You (Ah-Ra’s Wedding)

You

 

Suri melihat sekeliling ruangan pesta, dari sekian banyak tamu ia tidak mendapati keberadaan Cho Kyuhyun yang beberapa menit lalu masih duduk di sisi kanan Changmin, berbincang bahkan sesekali tertawa. Ia kembali memutar lehernya ke sisi kiri, tidak ada Kyuhyun, nihil, pria itu menghilang di tengah keramaian. Sialan, padahal ia tergila-gila dengan Kyuhyun yang berpakaian rapi seperti seorang CEO kejam dan dominan. Baca lebih lanjut

#1 The Gentlemen Secret (£420 Pride)

TGS-420Pride

 

Shirt and Payback

Bagi sebagian orang fotographer adalah pekerjaan yang berkaitan dengan fashion, make up, ekspresi dan jalan cerita dalam setiap hasil tangkapan cahayanya. Tapi bagiku, seni fotografi yang kutekuni adalah sebuah jalan yang selalu di hindari banyak wanita seusiaku.

Tidak ada fashion terbaru, tidak ada make up mahal yang di poles di wajah cantik para model, tidak ada ekspresi yang harus menuntut sesuai jalur cerita sebuat foto. Bagiku, fotografi adalah sebuah kebrutalan manusia keji atau lebih pantas di sebut binatang, jangankan fashion terkini, aku sering menemukan objekku tanpa pakaian yang pantas atau tidak memakai apapun. Make up mahal yang mereka pakai tidak lebih dari luka lebam keunguan, bercak darah kering di sudur bibir dan kulit kelabu pucat, tidak ada ekspresi menuntut harus tersenyum atau ceria luar biasa, hanya perlu menampilkan wajah kosong atau kesakitan terakhir yang objekku rasakan. Alur ceritanya hanya satu, kematian.

Fotografi kematian selalu mampu menangkap trauma yang tidak dapat di ungkap oleh mata telanjang, mendramatisir keadaan dan melihat lebih dalam apa yang di lihat oleh mata kita melalui hati. Kau akan selalu mendapatkan rasa iba, rasa benci dan rasa sayang saat melihat sebuah potret kematian, membantu para detektif mengungkap pelaku dan motifnya. Semua bisa kau temukan dari pekerja sepertiku, death photographer.

Moto kami: ‘Hariku di mulai saat harimu berakhir’ tenanglah, aku akan membuat cerita jika harimu berakhir kelak.

***

Baca lebih lanjut

Casual Vengeance (8 – Callas & Tebaldi)

casual vengeance-8

“…Pasangan baru Cho Kyuhyun dan Lee Suri siap melelang foto bulan madu mereka untuk acara amal pribadi pada maret mendatang. Aku rasa peminat foto tersebut tidak hanya berasal dari Korea saja, dunia pasti berebut memiliki foto tersebut mengingat Cho Kyuhyun adalah pria kaya termuda dan temanku mengatakan aslinya, Cho Kyuhyun itu jauh lebih tampan dari yang di foto…”

“Aku dengar Cho Kyuhyun yang memaksa Lee Suri untuk menikah.” Penata rambut Chae-Ran berbincang dengan perias wajahnya sambil membenarkan letak sanggul Chae-Ran.

“Oh, ya? Aku pikir Lee Suri menggoda Cho Kyuhyun. Tapi masuk akal jika Cho Kyuhyun menggoda Lee Suri, perempuan itu seksi meski memakai pakaian lusuh.”

Chae-Ran tidak mendengar lagi apa yang dikometari pembawa acara tersebut. Kepalanya terasa sakit dan matanya memanas. Emosinya tak terkendali, tangannya menyapu apapun yang berada di atas meja rias kemudian menutup wajahnya rapat-rapat menggunakan tangan dan tersedu hebat.

Aku tidak akan melepaskan apa yang harusnya menjadi milikku, Lee Suri. Baca lebih lanjut

Casual Vengeance (7th – Wine part 2)

CV cover

—WINE PART 1—

“Kami akan berangkat malam ini. Ya, semoga saja benar perkiraan kita. Akan kuhubungi ketika aku sudah di Loire.” Putus Kyuhyun.

“Perkiraan apa?” Suri bersandar pada dinding tepat di hadapan Kyuhyun.

“Perkiraan Il Sung dan kawan-kawannya sampai malam ini.”

“Apa?” Suri memberenggut kerah kemeja Kyuhyun, menyudutkan laki-laki itu. “Kau membiarkan Il Sung mengambil langkah lebih dulu?”

