Berapa umurku?”

“21, jika kau ingin kau menyebutnya dalam umur internasional.”

“Berarti aku 22 dalam Korea?” Suri bersandar pada bahu Kyuhyun, merangkul pinggul suaminya ringan. “Apa aku sudah cukup umur untuk mengurus anak?”

“Huh?” Kyuhyun menjauhkan wajah Suri agar bisa melihatnya. “Apa aku mendengar kata-kata anak?”

Suri mengagguk. “Memang apa tujuan menikah selain berkembang biak?”

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Sayang, berkembang biak itu untuk werewolf. Kita ini manusia.”

“Oke, apapun penyebutannya itu untukmu. Apa menurutmu aku sudah siap?”

Kyuhyun merangkum wajah Suri. “Tidak akan ada yang tahu jika belum mencobanya, kalaupun kita belum siap setidaknya kita akan terbiasa lama kelamaan.”

Saat itu Suri melihat lagi mata yang Kyuhyun tunjukan saat bercinta, teduh dan ganas. Suri melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun, menarik laki-laki itu hingga menindihnya. “Apa kita punya cukup waktu untuk sedikit bersenang-senang?” Kyuhyun melirik jam digital yang dipasang di dinding.

“Ya, kita punya waktu setidaknya 40 menit sebelum bunga datang.”

Kyuhyun bertindak cepat dengan melumat bibir Suri dan meraba kulit dingin gadisnya. Dalam satu gerakan Kyuhyun sudah meloloskan Suri dari pakaian tidur over size dan menikmati tubuh gadis itu dengan jemarinya yang ramping dan panjang. Membelai, menggelitik dan meremas. Apapun yang Kyuhyun lakukan dengan sentuhan-sentuhan yang paling ringan sekalipun membuat Suri memanas. Tangannya menyentak celana training yang Kyuhyun kenakan kemudian menurukannya dengan kaki.

“Sekarang…” desis Suri.

“Tentu…”

Kyuhyun cukup memeriksa bahwa Suri sudah siap untuknya dan Kyuhyun menenggelamkan dirinya dalam-dalam. Gadis itu melengkung, menerima Kyuhyun sekali lagi dan menyerahkan dirinya sendiri pada Kyuhyun.

***

“Suri ya, bunganya sudah datang… bagaimana?” suara ketukan itu berubah menjadi gumaman kencang. Itu suara Yoojin.

Shit… shit…!” Suri mengumpat namun terus mengikuti irama Kyuhyun dengan lebih cepat.

“Ya… Sebentar lagi… 10 menit lagi…” katanya setengah terbata dan memberi isyarat pada Kyuhyun untuk menyudahi permainan mereka secepat mungkin meski berlama-lama lebih menyenangkan.

***

Suri turun mengenakan celana jeans dan kaus tidurnya menghampiri berember-ember calla putih segar dan mawar juga daisy kuning cerah di letakan dihalaman belakang rumah mereka. Min-Jun juga sudah berada disana, membawa berlusin-lusin piring ke atas meja, menyusun serbet juga yang lainnya. Di dapur Yoojin sibuk mengupas dan memotong buah untuk membuat cocktail. Joo masih membuat adonan, beberapa koki yang juga merupakan teman Joo mulai merebus pasta dan mempersiapkan bahan tambakan. Tiramisu sudah dimasukan kedalam cetakan siap untuk didinginkan.

Heesun juga Eunah sibuk menggulung serbet, membersihkan vas-vas berbentuk kotak dan memotong pita putih sepanjang 20 senti. Dan Kim Ahjuma naik ke kamar mereka bersama putrinya.

Suri berjongkok sebentar untuk mengambil peralatannya. Dia mengambil gunting bunga kemudian berniat keluar saat Kim Ahjuma bergumam sambil membawa keranjang rotan berisi seprai putih yang baru saja diganti sore tadi.

Perempuan dengan rambut yang memutih sebagian itu tersenyum jahil saat melihat wajah anak gadis yang dirawatnya sejak umur 7 tahun itu memerah malu. “Dasar anak muda, apa susahnya menunggu hingga malam nanti? Aku baru saja menggantinya sore ini.” Dia berdecak dan tertawa layaknya setan.

Suri mengalihkan pandangannya pada laki-laki dengan celana training abu-abu dan kaus putih longgar itu berjalan menuruni tangga dengan tangan yang masuk ke dalam saku, rambut yang mungkin sengaja tidak di rapikan lagi dan wajah yang berseri-seri.

Kyuhyun mengangkat bahunya begitu bisa membaca mata Suri yang bertanya. “Ibu-ibu selalu punya insting yang kuat.” Jawabnya santai dan mencium pipi Suri singkat kemudian berlalu ke dapur.

“Apa kalian bercinta barusan saat Yoojin mengetuk?” Suri memejamkan matanya sesaat kemudian melirik Haera yang memandanganya dengan biar mata mesum dari balik pintu yang menghubungkan ruang tengah dengan pekarangan belakang.

“Bagaimana rasanya?” Heesun menimpali.

“Apa… kau…” saat Eunah akan bertanya Suri sudah merasa malu setengah mati, bahkan dia yakin wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus saat ini.

“Mwoya ige?” jawab Suri jengkel dan menghentakan kakinya menuju halaman belakang tempat tiga tenda yang dipasang secara menyambung membentuk huruf I panjang yang bermuatan kursi 87 orang. Min-Jun disana memasang serbet sedangkan Haera dan Donghae satu-satunya personel Super Junior yang datang pagi-pagi buta itu jsutru sibuk bercengkrama sambil melap piring-piring porselen dengan motif Prancis itu.

“Min-Jun ah, aku tahu bagaimana rasanya terjebak diantara mereka.” Yakin Suri dan Min-Jun tertawa, memang sedikit memuakan mengingat keduanya selalu melontakan kata-kata manis satu sama lain.

“Ya setidaknya itu lebih baik daripada terjebak diantara kau dan Kyuhyun hyung.” Ujar Min-Jun setengah tertawa. Terjebak diantara Suri dan Kyuhyun memang akan lebih buruk, buruk untuk suasana hatinya.

Suri memilah calla, menyatukannya hingga lima calla setengah mekar itu menyatu kemudian mengikatnya dengan pita berwarna biru tua itu dan meratakan pangkalnya hingga menjadi 25 boquet, dan mengembalikannya ke dalam ember berisi air yang sudah di buang setengahnya agar tetap segar.

Suri berteriak meminta vas bunga berbentuk kotak dan yang membawakannya adalah Kim Heecul juga Cho Kyuhyun membawa 10 vas lainnya. “Oppa? kau datang lebih awal?”

“Tentu! Aku meminta ijin hari ini untuk datang tengah hari karna temanku akan menikah. Dan saat menikah pertama kalinya aku tidak di undang…” Heechul berdiri dan mulai membuka tangannya kesal. “Kalian itu tidak menghargaiku, eo? Coba bayangkan, kau Lee Suri–“

“Cho Suri, Hyung.” Koreksi Kyuhyun.

“Aish.. keure, Cho Suri, siapa yang membantumu memberi kabar tentang Kyuhyun saat dia koma kalau bukan aku? Lalu kau Kyuhyun ah, siapa yang repot-repot mendengarkanmu bercerita tentang Suri saat kau mabuk di kamarku, eo? Kalian benar-benar….”

“Changkama, Hyung…” Kyuhyun melirik Suri sesaat yang memejamkan matanya kesal. “Kau bilang Suri menanyakan kabarku saat aku koma?” Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Suri. “Kau tahu saat aku koma?”

