#3 Metanoia – Enigmatic Feeling

metanoia-new-ok

“Mereka tidak mati, bukan?

Kyu-Hyun tetap bungkam sambil melihat Suri tepat ke mata kelabunya yang sama-sama keras kepala dengan mata gelap miliknya. Mereka, jika terus bersama dengan ego yang tak berubah, akan hancur dalam hitungan tahun.

“Ya,” jawab Kyu-Hyun tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Suri, ia bisa membaca maksud Suri yang sebenarnya. Kyu-Hyun menahan hingga lima detik sebelum menoleh pada Kapten Seo yang sekarang berdiri dari kursi kerjanya, wajahnya memerah menahan amarah. “Keluarga Ryu-Shin tidak mati, lebih tepatnya tidak akan kubiarkan mati hanya karena kesalahan Ryu-Shin yang bergabung dengan kelompok paling berbahaya di Asia.”

“Lalu?” Kapten Seo mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Kau mengatakan bahwa kau membiarkan mereka kabur tanpa pengawasan?”

“Tidak, Kapten.” Tubuh Kyu-Hyun kembali tegap. “Aku memindahkan lokasi mereka ke tempat yang aman dan membiayai operasi wajah juga penggantian identitas resmi tidak di bawah perlindungan ICD.”

“Kau tahu bahaya yang kau timbulkan justru bisa berdampak lebih buruk pada dirimu? Kau tahu itu melanggar peraturan.”

I’m fully aware of that, Sir.” Kyu-Hyun melihat Suri, benar yang wanita itu katakan, dahulu ia tak pernah berpikir akan mencintai bahkan menganggap wanita di hadapannya adalah hal yang paling berharga dalam hidupnya, semua keputusan pendek yang ia ambil adalah tanggung jawabnya di masa depan, rencana hidupnya sebelum bertemu wanita itu. “Semua keputusan yang kuambil siap kutanggung secara pribadi, baik dahulu ataupun sekarang.”

“Tapi kau membahayakan putriku, Cho Kyu-Hyun!” Chun-Hwa menunjuk Suri yang masih pucat. “Kau lihat dia hampir mati dua kali,” ia mendekat, menunjukan dua jarinya di hadapan Kyu-Hyun, “dua kali!”

“Aku belum ada di rencana hidupnya saat ia mengambil konsekuensi tersebut,” potong Suri cepat namun tak berniat menjauhkan tubuh ayahnya dari hadapan Kyu-Hyun. “Dia bahkan tidak pernah merencanakan ada aku di hidupnya hingga beberapa bulan setelah kami bertemu, itu wajar, aku takkan menuntutnya macam-macam.”

Kapten Seo mengetukkan jarinya dua kali di meja sebelum mengusap rambutnya yang setengah memutih dan merebahkan dirinya di kursi kerja. Tak ada yang bisa dilakukannya, Cho Kyu-Hyun itu kepala batu, kalau dia sudah meyakini pendapatnya, takkan ada yang mampu menghalanginya.

“Kau tahu bahwa Yoo-Kyung juga mantan penipu, bukan? Kasus penipuan asuransinya menumpuk di kepolisian, kau baca hal itu. Aku butuh alasan yang masuk akal untuk dilaporkan pada Jenderal dan Presiden.” Tuntutnya dengan tangan menyentuh dahi, ia tak tahu harus berbuat apa pada Kyu-Hyun. “Kalau alasannya sampai biasa-biasa saja, kau akan tamat di sini, Letnan Marcus.”

Kyu-Hyun mengangguk sekali, mentap Chun-Hwa dan memandang mata Suri sekilas sebelum berdiri sempurna di hadapan Kapten Seo.

“Dua malam sebelum kebakaran rumah tersebut, Yoo-Kyung dan Ah-Young mendatangi kediamanku dengan berjalan kaki di malam badai, tubuh Ah-Young pucat kedinginan sementara Yoo-Kyung memerah menahan amarah yang meluap.”

Ia masih bisa mengingat kedua wajah wanita yang selalu mengiriminya kartu ucapan chuseok serta karangan bunga setiap tahunnya bahkan tahun ini.

“Ia mengatakan bahwa Ah-Young sering menghilang dengan ayahnya ke suatu tempat dan kembali dua hari setelahnya dengan keadaan syok dan menolak untuk bicara. Ah-Young terus menolak untuk membicarakan hal yang ia lakukan dengan ayahnya hingga malam setelah Ryu-Shin benar-benar diasingkan, Ah-Young mengatakan, “Kalau aku mengatakan ini, Omma mau janji bahwa tidak akan ada Appa yang datang dan menembakku mati di tempat seperti kakak-kakak lainnya?”.”

Ia melihat keterkejutan warga sipil yang khas di mata Chun-Hwa, Kyung-Sook, dan Suri. Ini belum apa-apanya, Busan Psycho hanya beroperasi di Asia dan Eropa saja, bayangkan kelompok di Amerika Latin yang lebih mengerikan dari ini, mungkin mereka akan pingsan di tempat mendengar detailnya.

“Sorenya tanpa peduli meski sedang badai, Yoo-Kyung membawa putrinya menemuiku dan mengatakan semuanya.”

Kyu-Hyun menarik napasnya pelan, mengingat wajah polos Ah-Young yang mengenakan sweaternya sambil mengunyah roti isi tuna yang Kyu-Hyun sodorkan untuk mencegah hipotermia pada anak berumur 10 tahun tersebut. Ia seperti kembali ke masa itu, duduk di hadapan dua orang wanita yang kedinginan, ibunya terlihat ketakutan sementara Ah-Young santai menatap wajah Kyu-Hyun baik-baik dengan sisa air yang menetes dari rambutnya.

“Appa mengajakku ke tempatnya bekerja dan dia menyuruhku untuk menghapal banyak angka seperti yang kakak-kakak lain lakukan. Aku malas menghapal, tapi Appa bilang kalau aku tidak menghapal, aku akan ditembak mati seperti yang lain.” Itu yang Ah-Young katakan ketika Kyu-Hyun bertanya apa yang ayahnya lakukan selama mereka pergi berdua.

Saat Kyu-Hyun bertanya mengapa Ah-Young tidak bercerita padanya dan Kapten Seo sejak awal, Ah-Young menjawab dengan wajah yang maju mendekati Kyu-Hyun dan berbisik, “sebab kalau aku beritahu, Appa akan membunuh kita semua. Teman Appa memiliki pistol-pistol besar yang bisa membuat kepala kakak-kakak yang menangis pecah berantakan di ruang kerjanya.”

Wajah Suri memucat dan berusaha menutupi mualnya membayangkan anak berumur 10 tahun menceritakan hal tersebut. Bagaimana dengan Kyu-Hyun yang mendengarnya langsung? Apa dia baik-baik saja setelah itu?

“Kau sudah memastikan bahwa itu bukan karangan Yoo-Kyung semata agar bisa kabur dari jerat hukum yang membelitnya?”

“Sudah,” Kyu-Hyun membuka ponselnya, mengambil data di komputer yang tersambung dengan ponselnya dan menunjukkannya pada Kapten Seo, “semuanya benar. Menurut penuturan Ah-Young ada 6 orang yang mati selama ia dibawa, tapi ketika aku melihat ke area belakang, aku memperkirakan ada sekitar 15 sampai 22 korban dengan tulang berserakan saling bertumpuk dengan rentan usia antara 5 sampai 10 tahun, aku tak melaporkannya lantaran melindungi Ah-Young dan Yoo-Kyung. Kalau sampai Ryu-Shin menciumnya, ia akan berpikir bahwa aku menyembunyikan kedua wanitanya.”

Sebenarnya memang mencurigakan bagi Kapten Seo ataupun Jenderal ICD sekalipun ketika mendengar permintaan Ryu-Shin yang menginginkan putri dan istrinya juga mendapat perlindungan saksi. Orang yang memiliki keluarga tidak akan sampai hati melakukan kejahatan yang melibatkan wanita juga anak-anak.

“Tentang apa angka-angka tersebut?”

“Kode.”

“Kode?”

“Ya, saat kali pertama Ryu-Shin menyerahkan diri pada kita karena ia tertangkap basah menggelapkan keuangan Busan Psycho, aku menduga bahwa ia menyembunyikan uang curiannya tersebut di suatu tempat. Jumlah yang tidak sedikit untuk modal perseorangan, namun bukan jumlah yang bisa membuat kerugian bagi kelompok sebesar Busan Psycho. 10 tahun mengumpulkan uang tersebut sudah barang tentu sekarang jumlahnya berlipat ganda, kupastikan Ah-Young yang menyimpan kode tersebut, itu mengapa ia ingin Ah-Young dan Yoo-Kyung dilindungi.”

“Sudah berapa lama Ah-Young dilatih untuk menghapal angka?”

“Semenjak usianya 4 tahun hingga ayahnya tertangkap, rutin setiap tahun tanpa ada hari terlewatkan namun,” Kyu-Hyun sedikit menghela napasnya menahan kekecewaan mendalam. “Ah-Young tidak mengingat ke mana ia dan anak-anak yang lain dibawa ketika menghapal angka baru setiap tahunnya. Yang ia tahu hanya tempat eksekusi yang ayahnya sebut sebagai ‘tempat kerja’.”

Masuk akal. Kapten Seo menuliskan beberapa poin sebelum berdiri. “Bisa kulihat wajah Min Yoo-Kyung dan Kang Ah-Young saat ini?”

Dalam folder tersebut Kyu-Hyun menunjukan foto wanita yang dahulu bernama Min Yoo-Kyung berubah menjadi Cho Ji-Kyung dengan wajah kecil, hidung ramping, dan mata besarnya. Sementara Kang Ah-Young yang dahulu nampak polos dengan matanya yang menyudut sudah berubah menjadi remaja dengan mata besar, dagu yang kecil, serta kulit putih bersih dengan nama dan kehidupan baru sebagai Cho Ji-Ah, tidak menunjukan kemiripan antara identitas lama mereka dan sekarang. Saking kerasnya Kyu-Hyun meminta mereka menghilang, boneka kesayangan Ah-Young pun harus dilenyapkan. Kedua orang itu tidak diperbolehkan membawa barang lama mereka, bahkan nama dan tanggal lahir yang sebenarnya ditinggalkan begitu saja demi hidup tenang yang Kyu-Hyun tawarkan.

Hingga hari ini pun Ah-Young masih menonjol sebagai anak cerdas di sekolahnya, bahkan ia mengikuti program akselerasi melongkapi 4 tahun sekaligus, menjadikan anak itu yang seharunya masih duduk di bangku SMA sudah menginjak bangku universitas dengan jadwal penelitian yang menumpuk sebagai ahli bilogis kelautan di Jeju.

“Bagaimana kau menghadapi Ah-Young saat itu?” suara Suri menyela rapat antara Kyu-Hyun dan Kapten Seo, mengalihkan pandangan dua pria itu pada Suri dengan matanya yang menahan amarah. “Bagaimana kau menghadapi Ah-Young yang dengan polosnya menceritakan anak lain mati dengan kepala hancur dengan mata kepalanya sendiri?”

“Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri hal yang lebih menyulitkan dari sekedar mendengar anak kecil bercerita bagaimana ia menyaksikan orang lain mati.” Kyu-Hyun menautkan kedua tangannya di balik tubuh, menahan untuk tidak mengusap kelopak mata Suri yang sendu berlindung di balik amarahnya.

Rasa kemanusiaan sebagai dokter kembali mendesak Suri, mendengar belasan bahkan puluhan anak mati sia-sia hanya untuk menyanggupi keegoisan seseorang akan kekuasaan semu yang dunia kelam tawarkan. Sementara Suri yang tumbuh di lingkungan aktivis mana bisa mendengar hal tersebut tanpa merasa darahnya mendidih, diragukan instingnya sebagai dokter jika ia tetap tenang.

“Bagaimana dengan tempat pembantaian yang kaulihat? Kau masih bisa tidur dengan tenang?”

“Ya.” Kyu-Hyun menatap Suri lama sebelum berkedip dan melangkah satu kali mendekati tubuh Suri agar tangannya mampu menyentuh pipi Suri perlahan. “Karena mimpi buruk untukku adalah melepaskanmu untuk kedua kalinya.”

Untuk sesaat Kyu-Hyun bisa merasakan pipi hangat Suri mengembang, rona merah itu merambati pipi Suri yang pucat, dan bibir Suri yang basah sedikit melengkung malu-malu. Dirinya, sebagai pria, belum pernah merasakan menjadi pria paling gagah ketimbang melihat Suri tersenyum malu-malu, sebuah hal langka yang hanya ia dapat ketika kali pertama menyentuh tubuh Suri seutuhnya.

Belum sempat Kyu-Hyun menjulurkan tangan satunya lagi untuk menarik wajah Suri mendekat dan menciumnya gemas, ia keburu ingat kalau dirinya berada di kantor Kapten Seo dengan kedua orangtua Suri duduk di sofa tamu. Berusaha tetap tampan, Kyu-Hyun menarik tangannya perlahan menjauhi pipi Suri dan memasukkannya ke kantong celana jin sebelum berpaling memunggungi orangtua Suri sambil menutupi bawah hidungnya dengan tangan yang bebas. Sial bagi Kyu-Hyun, ia memergoki mata Kapten Seo yang mengejeknya, berkilat-kilat geli, dan siap meledek wajahnya yang memerah.

“Baiklah, Letnan Marcus, kupikir kau hanya jago dalam strategi lapangan, ternyata lancar juga strategi menggaet wanitanya.” Ledeknya sambil tersenyum simpul melihat bawahannya yang kelabakan menetralkan wajahnya.

“Tidak pernah dalam hidupku melihat dia merayu Suri.” Aku Chun-Hwa sambil mengusap dagunya. “Kupikir kau tak mencintai putriku.”

“Dia itu sering merayu Suri, hanya tidak di hadapanmu saja, mungkin takut.” Sahut Kyung-Sook yang dengan santainya menyesap teh kamomil yang Kapten Seo sajikan.

“Itu bukannya Omma yang hobinya mengintip, ya?” Suri menyela ketika Chun-Hwa ingin menjawab pernyataan istrinya dan baik Chun-Hwa maupun Kyung-Sook terbahak menanggapi ocehan Suri yang terlalu jujur.

Sambil masih tersenyum, Suri balik menatap Kyu-Hyun yang memerhatikan mereka dengan senyum geli. Ia baru saja memberikan Kyu-Hyun kepercayaan lagi, Kyu-Hyun menyadari itu, secara tersirat Suri menuntunnya memasuki lagi rumah yang dulu sempat ia tinggalkan.

“Boleh bertanya satu lagi?” tambah Suri mengalihkan pandangan Kyu-Hyun dari ibunya yang sibuk tertawa sambil mengelap bibirnya pada Suri. “Kenapa kau kembali lagi kalau begitu? Kau tahu Ryu-Shin masih bebas dan dia bisa saja mencelakaiku setiap waktu.”

“Anggota Busan Psycho terakhir sudah dieksekusi 1 tahun lalu, dan dua hari sebelum aku bertemu denganmu di Rumah Sakit, aku sedang membereskan kasus mereka untuk ditutup. Kupikir tanpa anggota lamanya Ryu-Shin tidak akan bertindak gegabah, nyatanya jaringan Ryu-Shin berada di luar jaringan Busan Psycho.”

Kyu-Hyun menyesali tindakannya 7 tahun lalu, namun ia lagi-lagi tak punya pilihan saat itu, ia tak pernah berpikir akan jatuh cinta dan mempunyai kelemahan. Ia selalu menyiapkan surat wasiat yang sama setiap kali akan menjalani misi besar, ia siap mati kapan saja. Setidaknya hingga 2 minggu sebelum menikahi Suri, ia masih siap mati saat bertugas.

“Berapa lama kasus ini akan selesai?” tanya Kyung-Sook.

“Sampai waktu penyergapan mungkin hanya akan memakan waktu 3 bulan, namun sampai membersihkan hingga ke akarnya… mungkin butuh satu tahun.”

