[Death Vanilla] Trust Me, I Need You

cover-dv-tminy

Kyuhyun dan Suri masih menikmati sarapan pagi mereka di halaman belakang yang sudah cukup rapi. Kuntum daisy mulai bermekaran, menghias rumput-rumput hijau yang di potong pendek dan masih basah akibat siraman rutin pukul 7 pagi. Lily of the valley sudah mengisi sudut halaman belakang dalam gentong tanah berwarna merah bata.

Bangku-bangku dari besi dengan sandaran berbentuk daun candelier berwarna putih itu di tata mengelilingi meja bundar yang senada dengan bangku tersebut. Piring-piring porselen berwarna pastel di tata di atas meja tersebut dengan isi roti panggang, ikan tuna yang di cincang dan tomat sebagai pelengkap, karna Kyuhyun butuh protein yang cukup maka disana juga terdapat dada ayam khusus untuk suaminya. Jus jeruk, teh, air mineral hingga kopi memenuhi cangkir-cangkir pagi ini. Aroma teh melati yang lembut, jus jeruk yang berenergi serta aroma kesukaan Suri, asap kopi Arabica yang mengepul cokelat pekat tanpa krimmer di cangkir berwarna hijau pastel tersebut.

Belum lagi di tambah suasana musim semi yang romantis dan wisteria yang mulai menjulurkan bunganya ke permukaan tanah. Gadis dengan mata biru pucat itu mengelilingkan pandangannya ke sekitar kebun belakang rumahnya. Mengabsen satu persatu taman belakang.

“Cho,” panggil Suri sambil melihat bunga wisteria yang jatuh ke meja mereka. Kyuhyun yang sibuk memainkan game di tablet milik Suri dan mengunyah sarapannya itu hanya bergumam malas. “Ck, itu milikku, mainkan saja punyamu.” Suri yang kesal karna di tanggapi dengan gumaman malas itu langsung merebut tablet miliknya dari tangan Kyuhyun.

“Aish,” Kyuhyun menggelengkan kepalanya kesal. “Lihat saja kalau aku beli game PC terbaru, jangan sampai kau menyentuhnya.”

Entah apa yang sebenarnya ada di otak kedua pasangan suami-istri ini hingga tema obrolan sarapan pagi mereka adalah pamer game dan keras kepala.

“Aku bisa beli sendiri.”

“Keure…, ingat baik-baik ucapanmu itu, kau akan membelinya sendiri, bukan merengek.” Kyuhyun mendentingkan sendoknya pada mangkuk sup tahu, dia menyendok untuk memasukan sup tahu yang masih hangat itu ke dalam mulutnya saat kelopak wisteria jatuh tepat di atas cairan sup yang sudah berada di sendok. Saat itu Kyuhyun hendak membuang kelopak wisteria.

“Kelopak wisteria aman untuk dimakan.” Ucap Suri dengan wajah datarnya.

Jemari Kyuhyun berhenti tepat setelah Suri mengatakan hal barusan. “Jinjja?”

Suri hanya mengangguk, karna yakin akan istrinya dan penasaran, Kyuhyun membiarkan kelopak wisteria itu berada di dalam sendoknya. “Kau yakin? Aku tidak akan mati jika memakan ini?”

Seringai khas jahil Suri muncul. “Aku berbohong, kelopak sakura yang bisa dimakan.”

“Aish…,” kali ini Kyuhyun benar-benar membuang kelopak wisteria tersebut dan memasukan sup tahu itu ke dalam mulutnya, menelan lagi gerutuan-gerutuan yang akan terlontar. Baru selamam mereka terlihat seperti pasangan normal lainnya, mendebatkan soal cinta, momongan, pernikahan, orang-orang sekitar mereka hingga perhatian kecil yang terlalu sempurna. Tapi lihatlah pagi ini, sempurna mereka kembali seperti biasa. Mendebatkan soal game, wine, game lagi, lemari es yang penuh dengan es krim vanilla berbagai merek atau protes kecil tentang Kyuhyun yang lupa memakai cincin kawinnya lagi begitu sampai rumah.

“Tapi ngomong-ngomong…,” Suri kembali mengabsen bunga di tamannya. “Kita belum punya pohon sakura, Cho.”

“Disana, dan di pojok sana, sepertinya akan terlihat lebih bagus. Chocolate anemonesku pasti akan lebih terlihat.” Suri menunjuk-nunjuk arah yang dimaksudkannya dengan antusias, tak peduli Kyuhyun mendengarkannya atau tidak, menyetujuinya atau tidak, yang terpenting adalah mengungkapkannya terlebih dahulu, soal boleh atau tidaknya oleh Kyuhyun, Suri selalu punya jurus tersendiri agar Kyuhyun mengatakan ‘ya’ untuknya.

“Kau mau membuat taman atau hutan, eo? Nanti putriku akan tersesat jika bermain di halaman belakang rumahnya sendiri.”

Bola mata itu terbuka lebar dengan mulut menganga, apa yang Kyuhyun katakan tadi? “YAKK!!! Putrimu apaan?” sesudahnya Suri langsung melayangkan pukulan jengkel ke arah Kyuhyun dan suaminya itu sibuk tertawa sambil menghalau pukulan Suri dengan tangannya.

***

Pukul 9 pagi Suri sudah memakai celana training dan tank top hitam, dia sibuk berguling di atas ranjang dengan kamera miliknya, memilah foto yang sekiranya agak lumayan untuk di cetak dan di pajang di rumah mereka. Rambut cokelat keemasannya masih lembab dan di biarkan tergerai. Suri mendengar pintu kamar mandi dibuka dan Kyuhyun yang hanya menyampirkan handuk di kepala dengan rambut yang basah dan celana jeans hitam bertelanjang dada keluar dari kamar mandi.

Dan tentu saja, seperti wanita normal lainnya, Suri cukup terbengong melihat pemandangan di hadapannya. Perut Kyuhyun sebenarnya tidak jelek-jelek amat, yah memang tidak sebagus milik Siwon atau Donghae atau Hyukjae. Tapi bagi Suri, otot-otot yang menonjol di lengan Kyuhyun cukup membuatnya menelan ludah.

Tangan gadis itu refleks menekan tombol di kameranya, mengabadikan moment yang paling di tunggu ELF, melihat abs Kyuhyun, tapi tenang saja, Suri tidak akan pernah rela untuk membagikan foto itu pada siapapun. Meski itu laki-laki.

Dan orang yang membuatnya terbengong itu tetap santai berjalan sambil mengeringkan rambutnya ke lemari, menarik sebuah kaus putih polos dan sweater rajutan berwarna hijau tua. Kyuhyun melempar kedua pakaian itu ka atas ranjang, dia beralih pada meja rias tempat dimana Suri dan Kyuhyun biasa menaruh barang-barang seperti parfume dan lain sebagainya. Meja rias itu tidak lebih dari sebuah meja berwarna putih dengan ukiran khas Eropa kuno yang di hadiahkan teman satu apartmennya sewaktu Suri masih berkuliah di Sorbonne.

Kyuhyun hendak menyemprotkan parfume berbotol hitam miliknya saat melihat pantulan wajah Suri di kaca meja rias. “MongSuri.” ledek Kyuhyun dengan seringai khasnya. “Apa yang kau lihat, huh?”

Gadis itu berkedip dan menormalkan lagi wajahnya. “Mwoya?” Suri ingin menggembungkan pipinya, tapi dia mengurungkan niatnya karna menggembungkan pipi itu terdengar sangat menjijikan dan tidak cocok untuknya.

Kyuhyun hanya menyengir, menyadari otak Suri cukup bernatakan hanya dengan pamandangan seperti ini. Kyuhyun masih belum memakai bajunya, dia berjalan dan duduk di pinggir ranjang. “Aku rasa kau sangat suka dengan pemandangan seperti ini, ya kan?”

Dengan perasaan yang sangat-tidak-rela, Suri membalik tubuhnya, memfokuskan pandangannya kembali pada layar kamera di tangan. “Tidak, biasa saja. Aku sudah sering melihatnya.” Percayalah, ini adalah kebohongan yang paling sering Suri lakukan. Meskipun sering melihatnya, tapi dia tetap hampir meneteskan liur jika meihat tubuh Kyuhyun dalam keadaan sadar.

“Ah, benarkah?” Kyuhyun berbaring lagi di ranjang, kepalanya bertumpu pada tangan yang terlipat di atas bantal. “Kalau begitu aku bisa tidur beberapa saat seperti ini.”

AC di kamar mereka memang sengaja tidak di pasang dalam suhu yang dingin, karna jendela-jendela di buka cukup lebar pagi ini, dengan percaya dirinya, Kyuhyun berbaring disana, menutup matanya dan benar-benar tertidur.

Oh, sungguh, laki-laki macam apa sih dia itu? kulit putih pucat miliknya terpapar sinar matahari pagi, rambutnya yang berwarna cokelat gelap belum disisir dan masih-sangat-acak-acakan, belum lagi kelopak mata lebar yang terkatup. Bagi Suri, Kyuhyun adalah dosa berjalan.

Satu menit, dua menit, tiga menit hingga menit ke sepuluh, Kyuhyun benar-benar tidak bergerak dan tetap terpejam, bahkan yang terlihat dari wajah laki-laki itu, dia benar-benar tertidur. Suri menggeser tubuhnya, Suri menelengkan kepalanya dan sedikit rasa sedih langsung melingkupinya. Selama setahun mereka menikah, Kyuhyun bahkan hampir menerima semua tawaran pekerjaan yang masuk, memaksa jadwal-jadwal tersebut bisa di lakukannya hari demi hari.

Dengan satu gerakan tiba-tiba, Suri benar-benar menindih tubuh Kyuhyun dengan wajah datarnya dia menggapai rambut Kyuhyun yang berantakan.

Kyuhyun merasakan hangat tubuh Suri di dadanya, rambutnya seperti di tarik perlahan dan deru nafas Suri menyentuh kulit leher Kyuhyun. Perlahan dia membuka matanya yang terasa sangat perih. Cahaya matahari pagi yang menerobos tirai tipis memberikan efek siluet tersendiri pada wajah dingin Suri. dari sudut matanya yang agak basah, wajah Suri terlihat seperti seorang janda yang baru saja di tinggal mati suaminya.

Kyuhyun tertawa saat melihat Suri tidak berniat sedikitpun turun dari tubuhnya. “Mwoya ige?”

“Kau tidak tidur lagi?”

Kyuhyun kembali tertawa. “Bagaimana bisa aku tidur kalau ada kau di atas tubuhku?”

Suri menumpukan tubuhnya pada siku dan menatap wajah Kyuhyun, wajah Suri masih tetap datar. “Oh, begitu? Tapi aku tidak berniat turun dari sini, jadi kembalilah tidur.”

Bagaimana Kyuhyun bisa kembali tidur jika nafas hangat Suri menggelitik lehernya dan bibir Suri yang hangat menyentuh pundaknya? Dengan tangan yang masih berada di atas bantal, Kyuhyun menyapukan bibirnya di telinga gadis itu.

“Aku ada penerbangan ke Jeju hari ini.”

“Jeju? Untuk?” Suri menjauhkan kepalanya dari tubuh Kyuhyun.

“Promosi ke Bonte Museum. Aku berniat mengajakmu sebelumnya.”

“Berapa lama lagi pesawatmu berangkat?”

Kyuhyun melirik jam digital di dinding kamar mereka. “2 jam lagi,” Kyuhyun berguling dan menindih Suri. “Masih ada banyak waktu untuk kegiatan lain.”

***

Seperti persetujuan yang sudah di utarakan oleh Suri, dia mau memiliki momongan, maka dengan sangat bersemangat, Kyuhyun berusaha sebisa mungkin untuk mendengar kabar itu secepatnya. Wajahnya tersenyum dan matanya terfokus pada jalan raya menuju Gimpo Airport.

Pagi menjelang siang itu Kyuhyun memakai kaus putih yang dilapisi sweater hijau tua, jeans hitam dan sepatu hitam. Sedangakan Suri memakai tank top hitam yang dilapisi blazer polkadot, jeans hitam dan yang sangat mengejutkan, dia menggunakan heels buatan Jeffery Campbell hadiah ulangtahunnya kemarin.

“Cho, kenapa harus ke Jeju?”

“Jalan-jalan saja, Donghae hyung dan Hyukjae hyung ke Everland dan aku rasa kau baru beberapa kali ke Jeju. Ya kan?”

Suri hanya mengangguk-angguk.

Ini adalah kali keempat dirinya ke Jeju, yah, biarpun warga Korea, Suri hanya beberapa kali mengunjungi Jeju, karena alasan sibuk. Yah, padahal akhir-akhir ini Suri hanya sibuk memotret saja di studio miliknya.

Musim semi adalah musim terbaik untuk mengunjungi Jeju selain musim panas. Bunga-bunga berebut menonjolkan kuntumya yang indah, rumput dan daun menghijau, matahari masih bersinar lembut dan angin masih belum terasa begitu panas. Cuaca yang cocok untuk berkeliling.

Bonte museum sendiri terletak di Andeok-myeon, Seogwipo dan merupakan bangunan yang di kelilingi oleh pohon-pohon hijau dan rumput yang di pangkas tinggi membentuk labirin di sekitarnya. Dan seperti kebiasaannya saat melihat pemandangan yang luar biasa mengagumkan, Suri membuka mulutnya membentuk huruf O, matanya terpejam sebelah sedangkan tangannya sibuk menekan tombol shutter di kamera, mengabadikan sudut-sudut berbeda menurut pandangannya.

Saat memasuki lobi museum hidung Suri kembali gatal, aroma tua khas museum tercium jelas dengan penerangan yang hanya mencapai 50% di setiap section barang-barang bersejarah yang di pajang. Tiket untuk orang dewasa seharga 8.000 won, tapi karna kali ini Kyuhyun mengunjungi Bonte Museum bukan hanya untuk berkunjung saja, melainkan juga promosi terselubung, maka tidak ada tiket masuk.

Beberapa orang mulai mengenali Kyuhyun dan memperhatikan laki-laki itu mulai dari ujung kaki hingga ujung rambutnya kemudian berbisik dan pasti setelah itu mereka memandang Suri dan melakukan hal yang sama.

“Mereka melihat kita seperti melihat hantu.” Gumam Suri jengkel dengan wajah datarnya seperti biasa dan berjalan mendahului Kyuhyun.

Bonte Museum memamerkan 40 patung kayu Dongja yang dibuat pada masa Dinasti Joseon. Suri tidak mengerti apapun tentang sejarah ini, dia bahkan benci mata pelajaran sejarah dahulu, Suri lebih suka seni dan Kyuhyun…

Gadis itu menoleh ke arah suaminya yang berjalan di belakang, matanya sibuk meneliti satu persatu benda tua yang dipajang dalam etalase kaca. Kyuhyun sama tidak mengertinya dengan sejarah seperti dia, Kyuhyun lebih tertarik pada ilmu pasti.

The dummy and dummies.

“Hmm?” Kyuhyun mendengar gadis itu mengatakan sesuatu jadi dia mengalihkan pandangannya pada Suri yang berkacak pinggang beberapa meter dihadapannya.

“Kau tidak begitu tertarik dengan sejarah, aku apa lagi, dan kita terjebak dalam museum tua yang memajang patung juga benda-benda yang katanya bersejarah, padahal di luar sana pemandangan jauh lebih menarik.”

Kyuhyun tertawa kecil sebelum merangkul Suri untuk melanjutkan jalannya. “Ah, kau harusnya bisa berpura-pura sedikit bahwa kita peduli pada sejarah Korea.”

“Aku bisa,” merasa tidak nyaman dengan pandangan orang sekitar yang terus menatap mereka kemudian berbisik, Suri menggerakan pundaknya kemudian menyingkirkan tangan Kyuhyun. “Tapi, ayolah, di luar lebih menarik.” Suri sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suaranya terlalu keras.

Tapi yah, ternyata Suri menikmati juga pemandangan museum yang di penuhi barang-barang kuno pada akhirnya, memotret sana, memotret sini, sibuk dengan pikirannya sendiri. Hingga saat memasuki section terakhir di museum tersebut mereka berdua di hampiri seorang pegawai yang terlihat seperti manager pengelola museum tersebut.

“Kyuhyun ssi, bisakah kami mengabadikan kalian? Untuk promosi di jejaring sosial.” Tanyanya dengan senyum merekah dan menyodorkan kamera handphone ke arah Kyuhyun dan Suri.

Suri berjalan menjauh dari jarak pandang kamera saat laki-laki itu akan memotret Kyuhyun. “Ah, Suri ssi, anda juga.”

“Huh? Aku? tidak… tidak…” Suri jelas-jelas menolak, apa lagi di katakan bahwa foto tersebut akan di posting di jejaring sosial. Oh, pukul saja kepalanya jika mau berfoto dengan Kyuhyun dan mempostingnya di akun jejaring sosial.

Maka dengan sedikit paksaan, Kyuhyun menarik Suri ke depan etalase meja-meja yang di ukir rumit dan terbuat dari kayu, meletakan tangan Suri ke lengannya kemudian di apit. Kyuhyun tersenyum lebar seperti biasa dan dengan susah payah bujukan juga gertakan Kyuhyun, akhirnya Suri tersenyum dan memperlihatkan ‘v’ signnya ke arah kamera.

Kyuri-131-130507-bonte museum

***

Seperti yang Suri katakan sebelumnya, di luar jauh lebih bagus. Sisi kanan dan kiri mereka tertutupi rumput setinggi pinggul yang berkelok, angin laut meniup rambut mereka bahkan sesekali Suri harus membalikan badannya karena arus angin terlalu kencang dan membuat matanya perih. Tapi Kyuhyun, ah, dia menunduk untuk menghindari arus angin yang keras dan menyebabkan rambutnya kembali berantakan.

Karena angin di atas terlalu kencang, maka Kyuhyun dan Suri berjalan menuju tangga tebing tanpa bergandengan tangan. “Bada ya… bada…” Suri menunjuk laut yang sebening kristal dan menara mercusuar di ujung batu karang.

“Musim panas tahun ini mau kemana?” Kyuhyun membuka lagi pembicaraan setelah menuruni tangga. Musim panas sebentar lagi tiba, dan biasanya mereka atau lebih tepatnya Kyuhyun mendapat jatah libur beberapa minggu untuk beristirahat dan berlibur. Tahun kemarin Kyuhyun sudah mengabulkan permintaan Suri untuk ke Yunani, karena gadis yang tinggal di Eropa selama 6 tahun itu tidak pernah melintas di Great Canal dengan boat. Meskipun Kyuhyun tidak henti-hentinya mengomel ketika Ryeowook juga Hyukjae yang tiba-tiba ikut dalam rombongan, tapi dia cukup puas saat melihat Suri banyak sekali tertawa di Yunani.

“Barcelona kau sudah pernah, Inggris hanya tinggal menyebrang, Brussel hanya menggelinding dari Prancis, Belanda… aku terlalu sering kesana untuk menghina ikan hering mereka. Kalau Tokyo, oh atau Okinawa?”

“Okinawa? Jepang?” Suri mengangguk, Suri sudah hampir berkeliling seluruh daratan Eropa, tapi pergi ke China dan Jepang hanya sesekali. Dia benar-benar payah dalam berlibur. “Aku susah untuk menyamar jika di Jepang, terlalu banyak yang mengenalku.”

“Lalu apa bedanya dengan sekarang? Berapa banyak orang yang mengenali kita barusan?”

Kyuhyun menyengir, “selain Okinawa?” seperti kebiasaan Suri saat dia berfikir, gadis itu memajukan bibir bawahnya dan matanya terlihat sibuk berfikir. “Kenapa kau selalu pergi saat libur musim panas? Kenapa tidak saat pernikahan kita?”