“Ya, dan santailah.” Genggaman Kyuhyun yang ternyata lebih kuat dari cengkraman Suri berhasil melepaskan kepalan tangan gadis itu dari kerah kemejanya. “Festival wine baru diadakan 2 minggu lagi. Kita punya banyak waktu untuk mencari dimana Choi Min-Soo berada.”

“Apa maksudmu?”

“Kau tentu tidak lupa bahwa Orangtua kita tidak sebodoh itu. mungkin mereka tidak memasukan tanggal yang harus kita tuju, tapi, lihatlah baik-baik arsip atas namamu. Mereka menghibahkan satu gudang tertua anggur untuk investasi kekayaanmu kelak, hanya ada satu gudang yang dibuka 10 tahun satu kali saat pesta wine sepuluh tahunan berlangsung.

“Mereka memilih winery di area Lower untukmu dan kebetulan sekali kau terlalu menyukai jenis wine ini, Muscadet.”

“Ada yang ingin kau tanyakan?” Kyuhyun menyadari bola mata Suri yang tak stabil saat tatapan mereka tak sengaja bertemu.

“Tidak, semoga semua selesai lebih cepat dan kau bisa kembali pada Chae-Ran.” Ucapnya datar dengan mata yang dingin dan tanpa ekspresi apapun di wajahnya.

“Oh, kau mendengarnya?”

“Apa? Makan siang?”

“Dia meminta bantuanku untuk bisnisnya, tidak lebih.”

Suri memandang Kyuhyun dari sudut matanya, siapa peduli kau akan membahas bisnis atau masalah kalian lainnya. Itu urusan kalian. 

Kyuhyun menghubungi orang itu melalui sambungan telephone. Saat ini di Seoul pukul 12 siang dan mungkin sudah memasuki jam istirahat makan siang.

“Masih bekerja?” tanyanya begitu gumaman pelan menyambutnya di ujung telephone.

“Ya, ada apa? Kalian sudah sampai di Paris?”

“Ya, beberapa saat yang lalu.”

“Oke, selamat bersenang-senang kalau begitu.” Ujarnya santai terkesan tidak peduli atau berusaha tidak peduli.

“Bagaimana jika Technology and Reserch Department kau yang mengepalainya?”

“Huh?”

“Kau menjadi kepala Department. Aku rasa akan lebih mudah bekerja sama denganmu karna kau mengerti bagaimana aku tergila-gila dengan uji coba. Bagaimana, Changmin ah?”

“Sudah waktunya pergi?” tanya Suri.

“Belum, kita belum sarapan dan kau belum mengganti bajumu.”

“Oh,” reaksi yang sangat canggung memang, tapi Suri ingin mengatakan sesuatu. Dia memutar ujung-ujung dasi Kyuhyun menggunakan telunjuk dan ibu jarinya, melilitkan dasi bergaris biru gelap hitam itu ke telunjuknya. “Cho,”

“Mmh,”

“Kemarin kau Berulangtahun bukan?” Kyuhyun hanya mengangguk. “Selamat ulang tahun kalau begitu. Maaf aku tidak menyiapkan apapun.”

Kyuhyun tersenyum dan terdengar kekehan kecil sebelum tangannya menangkap pergelangan tangan Suri, memaksa gadis itu menatapnya. “Persetan dengan itu semua, kau hadiah ulang tahun termewahku.” Gumamnya dan kemudian mencium buku jari Suri.

“Kalau begitu,” Suri mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun, tangannya mencengkram rambut cokelat gelap milik Kyuhyun dan mendekatkan wajah laki-laki itu ke bibirnya kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi dahi Kyuhyun. “Ini untuk keberhasilan misi kali ini. Untukmu. Untuk kita.” Suri mencium dalam dahi Kyuhyun.

Bahkan sebelum gadis itu beranjak dari ranjangnya, Suri memberikan pelukan sederhana. Kyuhyun menahan tangan Suri, saat kaki kanannya belum berhasil keluar dari balik selimut, menarik gadis tersebut jatuh ke dalam pelukannya. “Sepertinya morning kiss untuk suami bukan disana tempatnya.” Kyuhyun menyentuh dagu Suri, membuat kepala gadis itu menunduk dan mencium bibir merah muda Suri. bibir yang baginya tetap atraktif meski hanya sesekali membalas ciumannya.

—WINE PART II–

Baca lebih lanjut