“Kalau begitu,” Kyung-Sook berdiri, ia menatap putrinya, masih segar dalam ingatan foto Suri ketika diselamatkan dari kotak kaca yang dipenuhi air, ia tak mau melewati mimpi buruk semacam itu lagi, tidak rela putri satu-satunya mati di tangan orang yang bahkan tak mengenal putrinya dengan cara yang tidak manusiawi. “Sampai misi ini selesai, aku akan menjaga Suri untukmu, jemput ia ketika semua urusanmu dengan Busan Psycho selesai.”

Omma….” Mata Suri terbelalak begitu mendengar ucapan ibunya. “Ini hanya lelucon, ‘kan?”

Mengabaikan Suri dan keterkejutannya, Kyung-Sook tetap maju dengan keputusan sepihaknya. Chun-Hwa pasti tidak akan setuju, ia ingin Kyu-Hyun menyingkir dari hidup putrinya, tapi Kyung-Sook tahu Suri akan mengalami fase patah hati hebat yang mungkin dampaknya bisa lebih mengerikan jika Kyu-Hyun benar-benar pergi dari hidup putrinya, ia tak ingin kehilangan sorot mata hangat Suri yang baru pagi ini lagi ia lihat lagi setelah hampir 4 tahun menghadapi putrinya yang dalam tahap penghancuran diri secara perlahan.

“Bagaimana?”

“Aku bersedia.” Kyu-Hyun menyetujui, mengabaikan tatapan marah Suri yang tertuju padanya. “Aku akan membereskan kasus ini serapi mungkin dan a—“

“Ini tidak adil untukku, tak ada yang bertanya apa aku setuju atau tidak, ada apa dengan kalian sebenarnya?” Suri mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan dirinya untuk tidak bersumpah serapah.

“Aku melakukan ini demi kebaikanmu, Suri.” Bela Kyung-Sook berusaha meraih lengan putrinya.

“Ayolah, semua orang bertindak seolah tahu apa yang kubutuhkan, apa yang baik untukku, kalian tidak merasakannya makanya mudah saja bagi kalian memutuskan hal ini.” Suri mengibaskan tangannya marah dan berjalan lebar-lebar keluar dari ruang kerja Kapten Seo, tangannya gatal ingin meninju seseorang dan itu bisa membahayakan siapa saja yang satu ruangan dengannya.

Telepon kantor Kapten Seo berdering, mengalihkan pembicaraan tentang rumah tangga Kyu-Hyun dan Suri pada telepon hitam di meja kerja tersebut.

“Halo,” jawab Kapten Seo sambil melirik tiga orang di ruangannya. “Tentu saja.” Kapten Seo langsung menutup sambungan tersebut dan berdiri dari kursinya, meraih mantel dan mengangguk pada Kyu-Hyun. “Taruh semua di prioritas kedua, Kode Biru.”

***

 

Bertemu dengan Jendral ICD dan Presiden Korea Selatan adalah sebuah kegiatan rutin Kyu-Hyun tiap kali akan ada perkembangan kasus baru. Memang tidak setiap perkembangan diwajibkan melapor, namun ini adalah pergerakan besar, dampak dari keputusan terburu mereka 7 tahun lalu, maka segalanya harus dilaporkan secara langsung.

Malam itu dengan segera Jendral ICD, Kolonel, Kapten, dan Letnan yang sempat ikut terlibat dalam penanganan kasus Busan Psycho mengadakan pertemuan tertutup di kantor utama ICD di Gangwon-do.

Kantor pusat ICD untuk Korea terdapat di sebuah resort ski yang hari itu belum ramai lantaran belum ada salju turun menutupi bukit-bukit tersohor sebagai pusat liburan musim dingin.

“Kenapa Anda mengatakan hal tersebut pada Suri?” tanya Kyu-Hyun pada akhirnya. Ia duduk bersebelahan dengan Kapten Seo di kursi belakang.

“Mengatakan apa?”

“Mengatakan bahwa aku menikah lagi dengan putri Anda?”

“Ah!” Kapten Seo berseru jahil. “Hanya ingin melihat reaksinya saja, kupikir dia akan membentakku dan mengusirku dari ruangannya, nyatanya ia santai menaggapi ocehanku sampai habis.”

“Karena ia dokter.”

“Dokter ataupun bukan, hubunganmu dan Suri tetap membahayakan wanita itu. jika kau dulu mengatakan bahwa kau jatuh cinta pada Lee Suri, aku tentu akan melarang pernikahan kalian bagaimanapun caranya.” Kapten Seo membuka sebuah permen karamel, menawarkan Kyu-Hyun permen lainnya dari dalam saku mantel.

“Tidak, terima kasih. Kenapa Anda begitu bersemangat menentangnya?”

“Dia anak yang baik, aku rasa tujuannya mencari pria adalah mencari seseorang yang bisa diandalkan selain dirinya jika suatu saat orangtuanya dalam keadaan genting. Ia butuh seseorang yang selalu ada bersamanya untuk membantunya melepas penat selepas bekerja di rumah sakit dan itu tentu bukan dirimu.”

“Kenapa Anda begitu yakin bahwa itu bukan aku?”

“Karena kau memilih mundur 4 tahun lalu, apa namanya kalau kau menyerah untuk mempertahankannya?”

“Keadaan yang memak—“

“Omong kosong,” potong Kapten Seo cepat. “Itu hanya alasanmu. Kau belum siap mengakui bahwa dia adalah kelemahanmu, bukan?”

Kyu-Hyun terdiam sesaat. “Ya.” Akunya. Selama ini ia hanya tidak siap mengakui bahwa ketakutannya justru berada di tangan Suri, wanita yang sering sekali lupa pergi dengan sepatu apa dan pulang dengan sepatu apa, bagaimana bisa ia mempercayakannya pada Suri?

“Jangan salah, aku ingin kau dan yang lain bahagia, namun jika kau belum sanggup mengakui bahwa akhirnya pria sepertimu, yang kata orang tuhan logika, akhirnya memiliki kelemahan, lebih baik singkirkan pikiran untuk menjalin hubungan jauh-jauh, itu sangat berbahaya ketika kau tidak meyakini komitmenmu sendiri, Kyu-Hyun~ah.”

Melepaskan Suri untuk kali kedua setelah mencicipi bibir wanita itu lagi adalah neraka baginya, mana mungkin Kyu-Hyun akan melepaskannya?

“Aku akan memperjuangkan apa pun untuk mendapatkan Suri kembali.” Kyu-Hyun meyakini dirinya sendiri.

“Kalau begitu, kau harus meyakinkan Chun-Hwa si keras kepala itu dan kupastikan itu akan sangat sulit.”

Tidak masalah, dahulu ia mendapatkan Suri secepat menangkap lalat, apa salahnya berusaha lebih keras untuk mendapatkan wanita itu untuk kali kedua?

“Satu lagi,” Kyu-Hyun kembali mengecek perjalanan mereka, masih ada sekitar satu jam lagi, cukup panjang untuk dongeng. “Bagaimana Anda bisa mengenal keluarga Lee?”

***

 

“Bagaimana Appa mengenal Kapten Seo?” tanya Suri di tengah makan malam mereka dijamu khusus oleh meeting point ICD di Seoul. Demi informasi yang sama sekali tidak ia ingat, Suri harus mengesampingkan amarahnya pada mereka yang mengambil keputusan soal hidupnya semudah mengganti baju. Dan lagi pula hidangannya tak kalah mewah dengan hidangan yang biasa disajikan di rumah dinas, hanya saja… Suri melirik pria-pria yang mengelilingi meja makan, semua berpakaian hitam seperti gagak.

“Aku mengenalnya 35 tahun lalu,” jawab Chun-Hwa, mengenang Kapten Seo dengan rambut hitam dan mata bengis yang selalu memaksanya membereskan ulah berantakan dari anggota ICD di tempat negara ia bertugas. “Dia pria yang sangat merepotkan, kami biasanya hanya berbalas surel, namun hari itu ia mendatangi kantorku di Amerika sambil membawa penjelasan panjang lebar tentang kenapa anggotanya harus dibebaskan secepat mungkin.

“Aku orang yang berkewenangan membereskan masalah agen-agen ICD pada otoritas setempat, dan selalu saja kalau Seo Ban itu yang memimpin pasti banyak kerusakan fasilitas umum hingga harus sekali anggotanya ditahan.”

“Apa aku pernah bertemu dengannya?”

“Pernah,” kali ini Gong Yoo yang menjawab. “Saat usiamu 5 tahun kau sering berbincang dengannya mengenai agen rahasia, bagaimana menembak, apa enak menjadi polisi, dan apa enak jadi laki-laki.”

Suri mengangguk meski tidak mengingatnya dan itu termasuk hal aneh. “Kenapa aku bisa tidak mengingatnya?”

Dan kali ini, Suri tahu bahwa ada yang disembunyikan oleh orangtua bahkan Gong Yoo, mereka berpandangan dan kembali menatap makan malamnya. Reaksi yang selalu Suri dapati ketika ia mulai bertanya kenapa ia tidak mengingat satu pun memori dari ingatan umur 5 tahun.

Ia bisa mengingat ketika kali pertama ibunya mengajak ia di musim panas ke sebuah kebun binatang di Amerika, mengingat setiap detail apa yang mereka lakukan, namun kenapa tidak dengan umur 5 tahunnya? Ada yang salah. Ada yang sengaja mereka sembunyikan dan tidak berniat memberitahukan pada Suri.

Tapi Suri tak bertanya. Ia tak memiliki kebiasaan bertanya, ia lebih senang mencari tentang keanehannya sendiri.

Tanpa memedulikan reaksi kedua orangtuanya, Suri kembali melahap makanan yang tinggal separuh, ia punya dua opsi untuk mengetahui memori umur 5 tahunnya. Antara mencari hacker handal atau meminta Kyu-Hyun yang menggali informasi.

***

 

Ada dua hal yang menyebabkan penjahat terlihat begitu pintar di mata para penonton, entah si polisi yang terlalu ceroboh hingga mengabaikan semua petunjuk kecil atau memang si penjahat adalah orang yang supercerdas.

Hannibal Lacter dan Moriarty termasuk ke dalam jenis penjahat supercerdas yang berhasil mengelabui pihak berwajib dalam setiap aksinya, mengambil hal paling sederhana untuk membantu kejahatan besar mereka. Sherlock bahkan kelabakan dibuat Moriarty.

Sementara untuk Kang Ryu-Shin, keadaan seimbang dari dua kemungkinan tersebut. Bisa jadi Ryu-Shin memang terlalu cerdas hingga membuat pihak ICD yang biasanya berhati-hati menjadi sedikit lengah dan memperlihatkan cela yang memungkinkan Ryu-Shin untuk menyerang balik atau … mereka memang terburu-buru untuk menghabisi incaran tahunan mereka hingga mengabaikan petunjuk kecil yang Ryu-Shin lakukan selama 7 tahun belakangan ini.

“Kami masih belum mengetahui di mana markas serta tujuan sebenarnya Kang Ryu-Shin.” Jelas Kapten Seo pada akhir laporan singkatnya yang masih amat minim. “Kasus ini baru dibuka lagi setelah Letnan Marcus tertusuk di pelataran parkir Rumah Sakit Universitas Seoul sore kemarin.”

Jendral besar ICD, Wolfgang, adalah pria asal Jerman dengan tubuh setinggi 190 senti meter dengan kepala botak, umurnya sudah mencapai pertengahan 50, namun tidak menunjukan tanda-tanda pria itu memasuki umur setengah abad. Terakhir kali Kyu-Hyun berlatih dengan pria itu, Kyu-Hyun masih kewalahan untuk menjatuhkannya.

“Lalu motif sementaranya?” tanyanya lagi sambil memutar-mutar pulpen di jemari kirinya tidak sabaran.

“Balas dendam.” Dengan sigap Kyu-Hyun mengambil alih laporan, membeberkan rahasia yang ia simpan sendiri selama bertahun-tahun hingga identitas kedua anggota keluarga Ryu-Shin lainnya sore itu.

“Kau mengambil konsekuensi yang amat besar, Letnan Marcus. Ini bisa membahayakan nyawamu dan orang-orang yang mengetahui identitasmu.” Ucapnya tenang dengan mata kelabunya yang menatap Kyu-Hyun lurus. “Dia mengincar mantan istrimu untuk membalaskan dendam kehilangan anggota keluarganya?”

“Aku tahu, ketika aku mengambil keputusan tersebut, aku sama sekali tidak memikirkan akan memiliki seseorang di sisiku dan jika aku melepaskan anak dan istri Ryu-Shin malam itu, aku tahu aku akan menyesalinya seumur hidup.”

Wolfgang tidak sepenuhnya menyalahkan Kyu-Hyun, ia tahu itu adalah keputusan yang paling tepat saat itu, jika tidak berani ambil resiko, mungkin Kyu-Hyun tidak akan diincar sebagai kandidat kuat kenaikan pangkat tahun depan oleh komite ICD.

“Tapi,” awal Wolfgang lagi, “aku rasa kau tahu bahwa balas dendam atas kematian istrinya bukanlah satu-satunya yang ia rencanakan.”

“Ya. Aku rasa ia berhasil menemukan informasi bahwa aku yang menyembunyikan istri serta putrinya. Ia tak menghabisi Lee Suri, hanya berusaha menakut-nakutiku, melihat reaksiku, dan menyadari bahwa ke mana arah yang Ryu-Shin tuju, menghubungi istri dan putrinya.”

“Kau sudah menghubungi mereka?”

“Belum.”

Wolfgang mengangguk. “Jangan hubungi, biar dari kelompok lain yang kuminta menghubungi istrinya. Timmu fokuskan ke pencarian markas Ryu-Shin serta siapa saja anggotanya.”

“Dimengerti.”

“Lalu bagaimana dengan wanitamu?”

Kyu-Hyun terbelalak, tidak menyangka pria keras hati macam Wolfgang akan menanyakan soal Suri. Untuk beberapa detik Kyu-Hyun tetap terdiam dan kemudian ia mendengar suara tertawa rendah khas Kapten Seo dan sebuah sikutan di pinggulnya.

“Ah, maaf, dia tidak menyangka kau bertanya soal Lee Suri.” Jelas Kapten Seo. “Wanitanya di bawah pengawasan ICD, kau tak perlu khawatir soal keterlibatan orang luar, orangtua dari Lee Suri adalah Menteri Luar Negeri yang sering membereskan kekacauan tim kami di Jerman.”

“Ah,” Wolfgang mengangguk. “Hwa~nim?” meski tidak pernah melihat wanita bernama Lee Suri itu secara langsung, Wolfgang percaya bahwa pria seperti Kyu-Hyun tidak akan jatuh cinta pada wanita sembarangan, dia haruslah wanita keras kepala yang cukup tangguh untuk membabat argumen Kyu-Hyun. “Yah, apa pun itu … aku tak ingin melibatkan warga sipil di sini selain anggota Ryu-Shin yang tidak bisa kita sebut sebagai Busan Psycho juga. Meski kau berkeras ingin memasukkan Lee Suri dalam anggota, aku akan menentangnya, info yang Lee Suri miliki sudah kita dapat, ia tidak bisa dibiarkan terus berada di bawah pengawasanmu secara langsung. Ingat, the less she know the better.

Dengan wajah yang masih sedikit memerah Kyu-Hyun mengangguk kecil, mengerti bahwa ini adalah urusan ICD, kekacauan yang mereka buat sendiri karena terpengaruh bujukan Ryu-Shin, memang sudah sepantasnya anggota di luar ICD tidak terlibat.

“Aku tidak ingin berita ini tersebar ke media, jaga tetap minimum dan jika memerlukan tim tambahan, katakan secepatnya, aku akan melonggarkan tim yang kalian pilih.” Ucapnya sebelum berdiri dan membenarkan letak seragam militernya kemudian merangkap dengan mantel hijau gelap. “Aku ingin progres yang signifikan, Kapten Seo.”

Tim 3 Kapten Seo akan turun secara langsung sebagai tim utama dan untuk saat ini mereka tidak membutuhkan bantuan dari tim lain karena bagi Kapten Seo, seorang Kyu-Hyun dengan informasi laba-labanya yang luar biasa sudah cukup untuk mengumpulkan data dan melumpuhkan kelompok Ryu-Shin yang baru.

“Aku butuh kau fokus,” Kapten Seo memulai begitu mereka kembali ke mobil untuk menuju Seoul, “lupakan Lee Suri untuk sementara waktu, aku sarankan kita mengembalikan Suri ke rumahnya dan membiarkan Suri melakukan aktifitas seperti biasa dengan mempercayakan keselamtannya pada pengawal pribadi keluarga Chun-Hwa.”

