Woman in Pink – The Cafe Series

Woman in Pink.jpg

Seoul, Hongdae. Oktober 2016

Mungkin pekerjaanku bukan pekerjaan terhormat seperti seorang CEO atau yang bosku lakukan setiap hari, berkeliling kafe miliknya di sekitaran Seoul, tapi aku sangat menyukai pekerjaan sederhanaku, pelayan dari sebuah kafe yang selalu ramai tidak peduli itu pagi hari di mana terlalu pagi untuk bersantai di kafe hingga malam hampir tutup pukul 9.50 PM.

Selain karena memang interior yang unik dan kopi paling enak sepanjang Hongdae, kafe kami juga mempunyai dua tarik utama lainnya yang tidak dimiliki kafe lain.

Daya tarik bagi kaum hawa tentu saja Bosku yang mempunyai wajah seperti vampir, ia sering tersenyum tapi matanya terlalu gelap untuk dikatakan tersenyum, mata itu seperti mendobrak jiwa pengunjung wanita yang datang ke konter untuk memesan secangkir kopi.

Rambut hitam yang disisir rapi ke belakang, kemeja pas badan yang lengannya selalu digulung hingga batas siku, kedua iris gelap, juga kulit putih pucat itu selalu berhasil membuat kaum hawa megap-megap setiap kali Bosku mengalihkan pandangannya pada mereka.

Tapi kuperhatikan, bosku ini tidak pernah mengajak atau membicarakan seorang wanita sedikit pun dengan kami, entah karena itu privasinya atau memang dia tidak pernah mempunyai kekasih. Salah seorang sahabatku bilang kalau dua minggu lalu ia memergoki Bos menari bersama dengan seorang wanita berambut pendek di sebuah kelab malam, tapi karena keadaan gelap dan wajah wanita itu membelakangi sahabatku, ia tidak bisa memastikan seperti apa wajahnya, yang pasti sahabatku yakin kalau wanita yang bersama Bos kami pasti seorang model, perawakan tinggi dan kurus.

Kalau daya tarik pengunjung wanita adalah Bos kami, maka daya tarik pengunjung pria adalah seorang wanita berambut cokelat sepundak yang hari ini mengenakan kemeja merah muda dan celana jin biru duduk tepat menghadap konter open kitchen. Wajahnya tentu saja sangat eksotis, meski selalu tampil tanpa ekspresi aku bisa memastikan bahwa ketertarikan pria jatuh pada bibirnya yang terbentuk sempurna, mata kelabunya yang seolah tanpa jiwa, dan entah kenapa jika digabungkan, justru itu terlihat seksi meski tidak memakai baju yang menonjolkan bentuk tubuhnya.

Seolah buta, pria-pria di kafe ini menghiraukan kenyataan bahwa jari manis kanan wanita itu sudah dilingkari cincin berwarna keemasan, yang artinya kemungkinan besar ia sudah menikah. Kebanyakan dari mereka sih dijawab dengan wanita itu berdiri kemudian pergi meninggalkan kafe, tapi kalau wanita itu masih ingin di kafe, ia akan menanggapi dengan depakan kasar melalui ucapannya untuk menjauhkan pria lain yang mencoba merayunya.

Dulu pernah seorang penulis roman yang coba merayunya dengan mengibaratkan kalau wanita adalah bulan dan pria adalah matahari, dan pria itu rela mati setiap harinya agar sang rembulan bersinar. Bukan senang dirayu seromantis itu, wanita berkemeja merah muda tersebut langsung terbirit ke kamar mandi dan tak lama kembali dengan tisu di bibirnya, matanya sedikit memerah seperti sehabis menangis dan begitu duduk kembali, wanita itu berkata, “maaf, aku tidak tahan dengan rayuanmu jadi aku muntahkan tadi di belakang.” Cerita selesai sampai di sana.

Lain waktu datang kebalikan dari si penulis roman tersebut mencoba merayu, dia berkata, “aku selalu menganggap wanita sebagai rembulan, anggun, sepertimu, maukah kau menjadi rembulanku?” Aku tahu itu semacam pick up line yang sedang booming di internet, tapi tidak sampai berpikir bahwa akan ada seorang yang benar-benar mengatakannya langsung.

“Maukah kau menjadi matahariku?” awalnya aku kaget mendengar pertanyaan keluar dari mulut wanita itu.
Kupikir wanita itu akan mengatakan, “bulan itu permukaannya jelek, kau mengatakan aku jelek?” karena biasanya dijawab seperti itu oleh pelawak di tivi, namun sesaat setelah sang pria menjawab ‘ya’, aku berusaha menahan tertawaanku karena wanita tadi menjawab, “Bagus, kalau begitu pergilah sejauh 149.600.000 kilo meter dariku.”

Lain waktu mahasiswa supertampan dengan mobil sport datang untuk merayu wanita itu, menanggalkan kacamatanya dan duduk dengan sigap. “Aku lihat kau selalu sendiri.”

