[CBE] Spring in The Summer

image

“Iya, kita ke tempat Omma.” Jawab Kyu-Hyun sambil mengeluarkan koper berwarna hitam milliknya dan satu lagi tas punggung berwarna kuning dengan gambar bebek kecil di gantungannya, itu kepunyaan Bom.

Ia menurunkan Bom, memasukan tiketnya kembali ke dompet paspor dan menuntun Bom menuju terminal keberangkatan. Saking senangnya, Bom terus mengayunkan lengan Kyu-Hyun dan mengoceh tiada henti apa saja yang harus mereka lakukan nanti di Cannes.

“Pokoknya nanti Appa~nim harus bertemu dengan Uncle Jemie, jalan-jalan di pantai, makan es krim, naik ke puncak dan melihat laut dari atas, main ke akuarium besar, membuat tenda di pinggir pantai, dan naik sepeda!”

Oh, dia punya banyak kegiatan berkencan dengan putrinya dan sepertinya perjalanan seminggu mereka tidak akan bosan.

Dan bersyukurnya karena ini bukan penerbangan pertama Bom, ia jadi tidak perlu menjelaskan berbagai hal seperti kenapa telinganya sakit, kenapa lama sekali, kenapa ada lubang kecil di jendela pesawat, atau kenapa dia selalu ditawari es krim oleh Kakak Cantik yang pakaiannya seragam.

Selama perjalanan ia hanya ribut meracau ingin melakukan apa saja di Cannes bersama Appa~nim, kalau di Seoul Appa~nim adalah tour guide-nya, maka di Cannes Bom yang harus menjadi tour guide, dulu ia pernah mengajak Ebba dan Eber keliling Cannes, jadi dia sudah tahu tempat mana saja yang pasti asyik untuk menghabiskan waktunya dengan Appa~nim.

“Tapi…” Bom menyendok lagi es krim di mangkuknya, ini sudah mangkuk ke lima sepanjang 6 jam perjalanan. “Berkencan itu apa sih, Appa~nim?”

“Oh, itu… jalan-jalan berdua, itu namanya kencan.”

Bom mengangguk. “Tapi tadi kata Ebba, Appa~nim juga berkencan dengan Seul-Mi Auntie, benarkah? Jadi maksudnya Appa~nim itu jalan-jalan berdua dengan Seul-Mi Auntie seperti itu?”

Di sinilah perannya sebagai orangtua tunggal yang anaknya cerewet juga mantan jejaka dadakan diuji. Apa yang harus ia katakan pada Bom? Artian kencan sebenarnya atau artian kencan yang sewajarnya untuk anak kecil? Kalau ia sampai salah mengartikan, mungkin besok Bom akan pergi ke mini market dengan tetangga sebelah dengan alasan, “Aku mau berkencan dengan dia” kalau seperti itu, tamatlah riwayatnya.

“Jadi Bomie…” Kyu-Hyun menggeser letak duduknya agar bisa berhadapan dengan Bom. “Ada banyak kencan, yang pertama kencan antara anak dan orangtua, itu artinya jalan-jalan berdua saja dengan salah satu orangtua, entah itu ayah atau ibu.”

“Oh, kalau begitu aku sering dengan Omma.”

“Nah, ada kencan orang dewasa yang belum boleh kau ketahui dan kau lakukan, itu baru boleh kau lakukan nanti, jauh lagi dari sekarang, mungkin setelah kau dewasa seperti Kakak Cantik Berseragam yang menawarimu es krim daritadi.”

Bom mengangguk lagi sambil menyuap es krim teh hijau di mejanya. “Dewasa itu nanti ya kalau sudah seperti Omma?”

“Iya, benar sekali!” Kyu-Hyun tersenyum menyandarkan kepalanya ke sandaran. Oh, dia menjelaskan arti berkencan dengan sangat baik, kalau begini, nanti jika ada anak ingusan yang mengajak Bom berkencan, pasti Bom bisa menolaknya dengan alasan tidak diperbolehkan Appa~nim karena ia masih kecil dan harus tunggu sebesar Omma baru boleh berkencan. Oh, menyenangkan sekali melihat bocah laki-laki frustrasi mengejar putrinya yang sulit untuk didekati. Sama seperti dia yang mati-matian merangkak untuk menggapai Suri.

“Tapi kalau aku meninggal seperti Omma bagaimana? Aku jadi tidak bisa berkencan dong?”

Ah, salah langkah.

“Kau tidak akan meninggal sebelum Appa~nim meninggal, jadi tenang saja, kau punya banyak waktu untuk berkencan.” Ia tersenyum mengelap sisa es krim di sudut bibir Bom. Sepertinya Bom terlalu banyak menampung ketidakpercayaan akan nasib yang lebih baik, hingga ia sendiri tidak yakin akan melewati umur 25 tahun seperti Suri.

“Oh, begitu, jadi…” Bom menatap Kyu-Hyun dengan mata membulat dan wajah penasaran. “Appa~nim kapan meninggalnya?”

Kyu-Hyun hanya tergelak sambil menggeleng. Dia tidak tahu harus gembira karena Bom menanyakan dia kapan meninggal agar Bom bisa bersiap-siap atau merasa seperti dicampakkan oleh anaknya karena ingin cepat-cepat berkencan.

“Kenapa malah tertawa, Appa~nim?”

“Kau memang sudah ingin berkencan sampai menanyakan kapan aku meninggal?”
Bom menelengkan kepalanya. “’Kan aku sebentar lagi kencan dengan Appa~nim, iya, ‘kan?”

Sudahlah, kalau Bom diladeni dengan ocehan tidak jelasnya itu, ia bisa-bisa jadi orang gila karena terlalu banyak tertawa. Ia hanya mencubit pipi Bom gemas sebelum mengalungkan lengannya di leher Bom. “Suapi aku es krimnya, aku juga mau es krim!”

“Tidak boleh! Ini punyaku! Appa~nim minta saja pada Kakak Cantik Berseragam!” Bom berusaha menjauhkan mangkuk es krimnya dari jangkauan Kyu-Hyun sambil tergelak.

***

Rencananya memang ingin sampai dini hari agar sempat istirahat sebentar sebelum berjalan-jalan ke sekeliling Cannes, begitu taksi yang Kyu-Hyun dan Bom, yang tengah tertidur di pelukan Kyu-Hyun, memasuki Le Suquet, kota tua tempat para nelayan Cannes bermukin dulu, kota tersebut sedang ranum-ranumnya, kalau diibaratkan sebagai remaja.
“Le Suquet memang ramai saat malam hari karena tata cahayanya yang indah.” Jelas si Sopir saat melihat Kyu-Hyun terpesona dengan jejeran lampu hias yang menyilang di atas kepala juga kafe-kafe yang masih dipenuhi turis berkaus oblong dan celana pendek di bagian yang lebih bawah.

“Ah, ya.”

Sopir itu melirik koper Kyu-Hyun yang sedikit terlalu kecil untuk keperluan pria dan anak-anak berlibur, biasanya ia melihat koper yang lebih besar hanya untuk satu orang dewasa saja. “Berlibur sebentar saja?” tanyanya lagi.

“Tidak, mengantar anak ini pulang ke rumah ibunya untuk liburan.”

“Ah,” pria itu mengangguk dan seketika Kyu-Hyun mengaduh dalam hati, ia pasti membuat pria itu salah tangkap. “Memang seharusnya orangtua seperti itu, ya. Menyempatkan anak tinggal dengan orangtua secara bergantian.”

Kyu-Hyun hanya tersenyum, pasti ia dikira mantan suami istri dengan Ibu Bom, padahal mereka menikah saja tidak, mana mungkin jadi mantan suami atau mantan istri.

“Ya, seharusnya memang begitu, ‘kan?”
Pria itu berhenti di sebuah jalanan menanjak dengan sisi kanan dan kiri yang merupakan toko namun karena pukul 5 pagi, belum ada satu pun yang buka. “Kita sudah sampai.”
Ucapnya menunjuk GPS di dashbor yang menunjukkan mereka sampai di satu titik yang Kyu-Hyun sebutkan alamatnya sebelum ini.

Mereka berhenti tepat di sebuah rumah dua lantai yang dindingnya terbentuk dari bata kelabu, lengkungan pintu masuk yang dirambati daun hijau, tangga kecil berkelok, dan sebuah bangku tepat di depan pintu. Rumah itu nampak kusam, seperti tidak pernah terawat, kemudian Kyu-Hyun hanya tertawa miris sambil menggeleng.

Tentu saja, kan, rumah itu tidak terawat, Suri meninggal dan Bom tinggal di Korea, mana mungkin ada yang merawat rumah tersebut? Bahkan dedaunan kering berserakan di depan pintu berwarna biru tersebut menambah kesan dingin pada rumah yang penuh kenangan tentang Lee Suri dan putrinya.

Kyu-Hyun masih berusaha menggendong Bom sambil menyeret kopernya begitu keluar taksi, ia tidak ingin membangunkan Bom yang lelah, dan kemudian berpikir, bagaimana Bom bisa melalui perjalanan Cannes – Paris – Seoul – Busan dengan ibunya yang berada di peti sementara dirinya berpikir bahwa ibunya hanya tertidur saat itu.
“Kita sudah sampai?” Bom menggeliat dalam pelukannya hingga Kyu-Hyun buru-buru menggunakan kedua tangannya untuk menggendong Bom dan membiarkan koper birunya berdiri di depan pintu.

“Iya, kalau masih mengantuk tidur lagi saja.”
Bom menggeleng dan mengangkat wajahnya. Pipinya yang tadi diletakkan di pundak Kyu-Hyun terlihat tercetak garis jahitan kemeja yang Kyu-Hyun kenakan dan rambut cokelat gelapnya terlihat berantakan.

Memang ya, anak tinggal dengan ibu dan anak tinggal dengan ayah hasilnya selalu berbeda. Bom saat tinggal dengan Suri selalu diceritakan sebagai anak ceria yang memperhatikan penampilannya, setelah 3 bulan hidup dengan Kyu-Hyun, mereka bahkan sering mencari sarapan ke kota dengan baju tidur dan rambut yang masih berantakan.

Maafkan aku, Lee Suri.

Mata Bom terbelalak melihat pintu rumahnya yang kusam dan daun berserakan di halaman. “Kotor sekali!” ujarnya dengan bibir mengerucut. “Kalau Omma lihat, dia bisa mengamuk, Appa~nim!”

Kyu-Hyun mengangguk mengakui kesalahannya. “Iya, aku lupa memanggil orang untuk membersihkan rumah sebelum kita datang.”

“Ayo kita bersihkan kalau begitu.”

“Huh?” ini, kan, pagi-pagi buta, apa putrinya masih waras?

“Iya, ayo kita bersihkan, kan tidak mungkin kita tinggal di rumah yang kotor, ‘kan?”

Iya juga sih, tapi… saat ia seumur Bom, jangankan mau membereskan rumah yang kotor, merapikan kamarnya sendiri saja ia malasnya minta ampun. Sekarang ini saja karena ia tinggal dengan Bom makanya mau membersihkan ruangan sendiri, kalau tidak, pasti ia tetap mengandalkan bantuan asisten rumah tangga untuk mengerjakannya.

“Kita tunggu pagi saja, tunggu orang yang membersihkannya, ya.”

“Kuncinya?” Bom menggeliat, memprotes untuk turun. Begitu Kyu-Hyun menyodorkan gantungan kunci ke tangan Bom, anak itu langsung menyambarnya dan membuka pintu rumah.

Seketika itu juga mereka terbatuk bukan main karena aroma pengap dari dalam rumah berbondong-bondong ke luar dan menampar wajah mereka. Sebenarnya tidak terlalu buruk kalau dilihat lagi, debu yang menumpuk selama tiga bulan tidak akan permanen menempel dibarang, dibersihkan dengan vacuum cleaner pun bisa bersih seadanya, tapi tentu saja itu tidak baik untuk paru-paru Bom yang selama ini dimanja dengan tempat bebas debu.

Kyu-Hyun mengangguk begitu melihat lantai satu. Satu set sofa tertutup plastik bening hingga karpetnya, meja dengan pajangan yang juga tertutup plastik, lampu yang juga dilapisi plastik, dan semua perabot di ruang tengah tertutup plastik untuk menghalau debu. Ada sebuah lorong yang Kyu-Hyun duga adalah sebuah dapur. Tidak begitu besar, cocok untuk tinggal berdua saja dengan anak, atau keluarga kecil di sini.Kalau dipikirkan memang mudah, tapi tetap saja, membereskan rumah dua lantai… Kyu-Hyun harus membesarkan hatinya berkali-kali.

“Kamarku dan Omma ada di atas, ini ruang tamu dan itu dapur.” Bom menunjuk lorong gelap di ujung ruangan.

Kyu-Hyun menepuk tangannya satu kali, berhenti, sekali lagi, berhenti lagi, mengerutan dahi dan mencoba sekali lagi sebelum tersenyum bodoh saat tawa Bom terdengar. Bocah itu tertawa sampai setengah menunduk memegangi perutnya.

“Ini bukan rumah di Seoul Appa~nim, lampunya masih pakai yang ditekan itu, apa namanya? Saklar, ya?” Bom menunjuk dua buah saklar yang terpasang berdampingan di bagian kanan dekat pintu.