Dan tangga itu berakhir setelah Kyuhyun bertanya, dengan satu gerakan Suri terduduk pada batu karang untuk melepas sepatunya yang amat-sangat menggangu. “Untuk apa kita berlibur saat musim dingin? Pemandangannya seragam, salju.”

Kyuhyun membantu Suri untuk melepas sepatu berhak 8 sentimeter itu dan menentengnya. “Kita bisa berlibur ke Negara tropis.”

“Berapa banyak warga Korea, Jepang dan China yang berlibur ke pulau tropis saat musim dingin? Terlalu banyak dan terlalu berbahaya!” Suri mulai berjalan ke tumpukan batu yang berada paling dekat dengan laut. “Lagi pula apa bagusnya musim dingin?” Suri menyeringai, menatap Kyuhyun melalui sudut matanya.

“Yak! Aku ini terlahir di musim dingin.” Protes Kyuhyun dan jika saja ini bukan di atas karang, Kyuhyun sudah pasti menendang bokong Suri.

“Nah! Karna itu aku tidak suka musim dingin.”

“Aish!”

Suri hanya menyeringai dan mengambil duduk di karang yang berada paling depan, membiarkan kakinya tenggelam dalam air laut siang menjelang sore. “Aku bercanda. Aku suka semua musim. Musim dingin yang putih, musim semi yang harum, musim panas yang santai dan musim gugur yang manis. Bagiku semuanya tetap indah.” Suri tersenyum dan seolah-olah kepalanya seperti di hantam batu besar, apa yang aku ucapkan barusan? “Ah, lupakan yang kukatakan barusan, itu terdengar bodoh.”

“Akan kucari tempat yang sepertinya santai untuk musim panasmu.” Kyuhyun merilekskan badannya yang terasa pegal luar biasa. “Tidak ada yang waktu yang lebih mengingatkanku denganmu selain musim panas. Kau, musim panasku.”

Suri mendelik, berapa lama Kyuhyun menghabiskan tahun-tahun musim panasnya hanya untuk menguntit Suri berlibur? Barcelona, Paris, Jepang dan tempat-tempat lainnya saat dia berlibur setelah aktif di Super Junior adalah kamuflase untuk menguntit Suri.

Dan ah, biarkan saja Orang lain melihatnya, Suri melingkarkan tangannya di pinggul Kyuhyun hanya dengan kata-kata yang bahkan tidak ada manis-manisnya tadi. Sebanyak matahari di musim panas, maka sebanyak itu juga Kyuhyun memikirkan Suri.

“Kapan-kapan kita harus mencoba liburan saat musim gugur, karena sebanyak daun yang menguning dan gugur saat itu, sebanyak itu juga aku memikirkanmu.” Gumaman pelan dari suara Suri yang lembut dan agak serak di akhir kalimat itu bergulung dengan deru ombak.

Kyuhyun merangkulkan tangan kanannya pada bahu Suri. “Ah, sejak kapan kau semanis ini, Cho Suri?”

***

Dan karena sudah berada di Jeju, Kyuhyun mencari rumah makan yang terletak di pinggir pantai, sebentar lagi sunset. Satu momen yang selalu di sukai Suri, karna ketika matahari tenggelam, semua orang yang sibuk berkutat dengan urusan dunia mereka yang rumit perlahan mulai menanggalkan pekerjaannya dan kembali ke rumah. Kembali kepada orang-orang yang menunggu mereka di rumah, melepas rindu dan melepas lelah untuk hari esok.

“Apa yang ingin kau pesan?” Kyuhyun masih memperhatikan daftar menu yang kebanyakan adalah seafood. “Aku heran, dimana mereka mendapat seafood sebanyak ini pada musim dingin?” Kyuhyun bergumam ketika di lembar berikutnya masih menyertakan menu-menu berbahan dasar makhluk laut.

“Aku mau kerang bakar, cumi bakar, gurita pedas, udang bakar, kepiting, abalon dan sup kerang.” Suri menatap Kyuhyun yang sedari tadi tidak ada respon. “Wae?”

“Kemana perginya makanan sebanyak itu? kau bahkan tidak lebih gemuk dari bulan kemarin!” Kyuhyun frustasi melihat tubuh Suri yang tetap sebesar itu meski makan banyak. “Makanan apa yang kau tidak lahap, eo? Daging, kerang, nasi, alpukat, susu, kopi, pisang, sayuran. Kemana perginya mereka?”

Awalnya Suri ingin berdecak kesal, namun dia menyadari nada kecemburuan dalam perkataan Kyuhyun barusan. Dia menyipit, manjauhkan menu makan dari pandangannya kemudian bersandar dan meneliti tubuh Kyuhyun dengan tangan yang terlipat di depan dada. “Katakan saja kalau kau iri dengan badanku yang tidak berubah meski makan banyak, iya kan?”

Usil, tangan Suri mencubit perut Kyuhyun yang katanya sebesar bulan. “Wah, aku rasa yang sedang hamil itu kau, Cho.” Suri refleks menjauh saat Kyuhyun mengangkat tangannya dan berdecak kesal.

Tapi sebenarnya, seberapa besarpun perut Kyuhyun, Suri tetap menyukai perut itu, karena siapa lagi yang bisa melihatnya selain dirinya? Ah, bangganya menjadi Suri karena tidak seorangpun pernah melihat apa lagi memegang perut laki-laki itu yang jauh lebih seksi daripada ketika tertutup kaus.

Setelah 20 menit menunggu, menu yang mereka pesan sudah memenuhi meja. Kerang, udang, cumi, gurita, kepiting, abalon, ikan hingga belut air tawarpun ada di atas meja mereka sore ini. Semuanya beraroma menggoda dengan saus yang masih meleleh setelah di angkat dari pemanggang, asap panas yang menggoda dengan aroma gurih khas seafood, minuman tropis, matahari tenggelam, deburan ombak juga laki-laki tampan. Lengkap sudah menu makan malam Suri hari ini.

Matanya melihat satu persatu piring yang menyajikan makanan kesukaannya kecuali ikan, dia bahkan tidak sudi melihat menu ikan panggang dengan saus merah menggoda dan irisan daun basil di atasnya.

“Selamat makan….” Suri mencoba gurita pedas yang di sajikan di atas hot plate, bunyi khas daging terbakar masih terdengar dan aroma pedas dari bumbu justru membuat Suri memilih menu itu untuk disantap pertama kali. “Kau harus coba ini…, pedas itu olahraga.” Suri menyengir setan saat menaruh beberapa potong gurita di atas piring Kyuhyun yang masih bersih.

Kyuhyun lebih memilih untuk melihat reaksi Suri terlebih dahulu saat memakan gurita pedas tersebut dan tawa itu pecah. Suri, perempuan yang hampir seluruh makanannya selalu pedas itu menggerekan kakinya cepat-cepat dan menepuk pipinya dengan mata terpejam saat memakan potongan gurita kelima. Kyuhyun masih tertawa dan menjauhkan air mereka berdua dari jangkauan tangan Suri. wajah putih gadis itu memerah seperti tomat, bibirnya terus terbuka dengan warna merah pekat, bulir-bulir keringat mulai keluar dari pelipisnya dan Suri masih memaksakan memakan gurita pedas hingga potongan ketujuh tanpa minum.

“Huaa… jinjjaaaa…” Suri mengeluarkan suaranya dan bergeleng-geleng kemudian menoleh ke arah Kyuhyun yang tertawa sambil memegangi perutnya. “Yaishh..” Suri menekan pipi Kyuhyun menggunakan tangan kanannya dan memasukan secara paksa potongan gurita pedas pertama ke mulut Kyuhyun yang sedang tertawa lebar.

Memang awalnya Kyuhyun hanya merasakan tekstur gurita yang kenyal, namun lama kelamaan pedas itu menguar keseluruh mulutnya, membuat mulut hingga kerongkongannya terasa seperti di bakar padahal ini potongan pertama, bagaimana Suri bisa menahan pedas macam ini?

“Yak! Cho Suri!”

Dan Suri sama sekali tidak berniat membantu Kyuhyun, dia terus mentertawai wajah Kyuhyun dengan kuping yang memerah juga bibir yang terbuka.

***

Baru pukul 11.45 malam Kyuhyun masuk ke rumahnya dan langsung menjatuhkan diri di atas sofa ruang tamu. Dia benar-benar kelelahan hingga rasanya tidak sanggup lagi berjalan menuju kamar. Suri yang terlihat segar memperhatikan Kyuhyun baik-baik, bukan sekali saja Kyuhyun berpura-pura sakit hanya untuk melihat wajah khawatir Suri.

“Kalau kau hanya bercanda, aku akan tertawa sekarang. Bangunlah,” Suri menendang kaki Kyuhyun pelan. Tapi biasanya kalau Kyuhyun hanya berpura-pura laki-laki itu akan segera bangkit dan berjalan dengan menggerutu menuju kamar mandi. Tapi kali ini Kyuhyun tetap terbaring di sofa dengan wajah memerah.

“Kau sungguh-sungguh?” Suri terduduk memegangi pelipis Kyuhyun dan nyatanya Kyuhyun benar-benar demam. Seperti istri kebanyakan yang selalu melihat suaminya berandalan tiba-tiba menjadi pendiam dan lemas, Suri panik sambil meraih ponselnya menghubungi ibu Kyuhyun.

“Omuni… Kyuhyun sakit, aku harus apa?” pertanyaan bodoh itu meluncur begitu saja dari mulutnya tanpa ada rasa gengsi yang bersisa.

“Kami tidak bisa kesana sekarang, sudah terlalu malam, bagaimana kalau kau kompres sementara atau tanyakan padanya obat apa yang biasa dia minum. Apa ini pertama kali kau melihat Kyuhyun sakit, Suri ah?”

“Eo…” Suri mengangguk kaku kemudian menutup ponselnya dan berlari menuju kotak obat di ruang kerjanya.

Oke, catat ini, apa yang diperlukan Kyuhyun sekarang? Plester penurun panas dan obatnya, lalu apa lagi?

“Cho, ayo kita ke kamar.” Suri membantu Kyuhyun untuk mencapai kamar mereka dilantai 3 dengan memapahnya. “Dimana kau simpan obatmu?”

“Tas yang hitam.” Jawab Kyuhyun seadanya dan Suri langsung mendorong tubuh Kyuhyun ke kasur. “Yak! Neon baboya?”

Hanya ada 3 tas hitam Kyuhyun dan satu yang sering digunakannya, tas seperti ibu-ibu yang selalu Suri hina setiap kali Kyuhyun membawanya. Obat itu berada di bagian paling atas dan dengan langkah terburu Suri memberikan obat tersebut dan air pada Kyuhyun.

“Kau lupa meminum obatmu?” tanyanya panik.

“Tidak, hanya kelelahan aku rasa.”

Siapa pula yang tidak kelelahan jika hampir 18 jam diluar rumah, berpindah dari jadwal satu kejadwal lainnya dengan jam istirahat yang tidak lebih dari 5 jam dalam satu hari? Bahkan kulit pucat Kyuhyun tidak pernah bertambah atau terlihat lebih segar karena jam tidurnya yang sangat sebentar.

“Mau kupijat?” tawar Suri agak ragu dengan tawarannya, semua orang tahu Suri hanya jago memotret, melukis, membuat ide gila dan bermain game, memijat? Dia sendiripun tidak mau menanggung jika ada syaraf yang salah setelah ini.

“Asal jangan kau patahkan tulangku.” Ancamnya sebelum berbalik dan tertelungkup.

“Aeii.. aku ini pemijat yang amat sangat handal Cho Kyuhyun ssi.”

Suri menepuk punggung Kyuhyun dan duduk di atas tubuh Kyuhyun, memijatnya perlahan pada bahu sambil memikirkan tawaran Kyuhyun. Tawaran akan sebuah mobil baru dan anggota keluarga baru. Entah dorongan siapa hingga Kyuhyun terus bertanya ‘kapan kita mulai merencanakannya?’. Jangankan merencanakan, memikirkannya saja cukup membuat Suri histeris.

“Kenapa tidak ingin mempunyai anak?” Kyuhyun bertanya dengan nada yang hampir bergumam karena tertutup bantal.

“Kemana liburan kita kali ini? Aku dengar jatah liburanmu hanya 3 hari. Tidak bisa ke Irlandia, kan?” pembicaraan soal anak adalah hal yang paling Suri hindari belakangan ini, memang dihari ulang tahunnya dia mengatakan ingin mempunyai anggota baru, tapi lihatlah dia sekarang, masih berumur 22 tahun, pekerjaannya belum mapan, masih ingin bersenang-senang dan Kyuhyun berada dalam puncak karirnya, jika dia hamil, maka tidak akan ada yang bisa melarang Kyuhyun untuk mengumumkan pernikahannya, jika itu terjadi hidup Suri akan selalu dihubungkan dengan Kyuhyun dan juga nama kakaknya, Sungmin. Tidak ada ruang baginya untuk membesarkan namanya sendiri, egois memang, tapi itu yang diinginkannya.

“Mengalihkan pembicaraan, Cho Suri ssi?” jemari Suri semakin menekan bahu Kyuhyun dan menekannya lagi hingga laki-laki itu kembali menyalak. “Yak! Kau itu kenapa?”

“Kau yang kenapa?” Suri bangkit dari tubuh Kyuhyun dan berdiri. “Kenapa selalu membahas hal itu? kau tau aku bisa gila mendengar kata ‘anak’ sialan.”

Dan pintu kamar mereka terdengar berdebam, suara berikutnya hanya langkah kaki Suri yang memukul-mukul lantai kayu tanpa ada suara omelan. Kyuhyun tahu betul kemana Suri akan pergi, pasti ke rooftop hanya untuk meluruskan kakinya dan berfikir. Tidak ada keinginan untuk menyusul Suri, lagi pula kenapa dia harus semarah itu hanya karena pembahasan anak? Bukan kah gadis itu yang menyetujui untuk memulai program? Benar-benar, perempuan itu sulit di tebak.

Kyuhyun membenarkan letak tidurnya dan mulai terpejam karena pengaruh obat. Yang dia ingat adalah Suri menutup pintu diantara mereka, meninggalkannya sendiri, tidak bicara dan tidak kembali selama kurang lebih 20 menit. Hanya itu yang Kyuhyun ingat hingga dia benar-benar terlelap.

***

Sam-Am-Dong, 03.00 AM

Dia kembali terbatuk untuk kesekian kalinya dan merancau untuk kesekian kalinya juga, suhu badannya kembali naik dan tulangnya seperti meleleh sulit sekali untuk sekedar bergerak, sendi-sendinya terasa kaku dan alam bawah sadarnya tidak berfungsi dengan baik. Dia melihat Suri kecil yang duduk dipangkuan Ayahnya, dia melihat dirinya yang berjam-jam duduk di hadapan komputer, dia melihat noonanya bermain violin di lantai bawah, dia melihat Ibunya berdiri di dapur dengan celemek di baju serta Ayahnya yang menunggu sarapan pagi. Apa yang sebenarnya dia pikirkan?

Kesadarannya kembali sedikit demi sedikit saat paru-parunya tidak bekerja dengan baik, kerongkongannya terasa gatal dan pusing dikepalanya memaksanya untuk membuka mata. Kyuhyun terbatuk lagi, menggulingkan dirinya ke arah kanan, kamar tidurnya gelap dengan tirai utama yang tertutup, uap mengepul dari mesin uap dan suhu ruangan terasa hangat dan saat itu dia baru tersadar bahwa ada yang menepuk punggungnya. Perlahan-lahan pendengaran Kyuhyun ikut pulih, suara itu terdengar, suara yang biasanya terdengar dingin kali ini terdengar sangat khawatir dengan kepanikan luar biasa.

“Kau mau minum?” pertanyaan itu terdengar setelah beberapa saat mulut gadisnya bergerak-gerak. “Aku ambilkan lagi airnya.” Gadis itu meloncat dari tempat tidur dan pergi keluar ruangan, Kyuhyun melihat ini masih pukul tiga pagi. Karena terlalu pusing untuk berbaring, Kyuhyun bersandar dengan bantuan bantal pada punggungnya.

“Ini,” Suri menyodorkan sebuah gelas berisi air putih hangat dan lampu kamar mereka menyala redup. “Habiskan.” Paksanya.

Kyuhyun hanya menggeleng dan mengemballikan gelasnya pada Suri.

“Berbaring lagi akan kupijat lagi kepalamu, ayo berbaring.” Suri menarik kepala Kyuhyun untuk berbaring di atas pangkuannya yang dilapisi bantal dan memijit pelipis laki-laki yang bahkan tidak sadar bahwa dia terbangun atau tertidur. Telunjuk dan ibu jarinya sibuk memijit hingga Kyuhyun kembali terlelap sedangkan dirinya bahkan tidak berani berfikir untuk mengantuk. Kyuhyun selalu merancau setiap kali Suri memejamkan matanya dan justru itu yang membuat Suri semakin khawatir.

***

Tengah hari saat manager Kim dan member lain berada di lantai satu berbincang dengan Suri yang masih menggunakan kaus over size dan celana trainingnya dengan rambut di ikat asal serta wajah pucat juga lingkar hitam dibawah matanya, gadis itu lebih terlihat ketakutan dibanding kelelahan.

“Kata dokter, Kyuhyun hanya kelelahan, bisakah dia istirahat 2 hari saja, atau satu hari ini.” Kali ini semua member Super Junior dan manager Kim yang biasanya melihat Suri sebagai perempuan dingin luar biasa yang sangat tidak peka dengan keadaan sekitar mengubah pandangannya, saat ini, perempuan dihadapan mereka tidak lebih dari seorang istri yang mengkhawatirkan suaminya. “Bisakah? Jika dua hari memang tidak mungkin, berikan satu hari saja. Aku janji akan mengantarnya esok.” Mata Suri berubah sendu bahkan basah.

“Oke, akan kuatur, tolong jangan menangis didepan kami.” Manajer Kim keluar dari ruang tamu dan menuju dapur untuk mendapatkan satu gelas kopi.

“Kau baik-baik saja, Suri-ya?” Hyukjae yang duduk tepat dihadapannya ragu-ragu untuk menenangkan Suri lebih karena takut ketika dia menepuk Suri, Kyuhyun refleks akan bangkit dari ranjangnya kemudian memukulnya secara membabi buta dengan mata terpejam. “Bisa kuambilkan kau sesuatu?”

Suri menggeleng. “Aku ada diatas, ambilah apa yang kalian perlukan, anggap rumah sendiri.” Suri bangkit dari duduknya dan mulai meniti tangga yang melingkari tembok dari bata yang berdiri kokoh ditengah rumahnya menuju lantai 3.

“Kau tidak ingin makan dulu, Aegi-ya?” Itu Kyung-Sook yang menyapanya sambil mempersiapkan bubur untuk Kyuhyun, sedangkan Hanna sibuk membuat minuman untuk member lain. Sejujurnya Suri lebih suka keadaan sepi dirumahnya, namun ramai tidak terlalu buruk disaat seperti ini.

“Tidak.” Jawabnya singkat sambil terus menuju lantai 3.

Kyuhyun masih disana, terpejam dengan plester dikepalanya, wajahnya pucat dan nafasnya terdengar berat. Apa dia baik-baik saja? Kelelahan saja kan? Yakin Suri pada dirinya sendiri. Melihat Kyuhyun terbaring dengan mata terpejam seperti ini dan tidak merespon apa yang dikatakannya seperti ini sangat mengingatkan Suri pada kejadian hampir 7 tahun lalu. Saat itupun Kyuhyun hanya terbaring dengan luka gores di seluruh tubuhnya, hanya beberapa kali tersadar kemudian merancau tak jelas, terbatuk dan kembali tertidur.