“Tentu saja! Dia bahkan datang dan menungguimu hingga ti–“ Heechul menutup mulutnya rapat-rapat, dia terbawa emosi dan mengatakan semuanya pada Kyuhyun. “Tidak jadi.” Lanjutnya setengah tertawa canggung. “Suri ya, aku tidak sengaja, sungguh…” Heechul masih tertawa dan memegangi mulutnya.

“Aku ingin tahu yang sebenarnya malam ini.” Ucap Kyuhyun kemudian kembali lagi kedalam membantu pekerjaan apa saja.

“Oppa! mwoya!” Suri mengacak-acak rambutnya frustasi. “Aish! Jinjja.”

***

Tepat pukul 7 lewat 45 menit Suri sudah berada di depan cermin studio miliknya yang disulap menjadi kamar rias dadakan. Kali ini Suri mengijinkan Ah-Ra masuk untuk memberinya sedikit tips dalam berias.

Suri masih berbalutkan jubah hitam, rambutnya di jepit dan mosturizer di oleskan pada wajahnya. Namun tiba-tiba Ah-Ra menahan tangan Suri yang hampir megusap krim tersebut.

“Tunggu, aku mendapat mandat dari Kyuhyun untuk memportret proses makeupnya.”

“Noona!” sepertinya percuma membentak seperti apapun, karna Ah-Ra terus memotretnya. Saat itu perias wajah Suri sempat kesal dengan kantung mata gadis itu dan lingkar hitam di bawah matanya. Awalnya Suri tersenyum ke arah kamera, namun setelah mendengar celotehan periasnya, Suri mendatarkan kembali wajahnya.

makeup step 1

“Apa kau jarang tidur?” tanya perias wajahnya yang kebetulan adalah Jang Nari.

“Eo, aku frustasi suamiku lebih memilih mencium orang lain.” Dan mereka tertawa. Setidaknya di depan Ah-Ra yang tahu bagaimana dia dan Kyuhyun apa lagi Nari yang memang paling bersemangat menjodohkan Suri dengan Kyuhyun dulu.

Mengerti apa yang Suri mau, Nari tidak begitu memfokuskan pada foundation yang tebal. Dia lebih menekankan pada mata Suri, dan menonjolkan batapa seksinya bibir yang selama ini hanya di poles lip balm atau nourishing cream saja itu.

Nari menebalkan eyeliner, beruntung bulu mata Suri sudah lentik, dia hanya perlu menambahkan mascara. Bibir Suri di poles dengan lip stick berwarna hot pumpkin, kemudian mencari-cari cream blusher karna melihat wajah Suri yang masih terasa begitu pucat di banding warna bibir dan makeup matanya.

“Kau punya cream blusher, Suri ya?”

“Huh?”

Cream blusher, itu yang berbentuk botol berwarna peach muda yang Kyuhyun belikan untukmu untuk hadiah Natal.”

“Oh, aku rasa ada disuatu tempat dikamarku.”

“Yak, neo babo ya!” Nari buru-buru berlari secapt kilat ke kamar Suri dan memeriksa meja rias yang tertata rapi, beruntung dia menemukannya disana. Nari segera kembali karna waktunya semakin sempit, kurang dari 30 menit lagi.

Nari menaruh tiga titik pada pipi kanan dan kiri Suri. Nari sudah meratakan krim sebelah kanan saat Ah-Ra berteriak untuk menahannya. Jadilah hanya pipi sebelah kiri yang berhasil di potret.

baby peach

***

Kyuhyun merapihkan celana kelabunya, vest kelabu, kemeja hijau tosca dan jas senada dengan dasinya melengkapi penampilan Kyuhyun pagi itu. dia sudah berdiri di ruang tengah, menyalami beberapa tamu, mengantar mereka menuju halaman belakang, masih 10 menit lagi dan yang kurang hanya beberapa orang lagi.

Kyuhyun kembali lagi ke dalam, merapikan bajunya dan juga rambut, memastikan penampilannya sempurna.

Ini bukan yang pertama kali dan aku melewatinya dengan perempuan yang sama, tapi rasanya tatap saja gugup. Sejujurnya gadis itulah yang membuatku gugup, bukan situasinya, dia selalu berhasil membuat nafasku berhenti, melakukan sesuatu diluar kebiasaanku, dan aku menyukainya.

***

Halaman belakang rumah mereka disulap menjadi tempat pesta sederhana. Sofa dengan warna cerah berjejer bergantian dengan kursi-kursi kayu putih, piring porselen di tata di atas serbet kecil, gelas cocktail, bunga calla yang di geletakan begitu saja di atas meja memberikan kesan mewah namun tetap tak teratur, daisy-daisy berwarna kuning cerah bertumpukan dengan sweet william di dalam vas bunga berbentuk kubus. Lilin-lilin pendek di letakan dengan aroma yang lembut dan tidak menyengat.

decoration garden party

Tidak ada bangku untuk menyaksikan upacara, karna upacaranya hanya sederhana tanpa pendeta, hanya ada Ayah Suri, Lee Chun-Hwa, yang berdiri di hadapan Kyuhyun untuk mengucap janjinya yang kedua kali. Dan yang akan menjadi pendamping Suri adalah Sungmin juga Sungjin. Benar-benar sempurna seperti impian Suri. tidak ada menikah diluar negri dengan perayaan besar-besaran, tidak ada pendeta nomor satu, tidak ada bulan madu kedua setelahnya.

Sial.

Suri menutupi dirinya dengan jubah mandi dan memanggil Hyukjae diam-diam, mengajaknya ke ruangan kosong dekat dapur, bergumam sesuatu tentang musik dan kemudian keluar.

Suri menggengam lengan kedua kakaknya yang berdiri disisinya. Dress yang Suri kenakan benar-benar sederhana dengan warna hijau tosca, dress itu melilit bagian atas tubuh Suri, memamerkan punggungnya, kemudian dari pinggul kain itu jatuh menjuntai sembarangan hingga satu jengkal di bawah lututnya, Suri mengenakan sneakers putih bersih sebagai alas kakinya, menurutnya itu jauh lebih nyaman dibandingkan stiletto atau heels yang menyakitkan.

Rambut Suri diberi sentuhan warna kemerahan kemudian menyangulnya longgar dan menyelipkan beberapa bunga azalea dan carnation pada ikatan sanggul tersebut. Juntai-juntai anak rambut menghiasi wajahnya dan kali ini, semua tamu menahan nafasnya begitu melihat Suri yang selama ini membiarkan rambutnya tergerai flip hair atau di ikat asal dengan baju yang benar-benar tidak feminim itu keluar menggunakan dress ringan berwarna hijau tosca dengan sentuhan rambut yang manis dan ciri khasnya, sneakers.

suri 2nd wedding

Saat Suri mulai menuruni tangga, lagu itu berputar perlahan kemudian volumenya semakin naik. Lagu yang sangat Suri kenal dan jauh lebih cocok untuk tema yang seperti ini. Suara berat laki-laki itu mengalun dengan petikan gitar sederhana. Doves, There Goes The Fear adalah salah satu lagu favorite Suri dan menurutnya cukup manis karna janji seorang pria yang akan menjauhkan ketakutan dari gadisnya, menyuruh gadis itu menutup matanya dan memikirkan dirinya setiap kali merasa terpuruk dan jangan pernah melihat kebelakang, jangan pernah memikirkan ketakutan yang semakin lama semakin mendekat.

Bouquet bunganyapun Suri membuatnya sendiri, puluhan bahkan mungkin ratusan kuntum bunga Lily yang berbentuk lonceng tersebut berdesakan di antara daunnya yang panjang dan batang yang melengkung.

b-04a

Di Prancis, bunga ini selalu menjadi hal yang wajib saat tanggal 1 Mei, aromanya yang lembut dan berbedak-bedak, aroma klasik khas eropa dan keanggunan bangsawan di balik bentuknya yang sederhana dan merupakan komoditas umum. Tidak sulit menemukan bunga yang di anggap melambangkan kelembutan dan ketulusan Hawa, di tamanpun saat musim semi tiba, kau bisa menemukannya terselip di antara bunga-bunga yang jauh lebih cantik.