Ia lupa, bahkan Suri masih menggunakan kunci konvensional dibandingkan dengan papan kunci yang ia pakai di rumah. Tidak ada smart lamp plan, tidak ada interhome, tidak ada teve dengan perintah suara, dan tidak ada lampu yang otomatis. benar-benar kota tua dalam artian yang sebenarnya.

Saat lampu seluruh lantai satu menyala samar-samar di balik plastik yang melapisinya, Bom langsung berlari membuka sebuah pintu di bawah tangga dan dengan wajah cerah mengeluarkan penghisap debu, kemudian ia kembali masuk dan keluar dengan alat pel.

“Lihat! Kita bisa bersihkan sekarang.”

Kyu-Hyun terpaku di tempatnya. Apa-apaan. Di rumah, vacuum cleaner itu sudah tidak pakai kabel dan perlu di colok segala, alat pel yang rasanya terakhir kali ia lihat 4 tahun lalu, di rumahnya, alat pel yang digunakan adalah robot berbentuk piringan, ia tidak perlu mengeluarkan tenaga, cukup menekan tombol sana sini.

Sekarang…, Kyu-Hyun melihat ke sekitar, ia harus membersihkan rumah ini dengan alat konvensional? Mana bisa? Bisa-bisa sakit punggung kalau mengerjakan pekerjaan rumah dengan gaya jaman batu.

“Bomie, kenapa semangat sekali membersihkan rumahnya?” Kyu-Hyun menutup pintu rumah dan meletakkan koper di samping sofa. “Aku bisa panggil seseorang untuk membersihkan besok pagi, sementara itu kita bisa tinggal di hotel dulu.”

Bom menggeleng. Dengan serius ia meletakkan tasnya ke atas koper dan menarik tangan Kyu-Hyun untuk membantunya membuka plastik penutup sofa. “Kalau rumah di Busan saja kita yang membersihkan, kenapa rumah di Cannes tidak? Omma pasti senang, soalnya Omma selalu memberishkannya dulu setiap pagi dan malam hari.”

Ia ingat kata psikolog kenalan Yoo-Jin saat berkonsultasi bagaimana menghadapi Bom dulu. Anak itu butuh melakukan kebiasaan sewaktu bersama ibunya agar rasa kehilangan tidak begitu nyata, yah, meski dengan doktrin, Omma lebih cantik di sana, anak kecil tetaplah anak kecil yang masih membutuhkan peran ibu, apalagi hampir 6 tahun ibu adalah satu-satunya sosokyang menemaninya.

“Oke, kalau begitu,” ucap Kyu-Hyun dan berdiri di ujung sofa lainnya menggapai ujung plastik. “Kau lipat bagian sana, ya.”

Apa pun demi Bom.

Ia membagi tugas dengan Bom, anak itu membersihkan debu dengan vacuum cleaner karena mengaku sering pakai benda tersebut, sementara Kyu-Hyun mengelap meja yang penuh dengan foto Bom dan Suri. Semua foto Bom tersenyum, Suri jarang sekali memotret dirinya, bahkan dari saat mereka masih berdua, kalau bukan dalam keadaan mood yang sangat baik, Suri pasti tidak akan bersedia difoto.

Ia mengambil pigura terakhir di bagian belakang dan mengeceknya sebelum tertegun. Itu foto mereka, Suri masih menyimpan foto mereka. Fotonya dan Suri diletakkan dalam pigura berwarna merah muda, Kyu-Hyun mengenggam kamera digital dengan satu tangan yang melingkari pinggul Suri, sementara Suri memeluk leher Kyu-Hyun, mereka menyengir lebar dengan latar pantai yang Kyu-Hyun dan Bom pernah kunjungi dahulu.

Musim semi sebelum Suri pergi ke Paris dan memutuskan untuk tidak menghubungi Kyu-Hyun lagi. Foto terakhir mereka. Ia mengelap kaca bingkai tersebut perlahan, menganggumi wajah Suri yang tenang dengan matanya yang berair karena terus terkena angin laut. Ah, rasanya baru kemarin ia memeluk Suri dan mengatakan bahwa ia akan berusaha menjadi pria kaya agar wanitanya tidak perlu bekerja lagi. Siapa sangka ternyata di foto ini Suri sudah mengandung Bom?

Apa nanti Bom akan bertemu pria yang baik? Tidak brengsek seperti dirinya?

Saat Kyu-Hyun menoleh ke arah Bom, anak itu sedang sibuk mengarahkan vacuum cleaner ke lantai yang masih berdebu sambil terus menggosok hidungnya yang sudah memerah. Kyu-Hyun hanya tersenyum sambil melihat Suri yang tersenyum lebar di foto.

“Dia memang sepertimu, ya?” ucapnya sebelum mengambil tisu basah dari dalam tas juga sapu tangan di jaketnya. “Gatal, ya?”
Suri itu punya alergi terhadap debu, sering sekali ia mendapati Suri yang duduk di perpustakaan sekolah dengan buku tua dan hidung memerah karena tidak tahan dengan aromanya, persis seperti Bom sekarang.

Saking tidak tahan dengan gatal di hidungnya, Bom melepaskan gagang vacuum cleaner dan mengangguk. “Iya, gatal sekali, rasanya seperti ada binatang di hidungku!”

“Hm, kemarilah,” Kyu-Hyun membasuh hidung Bom dengan tisu basah dan meniupnya dua kali. “Aku sudah usir hewan yang membuat hidungmu gatal, sekarang pakai ini,” Kyu-Hyun menutup hidung Bom dengan sapu tangannya, untuk menyaring debu yang masuk.

“Biar hewannya tidak masuk lagi, ya, Appa~nim?” sekarang kalau tahu hewannya tidak akan masuk ke hidungnya lagi, Bom akan semangat membersihkan, bahkan diminta membersihkan lantai dua pun bukan masalah besar baginya. “Kalau begitu aku bersihkan lantai 2 juga, ya!”

“Uh, no, no, no, no!” cegah Kyu-Hyun buru-buru. Membersihkan lantai satu dan hanya mengelap juga mengganti tirai saja sudah berhasil membuat pinggang Kyu-Hyun serasa mau copot, apa kabar kalau membersihkan lantai 2 sekaligus? Remuk, iya.

“Lantai dua nanti dibersihkan Ahjumma yang akan Appa~nim panggil selagi kita berkeliling cari sarapan saja, ya.”

Bom terbengong sebentar sambil menelengkan kepalanya. “Oke, tapi nanti kita mandi di mana?”

Sesaat ia merasa gagal menjadi orangtua yang benar. Bagaimana ia bisa lupa kebutuhan mendasar sebelum berjalan ke kota Cannes, tidak mungkin mereka keluar dengan pakaian yang setengah kotor dan bau debu di tengah kota berlibur para artis Hollywood.

“Ah, iya sih.”

“Kalau begitu ke rumah Uncle Jamie saja!”

Ia ingat Uncle Jamie yang Bom ceritakan, tetangga mereka yang tinggal hanya beberapa meter ke bawah, dekat dengan studio foto Suri. “Apa tidak masalah?”

“Tidak kok, aku sering makan dan mandi di sana dulu kalau Omma belum selesai dengan tamunya.”

Oke, rasanya tidak begitu masalah, paling-paling saat ia mengaku dirinya adalah ayah dari Bom, ia akan kena makian atau yah…, hantaman di kepalanya mungkin? Tidak masalah, hitung saja sebagai kemarahan dari keluarga Suri kalau mereka masih hidup.

“Baiklah, setelah selesai sebaiknya kita siapkan baju untuk mandinya, ya.”

Mereka meneruskan membersihkan rumah seadanya, paling tidak kebiasaan membersihkan rumah yang Bom dapat dari Suri bisa tetap dilakukan anak itu. Hanya syarat kecil.

Beruntungnya jasa cleaning service buka mulai pukul 7 pagi, meski bayarannya agak sedikit lebih mahal tapi tak apalah, ketimbang harus membersihkan seluruh rumah sendiri, rasanya ia lebih rela keluar uang banyak asal hasilnya memuaskan.

Berbekal tas punggung Bom yang bergambar bebek, mereka memasukan baju serta alat mandi seadanya ke dalam sana dan menuju rumah Uncle Jamie yang letaknya tidak sampai 50 meter dari rumah Suri.

Bom pernah cerita bahwa Uncle Jamie adalah orang yang mengurusnya kalau Suri sibuk di luar untuk memotret beberapa klien, dia memperlakukan Bom dengan sangat baik dan rasanya kalau ia ke rumah Uncle Jamie itu tanpa membawa apa pun sedikit kurang sopan. Seharusnya ia memang menuruti kata-kata ibunya kemarin untuk membeli beberapa oleh-oleh khas Korea, tapi dengan santainya ia malah mengabaikan nasihat ibunya yang ternyata benar. Ah, kalau sudah begini, mungkin ia akan makin terlihat sebagai pria yang buruk dan kurang tepat mengurus Bom.

Matanya dengan cepat menyisir deretan toko yang masih tutup, sebagian lainnya masih berusaha mempersiapkan dagangan di balik etalase dengan nyala lampu redup dan sebagian lainnya masih benar-benar belum terdengar ada yang bersiap. Bagaimana ini?

“Uncle Jamie suka sekali makan roti dari toko Miss Hopkins,” Bom menunjuk sebuah toko roti yang sudah membalik papan tanda tutupnya menjadi buka di depan sana. “Kalau Appa~nim cari makanan kesukaan Uncle Jamie, Miss Hopkins pasti tahu.” Seolah anak itu tahu apa yang sedang Kyu-Hyun pikirkan saat ini.

“Oh, ya?”

“Omma juga sering tidak enak kalau ke rumah Uncle Jamie dan menitipkanku tanpa membawakannya oleh-oleh, jadi Omma pasti menyempatkan beli makanan di toko roti Miss Hopkins dengan alasan ‘sambil lewat’ begitu, Appa~nim.”

Dalam hatinya Kyu-Hyun tersenyum, Lee Surinya tidak benar-benar pergi, dia masih ada di dalam Bom meski hanya menyisakan sedikit sekali. “Kalau begitu Bom yang pilih roti untuk Uncle Jamie, ya?”

Dengan semangat, Bom menarik tangan Kyu-Hyun, ia punya banyak daftar roti yang Uncle Jamie sukai untuk sarapan, mulai dari roti isi cokelat, roti isi keju, roti isi daging, roti isi stroberi, sampai roti isi susu biasanya Uncle Jamie suka. Tentu saja kalau Uncle Jamie dibelikan roti, ia juga akan dapat jatah paling tidak dua potong, sarapan tambahan. Riang Bom.

Bom langsung menghambur ke dalam toko tersebut tanpa ragu, kedua telapak tangannya tertempel di etalase tempat memejang roti yang baru saja keluar dari pemanggang. Aroma manis serta gurih tercium hidung Bom. Dalam kepalanya ia sudah memikirkan bagaimana asyiknya duduk di meja santai Uncle Jamie dengan secangkir jus jeruk juga roti isi daging, seperti saat bersama Omma dulu.

Dan ketika teringat hal itu, Bom terdiam, ia meraba dadanya yang hangat saking terkagetnya. Apakah ini pertanda baik atau pertanda buruk? Tangannya langsung meraih ujung polo shirt yang Kyu-Hyun kenakan dan menariknya ke bawah.

“Appa~nim,” bisik Bom.

“Hm?” masih tidak mengalihkan pandangannya dari menu roti yang ditulis dalam dua bahasa, Kyu-Hyun menundukan kepalanya, menyejajarkan telinganya pada bibir Bom.

“Tadi aku ingat dengan Omma,” akunya sambil memegang dada. “Biasanya aku sedih, tapi tadi tidak, rasanya hangat. Apa itu tandanya aku sudah melupakan Omma?”

Ada rasa geli bercampur haru saat Bom mengatakannya barusan. Ia tahu betul sampai kapanpun Bom tidak akan mampu melupakan Suri, anak itu hanya terlalu banyak berpikir seperti orang dewasa.

Sambil berjongkok di hadapan Bom, Kyu-Hyun mengelus dada yang masih dipegangi oleh putrinya tersebut. “Tidak tentu saja, mana mungkin Bomie melupakan Omma, ‘kan?”

“Habis aku sudah tidak bersedih lagi!” ia cemberut, bagaimana kalau Appa~nim salah? Yah, walaupun sebenarnya kemungkinan salahnya itu kecil, tapi bagaimana kalau salah?

“Itu tandanya Bomie sudah mengerti kenapa Omma pergi, tahu kalau kepergian Omma merupakan hal yang baik, jadi… sedihnya sudah hilang, rasanya sedih sudah malas tinggal dengan Bomie berlama-lama.”
Jauh di dalam dirinya yang sangat menikmati peran ayah tanpa diketahui oleh orang sekitar, Kyu-Hyun ingin putrinya menjadi anak kecil lebih lama lagi. Ia ingin mengalami masa-masa di mana Bom meracau pada hal-hal kecil yang penuh imajinasi, tanpa harus berpikir logis, namun putrinya berbeda, ia istimewa.