Suri duduk di bangku dan menempatkannya tepat di pinggir ranjang, tangannya terkepal di atas lutut dengan wajah yang terfokus pada Kyuhyun. Ini sudah satu hari dia tidak tidur dan 12 jamnya dihantui dengan rancauan Kyuhyun yang tak jelas.

“Aku benci melihat kau memaksakan dirimu.” gumam Suri sambil mengeratkan kepalan tangan. “Itu tandanya kau masih manusia, Cho, bukan robot yang bisa bekerja terus 24 jam.” Suri beringsut.

Perlahan tangan Kyuhyun bergerak memegangi kepalanya, mata Kyuhyun terbuka dan laki-laki itu berusaha terduduk di kasurnya. Ruangan kali ini sudah terang, bukan cahaya lampu tapi karena memang sudah tengah hari. Sakit kepalanya sudah tidak separah semalam, mual diperutnya pun sudah menghilang biar suhu tubuhnya masih belum normal, tapi Kyuhyun jauh lebih sehat siang ini. Kyuhyun mendapati dirinya sendiri di ranjang, yang dipikirkannya saat itu adalah Suri masih tidak kembali ke kamar karena pembahasan semalam, tapi saat menoleh ke kanan, Kyuhyun melihat gadis itu terduduk disana, diatas sebuah kursi rias dengan tangan mengepal yang diletakan di atas lutut.

Suri masih memakai baju tidurnya dengan wajah pucat, garis hitam dibawah mata dan rambut yang berantakan. Wajahnya pun sendu, seperti wajah anak lima tahun yang tidak dibelikan permen seperti teman-teman lainnya.

“Apa yang kau lakukan disana?” tanya Kyuhyun ketus.

“Bermain game.” Suri menjawabnya dengan nada datar dan penuh penghinaan. Memangnya apa yang dilakukan seorang istri jika suaminya sakit?

“Ha-ha-ha, lucu.”

“Ya, aku tampak seperti badut bukan?”

“Ya, badut yang takut dengan perkataannya sendiri yang ingin memiliki anak kemudian meninggalkan suaminya selama berjam-jam.” Kyuhyun tampak masih kesal dan mengesampingkan akal sehatnya sambil berusaha keluar dari kasurnya.

“Diam disana, kau perlu istirahat. Dan ya, badut yang semalam akan menjadi topik kita siang ini. Jadi tetap pada tempatmu.”

“Apa kau akan berada ditempatmu sebelumnya saat pembicaraan semalam?”

“Apa kau akan terus membahas hal ini?” Suri menantang. “Jika ya, maka bicaralah, aku dengarkan.”

Kyuhyun melirik Suri, meneliti wajahnya lagi dan lihatlah, Suri tampak kacau siang ini. Matanya memerah dengan lingkar hitam yang terakhir kali Kyuhyun lihat adalah saat Kyuhyun membentaknya di Busan. Pikirannya kembali pada malam ini, dia mendengar suara panik Suri saat Kyuhyun terbangun dan terbatuk, mengatakan bahwa akan memijat kepalanya lagi agar bisa tertidur.

“Kau berada disana semalaman?”

Suri menggeleng.

“Kau tidur malam ini?”

Suri menggeleng lagi.

“Kau menungguiku semalaman dan tidak tidur?”

Wajah Suri masih sedatar biasanya. “Tergantung dari presepsimu.”

“Sialan! Bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan benar?” kepalanya kembali berdenyut-denyut.

“Apa yang akan kulakukan jika aku sakit? Bisakah kau tidur dan membiarkanku merancau tak jelas, terbatuk, kepalaku sakit bukan main? Bisakah kau tidur, Cho?”

Suri tahu jawabannya karena rahang Kyuhyun mengeras.

“Jika kau memikirkan bahwa kau tidak akan tidur, maka pikiran kita sama. Kembali istirahat, akan kuambilkan bubur.” Suri bersiap untuk berdiri saat Kyuhyun menggapai tangannya, menahan Suri pada posisi terduduk.

“Kau masih marah denganku?” suara Kyuhyun melembut, kelopak matanya yang lebar ditambah dengan wajah yang pucat menambah kesan sendu pada perpaduan wajah Kyuhyun siang ini. “Kau marah denganku karena aku membahas hal yang membuatmu histeris semalam?”

“Kupikir kau yang marah.” Menangis bukanlah keahlian Suri, dia selalu tampil jelek saat menangis dan itu pasti menjadi bahan olok-olok Kyuhyun selama seminggu setelahnya.

“Ya, aku memang marah, tapi,” Kyuhyun beringsut mendekati Suri, melihat wajah gadis itu baik-baik dan mengerti bahwa dia memang belum siap untuk memiliki anggota baru dalam keluarga, mungkin alasan yang egois yang akan didengar Kyuhyun nanti, tapi biarlah, Suri masih terlalu muda untuk memiliki anak dan dirinya belum terlalu tua untuk menunda satu atau dua tahun lagi. “Maafkan aku, kita akan menundanya lagi hingga kau siap.”

Suri semakin tertunduk dan mulai terisak. “Aku pikir kau marah besar, kau tidak mengejarku, kau tetap dikamar dan saat aku kembali kau sudah tertidur, kau tidak mengatakan apapun, tidak membujukku, aku pikir kau marah besar.” Suri mengambil nafas disela-sela isakannya, beban malam ini benar-benar membuat jarum kewarasan dikepalanya berhenti berdetak dan kali ini, saat Kyuhyun bisa meresponnya dengan normal, yang ada dipikiran gadis itu adalah mengungkapkan semuanya pada Kyuhyun.

“Lalu kau mulai bergumam tentangku, tentang Omuni, tentang Aboeji, tentang Ah-Ra noona, tentang Super Junior, tentang semuanya, aku takut…, sialan! Aku benar-benar takut.” Suri menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan untuk meredam suara isakan yang semakin menjadi.

“Hush…” ini kali ketiga Kyuhyun melihat Suri menangis hingga terisak dan seperti sebelumnya, isakan Suri selalu terdengar menyayat, melihat wanita yang hampir setiap harinya berlaku dingin dan tidak pedulian itu menangis sekarang seperti mengiris jarinya sendiri. “Aku baik-baik saja sekarang, aku hanya kelelahan, tidak koma.”

Kyuhyun memeluk tubuh Suri, membelai rambut keemasan yang bergelombang itu perlahan, merasakah kekhawatiran Suri adalah trauma masa lalu saat menunggunya berjam-jam.

“Sudah selesai, aku baik-baik saja, terima kasih menungguiku.” Kyuhyun mengangkat wajah Suri, mengusap air matanya dengan ibu jari dan mengulas sebuah senyuman. “Terima kasih karena menjalankan tugas sebagai seorang istri dengan sangat baik.”

Kyuhyun mendaratkan ciumannya pada bibir Suri yang basah perlahan dan kemudian mengecup kelopak matanya. “Kau tidak terlihat sesempurna biasanya, Cho Suri ssi.”

Suri mengusap hidungnya dan mulai tersenyum kecil. “Memang kau pikir bagaimana penampilanmu.” Dan keduanya tertawa kecil. “Maaf, aku belum bisa menepati janjiku dalam waktu dekat.”

“Tidak masalah untukku.” Kyuhyun kembali tersenyum dan menepuk ranjangnya. “Kau belum tidur bukan? Kemarilah.”

Suri menggeleng cepat, ini waktunya Kyuhyun meminum obatnya. “Tidak, kau harus makan dan minum obat agar besok bisa kembali beraktivitas.” Suri berdiri, mungkin Ibunya sudah selesai membuatkan bubur untuk Kyuhyun. Dan saat menggapai kenop pintu suara gaduh untuk menyingkir segera terdengar jelas, bahkan suara kaki yang berlari menambah kegaduhan diluar.

“Pepatah mengatakan, dindingpun memiliki telinga, tapi rumah kita, pintu pun memiliki telinga.” Ucap Suri sambil menoleh pada Kyuhyun dengan pandangan kesal.

***

Sungmin berniat untuk memberikan bubur dan ginseng yang Ibunya siapkan saat mendengar Suri juga Kyuhyun berdebat soal siapa yang meninggalkan siapa semalam, keduanya terdengar ketus dan seperti biasa tidak ada yang mau mengalah. Sungmin memutuskan untuk menempelkan telinganya pada daun pintu dan mendengarkan pembicaraan. Beberapa saat keduanya masih berargumen dan member yang lainnya datang untuk melihat keadaan Kyuhyun, tapi malah menemukan Sungmin yang memasang wajah serius sambil menempelkan telinganya pada pintu.

“Yak, apa yang kau lakukan disini?” Shindong menepuk bahu Sungmin hingga laki-laki itu hampir meloncat dan berteriak kaget.

Sungmin bergerak-gerak salah tingkah dan mengucapkan kalimat ‘mereka berdebat lagi’ dengan mulutnya dan menyuruh yang lain untuk tidak bersuara. Dan semua menurutinya, mendengarkan Kyuhyun dan Suri dengan seksama. Semua pasti tahu bahwa Suri hampir mati berdiri saat melihat Kyuhyun koma hampir 7 tahun lalu, dan semua pasti sadar apa yang membuat Suri begitu takut melihat suaminya merancau dalam tidur dengan panas tinggi. Kadang trauma memang tidak masuk akal.

“Apa Suri menangis, hyung?” Ryeowook yang berada paling bawah dan berjongkok itu berbisik pada Sungmin dan hanya dijawab dengan anggukan.

“Aku baru tahu dia bisa menangis juga.” Siwon kali ini ikut menimpali dan di pelototi Sungmin. Tentu saja adiknya bisa menangis, memangnya adiknya perempuan macam apa tidak bisa menangis? “Maksudku kau tahu kan dia tersenyum saja jarang, menangispun pasti sangat sulit untuknya kalau tidak ka..re.. maaf.” Siwon menunjuk lagi pintunya gugup.

“Kenapa tangisannya terdengar sangat menyedihkan, ya?” Donghae kali ini berbisik dan di jawab dengan anggukan oleh yang lain.

Karena ingin mengantar bubur untuk putrinya, Kyung-Sook dan Hanna mulai berjalan meniti tangga sambil membicarakan beberapa brand tas terkenal yang mempunyai design elegan dan cocok untuk umur mereka. Tapi begitu sampai di lantai 3, mereka melihat sekumpulan laki-laki berdiri, setengah berdiri, berjongkok hingga terduduk di depan pintu kamar Kyuhyun dan Suri, semuanya tampak serius bahkan Ryeowook melap sudut matanya yang basah.

“Apa yang mereka lakukan?” desis Hannah dan berjalan dengan langkah terburu menuju kumpulan laki-laki itu.

“Yak! Mwo—“ omelan Kyung-Sook terhenti saat Sungmin menutup mulut ibunya dan mengoper nampan ke tangan Hyukjae.

“Ssst, Omma, di dalam sedang ada perdebatan dan drama. Ssst.” Sungmin berbisik pelan.

“Menguping itu pekerjaan yang tidak dimaafkan.” Timpal Hanna dan bersiap menyingkirkan laki-laki dihadapan pintu saat mendengar suara Suri yang terisak dan mengumpat bahwa hampir semalaman gadis itu dihantui dengan rasa takut 7 tahun lalu saat mereka hampir kehilangan Kyuhyun. Hanna membeku di depan pintu.

Tidak ada yang lebih mencintai putranya selain Lee Suri.

Dan disaat mereka sibuk mendengarkan, terhanyut dengan kata-kata penenangan Kyuhyun yang sangat sederhana dan tertawaan kecil mereka, Suri menggeser kursinya dan mengatakan akan membawa bubur untuk Kyuhyun. Maka saat itu juga semuanya menjadi kacau balau. Terlalu banyak orang yang berdiri di depan pintu hingga menyulitkan mereka untuk keluar dan menghilang dari balik pintu.

Saat pintu itu terbuka Suri meletakan kedua tangannya di depan dada, terlipat dengan wajah antipatinya. Suri melihat satu persatu manusia yang menguping. “Biasanya aku akan menendang satu persatu orang yang menguping di rumahku, tapi berhubung saat ini aku kelaparan, jadi bisakah kalian bawakan kami bubur yang hangat lagi?” kali ini Suri tersenyum manis untuk beberapa detik dan senyuman itu menghilang bagitu saja kemudian Suri berbalik dan membiarkan pintu tetap terbuka selagi Suri membenarkan tatanan rambutnya yang ternyata terlihat seperti orang gila.

“Seksi.” Kyuhyun menyengir saat Suri mengerutkan keningnya, gadis itu bertanya maksud dari pernyataan Kyuhyun. “Rambut berantakanmu terlihat seksi seperti biasa.” Cengiran di wajah Kyuhyun semakin melebar, memperlihatkan wajah-dua-puluh-enam-tahun miliknya.

“Seksi bokongku.”

“Bokongmu juga seksi.” Tambah Kyuhyun sambil tertawa saat melihat Hanna juga Kyung-Sook masuk dengan senyuman lebar diwajah keduanya.

“Keadaanmu baik, Kyunie?” Hanna duduk di pinggir ranjang memegang kaki Kyuhyun yang di tutupi selimut. Dan lihatlah, jika dihadapan Ibunya, Kyuhyun terlihat seperti anak alim dengan senyuman sopan, bukan smirk smile bak setan seperti yang diperlihatkannya selama ini pada Suri.

“Ya, Suri merawatku dengan baik.” Kyuhyun tersenyum dan melirik Suri yang duduk di depan jendela, menjauh dari introgasi apa yang mereka dengar barusan tentang menambah anggota baru. Suri tahu, ibunya pasti akan bertanya itu cepat atau lambat.

“Bisa aku bicara denganmu?” Kyung-Sook mengalihkan pandangannya pada Suri tanpa senyuman. “Berdua saja?”

Suri mengangguk dan keluar ruangan menuju perpustakaan yang terletak dilantai dua. Perpustakaan mereka sudah tertata rapi dengan nuansa cokelat hangat dari kayu-kayu dan juga pencahayaan yang redup. Nama-nama author besar tertulis di etalase-etalase tempat pemajangan novel koleksi Suri, komikus terkenal dan jurnal ilmiah yang masih sangat baik tanda tidak pernah disentuhnya.

“Aku mendengarnya, kalian tidak ingin memiliki anak?” wajah Kyung-Sook mengeras.

“Hanya aku yang belum siap, bukan tidak ingin.” Suri tertunduk, sudah lama sekali saat kali terakhir dia di omeli Kyung-Sook empat mata seperti ini. “Omma, ayolah, aku malas membahas ini.” Suri memelas, dia benar-benar tidak punya tenaga lagi untuk membahas hal semacam ini, baginya kata ‘anak’ tetap seperti teriakan menggantung lehernya, membuatnya histeris setengah mati.

“Aku akan membahasnya sampai kau sadar apa itu arti pernikahan, duduk dan dengarkan aku. aku akan menguliahimu lagi.” Meskipun kasihan dengan putrinya yang pucat pasi dan terlihat tidak ada lagi tenaga untuk berdebat, Kyung-Sook tetap menguatkan hatinya bahwa Suri harus benar-benar paham apa yang dipikirkannya selama ini salah. ”Apa yang sebenarnya membuatmu tidak pernah siap memiliki seorang anak? Kyuhyun telah bersabar menunggumu sampai saat ini, kau tahu apa artinya menikah, Aegi?”

Suri mengembuskan nafasnya kasar dan bersandar pada kursi, rasanya tulang Suri terbuat dari bahan lunak hingga terasa lemas. “Omma, aku masih terlalu muda untuk itu, aku masih ingin mengejar cita-citaku, Omma tahu kan bahwa Kyuhyun akan mengumumkan pernikahan kami ke publik jika aku hamil. Saat itu terjadi pasti semua orang akan menghubungkan aku dengan Kyuhyun selalu.”

“Manusia memang seperti itu, mereka tidak akan bisa berdiri sendiri, aku dan ayahmu, tidak dipandang saat pertama kali merintis bisnis karena kami bukan anak siapa-siapa, bukan anak seseorang yang berpengaruh di lingkungan sosial, berbeda dengan dirimu.”

Kyung-Sook duduk berhadapan dengan Suri, merangkum wajah putrinya yang terlihat lelah luar biasa. “Lihat dirimu, kau putri kami, tumbuh dilingkungan yang mengharuskanmu dikenal kalangan luas, kakakmu seorang public figure, dan sekarang kau menikah dengan seorang public figure pula, sudah sewajarnya kau disangkut pautkan dengan nama mereka, itu adalah hidup bersosialisasi. Aku tahu kau tipe introvert, tapi kau harus mengijinkan orang lain mengenalimu bukan hanya sebagai dirimu, tapi juga seorang anak dari Lee Chun-Hwa dan seorang istri Cho Kyuhyun.

“Berhentilah berlindung di balik ‘aku ingin dikenal sebagai diriku’ dan ‘aku masih muda’ atau ‘aku belum siap’. Ibumu menikah saat umurnya masih 19 tahun, melahirkanmu disaat usianya baru menginjak 21 tahun. jika ia masih ada disini sekarang, mungkin kau bisa pergi berbelanja dengannya, pergi kesalon dan berbincang soal laki-laki. Tidak sepertiku yang sudah setua ini.”

Suri yang hampir terharu dengan perkataan ibunya tiba-tiba memutar bola mata, dia tahu kemana arah pembicaraan yang di awali dengan kalimat ‘aku sudah setua ini’. “Omma, berhentilah berkamuflase di balik kata-kata ‘aku sudah setua ini’ tidak ada pengaruhnya untukku.”

Kyung-Sook tertawa, inilah putrinya. “Kau memang keras kepala. Apapun yang kukatakan tidak akan ada pengaruhnya untukmu.” Kyung-Sook kembali serius. “Tapi aku bersungguh-sungguh mengenai anak, mungkin kau trauma dengan masa kecilmu, mungkin kau takut kelak anakmu akan mengalami hal yang sama denganmu, tapi cobalah jauhkan semua pemikiran itu, pikirkan kebahagiaannya, kau punya teman saat Kyuhyun bekerja, kau punya seseorang yang kau anggap berharga dan patut dilindungi melebihi dirimu atau Kyuhyun.” Kyung-Sook berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu, putrinya bukanlah perempuan bodoh, Suri pasti mengerti dan memikirkan apa yang Kyung-Sook bicarakan.

“Dan kau tahu, Aegi? Melihat anakmu tertawa adalah obat paling ampuh untuk mengusir lelah.” Kyung-Sook tersenyum sebelum keluar dari ruangan tanpa menutup pintunya kembali.

***

Wanita dengan rambut pendek yang di tata rapi, baju terusan berwarna putih dengan blazer kuning kunyit juga hiasan bunga mawar di kantungnya itu tersenyum memandangi isi kamar anak laki-lakinya yang sudah menikah selama setahun ini. Saat dia menikah dengan Yeong-Hwa dahulu, mereka hanya tinggal di apartment di Nowon dengan dekorasi normal, tapi putranya baru satu tahun menikah sudah mempunyai rumah sebesar ini, dekorasi yang menurut Hanna agak sulit diartikan oleh perempuan seusianya, foto-foto Polaroid yang dipajang di dinding putih, cat CMYK yang seperti dilempar ke dinding, lantai kayu dilapisi karpet bulu cokelat menimbulkan kesan hangat diantara kekacauan kamar mereka. Biarpun Hanna tidak mengerti arti dari dekorasi ini, tapi Hanna cukup nyaman berada disini, duduk sambil melihat putranya yang berantakan, pucat dan entah dari mana kesan bahwa Kyuhyun gembira siang ini.