“Ya, partner one night stand-ku sudah kubunuh semalam.”

Si pria tidak menyerah dengan jawaban wanita itu.

“Bukankah kau semalam mampir ke mimpiku?”

“Tentu saja,” ia mengangguk, “aku berniat mempraktikkan ilmu Fredy Kruger, tapi kau terbangun lebih dulu.”

Cerita selesai.

Lain cerita dengan pria berkacamata yang memegang Al-Kitab di tangan kanannya, ia duduk perlahan, anggun, dan tentu saja kita bisa tebak bahwa pria ini adalah tipe pria baik-baik, awalnya mereka berbincang soal agama dan sebagainya, namun sampai kepada sejarah agama, pria itu bertanya sambil melihat tubuh wanita berkemeja merah muda dengan tatapan khawatir. “Apa kau baik-baik saja?”

Heran, wanita tadi mencoba memperhatikan dirinya sendiri. “Kenapa? Aku rasa, ya.”

“Apa itu sakit ketika jatuh dari surga.” Dan di sanalah wajah wanita tadi yang nampak santai tiba-tiba berubah datar.

“Apa kau baru saja menyebutku setan? Kau tahu Tuhan mendepak setan dari surga karena tidak mau tunduk dengan manusia, ‘kan?”

Sepertinya aku tidak perlu melanjutkan apa yang terjadi setelahnya.

Semakin ke sini, kulihat wanita itu semakin hilang kesabarannya. Suatu hari datang seorang mahasiswa lainnya yang mungkin mengincar kalangan Noona agar bisa dibiayai makan mewah setiap hari, dengan berani pria itu berkata, “aku tidak punya kekasih, maukah kau mencoba kencan denganku sehari dulu sebelum memutuskan apa aku jadi kekasih yang baik atau tidak?”

“Berapa lama kau sendiri?” tanya wanita itu sambil menyilangkan kakinya.

“Hampir 5 tahun.”

“Kau tahu Hitler?” tanyanya lagi. “Apa menurutmu dia tampan?”

“Tidak tentu saja, apa bagusnya kumis di tengah seperti itu? Ditambah tua, gendut, dan tidak belas kas—oh, tunggu apa tipemu seperti itu, Noona?”

Kemudian wanita itu tertawa mengibaskan sendok kuenya. “Bahkan Hitler yang kau bilang tua dan jelek saja mempunyai kekasih, itu artinya kau lebih tidak menarik dari Hitler.”

Khatam. Ia menghancurkan mimpi anak muda penuh harapan yang ingin menyecap indahnya berkencan dengan seorang Noona, mungkin bukan Noona yang ini.

Lain kali anak sekolahan mencoba nyalinya, mungkin rumor tentang wanita yang tidak bisa dirayu tersebar di Pann, aku tidak tahu, banyak sekali pria yang datang, pura-pura duduk sebentar sebelum mencoba merayu wanita itu.

“Aku rasa aku bisa mengisi hatimu yang kesepian, Noona.” Ucap laki-laki yang mungkin masih 18 tahun.

Sambil menunjukan cincin kawin di jari manis kanannya, wanita itu membalas, “hatiku tidak punya cukup ruang untukmu, tapi tenang saja,” ia menurunkannya sambil tersenyum. “Bagasi di belakang mobilku sepertinya cukup, oh, no, bagasiku kecil, mungkin aku harus memotongmu sebagian.”
Anak tadi pergi dengan wajah pucat sambil menahan mual karena membayangkan dirinya terlipat di bagasi belakang dengan sebagian tubuh yang terpotong.

Kau lihat? Itu kenapa aku sangat suka duduk di konter ketika wanita yang selalu berkemeja merah muda berkunjung dari pukul 3 sore hingga 6 sore sebelum akhirnya menghilang. Aku cukup tahu diri untuk tidak merayu wanita itu, berniat pun tidak, pertama karena dia terlihat mengerikan meski seksi, dan kedua karena dia sudah menikah, jadi rasanya aku pas saja.

Namun siang menjelang sore ini rasanya ada yang berbeda, seorang pria yang baru masuk seperti ingin mengamuk mendatangi wanita berkemeja merah muda yang tidak kutahu namanya itu.

“Kau!” tunjuk pria itu pada wanita berkemeja merah muda. Sepertinya akan ada keributan besar, aku bersiap meloncat dari konter untuk meminta pria tadi keluar ketika tangan Bos menahanku dan menggeleng.

“Tapi, Bos…”

“Kalau belum terjadi adegan gebrakan atau menarik kerah kemeja wanita dibiarkan saja dulu, mungkin bisa reda sebentar lagi?” jawabnya santai dan memintaku untuk kembali membuat kopi.