“Oh, jadi Sedih sudah pergi, ya?”

Kyu-Hyun mengangguk.

“Sedih pergi ke mana? Memang dia punya tempat lain?”

Kyu-Hyun hanya tergelak dan kembali berdiri sambil merangkul pundak Bom. “Coba kau pilih roti untuk Uncle Jamie.” Ia tersenyum pada penjaga pagi itu, remaja lelaki dengan bintik di sekitar pipi yang sangat terlihat juga rambut cokelat kusamnya yang dipangkas rapi.

“Miss Hopkins!” Bom berteriak membuat Kyu-Hyun panik berusaha menutup mulut Bom. “Miss Hop—Appa~nim!” Bom menyingkirkan tangan Kyu-Hyun yang menutupi mulutnya kasar. “Kalau Miss Hopkins yang layani, aku bisa dapat roti gratis, kata Omma kalau ada yang memberi, wajib diterima dengan senang hati, jadi Appa~nim diam saja!”

Baru kali ini Kyu-Hyun dibentak-bentak oleh wanita selain ibunya, Ah-Ra, dan Lee Suri. Wah, benar-benar Lee Suri anak ini.

Tak lama kemudian seorang wanita dengan tubuh gempal dan apron berwarna hijau pastel keluar dari balik tirai hitam, wajahnya nampak bingung dengan sedikit tepung di pipi bagian kanan.

“Miss Hopkins!” Kepala Bom menyembul dari balik meja kasir sambil menyengir. Ikat rambutnya bergoyang dan kakinya sibuk berjinjit. Tubuhnya mungkin jauh lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak seumurnya di sekitar sini.

“Bom-Ren!” Buru-buru Miss Hopkins membuka pembatas antara tempat pengunjung dan kasir untuk mengangkat tubuh Bom. Wanita itu memandangi Bom baik-baik, wajahnya, jari-jarinya, kakinya, rambutnya, dan kembali ke wajah sementara Bom sibuk menyengir. “Kau benar Bom-Ren?”

Bom mengangguk, membuat kuncirnya berantakan lagi. “Iya, aku kembali bersama—“ omongan Bom terputus manakala Miss Hopkins memeluk tubuh Bom kuat-kuat hingga rasanya Kyu-Hyun ingin sekali memisahkan Bom dari pelukan maut Miss Hopkins.

Tubuh kecil Bom seperti tidak terlihat di dalam dekapan tubuh Miss Hopkins yang meracau dalam bahasa Perancis yang Kyu-Hyun tidak mengerti karena terlalu cepat.

“Miss Hopkins… aku… tidak bisa… bernapas.”

“Ah…, maaf, dia sesak sepertinya.” Kyu-Hyun tidak mau ambil resiko saat pipi Bom ditempelkan erat ke pipi Miss Hopkins. Ia menepuk pundak Miss Hopkins sekali lagi. “Maaf, dia bisa patah tulang kalau kau memeluknya seperti itu.”

“Uhohoho!” Miss Hopkins tertawa seperti Santa Klaus, tubuhnya pun tidak jauh berbeda, hanya saja tanpa janggut putih. “Aku senang sekali bisa bertemu denganmu lagi! Kupikir kau tidak akan kembali ke Cannes, Bom-Ren!”

Sambil membetulkan letak rambutnya, Bom menggeleng. “Aku kembali bersama Appa~nim, katanya hadiah ulang tahunku.” Bom menunjuk Kyu-Hyun yang berdiri dengan senyum canggung di wajahnya.

Bagi Kyu-Hyun ini adalah orang pertama yang Suri kenal dan atau paling tidak mengetahui bagaimana hidup Suri hingga tinggal sendiri hanya dengan Bom di negara yang jauh dari negara asalnya. Apa yang akan Miss Hopkins katakan mengenai dirinya adalah sesuatu yang sudah pasti bisa mengurangi kepercayaandirinya sebagai orangtua tunggal menggantikan Suri.

“Siapa itu Appa~nim?”

“Appa~nim itu Papa-ku, Miss Hopkins. Ternyata Omma tidak berbohong kalau Papa-ku ada di Korea dan sedang bekerja makanya, tidak bisa menjengukku selama ini.”

Langsung saja mata hangat wanita dengan pipi kemerahan itu tiba-tiba mendingin saat menatap Kyu-Hyun lagi. Ia melihat wajah Bom sesaat sebelum menatap wajah Kyu-Hyun sambil menyipitkan matanya dan mengangguk, seperti mengkonfirmasi sesuatu, mungkin kemiripan wajah antara Kyu-Hyun dan Bom?

“Halo,” sapa Kyu-Hyun mengulurkan tangannya. “Aku Cho Kyu-Hyun, ayah Bom-Ren.”

“Ya, aku bisa lihat itu.” Miss Hopkins menurunkan Bom kembali. “Bom-Ren,” katanya sambil menundukan sedikit badannya, “Sepertinya Papa Hop perlu bantuanmu di belakang, maukah kau membantu Papa Hop? Nanti akan kuberikan puding stroberi kesukaanmu, ya?”

Mata cokelat gelap Bom berkilat-kilat penuh semangat. Tentu saja anak itu lemah terhadap sogokan makanan manis, ‘kan?

“Boleh tambah puding cokelatnya juga, tidak? Appa~nim suka puding cokelat.”

Sekilas Miss Hopkins seperti mendecih ke arah Kyu-Hyun. “Tentu.”

“Oke, aku akan bantu Papa Hop di belakang.” Bom menyelinap ke balik pintu pembatas konter, tapi sebelum tubuh kecilnya menghilang di balik tirai hitam yang menghubungkan toko dengan dapur, Bom berbalik, “tapi Miss Hopkins, jangan marahi Appa~nim, ya, dia baik sekali padaku, aku jadi tidak seperti kehilangan Omma sepenuhnya.”

Dan saat itu Kyu-Hyun bisa melihat mata bengis Miss Hopkins melembut. “Tentu saja tidak, aku hanya ingin berbincang sebentar dengan Appa~nim, pergilah.”

Kyu-Hyun tidak akan menyalahkan Miss Hopkins jika wanita itu membenci Kyu-Hyun setengah mati terhadap apa yang Suri dan Bom alami selama ini, rasanya ia cukup pantas mendapat omelan dan sedikit hukuman fisik yang tidak ia rasakan ketika membuat dua orang wanita yang paling berharga di hidupnya justru menderita selama 6 tahun diasingkan di negeri orang.

“Jadi kau ayah kandung Bom-Ren?” tanyanya tanpa repot-repot mempersilahkan Kyu-Hyun duduk.

“Ya.”

“Kau tahu kekasihmu hamil saat kalian berpisah?”

“Tidak. Dia langsung menghilang di hari kelulusan.”

Miss Hopkins mengangguk. “Leah tidak pernah bercerita tentang ayah Bom-Ren dan kehidupannya sebelum ke Perancis. Ia takut suatu hari aku akan menceritakannya pada Bom-Ren dan mengubah pandangannya.” Kali ini Miss Hopkins mengeluarkan lap dari apronnya dan mengelap meja. “Asal kau tahu saja, Leah itu tidak pernah mengatakan bahwa Bom-Ren tidak mempunyai Papa, dia selalu mengatakan bahwa Papa Bom-Ren ada di Korea dan tidak peduli dengan ejekan anak lain bahwa Ibunya berbohong, Bom-Ren selalu mengatakan “Papa ada di Korea sedang bekerja, nanti dia pasti menjemputku” dan dia percaya itu.”

“Ya, aku dengar tentang itu.”

“Apa kau menyayanginya? Karena kalau tidak, aku bisa mengambilnya darimu, aku bersedia merawat anak semanis Bom-Ren dengan syarat kau tidak perlu menjenguknya dan jangan pernah tanya kabar apalagi di mana aku menyembunyikan Bom-Ren.”

Kyu-Hyun tentu bisa memaklumi, jika ia berada di posisi Miss Hopkins yang mengenal Suri dan Bom juga tahu bagaimana pengorbanan Lee Suri, mungkin ia juga akan memaksa ayah Bom untuk menyerahkan Bom padanya karena ia lebih tahu apa yang Bom suka dan tidak suka. Tapi bagaimanapun, ia adalah ayahnya. Tidak ada di dunia ini anak yang masih memiliki ayah setelah ditinggal ibu harus tinggal dengan orang lain yang tidak memiliki pertalian darah.

“Ibu Bom adalah wanita yang sampai saat ini masih sangat sulit untuk kulupakan, saat aku mendengar kabar kalau ia meninggal, aku berpikir sepanjang hari, bagaimana caranya aku meyakinkan diriku kalau tidak akan ada lagi kesempatan bertemu dengannya di jalan, tidak ada lagi kesempatan untuk bertanya mengapa ia meninggalkanku tanpa alasan dahulu. Kau bisa bilang separuh diriku pergi bersama Ibu Bom ketika melihatnya pucat dan kaku.”

Wajahnya tertunduk dengan senyum pahit di bibir. Hingga saat ini rasanya sulit untuk meyakinkan dirinya bahwa Suri benar-benar tidak akan bisa hidup lagi, bahwa ia sudah tidak akan bisa menyentuh jemari kurus wanita itu lagi apalagi impian untuk memeluk wanita itu.

“Tapi Bom hadir di saat aku paling membutuhkan seseorang sebagai tumpuanku. Dia menawarkan segala yang kulewatkan selama 6 tahun dengan Suri. Ia banyak mengajariku cara melihat dunia dari matanya, kami sama-sama hancur, tapi dengan satu sama lain, kami yakin, meski tidak akan bisa seutuh dahulu, kami akan pulih karena wanita hebat itu menanamkan akar yang sangat kuat pada kami berdua.”

“Apa Bom-Ren menangis?” tanya Miss Hopkins berhenti mengelap meja. “Dia tidak menangis sama sekali ketika Dokter menyatakan Leah tiada. Ia hanya duduk di bangku ruang tunggu di lorong sambil melihat tempat terakhir kali ia melihat Leah tanpa tangisan, seolah kejadian itu sudah bisa ia prediksi, seolah Leah sudah menyiapkan hal ini semenjak ia lahir.”

Begitulah Surinya. Anak sebatang kara yang tidak menginginkan Bom kekurangan kasih sayang meski hanya memiliki Ibu di seluruh dunia dahulu.

“Ya, satu kali. Cukup untuk melepas kesedihannya kupikir.”

“Apa Bom-Ren sangat berarti untukmu?”

“Tentu,” Kyu-Hyun mengalihkan pandangannya ke menu yang terpajang di papan. “Dia amat berarti untukku. Kalau kau ambil dia dariku, sampai Pluto pun, akan kukejar kalau di sana ada putriku.”

Tiba-tiba saja Miss Hopkins merangkul kedua pundak Kyu-Hyun kuat-kuat sebelum memeluk pria itu seperti ia memeluk Bom barusan. Kepala Kyu-Hyun didesakkan ke dadanya yang besar sambil terus terisak, ia mengusap kepala Kyu-Hyun.

“Ya, Tuhan! Leah kau sangat bodoh melepaskan pria seperti ini, Leah! Kau seharusnya katakan saat itu, Leah! Kau tolol!” sumpahnya berkali-kali di sela-sela isakan.

Bom yang mendengar Miss Hopkins menangis dari dapur buru-buru keluar. “Appa~nim! Miss Hopkins!” ia buru-buru memisahkan ayahnya dan Miss Hopkins. “Ada apa ini? Kenapa Miss Hopkins menangis? Apa Appa~nim memukul Miss Hopkins?!” ia dengar dari Ebba Appa kalau dahulu Appa~nim itu orang yang galak dan suka memukul, jadi dia takut kalau Miss Hopkins mengatakan sesuatu yang kasar pada Appa~nim dan Miss Hopkins dipukul hingga menangis.

“Aku sangat menyukai ayahmu, Bom-Ren, hari ini kau boleh ambil roti sesukamu, aku berikan gratis sebagai ucapan selamat datang!”

Dengan cengiran lebar dan tangan kanan dan kiri yang penuh dengan kantong plastik berisi roti juga puding kesukaannya, Bom menunjukan jalan ke rumah Uncle Jamie lagi setelah merampok toko Miss Hopkins.

Ada roti isi daging kesukaannya, roti isi selai buah kesukaan Uncle Jamie, dan puding cokelat untuk Appa~nim, ia punya banyak makanan untuk semua orang. Bahagianya.

“Apa Miss Hopkins memang selalu segembira itu, Bomie?” Karena tadi kena omel Bom soal larangan makan sambil berjalan, Kyu-Hyun jadi harus menyimpan puding cokelat yang kata Bom sangat, sangat, sangat enak itu untuk nanti.

“Iya, Miss Hopkins itu sangat suka anak-anak, dia selalu membagikan puding gratis padaku dan temanku yang mau membantunya mengelap meja toko.”

Pekerja gratis modal puding, licik.

“Lalu siapa itu Papa Hop?”

“Oh, Papa Hop itu ayahnya Miss Hopkins, katanya Papa Hop sudah berjualan semenjak Miss Hopkins belum lahir, sudah lama sekali, ‘kan?”

