[CBE] Spring in The Summer

Sebagai pria dewasa berumur dua puluh delapan tahun yang mempunyai pekerjaan mapan, penghasilan lebih dari cukup, kesempurnaan fisik yang sedikit di atas rata-rata, tubuh proporsional dan kepribadian yang misterius sudah barang tentu menjadi daya tarik kuat bagi seorang Cho Kyuhyun.

Mana ada perempuan yang berpaling darinya? Mana ada orang yang tidak terpesona hanya dengan memandang wajah tanpa senyumnya yang begitu memikat dan mana ada orang yang tidak mengaguminya karena pekerjaan tangan dinginnya di Korea yang membuahkan banyak lowongan pekerjaan untuk warganya?

Semua orang memandangnya dengan presepsi bahwa ia adalah pria sempurna tak bercela bahkan beberapa orang menyebutnya bukan manusia karena ia tak pernah sedikit pun memperlihatkan sisi kemanusiannya sebagai laki-laki meski terkenal sebagai pria yang pandai mengajak juga membuang wanita dari ranjangnya.

Mungkin memang benar jika ia tidak akan kalah dengan rekan kerjanya sedikit pun, tapi tentu setiap pria mempunyai kelemahan meski sekecil apapun, bukan? Dan satu-satunya kelemahan Kyuhyun selama tiga bulan terakhir ini adalah satu orang.

Satu orang yang bahkan tidak mempunyai banyak otot untuk mencengkram lengannya, yang bahkan tubuhnya tidak lebih besar dari Kyuhyun yang menjulang seratus delapan puluh sentimeter. Kyuhyun kalah bukan karena seluruh kekuatan fisik itu, melainkan sebuah senyuman.

Ya, sebuah senyuman dan tertawa yang mampu melunturkan segala kesan dingin pada dirinya. Kyuhyun selalu kalah dengan mata almond beriris cokelat gelap seperti miliknya, selalu kalah dengan sentuhan tangannya yang bahkan tidak mencapai setengah dari ukuran telapak tangannya, selalu kalah dengan bibir tebal berwarna merah muda itu.

Ia tertawa lagi mengingat dirinya dan seluruh kelemahannya justru berada dalam genggaman tulang yang di balut daging juga kulit setinggi tiga koma sembilan kaki, Cho Bom-Ren.

Ia hanya tidak bisa menjadi CEO yang dingin dan tetap terlihat tegas di hadapan Bom. Bagaimana bisa dia tetap menjadi manusia yang tanpa hati jika melihat putrinya tersenyum setiap saat, tertawa dan tidur di ranjang yang sama dengannya setiap hari dan memikirkan bagaimana dunia semakin kejam, penculikan, pembunuhan, oh, memikirkannya saja sudah berhasil membuat Kyuhyun pucat pasi dan kehabisan oksigen. Bom adalah kelemahan terbesarnya, tidak ada yang mampu menjungkir balikan dunianya semudah tangan kecil Bom membalikannya dalam hitungan detik.

Karena terlalu menganggu memikirkan hal tersebut, Kyuhyun memfokuskan lagi pandangannya pada selembar dokumen yang di cetak menggunakan huruf latin hitam berderap rapat-rapat dalam bahasa Inggris.

“Aku lihat kau banyak tersenyum akhir-akhir ini, partner ranjang yang sesuai kah?” tanya Choi Siwon terheran karena melihat bibir rekan kerjanya selama dua tahun belakangan yang biasanya nampak gelap dan dingin itu terus mengulum senyumnya.

Kyuhyun mengetuk-ngetukan pulpen hitam berlabel ‘Yale University’ itu pada meja kerjanya selagi ia membaca dokumen yang Siwon sodorkan. “Ya, sangat nyaman.”

Siwon memajukan tubuhnya, sungguh ingin tahu seperti apa wanita yang mampu meluluhkan Malaikat Pencabut Nyawa semacam Kyuhyun. “Apa dia wanita yang sangat… bagaimana kau menyebutnya? Bukan manusia?”

Kyuhyun mengangguk dan kali ini ia tersenyum lebar.

“Apa? Apa dia iblis betina yang keterlaluan bentuk tubuhnya atau malaikat maha suci?”

Kyuhyun menggerakan dagunya berusaha berpikir. “Malaikat. Malaikat yang amat polos, senyumannya sangat menular, berbahaya sekali.” Ia berhenti, melihat reaksi Siwon yang masih ingin mendengar ceritanya. “Berbahaya, seolah ia psikiatris paling berpengalaman dalam menghilangkan stressmu. Dia begitu manis, aku yakin sekarang aku menderita penyakt diabetes.”

Siwon nampak shock dengan penuturan Kyuhyun tentang wanitanya. Pria itu tahu mana wanita yang berkualitas dan tidak, dan jika Kyuhyun sudah mengagumi bahkan terkesan menyembah dengan pujiannya barusan, sudah di pastikan wanita itu bukanlah wanita biasa. “Bisa aku melihatnya?”

Kyuhyun mengangguk. “Sebentar lagi ia akan datang.” Ucapnya kemudian menandatangani berkas yang Siwon ajukan dan mempersilahkan pria itu duduk di sofa sambil menunggu kopi yang Kyuhyun pesan beberapa saat lalu sambil berbincang tentang resort mereka di Guam yang mulai di tambah lagi jumlahnya dalam waktu dua minggu.

Kemudian pintu ruangannya di ketuk pelan sebanyak dua kali sebelum perlahan terbuka dan seorang gadis kecil berambut cokelat ikal sepunggung yang siang menjelang sore ini di kuncir kuda. Baju merah bergarisnya masih terlihat kebesaran hingga kedua lengannya harus di gulung hingga melewati siku, celana putih selutut juga sepatu converse putih miliknya membalut kakinya yang pendek dan perlahan dengan sangat hati-hati melangkah masuk.

Wajah gadis kecil itu terlihat serius dengan bibir yang mengerucut sedikit terbuka. Di tangan kecilnya terdapat dua cangkir biru gelap beralaskan piring kecil di letakan di atas nampan kayu. Ia melirik Kyuhyun sesaat kemudian menyengir.

Jung-Ah yang berdiri di balik Bom melirik Kyuhyun takut-takut sambil memegangi pundak gadis kecil itu yang kini mencapai tempat Kyuhyun.

“Maaf, Sir, Bomie yang memintanya tadi.” Ucapnya ragu takut-takut di telan hidup-hidup oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk dan membantu Bom meletakan nampan ke atas meja sebelum mengoper gelas lainnya ke Siwon.

Appa-nim, aku yang mengaduk kopinya tadi dan kopinya tidak tumpah, pabwa.” Ucap Bom sambil menujuk bibir cangkir yang bersih setengah berjingkrak karena berhasil memberikan kopi pada Appa-nim tanpa membiarkan cairannya tumpah sedikit pun. “Mashikejuseyeo, Appa-nim.”

“Oh, good girl, gomawo, Bomie,” Kyuhyun menarik Bom ke dalam pangkuannya setelah mengusap bahkan mencium pipi Bom di depan Siwon. “Bomie, ada Paman yang ingin bertemu denganmu, namanya, Choi Siwon, ucapkan salam pada Siwon samchon.”

Annyeonghaseo,” ucap Bom malu-malu dan kembali menganggumi pekerjaannya membawa kopi pada Appa-nim tanpa tumpah. Catat itu, tanpa tumpah.

“Siwon ssi, ini perempuan yang kuceritakan. Putriku Cho Bom-Ren, lima tahun.”

Siwon merasa di tampar tepat di wajahnya dan kehilangan kemapuan berbicaranya saat itu juga. Cho Kyuhyun? Punya seorang putri yang bahkan sangat dekat dengannya? Berumur lima tahun? Apa dunia sudah akan kiamat sebentar lagi? Oh, ya Tuhan.

***

Kyuhyun mengosongkan jadwalnya mulai hari ini hingga satu minggu ke depan. Ia memeriksa lagi seluruh dokumennya, memastikan bahwa tidak akan ada pekerjaan yang menganggu liburannya bersama Bom seminggu ke depan, kemudian mengangguk puas.

“Sudah semua kuperiksa dan kukirim salinannya ke surelmu. Daftar kontrak aslinya bisa kau ambil di kantor rumahku kapanpun kau membutuhkannya. Jangan ganggu aku dan Bom yang pasti.”

“Ya, ya, ya, aku mengerti.” Jawab Changmin jengkel melalui sambungan. “Kau seperti orang yang kasmaran, Sir.”

“Memang.” Ucapnya enteng sambil menyesap kopi dan berjalan ke arah jendela, mengintip Bom yang sibuk menyusun puzzle yang Eunah berikan padanya.

“Aku tidak pernah melihat hal seindah Bom, selain Ibunya tentu saja. Tapi Bom berbeda, aku bisa melihat diriku sendiri di wajah Bom, bisa melihat Suri setiap kali ia bicara. Itu…menakjubkan.”

“Aku tahu, Kyu, aku juga orangtua.” Changmin bersandar pada kursi kantornya, memandang empat wajah tersenyum ke kamera di balik bingkai, wajah keluarganya. “Indah bukan melihat pertumbuhan mereka setiap harinya?”

Kyuhyun tertawa saat melihat Bom melepas sepatunya dan berdiri di bangku, memperhatikan baik-baik puzzle yang belum terpasang hingga tubuhnya membentuk sudut 90 drajat dengan tangan yang bertumpu pada meja. “Ya, menyenangkan.”

“Jika saja kau lebih peka dahulu, Kyu, kau mungkin beruntung karena bisa melihatnya saat kali pertama membuka mata.” Sindiran Changmin cukup menohok ulu hatinya hingga senyuman Kyuhyun menguap dan mengangguk pada kamera.

“Jika ada sesuatu yang kau perlukan, ambil di rumahku.” Katanya sebelum keluar dari kantor Changmin, membanting pintunya dan langsung menuju ruangannya sendiri.

Kyuhyun tahu ia salah, sangat salah, menelantarkan putrinya juga Ibu dari anaknya selama hampir lima tahun. Tapi tidak bisakah semua orang melupakan hal buruk itu? Ia sudah menebusnya selama tiga bulan ini. Ia berusaha mati-matian untuk memberikan Bom yang terbaik, mengajak kemana pun ia pergi, tidak kah cukup untuk merubah pandangan mereka bahwa ia tidak seburuk lima bertahun-tahun lalu?

Ia menyesal, sungguh menyesal, kenapa tidak ada yang mengerti bahwa ia menyesalinya dan selalu merasa sakit ketika mengingatnya?

Kyuhyun menjalankan jemarinya di rambut hitamnya, frustasi. Ia menyatukan kedua tangannya hingga terkepal dan menumpukan kepalanya. Rasanya pusing mulai berdentum-dentum di tempurung kepalanya.

Leave the past where it is sepertinya tidak pernah berlaku di lingkungannya. Setiap kali orang lain menatap Kyuhyun dan Bom, mereka akan memutar kembali kejadian lima tahun kebelakang, lagi dan lagi.

***

Esok ulang tahun Bom dan Kyuhyun sudah mengirim semua hadiahnya ke rumah mereka di Busan, ia tidak yakin apa Bom akan menyukainya atau tidak, dia sudah lima tahun, bukan anak dua tahun yang di sodorkan apapun mau dan paling frustasi adalah ia tidak tahu pasti apa yang Bom sukai kecuali boneka beruang cokelatnya yang selalu ia ajak kemana pun.

Bisakah hadiahnya menyaingi posisi boneka beruang yang di beri nama Choco Pie itu? Atau hanya akan menjadi pajagan ranjang mereka seperti nasib-nasib boneka yang di berikan Auntie dan Uncle nya selama tiga bulan ini? Entahlah, sepertinya ia harus menyiapkan mentalnya dari sekarang.

Kyuhyun menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang sementara Bom sibuk bernyanyi dalam bahasa Prancis yang hanya ia dan orang-orang-yang-mengerti yang tahu apa yang Bom ucapkan semenjak satu jam tadi.

“Appa-nim, nanti aku mau menunjukan fotoku yang dengan sayap itu, yang di pentas seni, Appa-nim bawa fotonya kan?”

“Tentu, mau kau tunjukan pada siapa memang?”

“Omma.”

Satu kata yang membuat Kyuhyun tersenyum lebar dengan pandangan yang terfokus pada jalan raya. Omma, Suri-nya, hingga saat ini setiap momen berharga yang Kyuhyun dapatkan bersama Bom, mereka selalu mengingat nama Suri di dalamnya, mengingat untuk menceritakan apa yang terjadi selama ini nanti ketika mengunjungi Omma. Suri-nya tidak akan di lupakan oleh Bom atau pun Kyuhyun sampai kapan pun, wanita yang menjadi pusat kehidupan mereka, Lee Suri.

Keure, kasih lihat Omma videonya juga.”

Keuchi!”

***

Saat ia dan Bom sampai, matahari baru tenggelam dan menyisakan kumpulan burung camar yang kembali ke sarangnya, berkoak di atas langit jingga kota Busan. Kyuhyun bersandar pada bagian belakang mobilnya sementara Bom duduk melipat kakinya di atas kap bagasi dengan mangkuk es krim vanilla di tangannya dan mulut yang penuh dengan krim.

Omma suka matahari tenggelam.” Mulai Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari sisa-sisa jingga di langit Busan. “Dulu Omma hanya akan duduk sepertimu sekarang dan hanya melihat matahari tanpa bicara padaku.” Kyuhyun menoleh, menatap balik Bom yang melihatnya dengan sendok es krim di mulutnya, mata gelap Bom terpantul sinar jingga matahari tenggelam, mengingatkan bagaimana mata datar Suri menatapnya balik saat matahari tenggelam.

Omma bilang matahari tenggelam selalu menjanjikan rumah baginya. Apa yang kau ingat saat melihat matahari tenggelam?” tanyanya sambil membersihkan bibir dan pipi Bom yang kotor akibat es krim menggunakan punggung tangannya.

Omma juga. Omma bilang matahari akan selalu sama dimana pun, Omma selalu duduk lama di balkon kalau Omma rindu Seoul.” Bagi Bom semuanya hanyalah kata-kata sederhana dari Ibunya, tanpa tahu maksud bahwa merindukan Seoul berarti merindukan Kyuhyun. “Dan Bom juga akan melihat matahari jika Bom merindukan Omma, benar ‘kan?”

Kyuhyun menarik Bom ke dalam rangkulan tangannya. Selama ini Bom menahan untuk tidak menangisi kepergian Suri, tidak mungkin kan Kyuhyun menangis mendengar ucapan Bom dan menyia-nyiakan perjuangan Bom untuk menahan airmata dan keiriannya akan sosok Ibu seperti keluarga normal lainnya.

“Tentu, mau menghabiskan waktu melihat matahari setiap hari denganku, Bomie?”

Mungkin Bom hanya anak lima tahun yang terlampau polos, tapi dia tahu peka terhadap perasaan orang sekitarnya, itu yang selalu Omma ajarkan padanya, mereka hanya berdua dahulu, jadi mengerti perasaan satu sama lain adalah hal yang mudah. Sama seperti Appa-nim dan ia sekarang, mereka hanya berdua dan Bom tahu bahwa mata Appa-nim nampak sedih.

Ia berdiri sambil berpegangan pada pundak Kyuhyun, menempelkan tangannya pada pipi kanan Kyuhyun. “Appa-nim menangis?”

Kyuhyun mengusap pipinya, tidak basah. “Tidak, lihat?” Kyuhyun memperlihatkan telapak tangannya yang kering.

“Lalu kenapa Appa-nim sedih?”

Ia memindahkan Bom ke dalam gendongannya agar wajah mereka berhadapan. “Appa rindu Omma dan Bomie mengingatkanku pada Omma.”

Bom masih meletakan tangan kanannya pada pipi Kyuhyun sementara tangan kirinya menolak untuk melepaskan cup es krim vanillanya yang baru menghilang satu perempat.

Gwenchana, Appa-nim, Omma cantik sekali di sana, rambut Omma panjang dan tidak rontok, Omma banyak tertawa, Omma tidak sakit lagi. Omma bilang Bomie dan Appa-nim harus hidup dengan baik karena Omma mengawasinya, kalau Appa-nim dan Bomie sedih karena Omma, Omma juga akan bersedih disana. Kata Appa-nim, kalau kita terus mengingat Omma, Omma selalu berada di sini ‘kan?” Bom menyentuhkan tangannya pada dada Kyuhyun. “Keuchi?”

Bom mengalungkan tangannya pada leher Kyuhyun dan tangan kanannya sibuk menepuk pungung Kyuhyun perlahan. “Gwenchana, ada Bomie di sini.” Ucapnya berusaha menenangkan Kyuhyun yang sedih.

Siapa yang menyangka bahwa Bom mengingat seluruh nasehat yang ia dan Suri berikan meski hanya di dalam mimpi—atau khayalannya. Kyuhyun tertawa kecil. “Kau bicara terlalu tua untuk umurmu, Bomie.”

Jah,” Bom menjauhkan badannya lagi dari Kyuhyun, menyendok es krim vanillanya. “Kalau Bomie sedih, Bomie suka makan es krim vanilla bersama Omma, Appa-nim mau coba?”

Jika ia di perbolehkan meminta selain mengembalikan Suri, maka ia hanya ingin meminta biarkan Bom tetap seperti ini, putri lima tahunnya yang polos. Dia tidak ingin Bom tumbuh dewasa, tidak ingin melepas Bom ke pria lain, permintaan Kyuhyun hanya satu, ia ingin bersama Bom, satu-satunya yang tersisa dari Lee Suri, wanitanya.

***

Pesta ulang tahun Bom esok akan di adakan di taman belakang rumah Suri yang sudah di tumbuhi banyak bunga. Kyuhyun mempekerjakan tukang kebun dan asisten rumah tangga untuk membersihkan rumah ini satu minggu satu kali, menjaganya agar tetap terlihat indah.

Kyuhyun hanya memakai kaos biru langit dengan celana tidur bergambar beruang biru, sementara Bom mengenakan kaos sleeveless berwarna merah muda dengan celana tidur yang sama dengan Kyuhyun hanya saja berwarna merah muda. Mereka memilih baju tidur yang sama beberapa waktu lalu untuk keluarga dengan dua anak. Sayang, baju tidur merah muda besar dan baju tidur biru muda kecil lainnya tidak berguna dan hanya menjadi bagian dari sekian banyak baju Kyuhyun dan Bom di lemari mereka.

Tidak pernah Kyuhyun membayangkan suatu hari ia akan duduk bersama putrinya di teras halaman belakang memandang langit dan menikmati churros juga jus jeruk segar hanya berdua bercerita hal tak masuk akal dan tertawa lepas.

“Malam ini aku mau bermimpi jadi bintang, jauh di atas sana!” Bom menunjuk langit yang di penuhi titik-titik putih dengan kepala yang mendongak tegak lurus dengan langit.

“Kenapa?”

“Karena Omma ada di atas, pasti Omma ada di antara bintang-bintang itu ‘kan? Aku akan ke sana dan bicara pada Omma bahwa Bomie dan Appa-nim tidak akan bersedih dan makan yang baik.”

Ada banyak rasa kecemburuan di dada Kyuhyun saat mendengar Bom mengatakan ia lebih ingin bersama Omma di bandingkan dengannya. “Lalu aku bagaimana? Aku sendirian di sini?”

“Uh….” Bom terbengong memikirkan solusinya dan matanya kembali bercahaya. “Ah, Appa-nim bisa naik di punggungku, kita pergi bersama.”

Silly dreamer.” Ucap Kyuhyun di tengah tertawaannya.

Silly!” tiru Bom. “Silly.” Ulangnya tanpa tahu artinya dan menjilati jarinya yang penuh dengan bubuk gula churros.

Sialan, dia mengotori bahasa anaknya sendiri.

“Ah, Bomie, ucapan yang tadi jangan kau contoh, Omma bisa memukulku jika ia tahu bahasamu terkontaminasi.”

“Kenapa aku tidak mengucapkan silly? Memang artinya apa?”

Harus ganti topik. Pikir Kyuhyun cepat dan menunjuk kumpulan blue bell di pojok taman. “Sepertinya kita belum menyiram pohonnya, mau menyiramnya tidak?”

Seketika itu pula pikiran Bom tentang kata ‘silly’ teralihkan pada bunga, ia bangkit dari duduknya dan menyambar ceret penyiram bunga cepat-cepat, berjongkok di depan keran air untuk mengisinya. “Appa-nim juga mau?” tanya Bom dan di jawab dengan anggukan Kyuhyun.

Jah.” Bom berdiri, mematikan keran air. “Ini untuk Appa-nim, kaja, kaja.” Ucapnya sambil memberikan ceret Kyuhyun dan menarik tangan Kyuhyun lainnya yang tidak memegang ceret.

Pohon Suri—dahulu hanya kumpulan bunga Blue Bells, namun sekarang tumbuhan yang ada di sekelilingnya merupakan pohon Omma—terletak di sisi lain taman belakang rumah Busan, menyudut dengan kumpulan bunga-bunga kecil, termasuk lily of the valley.

Tepat di belakang tanaman kecil yang berdesakan itu terdapat sebuah pohon besar wisteria dengan bunga violet pucatnya yang menjulur ke tanah dan merambati tiang-tiang yang sengaja Kyuhyun pasang.

Dahulu, Suri selalu menyukai tempat duduk di bawah pohon wisteria dengan bunga-bunganya yang menjulur di pojok taman, tempat yang paling tenang dan ia hanya duduk di sana, tanpa bicara dan orang lain. Cukup duduk sambil mendengarkan lagu kesukaannya.

Setidaknya untuk Bom, pohon lebih baik daripada batu nisan. Ini seperti Ibunya tetap hidup dan menjelma menjadi tanaman kesukaannya, tertap hidup, mengawasinya dan menumbuhkan rasa tanggungjawab Bom yang cukup tinggi. Setiap hari ia harus melihat tanaman di halaman rumahnya di Seoul, memastikan tidak ada yang merusaknya, bahkan saat hujan terkadang Bom bertanya ‘apa pohon Omma baik-baik saja? Di luar hujan, tidak kedinginan?’

Mereka berjongkok, menyirami seluruh bunga-bungaan dengan teliti.

“Syur… syur… aku bawa air, segar?” gumam Bom bicara pada tanamannya sambil terus menuang air di dalam ceretnya hati-hati. Mata dengan iris gelap besar milik Bom menangkap daun-daun yang jatuh di atas tanah. “Akan kubersihkan, kau tidak perlu khawatir, ya? Appa-nim dan aku akan merawat kalian dengan baik, arachi?”

Bom menoleh pada Kyuhyun yang hanya berjongkok melihat Bom sibuk bicara dengan tanamannya sambil menyiram, apa yang Suri ajarkan sebenarnya hingga Bom seperti ini? Pikirnya setengah tersenyum.

Appa-nim, cepat siram pohonnya, nanti kalau mereka mati bagaimana? Ini pohon Omma, Appa-nim, pohon Omma.” Eja Bom pelan, mendikte Kyuhyun sambil menunjuk blue bells yang bersemi saling berhimpitan.

“Ya ampun, bibir siapa yang kaupinjam untuk memarahiku, Cho Bom-Ren?”

Omma.” Jawabnya sederhana dengan tertawaan kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangan kiri.

Mata gelap Bom menari bahagia dengan lekukan lebar di bbirnya, rambut hitam kecokelatannya yang ikal bergoyang sederhana dan…Kyuhyun menghentikan nafasnya sesaat, berharap waktu berhenti dan membiarkannya menatap Suri di wajah Bom. Sungguh, Bom-nya sangat indah.

Saat itu juga ia menyadari ada hal yang ia lewatkan. Ia tidak tahu bagaimana keseharian Bom dan Suri saat musim panas tiba, apa yang mereka kerjakan di akhir pekan, apa yang mereka lakukan saat ulang tahun Bom dan apa yang mereka pelajari dalam keseharian.

Kyuhyun menelan ludahnya sebelum menggaruk leher belakangnya canggung. Harus kah ia bertanya pada Bom? Atau ia bertanya saja pada Yoojin? Ah, tidak, mulut Yoojin tidak bisa di percaya, mereka akan membahas lima tahun kebelakang lagi jika Kyuhyun bertanya pada mereka. Tidak.