Kyuhyun menoleh saat gadis alunan lagu itu mulai berkumandang, dia memasukan tangannya ke dalam saku dan tertawa kecil melihat apa yang Suri kenakan untuk alas kakinya. Dia tidak takut jika orang-orang memandangnya sebagai perempuan pendek, lak-laki memang harus lebih tinggi.

Di tangannya puluhan bunga lily of the valley itu berdesakan dan disatukan dengan kain berwarna silver. Memang, bentuknya tidak semewah mawar atau calla yang menjadi pilihan kebanyakan pengantin. Lily of the valley tidak lebih mewah dari baby’s breath, bunga yang kecil berbentuk lonceng , daun yang panjang dan lebar. Namun entah kenapa Kyuhyun merasa bunga itu menggambarkan Suri.

Tidak mewah namun juga tidak murahan karna hanya pada musim semi mereka bermekaran. Bersih. Sederhana dan istimewa. Seperti Suri. Gadis itu menjadi istimewa karna kesederhanaan caranya berfikir dan bertindak. Caranya memandang seseorang, caranya mengatakan ya atau tidak. Bagi Kyuhyun, Suri istimewa karna tidak ada satupun di Korea bahkan diseluruh dunia yang sengaja membuat imagenya jelek apa lagi tampil beda tanpa poni, tanpa suara yang manis, tanpa pakaian yang feminim dan elegan saat hampir semua perempuan yang tinggal di dekatmu melakukannya.

Bibir Suri melekuk sederhana saat menggapai tangan Kyuhyun. “Sneakers? Pilihan yang tepat.” Gumam Kyuhyun di telinga gadis itu.

Tidak ada penyebutan seperti upacara pada umumnya. Kyuhyun mengangkat tangan kanannya dan mulai mengucapkan sumpahnya dalam bahasa yang sangat Suri ingin pelajari, Gaelik.

Suri berkedip saat mendengar nada yang sangat sempurna meluncur dari bibir Kyuhyun dengan mudahnya, seolah-olah laki-laki itu keturunan bangsa Celtic atau setidaknya pernah tinggal bersama kaum Irish.

“Aku, Cho Kyuhyun, berjanji akan mencintainya dalam suka maupun duka, membantunya mengingat apa yang dilupakannya, membantunya mencari apa yang hilang, menjadi pikiran keduanya, menjadi kakinya saat dia tidak bisa lagi berjalan, menjadi matanya saat pengelihatannya mulai rabun, menjadi tangannya saat kadua tangan itu sulit terangkat, menanyikan lagu selamat tidur yang tiada akhir, dan menghormatinya seperti aku menghormati Ibu dan Kakak perempuanku,” Kyuhyun menoleh sesaat ke arah Suri yang masih terbengong. “A ghra.”

Hanya kata terakhir yang Suri mengerti, Suri mengigit bibirnya sebelum menghadap Ayahnya dan mengangkat tangan kanan untuk berjanji. Kali ini Suri mengucapkannya dengan bahasa Prancis yang mengalun dan terdengar seperti rayuan. Suara Suri yang khas, lembut namun agak serak itu membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri. Suri jarang sekali berbicara bahasa Prancis  saat mereka berdua, namun saat Suri mengucapkannya kata demi kata, suaranya terdengar semakin menggoda denga bibir yang penuh dan berwarna kalem.

“Aku, Lee Suri, berjanji akan mencintainya dalam suka maupun duka, penyanyi atau bukan, menyukai game atau tidak, bisa memasak atau tidak, aku akan menjadi telinganya ketika pendengarannya mulai berkurang, membuatkannya sarapan tanpa sayuran hingga setidaknya 50 tahun lagi, membantunya menggaruk punggung dan menggosok punggungnya, atau setidaknya membuatnya tidur lelap malam nanti tanpa beban pekerjaan. Dan,” kali ini Suri membalas tatapan Kyuhyun. “Biarkan aku menghangatkan kakiku di kakimu lagi malam ini.”

Kyuhyun tersenyum. “Oui.

Tanpa menunggu perintah selanjutnya, Kyuhyun menempelkan bibirnya pada bibir Suri, hanya tiga detik namun membuat suasana riuh dengan tepuk tangan dan teriakan alien. Suri berbisik saat mereka berjalan menuju tamu mereka. “Memang kau tahu artinya aku menanyakan apa tadi?”

“Tidak. Tapi yang pasti kau tidak minta aku menceraikanmu bukan?” Kyuhyun menyengir dan mengenalkan Suri pada SHINee juga artis SM Entertaimen yang lainnya.

“Bagaimana kalau aku minta kau menaikan jumlah transfermu ke rekeningku?” seringai itu tersungging di bibir Suri.

“Tidak masalah, kau mau berapa?” Kyuhyun justru menantangnya dan menyebabkan Suri harus mendengus kesal kemudian berlari menuju ruang makeup untuk mengganti pakaiannya.

Saat Kyuhyun menggandeng tangannya menuju kumpulan anak muda dengan wajah cerah dan tertawaan lantang di dekat meja makan berkumpul mengerubungi cocktail yang disajikan, Suri menarik tangan Kyuhyun ke tempat lain. Tempat yang jauh dari keramaian. Dari jauh Kyuhyun melihat seorang wanita dengan rambut pirang sepundak, kulit yang lebih cokelat dari Suri satu kesamaan dari mereka, yaitu sama-sama kurus.

“Cho, ini Bibiku yang menolah di panggil Imo, Byun Jieun.” Suri mengenalkan wanita yang masih tampak muda mengenakan sweater rajut berwarna biru metalik dan celana jeans putih.

“Annyeonghaseo, Cho Kyuhyun.”

Wanita itu mengangguk-angguk pelan. “Aku sering dengar namamu di televisi. Ini rumah kalian?” Jieun mengelilingi pandangannya di halaman belakang rumah Suri yang di penuhi dengan berbagai macam tumbuhan. Mulai dari blue bells, daisy, sweet williams, black eyed susan, dan sebuah pohon besar berbatang yang melingkar besar di tangah taman yang rantingnya menggapai jendela-jendela di lantai dua, wisteria.

“Aku rasa begitu.” Jawab Suri santai dan ikut mengelilingi pemandangan halaman belakangnya yang mulai berwarna biru dan ungu muda.

“Anak memang tidak jauh dari kebiasaan Orangtuanya.” Jieun tersenyum kering, mata yang sebelumnya ramah itu berubah sendu dan menimbulkan efek mirip-Suri pada wajah lembut Jieun.

Suri menaikan alisnya sebelah. “Aku sepertinya belajar darimu.”

“Ya, dan aku belajar dari Ibumu.” Jieun beranjak dari tempatnya berdiri menuju tumpukan blue bells yang masih berupa kuncup dan mulai berdesakan dibawah pohon baobao tua. “Bahkan penataannyapun mirip. Wisteria, daisy, blue bells dan,” Jieun menoleh, mengusap ujung-ujung bouquet bunga Suri. “Lily of the Valley kesukaannya. Aku baru sadar kau memang mirip dengan Kakakku yang keras kepala itu.”

Dari sekian banyak yang sering Jieun ceritakan padanya, dia tidak pernah menceritakan part ini. Tangan Suri berkeringat dingin, kakinya gemetar dan samar pelupuk mata itu di genangi air mata. “Kau tinggal dengan mereka?” suara Suri bergetar meski tidak ketara dan bagi Kyuhyun, mata gadis itu benar-benar luluh. Kyuhyun merangkul pinggul Suri untuk lebih mendekat padanya dan bertumpu sebagian berat badannya pada Kyuhyun.