Sebagian hati Kyu-Hyun ingin membantah saran Kapten Seo dan mengatakan bahwa ia bisa tetap fokus tanpa mengharuskan Suri lepas dari pandangannya, namun jika misinya kali ini gagal lagi … kemungkinan akan semakin membahayakannya hubungan ia dan Suri akan meningkat, ia tidak akan tenang nantinya jika kasus seperti ini saja tidak bisa ia selesaikan secepat mungkin.

“Aku mengerti.” Jawab Kyu-Hyun akhirnya. “Akan kuatur jadwal kepulangan keluarga Lee.”

Sekilas ia bisa melihat sorot mata yang Kyu-Hyun gunakan merupakan sorot mata profesionalitas. Pria itu mengesampingkan seluruh perasaan pribadinya pada Suri bahkan setelah tahun-tahun berat perpisahan mereka dan akhirnya bisa bertemu lagi untuk menghapus keraguan antara keduanya, Kyu-Hyun tetap mengesampingkan perasaan pribadinya.

“Jangan lupa untuk tulis surat wasiat misi kali ini, kau selalu mengabaikannya.”

Kyu-Hyun tidak menjawab, ia melihat lurus ke jalanan senggang dini hari, meyakinkan dirinya bahwa Suri akan baik-baik saja kali ini di tangan Gong Yoo yang sedikit ceroboh itu.

***

Mereka kembali ke Meeting Point Seoul tepat pukul 2 lewat 19 menit dini hari dan AJ juga Waterhouse yang menjaga markas pagi langsung mendapat briefing singkat tentang apa yang akan mereka lakukan selama kemungkinan 3 bulan mendatang. Tak lupa Kapten Seo mengingatkan untuk menulis surat wasiat, siapa tahu kalau misi mereka kali ini adalah misi terakhir?

Waterhouse yang baru bergabung setelah Busan Psycho tertangkap mengekor Kyu-Hyun. “LT,” panggilnya sesaat setelah melirik AJ yang kembali ke pos penjagaan, “apa Ryu-Shin seberbahaya itu hingga kita diwajibkan menulis surat wasiat?”

“Kenapa? Apa jika kujawab ‘ya’ kau akan menyertakan nama kekasihmu di dalam surat wasiat?” tebak Kyu-Hyun yang membuat pria berdarah campuran Korea – Inggris tersebut terbatuk. “Kalau Kapten dengar, dia bisa melumatmu hidup-hidup, Waterhouse.”

“Ah, aku mencintainya, tapi tidak berniat menikahinya, atau paling tidak untuk waktu dekat ini aku tidak kepikiran untuk melamarnya, LT, kurasa itu wajar.”

Kyu-Hyun hanya tersenyum simpul sambil terus meniti tangga menuju lantai dua. “Tulis saja, surat wasiat selalu diperbaharui setiap kali kita menjalani misi.”

“Apa yang kau tulis di surat wasiat biasanya, LT?”

Sambil meraih kenop pintu kamarnya, Kyu-Hyun berhenti dan berpikir sejenak tentang apa yang biasanya ia tulis. Tidak memerlukan waktu tiga detik untuk merangkum semua surat wasiatnya selama 15 tahun bekerja di ICD karena semuanya …, “kosong.” Jawab Kyu-Hyun. “Aku tak pernah mengisi bagian tersebut.”

Waterhouse mematung setelah ditinggal Kyu-Hyun masuk ke kamar. Ia tahu Kyu-Hyun itu pria berhati dingin yang tidak memikirkan keluarganya yang juga berprofesi sama bahayanya, tapi tidakkah itu terlihat terlalu dingin? Ditambah kenyataan bahwa letnan mereka pernah menikah tidak membuat hati letnan tercintanya itu lebih romantis sedikit saja.

Pada kenyataannya Kyu-Hyun bukannya tidak berhati hingga membiarkan surat wasiatnya kosong, ia tidak mempunyai apa pun untuk dibagi pada keluarganya dan saat sedang bersama Suri, ia tidak memiliki misi yang cukup berbahaya hingga mengharuskannya untuk menulis surat wasiat jikalau esok tidak lagi mendapat kesempatan bertemu Suri di apartemen mereka.

Meninggalkan Suri tidak pernah menjadi bagian dari rencanya, tidak sedikitpun, bahkan kemarin lalu saat ia menandatangani surat perceraian yang Suri ajukan.

Saat malam semakin larut, Kyu-Hyun memandang kertas kosong di mejanya lamat-lamat, memikirkan beberapa kata yang mungkin pantas jika ia tulis di surat wasiat, namun … ia tetap tidak menemukan apa pun di kepalanya, sebagian dirinya mengatakan tidak akan mati hanya untuk masalah sesepele ini, ia akan kembali nanti, kembali untuk menjemput Surinya dan membangun kembali apa yang sempat mereka tinggalkan dulu.

Maka, Kyu-Hyun memutuskan untuk memasukkan kembali kertas tersebut ke amplopnya dan mengelem sebelum membawa surat wasiat ke kotak yang diletakkan di ruang santai. Kotak tersebut akan dibiarkan hingga salah satu dari mereka gugur dalam misi atau misi selesai dan membuat surat wasiat baru jika diperlukan.

Kyu-Hyun meniti tangga lain yang menuju tempat Suri dan orangtuanya di tempatkan, ia ingin melihat wajah wanita itu sekali lagi, mungkin esok pagi ia tidak akan sempat bertemu Suri atau hari-hari setelahnya hingga kasus ini selesai.

Baru juga Kyu-Hyun melewati lorong menuju kamar tamu, suara itu bergema tidak suka.

“Dia sudah tidur,” ucap Gong Yoo sambil membalik halaman buku di tangannya. “Aku memberinya obat tidur, seharian ia uring-uringan dan kesal pada kami yang memutuskan semuanya seolah hidupnya adalah milik semua orang.” Terang Gong Yoo yang kali ini menatap Kyu-Hyun berdiri di ujung lorong dengan wajah yang benar-benar ingin sekali Gong Yoo tinju sejak kali pertama mereka bertemu, atau lebih tepatnya ketika Suri mengenalkan Kyu-Hyun pada keluarganya.

“Apa kau mencintai Suri, Gong Yoo?” tanya Kyu-Hyun tiba-tiba dan berjalan melintasi tempat jaga yang terletak tepat di depan kedua kamar tamu.

“Ya.” Ketika jawaban itu terdengar, Kyu-Hyun menoleh dengan sangat lamban hingga rasanya ia bisa merasakan mata Kyu-Hyun mencekiknya saat ini. “Sebagai adik,” tambahnya buru-buru. “Dia tumbuh dengan ajaranku, aku yang mengajarinya membaca, menulis, hingga mencekik teman prianya yang macam-macam, aku mencintainya sebagai adikku sendiri.”

“Bisa kumintai tolong sekali lagi dengan sungguh-sungguh?” Kyu-Hyun menarik laci teratas meja tempat memajang tungkai lilin dan mengeluarkan rokok dari dalam laci tersebut kemudian menyodorkannya pada Gong Yoo.

“Kau ingin aku menjaga Suri sekali lagi dengan sungguh-sungguh?”

“Ya, kali ini tidak ada jarak, aku ingin kau mengawasinya 24 jam sehari hingga misiku selesai.”

“Kau tidak bisa membiarkan Suri ikut campur dalam misi ini?”

Kyu-Hyun menggeleng. Bukan itu masalahnya, jika Suri bisa memberikan petunjuk lebih tentang Ryu-Shin, mungkin Kyu-Hyun bisa bersikeras memasukkan Suri ke dalam kelompok mereka dan menjaga Suri sambil bekerja, itu lebih mudah tentu saja, namun tidak bisa, Suri tidak mengetahui apa pun mengenai Ryu-Shin, hanya dua orang dari kelompok Ryu-Shin yang Suri kenali dan itu sudah teridentifikasi oleh ICD, mereka tidak bisa memeras ingatan Suri lebih jauh lagi.

“Jika bisa, aku ingin ia berada di sini, akan lebih mudah untukku menjaganya ketimbang di luar denganmu, bukan maksudku menyinggung kemampuanmu,” potong Kyu-Hyun cepat-cepat, ia tidak pernah meminta tolong dan ini adalah hal paling memalukan yang ia lakukan.

“Bukan masalah,”

“Aku lebih tahu bagaimana Busan Psycho bermain, tapi tidak bisa, aku tidak bisa melanggar dan membiarkan warga sipil terlibat lebih jauh dan justru membahayakan Suri nantinya karena mengetahui informasi tentang ICD lebih jauh dari ini.”

Gong Yoo mengangguk. Kurang lebih ia memahami kondisi ICD dan peraturan ketat untuk melarang membawa warga sipil ataupun korban ke fasilitas, hanya karena Suri dan Chun-Hwa adalah kenalan Kapten Seo makanya mereka diijinkan masuk ke sini tanpa hal menyulitkan.

“Aku mengerti keputusanmu,” Gong Yoo menyulut rokoknya, menghisapnya perlahan sebelum mengembuskan asapnya ke udara.

“Tapi Suri tidak?”

Gong Yoo mengangguk. “Tidak akan. Dia itu keras kepala luar biasa, apalagi setelah mengetahui alasan kau meninggalkannya untuk keselamatan Suri, ia pasti akan mendesakmu sampai mati untuk diikutsertakan meski tahu keahliannya hanya di bidang kedokteran tidak membantu banyak.”

Ia melihat wajah Kyu-Hyun sekilas. Pria yang tidak bisa terbaca ekspresinya adalah pria paling berbahaya untuk dijadikan sebagai pasangan hidup Lee Suri. Jika Suri tidak mengatakan bahwa Kyu-Hyun memperlakukannya dengan sangat baik juga Suri tidak yakin akan menemukan pria yang jauh lebih mencintai wanita itu ketimbang Kyu-Hyun, sudah pasti Gong Yoo akan berusaha mati-matian mengenyahkan Kyu-Hyun dari hidup Suri. Apa pun caranya.

“Kurasa bicara padanya esok pagi mungkin akan membuatnya jauh lebih tenang.” Usul Gong Yoo, ia tidak tega juga pada akhirnya melihat kediaman Kyu-Hyun. “Jangan sendu begitu, aku jadi ragu kau calon kapten.”

Tanpa senyuman Kyu-Hyun melirik Gong Yoo.

“Hei, meliriknya biasa saja, kau itu punya laser di mata, hati-hati! Bisa saja membunuh orang!” keluhnya sedikit jengkel dilirik mata gelap Kyu-Hyun barusan. “Sudah sana masuk ke kamar Suri, aku tidak akan mengatakannya pada orangtua Suri. Cepat, cepat!”

Saat Kyu-Hyun bangkit dari duduknya, Gong Yoo tidak yakin yang melengkung di bibir Kyu-Hyun itu adalah senyuman tulus tanda terima kasih bahwa Gong Yoo mau menyelundupkan pria ke kamar Suri atau senyum ejekan karena ia gemetar melihat lirikan Kyu-Hyun beberapa waktu lalu? Entahlah.

Meninggalkan Gong Yoo yang membaca sambil menghisap rokok sogokan yang Kyu-Hyun berikan tadi, Kyu-Hyun menyelinap masuk ke kamar Suri. Seharusnya menurut penuturan Gong Yoo, Suri sudah tertidur dengan tenang di ranjangnya, namun kenyataannya wanita itu duduk di ranjangnya dengan sebuah buku panduan ICD yang biasa diberikan pada murid pelatihan baru yang dilirik oleh ICD dengan bantuan lampu baca.

“Jika kau ingin bertanya kenapa aku masih bangun, lewatkan saja, hanya anak kecil yang tertipu dengan Anjing Penjaganya yang tahu-tahu membawakan air.” Jelas Suri cepat tanpa menatap Kyu-Hyun.

Tak usah bertanya di mana Suri mendapatkan buku tersebut, pasti dari kamar Kyu-Hyun yang entah kapan Suri selundupkan ke sini untuk menjadi bacaan pengantar tidurnya.

“Membaca tentang organisasi kami?” tanya Kyu-Hyun sambil melepas sepatu dan ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan Suri. “Mungkin ada yang bisa kubantu?”

Wanita itu meliriknya penuh curiga sebelum mendengus sebal. “ICD adalah kelompok militer yang dibuat atas ketidakpuasannya terhadap keamanan dunia juga keterbatasan ijin yang suatu negera miliki untuk menangkap pelaku kejahatan lokal mereka yang melarikan diri ke luar negeri, begitu?”

“Hm…, kurang lebih.”

“Lalu kapan mereka merekrutmu?”

“Ah … saat usiaku 15 tahun. Aku menjalani 2 tahun pelatihan militer a la ICD yang bisa membuat sebagian orang berteriak kejam, kemudian mulai bertugas diusiaku 17. Aku seharusnya mengikuti dua kali kenaikan pangkat, namun Kapten Seo memintaku untuk menundanya lantaran ia masih butuh orang lapangan sepertiku.” Kyu-Hyun memerhatikan baju Suri, kaus kelabu kebesaran yang Suri kenakan adalah salah satu kaus yang Suri berikan dan masih Kyu-Hyun simpan di lemarinya.

Kyu-Hyun tersenyum sambil menyentuh ujung kausnya, seperti anak kecil yang membujuk ibunya minta dibelikan permen kapas. “Aku selalu menyukai saat-saat kau memakai kausku.”

“Jangan mengalihkan pembicaraan, Cho Kyu-Hyun, aku masih sangat marah terhadap keputusanmu.” Tungkas Suri dingin. “Aku butuh penjelasan kenapa kau harus meninggalkanku selama satu tahun, aku sangat butuh penjelasan, Cho.”

Kali ini tubuh Kyu-Hyun duduk tegak di hadapan Suri, menarik kaki Suri ke atas pahanya dan mulai memijitnya pelan, dulu, kalau Suri protes karena waktu kerja Kyu-Hyun di luar memakan waktu hingga satu minggu penuh, Kyu-Hyun selalu membujuk Suri dengan hal seperti ini.

“Pertama, aku bukan istimu. Kedua, aku tidak sedang baru pulang dari IGD.” Suri memperingati.

“Aku tidak bisa,” aku Kyu-Hyun yang kali ini menatap Suri langsung ke iris kelabu wanita itu. “Jika kau mengetahui lebih banyak tentang ICD, kau bisa diincar oleh kelompok lain di luar sana, sedikit informasi yang kau tahu tentang ICD, lebih baik.”

“Apa kau pikir aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri ketika situasi genting terjadi?” Suri menutup buku di tangannya dengan kasar. “Apa kau pikir aku selemah itu?”

“Fisik?” Kyu-Hyun tersenyum mengingat sensasi lutut Suri yang samar masih bisa ia rasakan di perutnya ketika ia diam-diam menyelinap apartemen Suri saat mereka masih berstatus kencan, Suri mengira dirinya adalah maling, makanya wanita itu menghajarnya habis-habisa. “Aku yakin kua bisa paling tidak melumpuhkan 4 orang dengan tangan kosong dan kudengar kemampuan menembakmu cukup akurasi dalam jarak kurang dari 50 meter. Tidak, aku sama sekali tidak meragukan hal tersebut.”

“Lalu kenapa kau tetap memilih untuk menjauhiku.”

“Karena Ryu-Shin tidak menggunakan kekuatan fisik.” Ia ingat dengan jelas siapa itu Ryu-Shin, pria paling licik yang pernah ia temui. “Ia mempunyai lisensi ahli terapis kejiwaan, ia tidak menggunakan kekerasan untuk menyentuhmu, kau lihat … ia membuatmu, Ah-Young, dan entah berapa anak lainnya melupakan kejadian tersebut dan mengingat kembali jika diperlukan, Ryu-Shin jauh lebih berbahaya ketimbang pria bersenjata, Lee Suri, itu sebabnya aku tidak bisa membawamu, aku tidak bisa mengorbankan psikologismu untuk dimanipulasi lagi olehnya.”

“Bagaimana denganmu? Kau juga hanya manusia, Cho, kau bukan robot yang akan kebal jika ia merangsang psikologismu.”