“Kenapa wajahmu terus tersenyum, Kyunie?” Hanna melihat sudut bibir Kyuhyun tertarik lebar saat Hanna menanyakannya.

“Tidak ada, aku hanya bahagia melihat Suri mengkhawatirkanku, dia sulit menunjukan betapa dia membutuhkanku, tapi tadi, aku melihatnya membutuhkanku seperti aku membutuhkannya. Itu membuatku…. nyaman.” Kyuhyun kembali menyendok buburnya, melihat televisi dan melihat lagi Ibunya, wanita itu masih memasang senyuman jahil sekaligus takjub. “Omma, kau menakutkanku dengan senyuman itu.”

“Oh, Kyunie, kau pernah berkaca akhir-akhir ini?”

Kyuhyun melirik kaca yang diletakan disudut ruangan setinggi 190 sentimeter yang menghadap ke arah ranjang dan memantulkan bayangannya saat ini. “Hampir setiap detik aku rasa.”

“Lihat senyummu, kalau kau pintar matematika pasti kau tau berapa sudut yang kau buat di bibirmu itu, kau tersenyum terlalu lebar.” Hanna tertawa sambil bergelayut di lengan putranya. “Kau benar-benar jatuh cinta pada istrimu.”

“Jika aku tidak benar-benar depresi karena kelakuan dinginnya, aku pasti masih melajang saat ini.” Santai sambil mendengarkan apa yang MBC tayangkan siang ini. Ini adalah hari tersantai yang pernah dilewatinya selama 6 bulan belakangan.

Hanna berdiri, berjalan menuju kumpulan foto Polaroid yang di tempel asal dan diberi caption yang tak kalah asalnya. Mulai dari awal pernikahan hingga pernikahan terbaru mereka, semua diletakan disana dengan tujuan tersendiri. Satu tahun. ternyata putranya sudah menikah satu tahun dan yang terlihat mereka bahagia dengan pernikahannya meski tidak pernah Hanna atau keluarga yang lain memberi masukan bagaimana harus menjadi suami yang baik dan romantis.

“Kyunie, aku ingin cepat-cepat mempunyai cucu dari kalian.” Itu yang dirasakan dirinya dan Kyung-Sook sebenarnya, namun barusan dia mendengar Suri belum siap mengandung.

“Omma, aku rasa harus ditunda setahun lagi, Suri selalu histeris jika membahas anak.”

“Itu yang ingin kubahas,” Hanna berbalik, matanya berubah serius dan yakinlah, Kyuhyun sudah mencari beribu alasan dikepalanya untuk membela Suri saat Ibunya tetap memaksa mereka memberikan keturunan secepatnya. “Jangan paksa dia untuk memberimu anak secepatnya, memang menunda terlalu lama itu tidak baik, tapi akan lebih berbahaya jika Suri justru tidak bisa merawat anak kalian dengan baik, parahnya mungkin dia tidak menyayangi anaknya.”

Terima kasih Tuhan. Kyuhyun menghela nafasnya lega.

“Ya, aku bisa bersabar menunggunya. Lagi pula aku senang tidak ada yang mengacaukan malam kami dengan tangisan popok.” Kyuhyun menyengir saat bantal sofa mendarat dikepalanya.

***

Suri menutup pintu kamarnya dan bersandar, memperhatikan Kyuhyun yang sibuk mamakan buburnya sambil menonton televisi diatas ranjang, bubur dengan porsi 2 orang itu baru habis setengahnya saat Suri masuk dan Kyuhyun menghentikan aktivitas makan maupun menontonnya.

“Jadi apa yang ibumu katakan?” tanya Kyuhyun pada akhirnya saat Suri tetap berdiri ditempatnya dan hanya melihat Kyuhyun tanpa berkata-kata.

“Menyuruhku untuk segera memberimu keturunan pertama.” Ucap Suri dengan senyuman masam. “Dan apa yang ibumu katakan?”

Kyuhyun menyendok lagi buburnya. “Mengatakan hal sebaliknya, aku harus mengerti jika kau belum siap dan menunggu hingga kau siap. Aku rasa mereka tidak membicarakan ini sebelumnya.” Kyuhyun menyengir lagi, laki-laki itu tetap terlihat tampan meski dengan wajah pucat, kaus abu-abu kebesaran dan rambut acak-acakan yang hanya disisir menggunakan jemari saja.

Tapi Suri tetap tidak bergerak dari tempatnya dan memandang Kyuhyun tanpa senyuman.

“Hey, Bokong Seksi, belum makan, kan? Bagaimana kalau makan dari mangkuk yang sama denganku?” Suri masih belum bergerak meski Kyuhyun sudah mengajaknya untuk bergabung. “Ayolah, sulit bagiku menyingkirkan meja sarapan ini dan menarikmu.”

Akhirnya Suri bergerak, dia duduk di ranjang dan berhadapan dengan Kyuhyun, mengambil sendok lainnya dan mulai memasukan beberapa suap bubur yang tidak terasa apapun dilidahnya, mungkin benar apa yang ibunya katakan tentang dia yang mencari-cari alasan, mungkin benar yang ibunya katakan bahwa dia hanya takut anaknya kelak mengalami nasib yang sama dengannya, mungkin juga dia hanya tidak tahu apa yang harus dikatakannya mengenai pembagian kasih sayang Kyuhyun kelak.

Kyuhyun mengenal Suri lebih dari sepuluh tahun, bukan hal yang sulit untuk mengerti apa yang Suri pikirkan dari raut wajahnya, dari matanya yang terus tertunduk. Kyuhyun memegang dagu Suri, menyejajarkan wajah gadisnya.

“Hey, jangan terlalu dipikirkan, seperti yang kau katakan, kita masih muda, masih punya waktu untuk mempersiapkannya, jadi tidak perlu dipikirkan terlalu keras.”

Suri mengigit sendok kosongnya dan masih tertunduk. Dia malu mengatakan ini, tapi dia ingin mengatakannya. “Jika kita menundanya hingga tahun depan, apa kau akan berhenti mencintaiku dan mencari wanita lain untuk mengandung anakmu?” oke, ini sangat konyol.

Kyuhyun bahkan tertawa keras saat pertanyaan itu keluar dengan ragu dari bibir seorang perempuan yang menghabiskan waktu hidupnya untuk menjadi perempuan dingin. “Itu pertanyaan yang konyol, Cho Suri.” kemudian Kyuhyun menghentikan tertawaannya dan merangkum wajah Suri dengan kedua tangannya. “Dengarkan aku, Istriku. Aku tidak berfikir aku akan mencari seseorang yang lain untuk mengandung anakku, karena aku sudah memilihmu untuk melakukan tugas itu. hanya kau yang akan melakukannya, jadi berhentilah berfikir yang macam-macam, karena hanya ada satu macam dalam hidupku, yaitu kau. Saat ini dan seterusnya meski aku yakin rasa sayangku tidak selamanya sama, mungkin menurun, mungkin juga naik, tapi rasa itu akan tetap ada, untukmu.”

Kyuhyun tersenyum berusaha menenangkan Suri yang entah kenapa selama membahas ‘anak’ gadis itu tidak terlihat seperti dirinya. “Hanya ada dua hari yang patut kita rayakan. Yaitu hari dimana kita menikah, dan hari yang disebut ‘sekarang’, jadi berhentilah memikirkan apa yang terjadi esok secara berlebihan. Esok aku masih mencintaimu, masih berstatus sebagai suamimu dan masih menunggu hingga kau siap. Sama seperti hari ini. Is this enough?

Suri mengangguk dan menyendok buburnya lagi, tapi kali ini dia tidak memakannya sendiri, dia menyodorkan sendok itu pada Kyuhyun dan begitu sebaliknya, Kyuhyun menyendokan bubur untuk Suri.

“Habis.” Seru Suri sambil menyingkirkan meja makan dari atas ranjangnya. “Waktunya kau minum obat.”

Suri memperhatikan Kyuhyun yang mengeluarkan satu persatu obat dari pembungkus metalik dan menebarkan aroma memuakan bagi hidung Suri. berbeda dengan Suri, Kyuhyun selalu dengan suka rela menelan obatnya bulat-bulat, jika Suri, maka dia akan setengah mati menolaknya dan beruntung daya tahan tubuh Suri luar biasa sehat, jadi obat-obatan bahkan vitamin pun tidak perlu dilahapnya setiap hari.

“Oke, sekarang istirahat.” Suri berniat untuk bangkit dan menyingkir selagi Kyuhyun beristirahat, namun Kyuhyun menahan tangannya.

“Bergabung denganku? kau belum tidur dan hampir terlihat seperti mayat hidup. Kemarilah, kita tidur bersama.” Bujukan Kyuhyun diimbangi dengan wajahnya yang terlihat melembut dengan kelopak mata yang lebar dan senyum mengembang.

Sialan, sialan! Siapa juga yang bisa menolak ajakan seduktif untuk beristirahat dengan nada romantis macam itu?

Suri berguling ke sisi Kyuhyun, merapatkan tubuhnya dengan tubuh Kyuhyun, tertidur di lengan pria itu sambil mendengarkan detak jantungnya, belum lagi aroma alami Kyuhyun yang tetap manly namun lembut, tekstur kulitnya, pelukannya, kakinya yang hangat, nafasnya, semua adalah aspek seduktif dalam diri Kyuhyun di atas ranjang.

“Hanya tidur, usahakan jangan memikirkan perdebatan kita semalam, istirahatkan otakmu.” Gumam Kyuhyun sambil memejamkan matanya dan membelai rambut Suri. “Itupun kalau kau punya otak.”

Detik berikutnya Kyuhyun hanya mengaduh sambil memegangi tulang keringnya, sedangkan pelaku penendangan tersebut sudah memejamkan matanya dan meringkuk dalam pelukan laki-laki brengsek pujaanya.

***

Ah-Ra masih berada di luar Seoul menemui sahabatnya saat mendengar kabar Kyuhyun jatuh sakit karena kelelahan. Sudah berapa kali Ah-Ra mencereweti adik laki-laki kesayangannya itu untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beristirahat, bukan bercengkrama dengan teman-temannya dan menghabiskan waktu menikmati koleksi winenya. Siang ini Ah-Ra mencapai Gimpo airport dan bertemu dengan Sungjin yang juga baru kembali dari China untuk mengurus beberapa bisnis ayahnya.

Mereka memutuskan untuk naik mobil Sungjin menuju Sam-Am-Dong. Mereka sampai pukul 14.30 dan Ah-Ra langsung berlari menuju lantai tiga tanpa menyapa orangtuanya yang teduduk di ruang televisi sambil menikmati teh sore mereka dan meninggalkan Sungjin di area parkir.

Dia ingin bertemu dengan adiknya dan adik iparnya yang pasti mengalami trauma dengan rancauan Kyuhyun saat sakit. Ah-Ra membuka pintu kamar Kyuhyun dan hampir meneriaki Kyuhyun tentang bagaimana keadaannya sekarang.

“Kyunie ba—“ Ah-Ra berhenti di depan pintu dan tersenyum saat mendapati dua orang yang paling jarang menunjukan kemesraannya di hadapan orang lain itu tertidur dengan damainya setelah semalam dilanda kekhawatiran luar biasa.

Kyuhyun memeluk tubuh Suri seakan takut wanita itu akan kabur darinya selama dia tertidur sedangkan Suri tertidur seolah dia sedang menyerahkan-seluruh-hidupnya pada Kyuhyun. Benar-benar membuatnya iri.

“Bisakah kalian membuatku lebih iri dari ini?” gumam Ah-Ra sambil menutup pintu kamar perlahan agar tidak menimbulkan suara gaduh.

***

Seperti janjinya pada manager, Suri mengantar Kyuhyun menggunakan mobil Kyuhyun. “Ayo, Nak, biarku antar kau kesekolah pagi ini.” Ledeknya sambil memainkan kunci ditangan kanan dan membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun.

“Terima kasih, Omma.” Kyuhyun menyengir saat masuk ke dalam mobil, meletakan tasnya yang selalu Suri hina di kursi belakang dan menunggu gadis itu masuk kemudian menyalakan mesin mobil. “Bagaimana jika peranku sebagai anak nakal?”

“Kau sudah jadi anak nakal semenjak tour SS5 dimulai, kalau boleh kuingatkan, Cho. Memegang kaki perempuan lain, bahkan meloloskan dirimu dari bawah kakinya, lalu kau akan berciuman dengan sexy dance? Aku sudah cukup banyak melihat adegan ciumanmu yang katanya tidak menempel dan tidak betul-betul dengan perasaan. Hanya akting, profesionalitas mungkin?”

oh, Suri sedang cemburu.

Hanya ada satu hal bisa membungkam mulut Suri. Kyuhyun menarik tengkuk Suri, menciumnya kasar dan terburu kemudian saat Suri mulai membalasnya, Kyuhyun menjauhkan bibirnya. “Itu yang disebut dengan ciuman menempel juga dengan perasaan, Sayang.” Kyuhyun sempurna tertawa saat pipi Suri bersemu merah dan fokus menyetir tanpa mempedulikan tertawaannya.

Hari ini Suri harus mengantar Kyuhyun menuju dorm Super Junior sepagi mungkin, mereka menghabiskan waktu dijalan yang hampir 45 menit itu dengan berdiam, Kyuhyun memilih untuk tidur sementara Suri sibuk menyetir. Dan 45 menit berikutnya mobil mereka sudah berada dalam area basement  tempat manager Super Junior menunggu sesuai ketentuan kemarin.

“Aku berangkat, berhati-hatilah menyetir.” Kyuhyun memilih untuk mengecup dahi Suri, turun ke kelopak mata, hidung dan bibir gadis itu. “Bye.” Kyuhyun merangkak keluar mobil dan melambaikan tangannya pada mobil Suri yang berjalan menjauh. Pasti gadis itu memiliki schedul memotret dan terburu agar sinar matahari tidak terlalu mencolok lensa.

***

Kyuhyun tahu ponselnya berdering sedari tadi, tapi karena kamera masih on, dia tidak bisa mengangkat ponselnya dan membiarkan saja ponsel itu di angkat oleh manager. Kyuhyun masih meneruskan syuting hingga pukul 2 siang. Kyuhyun mengganti kemejanya dengan kaus tanpa menghapus make up berisap menuju schedul berikutnya.

“Kyuhyun ah,” wajah laki-laki yang biasanya cerewet mengingatkan schedul berikutnya itu tiba-tiba pucat dan menutup mulutnya rapat-rapat, biasanya wajah ini muncul setelah Suri mengancamnya untuk membeirkan jam istirahat lebih pada Kyuhyun.

“Apa Suri mengomelimu lagi, hyung?”

Dia menggeleng pelan dan wajahnya semakin pucat.

“Ada apa?”

“Suri,”

Suri?

“Kenapa dengan Suri?”

“Dia,” seolah kehilangan suaranya, manager Kim kembali berdehem. “Kecelakaan pagi ini.”

“Keparat, dimana dia sekarang?” tidak ada yang bisa menahannya lagi, Kyuhyun meraih tas dan berjalan setengah berlari menuju area parkir.

“Dirumah, tapi kau punya schedul lain siang ini, Kyuhyun ah!”

***

Suri selalu berkendara dengan hati-hati, melajukan kendaraannya dibawah batas kecepatan, memberikan lampu sen ketika berbelok, membunyikan klakson hanya satu kali, melihat kaca spion kanan, kiri dan memasang sabuk pengaman, memenuhi standar pengumudi yang taat peraturan. Dia berhenti tepat di barisan paling depan saat berada di perempatan Cheongdam-dong, pagi ini dia berniat bertemu dengan Haera untuk mengantarkan potret anak laki-lakinya, Namhae. Beberapa minggu yang lalu Haera meminta Suri untuk memotret Namhae dan dengan canggung saat itu Suri memanggil Namhae berkali-kali agar melihat ke kamera. Dan sebab inilah Suri menunda lagi untuk mempunyai anak, karena anak kecil terlebih bayi belum bisa diajak kompromi. Suri menelan ludahnya ngeri saat membayangkan anaknya seperti itu.

Saat itu jalanan tidak begitu ramai, hanya ada beberapa mobil yang berada dalam jalur menuju Seorae dan guncangan keras itu terjadi, mendorong mobilnya hingga pusat perempatan tempat sebuah taksi yang melaju kecang menabrak bagian depan mobil Suri hingga terseret sejauh 10 meter.

Sialan! Ini mobil Kyuhyun!

Hal itu yang ada dipikirannya pertama kali sebelum mobilnya benar-benar berhenti dan mengeluarkan asap dari balik kap mobil, ingin rasanya keluar dari mobil tersebut, tapi kakinya tersangkut oleh body mobil yang remuk. Dan hal kedua yang dipikirkannya adalah Kyuhyun pasti membunuhnya jika tahu ini, dia harus menemukan ponselnya, menghubungi Kyuhyun bahwa dia baik-baik saja, masih bernafas dan tidak mengalami koma.

***

Terkutuklah laki-laki yang tetap menjalankan schedulenya setelah mendengar kabar istrinya mengalami kecelakaan. Kyuhyun mengendarai mobil pinjamannya dengan kecepatan tinggi menuju Sam-Am-Dong. Suri mengalami kecelakaan pagi ini dan dia baru dikabari tengah hari? Apa-apaan orang itu? seharusnya mereka memberitahukan Kyuhyun secepatnya. Bahkan sebelum mobil benar-benar terparkir rapi dijejeran mobil lain, Kyuhyun sudah meloncat dari balik kemudi dan berlari menuju kamarnya di lantai 3.

“Kyunie, Suri sedang beristirahat, jangan diganggu.” Apapun yang ibunya teriakan, Kyuhyun berpura-pura tidak mendengarnya, dia hanya ingin melihat Suri, melihat seberapa banyak trauma yang terjadi setelah kecelakaan pagi ini.

Saat Kyuhyun membuka pintu, yang diharapkannya adalah Suri yang tertidur meringkuk dibalik selimutnya, bukan gadis yang terduduk dengan laptop dihadapannya seperti sekarang ini. Pelipis kanannya ditambal, tangannya penuh luka gores bahkan lengan kanan gadis itu diperban dan entah bagaimana kakinya yang tertutupi selimut itu. Suri hanya melongo saat melihat Kyuhyun masuk dengan wajah memerah.

“Hai,” Suri tersenyum kaku saat menyapa Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan wajah bodoh.

“Untuk menguliahimu bagaimana menyetir yang baik dan benar.” Ucap Kyuhyun setengah menahan amarah, dia berjalan beberapa langkah mendekat namun tetap menjauhkan tangannya dari jangkauan untuk memeluk Suri erat-erat, bersyukur bahwa tidak banyak cedera dan trauma pada diri gadis itu. “Singkirkan laptopmu dan apa yang kau lakukan sebenarnya dengan mereka?”

Suri dengan patuh setelah menurunkan keterangan layar laptopnya menjadi nol persen itu meletakan laptop kesayangannya dengan hati-hati di lantai kamar tanpa mengalihkan padangannya dari wajah Kyuhyun. “Aku hanya merapihkan folder selagi tidak ada pekerjaan.”

Oh, yaampun, Kyuhyun tidak boleh mengetahui apa yang dikerjakannya.