“Tentu, aku waktu itu masih SMP dan tidak ada yang merawatku, jadi aku pergi ke rumah Kakakku dan tinggal disana.” Mata Jieun kembali menyusuri bangunan rumah dibelakangnya. “Hanya saja rumahmu jauh lebih besar. Rumah kita dulu hanya satu tingkat dengan pekarangan yang luar biasa luas.”

“Apa kau menjual rumah itu?”

“Tidak. Aku tidak menjualnya, Orangtuamu yang sekarang mengambil alih rumah itu dan mengatasnamakannya atas namamu setelah aku lulus SMP dan pindah ke Paris. Sul…,” Jieun mendekap Suri erat-erat. “Kalau kau menangis, makeupmu luntur.” Ucapnya setengah tertawa.

***

Sepeninggal Jieun yang sudah bergabung dengan Sungmin dan Sungjin, Suri masih berdiri di depan blue bells yang kuncup. Bunga yang melambangkan penyesalan dan kesendirian itu tubuh cantik dan menutupi sebagian halaman belakangnya dengan warna biru nyaris keunguan, berdesakan dengan warna kuning pekat dengan pusat gelap dari black eyed susan.

“Kau memikirkan mereka?”

Suri tidak merasa perlu untuk memperlihatkan wajahnya pada Kyuhyun. “Ya, mungkin, mungkin juga tidak.”

“Kau ingin mengingat mereka?”

“Seandainya bisa. aku tidak ingat apapun. bahkan rumah itu.”

“Kita akan mencarinya lain kali, sekarang berdirilah.” Kyuhyun menaik tubuh Suri. “Ganti bajumu dan nikmati pestanya. Jika Orangtua kandungmu tidak datang, ada Orangtuamu yang lain yang bersedia datang. berdirilah dan sapa mereka.”

Suri menunduk. “Aku beruntung mempunyai sesorang sepertimu.”

Kyuhyun tidak mengantar Suri, dia tetap berdiri disana melihat Suri yang berjalan menjauh menuju pintu untuk berganti pakaian. Wajahnya masih tertunduk sendu, meski sebagian orang menilai wajah itu adalah wajah yang terkesan dingin. “Aku yang beruntung mempunyai gadis sepertimu.” Gumamnya pelan tanpa senyuman.

***

Sementara Suri memakai tank top putih dengan rok berjumbai hingga beberapa jumbainya menyentuh mata kaki, kalung-kalung batu kecil menghiasi leher Suri, begitu juga dengan pergelangan tangannya. Rambut Suri yang sebelumnya di sanggul longgar berubah menjadi keriting kecil dengan warna keemasan, headband berwarna cerah dengan makeup yang jauh lebih natural.

Saat Suri sampai di meja makan dan duduk di kursi yang Kyuhyun tarikan untuknya, pasta-pasta itu sudah tersaji di atas meja, appetizer masih dalam proses pelenyapan dan dessert masih menunggu di pintu dapur.

Kyuhyun hanya menanggalkan jas dan vesnya saja. Kemeja hijau tosca dengan bagian lengan dalam berwarna hitam itu di gulung hingga siku, dua kancing teratas dibiarkan terbuka dan celana Kyuhyun berubah menjadi corong di bagian bawah. Suri tertawa melihat hal tersebut tidak mengubah kadar ketampanan Kyuhyun di matanya. Sungguh ajaib.

Mereka sesekali menanggapi pertanyaan-pertanyaan dasar seperti, ‘Bagaimana kalian bertemu?’, ‘Mengapa kalian bisa dekat?’, ‘Apa yang membuatmu tertarik dengannya?’ dan sebagainya.

“Dari mana kau belajar bahasa Ghaelik?” Suri bertanya di sela-sela menyendok baked pasta miliknya.

“Dari Roarke.”

“Yak! Dia belum lahir!” Suri merasa jengkel tiap kali Kyuhyun meledek Roarke.

“Kalau begitu dari Patrick Roarke.” Jawabnya masih bercanda.

“Kalau begitu aku akan menendangmu ke bathtub nanti.”

Kyuhyun tertawa sesaat. “Aku pergi ke tempat les bahasa Ghael. Dan belajar dengan susah payah selama dua hari. Bahkan aku mengigau ketika dimobil.” Kyuhyun menyendok lagi pastanya saat melihat reaksi Suri yang kembali terlihat menyesal meski kebanyakan orang menganggap wajah itu tetap datar. “Aku tidak akan bertanya dimana kau mempelajari bahasa Prancismu yang indah itu.”

Suri mendentingkan sendoknya pada sendok Kyuhyun dengan senyuman kecil. “Maafkan aku jika aku terkesan memaksa kau untuk menjadi seperti Roarke. Walaupun aku sebenarnya hanya ingin meledekmu.”

“Sejujurnya, aku lebih ingin melihat wajahnya tak terkontrol dan menunjukan bahwa istriku bukan ratu es menyeramkan. Dia cantik saat gugup dan membius saat tertawa.”

“Oh..” Suri mengigit garpunya canggung. “Oh… sialan memang kau, Cho Kyuhyun!” meski sebal mendengar rayuan Kyuhyun, namun tetap, Suri masih seorang wanita, sedingin apapun dia, jika di rayu oleh suaminya dengan cara yang berbeda membuatnya merinding.

Suri mengedarkan pandangannya pada sekeliling, lihatlah tamu-tamunya yang hadir. Benar-benar tidak satupun dari mereka yang berpakaian layaknya menghadiri pernikahan. Heechul tampil menggunakan celana selututnya dengan motif kotak-kotak kecil, kemeja merah muda dan vedora. Berbeda dengan Hyukjae yang mengenakan celana jeans pendek dan kaus putih di lengkapi vest dan kacamata bulat. Donghae dan Haera mengajak Namhae dan berpakaian serba biru muda. Eunah memakai dress dengan warna dasar hitam yang didesaki motif bunga-bungaan kecil berwarna-warna cerah kemudian melapisinya degan kemeja sleeveless dan mengikat ujung-ujung bagian depan kemejanya. Berbeda dengan Eunah yang tampil feminim, Yoojin mengenakan kaus dress selutut warna hijau tua dengan rambut yang di keriting kecil hingga melewati pundak juga headband berwarna merah dan kuning keemasan. Sedangkan Heesun memakai kaus hitam dengan celana hot pans bergambar bintang di saku belakang dan topi cowboy juga kacamata hitam andalannya. Benar-benar sesuai rencananya.

Suri tersenyum lebar, jika seperti ini suasananya, maka tidak terasa seperti pernikahan yang kerap kali terlalu formal, khidmat dan kaku. Bagi Suri, hidupnya terlalu singkat untuk dilewatkan dengan hal-hal yang seperti itu, biarpun cara hidup Kyuhyun jauh berbeda dengannya, namun tidak satupun dari mereka saling meributkan hal tersebut.

***

Pukul 12 siang Yesung dan Heechul berdiri serempak dan mendekati Kyuhyun juga Suri yang masih sibuk berkutat dengan piring mereka yang penuh.

“Kami harus pergi sekarang.” Ucap Heechul dan membenarkan kemeja merah mudanya dan Suri masih terbengong.

“Ke?” tanya Suri santai.

“Kembali ke markas, dan Yesung harus bersiap-siap sekarang.”

Ah, ya, Suri lupa kalau hari ini Yesung mulai menjalankan wajib militernya dan Heechul belum sepenuhnya keluar dari tugas itu. Suri mengangguk dan berjalan mengitari meja untuk memeluk Yesung ringan. “Hati-hati, Oppa. aku menyesal harus mengadakan pesta saat keberangkatanmu.”