“Memang,” Kyu-Hyun menatap jauh ke luar jendela kamar Suri di lantai dua tersebut, “percayalah, sejauh apa pun Ryu-Shin mencuci otakku kelak untuk melupakanmu, akan kupastikan aku jatuh cinta padamu lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, hingga kau bosan dan memutuskan untuk mencekikku sampai mati seperti ancaman yang kau lontarkan di hari perceraian kita.” Kyu-Hyun tersenyum menahan geli ketika mulut Suri terbuka dan terkatup lagi.

“Ah, kenapa sih kau jago sekali merayu?” Suri menyerah, ia tahu dengan sadar bahwa dirinya tidak akan banyak membantu di sini, ICD sudah mempunyai dokter sendiri yang jauh lebih cekatan dari Suri dalam urusan penangan medis, jadi bisa apa ia jika tetap tinggal di sini?

“Mungkin karena kau sendiri mudah di rayu?” Kyu-Hyun menyengir dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. “Kemarilah, aku perlu tidur, semenjak kemarin malam aku tak bisa tidur takut-takut kau mimpi buruk saat aku terlelap.”

Menurut, Suri membaringkan kepalanya di lengan Kyu-Hyun dan menarik selimut hingga ke pundaknya. “Yah, mungkin juga aku murahan di hadapanmu,” Suri tertawa pelan ketika memejamkan matanya malam itu. “Ini bukan malam terakhir kita, ‘kan?”

“Tentu tidak,” Kyu-Hyun memeluk pinggul Suri dan membenamkan indera penciumannya ke rambut Suri. “Tunggu aku satu tahun dari sekarang.”

“Aku mungkin takkan sanggup.”

“Sanggupi.”

“Bagaimana kalau kita diam-diam pergi berkencan suatu malam dan paginya kembali ke tempat masing-masing?”

Kyu-Hyun tertawa pelan. “Seperti yang idol lakukan ketika berkencan?”

“Iya.”

“Kita tidak terlalu tua untuk melakukan hal tersebut?”

“Umur hanya angka, Cho.” Dan itu adalah kalimat terakhir Suri sebelum terlelap dengan pijatan di punggung yang Kyu-Hyun lakukan. Pria itu mengirim Suri tidur lebih cepat, ia ingin sendirian menikmati aroma Suri tanpa suara.

Satu tahun bukan masalah untuknya. Berpisah 5 tahun saja tidak membuatnya mati, apalagi hanya satu tahun? Atau paling tidak untuk sekarang ketika Suri masih dalam pelukannya, ia masih bisa meyakinkan hal tersebut.

***

Suri berbalik sekali lagi sebelum masuk ke dalam mobil, menyusul orangtuanya dan Gong Yoo yang duduk di balik kemudi. “Kau berjanji padaku untuk kembali, ‘kan?” tanya Suri memastikan. Ia mengalami bagaimana sulitnya bernapas saat tahu dirinya semakin jauh terperosok lubang yang ia buat sendiri dan demi apa pun, Suri tak berniat kembali ke sana.

“Ya, aku akan kembali padamu, tunggu aku sebentar lagi.” Perlahan sekali tangan Kyu-Hyun menuruni pundak Suri, mengelus lengan wanita itu dan menggengam tangannya erat untuk kali terakhir sebelum mereka benar-benar berpisah. “Jangan lupa kunci pintu.” Kyu-Hyun menambahkan.

“Iya, Cerewet!” Suri duduk di kursinya, dibantu memasangkan sabuk pengaman dan memberikan ciuman di pipi sebagai bonus. “Jaga dirimu baik-baik.”

Kyu-Hyun membalas Suri dengan senyuman kaku sebelum mengusap kelopak mata Suri dengan ibu jarinya kemudian mengangguk. “Hati-hati,” pesannya pada Gong Yoo yang terlihat jengkel melihat salam perpisahan Suri dan Kyu-Hyun yang ditahan-tahan.

Kyu-Hyun berdiri di pintu utama Meeting Point dan melihat mobil tersebut perlahan menjauhi gerbang utama sebelum menghilang di kelokan. Mungkin ini adalah saat terakhir ia bertemu dengan Suri, mungkin juga ia akan bertemu dan menepati janjinya lagi, Kyu-Hyun tidak tahu, tidak pernah tahu. Hidup sebagai militer rahasia tidak semudah yang kelihatan di film-film perang, pasti ada saja tubuhnya yang terluka dan kematian bukanlah hal yang begitu mengagetkan bagi mereka, banyak peluang Ryu-Shin merekrut orang-orang luar biasa mengerikan sebagai anggotanya sekarang, ia belum bisa memastikan, masih sedikit informasi yang mereka dapat.

***

 

Kembali ke kehidupan normal untuk Lee Suri bukan hal sulit, ia melakukan hal yang lebih berat ketimbang berpisah sementara dengan Kyu-Hyun sebelum ini, bahkan dengan psikologi yang jauh lebih kacau, hari ini dirinya jauh lebih bisa mengotrol dirinya. Hari pertama kembali ke rumah sakit setelah drama penculikan dirinya tersebar di media memang tidak semengerikan yang ia kira, kecuali Hee-Sun yang langsung histeris melihat Suri berjalan melewati loker lain di ruang ganti.

“Ya, Tuhan! Kau benar Lee Suri?” wanita itu meloncat ke hadapan Suri, meremas wajah Suri, sampai meraba seluruh tubuh Suri dengan seksama, memastikan bahwa sosok di hadapannya bukanlah ilusi semata. “Kau sungguh Lee Suri? Dokter Lee Suri yang menyebalkan itu?”

Dengan wajah malas, Suri memicingkan matanya menatap Hee-Sun. “Kalau tidak cepat-cepat kau tarik tanganmu itu dari bokongku, aku bisa melaporkanmu atas tindak asusila, Kim Hee-Sun yang baik.”

Aish,” Hee-Sun berdiri tegak dan menepuk pundak Suri keras. “Menyebalkannya sih memang dirimu, tak mungkin tertukar.”

“Rindu berdebat denganku, ya?”

“Tidak, ya! Maaf saja!” Hee-Sun mengibaskan ekor kudanya sebelum berjalan melewati Suri keluar. Bibir penuhnya tersenyum dan matanya sedikit berair, ia menolak menunjukan simpatinya pada manusia setengah waras seperti Suri, bisa-bisa habis diledek harga dirinya.

***

 

One month later

 

Perlahan alunan Swan Lake dari Tchaikovsky memenuhi sel khusus tempat Ryu-Shin ditahan selama satu bulan belakangan. Ia dipisahkan dari tahanan lain, sel khusus milik ICD yang digunakan untuk menahan Busan Psycho 7 tahun lalu. Dindingnya putih dengan dikelilingi kaca tebal anti peluru dan enam orang penjaga di luar yang selalu berganti setiap 6 jam satu kali.

Rambut panjangnya disisir perlahan, kepalanya mengikuti alunan naik biola yang begitu indah, matanya terpejam, dan sesekali terdengar senandung dari mulutnya. “Ah-Young sangat menyukai lagu ini, ia bisa menghapal sederet angka acak kalau diputarkan lagu ini.” Gumamnya sambil melangkahkan kakinya ringan di sekitar ruangan.

“Dia juga,” tambahnya, “dia juga menyukai lagu ini, semua menyukai lagu ini, lagu yang manis! Cocok untuk misi kami, manis!”

Kyu-Hyun yang melihat video rekaman tersebut langsung mengatupkan rahangnya kuat-kuat. Ia tahu bahwa yang dimaksudkan dengan ‘dia’ oleh Ryu-Shin adalah korban lainnya selain Ah-Young yang kemungkinan besar tidak akan ditemukan oleh Ryu-Shin. Tak sehari pun Kyu-Hyun absen untuk melihat rekaman video Ryu-Shin dan hampir 12 jamnya digunakan untuk bersenandung sambil menari di tengah ruangan.

“LT,” panggil Onew yang menggeser layarnya ke arah Kyu-Hyun. “Sejauh ini kita bisa memperkirakan bahwa Ryu-Shin memiliki anggota sebanyak 48 orang, 49 termasuk Ryu-Shin sendiri, dan ini …” Onew menunjukan sebuah akun dengan akronim Ah-Young ditemukan dalam sebuah akun rekening Swiss.

Kyu-Hyun memerhatikan angkanya yang masuk dan keluar, ya, itu seharusnya menjadi salah satu akun Ah-Young, namun bukan akun itulah yang cukup berharga sampai mengorbankan nyawa belasan anak yang ditembak di kantor Ryu-Shin bersama Ah-Young dahulu.

“Itu bukan akun utamanya.”

“Ya, aku rasa pun seperti itu, masih terlalu kecil jumlahnya.”

“Lacak transaksi serta lokasi transaksi, kita bisa memetakannya dan mempersempit pencarian.” Perintah Kyu-Hyun dan kembali pada data anak hilang 17 tahun lalu antara 5 – 10 tahun dan mencocokkannya dengan hasil atropologi yang masuk ke dalam laporannya. Sebagain mirip, sebagaian lagi masih belum ditemukan.

Dan di tengah pencarian tersebut ponsel Kyu-Hyun bergetar, ia melirik peneleponnya dan seketika kepanikan melada Kyu-Hyun begitu identitas penerima tersebut merupakan sebaris nomor Gong Yoo.

Lee Suri!

“Ada apa?” tanyanya langsung.

“Suri menghilang.”

***

 

Dua kali! Pikir Kyu-Hyun dalam hati, dua kali Suri lolos dari penjagaan Gong Yoo, ada apa sebenarnya dengan pria itu? bagaimana bisa ia direkrut sebagai penjaga utama keluarga Lee yang perannya cukup penting untuk ICD? Kyu-Hyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membelah kota Seoul tengah malam untuk sampai ke tempat perkiraan awalnya.

Ia memastikan bahwa Suri tidak diculik Ryu-Shin lagi, ia tak melihat tanda-tanda aktivitas kelompok Ryu-Shin malam ini, pasti bukan mengenai Ryu-Shin, dan di tengah kepanikannya, Kyu-Hyun teringat keinginan Suri untuk keluar diam-diam dan saat fajar menjelang mereka kembali ke pos masing-masing. Meski Suri tidak mengatakan kapan tepatnya, Kyu-Hyun tahu bahwa hari ini adalah hari yang Suri maksud.

Kyu-Hyun memarkir asal mobilnya di depan apartemen sebelum naik ke unit mereka. Dahulu, ketika Suri demam dan tak ada yang merawatnya, Kyu-Hyun melakukan hal yang sama, terburu menuju unit mereka dan mendapati Suri yang duduk di ruang makan dengan mata berair menahan pusingnya sambil menyendok mashed potato.

Malam ini pun Kyu-Hyun berharap akan menemukan Suri di tempat yang sama, hanya saja tidak berharap bahwa Suri akan mengalami demam tinggi lagi. Jika ia tidak menemukan Suri di apartemen mereka, Kyu-Hyun sungguh tidak tahu lagi harus ke mana mencari wanitanya.

Kyu-Hyun sedikit berlari begitu memasuki apartemen mereka dan mendapati Suri dengan baju handuk sedang menempatkan kue beras pedas ke atas meja makan, menemani satu porsi kimbab yang sudah dipotong serta jajanan pasar lainnya yang Suri beli saat perjalanan ke sini.

Wanita itu menoleh, untuk beberapa saat menatap Kyu-Hyun dengan pandangan tak terbaca sebelum tersenyum cerah, bahkan lebih cerah dari biasanya. Rambut cokelatnya masih meneteskan air dari ujungnya, bahkan Kyu-Hyun bisa mencium aroma sabun dari tubuh Suri meski jarak mereka 5 meter.

“Aku belum menghubungimu untuk men—“ omongan Suri terhenti ketika Kyu-Hyun memeluk tubuh Suri erat. “Ah, surprise! Kalau begitu.” Tambah Suri untuk mencairkan suasana Kyu-Hyun yang tetap diam meski Suri mencoba melepaskannya. “Cho, ayolah, aku bisa mati kehabisan napas.”

“Aku hampir akan membunuh Ryu-Shin jika tidak menemukanmu di sini.” Tubuh Kyu-Hyun bergetar sesaat. “Aku hampir membunuhnya dengan cara paling keji, aku hampir membunuhnya.” Ulangnya lagi yang berupa bisikan.

Hush….” Suri menepuk punggung Kyu-Hyun. “Maaf aku membuatmu khawatir, aku ingin sekali bertemu denganmu. Kau tak sekalipun memberiku kabar, aku sangat ingin bertemu denganmu, maaf.”

Kyu-Hyun menjauhkan tubuh Suri, mengangkup wajah wanita itu dengan kedua tangannya. “Aku hampir gila menahannya.” Kemudian tanpa aba-aba Kyu-Hyun mencium rakus bibir Suri, bahkan dengan sengaja menyibak baju handuk Suri hingga pundak wanita itu terekspose.

Sudah lama sekali semenjak terakhir kali mereka berciuman sekasar ini, Suri berjinjit mengimbangi ciuman Kyu-Hyun yang menuntut. Tangannya menyusup ke rambut Kyu-Hyun dan menariknya kuat sebelum turun perlahan melepaskan mantel hitam Kyu-Hyun, jas pria itu, serta menarik ujung sweater turtleneck yang Kyu-Hyun kenakan untuk menyisipkan tangannya ke perut Kyu-Hyun.

Luka jahit itu masih ada, kini setelah Suri tahu apa pekerjaan Kyu-Hyun sesungguhnya, bekas luka jahit itu terasa menyakitkan untuk disentuhnya. Suri menjauhkan bibirnya dari bibir Kyu-Hyun.

“Buka bajumu.” Perintah Suri setengah berbisik. “Buka bajumu, Cho.”

“Tidak,” Kyu-Hyun menarik Suri lagi ke dalam pelukannya, menyampirkan kedua kaki jenjang Suri ke pinggulnya. “Di kamar, seperti kali pertama.”

Kyu-Hyun tidak menjatuhkan Suri perlahan ke ranjang seperti kali pertama mereka melakukannya, Kyu-Hyun membiarkan Suri berdiri, menarik ujung sweaternya dengan tergesa dan kembali menyatukan bibir mereka. Baru kemudian Kyu-Hyun mendorong tubuh Suri perlahan ke atas ranjang dan melepas jubah mandi Suri.

Malam itu, untuk kali pertama setelah perpisahan mereka, Kyu-Hyun merengkuh Suri kembali, melihat iris kelabu wanita itu dipenuhi amarah yang tak sempat mereka sampaikan, kesedihan yang takkan mampu diungkapkan, serta kekecewaan yang terlanjur menguap saat diri mereka bersatu kembali,

Kyu-Hyun menekan tubuhnya keras ke dalam tubuh Suri. Ia marah pada keadaan, marah pada pilihan hidup yang ia buat hanya berdasarkan pertimbangan hari itu. Jika saja ia bisa lebih bijaksana di masa mudanya, mungkin hari ini Suri sudah menujukan test pack positif padanya.

“Perlahan,” pinta Suri sambil mengelus pipi Kyu-Hyun. “Aku tak marah padamu atau pekerjaanmu, Cho, kau tak perlu sekesal itu pada dirimu.” Ia memajukan tubuhnya dan menyentuh bibir Kyu-Hyun sekilas. “Biarkan semuanya berjalan seperti dahulu, saat aku tak mengetahui apa pekerjaanmu dan saat bahaya jauh di depan mata kita.”

Kyu-Hyun mencium Suri sekali lagi sebelum membalikkan tubuh wanita itu, menempatkan wajahnya pada leher Suri dan sebelah tangannya merangkul pinggul Suri, menahan tubuh wanita itu sementara tangan lainnya menopang tubuhnya dan setengah tubuh Suri.

Please take all of me, all of myselfy, my true self.”

***

 

Subuh itu Kyu-Hyun duduk di pinggir ranjang, melirik Suri yang masih tertidur dengan rambut cokelatnya yang berantakan di atas bantal, punggungnya penuh kemerahan, dan seperti mereka lepas kontrol semalam sampai keadaan kamar yang, mungkin, sudah Suri bersihkan nampak begitu berantakan akibat ulah mereka semalam.