“Bomie, kau sebentar lagi ulang tahun, bukan?” Kyuhyun menunggu Bom hingga menoleh, tapi sepertinya pohon Omma lebih menarik daripada pembicaraan ulang tahunnya. Sialan, kenapa anaknya harus berbeda dengan anak yang lain? Decaknya dalam hati sebelum membersihkan lehernya lagi. “Saat Bom ulang tahun, biasanya…Omma dan Bomie melakukan apa? Mau melakukannya dengan Appa-nim?”

Oh demi Hyukjae yang menari samba di perempatan Apgoojeong, ia bertanya pada putrinya mengenai apa yang mereka lakukan saat ulang tahun Bom nanti, bukan mengajak seorang wanita bersuami menikmati sore bersama, kenapa harus segugup ini?

Mungkin takut dengan apa yang akan Bom jawab nantinya mengungkit lima tahun kebelakang saat Kyuhyun tidak ada di sisi mereka saat Omma sakit dan Bom sendirian. Mungkin itu yang Kyuhyun takutkan, lebih menakutkan di bandingkan dengan ucapan Yoojin atau desakan menikah oleh orangtuanya.

“Mmh…” Bom menelengkan kepalanya masih tidak menatap Kyuhyun, bibirnya mengerucut mengingat lagi ulang tahunnya tiga tahun kebelakang. “Omma dan Bomie biasanya membuat kue bersama, Appa-nim, kue yang sangat, sangat, sangat besar.” Bom menaruh ceretnya dan membentuk lingkaran besar dengan kedua tangannya. “Ada krim cokelat, strawberry, vanilla, ada potongan pisang, melon, lalu soda lemonade dan… dan… hadiah! Omma membelikan Bom banyak sekali hadiah lalu Omma pasti membuatkan ayunan di pohon kelapa dan bermain di pantai.”

Kue buatan sendiri sudah tercentang dalam daftar Kyuhyun, ia membuat kue kecil satu tingkat sendiri di bantu kakaknya dua hari lalu saat Bom terlelap, hal itu tidak perlu di khawatirkan, tapi…soda lemonade? Dia baru pertama kali mendengarnya.

“Soda lemonade apa?”

“Itu soda, soda itu air yang seperti kristal dan berbuih, dan kalau melewati tenggorokanku rasanya seperti,” Bom merapatkan kedua tangannya di sisi tubuh, memasang wajah masam dan bergidik, menggoyangkan tubuhnya sambil memejamkan mata paksa. “Seperti itu. Lalu di masukan potongan lemon dan daun hijau di dalamnya,” tangan kanan Bom membuat kerucut sementara tangan kirinya mengepal, membentuk gelas imaji, kemudian memasukan kerucut tangan kanan ke dalam lubang di tangan kiri. “Dan menumbuknya, tok… tok… seperti itu dan di minum.” Ia mematuk-matukan kerucut kanannya ke lubang tangan kiri dengan bibir mengerucut saat mengucapkan ‘tok… tok…

Sepertinya ia tidak perlu lagi menunggu pertandingan sepak bola atau film Hollywood box office untuk menghiburnya dari segala kesibukannya di kantor, karena ia sudah memiliki Bom. Hanya dengan melihat anak itu tersenyum, makan dengan baik, tidur dengan tenang dan tumbuh sesuai umurnya, tidak ada yang melebihi kebahagiannya sebagai orangtua tunggal.

“Besok pagi, sebelum mengunjungi Omma, kita buat minuman seperti itu dulu bagaimana? Kau mau?”

“Benar kah? Yipe!” Bom berjingkrak, menari mengelilingi tubuh Kyuhyun dengan suara ‘woo-hoo’ panjang dari mulutnya.

***

Kyuhyun bangun pukul enam tiga puluh pagi, ia beranjak dari ranjangnya perlahan, takut-takut membangunkan Bom yang tertidur dengan menghisap ibu jari kanannya dan memeluk guling beruang cokelat nan lusuh erat-erat. Ia menaikan lagi selimut biru muda itu sampai batas pundak Bom sebelum mengendap keluar dari kamar.

Seharusnya Changmin sudah ada di sini lima menit…dan ketokan pintu juga suara bising dari dua bocah yang masih mengantuk menandakan bahwa Changmin, istrinya dan dua anak kembar mereka sudah sampai.

“Kami butuh kamar untuk dua bocah ini.” Sambar Yoojin sesaat setelah Kyuhyun membukakan pintu rumah.

“Masuklah, aku sudah menyiapkan kasur tambahan di ruang tengah, letakan mereka di sana dan cepat kembali. Aku perlu bantuan.”

Kyuhyun langsung menuju dapur dengan rambut yang masih berantakan, wajah bantal dan mata setengah terpejam. Untuk lima menit pertama Kyuhyun hanya diam di depan bak pencuci piring tanpa bergerak dan pandangan kosong. Bukan karena ia ingat perjuangan Suri untuk melahirkan Bom lima tahun lalu, tapi karena ia lupa apa yang harus ia siapkan dan kepalanya masih berkabut.

“Apa yang kurancanakan untuk Bom sebenarnya?”

“Kau belum tahu mau membuat pesta seperti apa?” dengus Yoojin dari lorong.

“Kepalaku masih berkabut.” Ucapnya sambil memutarkan tangannya di sekitar kepala. “Sepertinya barbecue. Kau bisa buat sup rumput laut?”

Tapi Yoojin justru memelototinya. “Kau orangtuanya, orang terpenting untuk Bom, jadi yang harus membuat sup rumput laut itu kau.”

“Sejak kapan ada peraturan seperti itu?”

“Sejak—“

“Sejak Yoojin salah memasukan jamur kuping ke dalam resep sup rumput laut.” Potong Changmin yang langsung membuka lemari es, memeriksa tiga kilo daging panggang, udang, ikan dan abalone segar di lemari pendingin. “Barbecue?”

“Bahkan aku yang bodoh di dapur pun tahu mana jamur kuping dan rumput laut.” Hina Kyuhyun penuh kemenangan dan mengeluarkan bahan-bahan sup rumput laut.

“Pria seperti kalian berdua mana tahu penderitaan kepala seorang Ibu Rumah Tangga yang bekerja juga mengurus keluarganya.”

Changmin memutar bola matanya sambil mengibaskan tangan asal. “Apa yang perlu kubantu?” tanyanya mengalihkan topik ‘Penderitaan Ibu Rumah Tangga’ istrinya. “Dia tidak akan berhenti bicara.” Tambah Changmin hanya menggerakan bibirnya.

“Kau bisa bawa keluar meja piknik, ada di gudang.” Kyuhyun mengambil kunci di salah satu gantungan empat kunci dan menyerahkannya pada Changmin. “Ini kuncinya.”

“Kenapa tidak kau saja yang mengeluarkan mejanya dan aku yang mengurus dapur, aku lebih cakap mengurus dapur dibanding dirimu.” Ia sudah berdandan serapi mungkin, kemeja kotak-kotak biru langit sama dengan kemeja yang di kenakan Eber, celana putih panjang yang di gulung, topi vedora putih dan jam tangan cokelat terbaiknya. “Aku sudah tampan seperti ini, kau lihat!”

“Karena aku yang menggajimu, cepat keluarkan meja pikniknya dan kembali ke sini secepatnya.”

Yang Kyuhyun dan Yoojin lakukan setelah Changmin keluar dari dapur adalah membersihkan bahan makanan. Kyuhyun membuat miyeok guk sementara Yoojin mencuci sayuran lainnya. Seperti yang tertulis di internet, ia harus merendam rumput laut kering dengan air panas sebelum di masak.

“Kau sudah memeriksa kondisi Bom?”

Kyuhyun sedang menumis daging serta bawang putih saat Yoojin bertanya. “Kakinya? Sudah sembuh total. Dia tidak sesulit aku saat minum obat dahulu saat seumurnya.”

“Bukan, kesehatannya.”

Kyuhyun bahkan tidak menoleh saat Yoojin mengajaknya berbincang. “Dia tidak demam dan tidak menunjukan tanda-tanda sakit.”

Kali ini Yoojin berdiri di samping Kyuhyun, meletakan tangannya di pinggul jengkel. “Saat umur lima tahun pun Suri tidak—“ Yoojin menghentikan omelannya saat suara Bom terdengar memanggil Kyuhyun di lorong rumah.

“Bisa tolong masak sebentar? Aku melihat Bom sebentar.”

Kyuhyun cepat-cepat meninggalkan masakannya pada Yoojin dan keluar dari dapur, ia menemukan Bom berdiri di depan pintu geser ruang tengah yang menghubungkan dengan taman belakang yang menghadap langsung ke laut Busan. Rambut cokelat gelap ikal Bom nampak berantakan dan baju tidurnya kusut, tapi semua penampilan Bom tidak mengurangi kepolosan anak itu saat melihat lima bangku piknik di jajarkan di halaman belakang rumah Ibunya.

“Whoa… Changmin Appa, bagus sekali.” Bom mengusap matanya yang masih setengah mengantuk sambil berdiri di ujung teras kayu.

“Bomie suka?” tanya Changmin sambil menggeser lagi meja pikniknya.

“Eo!” Bom menoleh, menunjuk lima bangku piknik yang berjejer melebar di halaman belakang rumahnya. “Appa-nim lihat, Changmin Appa membuatkannya untukku, cantik ‘kan?” mata gelap Bom bercahaya, ia menarik tangan Kyuhyun untuk berdiri bersamanya di teras.

Kyuhyun berlutut di samping Bom, membiarkan lengan Bom merangkul lehernya. “Lihat, Appa-nim, Changmin Appa kuat ya bisa mengangkat mejanya. Jinjja dabong!” Bom mengacungkan dua jempolnya ke arah Changmin yang terbahak, menggulung lengan kemejanya untuk menunjukan otot-otot bisepnya. “Hulk chorom.”

“Kalau kau suka, ucapkan terima kasih, Changmin Appa, karena sudah membuatkanku bangku piknik yang bagus, coba.” Jika Bom sedang bersikap manis rasanya ia hanya ingin membawa Bom ke dalam dan mengunci kamarnya, tidak rela membagi senyum polos Bom pada orang lain.

“Shim Changmin Appa yang baik, terima kasih karena membuatkanku bangku yang bagus.” Bom meletakan kedua tangannya di atas perut sebelum menunduk sembilan puluh derajat hingga rambut cokelatnya turun menutupi wajah Bom.

Bom beralih pada Kyuhyun setelah mengucapkan terima kasih pada Changmin. “Appa-nim, aku monster.”

Apa yang bisa Kyuhyun lakukan lagi selain tertawa. Bersyukurlah Bom tidak mengalami penyakit jiwa seperti Suri yang terlalu tertutup. Bom tumbuh seperti anak perempuan pada umumnya, hanya saja, di mata Kyuhyun, Bom adalah anak perempuan termanis, tercantik, terindah dan tercerdas, tidak ada yang mengalahkan Bom di mata Kyuhyun. Ia buta, buta akan cinta yang bahkan melebihi cinta kepada siapapun di dunia ini, selain Lee Suri tentu saja.

***

Kyuhyun duduk di tepi ranjang dengan Bom berada di pangkuannya sibuk memainkan ponsel Kyuhyun sementara ia sibuk menyisir rambut cokelat ikal milik Bom. Kyuhyun masih termasuk dalam kategori dummy untuk mengurus putrinya, sampai detik ini pun ia tidak tahu akan melakukan apa terhadap rambut Bom.

Ia memilihkan gaun musim panas sederhana berwarna kuning pucat dan awalnya berniat mengepang rambut Bom, tapi ternyata kepang itu terlalu sulit untuk manusia awam sepertinya, jadi ia hanya menyiasatinya dengan sebuah bando kuning polos, menyematkannya di kepala Bom dan sepertinya, putrinya tetap nampak manis meski hanya sebuah bando menghiasi kepalanya.

“Hari ini akan ada banyak temanmu yang datang dan bawa banyak hadiah untuk Bom, jadi Bom harus tampil cantik.” Gumamnya sambil terus menyisir rambut ikal Bom.

“Tapi Bom tidak ingin hadiah tahun ini.”

Biasanya, sepanjang pengetahuan Kyuhyun selama ini, anak semuru Bom, entah itu perempuan atau laki-laki, pasti akan bahagia jika di iming-imingi hadiah, tapi tidak dengan putrinya, bahkan Kyuhyun bisa mendengar rasa sedih dalam ucapan Bom barusan.

“Kenapa?”

Bom berbalik menatap Kyuhyun dan berpengangan pada lengan pria itu. “Tahun ini Bom hanya ingin Appa-nim dan aku hidup bahagia.”

“Kenapa?”

“Karena Omma yang memintaku untuk menjaga Appa-nim agar tidak sedih seperti waktu itu.”

Bom tahu tentang Kyuhyun yang melarikan diri saat tanggal enam Mei tiba, Bom bisa melihat rasa sakit yang sama seperti yang di alaminya pada mata Kyuhyun sore itu. Ia tahu Kyuhyun menangis, hanya saja ia tetap membungkam mulutnya, Omma mengatakan bahwa mereka harus hidup bahagia dan ia harus membuat Appa-nim tersenyum. Hanya itu yang Omma pesankan padanya kemarin malam.

“Bukan seharusnya aku yang menjagamu?” menyembunyikan harunya, Kyuhyun menaikan sebelah alis matanya dan memicingkan mata ke arah Bom yang sibuk memainkan ponselnya.

“Oke, kalau begitu Appa-nim yang menjagaku.” Jawab Bom enteng dan beralih pada kaca, membenarkan rambutnya sebelum berali keluar kamar dengan kaki telanjang meninggalkan Kyuhyun yang masih tak percaya bahwa putrinya mengatakan ia ingin menjaga Kyuhyun untuk Suri.

Ia tertawa pahit menatap foto Suri yang tersenyum ke arahnya. “Seperti itulah kelakuan putrimu—kita, aku belum selesai bicara sudah di tinggal pergi.”

***

Percakapan di kamar tadi, tentang keinginan Bom tahun ini, masih berputar-putar di kepala Kyuhyun, apa yang Bom dan Suri bincangkan sebenarnya setiap kali Bom memimpikan Ibunya hingga putrinya yang seharusnya masih menyukai mainan begitu dewasa dan hanya menginginkan hidup bahagia bersama dirinya?

Bom berpikir jauh lebih dewasa di bandingkan anak seumurnya, bagaimana nanti jika ia harus melepas Bom ke tangan pria lain di umur Bom yang masih muda? Rela kah ia? Tentu tidak.

“Kyuhyun-ah,” suara Hanna yang datang bersama anak-anak Ah-Ra berhasil mengacaukan kepanikan Kyuhyun akan melepas Bom di usia muda yang masih amat jauh terjadi. “Tamu yang lain akan datang sebentar lagi, kau sudah menyiapkan semuanya?”

“Ya, sudah siap, Omma duduk saja, biar aku dan pria lain yang membuat daging panggang.”

Biasanya Kyuhyun sulit sekali untuk di baca melalui matanya, namun hari ini,Hanna bisa melihat satu harapan yang tak terucap dan akan selalu menjadi harapan meski tak akan pernah terkabul. Ia menyentuh pipi putranya yang sendu.

“Aku tahu kau berharap Suri ada di sini sekarang, tapi percayalah padaku, ia melihatnya. Ia ada disini untukmu dan Bom.” Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman. “Dimana cucu kesayanganku sekarang?”

Cucu kesayangan? Dahulu, jika Kyuhyun mau mengungkitnya, Ibunya adalah salah satu orang yang mengingkan Bom tidak pernah hadir di dunia. Orang yang bertanggungjawab atas ketidaktahuan Kyuhyun selama enam tahun dan salah satu orang yang pantas di salahkan atas kepergian Suri.

“Sedang memeriksa tanamannya.” Kyuhyun menunjuk sisi lain taman dengan dagunya sebelum beranjak ke dapur untuk mengambil bahan makanan.

Di sisi lain taman, Bom berjongkok di depan blue bells yang semalam ia siram bersama Ebba, Eber dan Jin-Gyu. Ia tahu Appa-nim terlalu sibuk mempersiapkan pestanya dan orang dewasa lain sibuk berbincang, jadi anak kecil seperti mereka lebih baik mencari kesibukan sendiri.

“Kenapa Ibumu pergi? Apa karena ia tidak sayang padamu?” tanya Eber setelah menjelaskan bahwa Omma tidak akan datang ke ulang tahunnya tahun ini.

“Karena Omma harus pergi.” Bom tidak tahu kenapa hanya Ibunya yang harus pergi, ia hanya tahu bahwa Ibunya harus pergi.

“Iya, aku tahu, tapi kenapa harus pergi? Omma-ku tidak pernah meninggalkanku, kata Omma, jika ia meninggalkan kami, tandanya ia tidak sayang lagi pada kami. Begitu katanya.”

“Tapi Omma sayang padaku.” Bom mulai memelas, sepanjang pengetahuannya Ibunya sangat menyayanginya, tapi mendengar kenyataan bahwa orang akan meninggalkan orang lain jika mereka tak lagi menyanyanginya memukul Bom cukup kuat. Hatinya mengkerut meski ia terus meyakinkan dirinya bahwa Omma menyayanginya.

“Tidak mungkin ia pergi jika ia menyayangimu, bukan?” sahut Eber dan mencoba memetik bunga blue bells yang Bom tunjukan.

“Tapi Omma sayang padaku.” Ulang Bom dan ia terlambat menghalau Eber yang mematahkan tangkai blue bells karena matanya terhalang airmata. “Apa yang kau lakukan?” suara Bom melengking tinggi, menarik perhatian orang dewasa yang sebelum ini tidak memerhatikan mereka.

“Apa?” Eber yang kaget dengan lengkingan Bom mundur seketika.

“Kau mematahkan pohon Omma!” Bom merebut potongan tangkai blue bells yang ada di tangan Eber dan mendorong tubuh Eber hingga anak itu tersungkur di tanah. Siapa sangka anak sekecil dan sekurus Bom mampu mendorong Eber yang lebih besar darinya hingga tersungkur di tanah.

“Kenapa memangnya? Omma Bomie kan sudah pergi, dia tidak akan melihatnya, dia tidak sayang padamu.”

Bom yang sebelum ini berniat untuk kembali berteriak, diam seketika. Ada suatu kenyataan yang anak kecil tak pernah pikirkan sebelumnya, yang ia tidak pernah ingin ketahui sebelumnya. Ia yakin Omma meninggalkannya pada Appa-nim untuk karena sebuah keharusan, tapi mendengar dan melihat teman lainnya memiliki ayah dan ibu hari ini, Bom berpikir bahwa Omma tidak menyayanginya lagi dan sebelum ini Appa-nim tidak pernah menyayanginya. Ia tidak pernah mendapatkan keduanya secara bersamaan.

Airmata itu turun menganak sungai di pipi chubby Bom yang kemerahan. Isakan demi isakan keluar pelan dan berubah menjadi tangisan keras. Ia hanya berdiri di sana, di hadapan Eber dan menangis sejadinya. Kenapa Tuhan tidak pernah memberikannya ayah dan ibu yang lengkap seperti temannya yang lain?

“Tapi Omma sayang padaku. Dia bilang dia sayang padaku. Omma.” Ucapnya di sela-sela tangisannya.

Kyuhyun yang baru kembali dari dapur meletakan mangkuk berisi daging dan sayuran itu perlahan di meja piknik. Ia tidak mendengar ucapan Eber sebelumnya, ia hanya mendengar Bom berteriak marah sebelum menangis keras. Di tangan Bom terdapat tangkai blue bells gemuk yang di pegangnya erat-erat sambil menangis.

Ia melangkah pelan, memberi isyarat pada siapapun yang akan mendekati Bom untuk kembali mundur. Ini tanggungjawabnya sebagai orangtua. Ia berlutut, merangkul pinggul Bom dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Bom.

“Ada apa denganmu? Kenapa menangis di hari ulang tahunmu?”

“Eber oppa bilang kalau Omma meninggalkanku karena Omma tidak menyayangiku lagi.” Bom menyeka air matanya dan melihat langsung ke mata Kyuhyun sebelum memeluk leher Kyuhyun kuat-kuat “Tapi Omma sayang padaku. Omma sayang padaku, ‘kan, Appa-nim?”

Kyuhyun berdiri, mengangkat tubuh Bom menjauh dari pesta ulang tahunnya sendiri. “Beri aku waktu tiga puluh menit.” Ucapnya sebelum kembali masuk ke kamar dengan Bom yang masih menangis tersedu di dalam pelukannya.

Ia melepas sepatu putih Bom dan berbaring di ranjang dengan Suri yang tersenyum ke arah mereka di dinding kamar. “Kau ingin menangis? Maka menangislah.”

“Eber oppa bilang, Omma meninggalkanku karena Omma tidak sayang sayang lagi padaku.” Ucap Bom di tengah isakannya dan terus mendesak ke dada Kyuhyun. Ia suka aroma Appa-nim, meski untuk saat ini tidak begitu banyak membantunya.

“Dan kau takut bahwa apa yang Eber katakan itu benar?”

“Lalu kenapa Omma pergi? Kenapa ia tidak bisa tinggal disini bersama kita? Kenapa yang lain punya Omma dan Appa dan aku hanya punya Appa-nim?”

Penjelasan seperti apa yang akan Bom mengerti?

Ia memaksa Bom untuk duduk mengahadapnya meski kepalanya tertunduk dan tangisan terus keluar dari bibirnya yang basah.

“Kau tahu jawabannya, Bomie, kau lihat sendiri Omma jauh lebih cantik saat tidak berada di sini. Tapi bukan karena Omma tidak sayang padamu kenapa ia pergi.”

“Aku sudah berjanji tidak akan nakal dan tidak akan memukul temanku lagi pada Omma, tapi Omma tetap pergi. Omma tidak sayang padaku.”

Jika saja Eber bukan anak dari Changmin, mungkin ia sudah memarahinya habis-habisan karena menghancurkan kepercayaan Bom terhadap Suri.

“Dengarkan aku, Cho Bom-Ren.” Ia mengangkat Bom ke dalam pangkuannya. “Omma tidak pernah ingin meninggalkanmu, tapi Omma tidak mempunyai pilihan lain. Jika Omma tetap berada di sini, Omma akan sakit, rambutnya akan rontok dan belum tentu ia akan berdiri di sini, bisa saja Omma berada di rumah sakit dan tidak membuka matanya. Kau harus tahu mana yang terbaik untuk Omma, Bomie.”

“Aku tahu. Tapi kenapa Omma tidak mengajakku? Aku ingin ikut Omma. Aku rindu memeluk Omma.”

Bom masih terlalu kecil untuk mengerti, jika saja Kyuhyun menemukan kata yang lebih tepat untuk menjelaskan kepergian Suri dengan cara yang rasional tapi tetap melindungi khayalan masa kanak-kanak Bom.

“Lalu bagaimana dengan aku? Apa Bomie ingin meninggalkanku sendirian?” Kyuhyun mengikat rambut Bom yang kembali berantakan dan tertempel di pipinya yang basah. “Aku mungkin akan menangis terus jika Bom juga meninggalkanku. Aku tidak punya siapapun.”

“Tapi Appa-nim punya Halmoeni dan Haraboeji.”

Dan aku tidak punya, itu kalimat yang Bom tidak ucapkan. Dia tidak memiliki siapapun selain Omma selama ini. Ia bahkan tidak tahu bahwa ia akan bertemu dengan ayahnya nanti, Omma tidak pernah menjanjikan itu.

“Ada dua cinta yang suatu saat Bom akan mengerti, yang pertama pada orangtua, seperti kau mencintai Omma dan kau mencintaiku. Tapi ada cinta lain yang sulit untuk di terjemahkan, dan aku mencintai Ibumu melebihi siapapun. Saat Ibumu pergi, duniaku juga hancur seperti duniamu, mungkin aku akan menangis setiap hari jika Bom tidak ada.

“Tapi karena ada Bom yang menemaniku sekarang, aku jadi tidak bersedih, jangan pernah memikirkan untuk ikut bersama Omma atau aku akan menangis juga.” Kyuhyun menekuk wajahnya sedih. “Aku akan kesepian.”

“Tapi Bomie rindu Omma setiap malam. Bomie rindu di bacakan cerita, rindu membuat kue bersama. Bomie ingin memeluk Omma lagi, bisakah?”