Aku menurut dan kembali membuat kopi pesanan meja 23 sambil sesekali memperhatikan pria tadi. Letak tempat duduk Wanita Berkemeja Merah Muda dan suara pria, yang aku rasa, setengah mabuk cukup dekat dengan konter tempatku membuat kopi, jadi niat atau tidak, aku bisa mendengar suaranya dengan sangat jelas.

“Kau bilang tidak ingin menikah, ‘kan? Lalu kau meninggalkanku dan menikah dengan pria brengsek itu!” bentaknya. Kemungkinan pria tadi sudah mengikuti Wanita Berkemeja Merah Muda cukup lama karena dia menyebutkan seperti apa rumah wanita itu sekarang. “Apa hanya karena uangnya lebih banyak dari uangku?” tambahnya seperti ingin menangis.

Reaksi wanita berkemeja merah muda hanya menaikan kedua alisnya nampak bingung. “Maafkan aku, tapi kita sudah berpisah 3 tahun sebelum aku menikah dengan suamiku, ‘kan?”

“Tapi dia tidak mencintaimu!” bentaknya lagi. “Dia keluar dengan wanita ke kelab malam, menyentuh bokong mereka dan berciuman sementara kau di rumah menunggunya pulang dengan alasan bisnis mungkin!”

Wajah Wanita Berkemeja Merah Muda masih santai, bahkan sekarang ia menyesap Summer Breeze yang dipesannya tadi. “Benarkah?” tapi aku yakin nada yang diucapkannya itu lebih terdengar seperti orang yang tidak tertarik. mungkin akting saja? Lagipula mana ada sih wanita yang tidak kesal jika suaminya selingkuh? Tidak ada, ‘kan? Oh, atau jangan-jangan… dia juga tidak mencintai suaminya?

“Ya, aku bisa tunjukan mana kelab yang sering ia datangi, kau bisa bersamaku lagi, Suri~ya.”

Namanya Suri? Aneh, aku jarang mendengarnya, kalau Soo-Rin, sering.

“Kenapa harus?”

“Karena aku harus menunjukan padamu kalau hanya aku yang mencintaimu begitu serius, Suri~ya, aku tidak akan melepaskanmu demi apa pun.”

“Kecuali untuk Hwang-Mi, benar?

“Aku tidak sengaja, aku mabuk.”

“Mabuk hingga 4 kali dan tidur hanya dengan Hwang-Mi, hebat betul.”

Pria itu menggeleng kesal. “Kau tidak akan pernah menemukan pria sepertiku lagi di dunia ini.”

Well, that’s the point, wasn’t it? Kalau aku mencari pria sepertimu lagi untuk menjadi pendampingku, kau pikir aku apa? Keledai?”

Aku harus jujur aku hampir tersedak, benar juga!

You fucking bitch!”

“Ayolah! Tidak bisakah kau lebih kreatif menyumpahiku?”pria tadi masih terlihat geram dan mengatur napasnya, kurasa pria itu mabuk. “Aku pernah dipanggil yang lebih buruk dari itu.”

“Apa?”

“Kekasihmu.” Kemudian dengan gerakan santai, ia mengusir pria itu. “Aku masih sulit untuk melupakanmu, sungguh,” ada secercah harapan di mata pria yang tadi mengamuk. “Bagaimana mungkin aku melupakanmu jika setiap aku keluar, aku selalu melihat tempat sampah, dog shit, atau semacamnya, ya ‘kan?”

Aku terbahak hingga hampir terjungkal ketika pria tadi menyumpahi Wanita Berkemeja Merah Muda sambil keluar, ia bersumpah akan menemukan bukti kalau suaminya berselingkuh di kelab malam.

Entah wanita itu memang tidak mencintai suaminya atau memang tidak peduli lagi kalau suaminya selingkuh jadi wajahnya tenang saja.

Wanita itu mengangkat tangannya dan aku buru-buru menghampiri.

“Aku pesan Avocado Coffee, bisa?” tanyanya setengah berbisik.

Aku tidak tahu kenapa ia harus berbisik, tapi namanya pelanggan memang berbeda-beda, ‘kan? Jadi kuturuti saja permintaannya. Aku kembali ke konter dan berniat membuatkan kopi dengan campuran alpukat segar tersebut sebelum Bos kembali memegang lenganku.

“Apa ini untuk wanita itu?” tanyanya dan kujawab dengan anggukan, seketika wajahnya terlihat begitu marah sebelum melepaskan tanganku dan membuat jus alpukat. “Biar aku yang antar.”

Memang bukan hal baru kalau Bos yang antar pesanan ke meja pelanggan, tapi ini hal baru ketika Bos mengusulkan dia yang akan antar, apa Bos akan mencoba peruntungan dengan merayu wanita itu? Ah, kalau iya, aku tidak sabar melihat Bosku yang hanya tertawa kalau diberi tahu ada wanita cantik yang suka menolak ajakan kencan di kafe dengan sarkasme yang sangat menarik.