Baru tangannya bergerak untuk menaikkan selimut menutupi pundak telanjang Suri, wanita itu melenguh pelan sebelum menyibakkan rambutnya dan tersenyum persis seperti wanita mabuk.

“Selamat pagi,” ucapnya setengah serak sebelum perlahan ikut duduk di ranjang dan memandangi Kyu-Hyun. “Aku lapar,” ia mengelus perutnya dengan mata setengah terpejam. “Harusnya itu semalam kita makan dahulu, baru bercinta, kau malah melewatinya, padahal aku sudah beli banyak makanan.”

Kyu-Hyun hanya tersenyum mendengar protes Suri sambil mencari celananya. “Siapa suruh kau mengenakan pakaian mandi saja? Itu sama saja menggodaku, kau tahu.”

“Aku baru selesai membereskan debu dan menyibak kain penutupnya, makanya mandi, pikiranmu memang selalu tentang ranjang, ‘kan?”

“Kalau kata depannya adalah Lee Suri, tentu saja.” Kyu-Hyun menjawab santai sambil melemparkan sweaternya menutupi wajah Suri. “Pakai itu dan ayo makan.” Tanpa ia sadari, ia meraih pistolnya dan hampir lupa bahwa rompi senjatanya terlepas saat bercinta semalam, maka sejadinya Kyu-Hyun menyelipkan pistol tersebut ke saku celana, ia tak terbiasa meninggalkan pistolnya di lantai.

Suri meloloskan kepalanya dari sweater Kyu-Hyun dan membiarkan rambutnya masih dalam kerah sweater Kyu-Hyun, membuatnya terlihat lebih tembam dan, menurut Kyu-Hyun, lebih manis.

Takut akan menyergap Suri lagi, Kyu-Hyun buru-buru keluar dari kamar, meninggalkan Suri yang kesulitan menyibakkan selimut karena bergulung di kakinya saat wanita itu mencoba mengubah posisi mereka semalam.

Baru juga Suri menapakkan kakinya ke lantai, Kyu-Hyun sudah kembali ke kamar dengan wajah tergesa. Air mukanya berbeda dan mata gelap Kyu-Hyun terlihat begitu waspada. Ia menyisir buru-buru kamar Suri dan kembali lagi ke ruang tengah sambil memungut ponselnya di lantai.

“Ada apa?” Suri mengikuti Kyu-Hyun.

Kyu-Hyun hanya membalasnya dengan sebuah tunjukkan menggunakan pistolnya ke arah lemari pendingin tempat sebuah catatan terpajang di antara magnet satu-satunya yang tersisa dari koleksi ia dan Kyu-Hyun. Suri tak merasa meninggalkan catatan ketika ke sini, ia perlahan mendekat dan menahan napasnya begitu membaca isi pesannya.

“The show is begin tonight, take a seat, Gentlemen”

“Kita kembali,” ucap Kyu-Hyun tegas. “Dan kau,” Kyu-Hyun menunjuk Suri tajam sambil mengambil sisa pakaiannya. “Tidak diperbolehkan menyelinap keluar lagi demi alasan apa pun, Lee Suri, kau membahayakan nyawamu.”

“Aku hanya selangkah dari rumah, itu bukan—“

“Kalau kau bukan wanita yang Cho Kyu-Hyun cintai, maka itu bukan masalah, tidak masalah sama sekali kau mau pergi ke Antartika sendiri sekalipun, tapi kau,” ia mencengkeram lengan Suri kuat-kuat, “adalah satu-satunya orang yang kucintai yang bisa mereka lacak dan nyawamu adalah tanggung jawabku, aku tidak akan dan tidak akan pernah membiarkanmu mati karena terlibat olehku.”

Suri diam cukup lama tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Kyu-Hyun sebelum menghela napasnya tanda mengalah. “Tapi bolehkan kusimpan sweater ini sampai kau menjemputku?”

Bibir Kyu-Hyun sedikit terbuka, kemudian tertutup, pria itu berbalik badan dan kembali menatap Suri tidak percaya. “Dan kau membiarkanku mengenakan jas dan mantel saja? Tanpa dalaman?”

“Kalau kau mau, kau bisa pakai blouseku.”

“Tidak terima kasih, menyebalkan.” Mana muat blouse Suri di tubuhnya?

“Sebentar lagi Gong Yoo akan menjemputmu dan berjanji padaku untuk tidak keluar sembarangan lagi. Kau akan dijaga 24 jam oleh Gong Yoo dan timku.”

Tak lama Gong Yoo datang dan hampir saja menendang bokong Suri kalau Kyu-Hyun tidak memberi isyarat untuk mereka bicara sebentar selagi Suri membereskan pakaiannya. “Aku butuh kau standby siang ini, akan kuhubungi.”

Gong Yoo mengangguk dan langsung menyeret Suri keluar dari apartemen lama Suri dan Kyu-Hyun ketika tim ICD mulai melakukan pemeriksaan TKP di apartemen hingga ke CCTV yang Gong Yoo yakin tidak akan membuahkan hasil.

“Jangan tanya kenapa aku tidak pakai sweater atau kemeja,” tungkas Kyu-Hyun cepat ketika AJ menunjuk dada telanjang Kyu-Hyun.

“Oke, aku harap itu permainan yang—“ AJ langsung menghentikan ucapannya begitu mendapat sorotan aku-bisa-menggantungmu-terbalik-sekarang dari letnannya. “Ayo, bekerja!”

***

 

Sore itu, ketika udara semakin merosot ke angka 5 drajat celcius, Suri masih berdiri di depan jendela ruangannya, mengintip dari balik tirai ke perempatan tempat tubuhnya terlempar hingga menyebabkannya berada di ranjang satu bulan penuh lima tahun lalu. Kejadian yang membuat Kyu-Hyun dan dirinya begitu jauh hingga rasanya mereka berdiri di dua jurang yang berbeda.

Ia bersandar pada punggung kursi kerjanya dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku jas kerja. Ia sedang tidak ingin memikirkan Kyu-Hyun, ia ingin memikirkan dirinya sendiri, tentang kejanggalan yang terjadi di dirinya, serta berita tentang dirinya yang hilang ketika umurnya 4 tahun meski semua orang pasti tahu bahwa kejadian itu pernah ada.

Pertama kali ia menyadari ada yang salah dengan dirinya ialah saat dirinya berusia 16 tahun. Ketika itu ia menyadari di mana dirinya berada, ia duduk di taman belakang sekolah yang terlalu sepi karena rumor bahwa gedung olahraga tua yang terdapat di hadapannya berhantu. Suri ingat betul saat itu sudah memasuki musim dingin awal, Desember yang belum dingin, ia masih mengenakan seragam sekolahnya duduk di salah satu ayunan, memegang kedua talinya dan terdiam. Ia tidak ingat pergi ke sana, bahkan tidak ingat dengan apa yang dilakukannya hari ini, ia tidak ingat bersiap ke sekolah, apalagi kenapa ia bisa sampai ke tempat itu seorang diri.

Belum sempat Suri bangkit dan panik dengan keadaannya yang tak ingat apa pun, Gong Yoo berlari dengan langkahnya yang lebar, wajahnya memerah dan penuh amarah bercampur kelegaan begitu melihat Suri duduk di salah satu ayunan yang ada di taman tersebut.

“Apa yang kau lakukan di sini?!” bentak Gong Yoo saat itu yang langsung mengangkat tubuh Suri, menggendongnya dalam satu kali hentakan dan berjalan lebar-lebar menjauhi taman. Ia menganggukkan kepala pada beberapa orang yang menyusulnya, menyuruh mereka memeriksa taman tempat Suri ditemukan.

“Aku tahu kau benci pelajaran olahraga dan sejarah, Lee Suri,” mulai Gong Yoo dalam perjalanan kembali ke mobil. “Tapi menunggu hampir 6 jam di ruang terbuka seperti tadi dengan udara dingin dan kau hanya memakai jaket sekolah, itu sama saja bunuh diri, apa maumu sebenarnya? Mati membeku?”

Suri ingin mengernyitkan dahinya, tapi pengalihan ekspresi semacam itu akan menarik perhatian Gong Yoo dan menanyainya yang tidak-tidak padahal ia sendiri belum mengerti apa yang terjadi.

“Maaf, aku malas sekali berlatih senam.” Bohong Suri saat itu.

Tidak ada yang aneh setelahnya, hari-hari setelah itu meski ada jam olahraga dan sejarah, Suri tak pernah meninggalkan ruangannya apalagi sampai lupa apa yang ia kerjakan seharian, Suri pikir mungkin saat itu ia hanya kelelahan hingga di tahun berikutnya ia mengalami hal yang sama persis.

Tanggal yang sama dan jam yang sama ketika ia menyadari di mana dirinya berada tahun sebelumnya.

Pukul 5 sore, duduk sendirian di taman kota dengan kentang goreng di tangannya, juga tak ingat apa pun yang terjadi sebelum ia di sini. Itu sangat jangal dan Suri tidak terima kenyataan bahwa ia tidak bisa mengingat apa pun, selama ini yang paling ia banggakan adalah kemampuan mengingat hal tak penting, bagaimana bisa ia melupakan kenapa ia harus keluar di udara dingin hanya untuk makan kentang goreng? Itu sangat tidak masuk akal, ditambah lagi saat Suri meminta Gong Yoo menjemputnya, pria itu kaget karena tidak tahu kapan Suri meninggalkan rumah.

Malamnya ia duduk di balik komputer dengan rambut hitam yang basah dan baju tidur. Ia ingin tahu apa yang terjadi pada dirinya, ia mulai mencari sindrom hilang ingatan sesaat, kemungkinan otaknya mengalami trauma akibat benturan yang tak disengaja hingga menyebabkan dirinya tak ingat apa pun pada waktu-waktu tertentu, atau yang membuatnya ragu menuliskan kata kunci tersebut di mesin pencarian adalah penyakit alzheimer.

Tapi tidak ada satu pun yang memiliki kecocokan dengan gejala yang ia alami.

Dan dua minggu setelah kejadian tersebut, seperti biasa ayahnya akan menghadiri acara makan malam bersama para pejabat lainnya dan Suri juga anak-anak lainnya akan menunggu di ruangan berbeda selama para orangtua merayakan hal bagi anak seumurnya terlihat membosankan.

Saat itu remaja laki-laki yang usianya 7 tahun lebih tua dari Suri turut ikut dalam rombongan remaja tanggung untuk duduk-duduk di ruangan yang lebih banyak menyajikan makanan manis, katanya sih dia tidak suka pembicaraan orang dewasa makanya ikut berkumpul dengan remaja.

Ketika anak itu tahu bahwa yang sedang berbincang dengannya adalah Lee Suri, anak itu kaget bukan main sampai-sampai tersedak kue pie buah yang dinikmatinya.

“Kau Lee Suri? Kau anak yang diculik saat malam Natal dan kembali saat malam ulang tahunmu, bukan?” pria itu tertawa kagum sambil bertepuk tangan.

Suri yang tidak tahu tentang hal tersebut menatap lawan bicaranya terheran dengan mata menyipit. “Maaf, apa?”

“Penculikan, kau diculik dahulu, tidak ingat memang?”

Ia ingin membantahnya, tapi tak ingat apa pun soal memorinya dalam jangka waktu yang anak itu sebutkan, ia tidak ingat di mana ia berada pada malam Natal 1996 hingga Mei 1997.

“Wah, bagaimana rasanya diculik selama itu?” sambung anak itu, “apa yang mereka lakukan terhadapmu? Aku suka sekali cerita detektif, tolong ceritakan padaku yang lengkap, media memblokirnya, kurasa karena kekuasaan ayahmu, jadinya—hei!”

Percakapan satu arah tersebut terhenti begitu Gong Yoo dengan sigap menarik lengan remaja tersebut, menjauhkannya dari Suri sebelum menarik tangan Suri dan menyeretnya keluar dari ruangan tanpa berkata-kata.

“Ada apa sebenarnya?” tanya Suri susah payah berusaha mengimbangi langkah Gong Yoo yang lebar.

“Tidak ada, hanya saja waktunya pulang, kau bisa kelelahan karena terlalu banyak mendengar omong kosong, Suri~ya.”

Meski tak protes, Suri bisa menyimpulkan bahwa ia kehilangan memori yang sama hampir setiap tahunnya mulai dari usianya 10 tahun pada akhir November mulai pagi hingga petang di hari yang sama, duduk tanpa memori selama satu hari, mungkin diakibatkan penculikan tersebut, mungkin sistem dirinya mengalami shut down untuk menetralkan trauma akibat penculikan sebagai langkah perlindungan bertahan hidup? Mungkin saja.

Tapi satu yang Suri sadari, semenjak 7 tahun lalu ia berhenti mengalami kehilangan ingatan mendadak di akhir bulan November. Ia tidak pernah menemukan dirinya terduduk di tempat ramai atau tempat-tempat janggal yang tidak akan mungkin Suri datangi pada saat-saat tertentu dengan ingatan hilang selama satu hari penuh.

Ia sudah berhenti melakukan hal tersebut dan amat bersyukur karena tidak harus menjelaskan banyak hal pada Kyu-Hyun soal kebiasaan anehnya apalagi isu dirinya diculik saat usia 4 tahun dan baru kembali saat usianya menjelang 5 tahun dahulu yang tidak bisa dibuktikan secara fisik, tidak ada berita yang memuat kabar tersebut bahkan setiap situs baru yang mengunggah diskusi tentang penculikan Lee Suri saat itu langsung terkena blokir.

Sialnya, Suri mengeluarkan tangan kanannya dari saku jas kerja melihat baik-baik guratan di tangannya yang rumit, ia merasa tahun ini ia akan mengalami kejadian yang sama, mungkin tahun ini jauh lebih beruntung karena ada Gong Yoo dan 4 agen andalannya yang berjaga di luar apartemen Suri, mungkin kali ini ia akan tertangkap basah sedang sleep walking, itu akan lebih baik.

***

 

Kyu-Hyun mengirim Lark dan Waterhouse untuk menjaga di luar gedung Suri, berjaga-jaga dengan senapan mereka dan melapor setiap satu jam sekali. Keselamatan Suri yang utama baginya, ia tidak akan membiarkan Ryu-Shin menyentuh wanitanya.

Dengan tenang, Kyu-Hyun mengecek lagi tulisan tangan yang terdapat di kertas yang ditempelkan pada lemari pendingin di apartemen mereka, isinya berbunyi, “The show is begin tonight, take a seat, Gentlemen”. Tulisan tangan yang rapi dan panjang-panjang.

Jika ia targetnya, maka yang bisa ia lakukan adalah menunggu. Suri akan diungsikan ke rumah pribadi Kapten Seo, sementara AJ, agen yang paling cocok bentuk tubuhnya dengan Suri, menyamar sebagai Suri dan pulang pukul 1 dini hari, jam pulang normal Suri dari rumah sakit pada hari Rabu bersama Gong Yoo dan Onew, Suri sendiri akan pulang diantar Ray juga Sean pukul 7 sore.

Semuanya sudah sangat sempurna, tidak bercela hingga ke penjagaan. Kapten Seo sendiri yang menawarkan dirinya untuk menjaga Suri selama berada di bawah atapnya agar Kyu-Hyun lebih bisa berkonsentrasi pada serangan yang akan Ryu-Shin lakukan.

Mark mengetuk pintu kerja Kyu-Hyun yang saat itu ia ubah modenya menjadi privasi.

“Sir,” sapanya sebelum masuk dan meletakan berkas yang Kyu-Hyun minta pagi tadi. “Aku memerlukan waktu yang lama untuk mengumpulkan datanya, Ryu-Shin hampir tidak pernah menulis tangan, ia kebanyakan menggunakan komputer semenjak tahun 1998. Aku mengumpulkan data tahun-tahun awal ia bekerja di Busan Psycho dari Wakil Inspektur Kwak sebagai Kapten terdahulu yang memimpin misi Busan Psycho.”

Kyu-Hyun mengangguk sambil membuka berkas tersebut.

“Tapi aku mendapat tiga cek yang ditulisnya sekitar delapan tahun, empat tahun, dan tiga bulan lalu, Sir. Meski sedikit, aku yakin itu sangat membantu.”

“Ya, terima kasih.” Di lembar pertama adalah sebuah catatan pendek tentang perjanjian mendadak pembelian seorang bayi perempuan yang mereka dapat dari panti asuhan yang terdapat di pelosok dekat perbatasan Korea Utara.