“Kau tahu, kau payah dalam berbohong.” Kyuhyun duduk di pinggir ranjang dan menyibak selimut yang menutupi kaki Suri. disana terlihat dua pasang kaki ramping dan putih itu ternoda dengan seburat memar keunguan, goresan panjang dengan darah yang mengering juga balutan perban di sekitar tulang kering Suri, alasan yang cukup untuk membuat Kyuhyun mengakhiri schedulnya hari ini dan menemani istrinya yang kemungkinan akan sulit berjalan.

Degan hati-hati Kyuhyun memegang kaki telanjang Suri dan melihat bagaimana reaksi gadis itu. dan nyatanya, sebaik apapun Suri memanage wajahnya untuk tidak meringis, sudut bibir Suri tetap tertarik, tanda menahan ringisannya. “Bisa berjalan?”

“Oh, ya ampun, aku bahkan bisa berlari.” Jawabnya santai sambil meletakan tangannya di belakang kepala. “Tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Seperti yang kau katakan semalam, tidak koma.”

Oke, mungkin ya Suri terlihat baik-baik saja, tapi bagaimana bisa dia mengalami kecelakaan saat jalanan Seoul terlihat lengang? “Kau itu bodoh atau buta? Jalanan Seoul pagi ini tidak padat, bagaimana bisa kau membiarkan dirimu terlibat dalam kecelakaan?” kali Kyuhyun menahan suaranya agar tetap rendah.

“Aku pengemudi yang berhati-hati, Cho, orang lain yang menabrak tiga atau lima mobil dibelakangku, ya? Intinya dia menabrak mobil di belakangku yang mendorongku hingga kepusat keramaian perempatan saat lampu hijau untuk bagian kanan dan sebuah taksi memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi menghancurkan bagian depan mobilmu.” Kali ini Suri menjawabnya tak kalah santai dengan bibir yang seolah tersenyum geli.

“Dan kau sekarang terluka dibagian kaki namun menjelaskan kejadian tersebut sambil tersenyum?”

Suri mengangguk.

“Apa benturan dikepalamu terlalu keras?”

Suri menggeleng dan tersenyum geli. “Itu jadi ada alasan untukmu membeli mobil baru bukan?” Kyuhyun menyipit, mobil baru? Jadi ini semua tentang mobil baru?

“Ayolah, mobilmu yang lama sudah ketinggalan jaman, lagi pula aku pasti trauma jika menggunakan mobil itu lagi.”

Sesaat Kyuhyun memang tertipu dengan wajah cerah Suri, tapi detik berikutnya Kyuhyun sadar bahwa pembahasan mobil baru tidak lebih dari sekedar pengalihan pembicaraan dan perhatian Kyuhyun dari mata gadis itu yang masih trauma. “Mencoba mengalihkan perhatianku?” Suri berhenti menyengir dan hanya tersenyum getir, susah memang membohongi orang yang setiap malam pulang hanya untuk melihatmu tertidur dengan baik.

“Ketahuan ya?” Suri mengulas senyuman dan kembali berbaring berusaha santai, jika satu detik saja Suri memperlihatkan bagaimana menakutkannya terseret bermeter-meter, terhimpit badan mobil hingga 1 jam, darah dari kakinya, aroma bensin, kepulan asap dan sulit menggapai ponsel hanya untuk menghubungi Kyuhyun, mengatakan apa yang diberitakan di televisi—jika Kyuhyun melihatnya—tidak benar. 2 jam tersebut adalah 2 jam paling mengerikan dalam hidupnya.

“Kemarilah,” Kyuhyun menggerakan tangannya, menyuruh Suri untuk bangkit dan bersandar lagi, tapi kali ini bersandar didalam pelukannya. “Apa yang kau pikirkan? Ceritakan padaku, jangan dipendam, itu bisa menambah traumamu pada kecelakaan dan rumah sakit. Katakan.”

Lengannya mulai merapat di pinggul Kyuhyun, mendesakan wajahnya pada leher laki-laki itu dan seperti biasa, aroma musim gugur yang mengingatkannya pada rindangnya pohon elm dengan warna oranyenya kembali tercium dari tubuh Kyuhyun.

“Aku tidak memikirkan apapun kecuali menghubungimu karena saat aku berhasil keluar dari mobil, wartawan sudah berada disana, mengerubungiku. Aku yakin kau melihatnya atau mendapat kabar dari kru. Aku tahu kau pasti marah besar, jadi aku ingin menghubungimu, mengatakan aku baik-baik saja, hanya sedikit tergores, tapi aku tidak menemukan ponselku dan saat di ambulance, mungkin atau anggap saja aku terlalu banyak mengumpat, menyumpahi mereka karena tidak memberikan ponselku maka mereka memberiku obat penenang dan aku tertidur.” Suri merapatkan lagi pelukannya, Kyuhyun tahu bahwa dia sedang dalam keadaan yang sangat tidak baik saat ini.

“Dan biar kutebak, detik berikutnya kau bangun sudah berada di ruang rawat inap dan memprotes habis-habisan agar bisa berada di rumah, benarkan?”

“Tepat.” Suri menjauhkan wajahnya dan merasa jauh lebih rileks dari sebelumnya. “Bisakah kau teruskan schedulmu? Kasihan manager Kim, dia pasti kena omel sana sini jika kau libur lagi.”

Bisakah sekali saja Suri terlihat membutuhkannya? Setidaknya berakting membutuhkannya meski akting itu payah? “Bisakah kau sekali saja berakting membutuhkanku?”

Suri yang sebelumnya tertunduk hanya menelengkan kepalanya sambil melihat wajah Kyuhyun datar. “Kau punya tanggungjawab.”

“Dan kau tanggungjawabku.”

“Ya, aku tanggungjawabmu, tapi… sialan! Bagaimana aku mengatakannya? Ada manager Kim yang bertumpu padamu, ada fans yang bahkan rela membayar beribu-ribu won hanya untuk melihatmu, ada produser yang juga menggantungkan ratingnya pada kehadiranmu, ada member lain yang juga menggantungkan profesionalitas karir mereka padamu. Kau bukan milikku seorang, ada Omma disini dan yang lainnya, aku baik-baik saja, aku akan tetap diranjang ini hingga kau pulang.” Suri melihat Kyuhyun dengan tatapan aku-akan-menjadi-gadis-yang-baik untuk meyakinkannya bahwa Suri akan benar-benar berada diranjangnya hingga Kyuhyun kembali.

“Jika sampai kakimu berada di lantai tanpa pengawasan orang lain, aku akan membawa pasung.” Ancamnya sebelum berdiri dan mengecup dahi Suri kemudian turun ke kelopak matanya. “Aku hampir mati saat mendengar kau kecelakaan, terhimpit badan mobil dan terjebak selama satu jam dan aku yakin kau pikir aku tidak tahu tentang berita dasar seperti itu ‘kan?”

“Kau memang sulit untuk dibohongi.” Tanpa senyuman, Suri hanya menaikan alisnya tanda ‘pergilah’.

Kyuhyun benar-benar melihatnya hingga pintu tertutup rapat dan berjalan menjauh. Bulan ini Kyuhyun sudah memasuki tahun ke tujuhnya debut bersama Super Junior dan Suri benar-benar tidak bisa untuk tidak merayakan hal tersebut. Dan karena itu pula lah Suri harus berdiam di atas ranjang menyusun dan menyusun lagi, mengedit dan mengedit lagi hingga semua sesuai dengan keinginannya. Suri menghubungkan laptopnya dengan printer, mengganti kertas dengan kertas foto kemudian kegiatan selanjutnya adalah menunggu.

***

Saat Kyuhyun sampai dilantai bawah, dokter pribadi yang memeriksa keadaan Suri sudah berada diambang pintu, memberi hormat pada Hanna dan menghilang dibalik pintu cokelat gelap tanpa motif. Kyuhyun mengambil segelas air untuk menjernihkan kepalanya sebelum kembali menyetir ke pusat kota. Dia melihat ibunya dan ibu Suri juga Sungjin masuk ke dapur tempat Kyuhyun terduduk.

“Jangan biarkan Suri turun dari ranjangnya.” Kyuhyun bergumam sambil memeriksa lemari pendingin dan mencari cokelat yang biasanya Suri simpan untuk cemilan di jalan. Tapi Kyuhyun menyadari keluarganya terlalu tenang dan wajah mereka tetap pucat meski Suri hanya terluka seperti itu. Kyuhyun melihat ibunya, melihat Kyung-Sook dan melihat Sungjin. “Ada apa dengan kalian?”

Hanna memaksa Kyuhyun untuk terduduk, memijit pundak putranya yang tegang. “Kau baik-baik saja, Kyunie? Kau terlihat pucat.”

Sudah tidak perlu berpura-pura lagi bukan? Seketika itu kakinya terasa lemas, tangannya menggapai-gapai meja untuk berpegangan, bukan kesedihan yang dialaminya sekarang melainan kemarahan yang semakin menjadi. Kyuhyun mengepalkan tangannya dan meninju meja marmer berwarna kuning hingga membuat piring-piring porselen putih diatas meja itu bergetar. “Sialan.” Desisnya.

Bagaimana jika bukan taksi yang menabrak mobil Suri? bagaimana jika sebuah truk? Apa yang akan terjadi pada Suri sekarang? Bayangan kemungkinan terparah mulai berkelebat lagi, menyingkirkan kenyataan bahwa Suri hanya terluka ringan.

“Kyuhyun ah, Kyuhyun ah,” Manager Kim masuk ke dapur dengan tergesa, schedul berikutnya dimulai satu jam lagi dan Kyuhyun masih berada rumahnya di pinggiran kota. “Satu jam lagi ac..a..ra…” manager Kim menutup mulutnya begitu melihat wajah pucat Kyuhyun yang menumpukan kepalanya di atas tangan sambil mendesis dan mengumpat sesekali.

“Jaga Suri, aku kembali sore ini.” Kyuhyun berdiri dengan tangan yang berada dikepala berkali-kali menjambak rambutnya untuk mengurangi tingkat stress yang semakin memuncak.

***

“Minum obatmu, kau pucat, Kyu.” Manager Kim menyodorkan segelas air dan obat-obatan Kyuhyun. “Kalau kau jatuh sakit lagi, aku yang akan kena omel.”

Tubuhnya terasa lemas, tapi bukan karena kelelahan secara fisik, psikisnya tidak dalam keadaan baik. Dia tidak menyentuh obatnya justru malah mengambil ponsel untuk menghubungi Sungjin.

“Bagaimana kabar Suri? dia keluar dari tempat tidur sendirian?” tuntutnya begitu Sungjin mengangkat panggilan Kyuhyun.

“Baik, dia sedang di…” Sungjin berbohong jika Suri sedang diranjang, gadis itu berada di ruang kerja, sibuk mencetak beberapa lembar foto dan intimidasi dari pertanyaan Kyuhyun sungguh membuat kerongkongannya terasa kering. Sungjin berdehem. “Sedang di…” Suri menggerakan tangannya panik dan mulutnya bergerak-gerak menandakan agar tidak mengatakan dimana dia sebenarnya.

“Sedang dikamar mandi.” Jelas Sungjin setelah berfikir alasan.

“Kenapa gugup? Kau berkomplot dengan Suri?”

Kali ini kerongkongannya benar-benar kering. “Ekhm, dia sedang di kamar mandi bersama Omma saat aku masuk ke kamar, jadi perlu waktu untuk mencari dimana dia.”

Setelah Kyuhyun menutup sambungan telephonenya Sungjin membuka mata lebar-lebar dan panik menggapai lengan Suri. “Yak! Suamimu benar-benar mengerikan!” sedangkan orang yang sebelum ini pucat pasi karena Kyuhyun menghubungi Sungjin tiba-tiba tidak mengeluarkan reaksi apapun dan terus mencetak beberapa foto lagi, mengumpulkannya dalam pelukan Sungjin untuk kemudian disusun.

“Bawa ke kamarku, tolong.” Ucap Suri sambil meraih tongkat berjalannya lagi, dia benci terlihat seperti ibu-ibu yang sekarat jadi dengan omelan memekakan telinga, Suri menyingkirkan tangan siapapun yang hendak membantunya berdiri.

***

Sam-Am-Dong, Seoul.

20.45 PM

Suri membiarkan jendela kamarnya terbuka, mendengarkan gesekan ilalang dibukit yang terlihat dari kamarnya, juga lliku-liku lampu mobil ditengah kota. Rumah yang Kyuhyun pilihkan jauh dari pusat keramaian Seoul, tepat berada diatas pusat perkemahan Sam-Am-Dong dan menghadap tepat ke sungai Han. Saat sore tiba, matahari akan terlihat rendah dengan seburat jingga yang terpantul disungai, menerpa lantai beranda juga ilalang di sudut lapangan, belum lagi saat angin berembus menggerakan kincir angin besar. Dan ketika malam tiba pemandangan digantikan dengan lampu-lampu pertokoan serta keramaian kota dengan kendaraan yang meliuk. Entah bagaimana Kyuhyun mengartikan kemauannya tanpa harus bicara sekalipun. Suri bisa menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk memandangi pemandangan seperti ini, apa lagi jika dengan Kyuhyun.

Sambil menunggu Kyuhyun pulang, tidak ada salahnya berseluncur di internet, dia membuka akun twitternya kemudian melihat ngeri ponsel miliknya saat beribu mention masuk ke akun twitter Surissi, menanyakan bagaimana keadaannya, bagaimana kejadiannya, banyak simpati banyak juga empati. Beberapa dari mention yang masuk menagtakan dia mabuk saat menyetir, atau meledeknya dengan sebutan ‘Lady Diana wanna be’ terserahlah, Suri tidak begitu peduli. Sambil menguap dia memposting sebuah fotonya yang terbaring ditempat tidur, luka dipelipis sengaja tidak diperlihatkan dan beruntung tangan kanannya yang diperban juga tidak masuk dalam jangkaun kamera.

240513

220513 [Trans] @surissi: Aku baik-baik saja, terima kasih yang mengirimi bingkisan serta ginseng, dan yang mengirimi lelucon, aku tertawa, ‘Lady Diana Wanna Be?’ jadi siapa pangeran Charlesnya?

“Jadi siapa sekarang yang tertawa?” Suri meletakan ponselnya dan berguling untuk mengambil gelas di nakas dekat ranjangnya sebelum melihat timelinenya terus bergulir dan menangkap berita Kyuhyun mengupdate weibo miliknya.

Inti dari tweet tersebut adalah tentang Kyuhyun yang merasa sakit meski sudah meminum obatnya. Suri tahu bukan fisik yang Kyuhyun maksud, dia tahu bagaimana rasanya ketika pusat dunianya berjarak tipis dengan garis kematian dan kau tidak bisa melakukan apapun dan justru malah harus meninggalkannya, hanya mendapat kabar dari orang terdekat tanpa tahu bagaimana dia sebenarnya. Suri tahu maksud Kyuhyun. Dia memeluk tubuhnya yang tiba-tiba terasa dingin.

Aku sungguh baik-baik saja, Cho.

***

Seperti yang dijanjikan pada Suri siang ini, dia akan kembali ke rumah secepat mungkin setelah menyelesaikan segala sesuatunya dan mendapati Sungjin tertidur di sofa ruang tengah dengan televisi yang menyala serta Ayahnya juga Ayah mertuanya duduk di kursi taman sambil menyesap kopi mereka. Sejujurnya Kyuhyun ingin menyapa mereka, tapi sepertinya melihat Suri lebih penting dibandingkan menyapa Ayahnya. Kyuhyun meniti tangga yang melingkari tiang besar dipusat rumah untuk mencapai lantai tiga.

Saat pintu bergaya Prancis itu terbuka, dia mendapati Suri memeluk lututnya erat-erat sambil memandangi ponsel dihadapannya.

“Ada apa ini?” tanyanya membuat Suri sedikit membelalakan mata kemudian kembali datar.

“Tidak ada, kau pulang kerumah? Tidak ke apartmen?”

Kyuhyun menyipitkan matanya. “Pertanyaan macam itu?” dia masih berdiri diambang pintu sampai ponselnya bergetar tanda sebuah notifikasi masuk. Kyuhyun memeriksanya dan ternyata itu adalah notifikasi setiap kali Suri membuat tweet.

Seketika raut wajah Kyuhyun berubah, dia tahu mengapa Suri berdiam seperti barusan setelah melihat timeline yang sibuk membahas update weibo Kyuhyun beberapa menit lalu. “Apa ini tentang Weibo?”

Suri mengangguk. “Apa yang kau maksud adalah aku?”

Kyuhyun hanya tersenyum sambil menaruh tas miliknya dan mengganti kaus hitam miliknya dengan kaus berwarna putih. Sambil mengganti celana jeansnya, Kyuhyun melirik Suri yang masih menunggu jawaban darinya.

“Ya, kau. Sekarang aku tahu bagaimana rasanya menjadi dirimu 7 tahun yang lalu, menyakitkan.” Ucapnya dan melempar pakaian kotor ke keranjang rotan di pojok ruangan untuk kemudian terduduk di pinggi ranjang, menaikan kaki Suri ke atas pangkuannya dan berusaha memberikan layanan yang biasa disebut pijatan oleh orang awam. “Menyenangkan berbaring di ranjang seharian?”

Suri memutar bola matanya malas. “Mungkin aku bisa terkena lupus jika aktivitas macam ini berlangsung hingga satu minggu.”

Kyuhyun hanya tertawa kecil mendengar omelan gadis itu sebelum ingat apa yang perlu dilakukan untuk luka gores di sekujur tubuh Suri terutama bagian kakinya yang Kyuhyun kagumi.

“Buka bajumu.” Perintahnya sambil berjalan menuju tas yang di letakan diatas meja rias mereka.

Suri refleks menyilangkan tangannya di depan dada, berusaha terlihat innocent namun tetap saja, image polos tidak akan pernah cocok untuk wajahnya. “Apa yang kau inginkan?”

“Jangan seperti perawan, Cho Suri. lepas bajumu.” Perintahnya sekali lagi dan mengeluarkan kotak putih sepanjang jari telunjuk Kyuhyun dari dalam tasnya.

“Jangan katakan bahwa itu obat.” Suaranya terdengar ketakutan. Satu dari lima hal yang membuatnya histeris selain anak, obat-obatan.

“Ini memang obat.”

“Oh, aku ingin bunuh diri!” hari ini sudah terhitung dua kali Suri melahap obat-obatan padat dan berjumlah masing-masing 5 macam. Obat penahan rasa sakit, anti-biotik, alergi dan apapun lainnya yang terasa seperti memakan potongan neraka ke mulutnya.

“Jangan seperti anak umur 5 tahun! buka bajumu dan keluarkan kakimu!”

Suri masih enggan hingga Kyuhyun terpaksa menarik ujung baju Suri dan meloloskannya melalui kepala gadis itu. Kyuhyun meraih tangan kanan Suri tempat terdapat paling banyak luka gores. “Bagaimana bisa tangan kananmu penuh luka dan kirimu bersih?” Kyuhyun mengomeli gadis itu seraya membuka kotak putih yang dibawanya dan ternyata kotak itu adalah salep.

Kyuhyun menekan buntut kemasan dan hingga salep berwarna putih susu itu menempel pada ujung jari telunjuk Kyuhyun dan mengoleskannya pada luka-luka Suri.

“Aku menahan kepalaku menggunakan tangan kanan agar pecahan kaca tidak mengenai bagian vital dikepala.” Tidak ada rasa perih dari salep tersebut, hanya dingin dan aroma memuakan yang bahkan bisa Suri rasakan di pangkal lidahnya. Mata Suri tertuju pada gerakan jemari Kyuhyun yang seolah takut-takut menyentuh luka di lengan kanannya kemudian beralih pada wajah laki-laki itu yang benar-benar topeng, wajah Kyuhyun terlihat tenang dan penuh percaya diri memilih luka mana yang harus di olesi salep tersebut.