Logis jika Kyuhyun menjawab ya? Tentu tidak. Tapi Bom akan menangis lebih keras jika ia mengatakan tidak. Melihat Bom menangis seperti merobek hatinya sendiri.

“Tentu. Sore ini kita ke tempat Omma.”

“Janji?”

“Tentu. Sekarang hapus air matamu, teman-temanmu sudah menunggu di halaman belakang.”

Bom melap wajahnya dan duduk diam sementara Kyuhyun kembali menyisir rambutnya. Kemudian ia teringat sesuatu, Eber memetik bunganya, mematahkan rantingnya dan ia lupa dimana ia meletakan potongan tersebut.

“Appa-nim! Eber oppa mematahkan pohon Omma dan aku lupa dimana potongannya?” seru Bom dan langsung meloncat dari kursinya. Ia berlari keluar kamar sesaat kemudian berhenti. Eber berdiri di sana denganmata memerah dan vas kaca di tangan kirinya serta potongan blue bells di dalam vas tersebut.

“Aku minta maaf, Omma hampir menelanku hidup-hidup karena mengatakan Ibumu tidak sayang padamu. Maafkan aku. Ini, aku kembalikan padamu.” Ia menyodorkan vas bunga itu pada Bom sebelum berbalik dan berlari sekuat tenaga menjauhi Bom.

Bom yang masih tersedu tanpa air mata berbalik pada Kyuhyun, menunjukan isi vas bunga kemudian tertawa dengan susah payah. “Ini potongannya.” Serunya dengan mata berbinar. “Kita ambil lagi untuk Omma, ya?”

***

Meski matanya sembab habis menangis, Bom tetap duduk di bangku piknik bersebelahan dengan teman-teman sekolahnya. Tahun ajaran berikutnya Bom akan memasuki Sekolah Dasar di umur yang baru menginjak 6 tahun. Bisa kah Bom menyesuaikan dirinya sebaik ia menyesuaikan diri di TK?

Bom sibuk membuka mulutnya membentuk O besar begitu hadiah mampir di hadapannya. Apa katanya sebelum ini? Tidak tertarik dengan hadiah? Tapi lihat wajahnya sekarang, matanya berbinar dengan antusiasme hingga bertepuk tangan dan berucap ‘joha, joha!’ berkali-kali. Anak macam apa itu yang sehabis menangis hebat kemudian melupakan semuanya hanya karena tumpukan hadiah besar di hadapannya.

“Benar-benar anak Lee Suri.” Gumam Kyuhyun sebelum mengangkat lagi potongan daging dari pemanggangnya.

Yoojin yang saat itu berdiri di sisi Kyuhyun, memanggang beberapa jamur, mendengar gumaman Kyuhyun dan teringat tentang apa yang ingin ia bicarakan pagi tadi. “Jika dia anak Lee Suri, artinya dia juga—“

“Appa-nim!” panggil Bom, anak itu berdiri di bangkunya dan meloncat keluar, berlari ke arah pintu tempat seorang wanita dengan rambut cokelat keemasan bergelombang dan mata cokelat madunya masuk ke halaman belakang beserta seorang anak laki-laki dengan rambut hitam ikal yang memeluk kaki wanita itu erat-erat. “Arnett-ah! Summer eomunim! Kalian datang?”

Wanita itu memiliki wajah yang mirip dengan Suri, bahkan Kyuhyun memanggilnya Lee Suri saat ia mabuk di malam tanggal enam Mei lalu. Wanita itu tersenyum hangat pada Bom, berjongkok agar sejajar dengan wajah Bom.

“Tentu aku datang, Arnett teman Bomie juga ‘kan?”

“Eung!”

“Selamat ulang tahun, Cho Bom-Ren, jangan menangis lagi, ingat, Omma ada di sini.” Summer meletakan tangan Bom di atas dada Bom yang tiba-tiba saja terasa hangat.

***

Sepuluh menit kemudian seluruh makanan tersaji hangat di atas meja piknik. Satu yang Bom incar sedari tadi, daging panggang. Bahkan melihatnya masih di pemanggang saja sudah membuat cacing di perut Bom berteriak apa lagi ketika melihat di hadapannya.

“Silahkan di nikmati.” Ucap Kyuhyun seraya menaruh piring tersebut di hadapan Bom.

Siapa sangka anaknya yang biasanya tenang di atas meja makan tiba-tiba saja berjingkrak serta berteriak kegirangan melihat potongan daging di hadapannya. Kyuhyun tertawa saat merekam kelakuan Bom hari ini.

Dengan sigap tanpa peduli Appa-nim sedang merekamnya, Bom mengampil garpunya dan menusuk daging yang paling besar di piringnya kemudian memasukannya ke dalam mulut bulat-bulat. Jadilah pipinya menggelembung besar saat Bom memakannya, bahkan sebagian daging keluar dari mulut Bom karena terlalu besar.

Yak, Cho Bom-Ren, kau itu mempunyai badan yang kecil, siapa sangka makanmu seperti sapi?” Kyuhyun menggeleng takjub akan kekuatan daging panggang pada nafsu makan Bom siang ini.

“Appa-nim, ayknmakans.” Mulut Bom masih tersumpal daging, tapi ia ingin ayahnya juga menikmati daging sepertinya.

“Huh?”

“Appa-nim maskhojsao.”

Mworgo?

“Appa-nim—“ Bom menghela nafasnya lelah seperti wanita dewasa sebelum berdiri lagi di kursinya, menusuk potongan daging dengan garpu bergambar Rilakumanya dan menyodorkan pada Kyuhyun. “ A…hebwa.”

Sontak seluruh tamu tertawa melihat kelakuan Bom dan Kyuhyun yang lebih terlihat seperti pasangan kekasih daripada ayah dan anak.

“Kyuhyun, ini tentang Bom.” Bisik Yoojin di sela-sela tertawaannya menyaksikan aksi Bom melahap bulat-bulat potongan daging.

“Dia rakus? Biarkan saja, agar dia tidak jadi anak yang paling kecil lagi di kelasnya nanti.”

“Bukan.” Yoojin menunggu hingga Kyuhyun berhenti tertawa dan menatapnya balik. Mata protektif itu kembali di wajah Kyuhyun. “Suri mendapat penyakit leukemia dari orangtuanya, Ibunya.” Kembali Yoojin berhenti.

Kyuhyun tahu ini akan terjadi, ia tahu bahwa Bom setidaknya akan menuruni apa yang Suri derita. Momok menakutkan baginya untuk mendengar kenyataan pahit seperti ini saat perayaan pesta ulang tahun Bom. “Jangan katakan.”

“Aku harus mengatakannya.”

“Tidak, tolong jangan di saat seperti ini.”

“Kau harus mengetahuinya secepat mungkin agar kau bisa mencegahnya, Kyuhyun-ah.”

“Tapi jangan di saat seperti ini, aku mohon.”

“Lalu kapan? Menunggumu hingga kau siap? Kapan kau akan siap? 10 tahun lagi? 20 tahun lagi? Atau menunggu hingga Bom jatuh sakit?”

Wajah Kyuhyun memelas, dia tidak ingin mendengarnya.

“80% Bom kemungkinan besar menderita leukemia yang di bawa Suri.”

Jangan pikir Kyuhyun tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya, ia tahu aturan DNA meski hanya dasarnya dan sangat sadar bahwa Bom setidaknya memiliki kemungkinan 20% membawa penyakit yang mengantarkan Suri ke liang lahat tiga bulan lalu.

Tapi apa yang bisa ia lakukan? Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi, berusaha menyingkirkan warna pucat di wajahnya sebelum siap kembali ke pesta. Ia tidak ingin mendengar bahwa apa yang ditakutkannya selama ini dari seseorang yang ahli, membuat semua orang memandang Bom dengan pandangan ‘sekarat’ dan belas kasihan.

Pada akhirnya apa yang ia takutnya muncul ke permukaan cepat atau lambat.

“Bisakah kau rahasiakan ini dari orang lain?” pinta Kyuhyun pada Yoojin yang membawanya ke dapur. “Aku tidak ingin orang lain memandang Bom sebagai ‘anak sakit’ itu selalu membuatku sakit ketika seseorang menaruh mata pada Bom dengan pandangan ‘dia tidak memiliki Ibu’ selama tiga bulan ini.”

“Aku rasa Bom bahkan bisa lebih siap mendengar ini dibanding kau, Kyu.” Jawab Yoojin dengan suara rendah.

“Jangan melucu, Yoojin. Dia masih terlalu kecil untuk mengerti hal ini.” Bantahnya. Memang berapa umur Bom? Dia baru lima tahun, kau pikir anak lima tahun bisa mengerti apa itu kematian atau penyakit mematikan?

“Sejujurnya Suri berpesan padaku untuk tidak menunjukan Bom padamu,” Yoojin berdiri, mengambil gelas kosong dan menuang air mineral ke dalamnya tanpa berniat untuk meneguknya. “Suri mengajarkan Bom untuk dewasa sebelum waktunya, untuk tetap terlihat anak-anak dan untuk mengerti masalah apa yang akan mereka hadapi kelak. Bom tahu ia harus meminum obat yang kuberikan, pergi ke dokter dan berbagai macamnya karena jika tidak, ia akan seperti Ibunya dan Ibunya pasti tidak akan bangga padanya.”

Yoojin melihat lagi punggung Kyuhyun yang nampak lemah berpegangan pada bak cuci piring dan hanya menatap Bom melalui jendela dapur. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi posisi orangtua yang harus memandang anaknya sama seperti anak lain meski anak mereka memiliki keterbatasan.

“Bom tidak memiliki keinginan lain selain membanggakan orang yang ia sayangi. Kau sudah pasti menyadari itu ‘kan, Kyu?

“Saat Ebba dan Eber lahir, Ebba mengalami banyak diagnosis kelainan di bulan pertamanya, tapi aku juga tidak ingin orang lain memandangnya seperti anak yang memiliki keterbatasan fisik. Tapi aku lebih ingin Ebba sehat daripada memikirkan pandangan orang lain pada anakku—“

“Aku mengerti maksudmu.” Potong Kyuhyun cepat-cepat, merasa muak pada dirinya sendiri. “Aku hanya tidak ingin Bom mengerti apa yang terjadi pada dirinya, kau tidak tahu betapa pesimisnya anak itu pada dirinya sendiri. Aku tidak ingin Bom mengerti hal ini.” Ia menjambak rambutnya kasar, seolah mencabut rambutnya bisa mencabut masalah yang terlanjur menggulung di tempurung kepala Kyuhyun. “Setidaknya untuk saat ini.”

“Akan kuatur jadwal untuk kunjungan Bom, dan aku tidak akan mengatakan ini pada siapapun hingga kau menyetujuinya.”

Kyuhyun masih diam dalam posisi yang sama untuk beberapa menit semenjak kepergian Yoojin dari dapurnya. Ia berkhayal, jika saja ada Suri saat ini di sisinya mungkin tidak akan serumit ini, jika pun serumit ini, setidaknya ia memiliki teman berbagi.

Bagaimana ia akan menjelaskan pada Bom jika ia masih tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada Bom dengan dirinya sendiri? Cara apa yang bisa membuat putrinya yang selalu mengalami krisis percaya diri ketika melihat Rumah Sakit kelak?

Keparatlah Lee Suri yang meninggalkannya dengan seluruh tanggungjawab ini sendirian. Tanpa sadar ia meninju bak cuci piring sekuat tenaga dan mengerang.

“Appa-nim….” Oh, sungguh, Kyuhyun benar-benar mengenali suara dari bibir pintu itu. Ia menoleh, mendapati Bom menyembunyikan dirinya di balik dinding pintu dapur dengan mata ketakutan.

Baru kali ini Bom melihat Ayahnya nampak begitu mengerikan, wajahnya memerah dengan rambut hitam berantakan dan erangan seperti pria jahat yang selalu Omma contohkan dulu padanya. Untuk beberapa menit ia ragu bahwa itu bukanlah Appa-nim, Bom kenal betul seperti apa Appa-nim, meski pria itu sering memicingkan matanya, tapi ia tidak pernah tampil begitu mengerikan seperti sekarang.

Bom melangkah mundur dengan wajah tertunduk, berusaha untuk tidak melihat wajah Appa-nim. Jemarinya sibuk bertaut dengan gugup dan Bom mengigit bibir bawahnya kuat-kuat saat pria berwujud seperti Appa-nim itu menatapnya balik.

Sejenak Kyuhyun mengusap wajahnya lelah sebelum berusaha tersenyum pada Bom yang masih berdiri mematung di pintu dapur dengan kusen kayu khas rumah gaya lama Korea kebanyakan.

“Hai, kenapa tidak dengan temanmu yang lain?” Ucapnya setelah ia yakin wajahnya tidak semengerikan monster yang akan melahap Bom hidup-hidup.

Kyuhyun bukannya tidak tahu Bom memberikan pandangan mengerikan padanya, seolah Bom akan lari detik itu juga karena melihat wajahnya.

“Apa kau ingin makan sesuatu?” tambahnya.

Bom hanya menggeleng dan untuk beberapa menit Kyuhyun tidak tahu apa yang harus ia katakan untuk menenangkan Bom sebelum akhirnya meledak dan benar-benar tidak bisa menahan emosi serta ketakutannya.

Kyuhyun menggeram sambil mengepalkan tangannya. “Aku tahu aku baru saja melakukan hal yang tidak baik dan kau melihatnya, tapi itu bukan berarti aku marah padamu atau siapa pun, aku… aku hanya takut.” Melihat reaksi Bom tidak berubah, Kyuhyun menyerah dan terduduk lemas di lantai dapur. “Kau tahu apa artinya takut. Bomie?”

Bom hanya mengangguk.

“Aku takut kau akan pergi dengan Omma dan meninggalkanku sendirian. Tak apa jika kau tidak paham, suatu saat kau akan paham dengan ucapanku.”

Bom masih tak bergeming, anak itu masih menatap jemarinya yang bertaut, ragu-ragu melihat wajah Kyuhyun dengan mata bulat gelap miliknya.

Menyerah Kyuhyun membujuk Bom untuk percaya padanya bahwa ia pria yang sama seperti yang Bom kenal sebelumnya, Kyuhyun meletakan kepalanya di telapak tangan yang bertumpu pada siku. Seluruh energinya terkuras hanya dengan memikirkan jika Bom harus pergi juga darinya.

Tiba-tiba tangan itu merangkul pundak Kyuhyun, memeluk kepala Kyuhyun. “Appa-nim jangan menangis, nanti Omma lihat bagaimana? Gwenchana ada aku disini, nanti kita ke tempat Omma, kan? Gwenchana, Appa-nim.”

Kyuhyun memeluk pinggul Bom, merebahkan kepalanya ke pundak yang bahkan tidak cukup menampung dahi Kyuhyun. “Aku beruntung mempunyai putri sepertimu.”

Perlahan tangan kecil Bom mengusap rambut gelap Kyuhyun, sedangkan tangan kanannya sibuk menepuk pundak Kyuhyun, berusaha menenangkan seperti yang diajarkan Ibunya dahulu, seperti yang selalu di lakukan Ibunya dahulu. Ia percaya bahwa ini akan membuat Ayahnya merasa lebih baik.

Kyuhyun tersenyum sambil memejamkan matanya, mendengar Bom berkali-kali membisikan ‘gwencaha Appa-nim’ di telinganya, tidak kah ini sangat lucu? Ia yang seharusnya menenangkan Bom dengan kabar buruk ini justru di berikan pelukan hangat dan support yang tidak terduga dari putrinya yang bahkan belum mengerti arti Ayah sebenarnya.

***

Summer yang awalnya hanya ingin menumpang kamar mandi justru berdiri di balik lorong kecil penghubung dapur dan ruang tengah. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok dan diam tak bersuara di balik bayang matahari yang mulai condong.

Kehilangan seseorang yang menjadi tujuan hidupmu adalah momok terbesar bagi setiap manusia, namun semuanya akan berbeda jika kehilangan demi kebaikan adalah jalan yang terbaik untuk mereka yang dikasihi. Terkadang pilihan memang tak pernah sejalan dengan takdir, tapi setiap orang belajar untuk mengiklaskan apa yang sudah terjadi dan mulai membangun kepercayaan kembali akan ‘will’ yang takdir janjikan.

Tapi bagaimana jika kali ini takdir mengkhianati Kyuhyun untuk kedua kalinya?

Summer mengintip sesaat, memerhatikan Bom yang sibuk mengusap kedua pipi ayahnya, berusaha menghilangkan kesedihan yang masih nampak jelas di mata Kyuhyun, menggelayut tak mau pergi meski senyuman dan tertawaan kecil di bibir pria yang katanya tidak punya hati itu.

Jika takdir sekali lagi mengkhianati Kyuhyun, bisakah pria itu tetap berdiri meski terpincang? Atau paling tidak melangkah meski terseok?

“Omma bilang pada Bomie, Omma sayang Appa-nim, jadi nanti hadiah ulang tahunku akan kubagi dengan Appa-nim. Kalau Appa-nim suka satu boneka diantara hadiahku, Appa-nim boleh simpan.” Ucap Bom samar berbisik pada Kyuhyun seolah itu hanya rahasia mereka berdua.

Keure? Kalau Appa-nim minta bebek karet yang besar bagaimana?” timpal Kyuhyun masih dengan mata sendunya.

“Mmh…” Bom berpikir, menelengkan kepalanya kemudian mengangguk. “Gwencahana, Appa-nim tidak mandi dengan bebek karet, jadi aku masih bisa meminjamnya kalau Appa-nim sedang mandi.”

Good girl, terima kasih. Give me bear hug.” Kyuhyun membuka tangannya lebar-lebar dan disambut dengan Bom yang melonjak sebelum memeluk Kyuhyun erat-erat.

Pria itu memejamkan matanya sendu sambil memeluk tubuh Bom erat-erat dan ketika pria itu membuka matanya, ia menatap tepat ke mata cokelat Summer yang mengintip dari balik lorong kemudian tersenyum dan memejamkan matanya lagi.

Sore itu, di bawah senja musim panas nan sendu siapa pun bisa melihat bahwa Kyuhyun hanya mempunyai satu tumpuan semangat untuk sisa hidupnya, Cho Bom-Ren. Jalannya terpincang meski dengan bantuan putrinya sekali pun. Takdir merebut paksa tumpuan utama pria itu dan membiarkannya terpincang.

Entah bagaimana jika takdir mengkhinati Kyuhyun untuk kedua kalinya, lumpuh bahkan mati mungkin yang akan Kyuhyun dapat.

***

Kyuhyun membebaskan tamu-tamunya untuk tinggal atau memilih untuk kembali karena kemungkinan besar ia dan Bom akan pergi lebih dari satu jam. Tidak akan cukup untuk Bom menceritakan seluruh isi buku hariannya pada Suri nanti jika hanya satu jam. Lagi pula, tamunya adalah teman-teman dekatnya sendiri, jadi terserah merekalah.

Ia berjalan dengan jari telunjuk yang diganggam erat oleh Bom, tangan kanannya menenteng buah anggur, jeruk, tiga potong kue ulang tahun, lemonade soda buatan Bom dan sebotol sake. Sedangkan Bom masih dengan dress kuning pucat dan cardigan merah muda membawa bunga baby’s breath dalam vas kecil berwarna biru hati-hati, tak lupa Bom membawa seluruh foto dan barang-barang berharga miliknya di dalam tas ransel berwarna kuning cerah lengkap dengan kepala boneka beruang yang mencuat terkulai keluar tas.

Mereka mendaki bukit, melewati pekuburan sepi dengan rumput hijau seperti karpet bulu, pohon-pohon yang rimbun bergoyang mengikuti arah angin dan terpapar jingganya mentari sore, bunga-bunga rumput berwarna putih dan kekuningan berdesakan di sudut-sudut tak terjamah di area pekuburan, bunga-bunga menghiasi gundukan tanah tinggi dan ia berjalan bersama putrinya yang sibuk menyesuaikan langkah kecilnya dengan langkah Kyuhyun.

Sepatu boat merah muda satu jengkal di bawah lutut Bom berdenyit setiap kali anak itu melangkahkan kakinya menaiki tangga yang terbuat dari tanah, genggaman tangannya pada telunjuk Kyuhyun semakin menguat diiringi erangan saat menanjak satu anak tangga.

“Uh,” erangnya dan menoleh ke sekitar, mengecek berapa jauh lagi hingga mereka ke tempat Omma. “Masih jauh ya?” tanyanya.

“Tidak, kau sudah bisa melihat pohon besar di ujung sana ‘kan?” telunjuk Kyuhyun mengarah pada sebuah pohon besar tepat di sisi kanan kuburan Suri. “Kau lelah? Mau kugendong?”

Bom menggeleng cepat-cepat, menggoyangkan rambut ikalnya yang diikat satu oleh Kyuhyun serapi mungkin. “Tidak, aku sudah besar.”

Susah payah Kyuhyun tidak mengatakan Bom keras kepala, karena ia tahu betul keras kepalanya anak itu adalah warisan darinya. Sambil senyum terkulum, Kyuhyun kembali melangkah perlahan. “Kalau sudah lelah, bilang ya.”

Andwe!”

Keure, keure.

***

Seperti yang sudah diduga Kyuhyun, Bom dengan keras kepalanya itu mampu menyelesaikan misi menaiki tangga dan mencapai tempat Suri tanpa bantuannya sedikit pun. Buru-buru Bom menggelar alas duduk mereka di dekat Suri, Bom menepuk sebelah kanannya.

Appa-nim, duduk.” Ucapnya berusaha meraih kantong yang Kyuhyun bawa. “Omma, lihat aku dan Appa-nim bawa apa? Ada jeruk, anggur, soda lemon, kue ulang tahunku, Omma, kuenya Appa-nim yang buat dan…” Bom mengangkat botol soju ke arah Kyuhyun dengan bibir sedikit terbuka, tapi anak itu tidak ingin bertanya, ia berusaha menemukan kata-katanya sendiri tanpa meminta penjelasan dari Kyuhyun. “Ini minuman yang Appa-nim dan orang besar lainnya minum. Oh, aku bawa bunga untuk Omma.”

Setelah itu seperti hujan tiba-tiba yang turun di musim gugur, Bom terus berceloteh, menceritakan segala kegiatannya selama ia tidak mengunjungi makam Ibunya. Semua yang ia ceritakan adalah cerita bahagia yang bisa Bom ceritakan sambil tertawa, tidak ada lagi mata sayu dan memerah lagi ketika mengingat Ibunya saat ini, Kyuhyun tahu Bom belum mengerti kenapa Omma tercintanya harus pergi tapi tidak masalah lagi bagi Bom, ia hanya ingin Ibunya terlihat cantik dan tertawa lagi, hanya itu.

“…kemarin Appa-nim menganjak Bom ke taman yang ada danaunya, lalu di tengahnya ada bebek kuning besar, besarrrr sekali, Omma, kata Appa-nim bebeknya….” Celotehan Bom terdengar samar diantara hembusan angin dan gesekan daun-daun rimbun.

Musim panas enam tahun lalu Suri mungkin sendirian memperjuangkan Bom, mungkin wanita itu menangis setengah mati, menyumpahi Kyuhyun atas kejadian buruk yang terjadi padanya, mengutuk kedua orangtua Kyuhyun karena memaksanya pergi menjauh tapi tidak sekalipun wanita itu menyesali kehadiran Bom, baginya, Bom adalah pelepas dahaga dan pemberi harapan baru akan ‘will’ yang takdir janjikan pada setiap umat. Tak apa bagi wanita itu kehilangan Kyuhyun dan segala yang ia miliki di Korea untuk Bom, yang terpenting saat itu adalah memberikan seluruh yang tersisa untuk memiliki segalanya, segala yang baru.

Dua jam setelah puas bercerita, makan kue ulang tahunnya dan memamerkan sepatu boots merah mudanya yang baru, Bom tertidur di pangkuan Kyuhyun mengenggam kaos biru muda Kyuhyun erat-erat. Saat itu matahari sudah terbenam, cahaya kejinggaannya sudah memudar di gantikan biru kelam, lampu-lampu menyala di pinggir-pinggir jalan tapi Kyuhyun masih belum mau beranjak, ia belum mendapat kesempatan bercerita.

“Aku harus menunggu dua jam, cerewet betul anakmu ini.” Gumam Kyuhyun sebelum membuka botol soju dan meletakannya di atas kuburan Suri.