Jauh berbeda, mulai dari karakternya yang terkesan dieja dan ditulis hati-hati, bahkan perbedaan huruf M dan O sangat kentara, tidak seperti yang tertulis di kertas peringatan yang ia temukan, tapi itu bukan sesuatu yang aneh mengingat orang Korea akan selalu berbeda karakter tulisannya jika menulis huruf latin.

Beralih pada dokumen selanjutnya, sebuah struk rumah makan berwarna kelabu dengan daftar makanan berupa sarapan khas Turki yang hanya 1 dolar, di bagian kosongnya tertulis, “I like your food and your eyes, maybe we can have a drink tonight?” tulisnya dan itu adalah tulisan yang juga berbeda.

Lagi, itu bukan hal yang aneh, seseorang yang mendapat perlindungan saksi harus bersedia mengubah apa pun yang menunjukan bahwa ia bukanlah orang yang sama dengan orang yang mereka lindungi sebagai saksi tersebut, termasuk gaya menulis.

Tapi keyakinan Kyu-Hyun bahwa itu adalah pesan yang Ryu-Shin tulis tiba-tiba saja luntur begitu melihat tiga tulisan tangan terbaru Ryu-Shin. Ketiganya masih menunjukan karakter yang sama, pendek dan rapat-rapat, tidak seperti tulisan di kertas yang ia pegang sekarang, panjang dan lebar-lebar.

Ini tulisan dua orang yang berbeda!

Meski tidak turun tangan langsung menangani strategi kejahatan Busan Psycho, Ryu-Shin pasti secara tidak sadar akan mengikuti pola yang ada, dan dari sekian banyak pola yang Busan Pscyho gunakan, tantangan yang ditulis oleh orang yang bukan ketua dari gerakan pemberontakan tersebut bukanlah ciri Busan Psycho.

Tiba-tiba kepalanya sakit begitu tanpa sengaja melihat secarik kertas yang Suri tinggalkan di bawah botol minum berisi teh gandum yang sudah menghilang setengahnya tersebut.

Tulisan itu begitu mirip bahkan indentik. Panjang dan renggang khas tulisan Suri ketika menulis sesuatu yang bahkan tidak ada di kepalanya, seperti tulisan seseorang yang ragu akan menulis apa dan mesti berpikir lama untuk menuliskannya.

Tidak mungkin!

Pergerakan di lorong menarik perhatian Kyu-Hyun dari tulisan tangan Suri, ia melihat Mark berlari tergopoh dengan layar laptop miliknya di tangan kanan. Tanpa persetujuan dari Kyu-Hyun terlebih dahulu, Mark masuk dan menyerahkan apa yang ditemukannya barusan.

Layar menampilkan surel dari Min Yoo-Kyung, istri Ryu-Shin. Isinya cukup singkat, hanya berbunyi, “Ah-Young menghilang, ia tidak sampai ke rumah saat pulang dari sekolahnya hingga jam ini sudah terhitung 24 jam. Ryu-Shin pasti menemukannya” hanya sepanjang itu.

Kyu-Hyun bangkit dan tidak tahu harus berbuat apa, ia tidak memiliki banyak petunjuk untuk mengerucutkan bahwa semua aksi ini benar-benar didalangi oleh pria yang bahkan tidak keluar dari sel kacanya yang diawasi oleh CCTV selama 24 jam dalam sehari.

Entah darimana keyakinan itu, Kyu-Hyun menuliskan perintah pada mesin pencarian orang hilang dengan spesifikasi yang sama dengan Suri; 4 tahun, hilang enam bulan, tidak bermasalah, tidak mengalami trauma, kasus ditutup, korban tidak mengingat apa pun.

Hasilnya sungguh ajaib, hanya ada 3 anak di Korea, 2 orang berasal dari Jepang, dan satu orang grandmaster catur keturunan Cina – Polandia. Mereka hilang di tahun yang berbeda, rentang waktu antara tahun 1995 hingga tahun 2000. Satu kesamaan lain yang baru Kyu-Hyun sadari setelah membaca kilat profile mereka setelah dewasa, keenam orang tersebut memiliki ingatan yang sangat baik, bahkan saking baiknya mereka bisa mengingat ketika mereka masih berumur 2 tahun, mengingat memori yang bahkan bicara saja masih terbata adalah hal yang amat luar biasa.

“Sir,” Mark melintasi meja kerja Kyu-Hyun, menunjuk foto salah seorang berkewarganegaraan Korea yang berada di tengah layar. “Itu bukankah Kim Eun-Ah?” ucapnya sambil memerhatikan wajah anak berumur 4 tahun dengan hidung ramping dan pipi yang tembam. “Ya, aku yakin itu Kim Eun-Ah, Calla dari bagian pusat data, orang yang hampir menjadi agen lapangan kalau bukan ia sering menghilang selama satu hari dalam satu tahun dan tak ingat apa yang ia lakukan.”

“Apa kau yakin?” tanya Kyu-Hyun. Ia pernah melihat Calla, atau yang Mark barusan sebutkan sebagai Eun-Ah, tapi ia tidak mengenali wajah kecilnya yang nampak terlalu polos dengan wajah bulat.

“Ya, aku pernah ke kubikelnya dan ia memajang fotonya dan orangtuanya sewaktu ia berusia tiga tahun.”

“Panggil dia ke sini.” Pinta Kyu-Hyun dan kembali ke datanya, melihat Suri kecil yang nampak marah dengan mata kelabunya yang besar. Rambut Suri dipangkas pendek, pipinya masih sebesar sekarang, hidungnya yang terlihat kebesaran di wajahnya yang kecil, bibirnya yang penuh di bagian bawah, serta kulit putihnya dengan tahi lalat di dada yang terlihat di balik kausnya. Bagaimana nanti jika mereka punya anak? Pasti wajahnya akan terlihat seperti raja tukang ngambek mengingat kedua orangtuanya selalu bereskpresi seperti orang yang siap mengomel.

“Tidak ada!” lapor Mark setengah berteriak pada Kyu-Hyun. “Calla tidak ada, ini bukan hari liburnya, aku menghubungi apartemennya pun tidak ada yang menjawab, ponselnya juga tidak aktif, kubikel sebelahnya mengatakan Calla sudah tak masuk selama 2 hari.”

Kyu-Hyun memiliki perasan yang tak enak. Ia kembali mengetikkan perintahnya pada komputer, ia meminta laporan orang hilang dan tidak ada satu pun yang melaporkan atas nama mereka, beruntunglah sosial media begitu membantu, ia tidak melihat adanya aktifitas di jejaring sosial media keempat korban lainnya selama dua hari belakangan. Tidak ada satu pun status atau foto yang ditambahkan semenjak tiga hari lalu padahal sebelumnya mereka paling tidak mengunggah satu foto dalam sehari.

“Hubungi orangtua korban, aku hubungi sebagian.” Ia berbalik, menekan nomor orangtua korban dan benar dugaannya, anak mereka menghilang namun tak bisa melaporkannya karena belum genap 2 hari mereka menghilang.

Apa yang terjadi sebenarnya? Apa Busan Psycho yang menculik mereka? Tapi untuk apa? Membantu menghitung profit? Apakah sebegitu depresinya mereka hingga tak mampu membayar pekerja profesional? Ataukah anak-anak cenderung tidak meminta banyak hal untuk uang tutup mulut? Tidak. Itu tidak benar, anak-anak justru akan lebih mudah membuka mulut, oh, apa itu sebabnya mereka selalu menghilang setiap satu hari dalam satu tahun dan tidak ingat apa pun? Dihapus ingatannya dan memastikan bahwa ingatan itu tetap tidak ada?

Atau jangan-jangan mereka justru hanya berakting tidak ingat? Termasuk Calla? Itu sebabnya informasi di mana Suri tinggal, siapa yang dekat dengannya, hingga lokasi meeting point di Seoul bisa bocor ke luar?

Mata gelap Kyu-Hyun bergerak cepat, ia harus berpikir!

Apa? Apa? Apa yang akan mereka lakukan?

Kenapa? Kenapa harus anak-anak?

Ingatan! Ya! Pasti berhubungan dengan sandi rahasia dan anak-anak itu yang wajib mengingatnya. Tapi kenapa tidak ada yang keluar dari mulut mereka sampai hari ini? Bahkan Surinya?

Sindrom stockholm?

Kyu-Hyun tertegun memegang dua potongan kertas dengan nada riang yang sama namun makna riang yang berbeda. Yang satu riang akan kepuasan memberikan sesuatu yang berarti pada kekasihnya dan satunya riang akan pertunjukan yang selama ini ia nantikan.

Bisa saja! Stockhlom syndrom bisa saja menimpa semua korban penculikan tanpa peduli apakah korbannya memiliki ingatan yang kuat atau supercerdas sekalipun.

“Dia menyembunyikan sesuatu pada tubuh Ah-Young, dia melakukannya tanpa sepengetahuanku!”

Teriakan Min Yoo-Kyung menggema di kepala Kyu-Hyun saat itu. Kakinya lemas begitu menyadari di mana kunci kesalahannya selama ini. Ia terlalu bangga pada dirinya sendiri hingga melewatkan fakta bahwa kecerdasan itu bisa digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk sesuatu yang keji, ia terlalu percaya diri.

Kyu-Hyun langsung menghubungi Gong Yoo yang berjaga di rumah sakit.

“Di mana Suri?” tanyanya langsung begitu nada tunggu berhenti.

“Yang asli baru saja pulang, yang palsu masih berteriak gatal dengan wig barunya.” Jawabnya sedikit terhibur melihat AJ yang menggaruk kulit kepalanya tanpa henti.

“Kemungkinan besar Suri terkena sindrom stockholm.”

 

 

—TBC—

Advertisements

140 thoughts on “#3 Metanoia – Enigmatic Feeling

      1. Ketauan deh tiap malem menjelang pagi stalk blog kakak buat ngecek ada yg baru apa engga :’) Soalnya kakak kalo ngepost di jam jam orang masih pada di dunia lain sih

  1. Feeling aku suri ilang juga nih ngikut sama korban lainnya. Anyway walau ga ngerti sindromnya tp kenapa aku jadi keinget ginny di chamber of secret ya? Wkwkwk

  2. Aduhhhhhh

    Dr banyak penjelasan
    Salah fokus krn mesranya suri n kyu

    Hahaha udh rujuk
    Udh buat anak

    Bs dpt baby kan

    AJ BISA AJA
    WKWKWAK

    cari di google dulu ap itu stockholm sindrom

    1. Bisa, kalo sindrom stockholm korban yang terikat sama penjahat, ada sindrom lima (kejadian awalnya di kota Lima) kebalikan dari stockholm sindrom.

      1. Iya aku juga tahu, termasuk ciri-ciri dan faktor yang menyebabkan tapi nggak masuk akal aja secara logika. Ah, mungkin sindrom ini hanya bisa dipahami lewat pendalam psikologi kali ya.

  3. jd maksud nya suri jg dulu korban penculikan kelompol Ryu -shin?…. apa suri jg masih mengidap lupa sehari itu *mfgatausebutannyahehe 😀 soal nya suri udah di jaga ketat ttep aja masih ada yg bisa mendekati suri dngan ninggalin jejak kaya teror untuk kyu,apa suri melakukan ssuatu yg tanpa dia sadari dan setelah nya dia tidak mengingat nya?? maaf eonni soo tau aku wkwkwk ;);)

  4. anjay jadi.. yg nulis itu suri? bagian yang kyuhyun bandingin tulisan itu sampe aku baca berulang2 loh kak buat mencerna dan mencari pencerahan 😂😂 ah katanya oneshoot tapi kok end-nya gak keliatan2 😂😂

  5. aslinya aku dilema mau baca cv2, cbe apa ini dulu. akhirnya kuputuskan baca ini dulu 😂

    “berusaha tetap tampan, kyuhyun perlahan menarik tangannya…..”
    ngakak banget sama ini. masih mikir tampan dengan sifat coolnya padahal harga dirinya udah jatuh 😂

    ngeri hipotesaku suri bipolar trnyata sindrom stockholm. berarti suri termasuk tawanan yg setia sama majikan alias penculiknya. brain washnya berhasil menurutku. bisa dibilang suri jadi korban merangkap pelaku(?) bahkan aku gatau suri sampai sadar apa gak pas ngelakuinnya

    1. bahkan saking setianya, si tawanan bakal ngelakuin apapun buat ‘majikan’nnya tanpa ada rasa paksaan. pokoknya manut banget sama majikannya.

    2. Bipolar karena kelakuan Suri yang bentar-bentar ngamuk bentar-bentar romantis? Itu mah dia labil mau rujuk apa nggak, bukan bipolar. 😂

      1. duhh jangan sampe deh si suri mau kawin sama si tua bangka ryu shin 😂
        bakal jadi apa nanti si kyuhyun

        labilnya cewe tapi khas lee suri mah gitu 😂

  6. Ah suri jangan bikin khawatir kyuhyun terus nih kirain suri beneran ilang eh malah diapartemennya sendiri,jujur nih kak beberapa kali denger ttg sindrom stockholm tpi belum paham” amat 😊ah nanti aku tanya mbah google aja.
    Kirain nih ff cuma twoshot tpi makin panjang gpp aku suka cerita yg panjang kk soalnya kyk lebih detail ,segini aja ya kak komennya ditunggu next part #JgnLama2YaPenasaranSamaOrang2YangPadaNgilang:v

  7. Makin kesini makin seru, Cho Kyuhyun suka labil kalo udah berurusan sama Suri, mereka mau nikah mau Mantan tetep sama sih kelakuannya. Dalangny di siapa sih makin kesini makin bingung makin meluas bisa jadi Ryu Shin atau mungkin ada orang lain yg lebih bahaya. Kadang nih ya orang deket lebih bahaya daripada musuh. Baca ff ini harus fokus biar ngerti sengerti-ngertinya. Stockhlom syndrom sejenis sindrom dimana korban menunjukkan tanda kesetiaan sama penculik, dan korbannya anak kecil termasuk anaknya Ryu Shin sendiri. Makin rumit tapi makin seru.

  8. Sindrom stockholm adalah sebuah kondisi psikologis yang terbentuk antara sandera dan pelaku penculikan.

    Jadi, Anak yang diculik itu kemungkinan kena sindrom stockholm kan ya.. dimana si Korban secara sukarela membantu pelaku, bahkan untuk melakukan tindak kejahatan. Mungkin si penculik ngga berbuat jahat pada anak itu, jadi si anak mungkin nganggep si penculik itu yang menyelamatkan nyawanya hingga dia dipulangkan lagi, dan mereka tutup mulut rapat-rapat.

    Tapi soal Suri yang bisa lupa ingatan waktu dia diculik ngga tau persis kenapa dia sampai ngga ingat.

    Tapi katanya sih untuk penyembuhan bagi korban sindrom Stockholm ini ngga bisa dilakukan dalam sekejap. Usaha merehabilitasi korban akan memakan waktu dan proses yang cukup panjang.

    Jadi Suri bisa ingat lagi!
    Kalau ketemu Ryu-Shin? 😮

    Kannnnn…. aku jadi penasaran ><

  9. TBC again.. dulu kakak bilang vuma mau dibikn 2-3 kali poat kayaknya yaa..
    aku seneng2 aja kalo dibikin series panjang..
    tapi nunggu nya itu loh yg mengurangi kesenangannya..

    tapi the best lah kak okky ffmu,
    btw pingin beli cv 2 yapi kok belum kumpul2 ya uangnyaa..sedih 😦

  10. Kok aku jadi mikir ya?hihi
    Bau-baunya kok kaya mau sad ending ya ka? Ngga ada pikiran buat bikin cinta segitiga dg ah young kan?
    #efek kebanyaken nnton drama

  11. huaaaaa akhirnya update juga,,,,,,,, ah suka banget sama karakter kyuhyun di cerita ini kirain udh end penasaran sama endingnya

  12. Duhhhh ngeri sama sindromnya. Suka sama genre action yang ngga melulu ttg adu fisik. Yg seperti ini lebih ngena, banyak teka teki dan kecemasannya dibanding adegan fight.