Kini mata Kyuhyun tertuju pada leher jenjang Suri yang terdapat juga luka gores lumayan panjang dan dalam, dia mengusapnya menggunakan ibu jari sebelum melihat wajah Suri. “Bagaimana dengan yang ini? Dimana kau mendapatkannya?”

“Kaca mungkin, aku lupa.”

Kyuhyun tidak melewatkan satu goresanpun ditubuh gadis itu, dari ujung rambut hingga ujung kaki, memastikan bagian mana saja yang terluka dan seberapa parah. Dan tinggal satu bagian yang belum di berikan salep, yaitu di ujung bibir Suri yang lumayan terlihat dalam. Mungkin akibat benturan. Kyuhyun mengusap luka di sudut bibir Suri tersebut perlahan.

“Bagian yang ini, cukup seperti ini saja.” Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada bibir Suri, menyapukan bibirnya pada luka Suri perlahan dan hati-hati. Rasa besi tercecap oleh lidahnya saat bibir Kyuhyun menyapu luka Suri dan membuat gadis itu meringis.

“Maaf.” Ucap Kyuhyun sambil menjauhkan bibirnya dan beranjak menuju lemari, mengambil sebuah celana baru untuk Suri. “Pakai ini, dan pakai bajumu lagi, lalu tidur sekarang.”

Sambil memakai celananya di atas ranjang, Suri memperhatikan Kyuhyun yang mengeluarkan laptop miliknya kemudian membawanya ke meja di sudut ruangan dan menyalakan laptop tersebut.

“Aku kira kau mau tidur denganku.”

Kyuhyun terlihat tidak peduli dengan Suri yang masih menggunya di ranjang. Pria itu bukan karena tidak peduli hingga dia tetap pada posisinya di meja kerja, melainkan karena dia terlalu takut untuk tidur bersama Suri malam ini. Takut-takut menyentuh bagian yang membuat Suri kesakitan seperti barusan.

“Tidurlah lebih dulu, aku mau menyelesaikan ini.” Kyuhyun menunjuk layar laptopnya tempat sebuah program game komputer mulai berjalan. Diablo III. “Aku harus mengalahkan rekormu, jadi tidurlah.”

Bibir Suri tersenyum penuh rasa bangga. Lihatlah, mungkin dia selalu kalah dalam permainan Starcraft sialan itu, tapi urusan Diablo, Suri mengenal game itu semenjak umurnya 8 tahun, bukan hal yang sulit menamatkan game macam Diablo dalam tiga minggu. “Aku akan berhenti merengek soal game baru kalau kau bisa mengalahkanku dalam selamam.” Tantangnya sebelum masuk ke dalam selimut dan mencoba memejamkan matanya.

Awalnya memang Kyuhyun bermain game untuk menghindari kemungkinan untuk menyakiti Suri, tapi kelamaan justru Kyuhyun semakin terbuai permainan dan bahkan lupa jika dia sudah duduk selama satu jam disana tanpa bergerak. Sedangkan Suri masih sibuk bergerak di bawah selimut, menyesuaikan letak tidurnya dengan bagian tubuh yang sakit serta perut yang kosong.

Dia mengusap perutnya. Apa aku lupa makan?

Karena perutnya semakin lama semakin kencang memprotesnya, maka Suri bersandar pada dashbor ranjang. Kakinya terasa luar biasa nyeri karena sore tadi Suri menolak meminum obatnya dan memilih untuk menunggu Kyuhyun pulang.

“Cho,” panggil Suri dengan suara yang agak serak.

“Hmm,” Kyuhyun hanya menjawabnya dengan gumaman dan tidak berniat mengalihkan pandangannya dari game.

“Cho, aku lapar.”

“Hai Lapar, aku Kyuhyun.”

Suri menghela nafasnya sebal, sungguh, jika kakinya tidak senyeri ini, maka Suri pasti sudah turun ke lantai satu dan menghabiskan semua makanan yang ada dipendingin.

“Cho,” rengeknya lagi.

“Hmm,”

“Aku benar-benar lapar.”

“Bukankah katamu makan diatas jam 7 malam itu berbahaya? Ini sudah pukul 11 malam.” Kyuhyun hanya mengira jam berapa itu, dia bahkan tidak tahu sudah berapa lama duduk di depan laptopnya.

“Aku belum makan dari tadi sore.” Kali ini suaranya terdengar memelas dan memegangi perutnya yang mulai berbunyi lagi.

Dan taktik yang Suri pakai berhasil menarik perhatian Kyuhyun saat itu juga. Dia mempause semua permainannya dan menyipitkan mata ke arah Suri yang bersandar pada dashbor ranjang. “Kau cari mati?”

Tapi detik berikutnya Suri merasa rencananya tidak berjalan sesuai rencana. Kyuhyun benar-benar marah dengan wajah datar. “Aku ingin makan malam denganmu.”

Nafas Kyuhyun terdengar berat. “Kenapa tidak mengatakannya saat aku pulang tadi?”

“Lupa.”

Tidak ada yang bisa disalahkan lagi jika urusannya lupa. Perempuan berumur 21 tahun yang sama sekali belum melahirkan apa lagi sekarang perempuan itu kerjanya hanya memotret dan membaca buku seharian, mengatakan bahwa dia lupa?

Jika saja bukan istrinya, pasti Kyuhyun sudah mencekik leher perempuan yang terduduk dengan wajah pucat memelas sambil mengusap perutnya. Kyuhyun berdecak kesal dan keluar kamar.

Terkadang sebagai laki-laki Kyuhyun berpikir bahwa gadisnya tidak membutuhkan lelaki manapun disisinya. Lihatlah, dia mandiri, cerdas, tahu peluang kerja, cekatan, kompeten dan teliti. Tidak ada yang tidak bisa dikerjakannya sendiri, kecuali masalah ingatannya yang bagaikan ikan. Butuhkan Suri akan kehadirannya? Butuhkan Suri perhatiannya? Meskipun Kyuhyun meyakinkan dirinya bahwa Suri membutuhkannya, tapi jika hampir satu tahun enam bulan pernikahan mereka, Suri tidak mengatakan apapun tentang betapa dia menggantungkan dirinya pada Kyuhyun, Kyuhyun pun bisa ragu.

Dia mendapati Kyung-Sook yang sibuk membuat bubur untuk Suri dan menghangatkan lagi ayam ginseng dipanci.

“Oh, Omuni, apa kau ingin makan semalam ini?” tanya Kyuhyun sambil mengambil dua mangkuk berwarna biru gelap.

“Tidak, aku mau membawakannya untukmu dan Suri, dia belum makan apapun semenjak sore tadi, katanya ingin menunggu kau pulang agar bisa makan bersama.” Kyung-Sook mengambil mangkuk dari tangan Kyuhyun, menyendokan bubur yang masih mengepul dari pancinya.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun dan menunggu mangkuknya terisi penuh oleh bubur berisi sayuran dan beberapa iris daging dengan aroma yang menggiurkan.

“Bagaimana keadaanmu? Baik-baik saja?” pertanyaan Kyung-Sook berhasil membangunkan Kyuhyun dari lamunannya.

“Bukankah yang harus dikhawatirkan itu Suri, Omuni? Aku baik-baik saja.”

“Suri itu anak manja yang sok mandiri, dia tidak bisa melakukan apapun tanpa pandangan orang lain terlebih dahulu, tapi berpura-pura seperti cenayang diluar. Tolong maklumi anak manja itu, Kyunnie, dia terus bertanya kapan Kyuhyun pulang sepanjang siang ini.” Kyung-Sook menempatkan mangkuk bubur dan mangkuk ayam ginseng pada nampan juga satu gelas dan satu botol air mineral. “Harga dirinya terlalu tinggi hanya untuk mengatakan ‘jangan pergi’ padamu siang ini.”

“Aku mengerti.”

Setelah itu Kyung-Sook menepuk punggung Kyuhyun. “Pasti lelah bukan? Tidurlah setelah ini, akan kubangunkan kau pukul 5, seperti rencana awal kita.” Kali ini Kyung-Sook tersenyum lebar. Dia dan Kyuhyun merencanakan membaw gadis itu pergi ke Busan tanpa sepengetahuannya pagi-pagi buta ini.

***

Suri berhasil terduduk di kursi baca yang merupakan kursi kerja biasa berwarna hitam di perpustakaannya. Satu dari sekian banyak ruangan di rumahnya yang menjadi favorite Suri untuk menghabiskan waktu tenang adalah di perpustakaan kecil mereka dimana terdapat sebuah tungku api sederhana yang kebetulan saat ini adalah musim panas, maka lebih baik tungku api mereka tidak digunakan sama sekali.

Dia belum merasa lelah sepenuhnya, hanya nyeri luar biasa di kakinya setelah berjalan menuju perpustakaan dari kamarnya. Kakinya ternyata masih terlalu sakit untuk diajak beraktivitas, seperti yang dokter katakan padanya.

“Yak, Cho Suri!!” teriakan Kyuhyun terdengar dari lorong utama. Pasti laki-laki itu panik karena tidak menemukannya di kamar tidur.

“Aku di perpustakaan!” balas Suri dengan berteriak juga.

Dan tak berapa lama Kyuhyun membawa baki penuh dengan dua mangkuk bubur serta dua potong ayam ginseng dan satu gelas air putih serta botolnya. Oh, jangan lupa juga obat-obatan sialan yang bersisian dengan menu makanan mereka malam ini.

Laki-laki itu menyiapkan meja lipat di depan sofa yang sengaja dibuat memanjang agar memudahkan Suri meluruskan kaki-kakinya. Kyuhyun menata lagi mangkuk bubur dan daging ayam juga air mineral di atas meja tersebut sebelum kembali berdiri dan merangkul Suri dipinggul, membantu gadis itu untuk mencapai sofa.

Suri tepat duduk berhadapan dengan Kyuhyun, kaki kanannya tempat yang paling banyak terdapat luka berada diluar meja. Tangan kanannya dengan susah payah menggengam sendok metalik untuk menyuap buburnya. Bahkan sendok sekecil itupun terasa berat untuk mengangkatnya, mungkin tadi siang dia merasa baik-baik saja karena pengaruh obat bius yang masih bekerja, dan malam ini obat bius tersebut benar-benar tidak bersisa di darahnya.

Masih kesal, Kyuhyun merebut sendok dari tangan Suri, menyendokan bubur serta menaruh potongan ayam diatasnya dan menyodorkannya pada mulut Suri. Kyuhyun membiarkan buburnya mendingin tanpa tersentuh olehnya, sementara dia sibuk memastikan asupan nutrisi untuk Suri cukup. Dia tidak mengatakan apapun semenjak tadi, selama satu tahun pernikahan mereka Suri tidak pernah berani menyatakan bagaimana perasaan sebenarnya pada Kyuhyun. Meskipun sebenarnya Kyuhyun tahu seperti apa isi hati Suri untuknya, tapi sekali waktu dia butuh juga mendengar kata-kata seberapa Suri membutuhkannya.

“Kau masih marah denganku, Cho?”

Kyuhyun tidak menjawab dan menyendok lagi bubur untuk Suri, menambahkan potongan ayam dan menyodorkannya ke mulut Suri yang akan otomatis terbuka. Tapi kali ini Suri menggeleng, masih ada bubur yang sengaja tidak ditelannya.

“Kau masih marah karena aku belum makan?”

Kyuhyun masih memilih diam dan menyendok bubur miliknya sendiri. Namun tangan Suri menahan pergelangan tangan Kyuhyun dan memaksa laki-laki itu untuk menjawabnya. “Jawab aku, Cho.”

“Apa yang ingin kau dengar? Ya, aku marah padamu? Seperti itu yang ingin kau dengar?” Kyuhyun meletakan sendoknya dan berusaha duduk serileks mungkin.

“Kenapa semarah itu? bukankah biasanya juga seperti ini? Aku lupa makan malam dengan sengaja dan kita makan bersama? Kenapa harus marah?” ini kali pertama Kyuhyun mendengar istrinya yang memelas.

“Kenapa harus marah, Cho Suri?” kali ini Kyuhyun melipat tangannya diatas meja dan menatap wajah Suri lekat-lekat dan bertanya apa gadis itu sudah bertambah bodoh hanya karena kecelakaan pagi ini?

“Kau sedang sakit. Itu masalahnya.” Jawab Kyuhyun penuh penekanan.

“Lalu kenapa jika aku sakit? Apa aku tidak boleh sakit?”

“Ya, kau tidak diperbolehkan sakit tanpa seijinku.”

Jawaban konyol. Erang Suri dalam hatinya dan memijit pelipisnya yang semakin berdenyut. “Berhentilah menjadi Tuhan, Cho Kyuhyun! Aku juga tidak ingin sakit!”

Lama keduanya terdiam dan fokus pada bubur masing-masing, saat mangkuk Kyuhyun kosong, mangkuk Suri masih berisi setengah bubur dan bahkan ayamnya nyaris tidak tersentuh.

“Bisakah kau menunjukan bahwa kau membutuhkanku sekali saja, Cho Suri?”

Jangan menangis. Jangan menangis Lee Suri! gadis itu berusaha menahan air matanya dan membuat wajahnya sedatar biasanya. “Apa aku terlihat tidak membutuhkanmu, Cho?”

“Ya.”

“Jika aku tidak membutuhkanmu maka aku memilih untuk makan malam bersama yang lain tadi. Aku membutuhkanmu untuk menanyakan kabarku, aku membutuhkanmu untuk menanyakan apa aku sudah makan atau belum, sudah istirahat dengan baik atau belum dan lain sebagainya. Aku membutuhkanmu, Cho.”

Satu detik, dua detik, tiga detik, hingga detik kesepuluh, perpustakaan masih sesunyi sebelumnya dan tak lama terdengar erangan kesal dari bibir Kyuhyun. “Baiklan, baiklah! Aku yang salah, oke?! Jangan menangis!” desisnya tajam sambil menyendok bubur dimangkuk Suri dan menyodorkannya ke mulut gadis itu.

Suri membuka mulutnya lebar-lebar. “Aku tidak menangis.”

Perlu waktu 15 menit untuk menunggu Suri menghabiskan bubur dan juga ayam ginsengnya hingga tidak bersisa. Kyuhyun mengeluarkan semua obat Suri yang terdiri dari lima butir obat berwarna hijau, biru muda, kuning dan putih ditangannya.

“Aku tidak mau minum obat.” Suri membekap mulutnya menggunakan tangan kiri dan bersandar pada sofa sambil menggeleng.

Mulut Kyuhyun mulai berkomat-kamit kesal. Dia merangkak mendekati Suri, namun kaki kiri Suri yang tidak begitu banyak luka menahan pundaknya agar tidak lebih mendekat.

“Hajima.” Ancam Suri dengan matanya yang terbuka lebar.

Tapi Kyuhyun tetap Kyuhyun, laki-laki keras kepala yang taat dengan aturan ‘sembuh menggunakan obat’ seperti yang dikatakan dokter manapun. Dia mendesak tubuhnya dan berusaha menyingkirkan kaki Suri dari pundaknya.

“Aku peringatkan kau untuk tidak mendekat, Cho Kyuhyun!”

“Oh, ya? Tahan aku kalau kau bisa!” tantang Kyuhyun dan berhasil menyingkirkan kaki Suri dari pundaknya dalam sekejap.

Kyuhyun sudah berada diatas pangkuan Suri, menahan tubuh gadis itu agar tidak bergerak. Tangan kanannya yang tidak memegang obat mencengkram rahang Suri, memaksa mulut gadis itu untuk terbuka. Dan tangan kiri Kyuhyun menggelontorkan butir-butir obat tersebut kedalam kerongkongan Suri, membekap mulutnya dan mengambil segelas air untuk mendorong obat tersebut masuk ke pencernaan gadis itu lebih mudah.

“Anak pintar.” Ucap Kyuhyun sambil merangkum pipi Suri dan mencium kilas bibirnya dengan senyum kemenangan bak setan sialan di bibir pria itu.

Masih kesal karena dipaksa meminum obat yang rasanya seperti kaki meja, pahit dan bau menyengat, Suri melap bibirnya kasar. “Pergi kau! Aku benci padamu, Cho Kyuhyun!”

“Manja!” cibir Kyuhyun sebelum merapikan semua bekas makan mereka dan menaaruhnya di meja lorong lantai tiga. Esok pagi Kim ahjumma akan membersihkannya.

“Ayo tidur.”

Suri menggeleng.

“Wae?”

Suri menunjuk televisi sebesar 25” yang terpasang di ruang perpustakaan menggunakan bibirnya.

“Apa? Kau ingin menonton televisi?”

Suri menggeleng dan kali ini matanya tertuju pada perangkat home theater yang terpasang berwarna metalik tepat di bawah televisi mereka.

“Film?”

Suri mengangguk dengan wajah masam. Suri sedang berdemo menutup mulutnya.

“Benar-benar anak TK.” Meskipun mulutnya terus mengomel dengan sikap Suri yang—baru kali ini—terlihat manja, Kyuhyun tetap menuruti permintaan gadis itu dengan senang hati.

Dia berjongkok pada tumpukan kaset DVD yang tersusun rapi dalam rak hitam. Mulai dari film bergenre misteri hingga animasi 3D pun ada disana. Kyuhyun memilih kaset yang terletak di barisan paling bawah, Insidious dan menunjukannya pada Suri. “Ini?”

Gadis itu menggeleng dan menunjuk rak sebelahnya.

Kali ini Kyuhyun memilih Eat, Pray, Love dan menunjukannya lagi pada Suri. “Yang ini?”

Suri menggeleng.

“Ini?” Kyuhyun mengangkat kaset Norwegian Wood yang diperankan oleh Kenichi Matsuyama. Lagi-lagi gadis itu menggeleng.

“Bagaimana dengan ini? Atau ini?” kali ini Kyuhyun mengangkat Death Note dan Detroit Metal City. Dan lagi-lagi Suri menggeleng, dia terus menunjuk rak yang sama menggunakan bibirnya.

“Mwoya? Ini menyusahkan, membuang-buang waktu!” tapi Kyuhyun tetap mencarinya dan sekarang dia menyesal punya banyak sekali kaset film di rumahnya. “Kenapa banyak sekali Kenichi Matsuyama? Kau menyukainya?”

Suri hanya mengangkat pundaknya santai dengan wajah datar dan menunjuk lagi rak dvd menggunakan bibirnya.

“Aish!!” Kyuhyun mengambil kaset yang berada di paling atas tumpukan rak. Tapi genre film itu bukanlah film romantis yang seperti Kyuhyun harapkan. Itu film animasi sequel dari Despicable Me, Despicable Me 2. “Yang ini?” Kyuhyun menunjukannya.

Dan akhirnya sebuah anggukan dengan senyum setan yang Suri pelajari dari Kyuhyun terlukis di wajahnya.

“Umurmu 21 tahun dan kau menonton film seperti ini? Bayi besar.”

Sudah lama semenjak mereka menikmati film bersama tanpa terganggu jadwal Kyuhyun. Mungkin awal pernikahan? Ah, Suri lupa kapan terakhir kali mereka bersantai seperti ini. Dia menggeser duduknya dan menepuk sofa kosong di sisinya untuk Kyuhyun.

“Kau belum mau tidur?”

Gadis itu lagi-lagi hanya menggeleng santai tanpa ekspresi, namun tangannya merangkul lengan Kyuhyun, kepalanya bersandar pada pundak pria itu. saat Kyuhyun mencuri pandang ke arah wajah Suri, gadis itu tetap menatap layar televisi dengan senyuman lebar, melihat bagaimana Agnes di film tersebut meminta Gru menjadi Ibu Peri.