“Tadi dia sempat menangis, katanya Omma meninggalkan Bom pasti karena Omma sudah tidak sayang lagi pada Bom, tapi…” Kyuhyun menyelipkan rambut hitam Bom ke balik telinganya, merapatkan lagi cardigan yang Bom kenakan dan memastikan dress anaknya tidak naik. “Kau pasti tahu jawabannya, ia bisa menerima kepergianmu, katanya kau cantik di sana jadi Bom berhenti setelah dua puluh menit cemberut. Anehnya, ia seperti lupa dengan apa yang Ebba katakan tentangmu, ia hanya mempedulikan tentang bungamu dan jangan buat Omma sedih, ah, aku merasa di lupakan.” Kyuhyun tersenyum.

“Kau tahu Lee Suri? Aku bercerita rekan kerjaku di Jepang, dia bilang kau adalah futaba, seed leaf, kau ada di saat bibit mulai tumbuh, susah payah membantu agar tetap hidup, tapi saat bunganya berkembang daun itu tidak sempat melihatnya, kejam bukan takdir futaba itu?” matanya jauh memandang jingga di langit yang mulai memudar, kemudian memejamkan matanya, “aku harus membawa Bom ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan.” Saat ia membuka matanya dan mendapati wajah yang sama seperti wajah Suri ketika tertidur pada wajah Bom, matanya memanas.

“Jika kali ini takdir berkhianat lagi padaku, aku mungkin akan mati. Dia satu-satunya yang kau tinggalkan untukku.” Susah payah tangannya mencoba untuk tidak mengusap gundukan tanah yang sudah tertutup rumput tersebut tapi gagal. Ia ingin mengusapnya, berpura-pura bahwa itu adalah bagian tubuh Suri.

“Terima kasih karena sudah memperjuangkan Bom, terima kasih juga sudah mendidiknya dengan amat baik, biarkan aku menjaganya hingga tahun-tahun berikutnya, awasi aku dan tegur aku kalau-kalau aku salah mendidik putri kita.” Kyuhyun melirik Bom yang masih tertidur di pangkuannya.

“Aku masih mencintaimu, Lee Suri.”

***

Saat Kyuhyun kembali, kebanyakan dari anak-anak sudah berada di bawah kasur mereka, berselimut tebal dan saling berpegangan tangan. Karena hanya ada satu kamar di rumah ini, orangtua tidak kebagian tidur, jadi mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang tengah, menonton televisi dengan beer kaleng dingin dan kudapan sisa dari sore tadi.

“Ibumu tadi mengatakan padaku untuk mencarikanmu jodoh, kau suka yang seperti apa?” Heesun bertanya terus terang sambil mengupas ubi rebusnya untuk Taemin.

Ah, masalah ini lagi? Kyuhyun sepertinya sudah berkali-kali mengingatkan ibunya untuk tidak ikut campur masalah jodoh atau menikah secepatnya untuk menggantikan posisi Suri. Tapi harus dicatat, Suri tidak bisa digantikan dan Kyuhyun tidak akan pernah rela Suri-nya yang begitu sempurna digantikan oleh perempuan asal hanya karena ia ingin membuat mulut orang-orangnya berhenti mengatakan ‘kau harus menikah secepatnya’.

“Aku punya beberapa teman dokter kalau kau mau.” Sahut Yoojin.

“Yang keibuan?” Eunah ikut-ikut bertanya dan melirik Summer yang juga memutuskan untuk tinggal malam itu karena ia tidak membawa mobil dan ibunya yang harusnya datang menjemput justru menginap ke rumah temannya. “Summer?”

Wanita yang mempunyai wajah mirip dengan Suri itu terlonjak kaget saat namanya disebut, ia pikir tidak ada yang mempedulikannya duduk di sini. “Ah, iya?”

“Punya teman yang cocok untuk menjadi ibu baru untuk Bom?” Haera menanggapi sambil menyodorkan kimbab yang baru ia buat kepada Summer. “Yang keibuan, pandai memasak, 24 jam di rumah—“

“Oke, hentikan.” Hanya itu yang Kyuhyun ucapkan. Ia benar-benar muak dengan kalimat ‘menjadi ibu baru untuk Bom’, apa yang mereka pikirkan sebenarnya? Kyuhyun menenggak empat kaleng bir lagi tanpa jeda hingga kepalanya sakit.

“Kyu, kau terlalu banyak minum.” Changmin menghentikan kaleng kelima Kyuhyun dan menjauhkan kaleng lainnya yang masih utuh. “Wajahmu merah.”

“Apa yang kalian pikirkan sebenarnya?” ia menunduk, menempelkan kepalanya pada meja dan bergumam. “Mencari ibu baru untuk Bom? Lee Suri adalah ibu Bom, sekarang atau pun satu abad lagi, ia akan menjadi ibu untuk putriku!”

Gawat, Cho Kyuhyun mabuk berat. Tidak ada yang pernah tahu seberapa mengerikan kalau Kyuhyun mulai mabuk kecuali Changmin.

“Kalian selalu sok paling mengerti apa yang Bom butuhkan, apa kalian pikir Bom akan menerimanya jika aku membawa seorang wanita ke rumah dan mengenalkannya sebagai ‘calon ibu baru’ pada Bom? Apa menurut kalian Bom tidak akan berpikir bahwa aku berusaha menggantikan ibunya yang paling ia cintai?” Kyuhyun ingin sekali meninju wajah wanita-wanita tadi yang mengatakan bahwa Bom butuh sosok ibu.

“Lee Suri itu,” kali ini Kyuhyun mulai terisak mengingat bagaimana semangatnya Bom bercerita pada makam ibunya tadi. “Lee Suri itu pusat dunia untuk Bom, saat Suri pergi, dunianya hancur berantakan, apa yang anak umur 5 tahun mengerti mengenai jalan terbaik? Dia tidak mengerti apa pun kecuali ibunya terlihat seperti dulu, dia tidak ingin membuat ibunya melihatnya menangis, dia hanya ingin menjadi seseorang yang membuat ibunya tersenyum dan bangga.”

Kali ini Kyuhyun duduk seperti biasanya dengan air mata pertama yang berhasil keluar dari kelopak mata Kyuhyun semenjak kepergian Suri. Ia melihat wanita-wanita tadi yang mengatakan Kyuhyun butuh pendamping hidup untuk mengurus Bom.

“Anak 5 tahun hanya memikirkan ‘aku ingin Omma cantik lagi’ dan menyembunyikan betapa ia merindukan pelukan ibunya setiap malam padaku, apa aku tega menggantikan sosok yang ia pikirkan hampir setiap menitnya dengan sosok baru?

“Melihat matanya yang masih tersenyum saat diejek ibunya tidak sayang lagi padanya dan pergi meninggalkannya, atau saat dia diejek karena tidak ada ibu dan tidak tahu aku ayahnya, atau saat yang hadir di acara sekolah hanya seorang pria canggung yang berusaha menjadi sosok ibunya juga, apa kalian pikir aku tega menggantikan sosok yang selalu Bom pandang sebagai pahlawannya dengan sosok baru yang asing baginya?

“Apa kalian memikirkan perasaanku pada Lee Suri saat ini?” Kyuhyun memegang dadanya sesak, rasa perih itu masih ada di sana seperti hari pertama Suri meninggalkannya. “Aku masih sangat mencintai Lee Suri, bahkan saat ulang tahun Suri 6 Mei lalu aku mengetuk pintu rumahnya,” Kyuhyun menunjuk Summer yang daritadi menundukan wajahnya di sudut ruangan, “aku memeluknya dan memanggilnya dengan nama Lee Suri, apa kalian pikir aku bisa mencintai orang lain sementara hatiku masih sulit untuk melepaskan Lee Suri?”

Kyuhyun menutup wajahnya, mengusap air mata yang masih mengalir di pipinya. “God, aku berharap aku sudah tidak mencintai Suri, aku berharap Bom tumbuh menjadi wanita yang tangguh seperti ibunya, dan aku berharap aku menikah dengan wanita yang mau duduk setelah Suri di hati Bom.”

Saat pria itu berdiri, air mata sudah hilang dari wajahnya, matanya kembali dingin dan tidak ada rona bekas mabuk yang terlihat beberapa menit lalu. “Tapi tidak sekarang, tidak tahun ini. Aku akan menikah dengan seseorang yang Bom setujui.” Ucapnya sambil kembali ke kamar, mengangkat Bom yang masih tertidur dengan selimutnya dan meminta sopirnya segera menyiapkan mobil.

“Jika kalian masih bersikeras mendukung program ibuku, maka bawakan wanita yang kalian pilih pada Bom, jika dia menyukainya, aku tidak akan menolak.”

Siapa sangka kalau Kyuhyun masih mencintai Suri sebesar itu? Mereka menunduk, menyesal harus membuat Kyuhyun mengatakan hal seperti itu, menyesal karena membuat pria yang mereka pikir tidak punya hati itu justru menyimpan banyak kesedihan harus melihat putrinya yang menata ulang dunianya perlahan.

Tangan-tangan mereka terluka karena menusun ulang serpihan dunia Bom yang hancur saat Suri pergi, tapi tidak ada satu pun di antara Bom atau pun Kyuhyun yang membiarkan orang lain melihat kalau mereka susah payah membangun dunia mereka lagi. Manusia macam apa mereka berdua itu sebenarnya?

***

Esok paginya Bom bangun di ranjang dengan Ayahnya yang tidur memeluk pinggulnya, bukannya sore kemarin ia masih berada di tempat Omma, kenapa sekarang bisa di sini? Ajaib!

“Appa-nim,” bisik Bom pada telinga Kyuhyun. “Bangun, ada sesuatu yang ajaib sekali!” Jengkel karena ayahnya tidak kunjung bangun, Bom menindih pinggul Kyuhyun dan berteriak. “Appa-nim, bangun!”

Terbatuk setengah tertawa, Kyuhyun menarik pinggul Bom dan menjatuhkannya di atas ranjang dan menyelimuti tubuh mereka berdua. “Ayolah, Appa-nim baru tidur pukul 4 tadi.”

“Aku punya cerita ajaib!” Paksa Bom sambil menyingkap selimutnya. “Kemarin sore kan kita di Busan, di tempat Omma,” ia berdiri, merentangkan tangannya. “Coba lihat kita di mana sekarang, di rumah. Ajaib kan?” mata gelapnya berbinar memperlihatkan keajaiban yang ia maksud.

Tidak mau menghancurkan impian anaknya, Kyuhyun tertawa kering menanggapi cerita Bom. Itu sih kau saja tidurnya macam kuda. “Benarkah? Kira-kira kenapa ya bisa seajaib itu?”

“Pasti Omma menerbangkan kita semalam yang tidur di tempat Omma.” Ia merapikan rambutnya dan buru-buru turun dari ranjang, meraih kotak-kotak hadiah. “Karena Omma tidak mau kita sakit, makanya Omma mengirim kita ke rumah.”

“Wow!” Kyuhyun duduk, melap wajahnya dan tertawa tak percaya akan imajinasi putrinya.

“Kita pasti berada di milky way di atas sana bersama nebula semalam waktu Omma mengirim kita kembali ke rumah.”

Tawa Kyuhyun makin pecah. “God.” Ia menarik Bom ke dalam pelukannya, berdiri dan mengubah posisi Bom tertelungkup di tangannya membuat Bom seperti pesawat terbang. “Seperti ini ya terbangnya?”

Syu!!” Bom mengeluarkan suara yang di telinganya mirip suara pesawat terbang sambil merentangkan kedua tangannya saat Kyuhyun mulai menerbangkannya keliling ruangan.

Satu jam kemudian Kyuhyun dan Bom berada di ruang makan mereka menikmati omelette, jus jeruk untuk Bom dan kopi untuk Kyuhyun, acara kartun dari ruang tengah terdengar samar-samar. Bom serius membaca buku cerita yang dibelikan Summer kemarin sementara Kyuhyun makan sambil membaca berita pagi. Jika dilihat baik-baik mereka bak sepasang suami istri yang menghabiskan waktu paginya sebelum bekerja, saling terdiam sibuk membaca laporan pekerjaan yang mereka tinggalkan semalam.

“Hari ini kau harus ke Rumah Sakit, ingat?” tanya Kyuhyun.

Bom mengangguk sambil membalik bukunya. “Ebba omunim sudah bilang kemarin sore ‘kan?” kali ini ia melihat ayahnya, “Bom tidak sakit ‘kan?”

Lihat? Belum apa-apa Bom sudah pesimis, Kyuhyun menyisir rambut Bom dengan jemarinya. Untuk kesekian kalinya Kyuhyun berharap bahwa Suri berada di sini membantu menenangkan Bom. “Tidak, Bom baik-baik saja. Hanya memeriksa lagi kesehatan Bom, agar tidak sakit. Mengerti?”

Bom hanya mengangguk meneruskan makannya.

Rumah Sakit menjadi satu kata yang mengerikan baik untuk Bom atau pun Kyuhyun belakangan ini, tanpa alasan yang jelas mereka sebisa mungkin menghindari yang namanya dokter dan pagi ini harus Kyuhyun akui tangannya berkeringat dingin saat menanggalkan baju Bom dan menggantinya menjadi baju rumah sakit berwarna merah muda, ia mengikat rambut Bom baik-baik dan menepuk pundaknya.

“Dengarkan aku, kau masuk ke sana bukan karena sakit tapi untuk memeriksa kesehatanmu, mungkin dokter nanti akan menyuntikmu tapi sedikit saja, lalu akan banyak alat di dalam dan mungkin dokter akan—“

Appa-nim,” Bom mengusap-usap pipi Kyuhyun pelan dan mengecupnya. “Gwenchana.”

Kyuhyun membuka mulutnya, terkejut dengan Bom yang lagi-lagi malah menenangkan ayahnya, padahal yang trauma akan rumah sakit itu dia bukan Kyuhyun, kemudian tersenyum dan menempelkan bibirnya ke bibir Bom, ke pipi dan ke dahinya berulang kali hingga Bom tertawa, melupakan ketegangan di dalam ruangan rumah sakit yang baginya selalu nampak gelap meski sudah banyak lampu sekali pun.

Hati Kyuhyun mencelos begitu Bom mencengkram tangannya kuat-kuat saat membuka pintu ruang pemeriksaan yang Yoojin tunjukan. Seorang dokter senior duduk di balik meja dengan jubah putih dan masker yang berada di bawah dagunya sekarang, ia tersenyum pada Bom dengan mata cokelat gelapnya yang berbinar kemudian menawari Bom duduk dekat dengannya.

“Namamu Cho Bom-Ren benar?” tanya dr. Nam masih dengan senyum cerahnya. “Aku hanya akan memeriksamu sebentar saja ya, tidak akan sakit.”

Bom nampak ragu, ia menoleh pada ayahnya minta diyakinkan tapi wajah ayahnya justru nampak jauh lebih pucat dari dirinya, duduk dengan punggung tegak dan kedua tangan di atas lutut sambil memegangi tangan Bom. “Appa-nim lucu.” Kikik Bom dan memutuskan untuk tidak menceritakannya.

“Boleh jika Appa tunggu di luar saja?” tanya dr. Nam pada Bom.

“Kenapa?” mata Bom membulat.

“Karena Appa juga harus diperiksa oleh dokter lain, jadi Bom bersamaku dan Appa bersama dokter lain di seberang ruangan, jadi pemeriksaannya akan berlangsung dengan sangat cepat.”

Bom menyenderkan tubuhnya pada Kyuhyun tidak ingin berpisah, kalau ia takut siapa yang menenangkan nantinya?

“Bisakah aku menemani Bom di sini dulu?” tidak akan Kyuhyun biarkan trauma Bom berlanjut lebih jauh pada rumah sakit, mungkin ini masih bisa ditangani saat ini tapi kalau dibiarkan kedepannya mungkin akan menyusahkan. Ia memangku tubuh Bom dan merangkulkan tangannya protektif. “Dia memiliki masalah tidak percaya akan rumah sakit, sedikit.”

“Kami hanya mengambil darahnya dan memeriksa standard baru memberinya vitamin atau obat jika diperlukan, jika tidak ada masalah maka, dia akan selesai dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.” Ia bicara pada Kyuhyun kemudian beralih pada Bom. “Bomie, tidak akan lama. Kalau kau tidak mau duduk di ranjang, kau bisa duduk di kursi dokter selagi aku memeriksamu, atau kau mau dr. Jang saja yang memeriksa?”

“Dr. Jang itu Ebba imo.” Jelas Kyuhyun. “Mau?”

Dan penyelamat itu datang bagaikan malaikat—sebelumnya ia iblis kecil—Ebba Shim masuk ke ruangan dengan pakaian yang sama dan rambut yang tentu saja lebih rapi ikatannya. Ia berteriak girang melihat Bom juga berada di ruang pemeriksaan dan langsung duduk di kursi yang tadinya Bom tempati, ia memegang tangan Bom dan menggoyang-goyangkannya.

“Bomie juga di periksa hari ini?”

Bom mengangguk. “Kau juga?”

“Iya, kata Omma kau juga datang hari ini makanya aku mau.”

Detik berikutnya dua anak yang sudah seperti saudara kandung itu sibuk berceloteh tentang hadiah yang Bom dapat dan soal kartun terbaru yang mereka tonton di televisi pagi ini. Diam-diam Kyuhyun menyelinap keluar bersama Yoojin.

“Kenapa Ebba ada di sini juga?”

“Memang kau lupa Ebba juga sedikit lebih istimewa dari anak lain? Paman macam apa kau itu, Kyu?”

Eber dan Ebba lahir satu bulan lebih awal dengan keadaan paru-paru Ebba yang belum sempurna hingga setiap kali Ebba menangis berlebihan saat ia masih bayi dulu, ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan pertama karena nafasnya berat. Kondisi itu bertahan hingga umur Ebba dua tahun dan Yoojin memutuskan untuk tetap mengontol kesehatan paru-paru putrinya hingga dokter menyatakan sempurna. Itu yang disebut dengan takdir anak kembar.

“Aku lupa.”

“Ganti bajumu, the girls will do alright.

Yes, they will.”

***

Pemeriksaan Kyuhyun tidak berlangsung lama karena hanya pengambilan darah dan segala standard check up hingga hanya tiga puluh menit, tapi saat ia mengintip ke ruang pemeriksaan anak-anak yang berseberangan dengan ruang pemeriksaan dirinya, ia mendapati Bom sedang memegangi tangan Ebba yang berbaring di ranjang dokter, mulutnya terbuka dan seorang dokter berdiri menyinari mulut Ebba.

Ia samar-samar mendengar Bom mengatakan ‘jangan menangis Ebba, tidak sakit ‘kan?’ ah, putrinya sungguh manis hingga terkadang Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak memeluk Bom terlalu kuat atau tulangnya akan remuk. Ia kembali menutup pintu ruang pemeriksaan dan memilih untuk terduduk di bangku hijau setelah berganti baju.

Kira-kira berapa lama lagi waktunya yang bisa ia habiskan dengan Bom sebelum anak itu sibuk dengan duanianya sendiri dan lebih memilih keluar dengan teman-temannya daripada dirinya atau lebih gawatnya bagaimana kalau di usia lima belas anaknya memiliki kekasih? Kyuhyun khawatir sendiri begitu memikirkan kemungkinan Bom lebih membela kekasihnya daripada ayahnya ini.

Sementara Bom sibuk berkencan mungkin ia akan meringkuk di sofa memandangi foto Lee Suri dan menangis karena tidak ada teman berbagi lagi? Bagaimana jika ia tidak bisa mencintai wanita lain dan terus melajang hingga akhir hayatnya? Mau kah Bom merawatnya jika ia sudah susah bangkit dari ranjangnya sendiri?

“Kyuhyun oppa?” panggil seorang wanita yang juga terduduk di kursi hijau yang sama. “Benar Kyuhyun oppa?” tanyanya lagi.

Ah, bukan saat yang tepat. Pikir Kyuhyun begitu menyadari wanita yang memanggilnya adalah mantan kekasihnya yang terakhir, Moon Seul-Mi, wanita berdarah campuran Korea – Inggris itu menatap Kyuhyun dengan dua mata cokelat terangnya yang besar. Tentu ia masih bisa membaca ekspresi tersebut meski sudah hampir tiga bulan tidak berhubungan dengan satu wanita pun, Seul-Mi masih mengharapkan hubungan mereka bisa seperti dulu lagi.

“Hai, kau nampak sehat.” Jawab Kyuhyun canggung. “Sedang sakit?”

“Tidak, aku menunggu keponakanku di dalam bersama Kakakku, Seulgi. Kau sedang apa Oppa?”

Kalau Kyuhyun bilang ia sedang menunggu anaknya diperiksa di dalam sana, tidak terdengar relevan ‘kan? Pasalnya ia baru memutuskan Seul-Mi dua hari sebelum kepulangan Suri ke Busan, menurut perhitungan jernih saja tidak akan masuk akal jika anaknya sudah lahir berumur satu bulan tapi ia tidak mungkin menyembunyikan Bom juga.

“Ah, anakku diperiksa di dalam.”

Mata Seul-Mi menggelap, “jadi kau memutuskanku karena ada seorang wanita yang mengaku mengandung anakmu?”

Kyuhyun mengernyit, “tidak.”

“Atau ada perempuan mengaku anak yang ia lahirkan adalah anakmu?”

“Tidak sepenuhnya benar.” Bagian anaknya yang dilahirkan tanpa sepengetahuannya memang benar tapi soal wanita mengakui memiliki anak dari Kyuhyun tentu bukan sesuatu yang benar.

“Apa kau sudah memeriksa DNA? Aku curiga ia bukan anakmu, kau selalu berhati-hati, Oppa.”

Harus sekali Kyuhyun akui ia merinding saat mendengar kalimat ‘kau selalu berhati-hati’ barusan, apa ia seburuk itu dahulu? Apa kabar Bom kelak? Konon anak perempuan pertama lahir karena semasa muda Ayahnya adalah pria berandal dan perbuatannya akan ditanggung oleh anak perempuannya kelak? Tidak, tidak, apa yang akan terjadi pada Bom nanti?

Appa-nim,” panggil Bom sambil menarik kenop pintu terbuka, ia berjingkrak dan langsung menggelayuti leher Kyuhyun. “Aku dan Ebba tidak nangis di dalam.” Adunya memperlihatkan bekas jarum suntik di lengan kanan. “Lihat ‘kan? Aku di suntik tapi cairan di dalam tabungnya tidak habis, malah berwarna merah, kenapa ya?”

“Aku juga,” Ebba ikut-ikut menunjukan lengannya, ia bersandar pada lutut Kyuhyun. “Tadi Bom menemaniku, jadinya aku biasa-biasa saja, kalau Bom tidak ada aku tidak mau diperiksa ah.”

“Hey,” Kyuhyun menarik hidung Ebba, “kalau Ibumu dengar aku bisa direbus.”

“Biar saja, paling-paling Omma bilang Bom pasti datang lagi, aku jadi—“

“Apa yang kalian rencanakan?” tiba-tiba saja Yoojin sudah berdiri di balik tubuh Ebba, memegang pundak anak perempuannya dengan senyum mengancam. “Apa yang kalian bicarakan barusan?”

“Jang Yoojin, kau menakuti anak-anak.” Ucap Kyuhyun ketika dua anak perempuan yang sebelum ini sibuk mengadu bagaimana keadaan di dalam tiba-tiba diam.

“Baiklah waktunya kalian ganti baju ya,” Yoojin siap mengandeng tangan Bom dan Ebba ke ruang ganti ketika wanita yang duduk di samping Kyuhyun berdiri mencengkram lengan Bom.

“Ini anakmu?” suara Seul-Mi terdengar berbisik.

“Ya, Cho Bom-Ren.” Ia mengambil lengan Bom yang dicengkram Seul-Mi dan melingkarkan tangannya protektif. “Putriku dan Lee Suri.”

“Apa-apaan kau sebenarnya?”

“Bom, coba kenalkan dirimu pada auntie ini.”

Bom terbengong tapi ia tidak suka dengan auntie yang bicara kasar dan tadi meremas lengannya yang habis disuntik, rasanya sakit. Ia mengelus lengannya yang tadi sakit. “Annyeonghaseo, Cho Bom-Ren imnida.

“Berapa usianya? Lima tahun? Enam tahun? Kau berhubungan denganku sementara kau sudah memiliki seorang putri dengan wanita lain? Apa aku hanya penghiburmu dari rumah tangga yang membosankan?”