  13. Daebak makin seru,greget,penasaran ❤ 🙂
    Ah kenapa ini ff gak dibikin movie aja saeng? Sumpah ini keren pake banget ❤ ditunggu part 4nya 🙂 jangan lama2 ne saeng semangat ❤
    Masa sih suri terkena penyakit itu? Sebenarnya siapa yang tempel memo itu dikulkas? Apa itu suri? Dan akhirnya kyuhyun suri bisa juga bertemu dan menikmati waktunya berduaan saja 🙂 kapan misinya berhasil dan kapan kehidupan kyuhyun dan suri bisa berjalan normal seperti pasangan yang lainnya 😦

  14. Aduhggg semuanya daebak lah intinya ff mu eon. Aku selalu suka cerita yg beginian. Tapi… hmmmmn lebih diperbanyak moment kyu suri nya dong eon hehheheh ditunggu next part 😊😊😊

  15. Lngsung kebawah menuju kolom komen😊 takutnya nanti gak bisa komen jadi langsung capcus ninggalin bekas 😀😊

  16. ngebayangin sosok kyu didalem cerita ini yaampu keren banget. tapi emang butuh konsentrasi ekstra buat baca ini. btw aku masih agak bingung haha

  17. Jg syndrom itu ttg ingtan. Waah dikirain syndrom abal2 ttg cinta2an. Baru tahu. Hhaha

    Udah ngira si suri bkalan trlibat dlm kasus ini, tp kyanya suri jg punya peran yg lebih penting ketimbang hya jd anak2 yg di hruskn mngingat sederet kode. Penasaran….kekke

    Keren gila. Udah lama rsanya gak ngerasain baca smbil penasaran takut2 gini, trakhir bcanya di LBDSM dn lnjut ke Katabasis. Huh
    Klo bcanya CV feel nya pensaran cerdas, TGS feelny pesaran mewah. Kekeke

    Hampir mengumpat ak pas ad kata tbc keluar, di kira bklan end. Kkeke
    Tp jgn tmbah seru, krena pesrannya di tahan2. Hhaha

    Semangat buat nerusinnya, dn project slnjutnya. #berhrapcepat keluarnextnya. Kkeke

  18. omegat,aku gak tau stockholm syndrome itu apaan dan langsung tanya om google,pas baca detailnya jadi merinding sendiri,,, daebak,penasaran kuadrat apa yg suri sebenernya alami pas satu hari ilang ingatan itu,mungkinkah dia terlibat membantu rencana ryu shin tanpa sadar? sumpah merinding aku,hahaha

  19. Salam kenal kak, aku readers baru. Udah baca metanoia 1 dan 2 ,tapi maaf baru komen di part ini. Karena coment di part sebelumnya enggakpernah kekirim dikarenakan kesalahanpenggunaan aplikasi. #eenggakadayangtanya wkwk.
    Jadi suri kena stockhlom syndrome? Dan itu terjadi udah dari suri kecil, artinya sebelum kenal kyuhyun suri udah jadi korban. Karena bahayanya syndrome ini, bisa jadi nantinya suri bakal ngikutin semua perintah ryu shin, jangan sampe suri bantu kejahatan nya ryu shin.
    Semangat next part deh kak

  20. 😢😢
    Nah kan… Feelingku makin kuat kl Suri itu hasil korban penculikan (kl gk boleh blg anggota pasif) Busan Psycho 😵😵 ala2 Salt-nya Angelina Jolie, cm di sini tokohnya (Suri) dibikin “gk sadar”

    “Suri tak merasa meninggalkan catatan ketika ke sini, ia perlahan mendekat dan menahan napasnya begitu membaca isi pesannya”
    Means Suri ngenalin kl itu tulisan tangannya makanya dia nahan napas… Cm dia nulis itu dlm kondisi gk sadar 😢

    Jangan sampe targetnya itu Kyu 😭😭

    This story got me good! 👍👍👍👍

  21. ahh..akhirnya publish
    stockholm syndrom itu bukannya dimana korban akan patuh sama penculiknya apapun yg terjadi..cmn setauku kl syndrom itu g smp bikin hilang ingatan..bener ga yaa..
    ah…ternyata suri diincar bkn karna dia istrinya kyu,meski itu salah satunya se..tp krn ada hal lain yg mreka lalukan pas suri msh kecil.
    ah…ga sabar

  22. ikut pusing, walaupun hanya yg membaca, apalagi yang buat cerita ya???…serasa aku yang mau diculik..wkwkwk…ikut deg2an…itu kyuhyun sempat2 nya ama suri…pasti suri salah satu anak yg disuruh untuk menghapalkan kodenya itu…

  23. Pas aku baca tulisan TBC, aku langsung nyengir sampe gigi aku rasanya kering banget. Aku ngerasa kalo kakak baik banget gutu ya, karma ngebiarin aku berfantasi sendiri menjelang nunggu pertambahan usia anak kakak…😂😂😂

  24. awal baca masih ngehank alhasih diputuskan baca metanoia part 2 dulu biar gk kececer nalarnya. keren critanya kaya nonton film seri detective versi tulisan. abis ini mau searching dulu tentang sindrom stockholm jadi penasaran ama tuh sindrom. Suri gk pernah sehat kayaknya di page ini. Banyak banget sindrom2 yg dia derita

  25. wow senengnya liat kak Aquilea post ff karya kakak, seneng bangett rasanya kyk dpt jackpot, walau aku blm baca ff ini sebelumnya tp langsung tertarik begitu liat kak Aquilea yg buat ff ini
    kalau blh cerita, kak Aquilea salah satu author yg aku tunggu karya2 nya.

  26. Semua ff yg kakak buat selalu menarik perhatian ku, bahkan aku sempat buat cerpen dengan cast lee suri, bkn memplagiat cm ambil karakter dari lee suri aja yg menurut ku beda dengan cast yg lainnya, dan aku salut bangett buat kak Aquilea yang selalu memunculkan ff yg perfect baik dr gaya bahasa, alur dan taste yg kak ciptakan di cerita kakak, garis besarnya aku salah satu fans kakak,dan pengagum ff kakak
    good luck ya kak

  27. sepertinya suri pas diculik itu korbannya ryu shin ya dan penasaran apa yg dilakukan anak² yg diculik itu pas dy menghilang satu hari itu ???????
    berharap kyu selamat dan bisa bahagia ma suri dan suri bisa terlepas dr sindrom stockholm.
    ngebayangin sosok ryushin kx ngeri sendiri dy tega amat ma anak istrinya berurusan ma tu org emh gak bisa tidur tenang ,
    makin seru ffnya moga lanjutannya gak lama…..hwheeheh

  28. Wahhhhh akhirnya kyu membingkar identitasnya n mereka bisa bersama lagi tp hrs nunggu kyu menyelsaikan kasusnya. Ahhhhhh apa suri dlm bahaya n ingatan suri apa berhubungan dg kasus yg kyu tangani????? Ceritanya makin menegangkan n gak sabar nunggu kelanjutannya

  29. Kenapa tiap baca ceritanya kak Aquilea pasti kudu mikir keras walaupun otaknya mikirnya lama
    Apakah Stockhlom syndrom hampir sama kya cuci otak? Apakah semua korban Ryu Shin terkena syndrom itu?
    Tapi gimana Ah-Young bisa cerita semengerikan itu tanpa emosi ato dengan polosnya tanpa rasa ketakutan ya?
    Dan siapa Calla sebenarnya? Kenapa fotonya juga ada di daftar anak hilang?
    Satu per satu mulai terkuak, tinggal tunggu tanggal mainnya kak Aquilea,
    Di tunggu part selanjutnya kak, dan misteri-misteri berikutnya,
    Stay healthy and fighting,
    Keep writing kak Aquilea,
    *^_^*

  30. Sindrom stockholm? Apaan tuh?Wah klo q baca ff mu kaya berasa pintar aku. nemu istilah2 baru

    Itu para pengawal kah yg pake seragam GAGAK?? ada aja namanya

    P.s: kok bukunya lom nyampe jg y??? Butuh berapa lama sih. Cv1+cv2 😔😔

  31. Omg smpah keren banget critanya kak, bkin tegang baca yng bgian akhir😅
    smga nextnya sgra yah kak hihi😆

  32. puanjangggggggggg banget …. ngalahin panjangan nya sosis seribuan kkkkkkkk.
    manthap kak. jangan jangan suri?????

  33. waw pnjhatnya keren jg bisa buat krakter anak2 polos mnjdi mnakutkan bgitu. ngeri jg klw smisal ini yrjadi d dunia nyata ya .
    suri pst ilang jg ni kyak anak2 yg lainnya..

  34. oh God! ceritanya makin seru nih, sumpah. habis subuh lgsg baca beginian, jengjeng sampe lupa kalo mau sekolah. wkwkwkwk.
    itu yg nulis post-it di apartemennya jangan2 suri, soalnya td waktu dibandingin tulisannya katanya miriip. aduh, jangan2 yg nulis suri, terus dia lupa kalo udah nulis begituan. sumpah, makin seru aja ya.
    stockholm syndrome, kayak pernah baca ff nya itu tp gak terlalu paham dengan maksud dr syndrome itu sendiri. aduh, bener-bener makin bikin penasaran.
    waktu part 2 dulu udh ada tulisan end nya, sempat marah sih soalnya endingnya gantung. eh, gak taunya post cerita lg yg part 3. bener-bener ditunggu deh yg part 4 nya.

  35. Suri ngidap stockhlm syndrom? Omg Suri secara enggak sadar dimanfaatin sama busan psycho gitu kak?
    Eh kalo misal suri punya sindrom stockhlm bukan ga mungkin saat kyuhyun nyeritain ttg keluarga ryu-shin yg di umpetin, suri bocorin ke ryu-shin dong?? Wah kalo iya, bener kata kyuhyun kalo ryu-shin lebih berbahaya dr pria bersenjata > <

  36. jangan2 suri sendiri yg nulis suratnya tp dia gk inget gara2 kena sindrom stockholm, kirain udah bakalan tamat eh ternyata masih tbc aja

  37. Suri… Dari awal memang dia masuk dalam jajaran anak hilang itu. Salahnya kyuhyun dan yang lain gak menyadari itu. Niatan mereka menjauhkan suri dari misi membahayakan ini, padahal dari awal suri udah terlibat, dari kecil malah. Mungkin juga setelah ini suri nkalan menghilang kayak anak yg lainnya.
    Tapi kok bisa??? Apa mungkin anak lain termasuk suri bernasib kyak ah young, katanya dalam tubuh ahyoung ada sesuatu yg sengaja dimasukkan oleh ryu shin.. Arghhh

    Yang bkin penasaran, ryu shin didalem sel masih juga bisa berulah, apa keahlian psikologis dia itu semacam menghipnotis jarak jauh?? Di sel ryu shin juga menyebut “dia” pandai mengingat aku yakin yang dimaksud itu suri.. Hoho
    Dan tulisan tangan itu tulisan suri, cuma dia nulisnya dalam kondisi dihipnotis. Itu mungkin kan?? Hehehe
    Next part ditunggu kak, fighting!!!

  38. Aihh, makin menegangkan aja nih ceritanya. Si Suri jangan2 bisa ‘dikendalikan’ Ryu-Shin dari jarak jauh karena dia mengidap sindrom stockholm? Dan tulisan peringatan yg Kyu dapet itu tulisan tangan Suri kan? Tapi Suri nggak inget gara2 sindrom itu..
    Wetdah, beneran nggak bisa ketebak secara pasti ini ceritanya. Jangan2, diem2, Suri sendiri yang bisa jadi boomerang buat Kyuhyun? (?)
    Ah yasudahlah. Ditunggu selalu kak kelanjutannya. Aku penasaran😂

  39. stockhlom sindrom ?
    knapa harus stockhlom apa karena mereka anak² jadi pemikirannya masih mudah di manipulasi
    sebenernya kasus seprrti apa yang kyuhyun tangani

    kalo suri kena sindrom stockhlom knapa suri ga inget apa²
    setau q sidrom ini artinya menerima apa yang dilakukan pada mereka dg suka rela hhh apa sh
    pokoknya yg ga protes lah.
    tp biasanya kan buat yang saling kenal
    kalo engga ga mungkin mereka mau aja menerima kan / gmana ,sumpah penasaran tingkat dewa ini kkkk

    dan apa sekarang mereka baru memulai rencananya ?
    kak jelasin di part berikutnya ya

  40. kai kak,,? #benar gak manggilnya.wkwwk..jujur aja aku udah baca 2 part sebelumnya..tpi bru komen wkwk maaf sebelumnya…aku suka alur ceritanya..misteri dan bkin pembaca juga ikut mikir apa yg bakal terjadi kedepan meski tetap kunci endingnya ada di si penulis ;p tpi kok aku malh mikir klo suri musuhnya kyuhyun yak….seperti musuh dalam selimut gtu…apapun itu di tunggu pary selanjutnya 🙂

  41. Ntar si suri jg ngikut ngilang lagi kayak ah young…. jd semua anak yg hilang punya sati kesamaan sama pengingat jitu tp jd memililiki sindrom stocklom *masih prasangka sih* yg gak akan ingat dngan sesuatu yg sudah di lakuin… ato dia waktu pertama kali hilang udah di kasih sesuatu yg bisa di kendaliin dr jarak jauh….

  42. Ntar si suri jg ngikut ngilang lagi kayak ah young…. jd semua anak yg hilang punya sati kesamaan sama pengingat jitu tp jd memililiki sindrom stocklom *masih prasangka sih* yg gak akan ingat dngan sesuatu yg sudah di lakuin… ato dia waktu pertama kali hilang udah di kasih sesuatu yg bisa di kendaliin dr jarak jauh…. di tunggu aja deh mogga cpet ketauan di balik mistri anak hilang dan lupa apa yg di lakuin selama hilang

  43. Kepuasan di blog ini tingkat tinggi bgt, soalnya kata2 yg dipake juga kata2 yg gk biasa atau alurnya yg klimaks dimana, salut dah

  44. Bener dugaanq, suri juga salah satu korban penculikan ryushin pas kecil. Tapi yg masih ambigu, knapa mesti amnesia temporer tiap ultah?

  45. y ampun jhat bngett sich ryushin itu trus korban ny anak2..mskipun tidk membunuh atw menyiksa ryushin sangat brbahaya jdi merinding bacany..tpi apa bner suri yg bntu ryushin jg..aq suka bngett pas suri m kyu………so swett bngett moga cpet hmil..hiii maaf y tlat comen ny ok ditungg next ny

  46. Setauku emg stockholm syndrom gitu,jadi dia rela ngelakuin apa saja untuk si pelaku,tp yg bikin penasaran knp suri mesti lupa ingatan???yakin deh suri jg berperan jg sama kasus busan phsyco.

  47. saking penasaran sama itu sindrom.. sampai nyari ke google.. dan ternyata.. serem jg yah.. semoga suri gak jadi seperti yg aku baca di google.. huhuhu gak rela… 😦 tega bener sih bikin suri unyu” *hahaha* jd kyk gitu.. haha

  48. wah bau2nya suri korban penculikan jg ni. dan mungkin ryu jin mengincar suri tdk hanya karna org terdekat kyuhyun tp alasan utamanya krn apa yg di ingat suri pas hri dia gak bisa inget apa2.
    aku penasaasaran sm syndrom schlohom itu?
    trus apa bisa disembuhkan apa tdk? ku rasa hbs ini mau tannya sm mbah googlle.

    oya ryu jin kan bilang kalo ah young menyukai instrumen yg diputarnya itu sm “dia”. kok firasatku “dia” itu suri ya. dan kayanya suri itu berperann penting dlm misi ryu jin ya.

    makin seru dan menegangkan. semoga lekas update part lanjutannya. #kodekeras

  49. sindrom stockholm???
    msih bingung sih dgn sindrom ini . tpi gk papalah nnti ngerti jga sma sindrom ini dgn berjalannya crita ini #hahahahgkjlazbnnget , aahh mungkin bisa jga searching d mr.google nnti hahahaa
    pnasaran banget siapa sih dalang sbenarnya n knapa jdi tlisan tangan suri yg nulis memo itu . apakh suri slah satu korbannya atau plakunya yah ??? #arrrrrrgggggghpenasaransumpah
    author-nim janggg ,next chapter juseyoo🙏🏻🙏🏻

  50. “Aku butuh penjelasan kenapa kau harus meninggalkanku selama satu tahun, aku sangat butuh penjelasan, Cho.”

    ini bneran suri kn? wah gk nyangka dia bisa ngambek kyak giini yah wlaupun kadar keras keplanya msiih kental skental kopi itam tampa gula hahahah, tpi suka kok suri klihatan lbih girlylah dikit hahahaha

  51. Ya ampun ampe pusing nyusun kronologisnya di otak!!!!
    Tapi itu yg bikin anak2 pd hilang ingatan sehari benerkah Ryu-shin atau ada pelaku lain???

    pokoknya semangat terus ka, semoga ide-ide bliliant selalu berkeliaran diotakmu, dan bisa selalu dituangkan dalam karya-karya tulisanmu !!!