Yesung yang sudah berpotongan rapi saat itu dan menutupinya dengan topi. “Yah, aku juga menyesal memilih tanggal seperti ulang tahunmu.”

Setelah itu Kyuhyun dan member Super Junior yang lain berdiri mengatar keduanya berserta Orangtua Yesung hingga ke gerbang depan. Mengucapkan banyak terima kasih utnuk menyempatkan datang ke acara mereka. Kyuhyun menunduk sedalam mungkin. Hari ini, seperti siklus kehidupan. Suri datang dengan kepribadian yang jauh lebih terbuka di banding sebelumnya dan Yesung pergi untuk sesaat, satu lagi Kakak laki-lakinya yang harus menjalankan tugas. Tidak seperti kebiasaanya yang di juluki evil, Kyuhyun hari ini jauh lebih menghargai. “Aku pasti merindukanmu, Hyung.”

“Aku juga merindukanmu, tapi aku bersyukur, semoga nanti disana tidak ada orang sepertimu lagi, Kyu.” Yesung tertawa meledek dan menepuk bahu Kyuhyun. Tentu itu hanya gurauan. Sebagian besar hati Yesung ingin menolak pergi dan menikmati pesta yang masih berlangsung. Tapi apa daya? Semakin lama dia menjalankan tugasnya semakin lama juga tugas itu akan selesai.

“Aku berangkat sekarang, jaga diri kalian baik-baik.” Yesung menunduk untuk sekian lama dan berbalik terburu untuk memasuki mobil dan pergi meninggalkan kediaman Kyuhyun.

Kyuhyun memsukan lagi tangannya ke saku celana. “Ya, setidaknya line menyanyi kita akan bertambah.” Katanya santai dan justru membuat semuanya berdecak geli.

“Khas Kyuhyun.” Gumam Hyukjae.

***

Baru pada pukul 5 sore tamu-tamu meninggalkan kediaman Kyuhyun dan tenda-tenda sudah di gulung, sofa-sofa juga kursi di kembalikan pada pemiliknya, bunga-bungaan di masukan asal ke vas sederhana berisi air dingin dan di letakan di seluruh penjuru rumah. Hanya tersisa satu sofa dengan warna hijau pekat yang di letakan di bawah kungkungan wisteria yang menggantung dari ranting-ranting yang menjalar itu.

Dan Suri juga Kyuhyun duduk di sana dengan pakaian yang lebih santai. Kyuhyun memakai kaus da celana jeans. Suri memakai kaus over size hingga lutut dan bertelanjang kaki. Aroma wisteria bercampur dengan bunga-bungaan yang berkembang di halaman belakang mereka.

Setumpuk kado pernikahan menunggu untuk di buka dan Suri mulai meraih kado yang di bungkus dengan warna emas persegi dari Choi Siwon dan keluarga. Yah, namanya juga Lee Suri, dia merobek sekenanya bungkus yang sudah dibuat cantik dengan hiasan bunga pelastik itu asal. Dan mengeryit ketika isinya terbuka.

“Baju tidur sutra.” Gumam Kyuhyun.

“Ya, apa yang lebih buruk?” Suri mengesampingkan baju tidur sutra couple berwarna merah marun itu. “Dia itu luarnya saja alim, isinya tetap saja, laki-laki…, mesum.”

“Lihat harganya.” Kyuhyun membalik bungkus sutra tersebut. “Dan sudah di copot.”

“Kalau harganya belum dicopot aku curiga itu kado dari Hyukjae.”

“Atau darimu.” Timpal Kyuhyun dan membuat Suri menoleh kasar.

Sepatu, alat makan, baju, pajangan, lukisan, tv dengan pengendali suara dari Orangtua Suri, piano besar dan sudah diletakan di ruang kosong dilantai dua entah sejak kapan dan banyak lagi. Hingga akhirnya Suri beralih pada kado dengan bentuk paling tipis dari Super Junior. Suri tidak berharap lebih dari sekedar baju couple dengan tulisan menijikan dari mereka. Otaknya sudah berniat akan memaku kedua baju tersebut di dinding kamarnya jika memang ada didalam sana sebagai hadiah pernikahan. Tapi saat Suri membukanya, wajah Suri berubah seperti malaikat. Cerah dan berseri-seri, matanya terbuka lebar dengan bibir menganga tersenyum.

Konsol game terbaru, kaset dan alat tambahan yang dapat menampilkan 3D dengan laser dari perusahaan entertaimen terbesar di dunia, Xbox. “Lihat ini? Indah sekali bukan?” persetan dengan sutra super mahal dari Siwon, anting-anting emerald dari Lee Soo-Man, perawatan kecantikan nomor satu dari SNSD, tv canggih dari Orangtuanya, Piano klasik mahal dari Orangtua Kyuhyun atau parfum lembut yang terdapat namanya dan nama Kyuhyun dalam botol glitter mewah dari Jieun. Bagi Suri ini adalah hal sangat menakjubkan.

“Aku rasa kau tidak akan bekerja untuk setidaknya dua minggu.” Kyuhyun mengusap dagunya dan memandangi benda yang Suri usap dengan sepenuh hati itu.

“Tepat.”

“Karna suasana hatimu sedang baik, bagaimana jika kau jelaskan tentang yang Heechul hyung katakan?”

“Oh itu,” jika sudah memiliki mainan seperti ini, apapun yang merusak image dinginnya di depan Kyuhyun, Suri sudah tidak peduli. “Aku waktu itu sedang ingin kembali ke Korea tapi karna memikirkan bagaimana Sungmin oppa dan kau dekat, aku berniat kembali lagi ke Prancis saat itu juga. Dan aku mendengar beritanya di tayangkan hampir tengah malam di televisi bandara.

“Katanya kau dan beberapa member Super Junior mengalami kecelakaan, jadi aku memutuskan untuk berbalik dan menemuimu. Tidak ada yang mempedulikanku waktu itu, jadi aku santai saja melewati kerumunan karyawan.” Jawab Suri santai.

“Kenapa kau tidak masuk dan menungguiku disamping? Itu lebih mudah jika dibandingkan harus menayakan beritaku pada Heechul hyung.”

“Cho, apa saat kau melihat aku terbaring dengan kemungkinan kecil untuk bisa menyanyi lagi bahkan hidup normalpun sangat kecil kau akan tetap disampingku dan menangis setiap kali kau terbangun dengan nafas yang berat pandangan kabur dan melantur? Apa kau akan ada disana dan kaut melihat hal itu?” kali ini suara Suri naik. Dia ingat betul bagaiaman Kyuhyun bernafas dengan susah payah, melihatnya merancau atau bahkan mengeluarkan airmata dalam tidurnya. Dan Suri benci jika harus mengorek lagi kenangan itu. dia takut jika suatu saat hal itu kembali lagi merenggut Kyuhyun dan menempatkan dirinya dalam posisi yang sama, tidak bisa melakukan apapun.

“Ya, aku akan disana.”

“Sialan, Cho Kyuhyun! Aku tidak sepertimu! Intinya aku disana, di luar, hanya terpisah pintu, aku masih bisa melihatmu, mendengar perkembanganmu sampai satu bulan setelah itu dan aku kembali ke Prancis. Kau puas?”

Hanya mengangguk. Ada kemarahan dimata Suri, bukan marah pada Kyuhyun, tapi marah pada dirinya sendiri yang bahkan tidak mengatakan apapun untuk membujuk dokter saat itu. “Terima kasih karna kau berada disana dan mengguiku meski aku tidak tahu kau disana.” Kyuhyun mengambil kardus kecil dari balik tubuhnya dan menghadapkan pada Suri. “Ini kado ulangtahunmu.”