Bos meletakan kopi tadi dan jus alpukat di atas nampan sebelum pergi ke tempat wanita yang namanya Suri itu. Dan bukannya memberikan kopi alpukat pesanannya, Bos justru memberikan jus alpukat itu ke hadapan Suri. Dia sudah pasti kena semprot.

“Aku bilang kopi…, oke.”

Whoa! Apa itu? Reaksi Suri seperti menyerah begitu melihat Bos yang mengantarkan jus alpukat tadi. Ditambah sekarang Bos ikut duduk di hadapan Suri dan menyesap kopi alpukat yang seharusnya disajikan untuk Suri. Ada apa ini?

“Tidak ada kafein selama kau hamil, ingat, Cho Suri?”

Apa? Siapa?

“Hanya sedikit.” Wanita yang Bos panggil dengan sebutan Cho Suri itu menyengir hambar dan menyesap jus alpukat yang disodorkan Bos. “Tidak usah melotot seperti itu, oke? Aku belum sempat menyicipinya, santai saja!”

Aku bisa melihat meski dari sini, mata Bos menyipit menandakan ia tidak suka dengan keadaan barusan. Dan… oh, ya, Tuhan! Aku mengaduh saat kusadari cincin berwarna keemasan melingkari jari manis kanan Bos, aku tidak pernah memperhatikan itu, kupikir itu hanya cincin pajangan karena yang kulihat Bos tidak pernah menyebut nama seorang wanita saat sedang bekerja atau sedang mendengarkan curhatan karyawan.

Apa perempuan bernama Suri atau yang Bos panggil dengan Cho Suri itu adalah istrinya? Diam-diam sambil membersihkan meja bar, aku melirik meja mereka. Aku tadi tidak salah dengar soal hamil, ‘kan? Apa wanita itu sedang hamil? Apa habis ini akan ada pertengkaran rumah tangga karena soal wanita di kelab malam itu?

Aku semakin mendekat sambil pura-pura menyemprot bunga di meja seberangnya.

“Karena ulahmu aku jadi dituduh tukang selingkuh.” ucap Bosku sambil menggelengkan kepalanya, mereka duduk berbeda sofa, seperti pasangan bertengkar.

“Tapi seru, ‘kan? Jadinya Si Brengsek itu datang dan mengakui kalau dia memang brengsek.”

Bos kelihatan menghela napasnya lelah. “Ucapanmu itu mesti dijaga, Cho Suri, bayi di dalam perutmu itu mendengarnya, kau tahu?”

Oke, fix, mereka adalah pasangan menikah dan sebentar lagi akan dikaruniai momongan, aku tebak sih kandungan si Cho Suri ini belum sampai 5 bulan karena aku tidak melihat tanda-tanda perutnya membesar.

“Oke, mulai besok, ya?” dia tersenyum hingga kedua mata kelabunya yang datar, yang selama ini kupercaya tidak dihinggapi jiwa, melengkung membentuk bulan sabit terbalik.

Ya Tuhan, pantas saja Bos menikahinya, saat tersenyum seperti tadi, wajahnya mampu membuatku berubah merah muda dan ingin berguling-guling karena terlalu manis.

“Tapi…,” si Cho Suri kembali menerawang sambil menyesap jus alpukat yang Bos berikan, “kalau nanti di kehidupan kedua aku bertemu dengan dia lagi aku yakin,” sekarang matanya menatap mata Bos lekat-lekat, mata seorang istri yang mengangumi suaminya, aku yakin itu.

Aku sering menyaksikan Ibuku memandang Ayah dengan tatapan seperti itu di hari gajian tiba, tapi Bos, tidak perlu menunggu tanggal gajian untuk jadi kaya, dia sudah kaya setiap hari, jadi kurasa itu bukan cinta yang hanya datang sebulan sekali seperti cinta para pekerja sepertiku dan ayahku.

“… dia akan tetap seberengsek sekarang.” lanjut Suri kemudian menyesap kembali jus alpukatnya sampai habis.

Aku terpaksa buru-buru kembali ke balik konter agar tidak ketahuan menahan tawaku mati-matian. Pantas Bos itu rajin sekali tersenyum, ini penyebabnya rupanya, istrinya yang menyenangkan dengan cara yang orang lain kurang mengerti.

Reaksi Bos priceless sekali, ia merebahkan kepalanya ke sandaran sofa sambil menutup matanya, sepertinya Bos cukup frustrasi dengan kebiasaan istrinya yang senang sekali mengatakan brengsek.

“Pokoknya kemarin adalah terakhir kali kau pergi ke kelab dengan wig dan full make up, ingat itu!” Bos berdiri sambil menunjuk wajah si Cho Suri sebelum berjalan mendekat dan mencium pucuk kepalanya dan membantu wanita tersebut berdiri dari sofa.