Auntie,” Bom menarik dress merah muda menyala yang Seul-Mi kenakan. “Bisakah bicara lebih sopan pada Appa-nim, dia Appa-nimku kata Miss Seo kita tidak boleh bicara dengan nada seperti itu pada yang lebih tua,” Bom menoleh ke arah Kyuhyun. “Keutji, Appa-nim?”

Haruskah Kyuhyun bangga atau kah sebaiknya ia tertawa mendengar Bom menceramahi orang yang jauh, jauh lebih tua darinya?

“Benar, Bom-Ren.” Ia menarik Bom kepelukannya. “Anak pintar. Seul-Mi,” ia beralih pada Seul-Mi yang berdiri dengan wajah memerah. “Aku duluan.”

Baru beberapa langkah, Seul-Mi memanggil dan menahan lengan Kyuhyun. “Oppa, kau tahu anak itu butuh sosok Ibu. Aku tidak masalah jika harus mengurus anak itu.”

“Anak itu maksudnya aku?” kali ini Bom yang bersikap protektif, ia memeluk leher Kyuhyun erat-erat. “Aku sudah punya ibu, Omma tidak menyebutku dengan anak itu, aku punya Omma, auntie.

“Sampaikan salamku pada kakakmu.” Dan Kyuhyun melangkah luar biasa ringan mengetahui Bom tidak ingin berbagi dirinya paling tidak sekarang-sekarang ini dan mengetahui bahwa ia tidak perlu repot-repot mencari Ibu baru untuk Bom.

***

Yoojin bilang kalau pemeriksaan awal Bom menunjukan ia dalam keadaan yang sehat dan tidak menunjukan tanda-tanda menuruni penyakit yang sama dengan Suri tapi itu bukan berarti aman, karena hasil dari laboratorium baru bisa diambil tiga hari dari sekarang. Meski begitu pernyataan bahwa Bom dalam keadaan sehat saja sudah mampu meningkatkan kadar endorphin dalam darahnya.

“Kita mau ke mana?” tanya Bom yang duduk manis di kursi sebelahnya. Ia menoleh ke kursi belakang tempat dua tas ransel yang tadi pagi Kyuhyun masukkan tanpa mengatakan apa pun.

“Kalau ulang tahun biasanya dapat hadiah, ‘kan?” Kyuhyun mengambil jalur paling kosong siang itu, jalur menuju bandara internasional Incheon. “Ini hadiah dariku untukmu.”

“Oh ya? Apa?” Bom bersemangat, ia duduk tegak dan kalau saja tidak ada sabuk pengaman yang menguncinya di kursi, sudah pasti anak itu akan berjingkak sekarang. Dari sudut matanya Bom melihat pesawat yang terbang rendah dan kelamaan makin tinggi. “Appa-nim, lihat!” ujarnya semangat. “Ada pesawat! Kita mau naik pesawat?”

Kyuhyun masih tidak menjawab, dia hanya tersenyum lebar sambil mengemudi dalam batas kecepatan yang aman. Padahal dulu kalau Changmin dan Hyukjae mengemudi dalam kecepatan 40 kilometer per jam sampai 60 kilometer per jam selalu ia anggap banci, untuk apa beli mobil sport kalau jalannya tidak lebih cepat dari kura-kura? Tapi setelah memiliki Bom, hidup setiap detiknya amat berharga dan rasanya masa mudanya sudah cukup memenuhi kuota menantang maut.

Appa-nim!” protes Bom yang sedari tadi pertanyaannya diabaikan Kyuhyun. “Appa-nim, beritahu aku, please?” Bom memohon, mata membulat dan sesekali berkedip manja. Ia belajar dari Omma kalau sedang membujuk Bom yang susah diajak berdamai dulu.

Dan wajah itu benar-benar menuruni wajah Suri. Dari cara matanya melihat, membulat, memelas, bahkan cebikan bibirnya sangat Lee Suri. Biar pun semua orang mengatakan Bom lebih mirip dengannya, tapi mereka belum pernah melihat sisi paling manis Lee Suri dan sisi manis itu benar-benar diturunkan Suri pada Bom. Bersyukurlah Kyuhyun.

“Kita ke Cannes!” teriak Kyuhyun sambil melambaikan satu tangannya yang memegang tiket. “Bomie bilang, Bomie rindu rumah Omma di Cannes, bukan? Jadi hadiah ulang tahun Bomie yang keenam adalah ke Cannes, bagaimana? Seru?”

Mata gelap Bom terbelalak dengan bibir membentuk huruf ‘O’ saat melihat tiket yang tidak ia mengerti, tapi tiket itu sepertinya bisa membuat paman yang berjaga di depan pesawat membawanya terbang ke Cannes. Ke tempat di mana ia dan Omma dulu sering menghabiskan waktunya bersama. Ke tempat yang paling ingin Bom kunjungi setiap kali ia membuka mata. Ke tempat yang Bom harap tidak akan hilang seiring Omma pergi.

Saat Kyuhyun memarkir mobilnya, ia baru sadar bahwa mata Bom berlinang. Oh, tidak, tidak, jangan menangis! Kyuhyun berharap sepenuh hati begitu melepaskan sabuk pengaman Bom dan mengangkat anaknya ke dalam pelukannya sambil keluar dari mobil.

“Kenapa kau sedih?” tanya Kyuhyun sambil membenarkan letak rok berenda yang Bom kenakan hingga lututnya tertutupi. “Kau tidak senang?”

Kyuhyun menunggu lima detik dalam diam dan kemudian tiba-tiba saja Bom mengangkat kedua tangannya yang memegang tiket menuju Cannes. “Woo!” teriak Bom penuh semangat dan mengacung-acungkan tiketnya. “Kita ke tempat Omma, ‘kan?”

Wajah Kyuhyun berubah datar saat tahu ia tadi hanya ditipu Bom. Benar-benar, sejak kapan putrinya jadi pandai poker face? Jangan-jangan nanti besar dia ingin jadi pemain drama? Uh!

“Iya, kita ke tempat Omma.” Jawab Kyuhyun sambil menyangkutkan dua tas ransel ke punggungnya. Yang satu berwarna hitam milliknya dan satu lagi berwarna kuning dengan gambar bebek kecil di gantungannya, itu kepunyaan Bom.

Ia menurunkan Bom, memasukan tiketnya kembali ke dompet paspor dan menuntun Bom menuju terminal keberangkatan. Saking senangnya, Bom terus mengayunkan lengan Kyuhyun dan mengoceh tiada henti apa saja yang harus mereka lakukan nanti di Cannes.

“Pokoknya nanti Appa-nim harus bertemu dengan Uncle Jamie, jalan-jalan di pantai, makan es krim, naik ke puncak dan melihat laut dari atas, main ke akuarium besar, membuat tenda di pinggir pantai, dan naik sepeda!”

Oh, dia punya banyak kegiatan berkencan dengan putrinya dan sepertinya perjalanan seminggu mereka tidak akan bosan.

TBC

Ciye di lanjut setelah dua tahun! iya ini ada lanjutannya! hahaha

Dan harus diakui, ini masih tubercolosis alias TBC. Ditunggu ya, dua tahun lagi, mungkin? LOL

Oh, dan… anggap ini THR dari kami *Kyu-Ri maksudnya. Yang belum tahu, saya nulis di Wattpad juga, tapi isinya original fiction, dan kayanya ga akan publish Kyu-Ri di sana, karena rumah Kyu-Ri sudah di sini *puitis*. Nama akunnya Aqui_Lae.

365 thoughts on “[CBE] Spring in The Summer

  1. ah eonni sweet bgt
    keren feelnya dpt bgt aku jadi ikutan sedih
    bom ren ama kyuhyun tetap semangat yah
    siapa sih sebenernya summer lee itu ? ntr kembarannya lee suri lagi ? sudah punya suamikah ? apakah kyuhyun ntr sama dia ? aaaaa penasaran bgt eon
    nextnya ditunggu ya eon ^^

  2. Sumpah authornya jahat bgt, knp hrs bwt Bom sakit leukimia juga😦 yaa allah,,, aku ngebyangin itu jd pngen nangis😥 klw bisa jngan sampe sakit ahh

  3. Feelnya dapet banget. Nangis. Dibalik sikap cerianya Bom ternyata disisi lain dia punya zona “tersendiri” yg hanya ia dan Lee Suri yg tau. Sependapat dengan Kyuhyun, sebenernya apa aja yg Suri ajarkan kpd Bom selama ini? Dia begitu luar biasa. Paling nyesss itu pas Ebber bilang kalo eommanya nggak sayang lagi pada Bom, dan dengan segala kepolosannya Bom bertanya pada Kyuhyun. Sebagai anak berumur 6 tahun aku nggak nyangka pikirannya bisa sejauh itu ;;_;; dan… Kyuhyun ketemu Summer? Duhhh, nggak tau ya rasanya nggak rela kalo posisi Lee Suri terganti dengan wanita lain meskipun dg Summer /maafkan aku, sayang banget sama Lee Suri hahahah/ Ya tapi itu terserah Kyuhyun sih.

  4. Halooo saya reader baru, salam kenal
    ff Keren feelnya dapet bgt.
    Sedih sampe mewek saya ;(
    Moga cho bom ren gA punya penyAkit kya ibu na

  5. huhhhhh 😭😭😭 aku bacanya nangis ditahan tahan :””
    pendeskripsian cinta kyu-suri-bom. luar biasa ;’ aku kagum kak …. darimana kamu dpt dialog menyentuh macam di atas? ;”” aku kaguuuuum
    btw… aku ngerasa…. ff ini kok kyk belum di-edit ya kak? tadi sempat nemu kalimat yg kurang efektif :-: kalau typo sih… itu aku paham/plak…
    atau mungkin mataku yg ga cocok ya sampai kebacanya malah ga efektif u.u
    sudahlah. yg penting isinya ;–
    btw… itu pendapat ku kak… ga boleh tersinggung hahaha
    next partnya masih lama kah?

  6. he.. smpet terkoceh sma spoiler yg wktu itu soal tmen ranjang.. kira suri trnyata bomie … hahaha

    knpa 6 mei nya g d jbarin ? ato q nya yg g bca ? hehe

    anyway, leukimia bsa d obt i dgan cangkok sumsum tlang blkang bkan ???

    nice suri-ssi ^^ fighting..

  7. Ya.. Allah ini bkin nangis sumpah….
    Suka selalu sma ffmu eonni…
    Nggak ribet. Nggak berbelit-belit. Sesuai EYD. Dan nyaman saat dibaca.
    Tp, ada typo sdikit tdi.
    Kta ‘sayang’ eonni tulis 2 kali.
    Ya udah itu aja.. Smngat trus buat nulis yah!!

  8. Ya ampun baca ini pas bgt lebaran jd sedih luar biasa buat aku, jd kangen mamaku😥 aku bisa ngertiin gmn perasaan si bommie yg ditinggal ibu. Tp aku salut jg liat ketegaran seorang anak kecil kyk dia. Td nya aku kira bakal oneshoot tp ada msh ada lanjutannya sdkt penasaran nih endingnya kyk apa n jgn buat bommie sakit ya kasian dia nya. Btw saengil chukkae bommie kamu bnr2 jd anak solehah (?) nantinya. Terakhir minal aidzin wal faidzin utk suri-ssi author yg pagi ini sdkt menghibur aku gegara sedih gak bisa sholat ied. Oke sekian cuap2 dari aku.. thank you

  9. Okeeyy .. Ada 80 lembar dan belum di publish semuaa😀 tetap aku selalu tungguin itu suri-ssi🙂

    Seperti biasaa, aku selalu sukaa sama semua epep kamuu.. Sampai terharu bacanya, apalagi pas moment kyu dan bom mandang matahari tenggelam berduaa.. Hhhh

    Keep fighting yaa😉 (y)

  10. akkkkk, akhirnya muncul juga ~^O^~
    sempet ikut nangis pas bomie jg nangis ㅠ.ㅠ
    bomie ya, q mau kok jadi eomma barumu
    wkwkwkwk *Mian suri ya* ≧﹏≦
    ditunggu lanjutannya ya eon (*^﹏^*)

  11. jangankan Kyuhyun yg bahagia tingkat dewa kalo liat sgala tingkah Bom, eyke aja yg jadi tante jauuh nya ikut gemes, ikut seneng kalo liat tingkahnya, manisnya anak mba.Sur ini~
    dan tetiba pengen jenggut Ebber, tp dia hebat bisa bikin Bom nangis huft …
    tp khasnya ceritamu emang di longshootnya lho mba, aga ‘hmm’ kalo dicut gini, tapi tetap luar biasa ..feelnya selalu nyampe…
    o ya, selamaat lebaran ya cyn🙂

  12. Duhhh aku sedih bgt
    Ini muni susah berhenti nangis ya ampe mampet idung
    Ya ampuuunnnnn…
    D tgg next’a…

  13. saya nangis bacanya……terimakasih untuk THR ini mbak okky. Tolong jangan hilangkan Bom juga. kasihan tu anak kecil, berat banget hidupnya…..keep writing eonni.

  14. Maksud banget sih thor…
    Lgi asikk baca ehh ada penyakit TBC -_- …
    Tapiii cho bom ren aku mencintaimu :*

  15. Oooh si kecl bom akn skt sprti omma.a, kyu kau hrs banyak bersabar dan cpat mengatasinya.
    Kasihan si kecil

  16. Bener’ kali ini ff nya bikin nangisss apalagi pas liat eber sama bomie…. feelnya dpt bgt.
    Omo, 80% menderita leukimia? Andwaeee!! Jangan rusak kebahagian bomie bersama kyuuuㅠㅠ

  17. Sweet tp kog mengharu orange(?) gini..
    Duhhh bom jgn ikutan sakit kayag suri eomma dong..
    Kasian kyu appa..
    Dan sanggil chukahae bom~ie.. Hope you have a long life🙂

  18. ya ampunnn.. sumpah aqu baca air mata netes terus aph lagi yg pas Bom nangis .
    Kyu,, kau harus kuat walaupun Bom 80% akan memiliki penyakit leukimia seperti Suri.

  19. bagian paling ngakak waktu siwon nanya partner ranjang CKH hahaha.. bayangin wajah syok dia ketika lihat bom hahahaha..
    terus yg silly2 tu hahahaha.. bom kamu polos sekali nak.. pengen cubit2 pipinya
    bagaimana ada anak baru 6 tahun bsa setegar itu???? pas bagian ebber nanya ttg eommanya bom buat aku nangis!! kasian banget bom pdhl slama ini dia gak pernah nangis sehisteris itu…
    emangnya apa yg terjadi dengan 6 mei?? dan ada summer juga d 6 mei?? benar2 buat penasaran…
    dan please bom jangan ikut2an sakit… cukup lee suri yg terkena penyakit yg mematikan itu.. bsa2 hancur hidup CKH kalau bom juga kena leukimia

  20. Sumpahh.. Ini kereeennnn..
    Jdi penasaran konflik pas dlunya, kok bsa lee suri pisah sma kyuhyun gra” eomma kyu..

  21. Cho bom ren lucu skali, tp sdih y ngeliat dia g pny ibu, plus kyu hrs jd single parent, sedih eonn..
    Minal aidzin wal faidzin jg y eonn..

  22. Waaaah akhir’a ada kelanjutan’a uughh gak tau haruss seneng apa enggak ngeliat appanim sama bom lucu abis da satu sisi bom ternyata mempunyai penyakit yg sama kaya lee surii oh god kapan lanjutan’a ha gak sabar unn ini kyuhyun bakalan menderita disini karna semua yg jdi kelemahan kyuhyun pda bakalan sakit huhu pokok’a di tunggu kelanjutan’a unn semangat yaa

  23. meskipun author-nim bilang nggak usah bwa tissue tetep aja aku nyiapin tissue, terharu sama kepolosan bom ren, yang bikin aku mewek it bukan scenenya tp sifat bom nya
    seandainya punya anak cem bom ren

  24. Kak okky!!!! Baru baca bagian awal” aja udh kepngen ngoment ituuu pas part siwon ma kyu prnh dishare difb kan? Pas baca di fb aku kiraaa sii surii eh ternyata si bom XD…ahh kak okky sukses bkin akuuu nangiiss huaaaaa semoga bomie menjadi ank yg sehat aja .. hiks keren kak

  25. Sweet daddy. Aish hampir nangis pas bom nangis. Daan yakk bom kemungkinannnya besar banget, 80%? kyuhun ancur kaya bangunan di palestina kalo ada apa2 sama bom.
    kalo baca ff series ini pengen nangis mulu TT_TT kepolosannya juga bisa bikin aku cengar cengir😀

  26. TBC…..
    Tpi gpp, itung” THR d hari lebaran… Jdi pendek(?) It’s okay……hehe

    “Oh demi Hyukjae yang menari samba di perempatan
    Apgoojeong,….” Plis aku pengen liat klo bnran hyukjae nari samba….

    Tpi, syg gak ada lee suri di sni, yg ada cma summer…

  27. daebakkk,,,uhhmm mengharu biru baca cerita ini,,,huhuhuhu,,
    tanggal 6 mei?itu ada apa??kok ngga diceritain?ato gimana??hehe kepoo,,
    oke unnie okky,aku tunggu next story nya,,
    semangattt!!🙂

  28. Huwwa… T.T
    aku nangis pas bom sama kyu mengenang suri..,
    huhuhu
    ada typo sedikit,tp gak masalah..
    Next part cepat publish yaa~
    semangat!!
    Oh iya,minal aidzin wal faidzin.maaf kalo ada salah salah kata,ga selalu koment d setiap ffnya.,
    maaf yaa..🙂

  29. Jangan sampe bom kena leukimia ><
    Gak tegaaa hiksss
    Seandainya suri hidup lagi, jadi bisa kumpul bareng kyu sama bom *abaikan
    Kereeen , nangis bacanya

  30. Penyakit leukimia itu bisa disembuhin total ga eon? Semoga aja Bomie ga mengidap penyakit itu, aku tunggu CBE slanjutnya

    Selamat Hari Raya Idul Fitri ya eonie, mohon maaf lahir batin
    Maafin aku klo ada komenanku yg nyinggung eonie

    Keep Writing!!! ^^

  31. berderai airmata *lap ingus* bayangin gue di posisi bom. ahh terima kasih tuhan masih memberiku orang tua lengkap meskipun tiap hari ngga ada abisnya ngomelin gue -__- oke ini curcol

    hiyaaaa jangan biarkan bom mati dong eon😥 kasian appanim
    btw pas baca bagian ini “….. Bom mengampil garpunya dan
    menusuk daging yang paling besar di piringnya
    kemudian memasukannya ke dalam mulut
    bulat-bulat. Jadilah pipinya menggelembung
    besar saat Bom memakannya, bahkan sebagian
    daging keluar dari mulut Bom karena terlalu
    besar.” jadi inget aleyna pas di acara rainbow kids (?) yg makan daging ampe ngga muat ><

  32. KENAPA SIH FF INI SELALU BIKIN AKU NANGIS SETIAP BACANYA YA ALLAH BOM – REN ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

    Tolong jangan pisahkan bom dari kyu, bom ga boleh sakit akhh kasian dia 😭😭😭😭😭

  33. KENAPA SIH FF INI SELALU BIKIN AKU NANGIS SETIAP BACANYA YA ALLAH BOM – REN ㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

    Tolong jangan pisahkan bom dari kyu, bom ga boleh sakit akhh kasian dia 😭😭😭😭😭😭😭😭

  34. akhirnya publish. aku nunggu.
    80% leukimia nurun ke bom. tapi masi ada 20%. masi ada kemungkinan kn? kyuhyun bs jd orang gila klo bom jg kena leukimia.

  35. huanjeeeerrr, aku selalu butuh tissue buat cherry blossom end ini kaak, ciyusan, ini mewek bacanya, mengharukan banget T.T
    “Ia tidak pernah mendapatkan keduanya secara bersamaan.” ngek, ini beneren nyeesss sedih nya berasa sampai ke tulang T.T kasian banget hidup dua orang itu, dooh suri suri ngapa pake meninggal segala, ini judulnya cherry blossom, identik banget sama musim semi, indah banget kan tu, lah ini malah sedih sedihan, sepertinya kamu harus menghapus kata kata end di akhir judul ff ini kak biar semua kesedihan ini juga segera berakhir. Huwaaaa T.T
    sekian deeeh huhuhuuuu sedih nya masih berasaaaa T.T

    Kak Okky Daebakk!!!
    Keep writing🙂

  36. setuju bgt ma kyu, klo q punya ank kyak bom bkl protectif bgt deh cz ga mau org lain menikmati tgkh nya yg lgkh hihihi

    smga kyu cpet ngambil tindakan supaya bom tdk mengalami hal sprti suru terutama ttg pnyakitnya…
    smga jg next crtanya yg dibagi tu cpt publish hehehe

    minal aidin wal fa idzin eonni…

  37. Oh Siwon bagaimana bentuk wajahnya setelah tau wanita yg di bicarakan kyuhyun adalah gadis kecil yang lucu?
    Bom tegar banget..
    Kalo baca tema family gini pasti otak aku langsung berkelana, di banding suami nanti bakal jungkir balik demi anak deh..dunia pun akan di beli kalo bisa/pllaaakkkkk

    80% kemungkinan ya..?
    Jangan..jangan..jangan sakit..
    Kalo di buat sakit pake pengobatan terapi gen ya Ky, hihihi..

    Selamat hari raya idul fitri juga, mohon maaf lahir-batin..
    Maaf juga bbrp hari yg lalu ikutan nagih FF ini😦

  38. Bomie nya kasihan😦 semoga nasib Bom tidak seperti Suri. Kalau Bom meninggal, Appa-nin nanti galau terus :p hahaha
    Agak ngeri juga ya soal posesifnya Kyu sama Bom. Semoga juga Kyu cepet dapet pendamping penerus Suri biar Bom remaja bebes wkwkwkw. Ohya, masih penasaran sama Arnett Omma nih Eon. Tak sabar baja kelanjutannya.😀

  39. “Sebagai pria dewasa berumur dua puluh delapan tahun yang mempunyai pekerjaan mapan, penghasilan lebih dari cukup, kesempurnaan fisik yang sedikit di atas rata-rata, tubuh proporsional dan kepribadian yang misterius” – betapa kyuhyun orang yang paling sempurna. Aku jatuh cinta lagi sama mas yuyun. Bom jangan sakit. ;(

  40. pasti nangis kalau baca cherry blossom and sequelnya
    Bomie…jgn sakit kanker
    kshan appa-nim,nanti Appa-nim sedih

  41. wowww bngett kaya sepasang kekasih wkwkwkwj kyuhyun awl ny udh takut klo putri ny knp* udh curigaa sich apaa ad sesuatu dan taraaaaaaaa leukimia gilaa dech klo Boom ampe kena itu gk kegayang , itu udh sakit gk nyman bnget dan kyu gmna hncur ny

  42. paling suka moment ayah anak ini pasti seru menggemaskan aaaah bom dgn tingkah polosnya yg bikin orang gemes ga ngangka gitu sih bom udah bisa ngerti gimana sikap dewasa di usianya yg masih kecil gatau apa2 8(( Nah loh bom bakal nurunin leukimianya suri?? duh jangan dong ntar ceritanya tamat ;-;

  43. Aaaaa kakak…
    Feel-nya dpat bgt..
    Aku jdi ikutan nangis😥
    Rasanya sakit bgt…
    Bom ngidap leukemia jga? Astaga kasian Kyuhyun nya…😦

  44. eonni ini perlu tissu😦
    sesuatu itu akan terlihat berharga saat kita sudah kehilangan dan tidak memilikinya lagi. Mungkin itu penyesalan kyuhyun ke suri, tapi eonni jangan bomie juga

  45. Bom kenapa lucu banget sih, aku bacanya kadang senyum, ketawa ngakak dan sedih :”) feel ffmu emang selalu dapet deh eon!! :3
    Ikutan sedih waktu bom atau kyuhyun inget lee suri, gak kebayang anak sekecil bom harus ngerasain ditinggal mamanya :”
    Dan happy birthday baby baby bom imut imut u,u makin gemesin aja deh ih :3
    Bagian mau tbcnya bikin nyess eon, jangan sampe bom nurunin penyakit leukimia itu, tidaaaaaak!!😦😦
    Over all the best on!!!! Fighting untuk ff lainnya eon. Aku akan selalu menunggu karyamu eaaaaa u,u
    Oya selamat hari raya idul fitri eonni lee suri :3

  46. ikut nangis bareng bom, sedih nyentuh banget. Akhirnya meskipun tampilan di hp nya agak berantakan tidak mengurangi apapun, dan setelah beberapa kali di reload kolom komentarnya muncul. Ini lebih memuaskan dari pada THR 10rb :v

  47. akhirnya kangen gue ma bomie terselamatkan….
    Yang sampe 80 lbar tuch g’ apa klo d publish sekalian,gue g bkal blang pnjang bngt mlah pngen’y truz mpe end….
    Jehe pngen’y sich gtu…wkwkwkwkwk
    thor daebak lah…fighting aja lah….di tunggu sequel’y….