Karna mengetahui sikap Suri yang asal merobek pembungkus kado, Kyuhyun tidak perlu repot-repot untuk membungkus kardus tersebut bahkan Kyuhyun tidak menyegelnya. Suri membuka penutup kardus tersebut dan wajah malaikat itu menggantikan amarah di matanya yang perlahan memudar. Suri berkomat-kamit, umpatan khas Prancis yang terlontar dari mulutnya yang penuh.

my JDDDD

Itu adalah koleksi buku J.D. Robb yang hilang dan digantikan dengan buku-buku yang masih baru. Namun Suri melihat Divided in Death sudah agak rusak, jadi Suri memutuskan untuk membuka buku itu kemudian refleks merangkul lengan Kyuhyun. Buku itu adalah bukunya yang hilang, Suri sendiri yang menghilangkannya. Divided in Death menjadi begitu berharga karna pengarangnya sendiri yang memberikan buku itu pada Suri, lengkap dengan tanda tangan dan nama Leah Lee tercantum disana.

“Dimana kau menemukan ini?” tanya Suri antusisas.

“Di bawah tumpukan handuk bersih di kamar mandi rumah Orangtuamu.”

“Huh?” Suri berkedip. Kebiasaan lainnya, Suri selalu membaca di dalam wc dan meninggalkan barang-barangnya begitu saja. Kemudian gadis itu tertawa. “Ya Tuhan, aku lupa.”

Lama keduanya hanya memandangi buku tersebut. Sebelum akhirnya Kyuhyun mengalihkan pandangan Suri padanya.

“Selamat ulang tahun, dan ya, Lily of the Valley adalah pilihan yang tepat.” Keduanya mengalihkan pandangannya pada bouquet bunga yang di letakan dalam sepatu boat cokelat muda milik Suri yang kekecilan.

lily of the valley on boat

“Dan aku cukup terkejut mengetahui satu batang yang di tumbuhi kurang dari 7 bunga harganya bisa mencapai 55 USD.”

Bentuknya seperti lonceng, putih, sederhana dan aroma yang harum melambangkan kesederhanaan juga kemurnian seorang wanita, kasih sayang Maria yang menangisi anaknya ketika di pasung, kesedihan Hawa yang di campakan dan harus berjauhan dengan Adam.

Bunga yang penuh pengharapan dan perlindunga. Semoga saja seperti fungsinya, melindungi kebun dari pengaruh buruk, bunga itu dapat menjaga pernikahan mereka dari pengaruh buruk.

“Tapi aku suka aromanya,” ucap Kyuhyun kemudian. “Seperti mengundang sesuatu, merayu dan mengajak….”

Suri menoleh kasar dan mendapati smirk itu menghias wajah Kyuhyun, pasti laki-laki itu tahu bahwa aroma lily dapat meningkatkan aliran darah pria. “Kau cepat untuk menganggapi apa yang kupilih ternyata.”

“Dan cepat juga membaca apa yang kau inginkan.” Kyuhyun menggendong Kyuhyun dan membiarkan istrinya menggoda lekuk leher Kyuhyun selagi mereka menuju kamar. “21 ternyata meningkatkan gairahmu.” Katanya dengan tertawaan.

***

Pukul 7 pagi Suri dan Kyuhyun turun menuju halaman belakang untuk sarapan pagi membawa sepiring nasi goreng dan jus jeruk tapi keduanya terheran melihat gentong-gentong besar berwarna cokelat bata di letakan di pekarangan mereka. Itu adalah lily of the valley yang sudah mekar dengan puluhan ribu kuntum yang melengkung sederhana, cantik dan berwarna putih terang.

“Ya Tuhan! Siapa lagi yang melakukan ini?” Suri yakin siapapun yang memberikannya kado ini pasti uangnya terkuras habis.

“Ah-Ra noona.” Kyuhyun menunjuk kertas yang bertuliskan tangan Ah-Ra.

“khas Cho Ah-Ra.” Katanya serempak setelah membaca surat yang isisnya kurang lebih mendo’akan agar keduanya langgeng dan memiliki keturunan yang cantik seperti Bibi dan Pamannya.

—END—

Seperti yang dikatakan di akun FB ku, seharusnya orang-orang yg lahir di tanggal 6 Mei itu manis, lucu, lugu, imut dan lain-lainnya, tapi ntah apa dosa Ibunya Suri waktu hamil, anaknya jadi urakan, benci dibilang manis apa lagi polos, gada imut-imutnya, muka datar suara datar minta di tendang bokongnya dan parahnya Kyuhyun tergila-gila ama itu cewe aneh ckckc. tapi ya, bgitulah Suri, suka ga suka, dia ngga ikut trend cewe Korea yang kebanyakan tampil dengan imut dan image polos. jadi diri sendiri itu lebih enak daripada pura-pura murni tapi busuk *aisshhh~ si Arista kerjaannya. OKE lupakan.. bya~ 

124 thoughts on “[Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 2-END

  1. kyaaaaa baru liat publisan yg ini, belum baca yg part satu :c.. di kodo disini yaa komennya haha karna diliat masih belum ada yg komen jadi mau komen dulu br dibaca yg part satu. maaap jg dr kmaren ga ada komen yg cukup membangun. abisnya bingung mau komen apaan. kalo ada saran aku mau komen lg deh yaa kkk~

  2. Suka sama filosofi bunganya.
    Ngakak pas bagian sex kilatnya sama waktu buka hadiah dari Siwon.
    Nggak nyangka klo Siwon bakalan ngasih kayak begituan. Emang se.alim apapun orang, laki2 tetep aja laki2.

  3. ciaciacia.. ending … ending yang manis😉

    saya sedih banget *jujur ampe nangis* waktu mereka nganter jong won oppa wamil .. huaaa.. ga rela.. #WeWillWaitKimJongWon.. saranghae oppa …🙂 tapi ngakak waktu suri dapet kado game.. kkk~ dasarr Cho Suri😀
    n yang paling penting.. aku sangat setuju sama ini “dan tampar saja wajah perempuan yang tidak tergoda dengan laki-laki macam dia”..siapa juga yang menolak ketampanan seorang Cho Kyuhyun..😀 *hugKyu ^^

    aku suka banget sama ff eonni .. menurutku menunjukkan sisi manis dengan cara berbeda.. i really like that😉 keep writing eonni .. ditunggu ff lainnya..🙂

      1. ya.. suer deh gabohong *plakk kekeke😀
        yah yah .. pinjem bentar eon😉 #aegyo bareng umin😀

  4. Disini banyak sekali adegan kemesraan kyuhyun dan suri aaaaa lope lope diangkasa❤
    Kapan mereka berdua memiliki anak eon? Aku sudah tak sabar(?)._. Hohohoho

  5. Itu sofa sama kursi dikembaliin ke pemilik-nya?
    Astaga,jadi cuma pinjem? #plak.. hahaha

    Eum,suka sama foto kardus brisi tumpukan novel itu.. #eon tau dari sapa.. kekeke

    Ahhh,rasa.y ga rela kalo udah slesai,d+ lagi rencana hiatus’mu itu saeng.. #mewek sambil meluk kyu ( cho suri-ssi,aq pnjem suami-mu bentar.. ^^’)

    sejujurny eon bharap ada dialog yg berkomentar ttg hub mrka dri para artis SM,d.awal mereka udah ckup tkejut dgn undangan itu kan?

    tpi gpp.. yg pasti eon ttp suka ff-nya
    Daebak.. ^_^

    1. *acak2 rambut* aduh eonni!!!! panas ini kalo bahas dari siapa isi kardus itu… *heboh sendiri HAHA
      iya abis takut kepanjangan dan bertele-tele jadi ga aku tulis pdhal udah kepikiran kalo mreka kyanya aneh ngeliat suri.