Barulah saat itu terlihat perutnya agak sedikit membuncit di balik kemeja merah muda tipis. Sekarang Bos berjalan mendekat, aku buru-buru merapikan gelas, membelakangi Bos yang sekarang mengetukkan jemarinya di meja konter, mengerikan.

“Mohon perhatian sebentar,” umumnya padaku dan karyawan yang berada di dapur. “Wanita yang selalu menolak ajakan kencan dari pria yang berkunjung ke kafe kita ini adalah istriku, Cho Suri.” Tambahnya yang berhasil membuat Jin-Uk, si koki handal lulusan Italia tersebut terbatuk sambil memukul dadanya perlahan.

Aku tidak heran kalau Jin-Uk kaget sekaligus takut dengan pengumuman Bos barusan, karena Jin-Uk adalah karyawan yang sangat tergila-gila pada Cho Suri, yang dahulu kami tidak ketahui namanya, bahkan Jin-Uk sering sekali meminta pendapat dari Bos bagaimana cara mengaet perhatian wanita yang seperti Cho Suri itu.

“Halo, selamat sore.” Cho Suri mengangkat tangan kanannya dengan wajah datar, ia tidak menyapa seperti orang Korea yang akan membungkukan kepalanya. “Terima kasih karena selalu memberikanku hiburan setiap hari sambil menunggu Dementor ini pulang.”

Yang dimaksud dengan Dementor oleh Cho Suri adalah Bos kami, Cho Kyu-Hyun yang sekarang mengeluarkan ekspresi wajah malasnya.

Aku tidak tahu kenapa Bos dipanggil Dementor, tapi menurutku itu manis, tidak, bukan jenis manis yang membuatku ingin muntah, tapi manis yang… membuatku sakit gigi, sudah tahu membuat sakit gigi, tapi masih juga dilahap, seperti itu.

“Jadi, wanita ini ke sini untuk menunggu pulang ke rumah bersama, itu kenapa dia selalu menghilang pukul 6, karena kami berjanji untuk bertemu di belakang. Begitu.”

Terdengar suara ‘ah’ di bagian belakang. Haha, lucu sekali, kami menceritakan wanita di kafe yang menarik pada suaminya sendiri tanpa disadari, ditambah lagi kami begitu mengagumi cenderung memuja aura seksi yang ditumbulkan dengan pakaian tertutup yang selalu berhasil Cho Suri timbulkan. Pantas saja Bos tidak pernah tergoda dengan wanita lain yang merayunya setiap hati, istrinya menyenangkan.

“Baiklah, karena sudah pukul 6, kafe kuserahkan pada kalian,” ucap Bom sambil meraih coat cokelat yang tadi dipakainya. “Dan… kalau masih ada yang berani merayunya, sialakan saja mencoba, semoga beruntung.”

Terdengar gerutuan dari Cho Suri tentang bagaimana suaminya yang tidak romantis karena membiarkan pegawai dan pria lain yang mencoba merayunya begitu saja, bos kami hanya menyahut kalau mereka saja yang tolol karena masih mencoba merayu walau sudah melihat cincin emas melingkar di jari manis kanan.

Aku tertawa pelan ketika Bos menyampirkan coat cokelatnya pada Cho Suri sebelum keluar kafe, katanya, “Dingin, kau sih pakai kemeja tipis, bagaimana kalau….” aku tidak dengar lagi, pemandangan wajah Cho Suri yang tidak terima dikhawatirkan dengan hal-hal sepele berhasil membuat wajah Bos kami yang nampak selalu ingin menelan kami hidup-hidup tersebut nampak sebal dan lebih… manusiawi.

“Ah, sial benar Bos itu, aku jadi iri.” gumam Jin-Uk yang entah sejak kapan berada di sampingku sambil berkacak pinggang. “Istrinya seksi, cari di mana, ya?” tanyanya padaku.

“Nanti kalau aku dapat, akan kuberi tahu, Jin-Uk~ah.” Aku menepuk pundaknya sebelum berbalik pada dapur yang masih tertawa masam mengetahui wanita yang mereka kagumi selama ini ternyata istri Bos. “Kalian baru saja dibilang tolol oleh Bos, dengar tidak?”

Kami tertawa masam sambil melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Ah, gara-gara mantan kekasih Cho Suri kesenangan kami menyaksikan wajah-wajah pucat pria yang ditolak dengan jawaban menusuk sudah selesai, mungkin lain kali ada wanita lain yang kelakuannya sama gilanya dengan Cho Suri, berharap saja.

Maksudku, berharap kalau wanita itu masih sendiri, jadi bisa… oke, lupakan.

—END—

 

P.s. kalau ada yang punya cerita lucu di kafe, bisa dibagi ke saya, boleh di kolom komentar, atau di surel, atau kalau punya akun Line saya, silakan diceritakan, mau banyak-banyakin nulis kilat biar moodnya oke.