“Iya, lama sekali.” Padahal yang saat itu ada di otaknya adalah Miss Hopkins itu perawan tua.

Mereka semakin turun mendekati pusat kota, kanan dan kirinya dipenuhi kafe-kafe kecil yang belum buka, khas sekali suasana kota tua. Bedanya kebanyakan kota tua yang ia datangi tidak memiliki pemandangan menuju pantai eksotis dengan yacht mewah bersandar di dermaga. Kebanyakan kota tua yang Kyu-Hyun datangi berada di pusat kota yang jauh dari pantai, paling hanya Yunani yang—Kyu-Hyun berhenti memikirkan tentang kota tua saat tubuhnya menabrak Bom yang tiba-tiba berhenti.

“Hei! Jangan berhenti tiba-tiba!”
Tapi Bom tidak menjawab, dia justru menunjuk sebuah toko dengan kusen kuning terang dengan jaring-jaring putih menutupi etalase, kanopi biru muda dengan dua pot gantung berisi tanaman rambat. Di kacanya tertulis ‘Belle Station’, Kyu-Hyun tidak tahu apa itu, sepertinya tempat kecantikan.

“Kenapa?”

“Kantor Omma berubah jadi tempat tante-tante disulap.” Tunjuknya dan tiba-tiba wajah riang itu ditekut.

Ah, harusnya ia membeli studio Suri juga waktu itu dan tetap membiarkan isinya seperti saat Suri meninggalkannya, bisa saja suatu hari nanti Bom menjadi seorang fotographer dan kembali ke Cannes. Ia tidak berpikir hingga sejauh itu.

“Kau sedih, ya?” baru Kyu-Hyun ingin menggendong Bom, anak itu sudah kembali berjalan, mengeratkan pegangannya pada tas bebeknya.

“Tidak sih, dulu saat Omma sakit tempatnya jadi studio melukis, jadi aku masih bisa main. Kalau tempat tante-tante disulap, mana boleh aku masuk ke dalam, aku, kan, bukan tante.”
Tunggu, ia masih belum mengerti apa yang Bom bicarakan.

“Tempat tante-tante disulap itu apa sih maksudnya?” Kyu-Hyun mengikuti Bom kembali berjalan sambil melirik tempat yang Bom maksud dengan tempat tante-tante disulap.

“Itu lho, Appa~nim, tempat kalau perempuan besar yang masuk dengan wajah lesu, tiba-tiba keluar dengan wajah yang berwarna-warni, seperti pengantin. Kata temanku yang pernah menemani Ibunya ke tempat itu, mereka disulap oleh wanita lain di dalam, jadinya cantik. Tapi yang boleh disulap hanya orang-orang dewasa.”

Ketika mengerti apa yang Bom maksud dengan tempat tante-tante disulap, Kyu-Hyun terbahak. Imajinasi dunia anak-anak memang tidak ada tandingannya, ya? Putrinya itu ajaib, terkadang ia bisa berpikir lebih dewasa darinya dan lain waktu Bom bisa berimajinasi lebih kreatif dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Kyu-Hyun menepuk-nepuk pundak Bom bangga. “Benar! Nama lainnya itu salon, Bomie, orang dewasa menyebutnya dengan salon.”

“Oh, salon.” Bom mengangguk-angguk, nanti kalau bertemu dengan temannya lagi, ia akan memberitahu kalau tempat itu disebut dengan salon oleh orang dewasa. Salon, tempat perempuan besar disulap.

Kita-kira nanti kalau Bom sudah remaja, apakah anak itu memintanya untuk ditemani ke salon? Karena sejauh ingatannya Ah-Ra dan ibunya selalu pergi ke salon bersama, dan saat salah satu di antara mereka tidak bisa mengantar, maka Kyu-Hyun terpaksa mengantar salah satu dari mereka ke salon, duduk berjam-jam dengan pria-pria yang terpaksa juga menemani pasangannya untuk menghindari ocehan tujuh hari tujuh malam.
Nanti, kalau Bom meminta, ia pasti akan dengan senang hati menemani Bom.

Rumah kios yang ditinggali Uncle Jamie sudah pasti terlihat paling berbeda dari bangunan di sekitarnya. Bangunan dua lantai dengan kusen jendela berwarna biru juga banyaknya ember bunga di dalam etalase sudah pasti menjadi tempat tinggal penjual bunga satu-satunya di jalan tersebut.

“Itu rumah Uncle Jamie?” tanya Kyu-Hyun.

“Iya, oh!” Bom melihat Uncle Jamie baru saja melintasi jendela yang sudah dibuka di lantai dua sambil membawa cangkir kopinya. “Itu Uncle Jamie.” Ia berbisik pada Kyu-Hyun sebelum mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. “Uncle Jamie!”

Pria dengan rambut cokelat yang ditutupi baret berwarna cokelat susu itu buru-buru melihat keluar melalui jendelanya dan mencari sumber suara barusan. Ia menyipitkan matanya sekali sebelum tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi, membalas sapaan khas Bom yang, menurut penilaian Kyu-Hyun, sudah menjadi kebiasaan dua orang tersebut.
Apa yah biasanya respon Lee Suri di saat seperti ini? Apa dia akan marah karena Bom berteriak memanggil orang yang jauh lebih tua darinya atau justru tertawa seperti yang ia lakukan sekarang.

“Kau kembali ke sini?” tanya pria itu sambil terus melambai sebelum berbalik ke dalam ruangan dan berteriak memanggil seseorang.

Tak lama seorang wanita dengan rambut hitam yang disanggul rapi berhiaskan bunga sepatu di telinganya muncul di daun jendela bersama Uncle Jamie dan menggoyangkan tangannya. “Renny!” panggilnya semangat sebelum kembali menghilang bersama Uncle Jamie.

“Renny?” tanya Kyu-Hyun.

“Iya, Uncle Jamie dan Maman lebih senang memanggilku dengan Renny, teman-temanku juga, cuma Omma yang panggil aku dengan Bomie.”

“Maman?” baru kali ini Kyu-Hyun merasa ia adalah pria paling tidak perhatian, padahal biasanya dengan teman kencan singkatnya pun Kyu-Hyun berusaha sebaik mungkin untuk meyakinkan bahwa dirinya memperhatikan detail terkecil. Tapi kalau hubungannya sudah tentang kehidupan Bom bersama Suri dulu, rasanya ia antara penasaran tapi takut melukai Bom dengan mengingat-ingat lagi kebiasaan bersama Suri yang tidak akan pernah bisa anak itu lakukan lagi di Korea.

“Maman itu pasangannya Uncle Jamie, namanya Maman Priscill, tapi dia lebih suka kupanggil Maman.”

Oh, jadi wanita dengan bunga sepatu di telinganya itu adalah istri Uncle Jamie, Kyu-Hyun kira sebelum ini Uncle Jamie adalah pria tua yang sudah ditinggal mati istrinya, ternyata bukan, sebaiknya nanti ia panggil apa, ya?

Tak lama Uncle Jamie dan Priscill muncul dari pintu di lantai satu. Tanpa memedulikan pria yang berdiri di samping Bom, dua orang itu langsung menghambur dan memeluk Bom erat-erat, seolah Bom adalah putri mereka yang tinggal jauh dan sekarang datang berkunjung.

Sebagian hatinya terasa hangat mengetahui Bom mempunyai tempat pulang kalau-kalau nanti mereka sedang berdebat masalah besar, tahu bahwa ada tempat yang sama menyayangi Bom seperti ia dan Suri menyayangi Bom. Mungkin benar kata orang, anak-anak selalu membawa kasih sayang paling murni dan menularkannya ke mana pun mereka pergi. Terutama putrinya.

“Ke mana saja kau sampai baru sempai mengunjungi kami!” omel Uncle Jamie yang sekarang mengangkat Bom ke dalam pelukannya. “Kau lupa pada kami?”

“Mana mungkin, kan, Renny lupa pada Maman?”

Bom tertawa memegangi hidungnya sambil menggeleng. “Aku sudah sekolah, kan, Omma dulu pernah bilang kalau sudah sekolah tidak bisa libur terus-terusan.”

Uncle Jamie membawa Bom memasuki rumah mereka sambil terus mengintrogasi Bom apa saja yang ia lakukan di Korea dan bagaimana kabarnya sekarang, memuji Bom yang lebih gemuk, yang berhasil membuat Kyu-Hyun menyengir girang diam-diam meski keberadaannya sekarang masih tidak terlihat.

“Eh,” Priscill berbalik kemudian tertawa pelan sambil menutupi mulutnya. “Kau ayahnya Renny?” tanyanya sambil berjalan mendekat, tidak ada wajah bengis seperti yang ia dapat dari Miss Hopkins tadi.

“Iya.”

“Maaf, ya, kami terlalu bahagia bertemu Renny sampai melupakanmu, ayo masuk.” tawarnyasambil menyentuh punggung Kyu-Hyun, menuntunnya memasuki ruangan tempat menyimpan bunga yang hari itu memenuhi setiap sudut ruangan lantai satu.

“Bunga datang setiap pagi, kalau sedang musim panas biasanya laku keras.” Jelas Priscill ketika melihat mata Kyu-Hyun mengamati ruangan mereka.

“Ah, maaf merepotkan Anda pagi-pagi, tapi aku lupa menyuruh orang untuk membersihkan rumah jadi aku tidak yakin apakah airnya masih mengalir atau tidak.”

Lagi-lagi Priscill tersenyum lembut sambil mengangguk. “Kalau tidak bayar iuran selama 2 bulan berturut biasanya ada pemberitahuan pemutusan air, tapi aku dan Jamie tidak punya masalah kalau kau mau menginap di sini bersama Renny, kami senang. Iya, kan, Jamie?”

“Ya, tentu saja! Cicil bisa menyiapkan kamar untuk kalian berdua.”

“Ah, tidak perlu, aku rasa aku ingin merasakan bagaimana…” tiba-tiba ia merasa canggung harus mengatakan itu pada orang lain. “Kau tahu….”

“Bagaimana Leah dan Renny tinggal sebelum ada kau?” tanyanya masih dengan senyum di wajah. “Panggil aku Cicil dan dia,” Cicil menunjuk Jamie, “Pak Tua Jamie. Leah biasa memanggil kami seperti itu.”

“Kau mau menumpang mandi?” tanya Uncle Jamie pada Bom dan menurunkan anak itu di lantai dua. Ruangan yang lebih layak disebut ruang tengah sebuah rumah yang ditinggali dua orang. “Mandilah dahulu, akan kudinginkan lagi pudingmu, sana!”

Sesaat Bom melihat Kyu-Hyun, ragu kalau ayahnya akan baik-baik saja ditinggal bersama Uncle Jamie dan Maman, soalnya ia tahu pasti sebentar lagi ayahnya akan ditanyai banyak sekali, pertanyaan yang membuat mata gelap ayahnya menjadi semakin gelap dan sedikit basah. Kata Omma, kalau mata Appa~nim sudah seperti itu, tandanya ia bersedih tapi tidak mau mengatakannya.

“Tidak apa-apa, Appa~nim?” Bom melepaskan ranselnya juga terduduk di lantai berusaha melepas sepatunya.

“Iya, mandi duluan saja, ya.”

Bom mengangguk, paling-paling kalau ayahnya tidak suka, Uncle Jamie yang dibuat menangis, ayahnya, kan, memang suka begitu, mengomeli orang diam-diam dengan matanya. Di kantor Bom sering melihat mata ayahnya menggelap dan dipejamkan cukup lama sebelum mengatakan sesuatu dalam suara rendah dan membuat lawan bicaranya lari ketakutan.

“Kalau Uncle Jamie bicara nakal, bilang aku, ya!” teriak Bom sebelum masuk ke kamar mandi.

Sepeninggal Bom, Uncle Jamie dan Priscill memang tidak menunjukan wajah ketidaksukaannnya pada Kyu-Hyun, namun dari cara mereka duduk dan memandang ke luar, menandakan bahwa mereka berusaha untuk tidak bertanya hal yang paling mereka ingin tahu.

Kalau seperti ini Kyu-Hyun yang jadi penasaran setengah mati.

“Jadi…,” bukanya, “apa Leah pernah bercerita tentang aku?”

Sedikit cahaya berkilat di mata Uncle Jamie yang menyajikan roti yang Kyu-Hyun bawa tadi ke hadapan Kyu-Hyun. “Apa kau benar-benar Cho Kyu-Hyun itu?” Uncle Jamie mengucapkan nama Kyu-Hyun dengan sedikit susah payah, mungkin lupa cara mengucapkannya.

“Ya. Terima kasih sudah membantu Suri merawat Bom selama—“ Kyu-Hyun terdiam ketika sebuah pukulan keras mendarat di kepalanya. Ia tidak melihat sejak kapan Priscill menggulung majalah dan menginterupsi kalimatnya.

“Apa kau akan melepaskan wanita yang kau cintai begitu saja? Dengan alasan tidak jelas? Betapa menyedihkannya dirimu.” Omelnya dan tetap berdiri di belakang tubuh Kyu-Hyun. “Kau tahu seberapa sulitnya hidup sebagai orangtua tunggal dan tidak ada yang membantunya menjaga Renny? Kau tahu kalau uang yang orangtuamu kirimkan setiap bulan untuk mereka tidak menutupi biaya kehidupan sehari-hari? Kau tahu itu?”
Jika ia bertukar posisi dengan Suri, pasti orangtuanya pun akan melakukan ini pada Suri.