Suri tergelak lagi hingga mengusap sudut matanya yang basah karena terlalu banyak tertawa. Dia sudah sering melihat Suri tertawa, namun melihat Suri tertawa meski reaksi dari tawa itu mengakibatkan nyeri di tubuhnya membuat kekhawatiran yang berlebihan itu luntur begitu saja.

Lama Kyuhyun tidak mendengar Suri tertawa, dan nyatanya, gadis itu tertidur sambil memeluk lengannya bahkan sebelum film mencapai menit ke dua puluh lima. Kyuhyun tetap berada disana, tidak berniat pindah ke kamar mereka. Dia menempatkan telapak tangan Suri pada tangannya.

Jari-jarinya yang panjang dan pucat terasa dingin ditangannya. Kuku-kukunya berwarna metalik, menambah kesan pucat pada kulitnya kali ini. Entah kenapa rasanya menggenggam tangan gadisnya terasa sangat menyenangkan. Kyuhyun mendekatkan punggung tangan Suri ke bibirnya dan mengecup pelan dan melanjutkan menontol film yang masih diputar. Pasti pagi nanti Suri bertanya bagaimana akhir dari film tersebut padanya.

***

Karena masih terengar suara televisi dari ruang atas padahal sudah pukul satu malam, Kyung-Sook memanggil Sungjin untuk menemaninya ke lantai tiga, mengecek apa Suri masih terbangun atau tidak.

Kyung-Sook mengetuk kamar Suri dan ternyata tidak ada orang disana.

“Omma, disini.” Sungjin menunjuk pintu perpustakaan yang terbuka sedikit dan dari sela pintu tersebut mereka bisa melihat Suri yang tertidur sambil memeluk lengan Kyuhyun dan Kyuhyun pun tertidur memegang remote televisi.

Kyung-Sook hanya menggeleng melihat kelakukan anaknya. Dia mengusap pelan pundak Kyuhyun, membangunkannya tanpa harus membangunkan Suri. “Kyunnie, Kyunnie,” panggil Kyung-Sook perlahan.

Kyuhyun membuka matanya sebelah dan mengerjap sebentar. “Oh, omuni.”

“Pindah ke kamar, punggung kalian bisa sakit.”

Kyuhyun hanya menjawabnya dengan anggukan dan meloloskan lengannya dari pelukan Suri untuk berdiri.

“Biar aku yang menggendongnya.” Sungjin berjongkok disisi Suri dan berniat mengangkat tubuh adiknya saat Kyuhyun menepuk pundak laki-laki itu dan menggeleng.

“Biar aku saja.”

Kyuhyun menyelipkan lengan kanannya pada lutut belakang Suri dan lengan kirinya menopang kepala Suri kemudian mengangkat tubuh gadis itu. terakhir kali Kyuhyun menimbang Suri, berat gadis itu hanya 43 kilo gram dan sepertinya semakin menurun minggu ini.

Kyuhyun menendang pintu kamarnya agar terbuka dan menutupnya pelan menggunakan kaki kemudian meletakan tubuh Suri ke atas kasur, menarik selimut putih tebal untuk menutupi tubuh Suri hingga batas pundak sebelum menaikan suhu kamar mereka agar lebih hangat. Kyuhyun sengaja memiringkan tubuh Suri ke arah kiri, karena bagian kanan tubuhnya pasti masih terasa nyeri.

Dia masuk ke dalam selimut bersama gadis itu, merangkul pinggul Suri dan menatap kelopak mata terpejam gadisnya. Siapa bilang gadisnya dingin dan mengerikan? Bagi Kyuhyun, Suri tetap seperti perempuan pada umumnya, kekanakan dan ceria dengan gayanya sendiri.

“Cho,” gumam Suri tanpa membuka matanya. Wajah Kyuhyun mendekat, memperhatikan apa Suri terbangun dari tidur atau hanya mengigau.

I know I’m annoying, I’m dumb and clingy, I’m fuckin’ hadful, I’m sorry, but I think…” gadis itu bergerak dan memunggui Kyuhyun dengan santainya tapi mata Suri masih terpejam. “I think, I’m desperetaly in love with you, my favorite brat, Cho Kyuhyun ssi.”

Kyuhyun tidak begitu fasih dalam bahasa Inggris, tapi dia mengerti beberapa kata yang Suri ucapkan, terutama bagian ‘I think, I’m desperetaly in love with you, my favorite brat, Cho Kyuhyun ssi’.

Setengah menahan tawanya, Kyuhyun berusaha membalik tubuh Suri perlahan. “Mwo? Apa yang kau katakan?” cengiran lebar tidak bisa ditahan lagi olehnya saat tubuh Suri melawan untuk berbalik dan matanya terpejam dengan penuh paksaan. “Yak! Berbaliklah!”

“Shireo!!” Suri semakin bergumul dalam selimut, menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti tomat.

“Yak! Cho Suri!”

—TBC—

yang tanya kapan La Belle Dame Sans Merci publish, Casual Vengeance, IKA sama CBE publish, trust me, I’m working on it…

182 thoughts on “[Death Vanilla] Trust Me, I Need You

  1. Wahh eonniee …
    Ini bener bener indahhh..
    Sumpah, ini harus ada lanjutannya..
    Crintanya enak bgt, pertengkaran yg manis, abis gt baikan, tidur bareng.. wow..

    Tp knapa endingnya suri kecelakaan? Aku shock.. ㅠ.ㅠ
    Ditunggu deh gmn reaksi Kyu dgn keadaan Suri, moga suri baik baik aja.. ^^

  2. Penasaran…penasaran…penasaran…aduh knp endingny gantung gitu sih…ditunggg crt selanjutny yg mana aj boleh,smuany ak tunggu,semangat…

  3. eonniii ..tidak cukupkah kyuhyun dibuat sakit .. nah ini suri dibuat kecelakaan .. @_@

    ini orang berdua emang gapernah akur yah .. tapi bikin iri .. sweet banget masa .. -_-”
    wkwkwkwk member super junior pada nguping.. ngakak bacanya *bayangin wajah mereka atu” apalgi siwon “aku baru tau dia bisa menangis juga” hahahaha *gahabis pikir suri tu kek gimana😮

    kyuri waktunya hadirkan bom inii .. *wink* next part ditunggu yah eonn .. yang lainnya juga pasti😉

      1. eomma appanya gaboleh egois gitu .. Bom kan juga pengen cepet” liat sunset (?) wkwkwk
        *Bom yang tidak bersabar* *kabor dulu sebelum dicincang okky eonni* kkk~

  4. Yah..yah.. Kenapa endingnya bikin deg deg kan???? Aigo.. Suri kenapa? Kecelakaan apa?
    Mudah2an gk napa2 deh…
    Kya… Daebak bgt!!! Ada lucu, romantis, mesumnya, apalagi yah? Ah pokoknya daebak! Kekhawatiran suri dan kyuhyun trhdp masing2 itu bener2 terlihat bahwa mereka bener2 saling mencintaiiiiiii…ah.. Kereeeennnn!!!

      1. Tagih??
        udah kaya apa aja..
        hahaha
        pengen baca yang La bell De La Merci (?) itu..
        cuma g tahu knp takut bacanya…
        soalnya karakter Suri di sana beda ama Suri yang aku baca selama ini…
        jadi…. gimanaaa gitu..
        hahahaha

      2. Iya sih…
        Tapi pas baca prolog…
        Jadi pengen teriak,
        SURIIIII KENAPA KAU NAKAL SEKALIIII!!
        Tapi dr pda saya di cekek ama kamu lebih baik saya teriak dalam hati saja…
        Hahahaha

  5. sweet..
    berantem, baikan, bobo bareng, ,
    sebenernya kalo suri mau punya anak lebih seru, member suju nguping??? pintunya pasti gede kan banyak banget tuh yg nguping. penasaran se-seksi apa bokong suri??? kkkkk
    semoga suri patah tulang atau apalah biar pasangan ini akur gak berantem mulu :p

      1. *ngebayangin* kkkkkkkkkk numpuk…
        aahh semoga kyu diberi kesabaran lebih menghadapi suri, suri sereem siih
        covernya keren, bikin sendiri??? hampir semua covernya keren😀

  6. wwooaaa death vanilla >.< wwoooooo aswwweeeeekkkkk go go go semangat yaaa hihi
    knp mkin ksini makin sweet y si kyuhyun itu wkwk oia suriny jg ikut2 jdi sweet gmn gtu wkwk :p

  7. oh my!! kirain one shot ternyata masih bersambung, chinguuuu ditunggu banget lanjutannya yaaa seru banget gini ceritanyaaaa…
    oiya chinguu, pengen banget dong selanjutnya baca mereka yg punya anak, berdua terus walaupun manis tapi kurang rame.. dan aku baca one shoot yg summer holiday ga puas karena bentaran doan, pengen cerita cho arnett nya sama cho boram dan juga penasaran gimana suri kalo hamil pasti lucu haha

  8. ahhh suka banget sama karakter suri, bener benr kuat karakternya….ceritanya juga sederhana tapi so sweet bangettt….

  9. owh chingu …. i love you pulllll …..
    aku gk bkalan nagih lnjutan ff mnapun … bkan krna udh gk suka sm ff kmu tpi … krna aku tau bkin cerita yg brkualitas itu gk mdah butuh feel & mood yg bgus …

    yg ada klo kta mksa kmu … nnti critanya mlah gk sesuai krna kmu mrasa dpksa ….

    oc chingu … kpn pun kmu update klo crita kmu brkualitas pasti bkalan bnyak yg nunggu dgn setia …

    pnjang bgt ya comen aku …
    hehehe ….

    smpai jumpa dcomen aku d ff kmu brikutnya …

    love you chingu …

  10. Aigo~keren2 cinta yg tulus dan tak kn pernah mati,, onn part 2 secepatnya, ne?? ditunggu selalu hehe,,
    fighting🙂

  11. pantasan hape aku berdering terus pas lagi Technical Meeting, ternyata mama aku yang smsin ada ff baru, huft galau tingkat atas mau baca api di lihat-lihatin pemandu hehehe:-)
    jadi oenie, isi hadir dulu,, sebelum bacanya hehe:-)

      1. iya ngalahin ke updetan para paparazi deh ckckckckck
        ff nya aduh ceritanya nyesek-nyesek asma nih,,, heheheheh🙂
        tumben tuh si muka dingin akhirnya nangis jug kekekekeke, tapi aku ikut nangis loh, keinget waktu si evil kecelakaann and he almost died T.T

  12. berasa lagi nntn sinetron dah, dipotong saat adegan yang menegangkan😦

    “Kau mau membuat taman atau hutan, eo? Nanti putriku akan tersesat jika bermain di halaman belakang rumahnya sendiri.” –> bisa jadi tuh, Suri nya mah apa2 mau ditanem wkk
    >>kapan bom akan muncul ?? :p

  13. Aq selalu suka sm crita Чªήб km buat,,Detail bgt dr alur,,sudut pandang,,penggambaran tempat,,feel’ny jg dpt bgt🙂 crita’ny manis bgt loe ini,,tp bagian akhir’ny gak enak bgt suri kok kecelakaan??kyu jg °ϋ∂αђ °˚ kalut bgt tuw,,aq hrp moga scepat’ny bisa d lanjutin #penasaran😀

  14. iseng buka blog dan ternyata ada yang seger seger nongol (?)
    what? itu yang terakhir maksudnya apaan coba kak? jangan bikin galau T^T
    sumpah deh sebanyak aku baca ff kakak,tapi ini yg paling so sweet dengan jalan ceritanya sendiri gak tau deh,ff ini yg paling banyak adegan yg bikin aku senyum2 gaje wkwk
    kyuhyun sakit horor gitu ya? ckck pasti suri frustasinya banget bangetan
    sumpah lucu yang adegan nguping di depan pintu,asli aku ngakak banget loh
    suri gak boleh trauma lagi,masa lalu kalo yg buruknya gak usah di ingat ingat entar bikin nyesek
    asli aku nungguin kyu sama suri punya baby disini wkwkwk
    btw itu serius kak ff yg lagi dikerjain? banyak amat.gak capek?
    okedeh kalo gitu aku cuma bisa kasih semangat~

    1. iya, aku aja sampe takjub… koq bisa se sweet ini hahahaha
      “masa lalu kalo yg buruknya gak usah di ingat ingat entar bikin nyesek” kamu curcol? LOL
      iya… cape lah… mkanya jgan di paksa2 terus…. T_____T

  15. banyak typo eonni,tpi diksi yg eonni pilih skrang tmbh bagus,,sastra bgt#halah# aku nungguin apa aja yg bakal eonni tulis..dan knpa ending di buat suri kecelakaan?ckckck kita tunggu saja kelanjutannya..kekekekeke

  16. manisnya suri kalo lagi mnghawatirkan si CHO nya itu bikin ewwwww
    typo nya lmyan nih, tp gpp. 50 hlman ini.
    i can’t say anything but thank you so much
    but oh, what???? suri got accident? what will happen then?
    nonono
    gantian CHO dong yg khwatir stengah hidup
    slamatkan suri ya Tuhan

  17. hei sebenarnya aku bingung mesti bca dari mana Kyu-Ri ff ini..yahh tp aku mengikuti alur saja..smuanya daebak..lnjutkan ff trtundamu ya author ^^

  18. kak okky dibalik yg suri lakuin pasti selalu ada maksud tersembunyi ya haha. Kecelakaan=mobil baru, cemburu=ciuman haha kocak. Itu si hyukjae masih aja takut sama kyuhyun dari jaman blm nikah Sampe sekarang. Sebegitu brengseknya kah hyukjae sampe parno duluan. Ini manis banget kak sampe geli sendiri bacanya hehe

  19. Finally Death Vanilla udah keluar.
    Seperti biasa cerita yang dibuat kaka selalu menarik dan bagus..
    aku aja ga bisa ngebuat cerita kaya gini..
    katanya suri sudah mau nerima anggota keluarga baru, tpi klau bicara soal anak pasti mengalihkan pembicaraan.. mudahan aja stelah kecelakaan itu suri berubah pikiran dan bom akan muncul kekekeke… mudahana aja suri kecelakaannya ga serius.. kesian nanti kyuhyunnya.. Ditunggu kelanjutan ceritanya ka… keep writing. semangat ka..🙂

  20. ketinggalan baca nih aku kayak’a,,,
    kalo dah baca ttg pasangan ini mah dah kaya gado” n peremen nano” rame rasa’a
    pas baca kebawa suasana tapi jadi sebel trus jadi gregetan sih sama suri pas ngomongin “anak”,, kalo dtunda” punya kapan ada BOM’a???
    nah yg scene terakhir apa yg terjadi denganmu eoh???
    okehhhlah ku tunggu karya”mu lainnya
    always well done typo dikit no problem

  21. Ya Tuhan.. Eonnie.. Aku kepo kan ._.
    Iiissh tumben Suri-Kyuhyun bisa manis2 begitu.

    Aku perhatiin ff eon dr awal sampe sekarang. Ff eon bnyk kemajuan, typo jg gak ada. Feel sm alur jg udah rapi bgt, salut deh🙂
    aku tunggu semua ff2nya hwaiting

  22. Aigooo mrka manis bgd ci..
    aq jd pngn pnya suami kyk kyuhyun hahaha…..
    d tnggu part slnjut’y dr ff ini atw ff yg lain’y.
    Hwaiting chingu🙂

  23. Seperti biasa selalu keren dan feelnya dapet :3
    Aaaa lee suri kenapa ga mau punya anak-_- padahal diluar sana banyak yang pengen punya anak dari si cho *loh fufufu
    Lagi asik asik baca eh ada tbc:/ aduh itu lee suri kenapa lagi-_-
    Ditunggu next ffnya yaaaa :3

  24. aigoo…so sweettnya…:3.
    sumpah aku menganga abis baca nih cerita.
    berharap suri mw hamil n nambah anggota baru.he he
    kan kayaknya seru aja kala ada anak kecil di antara mereka.
    ah Kyu oppa,pingn deh punya suami kayak dikau.
    pokoknya eonni ni cerita sukses bikin aku nyengir-nyengir sendiri.Ke ke

  25. huaahh kyu harus sabar lagi buat pnya baby dr surii,,,
    tapi untuk kyu sngat pengertian dg suri sehingga rela lagi buat ngunduri program make baby nyaa,,,
    tapi endingnya knpa surii harus kecelakaann,,,,,…

  26. Duarrr suri kecelakaan??
    dia kurang tidur itu, ,hehe

    mereka itu bikin iri aj, bertengkar aj manis apalagi pas lg romantis2nya. .huaaa pokok.y aku tunggu nex part🙂

    fighting!!!!

  27. Wiiih sweeet lucu juga kalo berdebat ttg anak, (pasti kalo mau ngoment ffnya eonni binggung, mau ngomong apa, toh semuanya udah keren .-. ) aku tunggu nextnya aja deh

  28. tulang langsung loyo dan tak bertenaga ngeliat TBC… aaaahhh teganya kau authorrrr *glosoran sambil guling-guling*

  29. Woaaaah kirain oneshoot gatau nya TBC😀. Ck. Laki-bini ada aja musibah nya haha poor kyunie~ -_- harus sabar deh kalo mau nimang baby hihihi tapi cukup penasaran sama alasannya suri, gak mungkin karna trauma masa lalu kan? Everybody move move ㅋㅋㅋ

  30. omo!!!! Ige mwoya??? Astaga ffnya ahh keren semangat yah,, haha semakin hari semakin bagus alurnya … Gak sabar nunggu klanjutannya🙂

  31. ff ini ga bisa jauuuh deeh dari kata sweeeet di setiap partnya xD
    Daebakk eon,. kyu romantis bangeet daah,suri beruntung amat -_-
    penasaran sama next part nyaa.. suri kecelakaan? waah kacau ni kacau.. kyuhyun pasti kek orang gila xD

    keep writing eonni :-*

  32. Sebelum ngebaca yg suri kecelakaan, aku ngebayangin gimana ya kalo suri kecelakaan and it happened wkwk. Duuhh beli mobil baru dong xD
    Ngakak pas lihat ada kata ‘seksi bokongku’ LOL
    Aaaa bom kapan hadir di ff yg ini? :3
    Udh deh komen nya, guru mtk udh masuk bahkan aku nulis ini didepan beliau kkkkk xD

  33. wahhh onnie… krennn bgett
    simple critaanyaa…
    konfliknyaa sederhana tp krenn abisss…
    daebakk pkoknyaa

  34. Semangat eonni buat ngelanjutin ff yang lain. Buat death vanilla yang ini daebakkk bngt byngin kyuhyun topless. .

  35. Omona,..
    Suri eonni kecelakaan? Kq bsa?*plaak.
    Kali ini bner2 adegan dlm rmh tangga yak eon?
    Plus romantisme yg trjd antara kyuri couple. Wah, kyaknya ini curahan hati seseorang dah klo bsa jd kenyataan, hehehe…
    Di tggu kelanjutan ny eonn, ff mu bisa jd acuan buat para istri ntar deh.

  36. yaahh kenapa harus pas klimaksnya baru ada tbc nyantol di situ ??
    huhhfft penasaran sama lanjutannya ..

    cerita , alur, sama dan pilihan katanya bagus paekek banget ..
    gak ada yg bikin bingung ..
    ckckckck

    ‘bokong mu seksi juga’
    hahhh knapa adegan yg ini harus bikin ngakak ..
    hahahaha😀

    oppadeul jugak knapa pakek nguping gituu?? kan surinya jadi kmbali ke wujud asli yg bikin merinding =.=

    onnie ,; i’m believe you for work other stories ?? i’ll wait for that, and fighting!!!