86 thoughts on “Woman in Pink – The Cafe Series

  1. Senyum2 sendiri bcanya sambil dnger dengkuran roommate buat nmenin bca ff ini, 😂😁😆😴
    Jadi selingkuhannya itu suri sendiri, hahahaha
    Dasar mantan #nggakbisamoveon

  2. oh….hilter aja yang jelek,gendut,kumis tebal di tengah aja punya pacar…

    cowo yang bawa kitab pun..ujung*nya mau ngerayu ahahah

    cho suri tolong jaga ucapanmu kasihan kan bayi yang masih di kandung itu denger omongan sumpah serapahmu ahahah

    pantas saja ‘dementor’ tidak tertarik wanita lain…istrinya menyenangkan kkkkk

  3. wkwkw konyol banget emang si suri ini nyamar jadi selingkuhannya kyuhyun haha
    suri jangan2 pelawak lagi? kocak banget si setiap kata2 yg keluar dari mulutnya tajem tapi bikin ngakak (?) apa efek hamil?

  4. Suri bnar dah kelakuanny.. Hahaha.. Apalagi pas dia nolak tuh smua cwo2.. Astagehhh…
    Dan tingkah ny itu loh?? Nyamar dgn dandanan menor n prgi k klub astagehh.. Bumil yg aneh.. Hahaha
    Tp ttp kyu n suri pasangan yg bikin iri haha…

  5. perumpamaan mataharinya gak banget kak okyyy, diusir jauh jauhh hahaha😄. panggilan sayang mereka tuh slalu istimewa, kyuhyun dementor suri nya apa dong?? sering” deh yaa bikin ff suri hamil wkwkw

  6. Aku senyum2 sendiri baca ini dikelas. Menurutku ini manis banget lebih manis dari cowo2 yg ngegombal pake puisi roman😑😁

  7. Manis sekali Lee Suri..
    benar kata si “Aku”,”manis,tidak bukan jenis manis yang membuatku ingin muntah,tapi manis yang…membuat sakit gigi.sudah tahu membuat sakit gigi,tapi masih dilahap.”
    tapi ngomong2 si “Aku” ini namanya siapa???

  8. Masa kyuhyun dibilang dementor haha
    Cara penyampaian ceritanya unik, pake sudut pandang yang baru. Kukira yang jadi ‘aku’ ini tokoh utamanya wkwk
    Pokoknya keren lahh😍😍

    1. ‘Aku’ di sini sebenernya menggambarkan aku, ini kejadian beneran biar gombalnya nggak sesadis mereka, aku nguping di belakang pasangan yg lagi main rayu-rayuan tapi ditolak terus sama cewenya, haha.

  9. Hahaha.. Apa ini.
    Manisnya pasangan ini..
    Ternyata oh ternyata mereka adalah cho kyuhyun dan lee suri.
    Pasangan absurd ga ada duanya di dunia perffan.. 😀😀

    Semangat..!!!

  10. Wakakkakakkkkkkl,,,,keren!!!!!! Agak beda da4i ff suri yg biasa,fresh from the oven.tapi tetep sesuatu ,karena dari awal sampe pertengahan bikin nebak2 terus.ini sebenernya diambil dari pov siapa? Pertama kirain pov kyu,ternyata kyu bosnya. Terus ganti nebak pov suri,ternyata suri wanita blous pink itu .final answer : nobody, bukan siapa2 ( orang ketiga ). Seru banget, tiap hari disuguhin adegan orang2 yg sibuk ngerayu & mengagumu pasangan tanpa ada yg tau sebenernya,,,, daebak!!!!!

  11. ya ampunn ngakak bangett 😂😂😂

    as always humornya suri bikin ketawa. apalagi dark humornya 😂😂😂😂
    si bos yg lucky banget pokoknya

    ada ga ya tipe cewe kaya suri. kalo ada asik banget kayanya. 😂😂

  12. satu hal yg pasti adalah.. disetiap cerita yg ka okky buat itu mustahil Lee suri atau Kyuhyun punya selingkuhan atau pasangan yg berbeda diwaktu yg sama 😂

    tadinya aku pikir suami suri sama bos cafe itu beda orang tapi ternyata ehhh cho kyuhyun.

    kata2 yg dipake suri bner2 beda dari wanita lain kkkkk 👍👍👍

  13. Aduh, pertama baca aku pikir pake sudut pandang Kyuhyun lho, ternyata dari awal udah salah persepsi…
    Tapi ini beneran deh, g kebayang pas awal baca…

  14. Pas baca udah kepikiran pasti deh tuh si bos itu cho kyuhyun, dan ternyata bener😂😂.
    Ga berhenti tertawa pas suri nolak semua cowo dengan kata”nya yang aneh itu, ciri khas cho suri😂

  15. Kyaaaaaaa!!!! ya ampun Suri sekalinya bales kata2 pria yg ngerayu, sadis bgt!!!

    Hitler yg jelek aja punya kekasih, jd ngerasa kesindir #ngenesbanget

    pria yg bawa kitab,yg muncul di otakku langsung visualnya Siwon wkwwkw

  16. “Bagaimana mungkin aku melupakanmu jika setiap aku keluar, aku selalu melihat tempat sampah, dog shit, atau semacamnya, ya ‘kan?”

