Casual Vengeance (9 – Chrysler Imperial)

casual vengeance-9

Jika saja ia tahu bagaimana sebenarnya SSRI itu bekerja, mungkin lebih memilih untuk tidak menyentuhnya sama sekali, sungguh kepalanya terasa berdenyut, dentuman mulai memenuhi tengkorak kepala setiap kali ia memaksa untuk membuka mata. Tidak ada yang bisa Suri lakukan selain menjambak rambutnya kuat-kuat untuk mengalihkan rasa sakit tapi tetap saja percuma, tidak ada yang teralih sedikit pun.

“Kemarilah,” panggil Kyuhyun dari ujung kabin pesawat, Suri menggeleng. “Kemari cepat.” Suri menggeleng lagi lebih cepat kali ini. “Kau mau kepalamu terus sakit atau apa?”

Kyuhyun itu pria licik, Suri sangat sadar meski di tengah sakit kepalanya, di belakang sana terdapat ranjang king size lengkap dengan aroma terapi yang pasti menggoda, bahkan ia bisa menciumnya dari sini. Sudah pasti jika ia menuruti perintah Kyuhyun, pria itu akan menerkamnya di ranjang, tidak akan, tidak mau!

Continue reading “Casual Vengeance (9 – Chrysler Imperial)”

RENDEZVOUS ONE

rendezvous

Banyak tips yang bertebaran di internet dan majalah life style terkemuka di Ibu Kota mengenai bagaimana menjalani hubungan yang sehat dan saling pengertian, ratusan bahkan ribuan artikel setiap tahun tak henti-hentinya membahas masalah omong kosong yang inti permasalahannya hanya satu, mungkin setiap pasangan sudah bosan membaca judul artikel yang sama namun dengan bahasa berbeda.

Dari ribuan artikel tidak ada yang mengetakan bagaimana caranya menjalani hubungan dengan pria yang sangat penting. Kelimpungan ia menjalani hubungan selama hampir tiga tahun ini dengan pria yang paling penting di Dunia. Bagaimana tidak, mereka berkencan selalu di temani dengan minimal tiga penjaga, memangnya mereka apa? Anak TK yang belum mengerti mana pisau mana lilin?

Kentut mereka itu.

Continue reading “RENDEZVOUS ONE”

You (Ah-Ra’s Wedding)

You

 

Suri melihat sekeliling ruangan pesta, dari sekian banyak tamu ia tidak mendapati keberadaan Cho Kyuhyun yang beberapa menit lalu masih duduk di sisi kanan Changmin, berbincang bahkan sesekali tertawa. Ia kembali memutar lehernya ke sisi kiri, tidak ada Kyuhyun, nihil, pria itu menghilang di tengah keramaian. Sialan, padahal ia tergila-gila dengan Kyuhyun yang berpakaian rapi seperti seorang CEO kejam dan dominan. Continue reading “You (Ah-Ra’s Wedding)”

Casual Vengeance (8 – Callas & Tebaldi)

casual vengeance-8

“…Pasangan baru Cho Kyuhyun dan Lee Suri siap melelang foto bulan madu mereka untuk acara amal pribadi pada maret mendatang. Aku rasa peminat foto tersebut tidak hanya berasal dari Korea saja, dunia pasti berebut memiliki foto tersebut mengingat Cho Kyuhyun adalah pria kaya termuda dan temanku mengatakan aslinya, Cho Kyuhyun itu jauh lebih tampan dari yang di foto…”

“Aku dengar Cho Kyuhyun yang memaksa Lee Suri untuk menikah.” Penata rambut Chae-Ran berbincang dengan perias wajahnya sambil membenarkan letak sanggul Chae-Ran.

“Oh, ya? Aku pikir Lee Suri menggoda Cho Kyuhyun. Tapi masuk akal jika Cho Kyuhyun menggoda Lee Suri, perempuan itu seksi meski memakai pakaian lusuh.”

Chae-Ran tidak mendengar lagi apa yang dikometari pembawa acara tersebut. Kepalanya terasa sakit dan matanya memanas. Emosinya tak terkendali, tangannya menyapu apapun yang berada di atas meja rias kemudian menutup wajahnya rapat-rapat menggunakan tangan dan tersedu hebat.

Aku tidak akan melepaskan apa yang harusnya menjadi milikku, Lee Suri. Continue reading “Casual Vengeance (8 – Callas & Tebaldi)”

Our Cheery Blossom (Another Story CBE)

our cherry blossom

“Oh, dear! How wonderful life would be…
With you still in my life…
Oh, dear! How wonderful life would be…
With you still in my world…

Only stars in the sky Who will understand my tears?
Let the time pass me by I am lonely as can be
Lonely raven in the sky Who will understand my fears?
It is just you and I,
My aching despair…… “

Mocca – How Wonderful Life Would Be

  Continue reading “Our Cheery Blossom (Another Story CBE)”

Casual Vengeance (7th – Wine part 2)

CV cover

—WINE PART 1—

“Kami akan berangkat malam ini. Ya, semoga saja benar perkiraan kita. Akan kuhubungi ketika aku sudah di Loire.” Putus Kyuhyun.