    #lagi lagi gua banyak omong ..
    padahal komennya gak berbobot amett
    cihh –” mianhae, ne

  37. hwaaa.. padahal mata udah mau memerah nih mau nangis pas denger suri kecelakaan..u,u tiba2 TBC ,, -.- *gubrakk ..
    seperti biasanya ka. aku slalu suka dengan ff mu ahaha..
    tentang penulisan, tadi ada kata yang aku ga ngerti , mungkin typo salah ngetik..
    pokonya keren,apalagi pas surri tiba2 romantis di awal uhuhuhu berasa tiba2 bkong ku ikutan jadi sexy ahahah

  38. baca komentar eonni musti bersyukur suri kecelakaan biar beli mobil baru..
    wkwk eonni weird bgt hehe peace🙂
    ada kelanjutanny kan eonn?
    aku nunggu ff lainmu terutama casual vengeance..
    daebak pokokny all of your ff🙂

  39. Galau soal anak nih ._. Kyu disini kalo sakit sikapnya manis manja ya-.- Suri kecelakaan? Abis Kyuhyun sakit, Suri kecelakaan😦 as always ini panjaaaaang :3 for next ff fighting ya unn ^^9

  40. Aigoo Suri nya kecelakaan dan Kyu oppa msh ada pekerjaan.. this couple very sweet dan sll berakhir manis stlh adanya kesalahpahaman kecil dan slg mengkhawatirkan.. ditunggu kelanjutannya chingu

  41. ahhh…
    aku ga tau bakalan ada adegan suri kecelakaan OMG thor… little part of me dying… when i read it.!
    i don‘t even know why…!

  42. Hey.. Knp Hrs Kecelakaan??
    Gpp Msh Muda n Menikmati Sbg Pasangn Suami Istri Muda Yg Membuat Iri AsaL Jgn Ada Pihak Ketiga Aja..
    Hehehe..
    Ditunggu FF Selanjutnya.

  43. kyaaaa .. bener” sama ni couple satuu .. gemes gueee *timpukin*
    “Jangan seperti perawan, Cho Suri. lepas bajumu.” hahahaha sumpah ni kata” kyuhyun neo jinjayoo *^_^*

    yah.. jadi cengengesan bacanya.. pertengkaran Kyu-Ri jadi hiburan tersendiri (?) *digeplak Okky eonn* hahaha
    aaaaa jd pengen piara dirumah *plakk “peace” eonn :*😉

    kyu jd protektive bgt yah sama suri gegara kecelakaan suri.. yah mgkn trauma .. u_u

    “Ya, kau. Sekarang aku tahu bagaimana rasanya menjadi dirimu 7 tahun yang lalu, menyakitkan.” ini yg ngomong siapa?? udah dibaca berulang” tetep gamudeng.. soalnya lanjutanyya gini, Ucapnya dan melempar pakaian kotor ke keranjang rotan di pojok ruangan untuk kemudian terduduk di pinggi ranjang, menaikan kaki Suri ke atas pangkuannya dan berusaha memberikan layanan yang biasa disebut pijatan oleh orang awam. *lola mode on* -____-”

    gyaaa udah panjang, takut eonni pingsan nanti bacanya.. nextnya ditunggu eonn *lemparcium*😀

  44. senyum2 gaje deh ngelihat kelakuan anak berdua ini wkwk yang terakhir aaaaaaaaa ngakak sumpah pasti suri malu banget tuh ngucapin pengakuan cinta ke kyuhyun haha
    kalo aku jadi suri pasti deh gak tau mau gimana pas kecelakaan,udahlah keperangkap dimobil sejam trus kehimpit antara hidup dan mati pasti udah kalut,tapi suri demi si evil cho masih aja tetep usaha keliatan baikbaik aja.intinya sih aku iri sama mereka berdua muehehe
    cie kyu update weibo nya galau gitu,tumben -.-
    semangat nulisnya kak :”””

  45. Uiii. I’ll trust you eon. And keep promise to still post another ff😀
    cerita ff disinii gak pernah ngebosenin sumpahhh😀 puas banget deh baca disini xD udah puanjanggg, bahasanya oke!, romancenya oke!, nc nya juga oke ._. #gak jamin yg satu itu wkwk# pokoknya satisfy bangett deh😀 hihi.. Keep writing! ya eon~

  46. Halo annyeong reader aq reader bru,,,bru nyempetin comment tepatnya,,,

    woaaa,, daebakk pokoknya all ff yg eonni buat selalu berkesan dan enak tuk di baca,,, ah eon lanjutannya jgn lma” ne..

  47. wohahahahaha
    bagian awalnya uuuh seperti biasa bnyk adegan yg mngkin agak menyebalkan tapi maniiiis
    Aigoooooo
    Suri ttp gk suka ada pembahasan ttg anak
    Kyuhyun paliiiiiing mengerti suri dan yaaa suri gak bisa membodohi Kyu bgtu saja
    bgtu inginnya Kyu mndengar Suri mengucapkan bhwa Suri mmbutuhkan Kyu
    kkkkk
    Oooh Suri menangis u.u

    tbc u.u
    hahaha
    suri maluuuu
    Aigooo Kyuuuu #tepuk2 Kyu

    daebak
    always

    aaaah ditunggu kelanjutannya
    koment aku selalu gak berkualitas –“

  48. demi….. ini keren bangettttttt ;AA;;;; ahh bener2 feelnya dapet banget waktu suri khawatir sama kyuhyun……ikutan nyesek bacanya. hehe ini ada komedinya juga ya ahahaha pas ‘cho, aku lapar’ ‘hai lapar, aku kyuhyun’ gatau kenapa pas disini aku ngakak-_- kkkkkk yaudah bingung mau komen apalagi intinya ff kak okky selalu keren dan covernya selalu amazing:))))

  49. Kya ternyata da ad lanjutannya,pertama ga ngeh sampai ak liat tgl dibwhny br tahu…untungny suri ga pa2 tarik nafas lega…

  50. Ini yg aq suka ma ff arista eonni puaaannnjjang kyak kereta tapi gga ngebosenin^^

    Di part ini suri dah beberapa kali nangis ckck menabjukan!!
    kyu pun ngerasain apa yg pernah dirasain suri saat dy kecelakaan..

    Next ff aq tunggu eon^^ hwaiting!!😉

  51. hmmm sweet banget ya suri sama kyuhyun. ngerasa kayak pengen jadi suri nih, suka sama karakternya hahahaha.
    krakternya terasa kuat kayak sikap suri yg dingin n cool biasanya kan couple kyuhyun selalu digambarkan cewek manja gtuu wkwkkwkwkw, like this ff lah !! wkwkwkwk❤

    dtnggu ff lainnya yg pasti selalu kereeen !
    hwaiting !!🙂

  52. Untung kak okky ngasih tau klo death vanilla – trust me, i need you ada sambungannya, klo kaga pasti aku gk bakal tau ’-’
    Btw mkasih y kak udh kasih tau + bkin critanya baguss… good job kak ^^
    I’ll waiting for La Belle Dame Sans Merci, Casual Vengeance, IKA, and CBE😀
    Kak, aku harap si smoga sehari bisa publish 3 ff hehehe…. just my hope kak😄

  53. Hai.
    Salam kenal orang baru yg masuk kesini hehe..
    Suri kesan.a cool dan dingin. Tapi ttep aja cewe sedingin apapun masih ada kelemahan ck. Gengsi.a segede gunung atau emang kyuhyun.a yg lemot nggak tau klo suri seperti itu.😀

  54. entah kenapa aku suka banget sama sifat suri, gak munafik tapi gak terlalu agresif, punya ego tinggi tapi tau tempat dimana dia harus menurunkan egonya.
    walaupun suri jarang ngomong cinta ke kyu tapi dari sifatnya yg dia tunjukin ke kyu itu udah menunjukan kalo dia itu bener-bener butuh si cho kyuhyun buat tetep disampingnya.
    ya ibaratnya ‘talk less do more’ kali ya….
    pokoknya lanjuin kisah cinta suri kyuhyun… jangan lama-lama lanjutinnya ya thor ^^

  55. Halo kak aku udah baca semua ff mu dan aku readers baru disini. sebenarnya aku mau koment tulisanmu tapi ini udah lama banget postnya yaaa, maaf.
    ff mu ini kuat banget untuk di action, aku mau tanya referensi kamu darimana?? dan apa sebelumnya udah coba kirim naskah?? dilihat dari jam terbangmu sih aku rasa cukup untuk kirim naskah. dan buat jam terbangmu yang udah tinggi itu, mjungkin kakak bisa bagi pengalamannya ke aku, kalau tidak keberatan. Mencari tutorial kan dimana aja. makasih

    1. belum pernah sih coba kirim naskah, menurutku masih belum ada yang oke ceritanya.
      refrensi action? ada dari Agatha Christie, J.D Robb, Lee Child, Julie James sama….. ah, banyak. haha
      berbagi pengalaman? aku belum berpangalaman koq, tapi kalo emg mau ngobrol, silahkan ke facebook aja ya🙂

  56. selalu puas bca karya2 mu
    berbobot g ngebosenin

    asah terus bakatny^^
    penggemarmu mneunggu karyamu yg lain

    hwaiting^^

  57. cerita ini sweet banget sebenernya tapi dengan cara yg berbeda(y) hakhak suka bgt kalimatnya duri waktu mereka dinner bareng.dia terlihat kayak gadis biasa lainnya.ga kayak yang selama ini dipikirin orang2.aaaaa terus suri mukanya merah seperti tomat?mau liat kayak gimana ih >////< terus pengen tau buat apa yang katanya kyu mau ngajak suri ke bukan?kkk~penasaran~ juga penasaran ama projectnya suri untuk kyu/!??

  58. Annyeong reader baru nih..
    whooooa~ pantes aja kometatornya bnyak bnget ternyata romannntis abiiis…
    Iiish jatuh cinta m tulisan suri-ssi😀

  59. Ada sisi evilnya ada sisi romantisnyaaaaa
    Kyaaaaaa kyuppa kenapa kamu jd begini???
    Suri harus bersyukur bisa dpt suami kyk kyu
    semoga suri cepat sembuh dan ditunggu kelanjutan dari ff ini

  60. Walah msh brsmbung toh?? Wakakaka, mw ngungkapin cnta aj pke malu2 gt. Dsar pasangan aneeeeehhh.. #dtabokkyuppaaaa
    Ya srba slh jg sih ya, udh nikah tp pny anak blm siap. Emg sih dy msh muda. Yaa unt kyuppa yg sbar aj ya mnnggu.. Suatu saat suri jg bkal mngrti.

  61. Cerita yg kamu buat selalu seru kak, as always! nggak tega waktu scene Kyu Hyun sakit😦 nggak tega sama Kyu-nya, juga nggak tega sama si bokong sexy~ aihhhh
    Suri kecelakaan bisa2nya yg dipikirin pertama kali “sialan! ini mobil Kyu Hyun”… ckck~ tapi beruntung dia bisa melindungi kepalanya, berarti dia pinter, wkwkwk… coba kalo yg ada di pikirannya cuma melindungi bokong sexy-nya… haduh😀
    Cengo waktu Suri dicekokin obat 5 macem sekaligus sama Kyu!! Gila aja, 5 macem! aku blm pernah pengalaman sih, tapi menurut yg aku pelajari, obat untuk pasien pasca kecelakaan itu umumnya cuma analgesik (pereda nyeri), anti infeksi (biasanya obat luar, ga diminum), sama antibiotik itu kalo perlu… tapi menyesuaikan kondisi pasien juga sih… wkwk gak penting yah? :p *abaikan*
    Oh ya, poster FF-nya kece, anyway!😀

  62. Awwww…. More than sweeeeet *___* d sini dua2nya sakit dan bnr2 saling mengkhawatirkan. Lg enak2nya baca, tiba2 ngakak gara2 “hai lapar, aku cho kyuhyun” O.o LOL. Cho kyuhyun, kau bnr2 evil >////< okky jjang!😉

  63. Unnieeeeee…..
    Skrg aq udah bsa komen di blog…
    Hohoho
    senangggnyaaaa…😀
    padahal udah dri dlu pngen, tpi ndak bisa2 -_- krna unnie blum ad share ff bru, jdi komen pertama aq disini aja deh…
    Kekeke :p

  64. Pasangan yng aneh yaitu kyu sama suri , sukanya bertengkar dulu abis gitu baikan langsung tidur berpelukan .
    Hahahaha

    meskipun aneh tp mereka berdua itu pasangan manisssss😀

  65. gereget sama suri… ayolah, bayi hanya makhluk lemah :p buatnya pun menyenangkan…

    tapi salut sama sikapnya Kyuhyun ngeladeni suri, sosok suami idaman aku banget

    FF-nya selalu buat aku melayang-layang, like this yoooooooo!!

  66. huaaaa so lucky, akkkkk nyasar diblog ini sungguh kajaiban.
    kenapa bagus nan cantik sekali kaka:)
    bolehkah mulai sekarang aku menjadi pengagum karyamu:) keep write to awesome author, great writer and fun imagenation, loveyou :****

  67. hwaaaa pasangan apa nie yaah selalu bertngkar ckkckckc tapi aku suka,suka lah sama pasangan ini,,ini ada klnjutannya kah???pada keras kepala kasian suri kclkaan,,suka sama kyu perhtiannya kr suri,,kreeen ddaebaak,,oea aku mmber baru,,naneun sukyu imnida bangapta!!

  68. Bokong sexsi…itu lucu sekali….selalu terkagum kagum dengan cara kamu merangkai kata demi kata…walu ceritanya sudah merakyat tapi cara cara kamu menyanpaikannya berbeda,,,,aku suka

  69. Whoooaaahhh keren sungguh keren…betapa mereka saling menyayangi satu sma lain tanpa banyak kata…tanpa org lain melihat……cukup dgn gerakan dan prhatian…….hebat………seandainya dlm dunia nyata ada kjadian sprti ini….ªк̲̣̣υ̲̣ rela bertukar posisi menjadi Cho Surii ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ *modusKyu

  70. Kyuhyun sakit … Suri kecelakaan.
    Kesian mereka.
    Terus suri nyetak foto apaan ??? Belum dibahas disini hehehe
    Ceritanya bagus! Semakin lama ngerasa suri makin manusiawi ^^
    Ini mau nanya. Bingung harus baca dari mana kemana hehehehe mohon librarynya di susun lagi biar gampang bacanya🙂
    Gomawooo

  71. Sampai kapan aQ akan terus2an mmbaca dan mengagumi karya menakjubkan milikmu ini okky……..

    Keren………….terus berkarya (ง’̀⌣’́)ง love you (っ˘з(˘⌣˘ )

  72. aku juga suka sama kenichi matsuyama
    dia cool
    despivable me juga bagus..hahaha minions
    hyaaa,,
    q bakal ketagihan baca ff disini ni sekarang

  73. Hihihihihi
    yahhh gantung
    kyu mau ngapain ngajak suri k busan?
    trus sakit membawa berkah coz bisa jd tau perasaan suri…

  74. Pasangan ini bikin iri bgd ya,tiap bca selalu membayangkan pny suami kyk gini hehe…
    Sempet kaget pas baca suri kecelakaan tp untung’y ga parah.

  75. Pasangan yang unik, berdebat untuk hal yang kecil, saling mengejek, pura-pura cuek, padahal dalam kenyataannya mereka saling mencintai, saling perhatian, saling membutuhkan, dan saling melindungi, bikin iri..
    Walau ceritanya panjang tapi gak ngebosenin..

  76. Susah jg klo suri g pernah ngomong klo butuh kyuppa, untungnya setelah berantem n pura2 ngigau kyuppa akhirnya tw yg sesungguhnya…
    Ending yg manis

  77. […] Death Vanilla (part 1) Death Vanilla (part 2) Death Vanilla (part 3) Death Vanilla (part 4) Death Vanilla (Part 5, Final?) [Death Vanilla Special] How’s Suri Feel? [Death Vanilla] Kyuhyun Letter [Death Vanilla] Eyes [Death Vanilla] Rún Dom [Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 1 [Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 2-END [Death Vanilla] Greece [Death Vanilla] Trust Me, I Need You […]

  78. kyaaaa romantis bgt mreka bkin iri sja….
    ska sm krakter suri dsinu,unik bgt
    cr mreka nujkinn rsa syg jg unik….
    kren eonni ffnyaa…

  79. […] Death Vanilla (part 1) Death Vanilla (part 2) Death Vanilla (part 3) Death Vanilla (part 4) Death Vanilla (Part 5, Final?) [Death Vanilla Special] How’s Suri Feel? [Death Vanilla] Kyuhyun Letter [Death Vanilla] Eyes [Death Vanilla] Rún Dom [Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 1 [Death Vanilla] Lily Of The Valley – Part 2-END [Death Vanilla] Greece [Death Vanilla] Trust Me, I Need You […]

  80. Wahh ini panjang amat,dan mendetail seperti biasanya, dan menghibur seperti biasanya juga.
    Awalnya suri yg panik karna kyuhyun demam, dan tiba2 jdi kyuhyu yg panik karrna suri yg kecelakaan, dan ini diceratain detail banget serasa kaya suri dan kyuhyun ngebaca nya

  81. Seneng baca tulisan ini. Meski berantem ga pernah absen dari kehidupan mereka, tapi ga terasa cape untuk dinikmati, ga kayak kebanyakan cerita lainnya, ga tau ya kenapa🙂

    Awalnya sempat ga paham dengan alasan Suri menunda untuk punya anak. Tapi, setelah baca sampe selesai akhirnya paham dengan alasannya dan menemukan ciri khas karakter Suri yang ingin diciptakan oleh author ^^

    Ngiler, loh dengan bubur sayur dan ayam ginseng buatan ibunya Suri hehe

    Sehat dan sukses selalu, author!😀

  82. Yaampun..,
    Kyaknya baru bebrapa aja yg aku baca dioneshoot, atau mlah belum semua…wkwk

    Seriusan ini bner” bkin gemez, greget, lucu lucu gimana gitu…hehe
    Tentang kehidupan keluarga mereka yg blom adanya seorang anak, tentang cara mereka berdua yg saling membutuhkan meskipuntanpa kata”.
    Paling suka wktu kyuhyun gk perduli sama schedulnya dan kya orng kesetanan gitu, langsung aja pergi…wussshhh setelah denger suri kecelakaan.
    Suri yg diem” selalu tanya ke orang sekitarnya “kpan kyuhyun pulang?” cuma sederhana tapi ngena bangt…huhu

  83. Aku kebelet ngakak bacanya. Ini tuh pasangan yang aneh2 gimana gitu. Romantis, tapi bisa jadi kayak musuh bebuyutan yang ‘akhirnya ketemu setelah sekian lama tak jumpa’ (?)
    Apalagi bagian yang Kyuhyun maksain Su-Ri buat minum obat. Wkwkwk, sumpah yaa, gokil banget. Mereka udah kayak anak kecil Kak. Gemes😂😂😂
    Love love deh sama ceritanya❤

  84. Hahahahahha lucu passs kyuhyun maksain suri buat minum obat:D nihh pasangan absurd banget, tapi sekali nya romantis, romantis banget

  85. Mereka pasangan yg romantis tapi konyol dan mereka udah mengerti satu sama lain apa lagi Kyuhyun tahu banget gelagat Suri kalo lagi bohong

  86. klo baca ff kyuri selalu ada bagin2an yg buat ngakak, sedih, konyol dan so sweet
    cepet sembuh surii dan cepet siap yaaa buat nambah anggota baruu
    nunghmgu bnget suri hamil deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s