“Tidak, aku sama sekali tidak curiga saat Suri mengatakan bosan denganku, aku terlalu saki—“ sebuah pukulan mendarat lagi di kepalanya. “Aku terlalu fokus pada diriku yang merasa sebagai satu-satunya korban di dalam hubungan kami.”

“Lalu kenapa kau ingin merawat Renny? Apa rasa bersalahmu pada Leah? Kau pikir dengan merawatnya bisa menghidupkan Leah lagi?”

“Tidak tentu saja.” Kyu-Hyun kembali diam.
Tidak ada yang mengerti bagaimana sulitnya melupakan Suri, semua orang percaya bahwa ia adalah lelaki bejat yang kerjaannya mempermainkan hati wanita, mana mungkin Suri yang mempunyai wajah biasa-biasa saja bisa sampai sulit dilupakan olehnya.

Kyu-Hyun memutar cincin di jari manis kirinya, cincin yang ia beli dari hasil kerja paruh waktu, cincin yang sempat Suri kembalikan sebelum mereka berpisah, dan cincin yang sekarang ia kalungkan pada Bom.

“Karena ketika Leah pergi sebagian hatiku juga ikut pergi,” jawab Kyu-Hyun akhirnya, “dan ketika Bom hadir, aku merasa Suri tidak sepenuhnya pergi, bahwa ia menitipkan Bom padaku agar kami bisa saling melengkapi.”
Kyu-Hyun mengharapkan satu pukulan lagi di kepalanya, bukan sebuah usapan di kepala dan secangkir teh hangat di hadapannya.

“Tidak ada yang membencimu, Leah tidak pernah menceritakan betapa kejamnya ibumu pada kami, aku hanya mengarang,” aku Cicil dan duduk berhadapan dengan Kyu-Hyun.

“Saat Leah meninggal, aku ingin sekali merawat Renny, tapi Suri sudah memesankan pada kami jauh sebelum ia pergi bahwa ada baiknya Renny mengetahui tentang siapa ayahnya meski hanya satu kali.”

“Jadi aku mengatakan pada Yoo-Jin, wanita yang mengurus kepulangan mereka ke Korea, untuk mengantarkan Renny pada ayah kandungnya.” Sambung Uncle Jamie dan memotong roti isi selai stroberi. “Aku pikir kau tidak akan membawa Renny ke mari, tidak ada kabar sama sekali selama 3 bulan ini.”

“Maafkan aku, 3 bulan ini aku sibuk menyesuaikan hidup kami, mengatur jadwal senormal mungkin untuk Bomie dan mengisi kekosongan sebisa mungkin.”

Uncle Jamie mengangguk paham, ia mungkin tidak tahu bagaimana sulitnya menjadi orangtua tunggal terutama laki-laki yang kebanyakan hanya tahu bekerja dan makan saja, jadi ia tidak menyalahkan Kyu-Hyun yang seolah merenggut Bom darinya selama 3 bulan ini.

Baru Uncle Jamie mau bicara, Bom sudah keluar dari kamar mandi, dengan kakinya yang pendek dia menggapai kenop pintu dengan berjinjit dan menariknya ke belakang sebelum muncul seluruh tubuhnya dengan rambut basah, celana jin biru, juga kaus kuning pucat, dengan rambut yang basah dan wajah yang masih ditempeli bulir-bulir air.

Kyu-Hyun tebak Bom itu mandi buru-buru karena takut dirinya mengomel atau membuat Uncle Jamie dan Maman menangis. Bom, kan, memang seperti itu, sering sekali berprasangka buruk kalau ia hobi menelan orang karena terlalu sering ikut ke pabrik atau mengintip ke ruang rapat diam-diam.

“Appa~nim, rambutku basah, tadi habis dicuci.”

Dengan sigap Kyu-Hyun langsung beranjak dari duduknya dan mengeluarkan hair dryer dari dalam tas kuning dengan karakter Line yang akhir-akhir ini menjadi favorit Bom untuk dibawa-bawa.

“Kemari, biar dikeringkan.”Kyu-Hyun duduk di lantai dekat dengan stopkontak yang diikuti Bom duduk di hadapannya.

Bom diam sementara rambutnya dikeringkan, ia membaca label belakang dari sampo berwarna merah muda yang ia beli dengan Appa~nim beberapa minggu lalu. Ia tidak mengerti isinya, banyak kata asing yang belum ia pelajari di sekolah ataupun Omma belum mengajarkannya, rasanya nanti kalau ia sudah besar, ia bisa mengerti apa yang dimaksud dari kata-kata di belakang botol samponya.

“Aku mau rambutku diikat, ya, Appa~nim, yang tinggi!” Bom menggerakkan tangannya ke atas sekali hingga melewati kepalanya.

Sementara di sudut dekat meja makan, Uncle Jamie dan Cicil  menatap Kyu-Hyun yang dengan telaten mengeringkan rambut Bom, menyisirnya perlahan, memastikan bahwa pria itu tidak terlalu kasar menarik sisirnya. Cicil menyenggol pinggul Jamie yang sedang mengunyah roti isi stroberi, apa karena ini dahulu Suri begitu jatuh cinta pada Kyu-Hyun hingga membuat wanita itu yang bisa saja mendapatkan pria yang dia mau di Cannes ini terus melajang? Sisi pria yang dingin di luar namun begitu hangat di dalam tersebut?

Ah, sayang sekali ia tidak bisa menanyakan langsung pada Suri, seandainya saja wanita itu bisa bertahan sedikit lebih lama, mungkin bukan hanya Kyu-Hyun dan Bom yang ia lihat pagi ini di rumah mereka, tapi satu keluarga utuh seperti yang Bom impikan selama ini, seperti teman-temannya.

“Kau dulu seperti itu tidak sih, Jamie?” tanyanya. Ia heran, bagaimana seorang pria begitu telaten mengurus seorang anak, anak perempuan lagi!

Jamie menggeleng pasti. “Tentus aja tidak, ‘kan? Anak kita laki-laki semua, Cicil mon céri.”

Cicil hanya tertawa hambar, ia lupa kenapa hidupnya terasa begitu sepi dan menderita, ia dikelilingi 4 pria tidak peka yang tahu hanya soal bunga tanpa berniat memberikannya bunga khusus setiap pagi. Menderita sekali hidupnya.

Setelah hampir kering seluruhnya, Kyu-Hyun menyuruh Bom untuk menghadapnya, ia menuangkan lotion wajah pada tangannya dan mengusap perlahan. Ia tidak tahu apakah Suri melakukannya atau tidak sebelum ini, tapi karena Ebba, Rhea, Seo-Hae, bahkan Pasukan Iblis Junior memakai lotion wajah dan tangan, jadi ia beli saja, yang paling mahal yang ada di gerai perawatan anak, pokoknya untuk Bom harus produk berkualitas karena Bom adalah wanita.

“Pejamkan matamu.” Bom menurut. Perlahan Kyu-Hyun mengusapkan lotion tersebut ke wajah Bom, kelopak, dahi, pelipis, sudut hidung, hingga leher tak luput dari usapannya, seolah ia baru saja mengabsen adakah luka yang ditimbulkan oleh kegiatan bersih-bersih atau tergores benda tajam di pesawat. Puas dengan kulit wajah Bom yang mulus, Kyu-Hyun menepuk kedua tangannya, “oke, selesai!”

Sambil menuang lotion untuk tangan dan kaki, Bom melirik Kyu-Hyun sesekali. “Apa dulu Omma pernah Appa~nim pakaikan lotion juga?”

Kyu-Hyun berpikir sebentar, mengingat kejadian saat Suri demam dulu, dan menggeleng.

“Kalau dipakaikan lotion, tidak pernah, tapi dulu aku pernah membantunya mencuci rambut juga mengeringkannya seperti tadi, dulu, dulu sekali saat Omma demam.”

Saat pertama kali ibunya mulai sakit-sakitan juga dimulai dengan demam panjang yang membuat Bom harus berada di rumah selama satu minggu penuh karena Omma mudah kelelahan.

“Oh, tapi Omma tidak meninggal dulu?”

Kyu-Hyun menyengir hambar. Habis ini dia harus cari tahu bagaimana trik membuat putrinya memandang dunia jauh lebih indah. Mungkin habis ini dia harus memaksa Bom menonton acara Disney yang manis ketimbang tontonannya yang produksi Ghibli yang gelap namun dibungkus dengan warna cerah, persis seperti Bom.

“Kalau Omma meninggal saat itu, kau pasti tidak lahir, ‘kan?”

Bom mengangguk-angguk paham. “Sekarang, Appa~nim mandi sana, nanti kita beli sarapan di luar.” Bom mengucapkannya dalam bahasa Perancis yang tidak begitu kentara, mungkin ia tahu kalau ayahnya itu masih belum bisa menangkap bahasa Perancis berlogat apa lagi dengan ritme yang cepat.

“Lho, kalian tidak ingin sarapan di sini?” Cicil yang baru mengeluarkan daging ayam dari pendingin langsung menoleh mendengar Bom mengatakan dalam bahasa Perancis, padahal tadi mereka berdua bercakap-cakap dalam bahasa Korea. “Aku siapkan makanan enak, Renny.”

Kyu-Hyun menyerahkan jawabannya pada Bom, ia tidak masalah kalau harus makan di sini, toh mereka tetap bisa berjalan-jalan sehabis ini, mungkin memberi persediaan makanan selama beberapa hari ke depan? Ia masuk ke kamar mandi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Bom.

“Tidak,” Bom duduk di kursi yang tadi Kyu-Hyun tempati. “Aku janji pada Appa~nim kalau akan membawanya keliling seperti kalau aku pergi dengan Omma di sini, Uncle.”

Uncle Jamie melirik pintu kamar mandi sebentar sebelum mendekatkan kursinya ke pada Bom. Ia selalu penasaran dengan Bom dan afeksinya pada orang dewasa, Bom terkadang bisa begitu polos dengan celotehannya yang tidak bisa direm, tapi lain waktu ia akan sangat pedas mulutnya kalau tidak suka dengan orang lain. Ia jadi penasaran bagaimana perasaan Bom sebenarnya pada ayahnya.

“Renny…,” panggilnya sambil mendekatkan kursi, “ayahmu itu orang yang seperti apa sih?”

Bom menatap Uncle Jamie sesaat, ia tidak pernah ditanya seperti ini oleh orang di rumahnya. “Appa~nim baik.”

“Apa dia mengurusmu dengan benar? Seperti Omma merawatmu?”

Bom menggeleng. “Tidak, Appa~nim merawatku dengan berbeda.” Ia masih ingat bagaimana Omma menyuruhnya untuk kuat dan mengerti kalau mereka hanya berdua di dunia ini, jadi tidak perlu bertanya kenapa keluarga mereka tidak selengkap keluarga teman-temannya. Sementara Appa~nim selalu berusaha meneruskan apa yang Omma buat, meski tidak ada lagi kuncir yang lucu, atau pita-pita di kepala, atau mandi bersama lagi, tapi itu bukan sesuatu yang buruk.

“Berbedanya bagaimana?”

“Kalau dengan Omma aku tidak boleh menangis kalau alasannya bukan karena aku tidak tahan untuk tidak menangis lagi, tapi kalau dengan Appa~nim, dia membolehkanku menangis asal bukan karena hal sepele, aku juga dibolehkan keluar dengan baju tidur dan belum mandi, boleh makan es krim banyak-banyak asal mau gosok gigi dan Appa~nim mengajariku naik sepeda tanpa roda bantu!”

Seketika Bom bersemangat, ia baru ingat kalau sekarang ia sudah bisa naik sepeda tanpa bantuan roda tambahan lagi berkat Appa~nim, Uncle Chang-Min bilang kalau dia hebat karena bisa naik sepeda roda dua tanpa bantuan roda tambahan, Ebba saja belum bisa.

Sementara Jamie tertawa menatap istrinya yang menyengir mendengar ucapan Bom. Memang berbeda, tapi bukan berbeda itu yang ia maksud. “Kau lebih sayang Omma atau Appa~nim?”

Bom kembali menatap Uncle Jamie, tapi kali ini dengan mata menyipit kemudian menggeleng. “Katanya aku tidak boleh memilih antara Omma atau Appa~nim, karena mereka untuk mereka aku adalah yang nomor satu.”

Kali ini Jamie tergelak. “Kau memang tahu artinya nomor satu?”

Bom mengangguk semangat. “Aku tahu! Nomor satu itu adalah yang terbaik, seperti kalau juara di kelas dan juara satu, sama seperti itu, yang terbaik. Tapi…” Bom mengusap anak rambutnya yang jatuh menutupi wajahnya. “Kata Appa~nim, juara satu di kelas bukan berarti yang terbaik, karena kalau aku tidak juara satu pun, bagi Appa~nim, aku adalah yang terbaik, begitu.”