“Perkiraan apa?” Suri bersandar pada dinding tepat di hadapan Kyuhyun.

“Perkiraan Il Sung dan kawan-kawannya sampai malam ini.”

“Apa?” Suri memberenggut kerah kemeja Kyuhyun, menyudutkan laki-laki itu. “Kau membiarkan Il Sung mengambil langkah lebih dulu?”

“Ya, dan santailah.” Genggaman Kyuhyun yang ternyata lebih kuat dari cengkraman Suri berhasil melepaskan kepalan tangan gadis itu dari kerah kemejanya. “Festival wine baru diadakan 2 minggu lagi. Kita punya banyak waktu untuk mencari dimana Choi Min-Soo berada.”

“Apa maksudmu?”

“Kau tentu tidak lupa bahwa Orangtua kita tidak sebodoh itu. mungkin mereka tidak memasukan tanggal yang harus kita tuju, tapi, lihatlah baik-baik arsip atas namamu. Mereka menghibahkan satu gudang tertua anggur untuk investasi kekayaanmu kelak, hanya ada satu gudang yang dibuka 10 tahun satu kali saat pesta wine sepuluh tahunan berlangsung.

“Mereka memilih winery di area Lower untukmu dan kebetulan sekali kau terlalu menyukai jenis wine ini, Muscadet.”

“Ada yang ingin kau tanyakan?” Kyuhyun menyadari bola mata Suri yang tak stabil saat tatapan mereka tak sengaja bertemu.

“Tidak, semoga semua selesai lebih cepat dan kau bisa kembali pada Chae-Ran.” Ucapnya datar dengan mata yang dingin dan tanpa ekspresi apapun di wajahnya.

“Oh, kau mendengarnya?”

“Apa? Makan siang?”

“Dia meminta bantuanku untuk bisnisnya, tidak lebih.”

Suri memandang Kyuhyun dari sudut matanya, siapa peduli kau akan membahas bisnis atau masalah kalian lainnya. Itu urusan kalian. 

Kyuhyun menghubungi orang itu melalui sambungan telephone. Saat ini di Seoul pukul 12 siang dan mungkin sudah memasuki jam istirahat makan siang.

“Masih bekerja?” tanyanya begitu gumaman pelan menyambutnya di ujung telephone.

“Ya, ada apa? Kalian sudah sampai di Paris?”

“Ya, beberapa saat yang lalu.”

“Oke, selamat bersenang-senang kalau begitu.” Ujarnya santai terkesan tidak peduli atau berusaha tidak peduli.

“Bagaimana jika Technology and Reserch Department kau yang mengepalainya?”

“Huh?”

“Kau menjadi kepala Department. Aku rasa akan lebih mudah bekerja sama denganmu karna kau mengerti bagaimana aku tergila-gila dengan uji coba. Bagaimana, Changmin ah?”

“Sudah waktunya pergi?” tanya Suri.

“Belum, kita belum sarapan dan kau belum mengganti bajumu.”

“Oh,” reaksi yang sangat canggung memang, tapi Suri ingin mengatakan sesuatu. Dia memutar ujung-ujung dasi Kyuhyun menggunakan telunjuk dan ibu jarinya, melilitkan dasi bergaris biru gelap hitam itu ke telunjuknya. “Cho,”

“Mmh,”

“Kemarin kau Berulangtahun bukan?” Kyuhyun hanya mengangguk. “Selamat ulang tahun kalau begitu. Maaf aku tidak menyiapkan apapun.”

Kyuhyun tersenyum dan terdengar kekehan kecil sebelum tangannya menangkap pergelangan tangan Suri, memaksa gadis itu menatapnya. “Persetan dengan itu semua, kau hadiah ulang tahun termewahku.” Gumamnya dan kemudian mencium buku jari Suri.

“Kalau begitu,” Suri mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun, tangannya mencengkram rambut cokelat gelap milik Kyuhyun dan mendekatkan wajah laki-laki itu ke bibirnya kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi dahi Kyuhyun. “Ini untuk keberhasilan misi kali ini. Untukmu. Untuk kita.” Suri mencium dalam dahi Kyuhyun.

Bahkan sebelum gadis itu beranjak dari ranjangnya, Suri memberikan pelukan sederhana. Kyuhyun menahan tangan Suri, saat kaki kanannya belum berhasil keluar dari balik selimut, menarik gadis tersebut jatuh ke dalam pelukannya. “Sepertinya morning kiss untuk suami bukan disana tempatnya.” Kyuhyun menyentuh dagu Suri, membuat kepala gadis itu menunduk dan mencium bibir merah muda Suri. bibir yang baginya tetap atraktif meski hanya sesekali membalas ciumannya.

—WINE PART II–

Continue reading “Casual Vengeance (7th – Wine part 2)”