  48. sediiiiiiiiiiih….
    pas mereka mengenang suri, bgmn pesan suri ke bom,,
    apalagi pas eber blng suri ga sayang sama bom dan akhirnya bom nangis,,
    diriku turut menitikan air mata..
    untung kyu bisa buat bom tenang,
    dan moga” bom jauh dr penyakit suri,,
    ga sabar lanjutannya…
    panjang juga gpp…
    suka sama crta yg tokohnya anak keciiiil…🙂

  49. kadang suka sebel juga sama yoojin -_- selalu ngungkit masa lalu..
    bommie kemungkinan sakit kayak suri.. masyaallah gk tega anak seunik itu kena penyakit leukimia😦 kyu yg lebih kasian.
    ayoo dong authornim buat summer lee jdi real eomma nya bommie.
    oh yaa minal aidzin wal faidzin😀

  50. Nangis bombay …
    Duh itu eber oppa minta dicekek. Untung masih kecil.
    Di enam mei ada apa memangnya ??
    Jadi okky mau ditanyain apa ?? Hahahahahaha
    Duh ~ saya sih berharap bom kena leukimia dan bergabung dengan suri
    Soalnya kesian sama bom yang mikirin omma melulu hahahaha *ketawasetan
    Tapi mau endingnya gimana juga terserah okky lah … Saya ngikut aja😀
    Dan kayanya ga sreg gitu, kalau summer lee ngegantiin posisi kyu ? Dan masih belum jelas lagi summer punya suami atau ngga kan ?
    Nah maka dari itu kyu tidak memiliki pendamping dan kyu tidak akan selamanya jadi single parents kan ga mungkin. Jadi … Bawalah bom bertemu ommanya *huahahaha *ngotot
    Udah nanggung genrenya sad sad nyayat hati, duh*
    Apalagi yang kalimat bom bilang kalau dia ga dikasih kesempatan untuk punya omma dan appa diwaktu yang sama.
    Bom sini aku cium kamu !! Duh ga tega sumpah liat bom gitu!!
    Ditunggu kelanjutannya ya okky🙂

  51. nangis loh beneran,tiap mereka bahas suri,pasti aku nangis.
    kerasa bnget gmana kangen nya mereka ke suri.Ini keren sumpah.
    Ga masalah kalo harus baca berjam-jam kalo cerita nya sekeren ini. Mau seharian juga dijabanin,dari pada harus penasaran sama ceritanya.
    Berarti udh di ketik kan?tinggal publish? jgn lama2 yah thor,peasaran bngetttt.

  52. huaaa.. mau mid nite pun aku disuguhi cerita romantis antara ayah dan anak… huaaa nangis sesek di bagian menjelang akhir ituu😥
    but overall bagus ka okky…
    fighting ya buat lanjutin ff CBE ini🙂

  53. Woah woah as always; nangis pas baca kalo bom harus hidup bahagia sama appa-nim dan suri selalu awasi mereka huhu ah kasian kalo beneran nurun leukimia-nya ke bomie dan nasibnya harus sama kayak suri huhu salut sama sikap tegar dan dewasanya bom yeay!!♡

  54. Oky,aq mohon maaf lahir dan batin ya Ky🙂 .. Akhrnyaa kembali lg dgn CBE,trnyata ini lanjtn dr teaser yg kmrin itu. Tetep sukses bt aq mewek, dan itu yg bag terakhrnyaa soal 80% Bom bsa kena Leukimia,gag relaaaaa

  55. akhirnyaaaa keluar juga
    tersentuh bgt sama alur nya, tapi kenapa bom 80% akan leukimia:( kyu gimana?
    tapi suka bgt sweet moment kyu sama bom hihihihihi.
    semanw ya eon nulis nya, di tunggu kelanjutan nya^^

  56. mateeeeee….kesel kesel bikin nangis mulu tiap baca cbe dan sequel sequel nya T.T
    dan apa itu kata 2 demi hyukjae yang menari samba di permpatan apgeujong??bikin ngakak diteengah tengah khayalan keromantisan kyuhyun bommie..

    ini apa kata2 sebelum tbc nya???? ya tuhan bommie kamu jangan pergi ikut suri eomma..kasian appa nim mu nak T.T

  57. tulisan yg terakhir ko nusuk bgt itu😦 huhu sedih kalo bom punya penyakit yg sama kaya suri .. tapi bom anak yg cerdas , pintar , kuat semoga aja masih bisa jadi bom yg seperti skrng polos , lugu , ngegemesin…
    Semangat Bom^^ dan eonni hehe🙂

  58. ya allah semoga bom gak tertular leukimia, dan kalopun tertular moga dia sembuh.. bgus bgt FF nya aku sampe nangis :’) .. gak sbar nunggu part selanjutnya ><

  59. joha…. neomu joha…

    selalu suka sama sifat ke-bapakan Kyuhyun di sini.

    dan itu kenapa perasaan ku bilang klo ni cerita bakal sad ending ya…

    ah, terlepas dari cerita yg smakin menjurus ke nyesek (?) aku tetap suka banget sama keluarga kecil ini….

    di tunggu sangat kelanjutan nya

    oh ya mohon maaf lahir batin juga ya

  60. Gue bingung mau ngomen apa, yang penting gue nangis waktu baca😥

    terus waktu dialog kyuwon, itu kayak yang ada di fp kan? Gue kira itu ngegambarin suri, ternyata si bommie :3

    nextnya yang cepet ya eonn😀

  61. Setiap baca ff ini pasti nangis kisah cho bom ren dan appa nim selalu mengharu biru😉 and I love it🙂 sedih banget kalau iya bom menderita leukimia juga andwe andwe ! Kasian kyuhyun kalau harus di tinggalkan anaknya juga jangan Please. …….

  62. Huaa eonni akhirnya pblish ff lagi hehe, crtnya mkin seru😀
    smga bom g kna pnykit itu ;(
    next story dtnggu sgra ya eonni
    aku jga pngen ucpin mnal aidzin walfaidzin🙂

  63. finally update.an bomie . .
    uyeeeeee

    hmmm, gmn yaa??
    pertama sih seneng bgt bgt akhirnya bomie uda terbuka bgt sama kyu, trs kyu bener2 ngerasa seluruh hidup.a buat bomie.
    tp diakhir.a itu lho beb, gga nahan bgt pengen nangis egen . .

    trs penasaran sama reaksi tmn2.a kyu saat summer dtg k ultah. bomie, secara selain keluarga kyu gga ada yg tau lagi tampang dan kesamaan antara suri dan summer . .

    okelah ditunggu lanjutan.a lg

    no more tears please . .

  64. Untungnya aku baca pas udh sampe rumah dan semua org lagi sibuk dengan dunianya masing masing jadinya gak ada yang lihat aku nangis garagara baca ff ini :”)
    Aku mulai nangis pas di scene yg eber sama bom di halaman. Itu nyelekit banget scenenya huhuhu. Terus yang pas kyuhyun nenangin bom di kamar, aduh itu aku nangis lagi grgr percakapannya terlalu ngena banget.
    Aku udh nebak pasti yoojin bakal ngomel banget tuh ke eber grgr omongannya haha.
    Duh itu satu kalimat sebelum tulisan tbc ngeselin banget ya. Tapi emang bener sih besar kemungkinannya bom bakal kena leukemia. Kalo emang betul bom kena leukemia, kasihan lah si kyuhyun.
    Oh iya Taqqaballahu Minna Waminkum. Minal aidin wal faidzin ya kakak! Semoga lanjutan ff ini di publish asap dan semoga sebelum tanggal 6 agustus juga haha xD

  65. mohon maaf lahir batin yaa kak hehe
    sedih banget gilaaak baca ini haaa plis plis bom jangan sampe deh ngidap penyakit leukimia entar yang ada cho frustasi trus mati gara2 sedih haaaaa T.T
    paling suka banget kalo udah baca ff yang ini gak tau deh kenapa tapi keknya kyu itu keren aja begitukan jadi ayah aaaaaa apalagi interaksi dia sama bom itu so sweet banget wkwkw kelihatan banget kyu itu kek lagi jatuh cinta banget sama bomie hihi
    huh my bomie walaupun dia masih kecil tapi dia udah bisa berpikir dewasa tapi bisa banget kelihatan anak kecilnya wkwk emang kan dia masih kecil / plak/
    iyaa nih aku penasaran si suri ngajarin bom itu kek apa sih sampe bisa banget dia begitu. pokoknya baca ff ini aku sampe bisa ngebayangin wajah mereka masing2 apalgi kalo kyu lg ngobrol sama bom.plis banget mereka harus happy ending jangan ada sedih2nya lagi
    btw suka sama posternya ihh bomie ngegemesin banget lucu >.<

  66. ini lebarankamn tp knp aku mlh nanggis n mata mpe merah bgt.. gmn aku keluar nemuin tmn coba,,klo ditanya tmn np bengkak nanggiskah np,, ga diapelin cwonya or krn cwonya ga ngajak maen..?? terus aku kudu jwb apa.. ms hrs jwb bc ff diblog ini,,gengsi tha.. hahhhahahaaa..

    manis bgt tp sedihnya lebih bgt.. hehehheheee..
    suka,,tp bagian akhirnya bikin mikir bgt jgn mpe ky ibunya..
    amin..

  67. bagus banget author-nim ak terharu bacanyaa :’) . coba aja lee surii masih hidup, bomie ga sedih lagi..
    se

  68. sedih banget ngeliat mereka, terharu.
    eonni bom ren kena leukimia juga? jangaaaan kasian kyu😥
    cepet part selanjutnya ya eon
    sukaaaaaa banget sama semua cerita

  69. Sedih bgd wkt bom nangos krna kata2 eber,msh terlalu kecil buat bom mengerti knp suri hrus prgi T.T
    Bnr kta yoojin,kemungkinan bom kena penyakit itu ckup bsr.
    Semoga bom ga kena penyakot itu.
    Kasian kyu klo hrus ditinggal suri N bom jg..

  70. Keren…..menyentuh dan penuh makna……..sebenarnya gak rela jika surii tidak ada diantara mereka, tapi lebih gak rela lagi jika Summer hadir menggantikan surii……meskipun dengan wajah Ɣƍ mirip……no no no……cukup surii ada dalam malam2 mereka saja….(⌣́﹏⌣̀)
    Kejutan Ɣƍ menakutkan Cho Bom Ren kemungkinan tertular Leukimia dr surii?? Sumpah demi nemo cakepQ jangan buat Kyu kehilangan kedua hati’nya….belahan hati Kyu sudah hilang satu…jgan renggut lagi Ɣƍ satunya….( ⌣̩_⌣)

    Dan demi Hyuk Ɣƍ mengajariQ jd Yadong……hahaaaaa Plis deeehh aQ slalu jd org terakhir Ɣƍ tau tiap ada FF’mu Ɣƍ baru publish -_-” bener2 deh……..dan utk note’mu Ɣƍ terakhir aQ gak prnah memburu’mu utk sgera publish FF baru……..Kkkkkkkkkkk~ aQ hanya ingin kau membuat Novel…..hahaaaaa itu aja…dan aQ harap aQ jd pelanggan tetap Novel2 Ɣƍ nantinya kau buat…Amin Amin Amin Ya Robb selamat Hari Raya Idul Fitri….mohon maaf Lahir dan…………

    BatinQ lagi sama Kyu……jd mohon maafnya Lahir aja ne Kkkkkkkkkkk~
    #just_Kidding

    #bow Gomawo Lee Surii….sudah jd sesuatu dalam hidupQ…..(っ˘з(˘⌣˘ ) Love You…..

    Maaf kl kepanjangan komentar ƗƚǟƗƚǟ‎​​​‎​ƗƚǟƗƚǟ‎​​​‎​Ɨƚǟǟ‎​​​‎​ƗƚǟƗƚǟ‎​​​‎​

  71. aku itu bingung mau bilang apa buat ff kakak, tapi untuk sekarang ini ff kakak emang selalu aku tunggu dan termasuk list fav. semoga gk skrng aja, kedpnnya ff kakak makin bagus. dan aku menunggu buku a/n okky arista dinda di gramedia ((:

  72. Aku suka banget kalo baca cerita ff tentang orang tua dan anak, kyk kyu ama bom ini. Dan aku rela buat baca berjam-jam kok thor. Hehe. Thanks for the ff yah author-nim. Selamat Idul Fitri ^^

  73. boomie gws yaa. Sini kakak siap ko sumbangin sumsum tulang belakang buat boomie.
    Teori hybrid ya mba okky haha.
    Tapi kemungkinan juga penyakit itu ngga sepenuhnya nurun keanak pertama, biasanya itu terjadi jika ada kesamaan gen DNA yg mendominasi pada penderita. Pengennya sih boomie lebih ke ibuknya kyuhyun aja. Bukan di ibu
    nya
    suri.
    Keep write ya mba. Alwys support u. See u next strory.

  74. hai author yang kece…aku baca ff ini sambil dengerin lagu sedih..makin tambah mewek…tp aku salat sama author yang memilih untuk membuat ff yg berbeda dari yg lain…dan jujur gegar bca ff ini q jadi suka ff yg genrenya family kya gini..
    pokoknya salut deh…semangat buat authornya^^

  75. bingung mw comen ap kak..
    yg pasti feelnya dpt bgt & ak nangis pas bacanya. bom mungkin kena leukimia?
    omg..:'(

  76. hwee,,waktu ada choi siwon ny inget teaser yg ad dfp..wkwkkwk,,,rupa2ny yg dteng bom ren, dikirain suri mah waktu ituu,,,,
    bomie ulyah kok aku nya gak diundaang,,tapi penasaran sama kado yang dikasih sama appanim,,
    ngomong2 eon, kyuhyun mabuk tgal 6 mei? waktu sama summer?? wah2 kok kgak tau yaah,, apa summerny udah tau klo dia itu mirip sma bom ren eomma???misteri niih,,,
    bom ren sakit?? ya ampuuun,,,moga2 dia ngikut darah kyuhyun yg sehat2 ajaaah,,,,,,

  77. msh ada 20% lah kmungkinan si bom sehat2 aja hihi. Mudah2an hepi ending.
    Sy percaya smua akan indah&sedih pd wkt nya hahahaa😀

  78. setiap baca ff ini baca terharu dan ngeluarin air mata😥 bener2 hubungan ayah dan anak yg mengagumkan.
    itu kemungkinan 80% leukimia ??!! masih kmungkinan ya eonni:'( jangan sampe bomie kena penyakit itu😥 ksian kyu masa sudah d tinggal lee suri mw d tnggl bomie lagi. gak kuat saya eon ntar bacanya😥
    makasih eonni sudah mau publish ini ff. ff ini memang yg paling d tunggu dari berbulan bulan yang lalu..fighting for the next authornim🙂

  79. Yahhhh ampun baru bsa baca ini ff..omfg jangan smpe bomie kena kanker jga kan kasian kyu😥 ini sedih bgt pas eber bilang suri g sayang lgi,pengin nangis😦

  80. daebaaaakkkk eon.,
    cho bom ren emang anak luar biasa.,
    aku suka.,
    kyuhyun biar ama bom aja klie ya ketimbang sma arnet eomma.,

  81. I wonder if i was at bom position
    gak tau mesti mulai dari mana karena ini luar biasa
    aku selalu terbawa perumpamaan sewaktu baca karya unni, aku selalu merasa tertohok dan sadar akan suatu hal
    ‘hidup tidak seindah yg dibayangkan semua itu tergantung cara mensyukurinya’ kyu berada di tingkat tsb.
    Mensyukuri keberadaan bom tanpa suri itu hal yg sulit
    dr semua karya unni kebanyakan meninggalkan pelajaran untuk hidup, dan aku mendapatkanya
    terimakasih unni
    terus berkarya^^

  82. ah sumpah dari cerita yang gue baca sebelumnya ini pertama kalinya kayanya bom nangis sampe segitunya;; kyuhyun pengertian banget yatuhan;;”
    ih gapapa sih ka gue suka malah kalo panjang-panjang hahaa..
    semoga aja bom gak keturunan leukimianya suri yaampun;;” walaupun kemungkinan gak keturunannya cuma 20% seenggaknya masih ada kemungkinan dia gak kena leukimia kan;;”’
    keep write ka:’)

  83. Akhirnya komen juga setelah sekian lama sering gentayangan disini dan baca semua ff tanpa kasih salam dan ketok pintu (?) … maaf *bow* -_-
    Selalu puas (?) banget sama hasil ff author.. jadi bingung mau komen apa.. hehehe…
    Betewe ff CBE ini di post tanggal 28 juli dan aku ultah di tanggal itu.. berasa dpt kado.. lol.. *aku mulai berlebihan*.. xixixixi~~

  84. taqobbal ya kariim okky..

    bom dewasa banget disini ah jadi mau punya anak kaya dia. kasian kalo beneran dia punya penyakit kaya suri juga. kejamnya dirimu okky
    summer lee gak bakalan dipasangin sama cho kyuhyun kah?

    btw kangen tulisan tulisanmu ^^ setiap ngecekin blog belom ada yg baru, tp apa boleh buat dirimu kan bukan berkecimpung didunia ini aja… next part ditunggu sangat

  85. halooo…aku reader baru….salam kenal..
    aku jatuh cinta bgtz ma cerita kmu yg cbe ini…entah knpa aku tuch sllu ngrasa kagum sma terharu klu bca crta tntg seorang ayah yang ngasuh ankny….
    aku ska bgtz ma kyuhyun and bomie..suka interaksi mrka…
    jgn bikin bomie sakit dongg…huhu kasihan kyunyaa…
    dan bca crta kmu yg cbe mau brpkalipun tetap ngeluarin air mta…
    pkkny top bgtz dahhhh….
    pendeskripsian kmu jga bgz…jd lgsg gmpg msk kedlm crtanya…

  86. sudah lama gak buka ni wordpress..
    q suka bagian :
    Cucu kesayangan? Dahulu, jika Kyuhyun mau mengungkitnya, Ibunya adalah salah satu orang yang mengingkan Bom tidak pernah hadir di dunia. Orang yang bertanggungjawab atas ketidaktahuan Kyuhyun selama enam tahun dan salah satu orang yang pantas di salahkan atas kepergian Suri.
    nyesek juga, keinget pengalaman sendiri hampir sama kayak boomie gak dipeduliin & dianggap cucu”

  87. kasihan kyu kasihan bom, kenapa harus menular penyakitnya. aku bener2 nangis pas baca bagia eber ngasih bunga ke bom😥 aku suka aku suka😀

  88. I love bomie..
    Aku sll tensentuh di stp kata2 dlm ff ini
    ini ff terhebat yg pernah sy bca
    ditunggu kelanjutannya ^^

  89. Bom jangan sakit please…. Anak selucu dan sepolos itu punya penyakit mematikan? Ya ampuunnn kejam:( jangan buat bom sakit ya thor…. Hehe^^

  90. yak napa nyesek ya?
    Heol, tumben banyak pakai bahasa koreanya😀
    Hahaha bagus suerrr, tapi nyesek2 bawang gitu.. U.u
    Next chapt aku tunggu sangat

  91. yesss…
    bomie is back
    bomie come back homeee~~~
    duh betapa rindunya sama si kecil ini
    harus mulai darimana ini komennya
    okeh yg pertama hal yg paling ga mengenakkan itu ada dibagian akhir
    85% kemungkinan bs menurun
    semoga ga yaaa…
    yg kedua bagian yg lucu itu percakapan antara siwon sama kyuhyun, siwon udah mikir yg jauh2 eh yg dimaksud anak umur 5taun
    kocak banget pasti ekspresi siwon samcun
    next, summer omunim yg selalu jd cameo. kapan jd peran utamanya???
    keep writing yaaa…fighting

  92. bagin di paragraf terakhir saat obrolan kyu sama yojin.. pengen nangis bacanya.. di bagian itu kita bisa liat ayah yang ktakutan..pas bagian *kyu minta yojin buat ga ngomong penyakit leukimia hari itu.. *

  93. ffnya bagus eon.,
    tpi jgan bkin bom skit kshn kyu nya klo dtgal smwnya.,
    dn jgan smpe eomma arnet buat pgnti surii.,
    gag ikhlas.,
    hehehe:)

  94. taqobbalallahu minna wa minkum juga ka. selamat hari raya idul fitri. mohon maaf lahir dan batin🙂

    baca ff nya dr seneng, ketawa, gemes sampe sedih, duh si bommie bisa banget aduk aduk perasaan orang. hiks. semoga bom tetap sehat ya bom.

  95. Baca ini bikin terharu… sumpah ampe nangis ane bacany

    Semoga saja cho bom ren tidak menuruni penyalit yang .diderita suri. Membayangkanny saja sudah sedih.

    Kyuhyun sayang banget ma bomie. Appanim yang baik..

    Ditunggu next partny eon.

    Semangaaaaat!!!!!!

  96. terharu bacanya sampek mau nangis
    cho bom rem kau keren banget,, seneng aku
    semoga leukimianya gak ke bom ren aja

  97. ff macam apa ini keren banget subhanaAllah. tibatiba aku jd ikutan sedih sama pgn nangis pas baca😦 pas baca ff ini bener2 ngingetin aku sama betapa beruntungnya aku masih punya kedua orangtua😭 suka bgt sama ff ini hm suka sama authornya jg boleh ga?ahahaha
    kalo nanti kakak bikin novel bah pasti bovelnya jadi novel bestseller deh yakin bgt aku.
    keep writing

  98. Huaaaaaaaaa,,,,,,,, sedih banget,,,
    kesian Bom dia rindu sangat dengan ommanya,, sampai mau ikut ommanya.. T_T
    Apalagi pas mengetahui Bom bisa terkena Leukimia,, uaaaaaaa,, tambah sedih…
    Andwae Bom, Kajima jangan tinggalkan Appa-nim… T_T

  99. assalamualaikum.
    Ahh sial sekali udah keduluan sama 155 komen diatas + sidersnya
    Mungkin aku harus main lotre dan judi supaya kapan2 be the first.
    Seperti biasa, tulisanmu oky ka sukses membuatku berduka cita. Semangat eon
    Semoga ini blog bertahan ampe aku sama si kyuhyun jadi nenek kakek ya, amin.

  100. Kyuhyun so sweetnya astaga..
    Jadi bom kena leukimia?
    Astagaa barusan bahagia langsung nyesss
    Keren banget eoniii yaampunn fellnya dapet bangett

  101. huweee bom jadi ank tegar banget ya, anak biasa mah udah nagis kejer mungkin ..please dah jgn kasih tuh penyakit ke bom kan kasian ntar dia, nyesek dah ampe terharu ane😀

  102. Aku tebak,,,
    pasti ada sesuatu di diri summer lee,
    cmn namanya yg d ubah ke english kan,
    kalo bukan buat apa ada kemunculan summer lee d ff ini stlh lee suri dnyatakan wafat walaupun kemunculannya hanya sekali2.
    Dan lagi suri tdk prnh trlihat brsama dng pria lain,
    wajah jg mirip,
    hhmmm ini ada apa-apa nya, ayou author-nim ngaku aja, aku dah tau rahasiamu.