  52. Ech.. jgn2 yg di maksud dya sm Ryu-Shin itu Suri…..
    Kyaaaaa… kyu…. tolongin suri cepetaaaaaaan….

  53. gaenak bgt liat tbc nya wkwkk kirain masih panjang,,
    banyak spekulasi2 yg aku pikirin kalo baca ni cerita, apa yg nyulik itu ryushin?apa suri tanpa sadar jadi pelaku juga? apa ini apa itu…. hah gabisa nebak kalo baca ceritamu kak

  54. Wah..endingnya..beneran itu suri kena sindrom itu? Berarti selama ini,apa udah di rencanakan atu ada misteri lain di balik terbongkarnya kasus ini..
    Wahh ditunggu lanjutnya.. :3

  55. makiiin greget, makin penasaaaaran awal awal kena manis2nya kyuhyun sama suri akhirnya bikin deugdeugan bikin aku buka mulut yaaaa ampun suri stockholm syndrom, makin penasaraaan aja..

  56. Keadaan makin menegangkan…
    dan smua ini salung berhubungan, amoek bkin orang pusing mikirin kayak benang kusut…

  57. Nahloh… jdi dag dig dug jdi curiga ma suri kok q ykin itu suri yg buat y? Walopun jelas dya g ‘sadar’ tpi pertanyaan’a apakah itu bsa di setting? Itu tdi di atas kta’a suri ilang ingatan sehari’a di waktu dan jam yg sama. Klo gitu suri bsa jadi korban jga pelaku jga y?? Gmn ntar nasib’a suri??? Ayo cho kyuhyun cpet selametin suri pan kesian suri😁😁😁 cie ekhem yg abis mesra-mesraan 😄😄😄😄😄
    Moga kyuhyun g telat y, penasaran jga ma apa yg tjd, mksd dri note itu.
    Feelingq kok ykin ntar suri ilang mana si eun ah p y tdi jga ilang. Jangan” mo ada pertunjukan yg menegangkan😯😯😯
    Mkin penasaran, g mo nebak karna biasa’a salah tpi jga g bsa klo g nebak😂😂😂
    Pokok’a kepo bgt ma lanjutan’a😊😊😊

  58. kalo udah baca cerita kak oki tuh berasa banget fantasinya… sampe merinding baca tentang syndrom itu dimna suri menunggu di depan taman dekat gedung olahraga sendirian berhantu lagi ihhh…
    kerennn banget deh,,, ilmu itu ga hanya didapet dari buku pelajaran cerita begini pun kita dapet ilmunya ex syndrom stockholm. mungkin kita ga akan tau tentang syndrom itu sampe kakak bikin tulisan ini… pokoknya keren deh.

  59. Cool! Aku selaku suka gaya bahasa kakak yang rapi dan bisa mempermainkan emosi pembaca dan kakak juga tau dimana harus meletakkan tbc wkwkwkwk… Aku berasa lagi nonton drakor seru terus bersambung dan harus nunggu minggu depan 😂😂
    Jadi Suri ini kemungkinan mengalami Stockholm Syndrome dengan Selective Amnesia ya kak? Hm aku sempat kepikiran kalau yang Suri alami itu Selective Amnesia, bisa jadi psikologisnya terganggu atau sengaja diganggu selama masa penculikan tapi aku kepikirannya dia mungkin sangat amat membenci pelakunya yang memicu Selective Amnesianya dan ga kepikiran soal Stockholm Syndromenya. Aku juga sempat kepikiran kalau seri DID jadi waktu dia ilang tiap tahun itu karena kepribadiannya yang lain yang ambil tubuhnya wkwkwk.. Aku banyak kepikiran tapi kayaknya banyak salahnya ya, kakak emang keren!
    Semangat terus nulisnya kak, kami akan selalu menunggu tulisan-tulisanmu. Hwaiting!

  60. kenapa jalan hidup mereka sebegini rumitnya?
    selalu dibikin was-was dan deg-degan setiap ada sesuatu yang terjadi sama mereka
    ayolah, Kyuhyun-Suri tetap bisa balikan lagi kan?
    tapi masih banyak banget hal-hal yang belum terungkap kebenarannya
    kejadian yang dialami Suri juga aneh.. Suri bukan anak yang termasuk disuruh ngehafalin kode, kan?? *ntah kenapa malah mikir begini 😂

  61. ini udah nyampe bagian klimaks penasarannya.. kata tbc langsung buat kesel aja.. berarti yang menulis pesan itu adalah orang yang sama ya? makin daebak!

  62. Aku selalu seneng sama cerita disini… apalagi tentang cerita psikolog nya, yang buat penasaran dan ingin tau… jadi secara gk langsung aku dapet pelajaran dari istilah2 psikologi dan jadi sering buka wiki…
    Tadi juga aku buka wiki tentang sindrom stockholm yang sandera penculikan nya menunjukan tanda-tanda kesetiaan ke penyanderanya. Berarti suri udah mulai menunjukan tanda2 nya dong dengan tulisannya itu? Soalnya gk mungkin ryu shin yang nulis… apalagi dia sempet kaget waktu liat tulisan itu..
    Trus menghilangnya ah young apa mungkin juga ada hubungannya sama suri? Soalnya kan dia udah tau identitas baru ah young, mungkin dia ngelakuinnya tanpa kesadaran?
    Suri juga disuruh hapal kode juga gk sih? Klo dia disuruh hapal, apa mungkin dia inget klo diputerin lagu swan lake? Kemungkinan dia bisa inget lagi kan ingatannya yang diculik klo di puter lagu swan lake kaya kata ryu shin?
    Kakk… semangat ya buat lanjutin ff nya 😊 sudah penasaran tingkat akut nih hehhe…

  63. kl di liat lg cerita yg telah lalu…. #yaelaaahhhh…
    perasaan suri sll kena syndrom mulu.
    sebenarnya disini yg kena syndron suri atau penulisnya nich???!!!!!
    kok jd agak worry gitu yach…

    Kekekekeeeeeee

  64. Demi apapun ini keren banget. Bisa bgt buat mikir keras sekeras-kerasnya tuh haha.
    Ngga sia-sia sih nunggu lanjutan ini lama-lama tapi pas baca lanjutannya, gilaaaaaaa keren bgt.
    Ohiya, semangat terus Kak buat lanjutin ffnya. Ditunggu:)

  65. Kirain suri d culik eh taunya mlah ada d apartmnnya yg dulu. Trus apa suri trkna syndrom stockholm???. Makin ksni crtanya mkin pnasaran, wlopun smpet bingung dkit hehe
    D tnggu klnjutannya…

  66. Aku rangkum komenku di sini aja yaaa…
    soalnya aku bacanya sekaligus. hehe
    jd menurut perasaan aku, suri di cerita ini ahirnya jd perempuan juga ya, ya ampun
    manja2 lemah gimana gitu perasaannya
    biarpun tetep sih ya pribadi dinginnnya selalu ada
    tp entah kenapa bahagia aja gitu ahirnya ketemu lg sama suri yg cewe kaya begini
    setelah cerita yg kemaren2 suri jago silat trs *oke maaf silat abaikan*
    daaan…aku pun selalu lemah kalo ngadepin cerita bergenre seperti ini
    otaknya kadang suka ga nangkep maksud teka teki di dlm ceritanya, kan ngeselin
    asik sih bikin mikir kadang suka ga inget waktu saking serius baca
    apa otak aku ikutan dimanipulasi jg?
    aku br tau apa itu sindrom stockholm
    jd orang2 yg udah diculik itu kemungkinan besar pd ngalamin sindrom itu ya
    mungkinkah mereka2 yg hilang itu melakukan sesuatu untuk membantu ryu shin?
    jd bukan kekuatan fisik yg direkrut sama ryu shin tp ryu shin ngelawan kyu lewat perang mental
    gitu bukan sih?
    ga tau deh nunggu tamat aja biar jelas. haha
    terus suka heran sendiri aja ini okky kepikiran aja gitu cerita kaya begini, wangsit drmna selalu menghasilkan cerita2 keren
    oke ditunggu lanjutannya

  67. Aku baca ini kok sampai deg-degan gini ya ka.? Alurnya bagus 150 bintang buat alurnya, ceritanya juga ngga terlalu maksa, tapi serius jadi gregetan

  68. Sukkkkaaaaaaaaa banget sama ceritanya.
    Love love 😘
    Dari part kemaren aku udah tebak jangan jangan suri salah satu korban Ryu Shin. Dan kayaknya bener. 😋

    Korban nya anak-anak mungkin karena mereka masih bisa dibentuk kali yaa…
    Yang bikin gue penasaran itu sama hilang ingatan tiap satu tahun sekali. Jadi inget film Dalmation 101 si karakter jahatnya sempet di hipnotis jadi suka sama anjing, tapi pas denger suara Big Bang hipnotis nya ilang. 😅 Tapi kayaknya gk mirip.

    Manipulasi psikologis, heum jadi kepo gue.

    But over all, aku suka banget sama ceritanya 👍😊😊

  69. Wow wow wow wooowew… DAAEEBAAAKK eoonniii.. Menrut kuh ini rumit.. Aq baca aja ikut mikir loh.. Wouuaa tapi bener2 keren dan menarik bgt.. Klo kta ku sh ini penuh misteri yah q yg baca aja gk bisa nebak apa2 loh..
    Apa sh sindrom stochklom tuh?
    Gk tau yh itu nulisnya bner gk .. Hehehee
    next next makin menarik eon ceritanya 🙂

  70. Jujur ya…. sebenernya ga begitu peduli sama si ryu shin itu mau yg nyulik apa bukan, yg penting kyuhyun harus rujuk sama suri kak okky titik aku gamau tau! 😂😂😂

  71. Alaahhh penasaran penasaran penasaran pake banget ka oookkkyyy!! Kakak selalu bikin cerita yang plot twistnya ngena dan gak ketebak banget, aku penasaran huee. Btw aku suka banget sama genre yang beginian, salut, karna genre ini selain bikin tegang juga bikin berantem sama diri sendiri, ngoyak batin dan mempertajam otak. Kereeeenn kak 😆😆😆 hal-hal yang berkaitan sama psikologi manusia emang bikin bersemangat ya, misterius. Pokoknya semangat terus ya kak🙌 kudukung!!
    #PecintaKyuRiCouple #PengagumTulisanKaOkky #SalahsatuKyuriVictims wkwk maafkan hastagnya

  72. Penasaran banget apakah yang sebenarnya terjadi pada Suri? Bisakah Kyu memecahkan misteri kasus nya? Bagaimana nasibnya Suri? Apakah yang terjadi pada Calla? Ditunggu lanjutanya keep writing and fighting.

  73. ngegombal di depan kapten seo plus hwan nim, waaahh si kyu saking menggebunya ke suri 😄
    semoga cepet posting lanjutannya
    hehe ditunggu kak 😘😘😁😁

  74. Saya baru bacaㅎㅎㅎㅎ
    Gak sadar kalau nyimpan laman ini sudah sejak sebulan laluㅋㅋ
    Hmm, sudah lama gak baca tulisan Okky yg macam begini. Yg kata orang lain, mah, romantis. Kalau kata saya, yaa, bikin jari keriting 호호��
    Bagian ini, ” Dirinya, sebagai pria, belum pernah merasakan menjadi pria paling gagah ketimbang melihat Suri tersenyum malu-malu,” duh, kentut ini Chokyu. Tapi setelah baca sampai selesai itu kalimat, ” sebuah hal langka yang hanya ia dapat ketika kali pertama menyentuh tubuh Suri seutuhnya.” Oh, gak jadi kentut ternyata diaㅋㅋ
    Saya juga suka yg ini, ” Berusaha tetap tampan,” bener…
    Dan terima kasih sekali, bagian psikologinya menjanjikan jidat berkerut-kerutㅎㅎㅎㅎ

  75. Aku bru tau ada syndrom itu. Dan kayakny Suri nnti yg megang kunci permasalahannya. Iii ini bikin penasaran bget. Ditunggu lanjutannya ya

  76. Ah, pantas saja di mana pun Kyuhyun dan Suri berada selalu bisa dilacak kelompok tersebut mungkin karena ada sesuatu juga yg disembunyikan dalam tubuh Suri. Mengingat Ryusin pernah menyebutkan “dia” mungkin itu Suri.
    Penasaran bgt dengan sindrom stockholm ini. Apa yg mereka lakukan pada anak2 hingga bisa lupa sehari pada tiap tahunnya, apa juga yg bisa membuat Suri sembuh selama 7th itu. Tapi kenapa kali ini ada yg janggal karena kemungkinan Suri akan lupa sehari lagi… aaaaaa Penasaean bgt.
    Ditunggu kelanjutannya kak. 🙂

  77. Eeeiiiyyyy romantiss….

    Saya suka saya suka….

    Ahhh itu semacam lupa ingatan atau gimana ya? Aku menanti lanjutan cerita ini ka… ceritanya lain dari yang biasanya

  78. Waah, aku terkesima sama kak okky yang bisa nulis skeren ini 0.0
    Tapi kak, ngomong-ngomong ini masih ada yang typo di bagian “Pertama, aku bukan ”istimu”. Kedua, aku tidak sedang baru pulang dari IGD.” Suri memperingati.

    Sama di bagian “Aku yakin ”kua” bisa paling tidak melumpuhkan 4 orang dengan tangan kosong dan kudengar kemampuan menembakmu cukup akurasi dalam jarak kurang dari 50 meter. Tidak, aku sama sekali tidak meragukan hal tersebut.”

    Tapi chapter ini emang panjang, jadi kalo ada banyak kesalahan penulisan juga wajar banget kak. Semoga bisa jadi perbaikan :))

  79. Sumpah gue ampe pusing mikirnya,,,degdegan banget gue,,,pngen rasanya lompat kemasa depan byat liat endingnya ky gmn,,,penasaran banget,,,,author is the best lah

  80. Ya ampun makin penasaran banget apa suri bakal hilang ingatan kembali dalam satu hari lagi??

  81. Haii kak, ini teramat sangat tanggung sekali. Udah menggertakkan gigi eeh scroll ke bawah malah TBC . perlu konsentrasi tinggi waktu bacanya, dan itu justru yang paling bikin aku seneng. Oke mari menunggu kelanjutannya.

  82. Yaps setelah lama tak membuka blog kakak semalem iseng buka gara2 suntuk sama UAS dan akhirnya menemukan ff ini.. Kyaaaaaaa seneng bangeeet bacanyaaa selalu dapet dari segi psikologis nya *maklum mahasiswa psikologi wkwk* walaopun banyak segi2 yg lain jugaa siih wkwk.. Debest lah kaaaak.. Ku selalu menanti updatean mu.. Apalagi katabasis wkwk.. Semangat terus buat berkarya 😘😘

  83. Aku pernah denger nih Stockhlom Sindrom di salah satu FF juga. tapi masih ga ngerti sama inti dari penyakit ini. Setahu aku ini penyakit tentang respon psikologi dimana korbannya memiliki kesetiaan sama orang yg jahatin dia (dalam kasus tertentu). Tapi disini si Suri malah ngalamin lupa ingatan dalam satu hari setiap tahunnya. Waahh mesti cari ini penyakit kaya gimana. Apa dulu Suri juga korban penculikan RyuShin dan tahu sandi rahasia ?? Mungkin aja kan soalnya yang di incar Suri bukan Kyuhyun. Setiap ada Kyuhyun mereka ga ngelakuin hala” aneh. Spekulasi terlalu banyak di otak kuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s