Dia jelas bisa melihat kepolosan Suri yang jatuh ke dalam pelukan Kyu-Hyun saat muda. Dua wanita itu sudah sama-sama terperosok ke dalam pelukan Kyu-Hyun karena mulut manisnya. Jamie menggeleng sambil tertawa.

“Omong-omong, ayahmu bisa buat sup kimchi tidak? Aku ingin makan sup kimchi tiba-tiba saja.” Ia mengelus perutnya. Setiap kali ia mengingat Suri, ia selalu ingat sup kimchi buatan wanita itu yang sangat enak, di sini tidak ada restoran Korea, kalaupun ada, itu pasti di hotel bintang lima dan makanannya tentu saja berbeda dari makanan yang sering Suri buat.

Bom menelengkan kepalanya, ia tidak ingat. Appa~nim memang rajin memasakkannya sarapan, bekal, dan makan malam, tapi sejauh ingatan Bom, Appa~nim jarang sekali membuat masakan korea, katanya sih banyak bahan dan aturannya, jadi skill Appa~nim yang masih pemula belum bisa menyamai tingkat kesulitan memasak makanan korea.

Tak lama Kyu-Hyun keluar dengan celana jin hitam, kaus putih, rambut yang setengah basah lengkap dengan handuk yang tersampir di bahunya. Seketika Cicil bersiul pelan melihat adegan tersebut, kalau ia disuguhi pemandangan seperti ini setiap pagi juga, mungkin ia akan kesulitan untuk mencari pengganti, sama seperti Suri. Mana tahan ia dengan pria seksi, apalagi status sebagai lajang beranak satu membuatnya tak kalah jika dijejerkan dengan deretan aktor duda Hollywood.

“Appa~nim, bisa buat sup kimchi tidak?” tanya Bom langsung, mengabaikan siulan dari Maman yang seperti anak laki-laki lakukan kalau melihat kakak cantik lewat di hadapan mereka.

“Sup kimchi?” Kyu-Hyun menggosok belakang kepalanya dengan handuk perlahan, rasanya ia ingat bagaimana cara membuat sup kimchi yang Suri ajarkan dahulu, lagipula, ia mendapat nilai 7 di kelas membuat kimchi dan mendapat nilai 8,5 di kelas membuat makanan tradisional yang salah satu menunya adalah sup kimchi di kelas memasak yang ia ambil 2 bulan lalu untuk memenuhi asupan seimbang Bom. “Sepertinya bisa, kenapa?”

Bom menunjuk Uncle Jamie yang menyengir sambil melipat tangannya di atas meja. “Uncle Jamie bilang kalau ia rindu sup kimchi buatan Omma, bisa tidak Appa~nim buatkan untuk Uncle Jamie? Soalnya tidak ada restoran Korea di Cannes yang jual sup kimchi, harus ke Nice dulu baru bisa dan itu jauhhhhh sekali!” terang Bom dengan penekanan penuh pada kata ‘jauh’ barusan.

Anggap saja memasakkan mertuanya, jadi Kyu-Hyun menyanggupinya. “Tentu, kenapa tidak? Nanti kita cari bahan-bahannya di pasar, ya?”

Uncle Jamie menyengir makin lebar hingga garis matanya melengkung mendengar akan dibuatkan lagi sup kimchi setelah hampir 6 bulan tidak mencicipinya karena Suri sakit dan pergi 3 bulan lalu.

Bom meloncat dari kursinya dan menarik tangan Kyu-Hyun untuk duduk di lantai tempat tadi Kyu-Hyun mengeringkan rambut Bom.

“Biar aku yang keringkan rambut Appa~nim.” Ia langsung menyalakan hair dryer dan melakukan hal yang sama seperti yang Appa~nim lakukan pada rambutnya tadi.
Kyu-Hyun berusaha duduk santai, kepalanya mendunduk karena tanpa sadar Bom terus menekan kepalanya ke bawah, persis seperti Suri yang dulu mengeringkan rambutnya sehabis kehujanan di apartemen Suri. Wanita itu akan menundukkan kepala Kyu-Hyun tanpa ampun sampai lehernya sakit, dan sekarang terulang pada keturunannya. Benar-benar DNA yang mengerikan.

Ponselnya menyala, sebuah pesan dari Yoo-Jin yang menanyakan kabar Bom juga keadaan psikis anak itu, panjang lebar hingga Kyu-Hyun merasa matanya sudah mentok, tidak bisa diputar lagi. Kemarin, saat Kyu-Hyun merencanakan liburan musim panas ke Cannes, Yoo-Jin adalah satu-satunya orang yang menentang kepergiannya dan Bom.

Yoo-Jin bilang ia takut kalau Bom akan merindukan Suri lebih parah hingga anak itu kelak tidak mampu menyembuhkan karakter skeptisnya. Tapi bukan Kyu-Hyun namanya kalau tidak keras kepala, berlandaskan bahwa tidak ada yang lebih mengerti Bom ketimbang dirinya, Kyu-Hyun nekat mengajak Bom yang tiap hari menceritakan kehidupannya bersama Suri di Cannes.

Ia hanya ingin Bom melepas sedikit kerinduannya dengan kampung halaman, dengan kenangan di setiap sudut kota bersama Suri, dan sekarang kenangan itu akan mereka lalui bersama, kelak yang Bom ingat bukan hanya ia pernah berjalan di sini bersama Suri, tapi juga bersama ayahnya, berlagak seperti sepasang kekasih dimabuk cinta, dan suatu hari kenangan itu yang akan membuat Bom tersenyum setiap kali ia merasa harinya mendung.

Mungkin selamanya Bom akan merasa timpang karena kepergian Suri, tapi kelak hari itu tidak akan menjadi masalah lagi karena kekosongan yang ibunya tinggalkan diisi dengan penuh oleh dirinya dengan kenangan sederhana namun hangat. Ia ingin setiap kali ada yang bertanya pada Bom, “Seperti apa tipe pria idamanmu?” Bom akan menjawab, “Seperti ayahku” itu saja sudah lebih dari cukup untuknya.

Tapi hal pertama yang harus ia ubah adalah bagaimana cara ia memandang dunia dan mengajarkan pada Bom bahwa tidak selamanya dunia berwarna gelap, mungkin Suri tidak benar-benar mengajarkan Bom bagaimana hidup tanpa dirinya, begitu pun Kyu-Hyun, tapi pasti warna yang Suri toreh di diri mereka membuat dunia bukan hanya hitam putih, dan Kyu-Hyun pasti akan memberitahu warna apa saja yang sudah Suri torehkan di hati anak itu sebagai bekal ke depannya, Ibu tidak akan membiarkan anaknya pergi dengan tangan kosong, apa pun pasti akan dibekalkan untuk anaknya meski itu berarti semua harta yang dimiliki, begitu pun Bom.

Ia meraih tangan Bom dan menepuknya. Kita pasti bisa melihat dunia seperti yang Suri inginkan.

“Appa~nim, boleh tidak kita makan di Rue Meynadier saja?” Bom selesai mengeringkan rambut Kyu-Hyun dan sekarang sibuk menyisirnya dengan tarikan kuat-kuat karena hasil karyanya cukup membuat rambut Kyu-Hyun sedikit kusut.

Kyu-Hyun mengernyit menahan sakit. Ia tidak pernah ke Cannes, paling-paling kalau ke Perancis hanya mampir ke Paris saja, Perancis bukan negara kesukaannya. “Rue Meynadier itu apa, ya?”

“Oh, itu tempat makan, Appa~nim, banyak kafe, tidak jauh dari sini, kok, hanya turun saja lalu sampai deh!”

Ia tidak tahu, Bom adalah pemandu wisatanya kali ini, paling-paling kalau kesasar, andalannya hanya GPS. “Kalau ke Marche Forville jauh tidak? Kita harus belanja untuk membuat sup kimchi, ‘kan?”

Bom menggeleng. “Tidak kok, Marche itu tinggal turun lagi dari Rue, tidak jauh kok, atau, kalau jauh kita bisa naik sepeda.”

“Tidak masalah.”

***

sumpah aku udah italic-in semua kata asing, eh, balik ke awal. Karena format dan penulisannya beda, jadi aku pisah aja ya postingannya.

Oh, iya, CBE akan dinovelkan, indie karena aku buat special. Tapi masih sebulan lagi, santai aja. Dan kalo yang ngerasa keberatan, silahkan dibaca di blog aja nggak masalah, aku enggak hapus kok.

Jadi segitu dulu aja ya. Aku editnya ga tahan, mesti enter-enter-in ulang 😑😑

119 thoughts on “[CBE] Spring in The Summer

  1. love you kak 😘😘😘

    wahhh bersemangat sekali bomie. aku ngerasa di part ini bomie cerewet sekali. untungnya ga sedihh. kalo bomie udah berani bentak kyuhyun itu berarti bomie udah ga ragu lagi sama kyuhyun.

    cara merawat bapak sama ibu jelas beda. aku pernah ngerasain kok dulu pas ibuku pulkam papaku yg ngurusin aku selama 3 hari. pokoknya beda sama ibu lah. aku minta dikuncir sama papa tapi papa ga bisa. ya udah digerai aja jadinya 😂😂

    bayangin miss hopkins kok mirip uncle dursley di harry potter yaa 😂😂

    duh rasanya ga rela kalo bomie nanti juga bisa kena leukimia 😢😢😢

    2 wanita yg jatuh ke pelukan kyuhyun. bener tuh kata maman. kyuhyun pandai bersilat lidah. apalagi kata2 manisnya.

    berarti bomie bisa 2 bahasa dong? prancis sama korea?? 😮

    kalo visualnya bomie yg sekarang aku ngerasa kakinya bomie pendek banget 😅😅 *ampun

    btw makasih udah posting kak 😘😚😍 *cipok basah

      1. emang kak kaya buntelan cimol. gemes banget liatnya . di ig aku stalkerin dia 😆😆
        apalagi pas dia masih bayi duhhhh itu bakpau apa pipi pengin dimakan 😆😆😆
        tembemnyapun mirip pas kyuhyun masih bayi 😆😆

  2. Dibuat spesial gimana??? Kl indie berarti agak mahalan dikit……gpp wes yg penting okky yg buat #smirk

    Ini berdua jalan2 ke cannes tanpa ajak2 Aq…….duh bikin haru juga sih….semacam flashback with suri…..kl misal dibuat film ni pasti suri jadi bayang2 diantara mereka…… *read – hantu 😂😂😂😂😂😂😂😂😂

  3. ih, bikin sedih, gemes kalo baca CBE memang… suka gigit-gigit lidah kalo baca, biar gak kebablasan komen,”duh, itu bapak satu anak kok bisa seksi sekali, sih? padahal kan cuma di tulisan,” atau,”itu bocah bisa dikarungin terus bawa pulang aja gimana, ya, cerewet banget. bikin gemes kayak bapaknya.”
    히히히히

  4. setiap baca kisah yg satu ini..selalu saja gk bs nahan buat tidak keluar ini air mata..😅
    bomie dewasa..apa kabarnya kyuhyun nanti..😮 oh jd ini bklan di novelkan jg.. bagus keren ko..bkalan d tunggu rilisnya..

  5. waaah kangen bgt.. scr dah lm minta ampun ni lanjutan’a.. disini ren byk senyum. senangnya smg bs happy terus ya ren sm appa nim

  6. Mau dijadiin Novel tapi yang di blog gak dihapus ya eonn??? Nabung deh, pasti halamannya tebel. Aahhhhh, itu kenapa ngebayangin Kyu jalan2 ama Bom rasanya abcdefghijkl ya, kayak hot daddy versi asia gitu, pengen karungin dua2nya…..
    #mukamelas

  7. Huaa thankyu kak. Kereeeenn bnagetttttt deh. Baca tingakah bapak sama ank ini bkin haru, bahagia, csenyum. Pokoknya sweet nangett, pantes kata maman 2 wanita yg jatuh dalam pelukan kyu krn kyu pandai berkata2. Ya ampun boomie lucu banget. Hidup kyu jd lebih berwarna dan bermakna dgn hadirnya bommie
    Aku mau novelnya ini. D tunggu kak
    With love kyu-boomie fans 😀😁😁😍😙

  8. Bomie seneng banget ya ke cannes berasa pulang kampunglah itu kalo ke cannes hihihi
    Kenapa bom bisa seceria banget mungkin karna bom seperti pulang kerumahnya dan ibunya hehhe kayaknya si cho lumayan sukses didik bom yah sukses untuk menghilangkan kesedihan bom jadi bom sekarang udah bisa nerima kepergian surri,,,hiks hiks tapi cm si cho aja kayaknya yg belum bs sepenuhnya terima suri udh g ada
    Nae kira si cho sampai cannes bakal dihakimj ama orang2 yg dulu dekat dg suri.eh ternyata g seburuk yg saya bayangkan wkwkwk good luck deh buat bomie yg jd tour guidenya appa nim

  9. Ah bomie knget pke bgt dah. Thanks ud dposting. Ttp sllu da air mata stiap bca crta bomie enth air mata bhgia atau sdh. Skrg bomie dan kyuhyun ud mulai bsa berdamai dgn sikon hdupnya yg tnp suri skrg. Tpi stuju sma ide kyu buat bwa bomie kcannes, biar bomie jga pnya knangan bersma kyuhyun jga. Ngakak pas bca “tempat tante2 sulap” smpet mikir ah mngkn tmpt tante2 yg bsa sulap, trnyta salon dong. Cra berfikir ank2 bnr amazing 😂😂😂😂. Gak sbar nunggu novelnya 😍😍

  10. biarkan anakku kelak seperti Bom ya allah 😂 biasanya seumuran bom itu lagi rese2 nya tapi kenapa anak suri ini manis sekali. pagi2 baca ini kerasa bgt cannes nya. CBE dinovelin yaa.. aku usahain beli dehh biar banyak koleksi novelku mueheheh 😁

  11. senengnya liat bom dy sekarang gak sedih lagi karna ditinggal suri,,, kyu memang jago mengalihkan dunia suri dan bom sampai gak bisa pindah kelain hati …..hahahaha,,,
    sukses buat novelnya

  12. makasih thor untuk kebijakan tidak menghapus ff ini meski di novelkan. soalnya aku lebih suka baca di blog bisa di baca di mana aja dan kapan aja. maklum mood buat baca suka muncul tak ingat maktu ama tempat kekeke. ribet soalnya klw mesti bawa novel kemana mana.kemaren sempet sedih gentleman secret nya gk bisa baca lewat blog. tapi seneng juga kalau karya author di novelkan.
    fighting terus deh buat karyanya. semoga cepet2 dpt inspirasi biar cepet2 update.