  103. Yaaah, yaaah, apaan itu ky? Udah snng2 baca yg dr atas, mendekati tbc malah harus gitu..😥
    Omoooo, andwae!! Jangan smpeee, kasian bomie😦

  104. eonnie terimakasih untuk kado lebarannya…yeyeye cho bom-ren publish lagi…senangnyaaa. ceritanya bagus banget eon♥♥♥♥ sukaaaa sekalii

  105. Akhirnya beneran ada lanjutannya !! Yeay ^^)/ Kenapa Bomren dewasa banget sih kata2nya , kalah jauh sama aku yang udah gede tapi gk punya pemikiran sedewasa Bom /.\ Dan kenapa di sini Kyuhyun tambah so sweet >< Yah.. thor konfliknya bom nya jangan sakit dong, kan kasihan ..semoga aja bom gk punya penyakit seperti itu ^^ Ditunggu lanjutannya tor ..😉 Minal aidzin juga ya thor😀

  106. Wah menyedihkan sekali nasib Kyu di ff ini,, selain ditinggal sm Suri sekarang anaknya Bom kemungkinan menderita penyakit yg sama kaya Suri,,
    Bisa ga Kyu cepet move on dari Suri dan bisa menyempurnakan keluarganya biar Bom bisa jg ngerasain punya ibu yg ngerawat dy lg..
    Aq rasa meskipun Bom berpikirnya udh dewasa banget,, tp dy jg perlu kasih sayang seorang ibu..

  107. aku nangis baca bom diejek ebber bilang ibunya gag sayang sama dia.
    ff nya ngena banget, dan udah cujup bikin nangis pagi2 begini, berharap bom gga kena leukimia.
    kalaupun kena, masih ada cangkok sumsum tulang belakang, kan ada sodara suri, berharap kalau biaa bantu bom.
    kasihan kyuhyun, udah ditinggal suri
    lalu bom mau ninggalin dia?

    aku juga pensaran apa aja yang dilakukan dan diajarkan suri ke bom.
    dan di sini aku ngerasain gmn kangennya bom sama ibunya, dan gmn cintanya kyuhyun sama suri dengan perlakuan dia ke bom,
    T.T
    kelanjutannya jangan bikin banjir air mata ya author.
    jangan bikin bom sedih lagi, kayak pas diejek ebber.
    author jjang!!!!

  108. gimana klo ternyata Bom pisitif leukimia?? Kyuhyun udah kehilangan Suri..apa dia juga harus kehilangan Bom?? padahal Bom udah bawa kebahagiaan buat Kyuhyun.
    gimana juga klo Kyuhyun jdian sma Summer? tpi Kyuhyun inget Summer karena dia mirip sama Suri. kasihan juga klo gitu Summer nya. di tunggu lanjutannya.. suka banget sma Kyuhyun Bomie moment.. haha beneran mereka mungkin kayak sepasang kekasih dripda ayah anak..😛

  109. annyeong aku reader baru disini..🙂
    pertama baca ni ff aku suka banget.. jalan ceritanya jelas dan gak ngebingungin, keren banget deh pokoknya..
    kagum banget ama sikap Bom yang dewasa bahkan diusia 5thn.. kerennnnn….

  110. Ayah dan anak yg sangat manis kkkk
    Asli ini fanfic klo diranking sama fanfic2 yg pernah aku baca,CBE menduduki peringkat satu!! #Ehh
    Karna asli ini keren banget loh,

  111. oh.. minal aodzin wal faidzin eon🙂
    yaampuun.. Bom gemesin.. ^_^ aku bacanya kaya orang gawaras, tiba2 ketawa ngakak tiba2 diem, sad.. haduuh diawal aku bisa cengar cengir gegara siwon yg aneh kkk habis itu mendung liatin tingkah Bom sama Kyu😦 ngakak lagi, diem lagi haduuuuhh emosi campur aduk >_< dan apa ituu.. Bom kemungkinan sakit? kenapa sekecil itu?? keturunan dari Suri? tapi semoga ga beneran.. kan masi kemungkinan😉
    eonnii.. buat aja happy ending😉 naah ituu kan ada summer lee, apakah dia janda? #plakk hehe nikahin aja sama kyu #nahloh daaan intinya aku harap jangan banjir air mata lagi seperti part2 sebelumnya CBE .. #berharap u.u fighting unn !!!

  112. mengharukan sekali…
    kasian sma bomie nya..
    kyuhyun cocok bgt jd apa yg baik secara udh ganteng naik pula.
    ga nyesel klo nunggu ff ini. krn kebales sma ceritanya yg keren.
    di tunggu ff selanjutnya y author…

  113. Hai kak ^^/
    Aku gatau kakak masih inget aku atau ngga, ini komentarku yg pertama, aku udah pernah baca fic kaka yg CV 1-7 waktu itu aku jd silent reader karena gatau cara komentar tanpa punya akun wp. /gaptek memang😦
    Maaf bgt, tp aku pernah kirim email waktu itu.
    Dan aku main kesini lagi setelah sekian lama.
    Ahhh aku suka sama cara2 kakak bikin karakter Bomie disini, menggemaskan tapi jg bikin kasian. Many thumbs dehh ^^
    Ga kebayang kalo bomie juga kena penyakit itu dan harus ngikutin suri, mungkin kyuhyun bisa gila dan bunuh diri (?) Ehh😀
    Eum. Aku emg ga pinter komentar kak, maaf kalo jadi nyampah, xD

  114. Sedih banget liat bom ren nangis. Padahalkan dia jarang banget nangisx. Bkin aku nangis juga deh. Next eonni

  115. Oh astaga eonni, ini belum selesai ya? Aku nangis terus baca ini. Saat Bom menanyakan ibunya, keinginan bersama Suri, demi Tuhan! Cho astaga

  116. yaa ampun baca cerita ini menguras air mata, ngebayangin perjuangan kyuhyun jdi ayah yg baikkk, sweett bngt !!!
    setujuu sama authornya laah jangan bikin kyuhyun sama summer lee, nnti lee surinya ngamukkk hahahaha
    feelnya dapet bngt, semangat untuk trus berkarya yah…
    semoga tulisanya membawa sukses….
    makasih….

  117. Hiks hiks ;( nangis baca ff ini eon,kasian Cho bom ren kemungkinan mengidap sakit leukimia,semoga aja tidak.
    Semoga ada keajaiban nantinya.
    Ditunggu kelanjutannya eonni
    #HWAITING

  118. Kangen bgd ma surri ssi, pngennya si kyu ma summer, kan pas itu piyama nya. Buat summer n arnet. Haha.
    Masalah sakitnya suri, jgn nurun ke bom. Kasian bom, n kyu jga. Mnurut q si summer ini janda ato si arnet bukan anak kandungnya. Fighting lanjutnya…

  119. ya ampun bomie..pemikiran mu
    gimana caranya suri didik si bomie??
    eonni, jgn bkin bomie sakit kyk lee suri T.T
    di tunggu next chapternya🙂
    ff CV dan the gentleman secret kapan dilanjut??

  120. aaah~ kyubom emg s sweet bgt!!.. ga kaa anak dan ayah.. aku suka sifat bom yg dewasa dn pengertian.. dn stlh baca chap ini kdang2 aku berpikir.. gmn y klu adik aku yg baru msuk SD sifat ny kaya bom.. *gubrak!! huaaaaa~ psti menyenangkan.. daebak!! ..

    eoni klu aku ga mslh mau 80 hal juga.. apa?? 2 jam blm selesai baca FF eon yg panjang?? .. ga juga.. buktinya aku udh selesai.. stengah jam-an..

    ok eoni fighting🙂 ..
    eeh~ suka foto eoni yg dshare d FB gegara eon kalah lol😀 .. share lg dong eon..

  121. Haduhhh, tiap baca cbe pasti mewek soalnya beneran kebawa feel cerita plus terharu sama bom :”
    Dan ceritanya itu kok aku ngerasa dr kisah nyata gitu yahh soalnya penceritaan plus perasaan dlm ceritanya itu dapet banget.
    Two thumbs up buat authornya😀

  122. Dari awal baca sampe akhir , air mata terus ngalir thor . Nyesek banget bacanya
    Kyu kasian banget yaa, aku kira dia punya anak tapi ada istri juga . Eehh ternyata eh ternyata, aku salah

  123. Aigoooo beneran ini nyesek bnget,.😥 kasihan cho bom ren eoh???
    tpi q bangga dengan sifatnya bom ren dia bsa dewasa,. :’) bner” lee suri klo mendidik anaknya luar biasa,. ^_^
    jangan smpe bom ren mngidap penyakit yg sma dengan suri thor jangan smpe,. kasihan bom ren,.😥😥 kasihan kyu juga,.😥😥😥

  124. author jahat, hri ini aq dibkin nangis, sedih mndngar bahwa suri trkena leukimia dan bom akn menurunkan pnyakit tsb, kalo bom sakit, gmn ma kyu, kyu cma pnya bom, jgn biarkan suri dan bom brsama, biar bom dan kyu aja yg brsama y thor, hikss huaaaaa…
    pnasaran dgn apa yg suri dan bom bicarakan,
    pokok@ ditnggu klanjutan@ y thor…

  125. Bom manis banget sich sampai2 Kyu Appa gemes banget sama dia krn ada diri Suri yg ia rindukan yg ada dlm diri Bom, kasihan Kyu oppa terpaksa hrs menerima kenyataan kalau Bom kemungkinan akan terkena Leukimia seperti Suri dan ia tdk siap jika hrs kehilangan lagi.. Smg Kyu oppa bs mencegahnya, ditunggu kelanjutannya chingu

  126. akkk…Cho Bom ren…dewasa sebelum waktunya..aku syuka …tapi aku ga suka kalau si cho sama si Summer Lee,walau Bommie ,asih butuh sosok Eomma…ga rela ga rela ga rela……

  127. aduuh ni ff bneran deh nyesek ..
    kata” nya bom itu loh ..
    oi trus masa bom mau di bikin sakit juga sih thor .. trus gmana sama kyuhyun masa harus di tinggalin lagi ..😥

  128. kalimat terakhir itu bikin nyesekk. ampun kasiani cho kyuhyun eon, ini balesan karena kelakuan kyuhyun dulu yah ?
    okeee feelnya kena bgt. pas ke hati. menghibur sekali terimakasih ^^

  129. Eonni.. mian baru komen.. saya langsung tancap gas baca CBE ni.. benaar2 mengharukan!!! Daebak eonni.. inspirasi darimana kah?? Daebak !!!! Gak tau mau bil apa.. eonni bikin saya nangis di sekolah.. padahal temen2 saya pada ngelucu. Lahh saya nangis gara2 baca ff ini.. teman2 saya jdi pada bingung.. mian.. malah curhat.. ff nya eonni daebaaaaaakkkk serius.. gomawo.🙂

  130. Laaaah aku baru baca setelah 4bulan!!!!!

    Selalu nangis tiap bom atw kyuhyun kangen sama suri..
    huaaaa sakit hati aku jadinya..sakiiiiiit
    *sakit banget disiniiiii*

  131. Udah baca ff ini berkali2 tetep aja sedih bacanya 😦 udh kangen bgt nih sama appanim sam bomie kapan ka lenjutan ffnya?

  132. Disaat bahagia ultah’a bomie malah hrus dikasih tau kenyataan yg belom jelas benr’a😢

    Nyess bnnget pas bomie nangis gituu😭

  133. Bom lucu bgt…ya ampun g kebayang deh kyuppa hidup berdua ma bocah 5th yg lucu kyk bom
    Ttp sedih baca ni ff, setiap ingat suri pasti deh sedih…baca ini bkin nangis ㅠㅠㅠㅠ tp q suka ceritanya😀
    Mdh2an bom g sakit kyk ibunya #pray

  134. Bomie masih kecil banyak banget cobaannya, jangan sampe bomie pergi ninggalin kyuhyun kaya suri. Amat sangat ditunggu loh thor next part nya dan harus happy ending yayaya

  135. jangan buat Bom-nya sakit dong.
    semoga Bom nya cepat sembuh, Kyu ny cepat ambil tindakan.

    hidup kyu benar.benar tragis.
    1. di tinggal surii g hamil tanpa di ketahui
    2. pas udah ketemu ehh surii ny meninggal
    3. dan sekarang Bo-nya sakit leukimia lagi.

    hadeuh, please thor buat kyu ny bahagia dong

  136. next part kapan nih onni? Aku udah bca 3x tetep mewek,bkin idung mampet juga. Ohh…
    Smg anak ku kyk bom ren hahaha
    maap jg yaa on aku jarang komen, mulai skrang tak usahain komen terus deh hehehe #dibunuhauthornyeee

  137. Acchhh…
    Sefih bnget,,,
    itu si Bom Tegar bnget…smga kyuh bisa mnjga Bom,,Jgn smpai Bom Sprti eommax…
    kcian Kyuh sndri lg……

  138. q menangis lagi karena ff mu thor i hate you but i love you, your imagination is the best lah pokoke,
    q harap kelanjutannya kaga lama

  139. aihhh… pengen ikut nangis bom wkt nangisi suri diultahnya..
    aigoo apa lg ini, cho bom-ren leukimia.. jangaaaaannn… kyuhyun udah mulai shock, ak aja yg bc jg ikut shock mlh hhhh..berpikir knp ni author lee suri buat hdp anak sm suaminya jatuh bangun begini…hhhhh piss eonni…
    baiklah ak hrs ambil tissue sblm air mataku mengalir spr sungai…
    next part ditunggu hihihi.. annyeong..

  140. Baca lagiiii …..
    Penasaran sama teaser di fb yg kyunya marah marah terus bom ngeliat dan jadi takut ke kyunya …
    Hmmmm
    Cepat publish eonniiieeeeeeeeee aku kangen bom ren !!!

  141. manis banget tingkah anak-ayah satu ini
    bersyukur bom punya ayah kayak kyuhyun
    kyuhyun juga perhatian banget sama anak nya
    jangan dong…. bom nya jangan kena penyakit turunan dari suri
    Uda cukup lah dia kayak gitu, jangan buat jadi sedih lagi eon :3

  142. bom pasti lucu banget yaaaa
    awalnya ngira kalo suri itu pergi kemana bukannya meninggal
    ini keren banget kaaaaak

  143. pertma bca trrsenyum..

    tp pas baca bagian ulta nangis.

    bom jngan skit ya appa nim mue bisa skaratklau qm skit

  144. Eon.. Penasaran sama lanjutannya..
    Eon, jangan bikin bom ren kaya suri please… Kasian banget eon..
    Next part.a eon

  145. Halo eon aku reader baru🙂
    seru bgt ceritanya sampe2 aku nangis😥 kenpa bomienya jd punya penyakit turunan dri eommanya😦
    ditunggu eon lanjutannya (y)🙂

  146. jgn sakit ya bommie sayang.. jgn nyusul omma. bommie harus sehat dan ceria selalu
    ntar klo aklo bommie ninggalin appa nim.. ntar appa nim sedih
    mrka berdua itu.. kyu n bommie.. hidupny saling bergantung satu sm lain ya

    pingin pny ank kyk bommie deh.. yg lucu, imut, ngegemesin dan pinter

    di tgg part selanjutny..
    terimakasih dan semangat selalu

  147. hai, aku readers baru. Pertama baca udah bikin penasaran, waktu baca ini ff entah kenapa ikut sedih juga, kadang nangis kadang ketawa kadang senyum” sendiri waktu baca ff ini. Salut sama Bom yang selalu tegar. Rasanya malu liat bom aja bisa seperti itu hahaha

  148. lgsg jd fansnya eonni wktu prtma bc ff dsni….
    kren bgt bhsanya,aku sk bgt bhsanya blum prnah nmuin pnulis yg gya bhsanya kyak eonni
    ide crtnya jg kreatif lain drpd yg lain klupun hmpir sma tpi krn gya bhsa eonni jd bda jg feelnya
    keep writing eonni,dtunggu karya” brikutnya….

  149. lgsg jd fansnya eonni wktu prtma bc ff dsni….
    kren bgt bhsanya,aku sk bgt bhsanya blum prnah nmuin pnulis yg gya bhsanya kyak eonni
    ide crtnya jg kreatif lain drpd yg lain klupun hmpir sma tpi krn gya bhsa eonni jd bda jg feelnya
    keren eonni….
    keep writing eonni,dtunggu karya” brikutnya….

  150. bomie skrg lgket bgt ya sm kyuhyun….
    kyuhyun jg ada aja cranya buat nenangin bomie
    bner” psagan ayah dan anak yg bkin iri….
    kren eonni ffnya
    keep writing

  151. Bom luar biasa dewasa untuk anak umur 5 tahun….
    leukimia turunan? Paling gak kyuhyun udah di ingatkan untuk antisipasi

  152. aku nangis eonni. kenapa takdir cho bom-ren begitu menyedihkan. dan akankah Summer menjadi ibu baru cho bom-ren, kalau aku sih nggak rela, pasti setiap anak ketika melihat ayahnya menikah lagi, kayak ada ketidak relaan meskipun itu sedikit. tapi ya bagaimana lagi

  153. annyeong aku reader baru.. kak ffnya kok bisa keren banget sih ?? ya ampun sumpah aku kebawa suasana sama ff ini.. ff ini bikin aku penasaran gimana kyuhyun sama bomie kedepannya.. kak ff.nya sukses buat aku ngeluari air mata.. sumpah aku terharu.. kak summer lee itu siapa ?? dia gantiin suri ?? dikit gak rela sih kalau summer lee gantiin suri.. keep wraiting kak.. semangat buat nulis ff.nya kak..

  154. Derai air mata terus menetes, mengakibatkan ember penuh dg air kepiluan#plakk.apaan lol
    Huwaa mewek aku… Sbnrny aku itu orang yg gak suka cerita yg sad, tp kadang nngeyel baca karena crtany bgus, spt punyanya kakak.
    Tp jd konflik batin antara baca lanjut atau back ;( kasihan kyu dan bom ren ;(

  155. hiks,,,,mewek gue bacanya… sedih banget baca ceritanya, feelnya itu kena banget… ampe banjir air mata#abaikan… good job buat authornya ampe bikien gue mewek gini..

  156. Gak tau ud brpa kli bca ff ini, tpi sllu berhsil ngurs air mta. Jgn smpai bomie skt kya eommanya, bsa hncur dunia kyuhyun, ud trpurk dtinggal suri, msa iyaaa hrus dtinggal bomie lgi? Dunia kyu berbh 180 derajt stlh ktmu sma bomie. Dtunggu next partnya eon

  157. kan baper abis baca ini..😦 jgn buat bomie sakit donk.. huhu. enggak sakit aja udh nangis. apalagi dibuat sakit. jangan! ayoo eonnie, publish next partnya yah.. ^^
    tp tp knp ini pikiran si summer lee itu kembar identik sama suri yah? *tolong abaikan coment ini*😀

  158. Akhirnya Bom menangis dengan mengeluarkan suara juga. Biarkan dia bersikap layaknya anak seusianya bukannya malah bersikap tegar dengan menahan tangisannya supaya orang lain tidak khawatir dengan dirinya
    Jangan bilang kalo nanti Bom juga mengidap penyakit yang sama seperti Suri,cukup sudah penderitaan yang dialami Bom dan jangan ditambah lagi dengan yang baru

  159. Setiap baca CBE serries perasaan selalu campur aduk kaya permen nanonano. Kadang seneng sampe senyum senyum gaje kadang juga sedih sampe sesek rasanya dada ini #plakk.
    Dan sumpah di part ini agak shock juga setelag tau fakta Bom juga bakalan mengidap leukimia. Asataga kayaknya nasibnya Bom ga pernah bahagia tetus ya. Udh Ommanya meninggal, ketemu Appanya setelah 5 tahun, dan sekarang kena leukimia 😭😢
    Btw, selalu suka sama CBE serries, ide cerita, diksi, alur, pas banget

  160. ya ampun thor bisa bgt si bkin cerita yg bkin org nangis……aku br bc ff dsini…gak ngerti gmana awal muasalnya ini cerita kyuhyun sama suri tapi sejak baca ini dr mulai si bom nyiram kembang sampe tbc ni air mata gak berhenti ngalir….wlpun br bca tp author kyu-ri ini pasti jd salah satu author fav aku…..btw salam kenal reader baru lucy imnida…izin ubek2 ff yg lain ya….

  161. Unniee….tanggung jawab ak jdi nangis hbs bca part ini😭😭😭
    Pas moment bom ama kyu ngabahas knpa suri pergi asli sedih bngttt….
    Unnnieee..knpa bom juga sakit?
    Trs spa yg nemenin kyu entar?
    Keep writting ya unn…

  162. ah senangnya liat bom dan kyuhyun,semoga bom tdk terkena penyakit tersebut,tp penyakit tersebut penyakit keturunan yak,huwa gak bisa membanyangkan deh

  163. aku udah baca nih ff berkali-kali, tapi tetep aja meweeek T_T

    Pokoknya Kyu nggak boleh sama Summer Lee. Cukup sama Suri aja. Jangan sampe Cho Bom Ren ikutan mati yaaaa. . Ntar Kyu sama siapa??
    #KaloSamaAkuNtarAkunyaDibunuhSamaSiLeeSuri Repot juga kan???

    Kyu sweeeet banget sama Bom, aku suka banget Kyu yang over protective sama Bom. Tingkah laku Bom yang polos sekaligus manja ke Kyu. Trus sikap Kyu yang selalu bisa mengintimidasi siapa aja yang ngeganggu Bom. Pengen deh punya ayah kayak karakter Kyu di ff ini.

    Aku dapet banget feel nya, selain karena kak Okky yang pinter banget mendiskripsikan perasaan dan situasinya dalam kalimat yang mudah dicerna, aku juga kehilangan ibuku saat umurku 7 tahun #Curcol -_-

    BTW, ini udah 3 tahun sejak ff ini di post kan, kapan kelanjutannya???

    #KeepWriting
    #Fighting
    :v :v :v ^^

  164. Kyuhyun bner” sosok ayah yg baik, suit bgt☺☺☺
    Plisss jgn buat bomie sakit kek suri, kesian bomi’a gag tega klo anak semanis itu hrs sakit😢

  165. ya tuhan ceritannya bikin nangis ,bikin senyum ,ketawa ,.keren thor feelnya dapat baget .bomi jangan sakit tar kyu gimana ? .lanjut thor tp jangan lama2 udah kepo ma ceritannya

  166. Mewekk…bner bner mewekk
    Kalau gini sellu berharap kyuhyun bertemu suri dan bom jauh lebih cepet. Atau kadang berharap suri gak meninggal..hikss

    Makin sedih, setelah tahu fakta kalau bom kemungkinan 80% bkalan kena leukimia. Gak kaget sih…tapi ttep aja sedih…huhu

  167. kok nyesek amat kak😥
    80% jadi kemungkinannya besar. udah ngarep bapak sama anak ini idup bahagia walaupun cuma berdua. lagi2 takdir yang bikin gini

  168. Baper,banget setiapbaca bait demi baitnya…
    Kacian kyuhyun ma bom…
    Anak kecil yg bgtu dewasa..
    Smga bom jg tdk sakit kayak lee suri….
    Hmm,,
    Apa nanti summer yg nkalan ngegantiin suri..??
    Ughh nungu cerita selanjutnya,,,,

  169. Ak-hir-nyaaaaa dilanjut…
    Dan please jangan 2 tahun lagi atuh. Gak kuat

    Dan itu cho bom ren astaga gemesin banget, bungkusin satu yang kek gitu, kalo bisa sepaket sama bapaknya hehehe

  170. ah, mereka manis sekali….bikin bapeeer…tp nyesek, bikin mewek…kyuhyun disini jd sosok ayah yg sangat mencintai anaknya..semua dilakukan hanya untuk Bom..ditunggu jalan2nya di Cannes nya…

  171. Q trharu bgt, akhry ni crta dilnjut jg hiks hiks hiks
    Bomieeeeeeeeeeee kmu buat q baper akut aplg klo bca nya smbil ngebayangin stiap ekspresi bomie rsanya gemesssss bgt ma ni ank hihihi
    Smg bomie g Warisin pnyakit suri y!! Hmmmm sblmy q pkir eber n eba tu lki2 tryta prempuan jg hahaha

    Thor, jgn 2thn lh y lnjutinnya tp 2hr ja wkwkwk

  172. akhirnya penantian sejak jaman SMA hingga kuliah tersampaikan juga :3

    bawaannya nyesek mulu tiap baca ff ini. manisnya banyak tapi mulai kembali ke masa lalu dan bom yg selalu tegar diungkit2 pengin nangis.
    ini aja udah nangis π_π
    bapernya ga ketulungan kak π_π

    kyuhyun jangan nikah lagi deh. jadi single parent aja. gapapa bom egois. kaya yg tadi bom bilang ke mantannya kyuhyun(tau dah namanya siapa. sebel soalnya. nama mantan ga usah diinget2. toh di surat2 penting kyuhyun ga bakal.tercantum kan :p )

    rasanya ga rela kalo kyuhyun nikah lagi hueee

    1. dan please kak jangan dilanjut 2 thn lagi π_π aku nunggu dari SMA. pas kuliah baru kakak post lanjutannya π_π

      kalo nunggu 2 thn lagi bisa2 aku udah nikah pula *abaikan(jodoh belum ada) atau mungkin kakak yg udah.nikah
      amsyong dehh π_π

      1. lama banget kak. sampe ga berasa kalo udah 2 thn :3

        i’m still single. belum ketemu jodoh atuhh ._. *abaikan

  173. eiyyy tdi kirain hp aku yg eror atau ka okky yg salah publish kkkk ternyata kelnjutannya disini tohh.. aku tau knpa di sambung ceritanya kkk biar readers gk pd bingung sama cerita yg 2 tahun lamanya terbengkalai kan hahaha..

    salutt kyu meluk & nganggep summer itu suri saking kacau nya.. dan aku penasaran gimana kejadiannya. kenapa gk dijabarin cobaa kan jarang ada kyumer (?) moment. dn mudah2an bom sehat jangan sampe kyk suri akhirnya😦 bisa mati stress si kyuhyun..

    terakhir.. aku kira seul mi bakal nyangkanya itu yoojin yg jadi ibu nya bom. ehh bukan ternyata..