    kata-katanya kreatif banget siih?? nemu di mana coba?? di ff poatingan ini sudut pandangnya baru, dan tetep aja kerenn…. lee suriiii seandainya diriku memiliki pemikiran sepertimuuu
    .. pesona seorang lee suro emang nggak ada duanya. aku yang cewek aja terpesona sama dia, apa lagi kalo cowok…

    ada sedikit typo. emang cuma satu kata doang, yaitu kata ‘Bom’
    … perasaan Bom masih di dalam kandungan deeh… -_- …

    menurutku emang bukan masalah besar, tapi aku cuma pengen kak okky tau kalo aku bener-bener baca terus karya kak okky dan melihat kak okky tumbuh menjadi penulis besar nantinyaaa… kkkkk….

    okee deeeh, semangat terus nulisnya kak, aku selalu menunggu karya-karyamu🙂

    “Baiklah, karena sudah pukul 6, kafe kuserahkan pada kalian,” ucap Bom sambil meraih coat cokelat yang tadi dipakainya. “Dan… kalau masih ada yang berani merayunya, sialakan saja mencoba, semoga beruntung.”

  17. wkwkwk tingkah suri emang bener2 banyak tingkah ya. pake acara pake wig sm make up tebal hingga tidak ada yg kenal. dan lg masak si kyu dipanggil dementor.

  18. Aku lagi di kampus. Baca ini. Ketawa sendiri. Masa bodohlah sama pikiran kawan2 yang lain. Habisnya, gokil abis ceritanya. Suri lidahnya tajem juga kalo bicara. Pantes lah bisa jadi istrinya Cho Kyuhyun, hahaha.
    Ceritanya lucu. Semua karyawannya Kyuhyun syok berat saat tau kalo wanita yang selama ini selalu digoda banyak pria ternyata istri bosnya sendiri=))

  19. Ada ga ya manusia kaya suri di dunia ini, kebayang deh gimana antrinya cowo buat neror karna banyak di bikin sakit hati haha
    Nah ini beneran manis kak, sudut pandangnya juga oke. Good job kak di tunggu series selanjutnya ^^

  20. Ini cerita manisnya emang bikin sakit gigi hihihi… Enggak kok malah manisnya bikin melayang karena ngayal pengen hahaha….

  21. Mereka manis banget elaaaah
    Ku ikutan sakit gigi ><
    See… dua duanya itu ga gampang ke goda sama hal hal macem gitu. Karena mereka masing masing udah luar biasa banget (?)
    Kasian ya laki laki yang nge goda suri wkwk
    The ngakak moment itu pas laki laki yg bawa alkitab. Asli jangankan suri aku yg baca aja mual
    Heung maksut hati mau bilang bidadari tapi suri punya pemikiran lain. Setan lol
    Kyuhyun dementor terus suri siapa ? Voldemort ? Kayanya iya. Dementor kan selalu tunduk sama voldemort wkwkwk
    Kak lanjut kak. Duuuh sering sering apdet yg beginian 💞💞💞 haha

  22. Yagustiiiii…
    Rasanya masih keam ini bibir gefara banyak senyum senyum..wkwk
    Saking wowwnya aura suri,dari yg muda sampai dewasa,kaya yg bneran kaya sampai yg cuma pngen biaya hidup dari noona, dari cowo taat agama sampai mantan pacar yg gilaaa semua mencoba peruntungan dapetin suri. Namun sayang berakhir tragis..hahaha

    Tadinya emng udah nebak kalu pemilik cafe dan wanira seksi itu emang kyuhyun dan suri. Dan ternyata mereka adalah pasangan suami istri…wkwk
    Bayangin muka karyawan cafe yg terbengong jadi ketawa..ckck
    Couple satu ini emang sweet dengan caranya sendiri.unik!!

  23. pinter banget Suri ngebales rayuan cowo2 yg suka ama dia, paling lucu yg wktu Suri ngebales rayuan cowok pake Hitler, yaampunn cerdass!!