  13. Waaaaa series yg ini banyak manis2nya~
    Imut banget sih pas saling bantu keringin rambut itu >< aku mupeng
    Sejauh ini masih aman aja sih liburannya ya. Semoga beneran sukses bapake-nim!

  14. Selalu terharu dg segala usaha Kyuhyun untuk menggantikan Suri. Bomie bener anak kecil yg berpikiran dewasa, dg tingkah laku dia malah bikin aku tiap baca malah sedih kasian dia masih kecil udah gak ada eomma. Salut sama Kyuhyun dan sayang bgt sama Bomie. Sekarang hidup Kyuhyun bener2 udah buat Bom. Bom jangan cepet gede yaaa^^ Kasian Appa-nim.
    Ditunggu next update~

  15. Kisah mrk skrg ini g ad sedih.a sma skli.. mrk dsni untuk brlibur.. tpi krn sdh dri awal bca yg bomie di tinggal mninggal sma suri bwaan.a sfih mulu tiap bom ingat sma suri, tiap kyuhun ingat suri, tiap orang ingat suri.. sdih btul bwaan.a.. suka bgt sma crita ini.. 😊☺😉

  16. Penggambaran sifat bom dan cara bom berimajinasi bikin senyum2 sendiri 😂
    Ahh ditunggu novel cbe nya kak ><
    Note: jgn buka po deket2 po album kyuhyun yaa😂

  17. Ini cerita udh gak pengen aku baca karna setiap baca nangis terus, tapi ya tetep aja ada beginian rasanya gatel pengen buka, trus pengen dinovelin yaudah paling2 bengkak aja kan, gak masalah-_-bakal dibeli

  18. Aihhhh…yg dinanti2 publish jugaa… Bomie n Appa-nim 😘😘😘😘
    Baca ini sebelum subuh sampek ketiduran,lanjut baca plng sekolah hahahaha… Disekolah uda mikir lanjutan crita yg gak slesai kebaca gra2 ketiduran dan sukaaaaaaaaa bgt bomie n appa-nim moment xoxoxoxoxo😍😍😍😍

  19. Aq selalu nunggu cerita ini lho tp maaf br bs coment,klo bc dr awal tuh sedih bgt liat bomie yg ank kecil tp pikirnny itu dewasa bgt,kyuhyun yg tiba2 jd appa jg sgt mengagumkn karena bisa membuat bomie ceria lg..mereka selalu pergi k tmpat2 yg dulu suri dtgi,utk mengenangny..keren si kyu jd appa yg di bangga2 kn dan selalu di bela sm bomie.
    Semngt nulis lnjtnny dan jg novelny..

  20. Satu2nya ff kyuri yg mengecewakan,kecewa karena sujrinya mati. Huaaaaaa,,,,,,,,hiks,,,,hiks,,,,hiks,,,,😭. Pas batu baca ending part 1 dulu rasnya g percaya banget,masa suri teha ninggalin bom & kyu,,maunya cuma mimpi aja… walopun sekarang mereka kelihatan “baik2 aja” tapi tetep ada yg kosong. Antara kagum & miris karena bom tetep jadi anak ceria yg menilai dunia denga indah,tapi sedih karena sekecil itu tapi kadang bisa dewasa banget. Jadi galau juga,penginnya mereka punya keluarga yg utuh tapi g rela lo ada cewe lain yg gantiin suri,,,,

  21. Wahhhh senneg deh liat mereka,tapi tetep sedih karna disitu ga ada suri.

    Novelin???? Wooow berarti critanya lebih dati ini dong,ahh sayang aga da suri ya?

  22. akhirny lnjutan CBE publish jg……
    sdih bngt bcany…… jd trharu nh…..!!!
    sorry bru komen…. aq reader bru…. lam knal

  23. Ya ampun kak, lama ga update CBE, sekalianya update bikin perasaan campur aduk ya. Sedih iya, terharu iya, sukses bikin senyum2 sendiri tapi tau-tau mata udah basah aja.
    ditunggu versi novelnya yg full ya kak 😉

  24. woaaaah sedih sedih lucu gimana gitu
    kangen sama bomren😉
    kayanya bom udh bisa nerima kematian ibunya. pengen punya anak kaya bom deeeh. apa kyuhyun ga ada rencana buat menikah gitu? btw summer lee ga nongol disini ya.
    hasil tes bom dia negatif kan? ga nurunin penyakit ibunya?
    kebayang perasaan miss hop sama uncle jamie dan maman yah ngeliat kyuhyun pertama kalinya hahaha mana maman mukul kepala kyuhyun segala lagi abis gt malah terpesona wkwkwk emak emak masih aja ngelirik pria lajang hahaha
    novelnya mahal ga ?? hehehe aku mau beli soalnya.
    ga ada versi pdf nya ?
    jadi versi novel itu bakalan ada cerita baru lagi dan sama kaya di blog atau ada revisi ulang nih ??

  25. Bom ren aku kanget kmu bnget,,,
    Seneng bget nie ff di lnjut,
    Perasaan ku sama kyk orng” yg di jumpainn kyu di kmpungnya suri,,
    Knpa sih dy tuh harus pergi?
    Knpa dy tuh ga jujur aza sama kyu?
    Pasti skrng mereka bisa jln” bertiga, klo bisa pun ber4, tambah adiknya bom ren,,,,😉

  26. Bommie pemandu yang baik
    Bommie sayang banget ya sama Appa-nim, walaupun Suri sudah meninggal tapi dia kek hidup dijiwanya Bom
    Benar2 DNA yang mengerikan kkk

  27. Harus nih punya novel CBE yg bikin aku nangis sejadi-jadinya:3
    Enakan di novel juga sih kalo baca, lebih dihayati wkwk.
    Eh tapi nanti ada di gramed kan kak?’-‘)

  28. CBE dilanjut, lopyupul,kak okky❤
    kngen sama bom, dan terobati kangen nya,
    novel bulan depan ini,kak?? Segini apa Ada Lnjutannya,kak??

  29. Oh Akhirnya setelah nunggu dua tahun ni ff muncul juga… Ni ff selalu sukses bikin mata bengkak, bantal di kamar basah… Pengen beli novelnya, masalahnya di toko buku paling gede di kotaku belum tentu ada.. Oh ya, aku sebenernya jadi sider udah lama, maaf ya kakak authornim.. Salam kenal kakak.. Status: sedang menunggu Ilham pw LBDSM part 4 nyangkut di kepala 😘😘😍😂

  30. hayo sedihnya pas sama miss hop itu loh, senengnya ya pas monen ayah anak ini sangat amat mengharu biru serasa ademmmm banget tapi sedih2 gitu 😯
    nahhh udah ka ini mah paling cocok bom ama kyu aja pliss ga usah ada summer miss seo atau mantan kyu 😅
    kuy lah intinya mah kalo ga sama mereka2 baru aku beli kalo sama mereka apalagi summer udah itumah nangis yg ada bukan baca 😆

  31. cho bom ren, bogoshipdaaa🙂
    syukaa sekali sama pembelajaran disini kak,
    sedikit sedih juga sih kalo mesti inget ibuk yg udah meninggal tp harus menghadapi kenyataan apalagi umur segitu kan emang lagi butuh banget sosok ibu, apalagi anak cewe, semangaat ya appa cho buat ngasih pengertian sama bom ren, appa nim fighting

    ps: bom ren nda usah diajak ke tante2 disulap ya appa nim, hihi

  32. ngeliat ada postingan CBE kayak oase ditengah kekeringan :’D akhirnya bom sama kyuhyun balik lagi ^^
    bom makin gemesin aja ya apalagi imajinasinya dan kayaknya bom makin sayang banget sama daddy-nya xD interaksi dua-duanya super manis ^^ orang-orang sekitar suri-bom juga menyenangkan😀 seneng bisa liat mereka lagi ><

  33. maniiiisss sumpah ini anak sama bapak manis banget. Ini tanpa romance pun udah manis. Gausah dikasih bumbu bumbu orang luar cukup bom ama kyuhyun aja soalnya suka banget sama momen-momen mereka berdua.
    Kyuhyun baru bersihin rumah dikit aja ngeluhnya minta ampun duh princess banget ya masa kalah ama bom wkwk.
    btw suri rela ngelajang di cannes ga mau cari cowo baru gegara kyuhyun gajauh beda lah sama gw yg juga terus melajang gegara si cho lol
    ditunggu novelnya kak!^^

  34. Wuuuaaahhh gk nygka udah di share lnjtnya. Pdhl bru kmren2 aq selesai bca CBE series…
    Uuugghhh kangen bgt sma bomie.. Kepolosanya itu loooohhh yg bikin gemmeeessss abiiiss…
    Wuuaahh bkl dinovelinn??
    Mauuuuu… Semoga ada uangnya😀😉

    h
    m ditunggu kelnjutnya kencan.bomie & appa-nim yyaaahhh😉 :-*😀

  35. Sneng deh liat bom bsa cria lgi..appanim pndai bgt brsilat lidah pntesan 2 wnita cntik itu jtuh kplukan nya oppa..

  36. kyuhyuun mau dong dikeringkan rambutnya dikasih lotion muka sekalian badan sisirin juga ya haha iri banget sama kamu bom bocah kecil yang minta diuyel uyel.
    walaupun update semau authornya tetep aja bikin terharu banget suka kebawa suasana kalo udah baca CBE ga sadar tau tau mata udah bengkak aja.

  37. Duh kalo baca CBE Series ini rasanya nano-nano, gimana gitu xD ka Okky emang pinter banget bikin cerita yang hidup :3 novelnya sebulan lagi ya? Hwaaaa lama T.T

  38. Q baca ini dri awal pe akhir nangis bombay.. Baper banged. Soalnya Q tau gmn rasanya ditinggal org yg kita cintai untuk selamanya.
    Bener2 dah yg bikin ni cerita encer bgd imajinasinya. Salut buat authornya.. 👍👍👍
    Ditunggu selalu kelanjutannya..

    Semangat..!!!

  39. Suka klo liat bomie semangat gitu😊😊 jelaslah orang” pda sayang ma bomie org dya lucu bgt mana pinter lagi, jdi gemes☺☺☺
    Ini g tw q yg t’lalu cengeng p gmana tpi q mewek lagi bca ini, apalagi klo dah membahas hdp suri ma bomie dulu lngsng ngalir j ni airmata😢😢😢😢
    Senang mo dibuat bku hrs nabung klo gitu😊😊😊😊 cv jilid ke dua jga ditunggu ki😊😊😊😊

  40. Bom bahagia banget dan bisa lupain kesedihannya kehilangan ommanya berkat appanya. Semoga kebahagiaan selalu mnyertai hidup mereka, dan bomren bisa segera mndapat pengganti ibu seperti suri. Summer mungkin, yaa semoga saja

  41. Auuh kencan romantis dengan Appa-nim
    kyaaaaaaa
    antara sedih senang sama haru
    disaat Suri gak ada lagi Bom dan Kyuhyun tetap setia padanya
    selalu mengingatnya

    aduuuuh
    kenapa ya Suri dulu ninggalin Kyuhyun

    Kyu udah ketemu sama org yang dekat dengan Suri
    Kyuhyun gak bisa disalahkan gtu aja
    huwaaaaaa
    pen nangis akuuuu
    saat Kyu cerita itu
    alamak rasanya ada yang nyelekit2 gtu huhuhu

    Bom seneng banget
    iiih Bom Ren kenapa kau imut sekalii
    banyak tanyanya sampai Kyu harus mutar balikkam jawaban sesuai anak2 hahahaha

    Appa-nim fighting haha

  42. Hollaaa cbe kembali .. ya ampunn seneng bgt nih … mungkin ga sih nnti bs jadi novel ..

    Rindu bgt momen kyubom …
    Papa idaman ples suami idaman … apa kabar nnti sma miss summer lee ya … oenni ini bkal masih ada lanjutannya kan ..