  174. Ntahlah…….sedih iya, bahagia iya……duh okky….pintar bgt ya bikin org nangis disaat sedang berpuasa….semoga bomie sehat2 dan semoga suri bangkit dr kematiannya….sedih tauuukkk kl ngebayangin ada prmpuan lain yg jadi eomma bomie😱😨😨 tp kl perempuan itu aQ ya gpplah…..hahahaaaa mereka berdua tuh sprti drama ya…..saling menguatkan….keren bgt sih
    Dan doaQ pagi ini
    “Ya Allah beri aQ satu anak seperti Cho Bom Ren” aamiin heheeee

    Okky…..makasih ya…THRnya bikin mata sehat karena ngeluarin air terus 😂😂 ditunggu kelanjutannya….kalaupun CBE jadi novel pasti keren berlipat2

  175. Omaigattttt appanim, cho bomren….. Aku padamu!!!! haiizzzzz
    Hai kak okky maaf baru nyapa hehe sebenernya aku jadi kecanduan baca ff disini gara2 lbdsm yg kegirangan karena bisa mecahin semua clue pw dalam waktu 1 jam wkwk trus abis baca sampe end kok gak move on” jadilah terus cari ff apa aja yg ada di blog ini sampe aku puas bacanya xD
    FF KAK OKKY POKOKNYA PALING JJANG SEPANJANG MASA buat aku 👍👍👍👏👏👏👏👏👏💋💋💙❤😄😄

  176. aaa~ dilanjut juga akhirnya 😁
    tiap baca CBE serasa ikut didunia nya bom ren 😅 nyesek, seneng, kek orang gila 😅
    itu ituuuu~ plis bom ren nya jangan dibikin sakit, kasihan kyuhyun ntar 😂
    ahh kudu sabar nunggu kelanjutannya ini 😇😇

  177. ohh akhirnya di post jg kelanjutannya.. 2thn dibilang lama gk lama sih hhaaa dari awal baca lanjutan nya udh nangis sedih bngt sampe akhirpun bgtu dan bbrp part bikin senyum itu mengobati kesedihanku ttng bom. smga bom sehat ya… sayang bom #peluk

  178. Omg…
    Akhirx stlh 2 tahun..
    Nangis lagi deh bca ini mna d tengah siang bolong pas puasa lg..
    Penasaran sma summer knp bsa mirip sm suri yah?
    D tnggu THR dr kelanjutan ff ini… Hahahaaa

      1. Andwae… uri bomie ga boleh sakit? Apa kabar kite2 yang fans nya bomie klo bomie juga ikutan sakit?!😦
        Sehat terus yah bomie, biar bs selalu jagain appa-nim :’D

  179. pas baca awalnya kok masih yg dulu. apa di repost ya ? eh pas baca kebawah dilanjut deh heheheheh
    2 tahun lho! dan aku ga pernah lupa sama ceritanya bom ren ini. kurang sayang apa coba aku sama bomren hahahahha
    baca ini siang siang pas lagi puasa memang kurang pas karena bikin berurai air mata. kesian sama kyuhyun dan bom ren yg ditinggal suri huhuhu
    bakal kaya apa ya hubungan kyuhyun sama summer ?
    jadi inget di fb okky blg kalau bakal ada cerita yg ada arnettnya … tapi disini ga ada arnett huhuhu
    kalau menurut aku terlalu cepat buat kyuhyun punya istri-sekaligus ibu buat bom ren. hubungan kyuhyun sama bom ren aja masih 3bulanan, masih belum deket bgt. jadi mikirnya kalau kyuhyun udh punya calon kesian bom ren yg krisis percaya diri. tktnya dia terlupakan.
    bocoran nih … bom pasti ga menuruni penyakit surikan ? hhahahahaha i know that!
    semoga cepat cepat dilanjut ya huhuhu kalau harus nunggu 2 tahun keburu punya anak akunya gahahhaha
    aku sudah beli novel gentleman secret lhoooo ….. yuhuuuu

    1. Eh? Aku ga bilang ah, aku bilang Arnett nya nyusul dan bakal ada ff baru yg Bom muncul. Wah, halusinasi nih haha
      Oh, you shut up! Jangan spoiler dong. Haha
      Review dong di Goodreads.com biar keceh.

  180. aaaaaaaaaa… so sweet bgt.. gak sabar nunggu kencannya kyu n bomie.. >_<! bom jgn dibuat sakit donk eon.. biarkan mereka bahagia… dan itu summer lee jgn dibuat cameo yah, sayang cantik" jadi cameo,.. *digeplak*😀

  181. Akhirny dua tahun.. menanti… bom semoga gak apa apa.. penasaran dong pas kyuhyun datang ke rumah summer.. gimana kejadiannya.. *jangan dibiarin nunggu lama dong lanjutannya..*malem takbirab aja kayak yg dulu… Thr..

  182. Ngga setuju ya kalau ada orang ketiga diantara kyuhyun dan bom hahaha
    Sedih banget yaa kalau jadi bomie
    Part ini menguras emosi😦

  183. sumpaahhhhhh 2 tahun!!! cerita terkeren yang gue rela nunggu selama itu dengan ikhlas.. wkwkwk . thank you so much!! semoga bisa baca cerita anak bapak ini dalam jangka waktu yang sesingkat2nya ya kak.. hahahahhaha

  184. Yah ampn stlh nunggu lma dlnjut jga crta ini. Snng bgt crta bomie n kyuhyun, cra mrka berjuang stlh dtinggal org yg mrka cintai. Kyu yg berjuang untk mnjdi ayh yg baik bomie dan mengemblikn kpercyaanya bomie klo dy msh pnya app nim yg syng dgn bomie. Gak sbr nunggu part slnjutnya. Mdh2an gak hrus nunggu 2taun lgi

  185. Ya ampun mrka so sweet skli sbgai ayah dan anak apalgi bom itu lucu,pinter,mandiri dan aaaahhhh gak bisa di gmbarkan dgn kata” deh klau pnya adek kya gitu😊

  186. Sumpah ini feellnya dpt banget kaka, ceritanya kaya real. Qw jd pengen ngrasain rasanya jd ortu, tp nikah aja belom. Haha….
    Semoga cpt dilanjut

  187. semoga bm ren tidak mewarisi penyakitnya suri
    dan kalau kyuhyun mabuk. ..menyeramkan. …
    benar juga syh apa yang dia bilang
    masa’ 2hth lagi kak ff.nya d.lanjut

  188. Akhirnya CBE dilanjutin ><
    Bom jangan sakit dong ato kalo emang sakit buat dia sembuh kesian appanim ga tega juga sama bom msh kecil udah sakit
    Appanim jan dicariin istri dulu yak :') masih pengen liat momen bom sama appanim biar mereka menikmati berdua dulu baru beberapa bulan kan mereka barengan
    Ntar kalo bom udah punya pacar aja kyu nikah kkk biar ga kesepian gitu *berharap sama summer
    Next jan lama lama ya kak ditunggu
    Keep writting^^

  189. Apa2an ni??sy tdk bs TDK menangis eon… Kyu hot Daddy bgt dsini.. 2 th ya? Trnyta Sdh selama itu.. Kkikkii.. Tp ga untung ga lp crtanya jd nyambung.. Eon, pengen kyu dpt pngganti suri donk, tp Klo bs suri versi manis tp tegar gt, jgn terlalu cool.. Hahah

  190. CBE lanjut,,, yeeyyy,, setelah 2 thn
    Snengnya pas lihat update CBE di fb, apalagi kode2 CV pula, pan seneng bngt, oh juga update ff mini series di fp, sekalian tulisan kolaborasi sama author heesun, pan sneng bngt tuh ya, smpe pingin salto smbil guling2, hahaha xD
    Oke, kita skrangbahas CBE yg sllu bikin nangis sekaligus bikin ketawa bersamaan,, awalnya rada bingung waktu buka link yg ada di fp,, aku mikirnya kan ini udh di publish lama, kok bilangnya baru sih, lalu aku balik lgi ke update fb , lihat comment2, eh trnyata dilanjut dibawahnya gtu, ga aku baca smpe bawah sih, aku cuma baca awal aja, jdi ya ga tau, haha xD,,
    Lalu akhirnya baca, ga trllu panjang tulisan yg baru, tpi udh bisa mengobati kerinduan pada bom dan appa-nim yg lebih kelihatan sperti sepasang kekasih,,, haha xD
    Pokoknya semangat buat nulis,kak, smoga next nya ga 2 thn lgi😀

  191. hyadahhhh tak pikir kapan hari pas buka ini postingan yg lama gegara tglnya kaya. nya masih 2th lalu (apa mata dah buthek liatnya?? )
    syukaaaaa sama couple ayah-anak yg romantisnya gk ketulungan ini 😘😘😘 Bom yg imut dan dewasa m waktunya dan Cho Appanim yg arogan dan kekanakan.. hahahaha 😂😂😂😂
    ahh ya eon yg bagian kalimat ini “.. Saat Kyuhyun kembali, kebanyakan dari anak-anak sudah berada di bawah kasur mereka, berselimut tebal dan saling berpegangan tangan. ” nahh dibawah kasur itu yg gimana?? 😱😱😱
    ditunggu lanjutan kisah paling romantis ini sebelom posisi si Appanim digeser laki2 lain 😉 dan semoga 2mgg lg aja, jgn 2th lg 😊😊😊

  192. Untung bacanya malem. Coba kalo siang, bisa batal piasa gue. 😌
    Tau ga kak, pertamanya tadi tuh iseng dateng ke sini, siapa tau udah update
    Ehh ternyata udah update 🙌
    Tapi waktu baca judulnya, bingung juga “ini ff baru??” mikirnya gitu 🙇
    Awalnya ga mau baca soalnya kesoni niatnya mau liat, sequel LBDSM udah dilanjut belum? 😶
    Tapi berhubung karena rasa rindu akan tulisan kakak author tercin- *uhuk* 😨😵 maksudnya tersayang, yaudah baca aja 😒
    Weh… Ketika awal baca kaya gini “ini ff pemainnya kaya pernah ngerti/?”
    Trus scroll scroll kebawah “Wehh… Ini lanjutan yang dulu itu. Horeeeee!!!!” 🙌🙌
    Dan akhirnya baca deh ampe selesai,
    Kakak author sukses deh buat bikin orang mewek tengah malem 😂😂
    Dan, buruan dilanjut kakak author… Fighting!!!! 👍👍👍

  193. setelah 2 tahun akhirnya cerita favorite di update juga
    author bener2 bikin aku mewek ,untung ingat puasa kalau gak bisa berderai derai air mata deh
    puas banget pokonya kalau baca ff ini
    di tunggu lanjutannya
    SEMANGAT terus buat author
    semoga puasanya lancar

  194. Nggak nyadar ff ini digantung 2 tahun lamanya :3 dan ini nge-feel bgttt kak seriusan, love you bommie :*

    kak plis yaa dilanjutnya jgn lama2😄

  195. Waktu Kyuhyun mabuk dan bilang masih cinta Suri, sedih banget. Rasanya juga sepanjang cerita suasananya gloomy dan angsty. Melihat Kyuhyun yang menyesal Suri sudah pergi dan dia cuma punya Bom satu-satunya.

    Gak apa apa Kak, dua tahun lagi juga tuberculosisnya akan ditunggu haha.

  196. udah cukup suri yang sakit thor jangan sampek bom juga .. author suka banget nih bkin readers nangis ..
    summer lee .. jdi kepoin dya nih

  197. ngocor2 trus nih air mata klo bommie bisa nahan klo aku gak kuattt… gimana ya ngedidik anak biar pintar semangat ceria kyk bommie.. anak impian bgttt… bisa ngerubah kyu juga jd cwo yg lebih kece cetar hahahahaha…bomieeee saranghaeeee….

  198. waaaaahhhhh daebak…
    sampe idung merah semerah darahh…
    terharuu.. kadang aku mikir kak surii ini makan apa sih sampe bisa bikin story kayak gini… gak pernah gagal. dan seminggu yang lalu aku baru beli novel kakak yang THE GENTLEMANT SECRET dan ituu gak pernah bikin aku kecewa…aslii kakak penulis faforit akuu…udah baca 5 kali novel nya dan yang LA BELLE udah puluhan kali ttp gak bosen. semangat jangan lama” update nya kak.. love u^^

  199. Sepanjang baca ff ini aku nangis sumpah… FF ini ada sweetnya ada sedihnya aku jadi bingung mau gimana? Jujur aku baru baca ff ini apa ff ini lanjutan dari ff sebelumnya? Kalo boleh tahu apa judulnya? Ya ampun diumur yg segitu Bomie udah bersikap dewasa dan malahan dia yg nenangin Kyuhyun…
    Salam kenal aku readers baru disini

  200. pokoknya daebak lah, dpt feel banget. sepanjang cerita dibuat nangis, bahagia, terharu sama anak dan ayah. daebak banget.

  201. Kalau kmarin ngabisin tisu satu kotak nah yg ini bikin bantal basah banjir air mata…
    D lanjut donk kakak cepet cepet d’lanjut (pasang wajah memohon punya bom)
    Kakak pingin novel nya…

  202. wah suka banget sama ceritanya, padahal belom baca cerita sebelumnya, aku mau cari cari dulu cerita sebelumnya, aku suka banget sama tulisan kamu thor!👍👍👍👍

  203. Omaygat ka okky T_T cerita nya nyelekit menyayat bener deh.
    Bom kuat, dia strong banget. Jujur misal gue dihadepin keadaan begitu mungkin udah wassalam tinggal nama -,-

    Love love

  204. aaaa kak ini ff daebak bgt,itu bom nya dwasa bgt y..awalnya aq cma niat bca casual vengeance aja tpi pas liat2 librarynya lngsung tertarik..akh pkoknya ini bkin nangis dan bkin prasaan aq cmpru aduk. tapi syang aq bru nemu

  205. Aku ga tau cerita sebelum2nya. Baca ff mu selalu dpt feelnya ga bkin bosen, sepanjang apapun. Selalu suka sama moment kyu-bom, manis dan saling mengerti. Aku smpe berkaca2 bacanya, sumpahhh keren banget ni ff nyaaa
    Oiya aku mau tanya, authornim bkin novel missinh pieces kah?

  206. Ceritanya Ringan buat di baca tp jangan salah kalau udah baca seluruh “WOAAAHHH” Daebak eonni Aquilea.

    Paling langkah lihat anak kayak bom, dia itu masih anak2 tp tutur katanya ngalahin orang dewasa.
    Bom itu anak polos banget ya! Ampe kyuhyun appa-nim tak mau lepasin. Bagaimana itu? Bakal kagak punya pacar dong bom-nya :p
    Aku suka ama kamu bang cho, kamu tu single parent tp cekatan buat urusin kebutuhan bom.
    Ayah yang patuh di contoh itu.
    Good story, I like your story eonni. Wait next chapter. Fighting😀

  207. Ceritanya Ringan buat di baca tp jangan salah kalau udah baca seluruh “WOAAAHHH” Daebak eonni Aquilea.
    Paling langkah lihat anak kayak bom, dia itu masih anak2 tp tutur katanya ngalahin orang dewasa.
    Bom itu anak polos banget ya! Ampe kyuhyun appa-nim tak mau lepasin. Bagaimana itu? Bakal kagak punya pacar dong bom-nya :p
    Aku suka ama kamu bang cho, kamu tu single parent tp cekatan buat urusin kebutuhan bom.
    Ayah yang patuh di contoh itu.
    Good story, I like your story eonni. Wait next chapter. Fighting :

  208. nangis nagis duh ka demen banget buat aku mewek setiap baca CBE huhu
    jangan sampeww bom keturunn penyakitnya suriii jangan pleasee
    bom emang pinter bnget dah ah tante genit langsung ditolak mentah2 hahahaah suri bnget

    yey mau jalan2 ke cannes pasti seruu lanjut kakak

  209. Iiiiiiiihhhhhh bbbooommmiiieeee ngegmesiinn bgt siiiiihh.. Ugh :-* :-*😉😀
    aduuhh jgn smpe yah bomie kna leukimia. Aq hrp kemungkinannya kecil bgt yah..
    Lucu deh pas bomie ceramahin mantanya kyu.. Wkwkwkk…
    Semua tingkah bomie bikin sya gemeeeesssss…
    Ditungggu lnjtnya eonni😉

  210. “saat bom sibuk berkencan mungkin kyuhyun akan meringkuk di sofa memandang foto suri ” huaaa sediih banget yaa

  211. Baca yang ini mataku bener2 basah kak!!! Ya ampun, ngena banget ceritanya. Bahasanya juga bikin tambah……ahhhh , nggak taulah aku harus ngomong apa lagi😂😂
    Nggak bisa bayangin kalau Bom pergi juga kayak Suri. Nggak bisa bayangin seberapa hancurnya Kyu. Andwaeeee semoga Bom sehat2 aja yaaa. Nggak menderita penyakit keturunan dari Omma-nyaaa😢😢😢
    Jangan lama2 publish lanjutannya ya kak. Penasaran sama petualangan Bom dan Appa-nim di Cannes kayak apaa, hihi.
    Ahhh, Cho Bom-Ren. Aku padamu lah pokoknyaaa👄
    Dari cara berpikirnya Bom, aku yakin Kak Okky bakal ngedidik anaknya kayak gitu juga nanti ya kak kalo udah jadi Ibu RT?wakakak. Keren loh kak. Walaupun masih kecil, tapi dia udaj sedewasa itu. Aku salut sama cara berpikirannya Bom(yang tentu aja hasil olahan dari pemikiran penulisnya) wkwkwk..

  212. terharu bacanya eonni … 😢
    kelakuan Bom ngegemesin… 😄 pokoknya bagus lah.. kadang buat sedih , terus seneng .. 😃
    keren eonni .. 👍😀😀

  213. waaahh…bom ren ah..km tu gmesin deehh..ska sedih klo dy ge k’inget suri eomma..blng np eommany ga ngjak dy..hoho.(..kyu ntar sprti ap..)
    lucuny yg pas ngirain d terbangin eommany k rumh..(hahaha..da”ajj..)
    klo summer jd psngn kyu,,pa bommie bkal stju y??? pa suri bkal stju kyu nikah ma wanita laen..(#aq krng suka pi kesian kyu jg..huuhh..gmn tu??

  214. setiap bon senyum rasanya kaya nyess banget dan kalo bom nangis rasanya bener-bener nyesek, kebayang dia nangis sampe tersedu itu pasti sakit banget apalagi diposisi kyuhyun yang ngeliat bom. Bener pasti susah jelasin tentang kepergian suri ke putrinya itu, bocah 6 thn mana tau kalo dibilang yang jujur kalo suri meninggal karna penyakit gini gini gini bukannya terima sama kenyataan mgkn dia malah down. Eh kak aku rada bingung kalo misal bom ngidap leukimia. Kalo di biologi misal suri yang kena leukimia mk yang dominan menuruni penyakitnya itu anak laki2nya bkn perempuan sdgkn bom kan perempuan dia mewarisinya sifat dan gen lbh dominan dr bpknya, kalopun misal bom mewarisi leukimia itu carier krn kyuhyun kan g punya riwayat leukimia. Setau aku gt kak, semoga bom ga mewarisi leukimia dr mamanya:)

  215. setiap bom senyum rasanya kaya nyess banget dan kalo bom nangis rasanya bener-bener nyesek, kebayang dia nangis sampe tersedu itu pasti sakit banget apalagi diposisi kyuhyun yang ngeliat bom. Bener pasti susah jelasin tentang kepergian suri ke putrinya itu, bocah 6 thn mana tau kalo dibilang yang jujur kalo suri meninggal karna penyakit gini gini gini bukannya terima sama kenyataan mgkn dia malah down. Eh kak aku rada bingung kalo misal bom ngidap leukimia. Kalo di biologi misal suri yang kena leukimia mk yang dominan menuruni penyakitnya itu anak laki2nya bkn perempuan sdgkn bom kan perempuan dia mewarisinya sifat dan gen lbh dominan dr bpknya, kalopun misal bom mewarisi leukimia itu carier krn kyuhyun kan g punya riwayat leukimia. Setau aku gt kak, semoga bom ga mewarisi leukimia dr mamanya:)

  216. Makin romantis dan makin ngegemesin kelakuan Appa-nim dan bom :-* semoga bom tidak tertular penyakit dari eommanya dan bom bisa bahagia hidup bahagia bersama Appa-nim🙂 nangis lagi pas bom diejek eommanya enggak sayang karena pergi meninggalkan bom dan sedih ketika kyu mengungkapkan isi hatinya karena disuruh menikah untuk mencarikkan ibu pengganti untuk bom -__- mungkin kasian deh sama seulmi yang dinasehati sama uri bom😀 dan kasian juga enggak dianggap sama kyuhyun😉 kkk

  217. Nangis lagi. Tiap inget Bom pasti nangis. Bom yang kuat jangan ninggalin Appa-nim. Semoga Bom gak sakit kayak Suri kasian Bom kasian Kyuhyun. Gak masalah sama Summer dia baik tapi masih pengen liat Kyuhyun ngabisin waktunya dg Bom. Tapi Bom butuh sosok ibu yang ‘real’.

  218. Bom adlah pelangi tersendri rasa.a.. q ngerasa ky hdup dlam crita ini.. 😊 dmn bom nangis q jg ky ngerasa sakiit btul.. dmn bom ketawa q jg pngen bilang sma dunia klo bom lg seneng.. sehat terus ya bomie.. pgen tau gmn cra didik.a suri k’bomie pas g sma kyu, smpe bom bisa sllu nenangin kyu yg kdang lbih panik di bnding bom.. 😆😆 bomieeee sehat terus yaaaa…

  219. Disaat org msh terlelap,fajar msh bersembunyi ,ayam baru berkokok ria(?), ff ini udh bikin ak nangis bombai kak;) daku sok melow drama gtu deh kak geleuh kan?;) untung msh pada tdr klw ada yg liat ak nangis bisa malu kejer heheh(curcol).
    Makin jtuh cinta aja sma bang kyu, yng syg bgt sm bom. Kok agak gak rela y klw kyu sm summer ada perih perihnya gtu . cukup lee suri n kyu couple forever ajalah. Semua ff kak okky Damn kerennyya !!! Semangat kak untuk ff mu selanjutnya

  220. bacanya ngebut, kemarin mozaik sekarang lanjut ke ini. ff kemarin masih manis, tapi ini duh kebanyakan dibikin nangis. masih belum rela tergantikan oleh summer. andai suri bisa hidup lagi. sebahagianya kyuhyun dengan bom, tetap saja kurang lengkap kalau tanpa suri. semoga bom tidak menuruni penyakin dari suri. enggak bisa ngebayangin bagaimana kyuhyun selanjutnya kalau tanpa bom. sudah cukup suri ninggalin mereka berdua. kedepannya pengen lebih banyak interaksi kyuhyun bom dengan kebahagiaan yang berlimpah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s