      1. Panas ya? ntar eon panggilin tk.es cendol.y #loh? hahaha

        iya,kaya.y seru kalo mreka ngrumpi.in suri d.belakang..
        apalagi mrk bru tau kalo tnyata kyuri itu udah nikah.. kekeke

  6. Puaaaas bngt baca ini ff, ga berlebihan, pas, haah ngomong apa c w, yg pasti w sukaaa ff lo#keluardehaslinya#
    oh yaaa selamat ulang tahuuuun Lee Suri aka Leah Lee aka okky, hhee😉
    dirimu benar2 mau hiatus TT brapa lama? Hiks ga rela amat c, andweee andwee

    1. wah makasih kyufii.. santai aja disini gua-lu, aku-kamu, di jabanin hahaha
      sampe skripsiku di daftarin, tapi ada 5 judul FF yang udah siap publish koq🙂

  7. paling suka ma janji pernikahan kyuhyun ma suri yang sangat menggambarkan kepribadian keduax yang saling melengkapi………………..

  8. Itu kado pernikahan kurang mewah apa cobaa ..
    Hoho ibu ibu emg punya insting kuat :p lagian mereka ga tunggu aja pas udh malem wkwkwk
    Kyuhyun suri chukae ~

  9. kyaaa, psngan mesum, bsa2 nya pagi2 udh berbuat mesum, dngan wktu yg limit lg ekekek. hadiahnya pda nggak nhan euy.

      1. ekekek nggak pa2 kok, mlah bgus mlah. klo nggak ada mesum2 nya bkan kyuri namanya ekekek #di gampar author

  10. Part 2,,yeay…!!!!
    Pesta pernikahan yg manis, semanis aroma Suri…*heh?__abaikan*
    Oke, sesuai judulnya “lily of the valley”, di part ini buaaanyak membahas bunga…
    Dan sebagaian banyak dari nama2 bunga itu gk aku tau rupanya…
    Aku cuma kenal sama Calla, karna itu bunga favorit aku *gak nanya*…
    Habis ini aku pastikan bakal ngerecokin om google buat cari tau tentang bunga2 itu,, paling gk rupanya….

    Hahahaha.. aku ngakak pas bagian yg KyuRi ketauan bercinta pagi sebelum pesta pernikahan mereka, hahahaha..
    Sampe ada yg nanya gimana rasanya segala.. Gak banget deh,,, bikin malu aja… Apa hal seperti itu pantas ditanyakan???ckckckck *geleng2*
    Dan Kyuhyun oppa dengan santainya menanggapi hal itu… ckckckck,, apa dia sudah kehilangan sebagian rasa malunya????

    Aaahh,,, pokoknya aku suka couple ini….
    Ditunggu judul lainnya……

    1. ah ya,, baby’s breath udah kenal…
      Gak penting banget nih komennya, hahaha
      _Putry Aprilya_

      1. Suri aromanya unique… manis tapi dingin *ngeyel
        wah… calla juga mahal tuh harganya…
        biasa aja bntuknya, cuma artinya bagus hehe

  11. 6 may~ Happy Birthday kaka okky🙂 hihihi
    Speechleessss~ :3 itu sih laki-laki bermarga cho bisa tidak sih, lebih sempurna dari ini? OMFG!!! Aku suka banget setiap penggambaran & penjelasan detail ttg setiap bunga🙂 ya ya ya lily of the valley memiliki makna yg besar🙂❤ ihhihihi ada ya konsep wedding begitu-____- kewl b-) (´▽`ʃƪ) semoga dgn bercinta sebelum married bisa cepat menghasilkan keturunan o:)

    1. makasih!!!!!
      gada dong, cuma KyuRi yang nikahnya begitu. keren itu… haha
      aduh ini tergantung kualitas Kyuhyun dan Suri juga nih haha

  12. Aku jadi suka sama bunga lily nya…. Ada kebahagiaan kyu-ri dan perpisahan sementara dengan yesung pergi wamil….

  13. ini keren bgt suer deh ffnya. berasa baca cerita beneran, bukan fanfiction. shock pas tau hadiah dari siwon itu kayak gitu………………..ga nyangka aja gitu ahahaha. ditunggu next kyuri ff nya!!!!!😀

  14. gak kebayang ada pernikahan yg begituan disini.. kyknya ni impian trdalam author deh, krna gak bakal kesampean, d ff pun jadilah, wkwkwk..
    bingung nak comment apa, always keren..
    salute to author^^ hehe

  15. kenapa? kky… kenapa? kenapa selalu gw perempuan mesum di ff lu TT apa salah gw?? oh gw tau… Apple Genie -_-
    HAPPY BIRTHDAY MANUSIA KULKAS WKWKWK😄

  16. hihihi terharu nih liat rasa cinta mereka berdua yg bgitu bsar.. sedih dan nangis pas bagian suri ketemu bibinya dan nyeritain orang tuanya..

    pernikahan impian suri akhirnya terwujud.. selamat!

    suri eonni saengil chukhae hamnida ne.. selalu langgeng sama kyu oppa dan cepet punya baby #PLAK !
    SELALU KEREN EONNI.. FIGHTING ^^

  17. yaaaaaah.. sempet2nya gituuuu sebelum nikah…pagi2… hayaaah
    pernikahan yang sangat sederhana tp menarik..
    ga sabar menunggu kabar suri hamil.
    wakakakakaka

  18. Aih>///< couple ini lagi romantis bnget!! Bener" idaman bnyak orng..
    Ckckck gga enak hati jdi'a ikut bayangin lgi ijab qobul ma kyu#gubrakk!!

    Next ff aq tunggu eon😉

  19. wohoooooooo

    daebak
    haruskah aku juga mengatakan keren adegan manis pagi2 sekali itu ??? hahahaha
    heeei garden party yg kereeen
    mau ikuuuut
    waaaaaaaa aku baru tau kalo aroma Lily of the valley bisa meningkatkan aliran darah pria hihihi

    daebak lah pokoknya chingu

  20. Yang bikin uwaw itu pas 40 menit sebelum wedding
    hetdah sempet amat ye kek gituan dulu?
    Kkkk eon itu meja nikahan nya keren, simple dan UWAW

  21. Hoooooaaaaaaaaahhhhh…
    SumpaaaaaaaH demi apaaaaa!!!!!
    Qsukaaaaaaaaa bgt critanyaaaaa…
    Huhuhuhuhu..
    Mrka b2 cocok bgt..
    saling mlengkapi, kdg romantis, kdg brantem..
    Bnr2 sukaaaaaaa..
    Acara brcintany jg g trll vulgar, tp hot & seksi pnggambaranny..
    Daebaaaaaaaaakkk

  22. Baca ff ini pas di kelas dan ngakak sediri masa #curhat

    Sumpah ya ngakak deh dipernyataannya suri “Dia itu luarnya saja alim, isinya tetap saja lelaki mesum” Wakakakak LOL😄

    Terus yg sex kilat sebelum pernikahan wakakak

    Duh bingung mau comment apalagi😄

  23. *hening bentar*
    *gatau mau ngomong apa*
    Aaaaaa mereka berdua kenapa manis sekaliiiiiii x3 Kyuhyun evilnya ilang sumpah, dewasa bgt karakternya di sini, mau dong satu calon suami kyk Kyu :3 dan itu pas Suri diledekin sama Kim Ahjumma, huahaha tumben Suri yg mulai duluan,biasanya kan Kyu yg mesum ga karuan😀 aaah spechless lah eon, overall as always, daebak!😀 ditunggu ff yg lain ya eon😛

    P.S : mungkin pas hamil ibu Suri ngidam pgn ketemu alien makanya anaknya jadi ajaib gitu hwhwhwh xD ^^v