    S3mangat ya kak CBE SELALU dinanti ..😄😄

    Fighting …!!

  43. ikutin kisahny y sdih, pi kdng sneng..sdihny eomma bommie dh g ada breng mrk..n kyu jd single parent..trlbih u bom yg dh bkn bayi..
    ta pkir ttgga bommie bkal nolak khdiran kyu,,krn dah biarin leah n bom jlni hdup d ngri org..n sprti ga peduli..pdhal g mgkin kyu g nyoba nyri kbrdaan suri..

    q brhrap msh bs ikutin kisah mrk..wlo ktny mo d jdiin novel..(#kisah sblmny blm d bca”,,,mngkin smpet part yg mn jg lupa..ijin bc” y..
    for authornim..fighting…mg sllu smngat..

  44. udah berapa tahun? 2 tahun ya? kangen banget cho bom ren… capek2 abis kerja baca ini.. excited banget… mau di novelnin tapi semua dan sampe ending yang happy yah kak.. wkwkwkw… semangat…

  45. lagi asik2 baca tiba2 udahan(?)
    bom tuh selalu sukses buat aku senyum2 sendiri, ketawa trus nangis huhu bom kamu bener2 perpaduan suri sma kyuhyun yg sangat daebak!
    seru banget kehidupannya bom penuh warnaaaa
    ditunggu novelnya kaaa

  46. trnyata ada lnjutan ny..antra sedih dan bhagia..sedihny liat mreka ngg lengkap tnpa suri tpi bhagia ny mreka ber2 bikin greget saling melengkapi kya istri m suami lucu bnget.

  47. Udah berapa lama ya sejak baca CBE yg terakhir.?
    Cie Bom liburan ke Cannes sama Appa nim. Bom tambah lucu, gemesin dan dewasa. Eonnie Jadi tambah sayang deh sama Appa nim nya *Eh
    Kyu di sini jadi pria idaman bgt ya.. makin tambah sayang 😚
    Wait for next part ! Fighting! 😊

  48. CBE… Kalau dicerita ini disuguhi romantismenya bapak sama anaknya..wkwk
    Tapi kadang juga kecewa knpa mereka bertiga blom dikasih kesempatan buat hidup bareng. Rasanya tuh ada nyesellnya selma wktu enam tahun itu..huhu
    Sekalinya ketemu Suri udah terbujur kaku…

    Kali ini bomie makin cerewet aja..hhh paling haru tiap kali bomie nyinggung soal ibunya. Berasa ikutan nyesekk. Bomie dewasa sebelum wktunya…

  49. kalo d tanya sayang appa apa eomma ????
    Dan jawaban beommie beneran tpat menurutku … _yg terpenting suri dn kyu slalu menomor 1 kan bommie diatas sgalanya_ nyampe bnget kata2nya….

  50. Huuuuaaaaa,,,,,, ceritanya buat terharu bangeeeet
    kerasa banget gimana bom kehilangan suri dan kyu yg berusaha menempatkan dirinya sebagai ayah sekaligus jdi suri juga utk bom

    Mau jadi novel??? Kira2 ntar novelnya dari awal lagi atau sama seperti yg d blog tapi ada tambahan atau yg belom d posting d sini ceritanya??

  51. romantis sekali pasangan ayah dan anak ini.jadi senyum2 sendiri mengingat klo saya & bapak saya pun romantis,,,,dengan cara kami masing2.Semangat Cho Appa & Bomie…semangat jg untuk dirimu Aquilea..

  52. akhirnyaaaaa bisa baca lagi ff ini kak. kangen banngetlah sama ceritanya. biasanya tuh ya, aku gak suka baca ff yg ada anak2nya gitu. tp gak tau deh, suka bgt cerita ini dr mulai appa-nim and i. toplah!

  53. entah kebapa setiap baca cbe selalu nangis bawaannya.
    apalagi liat bomie yg begitu dewasa dusaat umur yg segitu. dia bahkan selalu mengkhawatirkan appanya kalo sampe dimarahi sm mis hop.hehe. kalo pemandunya seperti bomie aku jg mau dong. ngebayain gmna cerewetnya dia saat jelasin kmna aja akn pergi bikin gemes.
    suri bener2 menanamkan bibit yg baik pd diri bomie ya hingga kyuhyun tidak terlalu susah untuk meneruskannya.

  54. Yeah akhirnya bom ren muncul lgi, sneng banget bca crta ini soalnya bom manis bnget jdi anak cwenya appa-nim 😍😙
    smga msih ada another storynya mreka yah kak authorb😆😊😉😜

  55. Ahh.. gemes sama mereka.. sumpah ya.. baca ceritanya bomie dan appanim bikin hati di aduk2.

    Mereka berdua punya sisi yg manis tapi kadang menyedihkan.. semoga penyakit suri tidak tertinggal di tubuh bomie.. cukup kenangan tentang suri aja yg tetap tinggal di hati mereka

  56. Telat tau klo ada postingan CBE baru…

    Sungguh bom itu anak yg tegar… Kyu menikmati bgt waktu ma bom

    Aq suka baca dan bayangin kyu memarahi lewat mata bkin pegawai lari semua *part favorite*

  57. Waaah, petualangan Bommie dan Appa~nim baru saja dimulai ya? Penasaran sama eksplorasi mereka selanjutnya gimana😀
    Sungguh ya, ngakak baca yang Bom ngeringin rambut Kyu sampe kepalanya Kyu bener2 tunduk ke bawah gitu. Dan ternyata, Suri pun dulu kalo ngeringin rambut Kyu juga kayak gitu, wakakak. Faktor genetik emang susah dipisah=))
    Trus udah dikeringin rambutnya kayak gitu, eh pas disisir juga kencengnya bukan main😂 Bom kecil2 juga tenaganya luar biasa, ya.
    Nggak tau kenapa, part yang ini lebih dominan rasa bahagia Bommie sama Appa~nim. Mereka kayak bukan anak-ayah, tapi udah kayak sepasang kekasih yg lagi dimabuk asmara *apasih*

  58. berasa campur aduk semua perasaan setiap baca moment Appa nim sama Bom. apapun itu,.. mereka berdua selalu menghadirkan kisah yang memikat antara hubungan ayah dan juga putrinya. kakak.. apakah kisah ini hanya sampai di sini ?? aku harap semua kisah Bom dan Appa nim tidak akan berhenti begitu saja. buat kakak tetep semangat untuk melahirkan kisah kisah menakjubkan yang lainnya…

  59. Ya ampun.. Kupikir yg km update d blog it cm pengumuman mau ngeluarin novel.. Tnyata critany d update..
    Bommie.. Ak kangen bgt sm kamu 😘😘😘😍😍
    So sweet bgt pasangan bpk ank ini. Suka ngeliat interaksi mrka berdua, jd stlh perayaan ultah d busan kmrn mrka lngsng k cannes??
    Sehat2 ya bommie.. Jgn sakit spt omma
    Seneng bgt ktm lg sm bommie n appa nim
    D tgg klnjtan acara ngedate mrka berdua

  60. waktu baca ini aku bayangin bomie nanti pas udah gede terus kyuhyun udah meninggal, bomie itu polos banget saking polosnya dia sampe bikin nangis.
    Tapi ngomong2 kalo CBE di novelin lanjutnya nya masih dipost kan kak? soalnya aku udah bayangin kalo CBE bakal sampe bomie gede

  61. yaampunn, ff bapak anak yang saya sukaaaa bgt.. disini Kyuhyun bner2 good daddy banget.. sayang bgt sama Bom, kalo aja masih ada Lee Suri, lengkap sudah kebahagiaan mereka

  62. rinduuuuuu bgt dg crta ni, bom ren bner2 ngebom hti q hehehe
    klo bca dialog ren n kyu ni bkin q gemes bgt deh, mulut nya tu loh pinter bgt. kdg jg bkin haru nyeseeeekkkk hti yg bkin mta brkca2, ni crta bner2 bkin bkin hti cmpur sari….

    ditunggu bgt kelanjutannya eonni!! ditunggu jg novelnya, mga ja lg da duit wktu novelnya release nanti hehehe

  63. Mewek terharu kalo baca bom ren..
    Gimana yah gambarin nya, aku bingung
    Kyu dgn usahanya buat ngurus dn ngash rasa sayang ke bomie sebaik mungkin
    Bomie dg tingkah polos anak kecilny yg bak dewasa
    Saling melengkapi satu sama lain.. Jd suri pasti bahagia dsana
    Cuma sesalku itu karna suri gk sempet liat kyu yg begitu sayang sama bomie
    Wkwkwkk, apalah yg aku omongin #abaikan

  64. Daddy-daughter relationship goals banget ini si
    Sisain lah laki macem gini atu ><
    Sweet banget si mereka itu. Iiiiih ga sabar ah sama novelnya 💞💞💞

  65. baca ff ini rasanya nyesek, seneng, sedih, senyum entah berantah, nangis setetes-dua tetes campur jadi satu tp banyakan rasa nyeseknya karna kepergian suri, anyw aku kuran faham CBE itu apa dan ini lanjutan ff atau bukan, baru liat di beranda dan langsung buka yang ini dan waw feelnya ngenaaa banget TT diluar rumah lg hujan rasanya pas banget bacanya :3 aku harap novelnya diterbitin di tahun depan ya kak :))

  66. mbak okky.. cintaaaaaa deeehhhhh 😘😘😘
    CBE ini kisah paling romantis sepanjang aku baca novel tema family 😍 penuh cinta dan bikin aku jadi bisa lebih banyak belajar lg ttg ikhlas, adaptasi, memahami, menerima.. banyak pokoknya..
    the sweetes couple ever Bomie ❤ Cho Appa-nim 😊😊😊

  67. Karakter kyuhyun di cerita ini benar2
    Di tuntuk untuk mnjadi ayah dan sekaligus ibu
    Dan memberikan apa yg terbaik untuk boomie
    Resiko apapun akn ia pertaruhkan hanya untuk boomie seorang
    Tujuan hidup nya sekarang hanya kebahagiaan boomi,kesehatan booomie dan pandangan hidup mnjadi bahagia

  68. Aduuh maniis pake banget sih Bomie.. kamu di kasih apa sama ommamu waktu hamil?
    pantes Kyu nyahok banget sama Bomie.. di mana bisa nemuin anak se manis ini, se dewasa ini, se cantik ini, se imut dam menggemaskan inii…. pesen satu buat nanti boleh ga?
    Paling favorit ini FF diantara yg lain..
    Kyuuuu ayo cepet niikaah beneran dooong..😀

  69. aku nangiis bacanya, manis bikin baper peran kyuhyun jd single dady , brhasil mmbuat tiap hti jungkir balik deh..

  70. Baru aja tadi pagi baca ulang yang sebelumnya. Eh waktu iseng ke sini, ternyata udh di update. Dan itu updatenya tanggal 10 kemaren…😭😭😭 waaaa ttelat banget. Jujur ya kak, aku nyecek sini tuh paling engga ya sebulan sekali 😂😂😂 #gatanya
    Yaa walaupun kak okky waktu buat update nya yaaa lumayan…. Gatau kenapa tetep aja suka ngecek ngecek. Atau kalau engga ya baca cerita yang dulu dulu. Tau ga kak, tadi pagi kan aku baca CBE ya ampuunn… Padahal udah baca berkali kali tapi tiap baca itu bawaannya pasti mewek 😂😂
    .
    .
    .
    Oke pindah topik…
    Seneng banget waktu di next, disini yaampun… Karakter bomrennya tetep unyu binggo.
    Always suka sama tulisan kakak… Semangat ya kak!! Keep fighting!!! Semangat juga buat novelnya!!!!

  71. Air mataku berjatuhan.. Astaga.. Ceritanya ngena bggt dihati sumpah.. Huuuuuu msh berharap suri hidup kembali..

  72. Nge scroll nya pelan pelan, biar nggak cepet abis😂

    Pas nikmatin ceritanya, tiba tiba abis😢

    Heuheu.

    Mbak Q. Request ceritanya bom yang tiba tiba sakit ‘agak’ parah gitu dong😂. Pengen tau kyuhyun nangis mewek😂😂

  73. Bom gemesin bgt. Seru ya jalan jalan sama appanim? Ajak kakak ke canes juga dong dek, siapa tau appanim mu kecantol/?

    Dah ah, best bgt deh ff nya selalu bisa bikin hati campur aduk. Sedih juga ya klu ngingat bomie eomma yg udah gak ada:”

  74. Hebat ya kyuhyun dan suri bisa mengatasi perkembangan yang terbaik buat anaknya.. dan salut dengan bom ren yang sudah move on sepeninggalan lee suri.. bomie lucuu eoh.. 😘😘 gemeesss..

  75. Astagaa baru sadar kalau CBE updatee.. Senangg terharu bahagiaa T.T
    Bom bener’ tipikal anak idaman, kyuhyun suami idaman, suri apalagii.. Aaaahh.. Berjuta-juta like buat CBE❤
    Btw,, novelnya indie ya?? Mungkin muncul di gramed gak T.T saya jauh banget di samarinda.. Tapi pengenn banget yaampun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s