    Sweet sekali merekaa, ga nyangka loh ternyata Suri sendiri yg jdi selingkuhan Kyuhyun, hhahaha.. tapi Suri juga yg ngatain Kyuhyun brengsek, wkek

  24. hahaha,, keren bangedd jawaban surinyg pas di rayu sama cowok2 yg merayu’a..
    Skakmat bangedd tuhh mereka pas denger jawaban’a suri

  25. Sumpah ini mah lbh dri manis, bnr q jga g suka yg over cheesy tpi mreka beda manis’a beda buat ketagihan😊😊😊
    Udah duga klo itu suri ma kyuhyun hahahaha
    Suka ma setiap jwbn yg suri buat, kreatif bgt😊😊😊
    Nungguin mood oki baikan biar bsa buat yg kek gini lagi #modus😂😂😂

  26. Udah setengah baca, balik lagi ke awal karena gagal paham, pas selesai baca baru ngeh ama ceritanya hahaha
    Ini pasangan manos banget ih bikin cengengesan kayak orang gila

  27. Kalian semua bnar2 tertipu oleh mreka berdua
    Dan BOOM sebuah kenyataan yang mengagetkan seantero cafe
    Yah begitulah tidak mnyangka wanita yg seksi cantik dan mnarik itu adalah istri bos cafe itu
    Dan selalu di jadikan diskusi untuk mnggaet istri nya sendiri

  28. lol
    suri sukses bikin laki2 pada baper dan kecewa lol
    trnyata dia malah istri nya bos nya
    dan kyu udh sering liat istrinya di goda gitu ahahaa lol lucu tp romantis hihi

  29. Berasa jadi orang tolol bacanya 😂😂😂 ngakak abis lah :’v
    Udah nebak sih cewe itu pasti Suri tapi ga ngira istrinya Kyuhyun. Ini cerita romantis dengan caranya sendiri(?)

  30. Jawaban penolakan suri dibilang kejem si,tapi bagi aku pembaca malah lucu..hihihi

    Apa lagi ahirnya kyuhyun muncul dan mengakui dia syami dari wanita yg di gilai selama ini….hihihih
    Ya ampuuunnn syukaaa ma mereka

  31. Ini sudut pandang orang pertama ya? Nebak2 aku ini siapa? Apa Lee suri atau Cho Kyuhyun. Ceritanya agak bingung pas awal tapi lama2 asik dan lucu aja. Cho Suri kelakuannya emang ‘unik’ aku udah tegang kalo Kyuhyun bener2 selingkuh yaampun taunya akal2an Suri lol. Banyak2 yg kayak gini^^

  32. Hii aquilea
    Saya pembaca baru salam kenal
    Saya suka semua cerita kamu. Tapi baru sempat voment sekarang, apalagi yang cherry blossom, tapi yang let not break up di password? Trus ga ada penjelasan atau cluenya
    Pliss bagi clue ya
    Terimaksih

    1. Halo, Ira. Passwordnya belum sempat diupdate di blog lantaran setiap buka page password hanya command yang muncul.
      Silakan lihat di fanpage Kyu-Ri Victims di facebook ya, terima kasih.

  33. ya ampun jd ikut sakit gigi bacanya…..
    manis bgt soale…..
    suka bgt sm couple ini apalagi sama suri yang datarnya nglebihin kyuhyun,
    dtunggu author-nim ksah lucu couple ini selanjutnya….

  34. well awal udah ngira kalo si bos nya itu kyuhyun, kalo buat aku sih kyuhyun berasa vampire blasteran dominan rasa korea. tp aku ga nyangka kalo surinya itu udah kawin ama tu vampire. mikirku dia disitu lg kurang kerjaan sambil mikirin mau pake jurus apa lagi buat ngulitin korban2nya trus ntr si kyuhyun bakal jadi si lelaki anti mainstream yg bisa catch attention si suri.
    tebakanku masih melenceng ternyata.
    aku suka penggunaan sudut pandang ini kak, lovey dovey mereka bisa sedikit ditoleransi kalbu. haha
    thanks kak storynya banyakin yang model begini yaa..

  35. well awal udah ngira kalo si bos nya itu kyuhyun, kalo buat aku sih kyuhyun berasa vampire blasteran dominan rasa korea. tp aku ga nyangka kalo surinya itu udah kawin ama tu vampire. mikirku dia disitu lg kurang kerjaan sambil mikirin mau pake jurus apa lagi buat ngulitin korban2nya trus ntr si kyuhyun bakal jadi si lelaki anti mainstream yg bisa catch attention si suri.
    tebakanku masih melenceng ternyata.
    aku suka penggunaan sudut pandang ini kak, lovey dovey mereka bisa sedikit ditoleransi kalbu. haha
    thanks kak storynya banyakin yang model begini yaa..

  36. Luar biasa sekali ceritanya kerenn… Romancenya manis tp ngggk bikin enek.. Hahaha penolakannua Zadist tp krn suri cantik jd dimaklumi :v wkwkwkwkwk

  37. Ak bener bener menyesal gak ngecek blog inii nyaris sebulan *sebenernya emg sebulan sekali doang di cek.. Karnaa.. Kak okky updatenya lumayan…… Tapii slalu memuaskan!! Fix professional, anti mainstream, masuk akal, dan pake pengetahuan wkwkwkwk!

    Habis baca CBE, baca ini tuh berasa di siram air dingin habis nyelup di kolam air panas (?) hahahaha! Habis mewek terharu bahagia baca CBE, ngakak baca inii hahahaa.. Thanks to you kak!!❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s