  24. eonn, aku jadi inget bahasa gael lagi.. Liomsa~~ ROARKE!!!! eonn tau kan, si Roarke ngucapin bahasa itu kan waktu RoarEve abis.. yaah… taulah ya mereka itu ngapain… *PLAKKK!*

    Oh ya aku penasaran itu foto2nya kok bisa pas banget yak? Stok foto Surii banyak banget😀 tapi eonn, suer ini keren ._.v aku udah lama banget nungguin FF yang membuat aku terperangah (?) dan penantian selama berbulan-bulan (?) akhirnya terwujud😄 apalagi bawa2 J.D. Robb, the coolest author ever😄

    Daebakk~

    1. hey kamu!!! masih kecillll!!! hadooohhhh hahahaha
      foto2 apa? beberapa ada yg di edit kecuali makeup, itu banyak bgt di stylenanda
      yah, kau tau lah, aku udah lama gila sama si tante J.D itu haha

  25. manis bgt ceritanya, aku suka.
    tipe gadis spt lee suri itu emang unik tapi bnyak org yg menyayanginya. kereen deh pokonya..😀

  26. 1 batang 55 USD? Wow! Fantastik. Ha.. Pernikahannya indah, konsep garden party nya cocok dan beda dan indah bgt deh pokoknya..
    Disini tuh aku suka dgn cara kyuhyun menyayangi suri. Dgn buku, dgn.. (apalagi yah? ==a) byk deh…
    Kado yg didpt dr pernikahan kedua mereka jg gk main2. Aku sempet mengira klo aku salah baca. Piano klasik! #aishh jinjja
    Semuanya daebak dan keren abis!
    Gumawo chingu

  27. Yak lee suri apa apaan omonganmu itu
    “Memang apa tujuan menikah selain berkembang biak?” Kaya kaga ada bahasa yg laen aje yeh hahaha.. Seneng aje ini couple dua nikah lagi, malah tingkat kemesumannye bertambah pula ^^ kayanye gara gara kebanyakan baca JDrobb nih kekeke. Dan sedih kamu mau hiatus sementara gak akan ada ff yg publish deh, tp semangat buat skripsinya😀

  28. Yak lee suri apa apaan omonganmu itu
    “Memang apa tujuan menikah selain berkembang biak?” Kaya kaga ada bahasa yg laen aje yeh hahaha.. Seneng aje ini couple dua nikah lagi, malah tingkat kemesumannye bertambah pula ^^ kayanya gara gara kebanyakan baca JDrobb nih kekeke. Dan sedih kamu mau hiatus sementara gak akan ada ff yg publish deh, tp semangat buat skripsinya😀

  29. kreennn bgettt dahhh
    jd bingung mw coment ap dahh

    by the wat happy birthday yahh onn..
    mian telat ngucapinnyaaa
    moga makin sukses slaluu dah onn

  30. AKu sangaat… dan sangaat suka!!!!
    😀

    Oh, iya aku betul2 lupa ngucapin Happy birthday eonn.. Smoga sgala keinginannya tercapai utamanya yang terbaik buat eonni… Amin

    Huaaahh… Aku nggak tahu pengen blang apa..

    FFnya aku sangattttt suka…
    Romantis gimana gitu.. Gaya bahasanya juga wooww…

    Jinjja neomu daebak!!

  31. Okey, krna minta buat sok dekat, aku, reader yang baru tahu blog ini dari temen, akhirnya memutuskan berkomentar😉 Thor, ff bikinanmu ada yang spesial nyangkut di hati aku! >< Kata-katanya itu loh, enak, gak berlebihan dan pas menrut aku<3 Salam kenal thor! Hwaiting!

  32. Yuhuuuuu….lama tak berkunjung..
    so sweet bangeeeeet
    penggambarannya jg sempurna banget..
    good job writer!!

  33. eonni.. DAEBAK.. kau adalah author terbaik sepanjang masa.. aku sampe belajar bahasa bunga setelah baca ffmu eon.. bagaimana kau belajar kimia kimia, sejarah sejarah, tempat tempat simbolis dan permikiranmu yang eksotis itu bikin ff bukan cuma ff eon.. tapi bacaan super kereeeeeeeeeeeeeeeeen.. gomawo untuk bacaan berkualitasmu eon.. keep writing !! ヽ(*´∀`)ノ

    1. *geer* hahaha biasa aja ah kan aku jadi tersipu gini *idih
      pikiranku eksotis? pasti otakku warnanya cokelat karamel gitu… hahaha

  34. sebagai org yg lahir tgl 6 mei sm dg suri sifatku ga ada yg sm kaya dia..
    ohh pernikahan’y unik, penuh cinta

  35. huweee nikah lagi hahaha
    errr itu mereka ngapain pagi2 pas menjelang pernikahan dimulai -_- ga bisa nahan yak hahaha

  36. Keren banget kelanjutan ff nya, baru baca lg skrg.. Akhirnya pernikahannimpian Suri bs terwujud jg tp sedih jg krn bertepatan dgn brgkt wamil nya yesung oppa.. daebak story

  37. manis banget ceritanya dan manis banget mereka berdua. dan juga foto2 yg disisipin bikin nilai plus disini😀

  38. Stand applause!!
    Okky keren bangeeeeetttt! Ciussss… Pasti udah susah payah riset ttg wine, yunani, prancis dan bunga, yg kemudian merangkainya menjd ff yg manissss ini :’)
    Ciusannn, keren banget!

  39. Menurutku hal yg paling romantis d ff ini adalah saat suri blng ma menendang bokong kyuvil ˚°◦♡ώκωķωќ♡◦°˚ asli ngakaknya

  40. beneran deh bacanya seneng banget, ngga bosen malah kurang banget walaupun ini udah panjang banget, ringan tapi berbobot. Dan yang paling penting berkualitas banget kaka, aku makin mencintaimu hihihi :***

  41. whoa envy sama konsep nikahnya pasangan ini😀
    aduh kata2nya pasangan ini selalu deh bikin melted,meskipun beda dr pasangan kebanyakan
    eh selamat ultah ya buat authornim.terimakasih untuk karyanya yg sangat menghibur readernya^^

  42. Love this ff soo much !!!!
    Gambarnya membantu banget dalam berimajinasi hahahahaha
    Lily is one of my favorite flower!
    Susah nyari bunga gitu di indonesia. Hah
    Oke! Ditunggu baby planningnya hahahaha
    Konsep nikah oke bgt ! Pake BGT ! Suka sama sofa-sofanya sama gaun yang dipake dia.
    Itu dikardus kira-kira novelnya author apa bukan ? Hehehehe
    Mengingat saya juga penggemar in death series and yes ! One of best suspense book ever! Kita punya selera yang sama ternyata hahahaha

  43. apa ini,kenapa suasana pernikahan mereka semanis n seromantis ini?????
    Bikin iri j…
    Trs bisa2’a Kyu-Ri sempet ber****a d pagi buta,
    D jam2 sibuk mereka dalam mempersiapkan pernikahan kedua mereka..
    Ckckck

  44. prnikhan yg bner” lain drpda yg lain,tp tetep g ninggalin kesan rmantis mreka….
    kerennn…..
    dtnggu ff slnjutnya eonni

  45. Nikahny keren. Kece. Lain dgn yg lain. Sedih pas suri ktmu sama bibiny, tapi untungny kyu bisa bikin mood suri balik lagi

  46. Disini nampilin orang orang terpandang semua yaaa ckck liat aja dari kado kafo nya berani ngeluarin harga fantastis. Dan disini juga part yang lebih berani menurut aku, dari mulai kebersamaan dan keromantisan mereka ditambah saat diranjang pula hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s